Batuan Beku

Batuan Beku

Batuan Beku – Pengertian, Jenis, Ciri, Contoh Dan Klasifikasi – DosenPendidikan.Com – Untuk kali ini kami akan memberikan beberapa informasi mengenai pengertian beku, contoh-contoh batuan beku, jenis-jenis batuan beku, macam batuan beku, klasifikasi batuan beku, batuan beku dalam dan batuan beku luar, nah untuk lebih jelasnya mengenai hal demikian sebagai berikut.


Pengertian Batuan Beku

Batuan beku atau batuan igneus (dari Bahasa Latin: ignis, “api”) adalah jenis batuan yang terbentuk dari magma yang mendingin dan mengeras, dengan atau tanpa proses kristalisasi, baik di bawah permukaan sebagai batuan intrusif (plutonik) maupun di atas permukaan sebagai batuan ekstrusif(vulkanik). Magma ini dapat berasal dari batuan setengah cair ataupun batuan yang sudah ada, baik di mantel ataupun kerak bumi.


Umumnya, proses pelelehan terjadi oleh salah satu dari proses-proses berikut: kenaikan temperatur, penurunan tekanan, atau perubahan komposisi. Lebih dari 700 tipe batuan beku telah berhasil dideskripsikan, sebagian besar terbentuk di bawah permukaan kerak bumi.


Menurut para ahli seperti Turner dan Verhoogen (1960), F. F Groun (1947), Takeda (1970), magma didefinisikan sebagai cairan silikat kental yang pijar terbentuk secara alamiah, bertemperatur tinggi antara 1.500–2.5000C dan bersifat mobile (dapat bergerak) serta terdapat pada kerak bumi bagian bawah. Dalam magma tersebut terdapat beberapa bahan yang larut, bersifat volatile (air, CO2, chlorine, fluorine, iron, sulphur, dan lain-lain) yang merupakan penyebab mobilitas magma, dan non-volatile (non-gas) yang merupakan pembentuk mineral yang lazim dijumpai dalam batuan beku.


Pada saat magma mengalami penurunan suhu akibat perjalanan ke permukaan bumi, maka mineral-mineral akan terbentuk. Peristiwa tersebut dikenal dengan peristiwa penghabluran. Berdasarkan penghabluran mineral-mineral silikat (magma), oleh NL. Bowen disusun suatu seri yang dikenal dengan Bowen’s Reaction Series.


Dalam mengidentifikasi batuan beku, sangat perlu sekali mengetahui karakteristik batuan beku yang meliputi sifat fisik dan komposisi mineral batuan beku.


Jenis-Jenis Batuan Beku


Plutonik

Batuan beku plutonik atau batuan beku dalam adalah batuan beku yang telah menjadi kristal dari sebuah magma yang meleleh di bawah permukaan Bumi. Magma yang membeku di bawah tanah sebelum mereka mencapai permukaan bumi disebut dengan nama pluton. Nama Pluto diambil dari nama Dewa Romawi dunia bawah tanah.


Terbentuk karena suatu proses yang terjadi akibat adanya aktivitas magma (plutonisme) yang berada dibawah permukaan bumi yang berusaha keluar namun tidak muncul kepermukaan yang di akibat adanya tekanan dan temperature yang sangat tinggi dari dalam bumi, yaitu dengan cara menerobos batuan yang sebelumnnya sudah terbentuk atau ada, sehingga menghasilkan beberapa bentuk tubuh dari batuan beku.


Batuan ini secara genesa terjadi dan terbentuk disuatu tempat yang berada dibawah permukaan bumi yang membeku dengan lambat, sehingga menghasilkan perbedaan dari komposisi mineral, susunan kimia, struktur, tekstur yang tidak beraturan, ebrbentuk tabular, bentuk pipas sehingga menhasilkan tubuh batuan beku dengan jenis yang berbeda- beda. Dimana kontak batuan intrusi dengan batuan yang diintrusi atau daerah batuan, bila sejajar dengan lapisan batuan maka tubuh intrusi ini disebut konkordan. Bila batuan yang mengintrusi memotong dari lapisan massa batuan yang diintrusi maka disebut dengan diskordan.


Secara Umum dapat kita simpulkan bahwa batuan plutonik ( Plutonic Rock) mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Batuan ini mengalami pembekuan jauh didalam permukaan bumi (DEEP SEATED INTRUSION).
  2. Ukuran kristalnya besar besar
  3. Tidak terdapat lobang lobang gas
  4. Memiliki sifat magma yang sangat kental
  5. Tekanan gas kecil
  6. Batuan plutonic dapat berkomposisi semua jenis magma.
  7. Batuan ini mengalami proses kristalisasi dalam jangka waktu yang sangat lama.
  8. Secara khusus batuan ini hanya memiliki 1 tekstur batuan, yaitu FANERIK.

Contoh contoh batuan plutonik adalah sebagai berikut :

  • Peridotite
  1. Warna batuan : abu-abu kehitaman
  2. Granularitas : fanerik
  3. Genesa batuan : intrusif
  4. Komposisi batuan :amphibole,feldspar,quartz
  5. Jenis batuan : Beku Ultrabasa
  6. Nama batuan : peridotite
  • Gabro, Diorit, Granit

Manfaatnya : Digunakan sebagai hiasan lantai dan dinding rumah

Baca Juga : Batuan Sedimen Adalah


Vulkanik

Batuan beku vulkanik atau batuan beku luar adalah batuan beku yang terjadi karena keluarnya magma ke permukaan bumi dan menjadi lava atau meledak secara dahsyat di atmosfer dan jatuh kembali ke bumi sebagai batuan, atau dengan kata lain Batuan Beku vulkanik merupakan batuan beku yang terbentuk merupakan hasil dari proses cooling down Magma atau Lava. Jadi pada batuan beku khusus untuk vulkanik ini bukan hanya hasil pembekuan magma tetapi juga lava yang berlangsung didalam tubuh gunung api maupun dipermukaan bumi atau disebut juga intrusi dangkal (Shallow Intrusion).


Dikarenakan proses pembekuanya berada pada dalam tubuh api ataupun dipermukaan bumi, sehingga proses pembekuanya berlangsung cepat dikarenakan langsung kontak dengan udara maupun air yang ada dipermukaan bumi. Jika proses pembekuaan magma ini berlangsung secara cepat maka belum sempat menngalami proses kristalisasi sempurna sehingga hanya terbentuk kristal yang kecil-kecil ataupun glassy. Pada batuan beku jenis inilah kita temui jenis tekstur batuan beku yang beragam, namun tidak untuk tekstur fanerik.


Beberapa contoh jenis teksturnya :

  1. Afanitik
  2. Porfiritk
  3. Glassy

Adapun ciri – ciri batuan beku vulkanik adalah sebagai berikut :

  • Batuan ini mengalami pembekuan di luar permukaan bumi
  • Ukuran kristalnya kecil kecil / massa dasarnya gelas
  • Terdapat lobang lobang gas
  • Memiliki sifat magma yang encer
  • Tekanan gas besar
  • Batuan ini mengalami proses kristalisasi dalam jangka waktu yang cepat

Contoh contoh batuan vulkanik:

  • Basalt

Manfaatnya : Digunakan sebagai batuan untuk pondasi bangunan

  • Granidiorit
  1. Warna Batuan : Abu keputihan
  2. Granularitas : Fanerik
  3. Genesa Batuan : Ekstrusif
  4. Komposisi Mineral : Ortoklas, dan Kuarsa
  5. Jenis Batuan : Beku Asam
  6. Nama Batuan : Granodiorit

Baca Juga : Pengertian Dan Tipe Batuan Malihan (Batuan Metamorfisme)


  • Diorit
  1. Warna Batuan : Putih kecoklatan
  2. Granularitas : Afanitik
  3. Genesa Batuan : Ekstrusif
  4. Komposisi Mineral : Ortoklas, dan Kuarsa
  5. Jenis Batuan : Beku Asam
  6. Nama Batuan : Riolit

Vulkanik


Intrusi

Yang dimaksud dengan intrusi magma ialah masuknya magma kedalam lapisan-lapisan batuan pembentuk kulit bumi (magma tidak sampai keluar). gerakan dari magma intrusi datar (sill atau lempeng intrusi) adalah magma yang menyusup diantara dua lapisan batu-batuan, mendatar dan pararel dengan lapisan tersebut. Lakolit adalah magma yang menerobos diantara lapisan kecil bumi paling atas. gang (korok) adalah batuan hasil intrusi magma yang menyusup dan membeku di sela-sela lipatan. diatrema adalah lubang (pipa) diantara dapur magma dan kepundan gunung berapi.

Intrusi


Bentuk intrusi secara garis besar dapat dibagi menjadi dua, yaitu :

  1. Bentuk Konkordan
  2. Bentuk Diskordan

Dike

Adalah tubuh batuan beku yang tabular atau memanjang yang memotong batuan yang berumur lebih tua. Dike dibentuk oleh injeksi magma yang masuk kedalam rekah-rekah batuan. Ketebalannya dari beberapa centimeter sampai beberapa puluh meter dan panjangnya dari beberapa meter sampai ratusan meter.

Dike


Sill

Sill atau disebut juga sheet biasanya bidang kontaknya sejajar dengan bidang perlapisan batuan samping, atau secara sederhanasill adalah tubuh batuan beku yang melembar dan kedudukannya pararel atau sejajar dengan batuan sekitarnya.

Ukuran dari sill dapat mencapai beberapa ratus meter tebalnya.

Sill


Baca Juga : Konsep Geografi


Lakolit

Bentuk ini dihasilkan ketika magma yang menerobos sepanjang bidang yang lemah dan menyebabkan bentuk kubah (dome) dengan sudut kemiringan yang merata ke berbagai arah. Tetapi kadang-kadang bentuknya asimetri. Diameter laccolith dapat berkisar 2 sampai 4 mil dan kedalamannya dapat mencapai ribuan meter, dimana secara ideal bagian dasarnya tetap rata.

Lakolit


Lefolit

Intrusi jenis ini merupakan kebalikan dari bentuk pacolith. Bentuknya cembung ke bawah yaitu bagian tengah intrusi melengkung ke bawah. Diameter dari lopolith ini biasanya puluhan sampai ratusan kilometer dan kedalamannya sampai ribuan meter.


Fakolit

Adalah bentuk intrusi yang menempati antiklin atau sinklin yang berbentuk lensa dan hal ini tergantung dari bentuk intrusinya terhadap perlapisan yang terlipat sebelumnya. Ketebalan phacolith dapat mencapai ratusan meter kadang ribuan meter.


Stock

Stock, seperti batolit, bentuknya tidak beraturan dan dimensinya lebih kecil dibandingkan dengan batholit, tidak lebih dari 10 km. Stock merupakan penyerta suatu tubuh batholit atau bagian atas batholit.

Jenjang Volkanik, adalah pipa gunung api di bawah kawah yang mengalirkan magma ke kepundan. Kemudian setelah batuan yang menutupi di sekitarnya tererosi, maka batuan beku yang bentuknya kurang lebih silindris dan menonjol dari topografi disekitarnya.


Bentuk-bentuk yang sejajar dengan struktur batuan di sekitarnya disebut konkordan diantaranya adalah sill, lakolit dan lopolit.

Lopolit, bentuknya mirip dengan lakolit hanya saja bagian atas dan bawahnya cekung ke atas.Batuan beku dalam selain mempunyai berbagai bentuk tubuh intrusi, juga terdapat jenis batuan berbeda, berdasarkan pada komposisi mineral pembentuknya. Batuan-batuan beku luar secara tekstur digolongkan ke dalam kelompok batuan beku fanerik.


Baca Juga : Pengertian Ekstrusi Dan Intrusi Magma Dalam Bidang Ilmu Geografi


Batolit

Batolit adalah batuan beku yang terbentuk di dalam dapur magma, sebagai akibat penurunan suhu yang sangat lambat. Atau dengan kata lain, batolit adalah intrusi magma yang berada dekat dengan dapur magma. Pada gambar diatas tergambar pada angka 1 yang menunjukkan posisi terbentuknya batuan beku akibat dari intrusi yang disebut batolit.

Batolit


Mineral Penyusun Batuan Beku


Mineral Utama

Pada dasarnya mineral pembentuk batuan beku sebagian besar (90%) mengandung oksigen, silikon, aluminium, besi, kalsium, sodium, potasium dan magnesium. Atau bisa juga dikelompokkan berdasarkan warna mineralnya. Mineral utama dapat dilihat di Deret Bowen.

  1. Kelompok mineral gelap (Mafic) mengandung banyak unsur magnesium (Mg) dan besi (Fe)
  2. Kelompok mineral terang (Felsic) banyak mengandung unsur aluminium (Al), kalsium (Ca), Natrium (Na), kalium (K) dan silium (Si).

Sebelah kiri mewakili mineral gelap dan sebelah kanan mewakili mineral terang. Mineral-mineral ini terbentuk langsung dari kristalisasi magma yang menjadi penentu dalam penamaan batuan. Deret Bowen secara umum menggambarkan urutan kristalisasi mineral sesuai dengan penurunan suhu (bagian kiri) dan perbedaan kandungan magma (bagian kanan), dengan asumsi bahwa semua magma berasal dari magma induk yang bersifat basa.


Bagian ini dibagi menjadi 2 cabang, kontinyu dan diskontinyu

  • Deret Kontinyu

Deret ini dibangun dari feldspar plagioklas. Dalam deret kontinyu, mineral awal akan ikut serta dalam pembentukan mineral selanjutnya. Dari bagan, plagioklas yang kaya kalsium akan terbentuk terlebih dahulu, seiring dengan penurunan suhu, plagioklas itu akan bereaksi dengan sisa larutan magma yang pada akhirnya akan membentuk plagioklas yang kaya dengan sodium. Demikian seterusnya hingga plagioklas yang kaya kalsium dan sodium habis dipergunakan. Karena mineral awal akan terus bereaksi, maka sulit ditemukan plagioklas yang kaya kalsium di alam bebas.


  • Deret Diskontinyu

Deret ini dibangun dari mineral ferro-magnesian sillicates. Dalam deret ini, satu mineral ini akan bereaksi menjadi mineral lain pada suhu tertentu dengan melakukan reaksi dengan larutan sisa magma. Bowen menemukan bahwa pada suhu tertentu akan membentuk olivin yang jika diteruskan akan bereaksi dengan sisa larutan magma membentuk pyroxene. Jika pendinginan dilanjutkan, akan terbentuk biotite (sesuai skema). Deret ini berakhir ketika biotite mengkristal, yang berarti semua besi dan magnesium dalam larutan magma telah habis untuk membentuk mineral.


Mineral Ikutan/Tambahan

Mineral tambahan adalah mineral-mineral yang terbentuk akibat kristalisasi magma, terdapat dalam jumlah yang sedikit. Mineral ini tidak menjadi pedoman dalam menentukan nama batuan. Contoh: Zirkon, magnesit, hematit, pirit, rutil apatit, garnet, sphen.


Mineral Sekunder

Mineral sekunder merupakan mineral hasil ubahan mineral utama, dari hasil pelapukan, dari reaksi hidrotermal maupun hasil metamorfosisme terhadap mineral utama. Contohnya adalah serpentit, kalsit, serisit, kalkopirit, kaolin, klorit, pirit.


Klasifikasi Batuan Beku


Sifat Kimia / Komposisi Kimia

  • Asam

Batuan beku asam adalah batuan yang terbentuk dari pembekuan magma secara ekstrusif atau hasil pembekuan di daerah permukaan dimana proses pembekuan berada di daerah vulkanik (di permukaan bumi), proses pembekuan sangat cepat dengan temperature yang tinggi sehingga umumnya butiran pada batuan beku basa lebih halus dan berwarna terang (felsik) dengan indeks color <20%. Batuan beku asam memiliki kandungan silica >65%.


Contoh yang digunakan pada batuan beku asam adalah granite dan granodiorite. Keduanya merupakan batuan beku intrusif. Tekstur pada kedua batuan tersebut adalah coarse-grained. Mineral penyusunnya adalah kuarsa, potassium feldspar, plagioclase feldspar, sodium, biotite,muscovite, dan amphibole. Warna batuan ini tidak begitu gelap, cenderung terang dengan presentase 0-25%. Berat jenis granit 2,67 dan berat jenis granodiorite 2,72.


  • Basa

Batuan beku basa adalah batuan yang terbentuk langsung dari pembekuan magma dimana proses pembekuan berada di daerah plutonik (di bawah permukaan bumi ), proses pembekuan sangat lambat dengan temperature yang rendah sehingga umumnya butiran pada batuan bekubasa lebih kasar, jarang memperlihatkan struktur visikular (lubang-lubang gas) dan berwarna gelap (mafik). Batuan beku basa memiliki kandungansilica 45-52%.


Batuan beku basa biasanya berwarna gelap karena ia memiliki kandungan mineral ferromagnesium. Memiliki berat jenis sekitar 2,9-3,2 (Blyth & Freitas,1984). Mineral yang menyusunnya ialah pyroxene, plagioclas feldspar, kalsium,dan olivine (Lutgens & Tarbuck, 2012). Tekstur batuan tergantung pada proses pembentukan batuannya. Contoh batuan beku basa adalah gabro, basalt, dan dolerite.


  • Intermediet

Batuan beku intermediet vulkanik adalah batuan yang terbentuk dari pembekuan magmasecara ekstrusif atau hasil pembekuan di daerah permukaan dimana proses pembekuan berada di daerah vulkanik (di permukaan bumi ), proses pembekuan sangat cepat dengan temperature yang tinggi sehingga umumnya butiran pada batuan ini lebih halus dan berwarna Medium gray or medium green (Intermediate) dengan indeks color 20% – 40%.


Komposisi mineralnya antara lain yaitu :

  1. Amphibole
  2. Plagioclase
  3. Feldspar
  4. Pyroxene(mineral khusus)

Batuan intermediet yang biasa kita kenal adalah andesit dan diorite. Andesit adalah batuan vulkanik menengah dalam komposisi antara basal dan granit. Hal ini umumnya abu-abu atau hijau dan terdiri dari plagioklas dan mineral gelap (biasanya biotit, amphibole, atau piroksen). Ini adalah nama untuk Pegunungan Andes, rantai gunung berapi di ujung barat Amerika Selatan, di mana ia berlimpah.


Karena gunungapi, andesit biasanya sangat halus berbutir. Diorit adalah setara plutonik dari andesit. Itu bentuk dari magma yang sama seperti andesit dan, akibatnya,sering mendasari andesit seperti rantai pegunungan sebagai Andes. Andesit adalah batuan beku yang terutama terdiri dari ekstrusif feldspars plagioklas piroksen ditambah dan / atau hornblende. Biotit, magnetit, kuarsa dan sphene adalah unsur umum.


Batuan beku intermediate komposisi 52 – 63% kandunagan sio2, seperti andesit dan diorit, bentuk dengan proses serupa dengan yang menghasilkan magma granit. magma mereka mengandung silika kurang dari granit, baik karena mereka merupakan oleh leleh kerak benua yang lebih rendah dalam silika atau karena magma basaltik dari mantel telah terkontaminasi magma granit.


Baca Juga : Dampak Negatif Penggundulan Hutan Secara Liar (ilegal loging)


Proses Terbentuknya

  • Ekstrusi

Batuan ekstrusi terdiri atas semua material yang dikeluarkan dari dalam bumi kepermukaan baik di daratan maupun di bawah permukaan laut. Batuan akan mendingin dengan proses sangat cepat, sebagian berbentuk padat, debu atau suatu larutan yang kental dan panas, dikenal dengan sebutan lava. Batuan ekstrusi selalu berkaitan dengan jalur gunungapi yang masih aktif maupun sudah mati.


Hasil letusan gunungapi aktif dapat menghasilkan debu yang tersebar keluruh tempat serta terbawa angin, berukuran butir dari kasar sampai sangat halus. Selain debu dihasilkan pula batuan berbentuk padatan yang bercampur dengan material beraneka ukuran yang diendapkan dekat dengan pusat kegiatan yang biasanya dinamakan batuan piroklastik. Percampuran antara batuan yang berukuran besar dengan lava dan debu vulkanik seingga membentuk agglomerat.


Butiran halus seperti debu dan fragmen batuan membentuk batuan tersendiri, bila ukurannya bercampur antara ukuran kerikil dengan halus dinamakan tras sedang bila halus semuanya dinamakan tuf.  Selain yang disebut di atas masih ada batuan lain yang termasuk ke dalam batuan ekstrusi adalah cairan magma yang membeku dekat dengan permukaan bumi biasanya berbentuk korok, dike maupun sill.


  • Intrusi

Batuan intrusi adalah batuan yang terbentuk jauh di bawah permukaan bumi yang berasal dari cairan magma dengan proses pembekuannya berjalan lambat dan perlahan sehingga menghasilkan butiran kristal berukuran kasar. Bentuk dari intrusi dapat dibagi menjadi beberapa jenis, antara lain tubuh pluton memiliki bentuk intrusi yang tidak beraturan berukuran sangat besar sampai puluhan kolimeter dengan ukuran kristal sangat kasar sampai mega kristal.


Intrusi berbentuk tabular mempunyai dua bentuk yang berbeda, yaitu dike (retas) memotong arah lapisan batuan sedang sill searah lapisan batuan. Pada saat ini sebagian batuan intrusi sudah nampak dipermukaan bumi memiliki bentuk yang khusus secara morfologi serta sangat mudah sekali untuk dikenali. Munculnya dipermukaan bumi disebabkan oleh proses-proses geologi yang bekerja seperti pengangkatan yang kemudian diikuti oleh proses erosi batuan penutupnya pada tahap akhir muncullah batuan intrisu dipermukaan bumi yang hilang semua batuan penutupnya.


Bentuk tidak beraturan pada umumnya berbentuk diskordan dan biasanya memiliki bentuk yang jelas di permukaan bumi. Penampang melintang dari tubuh pluton (intrusi dengan bentuk tidak beraturan) memperlihatkan bentuk yang sangat besar dan kedalamannya yang tidak diketahui batasnya. Bentuk tidak beraturan biasanya dimiliki luas oleh batolit, singkapan di permukaan memiliki luas yang hampir 100 km2. Sedangkan stok memiliki sifat yang hampir sama dan hanya di ukurnya saja yang jauh berbeda.


Batuan beku yang telah mengalami pelapukan ataupun ubahan akan mempunyai komposisi kimia yang berbeda. Karena itu batuan yang akan dianalisa haruslah batuan yang sangat segar dan belum mengalami ubahan.

batuan Intrusi


Berdasarkan Mineraloginya

Dalam klasifikasi ini indeks warna akan menunjukkan perbandingan mineral mafik dan felsik. (S.J. Shand, 1943) membagi empat macam batuan, yaitu :

  • Leucrocatic rocks, mengandung kurang 30% mineral mafik.
  • Mesocratic rocks, mengandung 30% – 60% mineral mafik.
  • Melanocratic rocks, mengandung 60% – 90% mineral mafik.
  • Hipermelanic rocks, mengandung lebih 90% mineral mafik.

Sedangkan S. Jellis, 1948 membagi empat golongan pula yaitu :


  1. Holofelsic, untuk batuan beku dengan indeks warna kurang 10%
  2. Felsic, untuk batuan beku dengan indeks warna 10 – 40%
  3. Mafelsic, dengan indeks warna 40% – 70%
  4. Mafik, batuan beku dengan indeks warna lebih 70%.
  • Felsik

Batuan beku felsik adalah batuan beku yang secara megaskopis memiliki kenampakan berwarnaterang. Warna terang atau cerah ini berasal dari mineral-mineral felsik penyusunnya.Mineral Felsik adalah adalah mineral primer atau mineral utama pembentuk batuan beku,berwarna cerah atau terang, tersusun oleh unsur-unsur Al, Ca, K, dan Na. Mineral felsik dibagimenjadi tiga, yaitu felspar, felspatoid (foid) dan kuarsa. Di dalam batuan, apabila mineral foidada maka kuarsa tidak muncul dan sebaliknya. Selanjutnya, felspar dibagi lagi menjadi alkalifelspar dan plagioklas.


Pada umumnya batuan beku felsik memiliki indeks warna antara 10% – 40%. Batuan beku felsikyang tersusun oleh mineral kuarsa pada umumnya bersifat asam, dimana kandungan silikanyalebih besar dari 66%.

1. keluarga granit

  • riolit: bersifat felsik, mineral utama kuarsa, alkali felsparnya melebihiplagioklas

2. keluarga granodiorit

  • qz latit: felsik, mineral utama kuarsa, Na Plagioklas dalamkomposisi yang berimbang atau lebih banyak dari K Felspar

3. keluarga syenit

  • trakhit: felsik hingga intermediet, kuarsa atau foid tidak dominanttapi hadir, K-Felspar dominant dan melebihi Na-Plagioklas, kadang plagioklas juga tidakhadir

4. keluarga monzonit

  • latit: felsik hingga intermediet, kuarsa atau foid hadir dalam jumlah kecil, Na-Plagioklas seimbang atau melebihi K-Felspar

5. keluarga syenit

  • fonolit foid: felsik, mineral utama felspatoid, K-Felspar melebihiplagioklas

6. keluarga tonalit

  • dasit: felsik hingga intermediet, mineral utama kuarsa dan plagioklas (asam) sedikit/tidak ada K-Felspar.

Dapat dikelompokkan dalam tiga kelompok, yaitu batuan beku kaya kuarsa, batuan beku kayafeldspathoid (foid) dan batuan beku miskin kuarsa maupun foid. Batuan beku kaya kuarsaberupa kuarzolit, granitoid, granit dan tonalit; sedangkan yang miskin kuarsa berupa syenit,monzonit, monzodiorit, diorit, gabro dan anorthosit. Pada kelompok batuan beku asam yang dominan adalah kuarsa, plagioklas, orthoklas dansedikit kehadiran hornblende dan biotit. Kelompok batuan ini melimpah pada wilayah-wilayahdengan tatanan tektonik kratonik (benua), seperti di Asia (daratan China), Eropa dan Amerika. Ia membeku pada suhu 650-800°C.


  • Mafik

Mineral mafik, yaitu mineral yang berwarna gelap, terutama biotit, piroksen, amphibol dan olivin. Klasifikasi batuan beku berdasarkan indeks warna menurut S.J. Shand, 1943, antara lain :

  • Batuan beku Leucoctaris rock, jika mengandung kurang dari 30% mineral mafik.
  • Batuan beku Mesococtik rock, jika mengandung 30% – 60% mineral mafik.
  • Batuan beku Melanocractik rock, jika mengandung lebih dari 60% mineral mafik.

Sedangkan klasifikasi batuan beku berdasarkan indeks warna menurut S.J. Ellis (1948) antara lain sebagai berikut :

  1. Batuan beku Holofelsic, batuan beku dengan indeks warna kurang dari 10%.
  2. Batuan beku Felsic, batuan beku dengan indeks warna 10% sampai 40%.
  3. Batuan beku Mafelsic, batuan beku dengan indeks warna 40% sampai 70%.
  4. Batuan Beku Mafik, batuan beku dengan indeks warna lebih dari 70%.

  • Ultramafik

Terminologi

  • Batuan ultramafik kaya akan mineral – mineral mafik ( ferro – magnesian ) seperti olivine, piroksen dan amphibol.
  • Kebanyakan batuan ultramafik mengandung kurang lebih 45 % silica ( bagaimanapun orthoproksenit di klasifikasikan sebagai batuan ultramafik akan tetapi mengandung hamper 60 % silica.
  • Semua batuan ultramafik memiliki indeks warna > 70.
  • Pada umumnya batuan ultramfik kekurangan feldspar
  • Batuan ultramafik tidak memiliki pasangan yang tepat diantara lava.
  • Densitas magma ultramafik akan menjadi tinggi dan terus meningkat sepanjang porsi sialic di dalam bumi.

Baca Juga : Pengertian, Klasifikasi Dan Sifat Batuan Sendimen Menurut Ilmu Geografi


Klasifikasi Batuan Ultramafik

  • Dunit
Jenis Batuan Dunite
Jenis Batuan Dunite

Merupakan batuan ultramafik monomineral yang seluruhnya mengandung mineral olivine ( umumnya magnesia ). Mineral –mineral penyerta dapat terdiri dari : chromit, magnetit, ilmenit dan spinel.

  • Piroksenit

Merupakan batuan ultramafik monomineral yang seluruhnya mengandung mineral piroksen. batuan – batuan piroksenit selanjutnya diklasifiksikan kedalam orthorombik piroksin atau monoklin piroksen :

• Orthopiroksenit : bronzitit
• Klinopiroksenit : diopsidit, diallagit.

  • Hornblendit
Jenis Batuan Horblendit
Jenis Batuan Horblendit

Merupakan batuan ultramafik monomineral yang seluruhnya mengandung mineral hornblend.


  • Serpentinit
Jenis Batuan Serpentinite
Jenis Batuan Serpentinite

Merupakan batuan ultrAmafik monomineral yang seluruhnya mengandung mineral serpentin. Tetapi batuan ini dapat terbentuk dari batuan dunit yang terserpentinisasikan, atau dari hornblendit, ataupun peridotit.

  • Peridotitit
Jenis Batuan Peridotit
Jenis Batuan Peridotit

Merupakan batuan ultramafik yang mengandung lebih banyak olivine tetapi juga mengandung mineral – mineral mafik lainnya di dalam jumlah yang signifikan. Bedasarkan mineral – mineral mafik, maka batuan peridotit dapat di klasifikasikan sebagai berikut :

  1. Piroksen peridotit
  2. Hornblen peridotit
  3. Mika peridotit ( seperti kimberlit )

Piroksen peridotit adalah salah satu dari banyaknya batuan ultramafik yang umum. Bedasarkan pada tipe piroksen diatas, piroksen peridotit dapat diklasifikasikan kedalam:

  • Harzburgit : olivine + orthopiroksen ( enstatit atau bronzit )
  • Wehrlite : olivine + clinopiroksen ( diopsid atauu diallag )
  • Lherzolite : olivine + orthopiroksen + clinopiroksen

Baca Juga : Pengertian Dan 20 Jenis Batuan Beku Menurut Para Ahli


Contoh Batuan Beku

Dalam hal batuan beku dapat dibedakan berdasarkan tempat magma yang keluar membeku yaitu sebagai berikut:

  • Batuan Beku Dalam

Batuan beku dalam atau batuan beku plutonik terbentuk karena proses pembekuan magma dibawah permukaan bumi. Biasanya proses pembentukan batuan ini terjadi secara lambat, yang sehingga biasanya berbentuk kasar dan mengkristal atau holokristalin.


Contohnya, mahma mengalir dan meresap ke dalam lapisan-lapisan bumi bagian dalam dan membeku disitu. Contoh untuk batuan beku dalam antara lain yaitu sienit, granit, diorit dan gabro.

  • Batuan Beku Luar

Batuan beku laur atau batuan beku vulkanik terbentuk karena adanya proses pembekuan magma pada permukaan bumi. Biasanya proses pembentukan batuan ini terjadi secara cepat, sehingga bentuknya halus dan tidak mengkristal atau kristalnya sangat halus.


Contoh, batuan beku dalam antara lain yaitu: obsidian, liparit, desit, andesit dan basalt.

  • Batuan Beku Korok

Batuan beku rokok terbentuk karena proses penyusupan magma pada celah-celah litosfer bagian atas dan kemudian membeku. Oleh karenanya posisi batuan beku korok biasanya dekat dengan permukaan bumi. Batuan beku jenis ini juga mengkristal. Beberapa contoh batuan beku korok antara lain porfir granit, porfir diorit dan ordinit.


Signifikansi Geologi

Batuan beku dan metamorf membentuk sekira 90-95% volume bagian atas kerak bumi atau sedalam 15 km. Batuan beku penting secara geologi karena:

  • Mineral-mineral dan kimia globalnya memberikan informasi tentang komposisi dari mantel, dimana batuan beku tersebut ter-ekstraksi, serta temperatur dan tekanan yang memungkinkan terjadinya ekstraksi ini dan atau batuan asal yang mencair.

  • Umur absolut dapat diperoleh dengan berbagai jenis penanggalan radiometrik dengan demikian dapat dibandingkan dengan strata geologi yang berdekatan, sehingga urutan waktu kejadian dapat ditentukan.
  • Fitur-fitur mereka merupakan karakteristik lingkungan-lingkungan tektonik tertentu, sehingga memungkinkan rekonstruksi tektonik (tektonika lempeng).
  • Di beberapa situasi spesial tertentu batuan beku merupakan tempat keberadaan endapan bijih. Seperti contoh, tungsten, timah dan uranium bisanya diasosiasikan dengan granit dan diorit sedangkan bijih kromium dan platinum biasanya diasosiasikan dengan gabro.

Daftar Pustaka
http://manfaat-pengetahuan.blogspot.com/
http://dikageologi.wordpress.com/
http://scientificindonesia.wordpress.com/
http://en.wikipedia.org/
https://www.google.co.id/search
http://geology.com/rocks/
http://serbasejarah.blogspot.com/

Demikianlah pembahasan mengenai Batuan Beku – Pengertian, Jenis, Ciri, Contoh Dan Klasifikasi semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂

Send this to a friend