Barisan dan Deret Aritmatika

Diposting pada

Rumus Deret Aritmatika – Pengertian, Barisan, Sifat & Contoh Soal – Untuk kali ini kami akan bagi materi mengenai Aritmatika yang dalam hal meliputi seperti rumus, pengertian, sifat dan contoh soal, kalau begitu simak saja uraian dibawah ini.

Rumus-Deret-Aritmatika

Barisan Aritmatika

Dalam pembahasan sebelumnya, telah diketahui bahwa barisan bilangan dinyatakan dalam bentuk U1, U2, U3, U4, . . ., Un. Barisan bilangan ini disebut sebagai barisan bilangan aritmatika, jika selisih dua suku yang berurutan selalu tetap. Selisih tersebut dinamakan beda dan dilambangkan dengan “b“.

barisan bilangan aritmatika

Jika dalam barisan aritmatika tersebut suku pertama dinyatakan dengan a, maka bentuk umum barisan aritmatika adalah:

a, a + b, a + 2b, a + 3b, . . . , a+(n–1) b

Baca Juga Artikel yang Mungkin Terkait : Rumus Deret Geometri


Contoh 5.7

Terdiri atas:

  1. 1, 4, 7, 10, . . .

b = U2 – U1  = U3  – U2  = U4  – U3

b = 4 – 1 = 7 – 4 = 10 – 7 = 3

Karena barisan bilangan tersebut mempunyai beda yang tetap yaitu 3, maka barisan itu merupakan barisan aritmatika.


  1. 2, 5, 7, 9 , . . .

b = U2 – U1 = U3 – U2 = U4 – U3

U2 – U1 = 5 – 2 = 3

U3  – U2  = 7 – 5 = 2

U4  – U3  = 9 – 7 = 2

Karena barisan bilangan tersebut mempunyai beda yang tidak tetap, maka barisan tersebut bukan barisan aritmatika.


Jadi, barisan aritmatika adalah suatu barisan bilangan yang suku beriktnya diperoleh dengan menambah atau mengurangi dengan suatu bilangan yang tetap kepada suku sebelumnya. Bilangan yang tetap itu disebut selisih atau beda. Apabila bedanya positif, maka barisan itu naik. Apabila bedanya negative, maka barisan itu turun.


Menentukan Rumus Suku ke-n Barisan

Jika suku pertama U1, kita misalkan a, beda kita misalkan b, dan suku ke-n kita misalkan Un maka barisan aritmatika ditulis sebagai berikut:

Rumus suku ke-n suatu barisan aritmatika adalah Un = a + (n – 1) b


Sifat-sifat suku ke-n

Un = a + (n – 1) b = a + bn – b = bn + (a – b).

Jadi, suku ke-n suatu barisan aritmatika adalah fungsi linier dari n, dengan n bilangan asli.

Baca Juga Artikel yang Mungkin Terkait : Besaran Pokok dan Turunan


Deret Aritmatika

Dari pengertian barisan bilangan pada pembahasan sebelumnya, jika semua suku-suku pada barisan aritmatika dijumlahkan akan terbentuk suatu deret aritmatika atau deret hitung. Sehingga bentuk umum deret aritmatika adalah:

bentuk umum deret aritmatika

Deret aritmatika yang mempunyai beda lebih dari nol atau positif, maka deretnya disebut deret aritmatika naik. Sedangkan deret aritmatika yang mempunyai beda kurang dari nol atau negatif, maka deretnya disebut deret aritmatika turun.


Contoh 5.8

Terdiri atas:


  1. Apakah 2 + 5 + 8 + 11 + 14 + 17 + . . . deret aritmatika?

U2  – U1  = 5 – 2 = 3 → U4 – U3 = 11 – 8 = 3

U3  – U2  = 8 – 5 = 3 → U5 – U4 = 14 – 11 = 3

Karena bedanya selalu tetap yaitu 3, maka 2 + 5 + 8 + 11 + 14 + 17 + . . . adalah deret aritmatika atau deret hitung.


  1. Apakah 2 + 6 + 10 + 14 + 18 + . . . deret aritmatika?

U2  – U1  = 6 – 2 = 4 → U4  – U3    = 14 – 10 = 4

U3  – U2  = 10 – 6 = 4 → U5  – U4    = 18 – 14 = 4

Karena bedanya selalu tetap yaitu 4, maka 2 + 6 + 10 + 14 + 18 + . . . adalah deret aritmatika atau deret hitung.

Baca Juga Artikel yang Mungkin Terkait : Pertidaksamaan Linear Satu Variabel


a. Rumus Suku ke-n Deret Aritmatika

Apabila a menyatakan suku pertama, n menyatakan banyak suku, dan b adalah beda suatu barisan aritmatika, maka:

U1 = a

U2 = a + b

U3 = a + 2b

. . .

Un = a + (n – 1)b


Jadi, suku ke-n barisan aritmatika (Un) dirumuskan sebagai:

Rumus Suku ke-n Deret Aritmatika


b. Jumlah n Suku Pertama Deret Aritmatika

Untuk memudahkan perhitungan, berikut ini akan dicari rumus menentukan jumlah n suku pertama deret aritmatika.

U1 = a

U2 = a + b

U3 = a + 2b

. . .

Un = a + (n – 1)b

—————————————————————-+

Sn = a + a + a + . . . + b + 2b + 3b + . . . + (n–1) b

Sn = na + b + 2b + 3b + . . . + (n–1) b

     = na + {(1 + 2 + 3 + . . . + (n–1)}b



Jadi, rumus jumlah n suku pertama deret aritmatika adalah:

Jumlah n Suku Pertama Deret Aritmatika


c. Suku Tengah Deret Aritmatika

Dalam deret aritmatika jika n ganjil, maka suku tengah (Ut) deret aritmatika tersebut terletak di tengah-tengah antara U1 dan Un dan dirumuskan sebagai:

Suku Tengah Deret Aritmatika

Baca Juga Artikel yang Mungkin Terkait : Persamaan Linear Dua Variabel


d. Sisipan pada Deret Aritmatika

Misalkan U1 + U2 + U3 + U4 + . . . + Un adalah deret aritmatika dengan suku pertama U1 = a, beda = b, dan banyaknya suku = n.Apabila di antara dua suku deret aritmatika tersebut disisipkan k buah bilangan (suku baru) sehingga membuat deret aritmatika baru, maka:


Deret semula:

Deret semula


Deret baru:

Deret baru

Dari deret semula dan deret baru diperoleh hubungan:


  1. Beda baru (b‘)

Beda baru (b')

  1. Banyaknya suku baru (n‘)

Banyaknya suku baru (n')

  1. Jumlah n suku pertama sesudah sisipan (Sn‘)

Jumlah n suku pertama sesudah sisipan (Sn')


Sifat-Sifat Deret Aritmatika

Masih ingatkah kita dengan rumus suku ke-n dan jumlah n suku pertama pada deret aritmatika? Nah, dari rumus suku ke-n dan jumlah n suku pertama pada deret aritmatika tersebut kita akan menemukan sifat-sifat deret aritmatika.


Bentuk umum dari suatu deret aritmatika adalah:

bentuk deret aritmatika


Berikut ini akan diuraikan beberapa sifat lain pada deret aritmatika.


Misalkan diketahui deret aritmatika 2 + 6 + 10 + 14 + 18 + . . . , a = 2, b = 4


diketahui deret aritmatika


Dari uraian di atas maka:

uraian


Dalam pembahasan sebelumnya telah kita ketahui bahwa:

pembahasan

Jika banyak suku barisan aritmatika ganjil dan suku tengahnya adalah Ut maka:

suku barisan aritmatika ganjil dan suku tengahnya


Hubungan antara Sn dan Un

Hubungan antara Sn dan Un

Baca Juga Artikel yang Mungkin Terkait : Rumus Prisma


Contoh Soal Deret Aritmatika Beserta Jawabannya

Berikut ini terdapat beberapa contoh soal deret aritmatika beserta jawabannya, terdiri atas:


1. Suku ke­4 dan suku ke­9 suatu barisan aritmatika berturut­turut adalah 110 dan 150. Suku ke­30 barisan tersebut adalah …

  1. 308
  2. 318
  3. 326
  4. 344
  5. 354

Pembahasan

Dari beberapa suku yang diketahui diperoleh persamaan yaitu :

(1) U4 = a + 3b = 110

(2) U9 = a + 8b = 150


Dengan dua persamaan di atas, kita dapat menentukan nilai suku pertama (a) dan beda (b) barisan aritmatika tersebut. Nilai a dan b dapat ditentukan dengan metode eliminasi ataupun metode substitusi. Dengan metode substitusi, diperoleh :

a + 3b = 110 → a = 110 ­ 3b → substitusi ke persamaan (2).

a + 8b = 150

⇒ 110 ­ 3b + 8b = 150

⇒ 110 + 5b = 150

⇒ 5b = 40

⇒ b = 8


Karena b = 8, maka a = 110 ­ 3(8) = 110 ­ 24 = 86. Jadi, suku ke­30 barisan aritmatika tersebut adalah : U30 = a + 29b

⇒ U30 = 86 + 29(8)

⇒ U30 = 86 + 232

⇒ U30 = 318 (Opsi B)


2. Dari suatu barisan aritmatika diketahui suku ke­5 adalah 22 dan suku ke­12 adalah 57. Suku ke­15 barisan ini adalah …

  1. 62
  2. 68
  3. 72
  4. 74
  5. 76

Pembahasan

Dari soal diperoleh dua persamaan sebagai berikut :

(1) U5 = a + 4b = 22

(2) U12 = a + 11b = 57


Dengan menggunakan metode substitusi, diperoleh nilai suku pertama dan beda sebagai berikut :

a + 4b = 22 → a = 22 ­ 4b → substitusi ke persamaan (2). a + 11b = 57

⇒ 22 ­ 4b +11b = 57

⇒ 22 + 7b = 57

⇒ 7b = 35

⇒ b = 5


Karena b = 5, maka a = 22 ­ 4(5) = 22 ­ 20 = 2.


Jadi, suku ke­15 barisan aritmatika tersebut adalah : U15 = a + 14b

⇒ U15 = 2 + 14(5)

⇒ U15 = 2 + 70

⇒ U15 = 72 (Opsi C)

Baca Juga Artikel yang Mungkin Terkait : Jaring Jaring Balok


3. Suku keempat dan suku ketujuh suatu barisan aritmatika berturut­turut adalah 17 dan 29. Suku barisan ke­25 adalah …

  1. 97
  2. 101
  3. 105
  4. 109
  5. 113

Pembahasan

Dari soal diperoleh dua persamaan sebagai berikut :

(1) U4 = a + 3b = 17

(2) U7 = a + 6b = 29


Dengan menggunakan metode substitusi, diperoleh nilai suku pertama dan beda sebagai berikut :

a + 3b = 17 → a = 17 ­ 3b → substitusi ke persamaan (2). a + 6b = 29

⇒ 17 ­ 3b + 6b = 29

⇒ 17 + 3b = 29

⇒ 3b = 12

⇒ b = 4


Karena b = 4, maka a = 17 ­ 3(4) = 17 ­ 12 = 5.


Jadi, suku ke­25 barisan aritmatika tersebut adalah : U25 = a + 24b

⇒ U25 = 5 + 24(4)

⇒ U25 = 5 + 96

⇒ U25 = 101 (Opsi B)


4. Suku kedua barisan aritmatika adalah 5 dan suku kelima adalah 14. Suku ke­20 barisan aritmatika tersebut adalah …

  1. 59
  2. 62
  3. 63
  4. 65
  5. 68

Pembahasan

Dari soal diperoleh dua persamaan sebagai berikut :

(1) U2 = a + b = 5

(2) U5 = a + 4b = 14


Dengan menggunakan metode substitusi, diperoleh nilai suku pertama dan beda sebagai berikut :

a + b = 5 → a = 5 ­ b → substitusi ke persamaan (2). a + 4b = 14

⇒ 5 ­ b + 4b = 14

⇒ 5 + 3b = 14

⇒ 3b = 9

⇒ b = 3


Karena b = 3, maka a = 5 ­ 3 = 2.


Jadi, suku ke­20 barisan aritmatika tersebut adalah : U20 = a + 19b

⇒ U20 = 2 + 19(3)

⇒ U20 = 2 + 57

⇒ U20 = 59 (Opsi A)

Baca Juga Artikel yang Mungkin Terkait : Jaring-Jaring Kubus


5. Dari suatu barisan aritmatika diketahui suku keempat adalah 7 dan jumlah suku keenam dan kedelapan adalah 23. Besar suku kedua puluh adalah …

  1. 21
  2. 20
  3. 31
  4. 41
  5. 60

Pembahasan

Dari soal diperoleh dua persamaan sebagai berikut :

(1) U4 = a + 3b = 7

(2) U6 + U8 = (a + 5b) + (a + 7b) = 2a + 12b = 23


Dengan menggunakan metode substitusi, diperoleh nilai suku pertama dan beda sebagai berikut :

a + 3b = 7 → a = 7 ­ 3b → substitusi ke persamaan (2).

2a + 12b = 23

⇒ 2(7 ­ 3b) + 12b = 23

⇒ 14 ­ 6b + 12b = 23

⇒ 6b = 9

⇒ b = 9/6 = 3/2


Karena b = 3/2, maka a = 7 ­ 3(3/2) = (14 ­ 9)/2 = 5/2. Jadi, suku ke­20 barisan aritmatika tersebut adalah : U20 = a + 19b

⇒ U20 = 5/2 + 19(3/2)

⇒ U20 = 5/2 + 57/2

⇒ U20 = 62/2 = 31 (Opsi C)


Demikianlah pembahasan mengenai Rumus Deret Aritmatika – Pengertian, Barisan, Sifat & Contoh Soal semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya.

Mungkin Dibawah Ini yang Kamu Butuhkan