Ekosistem Perairan (Akuatik)

Diposting pada

Ekosistem adalah suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik tak terpisahkan antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Ekosistem bisa dikatakan juga suatu tatanan kesatuan secara utuh dan menyeluruh antara segenap unsur lingkungan hidup yang saling memengaruhi.

Ekosistem-Perairan

Ekosistem merupakan penggabungan dari setiap unit biosistem yang melibatkan interaksi timbal balik antara organisme dan lingkungan fisik sehingga aliran energi menuju kepada suatu struktur biotik tertentu dan terjadi suatu siklus materi antara organisme dan anorganisme. Matahari sebagai sumber dari semua energi yang ada.


Dalam ekosistem, organisme dalam komunitas berkembang bersama-sama dengan lingkungan fisik sebagai suatu sistem. Organisme akan beradaptasi dengan lingkungan fisik, sebaliknya organisme juga memengaruhi lingkungan fisik untuk keperluan hidup. Pengertian ini didasarkan pada Hipotesis Gaia, yaitu: “organisme, khususnya mikroorganisme, bersama-sama dengan lingkungan fisik menghasilkan suatu sistem kontrol yang menjaga keadaan di bumi cocok untuk kehidupan”. Hal ini mengarah pada kenyataan bahwa kandungan kimia atmosfer dan bumi sangat terkendali dan sangat berbeda dengan planetlain dalam tata surya.


Kehadiran, kelimpahan dan penyebaran suatu spesies dalam ekosistem ditentukan oleh tingkat ketersediaan sumber daya serta kondisi faktor kimiawi dan fisis yang harus berada dalam kisaran yang dapat ditoleransi oleh spesies tersebut, inilah yang disebut dengan hukum toleransi.Pada makalah ini, kami akan membahas tentang ekosistem air tawar, air laut, dan ekosistem binaan manusia serta masalahnya.


Pengertian Ekosistem Perairan (Akuatik)

Ekosistem perairan merupakan ekosistem yang kompone abiotiknya sebagai besar terdiri atas air. Makhluk hidup (komponen biotik) dalam ekosistem perairan dibagi dalam beberapa kelompok antara lain sebagai berikut.

  1. Plankton
    Terdiri atas fitoplankton dan zooplankton, Organisme ini dapat bergerak dan berpindah tempat secara pasif karena pengaruh arus air, seperti ganggung uniseluler dan protozoa.
  2. Nekton
    Organisme yang bergerak aktif ( berenag ) seperti katak dan ikan.
  3. Neuston
    Organisme yang mengapung di permukaan air, seperti eceng gondok, serangga air, ganggang dan teratai.
  4. Bentos
    Organisme yang berada di dasar perairan, seperti cacing, udang, ganggang dan kepiting.
  5. Perifiton
    Organisme yang melekat pada organisme lain seperti siput dan ganggang.

Macam-Macam Ekosistem Perairan (Akuatik)


1. Ekosistem Air Tawar

Ekosistem air tawar adalah suatu bentuk menyeluruh atau tatanan yang ada di dalam air tawar dan sekitarnya yang terdiri dari makhluk hidup di dalam air tersebut dan lingkungan air tawar itu sendiri.Ekosistem air tawar sering dikatakan juga sebagai perairan darat.


  • Ciri-ciri ekosistem air tawar

Ciri-ciri ekosistem air tawar dapat dijelaskan sebagai berikut :

  1. Salinitas (kadar garam) rendah, lebih rendah jika dibandingkan dengan sitoplasma.
  2. Adanya aliran air (arus), hal ini amat menentukan distribusi gas yang vital, garam mineral dan organisme kecil.
  3. Variasi suhu antara siang dan malam tidak terlalu besar.
  4. Penetrasi (masuknya) cahaya matahari terbatas/kurang.
  5. Ekosistem air tawar tetap dipengaruhi oleh iklim dan cuaca, meskipun pengaruh tersebut relatif kecil apabila dibandingkan dengan ekosistem darat.
  6. Perubahan ketinggian air terlihat nyata sekali , misalnya pada waktu musim hujan air sungainya tinggi (berlimpah) dan musim kemarau terlihat sedikit (kekeringan).
  7. Kadar oksigen terlarut pada ekosistem air tawar relatif lebih tinggi.
  8. Intensitas cahaya yang diterima pada ekosistem air tawar cukup tinggi, walaupun karena berbagai faktor penetrasi cahaya matahari ke dalam air agak berkurang.
  9. Secara fisik dan biologis ekosistem ait tawar merupakan perantaraan ekosistem darat dan laut , yang sering disebut sebagai air payau (lingkungan estuarin) , estuarin merupakan lingkungan lingkungan perairan setengah tertutup di pinggiran daratan yang terpengaruh oleh pasang surut air laut.
  10. Macam tumbuhan yang terbanyak adalah jenis ganggang , sedangkan lainnya adalah tumbuhan biji.

  • Penggolongan Ekosistem Air Tawar Berdasarkan Gerak Airnya

Berdasarkan gerak airnya, ekosistem air tawar dapat dibedakan menjadi ekosistem lentik dan lotik.

  1. Ekosistem Lentik, adalah ekosistem yang airnya tenang atau diam, misalnya danau, telaga dan rawa.
  2. Ekosistem Lotik, adalah ekosistem yang airnya bergerak mengalir, misalnya selokan, parit, atau sungai. Ciri-ciri ekosistem lotik adalah airnya mengalir, merupakan ekosistem terbuka dari kadar oksigen terlarut relatif tinggi.

Aliran air dalam ekosistem lotik merupakan faktor pembatas bagi organisme yang ada di dalamnya. Artinya organisme yang tidak dapat melakukan adaptasi terhadap adanya aliran air akan tersingkir. Aliran ini juga dapat menjadi penentu jenis dan komposisi komponen biotik dalam ekosistem.Aliran air tergantung pada topografi, besarnya sungai dan debit air yang mengalir.Misalnya, jenis organisme di pinggir sungai berbeda dengan jenis organisme di dalam atau di dasar sungai.


Air ekosistem lotik tidak tetap, melainkan berubah tergantung pada musim. Di Pulau Jawa, pada umumnya air sungai keruh dan banjir di musim hujan sedangkan di musim kemarau airnya kecil dan bahkan mengering. Keadaan ini merupakan suatu indikator adanya kerusakan ekosistem darat didaerah hulu sungai.


Sebagai suatu Ekosistem terbuka.Ekosistem lotik memperoleh kiriman bahan organik yang terbawa aliran air dari daerah hulu atau daratan misalnya, berupa bangkai, sampah atau daun-daun yang gugur ke sungai.Meskipun dari ekosistem lotik itu sendiri hewan-hewan dapat memperoleh makanan, beberapa hewan sungai ada yang memakan bahan organik yang terbawa aliran air.Jadi, ekosistem lotik mendapat pengaruh yang besar dari ekosistem daratan.


Sebagai ekosistem yang mobil, aliran air memudahkan terjadinya persentuhan antara permukaan air yang luas dengan udara.Apalagi, jika disepanjang ekosistem lotik terdapat jeram, riak-riak kecil, dan air terjun. Keadaan yang demikian menyebabkan kadar oksigen terlarut relatif tinggi. Tingginya kadar oksigen memberikan kondisi pada hewan-hewan sungai untuk hidup dilingkungan yang cukup oksigen, sehingga mereka menjadi peka terhadap kekurangan oksigen. Adanya bahan pencemar yang dapat mereduksi (mengurangi) oksigen terlarut dapat menimbulkan bencana bagi hewan air itu.


  • Penggolongan Ekosistem Air Tawar Berdasarkan Bentuknya

Berdasarkan bentuknya ekosistem air tawar dapa digolongkan menjadi:

  1. Kolam

Kolam

Kolam merupakan ekosistem buatan dan sebuah perairan yang cukup dangkal sehingga cahaya dapat menembus sampai ke dasarnya. Tumbuhan yang hidup di habitat kolam antara lain teratai dan enceng gondok. Organisme lain yang  berada di dalam kolam adalah berbagai jenis plankton, crustacea kecil, molusca, beberapa jenis ikan, serta insecta.


  1. Danau

Danau

Danau adalah perairan darat yang ukurannya lebih besar daripada kolam. Akan tetapi batas-batas ukuran danau tidak jelas. Para ahli menyebutkan danau adalah perairan darat yang mempunyai kedalaman air sedemikian rupa, sehingga dasar perairannya selalu gelap karena tidak dapat tercapai oleh cahaya matahari.


  1. Sungai

Sungai

Sungai adalah suatu badan air yang mengalir ke satu arah.Air sungai dingin dan jernih serta mengandung sedikit sedimen dan makanan.Aliran air dan gelombang secara konstan memberikan oksigen pada air.Suhu air bervariasi sesuai dengan ketinggian dan garis lintang.


  1. Rawa

Rawa

Ekosistem air tawar berupa rawa memiliki habitat dengan ciri-cirinya adalah variasi temperatur atau suhu rendah, kadar garam rendah, penetrasi cahaya yang kurang, dipengaruhi iklim dan cuaca di sekitar, dan memiliki tumbuhan-tumbuhan tingkat tinggi (dikotil dan monokotil), tumbuhan tingkat rendah (alga, jamur, gulma, ganggang hijau) yang berfungsi sebagai produsen, serta memiliki ikan air tawar yang dapat dijadikan sebagai sumber pangan protein hewani (Irwan 1997).


2. Ekosistem Air Laut

Ekosistem air laut merupakan sumber daya hayati dan non hayati, lebih kurang 70% dari permukaan bumi tertutup oleh laut. Wilayah indonesia yang terdiri atas lebih dari 13000 pulau, dikelilingi oleh laut. Ilmu yang mempelajari ekosistem air laut disebut oceanologi.


  • Ciri-Ciri Ekosistem Air Laut

Adapun ciri-ciri dari ekosistem air laut adalah:

  1. Salinitas tinggi terutama di daerah tropis , sedangkan di daerah dingin salinitasnya rendah.
  2. Mineral air laut 75% berupa NaCl (garam dapur)
  3. Pada kedalaman 200 m , suhu air laut dari kutub sampai khatulistiwa berkisar 0 ͦ – 22 ͦ C.
  4. Pada bagian yang lebih dalam, hampir tidak ada perbedaan suhu.
  5. Jumlah energi cahaya yang diterima air laut dipergunakan untuk fotosintesis organisme autotrofik.
  6. Aliran air laut menyebarkan senyawa kimia yang diperlukan organisme yang hidup di laut , serta mempengaruhi suhu dan kadar garam.
  7. Aliran air laut di pengaruhi oleh pola angin dan putaran bumi.

  • Penggolongan Ekosistem Air Laut Berdasarkan Bentuknya

Berdasarkan bentuknya ekosistem air laut dapat di bedakan menjadi lautan, pantai, estuari,dan terumbu karang.


  1. Lautan

Lautan

Habitat laut (oseanik) ditandai oleh salinitas (kadar garam) yang tinggi dengan ion CI- mencapai 55% terutama di daerah laut tropik, karena suhunya tinggi dan penguapan besar. Di daerah tropik, suhu laut sekitar 25°C. Perbedaan suhu bagian atas dan bawah tinggi.Batas antara lapisan air yang panas di bagian atas dengan air yang dingin di bagian bawah disebut daerah termoklin. Di daerah dingin, suhu air laut merata sehingga air dapat bercampur, maka daerah permukaan laut tetap subur dan banyak plankton serta ikan.Gerakan air dari pantai ke tengah menyebabkan air bagian atas turun ke bawah dan sebaliknya, sehingga memungkinkan terbentuknya rantai makanan yang berlangsung baik.


Di laut, hewan dan tumbuhan tingkat rendah memiliki tekanan osmosis sel yang hampir sama dengan tekanan osmosis air laut. Hewan tingkat tinggi beradaptasi dengan cara banyak minum air, pengeluaran urin sedikit, dan pengeluaran air dengan cara osmosis melalui insang. Garam yang berlebihan diekskresikan melalui insang secara aktif.


Ekosistem air laut dapat dibagi-bagi dalam kelompok menurut berbagai cara, salah satu cara adalah dengan membedakan ekosistem air laut menjadi 3 daerah lautan.


1. Lautan terbuka, mempunyai ciri khas sebagai berikut :

  1. Produsen utama adalah Diatomae (alga mikroskopik dan Dinoflagellatae).
  2. Seluruh kehidupan ekosistem tergantung pada phytoplankton.

2. Kedalaman laut (laut dalam) , mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :

  • Tekanan airnya kuat.
  • Tekanan di dalam tubuh sama dengan tekanan di luar tubuh organisme.
  • Tidak terdapat produsen.
  • Umumnya , hewan berwarna hitam atau merah tua , dan mempunyai indera penglihat yang sangat peka.
  • Hewan-hewan tersebut kadang mempunyai kemampuan bioluminessens yang berguna untuk pemikat mangsa dan menghindar dari serangan lawan , serta sebagai tanda pengenal.
  • Biota yang di temui binatang karang , ikan , udang dan cumi-cumi.

3. Lautan lepas pantai, dengan ciri sebagai berikut :

  1. Relatif dangkal , sebagian dari daratan menjulur ke bawah air yang menggenanginya.
  2. Daerah yang tegenanh di sebut papan kontinen.
  3. Lebar rata-rata papan kontinen ± 50 km.
  4. Cahaya matahari dapat menembus sampai ke dasar.
  5. Jarang bahkan tidak terdapat lumut dan paku- pakuan.
  6. Banyak terdapat crustaceae , molusca dan cacing annelida.

  1. Pantai

Pantai

Pantai adalah wilayah yang menjadi batas antara daratan dan lautan.Bentuk-bentuk pantai berbeda-beda. Hal ini disebabkan oleh perbedaan proses yang ada di wilayah tersebut seperti pengikisan, pengangkutan dan pengendapan yang disebabkan karena adanya gelombang, arus dan angin yang berlangsung secara terus menerus sehingga membentuk daerah pantai.


Pesisir adalah wilayah antara batas pasang tertinggi hingga batas air laut yang terendah pada saat surut. Pesisir dipengaruhi oleh gelombang air laut. Pesisir juga merupakan zona yang menjadi tempat pengendapan hasil pengikisan air laut dan merupakan bagian dari pantai.

Bagi kehidupan, terutama di daerah tropis pantai dapat dimanfaatkan sebagai :

  • Areal tambak garam.
  • Daerah pertanian pasang surut.
  • Wilayah perkebunan kelapa dan pisang.
  • Objek pariwisata.
  • Daerah pengembangan industri kerajinan rakyat bercorak khas daerah pantai, dan lain-lain.

  1. Estuari

Estuari

Estuari (muara) merupakan tempat bersatunya sungai dengan laut. Estuari sering dipagari oleh lempengan lumpur intertidal yang luas atau rawa garam. Salinitas air berubah secara bertahap mulai dari daerah air tawar ke laut. Salinitas ini juga dipengaruhi oleh siklus harian dengan pasang surut aimya.Nutrien dari sungai memperkaya estuari.


Komunitas tumbuhan yang hidup di estuari antara lain rumput rawa garam, ganggang, dan fitoplankton. Komunitas hewannya antara lain berbagai cacing, kerang, kepiting, dan ikan. Bahkan ada beberapa invertebrata laut dan ikan laut yang menjadikan estuari sebagai tempat kawin atau bermigrasi untuk menuju habitat air tawar.Estuari juga merupakan tempat mencari makan bagi vertebrata semi air, yaitu unggas air.


  1. Terumbu Karang

Terumbu-Karang

Terumbu karang merupakan Ekosistem di dasar laut tropis yang dibangun terutama oleh biota laut penghasil kapur (CaCO3) khususnya jenis-­jenis karang batu dan alga berkapur, bersama-sama dengan biota yang hidup di dasar lainnya seperti jenis­-jenis moluska, crustasea, echinodermata, polikhaeta, porifera, dan tunikata serta biota-biota lain yang hidup bebas di perairan sekitarnya, termasuk jenis-jenis plankton dan jenis-jenis nekton.


Pertumbuhan terumbu karang dibatasi oleh beberapa faktor seperti suhu, salinitas, cahaya, kedalaman, gelombang dan arus.Fungsi dari terumbu karang sendiri adalah untuk tempat asuhan, mencari makan, dan pemijahan ikan.Ekosistem terumbu karang di pangandaran banyak ditemukan di pantai sebelah barat dan timur.Pada ekosistem terumbu karang terjadi interaksi makan-memakan hingga terbentuklah jaring makanan.


  • Penggolongan Ekosistem Air Laut Berdasarkan Intensitas Cahaya Yang Diterima

Berdasarkan Intensitas cahaya yang diterima air laut , habitat air laut dapat di bedakan menjadi 3, yaitu:


  1. Daerah fotik

Daerah yang masih mendapatkan cahaya matahari.


  1. Daerah twilight (disfotik)

Daerah dari kedalaman 200-2.000 m , cahaya bersifat remang-remang dan tidak efektif , sehingga fotosintesis lebih kecil atau sama dengan respirasi.


  1. Daerah Afotik

Daerah dengan kedalaman lebih dari 2.000 m, daerah ini tidak terkena cahaya matahari dan fotosintesis tidak ada.


3. Ekosistem Binaan Manusia

Ekosistem binaan atau ekosistem buatan adalah ekosistem yang dibuat dan direkayasa oleh manusia.Ekosistem buatan atau binaan merupakan lingkungan yang diciptakan manusia untuk berbagai keperluan. Manusia harus terus-menerus mengelola dan mengembangkan lingkungan tersebut sesuai dengan kebutuhan. Contoh ekosisem  binaan itu adalah kolam, aquarium,  waduk, sawah, ladang, dan taman. Pada umumnya, ekosistem buatan mempunyai komponen biotik sesuai dengan yang diinginkan pembuatnya.


Terhadap lingkungan binaan tersebut, manusia senantiasa berupaya mengaturnya.Interaksi alami hampir terkendali. Di dalam ekosistem pertanian, misalnya, serangga yang memakan tanaman dikendalikan dengan memberantasnya dengan menggunakan insektisida. Di daerah perkotaan jarang terdapat tumbuhan (produsen). Tumbuhan didominasi oleh tanaman hijau di sepanjang jalan, di taman atau di halaman. Kurangnya tumbuhan hijau di perkotaan mengakibatkan udara kota terasa pengap, kering, dan suhu udara meningkat.


Ekosistem buatan juga memiliki ciri khas yaitu komponen ekosistem yang berada di dalamnya mendapatkan energi dari luarekosistemnya. contohnya ekosistem aquarium yang air, oksigen dan makanan berasal dari pemberian si pemilik auqrium. Selain itu, ekosistem buatan juga memiliki ciri keanekaragaman hayatinya rendah atau kecil, contohnya ekosistem sawah, yang hanya ada padi, rumput, ular, dan/ atauhewan maupun tumbuhan lain dimana jenis organisme yang ada di dalamnya hanya sedikit.


Berikut beberapa contoh ekosistem binaan manusia :


  1. Waduk/bendungan

Waduk atau Bendungan

Suatu ekosistem buatan yang berupa bangunan penahan atau penimbun air untuk berbagai keperluan, misalnya untuk irigasi, pembangkit listrik, tempat rekreasi, dan sarana olahraga. Selain itu, waduk merupakan ekosistem baru dengan substrat dasar biasanya berasal dari kebun atau sawah maupun hutan dengan sifat geologi yang berbeda-beda. Waduk jatiluhur di Jawa Barat contohnya. Di bawah ini adalah gambar bendungan untuk irigasi


  1. Hutan Tanaman Produksi

Hutan-Tanaman-Produksi

Hutan tanaman merupakan vegetasi yang terdiri atas tanaman budidaya bernilai tinggi yang dengan sengaja ditanam pada kawasan tertentu. Biasanya jenis tanaman yang dibudidayakan bernilai tinggi, seperti tanaman jati, mahoni, pinus, dammar, rasamala, ampupu, manglit, dan puspa.


  1. Agroekosistem

Agroekosistem

Agroekosistem merupakan ekosistem yang dengan sengaja dibuat untuk keperluan pertanian, misalnya sawah irigasi, sawah tadah hujan, sawah surjan, sawah rawa, sawah pasang surut, perkebunan (teh, kopi kelapa sawit, dan karet), kolam tambak, ladang, dan pekarangan. Kebun Buah Apel adalah salah satu jenis Agroekosistem.


  1. Pemukiman

Pemukiman

Pemukiman adalah bagian dari lingkungan hidup di luar kawasan lindung, baik yang berupa kawasan perkotaan maupun perdesaan yang berfungsi sebagai lingkungan tempat tinggal atau lingkungan hunian dantempat kegiatan yang mendukung perikehidupan dan penghidupan. Pemukiman di sini termasuk komplek perumahan, desa, kota, dll.


Permasalahan Yang Terjadi Pada Ekosistem Air (Aquatik)

Terdiri atas:


  1. Permasalahan yang terjadi pada ekosistem air tawar

Permasalahan pada ekosistem air sering terjadi diakibatkan oleh penduduk atau manusia, salah satunya permasalahan pada ekosistem air tawar yaitu:


  • Pencemaran Air Sungai

Sungai-sungai di Indonesia memiliki peranan penting bagi kehidupan, yaitu sebagai sarana irigasi, sumber air minum, keperluan industri, dan lain-lain. Tetapi dalam kurun waktu lima tahun ini, kualitas air telah mengalami penurunan. Hal itu disebabkan sebanyak 64 dari 470 Daerah Aliran Sungai (DAS) di Indonesia dalam keadaan kritis. Pendangkalan sungai terjadi di mana-mana. Selain itu, sungai di Indonesia banyak yang tercemar oleh berbagai limbah di antaranya:

  1. Limbah domestik, yaitu limbah rumah tangga berupa detergen, tinja, dan sampah yang sengaja dibuang ke sungai.
  2. Limbah Industri berupa berbagai zat kimia dan logam berat yang berbahaya dan beracun.
  3. Limbah pertanian seperti sisa pestisida dan pupuk.
  4. Racun dari kegiatan penangkapan ikan yang terlarang.

  • Pencemaran Air Tanah

Perumahan di kota-kota padat di Indonesia  banyak yang menggunakan sumur tanah sebagai sumber air untuk keperluan sehari-hari, menggantikan peran PAM. Akan tetapi, air tanah dari sumur-sumur tersebut mengandung bakteri Fecal colicoliform, serta mineral-mineral seperti besi yang melebihi baku mutu. Sumber pencemaran tersebut berasal dari tempat penampungan tinja penduduk (septic tank). Akibatnya, kondisi air berwarna kuning dan berbau. Hal ini bisa saja tidak terjadi jika jarak antara septic tank dengan sumur lebih dari 10 meter. Tapi karena kota merupakan kawasan padat, hal ini menjadi sulit diimplementasikan dan terjadilah pencemaran air tanah.


Selain itu, pembuangan limbah industri yang berdekatan dengan sumur penduduk juga menyebabkan air tanah tercemar. Air tanah di kota-kota besar yang dekat pantai (seperti Jakarta) juga tercemar oleh air asin (air laut) karena penyedotan air tanah secara besar-besaran oleh industri dan berbagai bangunan besar. Karena air tanah sudah banyak tersedot, akhirnya di rongga bekas air tanah tadi air laut merembes dan mengurangi kualitas air tanah yang disedot oleh kota.


  • Dampak Dari Pencemaran Air

Pencemaran air memberikan dampak sebagai berikut.

  1. Musnahnya berbagai jenis ikan dan terjadi kerusakan pada tumbuhan air. Dampak lebih lanjut yang terjadi adalah terganggunya ekosistem yang pada saatnya pasti akan merugikan manusia sendiri.
  2. Air sungai yang terkontaminasi mengancam kesehatan penduduk di sepanjang DAS karena menjadi sumber berbagai penyakit.
  3. Terjadinya banjir di musim hujan.
  4. Bau menyengat dari limbah pabrik.
  5. Terjadinya kelangkaan air bersih.
  6. Terjadinya blooming algae, suatu keadaan ketika air sungai dan danau ditutupi oleh ganggang yang menyebabkan matinya biota bawah Bloomingalgae disebabkan oleh banyaknya pupuk yang terlarut dalam air.
  7. Limbah dari sungai yang terbawa ke laut akan mencemari biota laut, sehingga turut membawa petaka bagi manusia yang mengonsumsinya. Sebgai contoh penyakit Minamata di Jepang, suatu penyakit yang terjadi di daerah Minamata yang disebabkan oleh menumpuknya logam berat dalam tubuh ikan laut yang dikonsumsi orang-orang.

  • Upaya penganggulangan pencemaran air dapat dilakukan dengan  langkah berikut.
  1. Limbah harus diminimalisir dan kalau bisa didaur ulang. Jika tidak bisa didaur ulang, limbah harus dinetralisir agar tidak mencemari lingkungan.
  2. Masyarakat dan lembaga-lembaga swadaya harus turut mengawasi dan menjaga pelestarian air.
  3. Pelaksanaan undang-undang lingkungan hidup harus tegas, para pelanggar harus diganjar dengan sanksi yang sesuai.

  1. Permasalahan pada ekosistem air laut

Disamping permasalahan air yang terjadi pada ekosistem air tawar , pada ekosistem air laut juga memiliki permasalahan yang terjadi pada airnya maupun lingkungan yang mendukungnya salah satunya permasalahan pada pantai.


Ekosistem pantai merupakan ekosistem yang memiliki kekayaan alam beragam karena merupakan pertemuan antara wilayah darat dan wilayah laut. Berbagai jenis makhluk hidup dapat ditemukan di pantai. Di daerah pantai dapat ditemukan hutan bakau, terumbu karang, dan tentu saja pasir pantai.


Hutan bakau dapat dijadikan bahan baku pembuatan mebel. Terumbu karang merupakan kawasan yang indah, namun sayang sering ada tangan-tangan jahil yang mencopoti terumbu karang untuk dijual. Adapun pasir pantai dapat dijadikan bahan bangunan. Pengerukan sumber daya alam pantai secara berlebihan dapat membuat pantai menjadi tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Ekosistem pantai akan hancur.


Untuk mengurangi dampak rusaknya ekosistem pantai, perlu dilakukan langkah berikut.

  1. Reboisasi hutan bakau.
  2. Dibuat peraturan yang membatasi penambangan pasir.
  3. Masyarakat terutama nelayan ikut berperan aktif dalam menjaga daerah pesisir pantai.
  4. Pemberian tanggung jawab untuk konservasi hutan di sepanjang pantai bagi pengusaha yang bergerak di bidang wisata bahari.

  1. Permasalahan Yang Terjadi Pada Ekosistem Binaan Manusia

Pada ekosistem binaan manusia juga sering di temui permasalahan yang terjadi salah satunya permasalahan yang terjadi pada ekosistem binaan yaitu sawah. Didalam Ekosistem sawah, banyak sekali masalah-masalah yang timbul diantaranya, yaitu:


  1. Pencemaran Tanah

Tanah dapat tercemar apabila penggunaan secara berlebihan terhadap pupuk dan pestisida. Pencemaran tanah mempunyai ciri yaitu ada-Nya perubahan tanah menjadi kering dank keras, hal ini disebabkan oleh jumlah kandungan garam yang sangat besar yang terdapat didalam tanah. Selain itu, pencemaran tanah juga dapat disebabkan oleh sampah plastik karena pada umum-Nya sampah plastic tidak mengalami proses penghancuran secara sempurna.


  1. Hama

Dalam ekosistem sawah, masalah yang sering terjadi adalah banyak-Nya hama yang mengganggu atau merusak tanaman yang berfungsi sebagai produsen, sehingga menyebabkan tanaman menjadi kurang tumbuh secara sempurna dan pertumbuhan-Nya menjadi terhambat. Hal tersebut akan sangat berpengaruh pada perekonomian dinegara kita. Semakin banyak tanaman yang terkena hama, semakin mahal harga jual tanaman tersebut.


  1. Cuaca atau iklim

Cuaca yang tidak menentu akan sangat berpengaruh pada tanaman padi yang terdapat pada ekosistem sawah. Ketika musim hujan, hama tikus akan semakin banyak sehingga produksi tanaman padi akan sangat menurun. Ketika musim panas, tanah sawah akan menjadi retak-retak sehingga padi banyak yang mati karena kekurangan air.


  1. Pencemaran air

Air sangat mempengaruhi tumbuh kembang tanaman dan hewan yang terdapat pada ekosistem sawah. Tidak sedikit lahan persawahan yang memanfaatkan sistemirigasi yang telah tercemari oleh limbah-limbah pabrik. Hal ini menyebabkan terganggunya  system rantai makanan yang ada pada ekosistem sawah.


  • Upaya-Upaya Mengatasi Masalah-Masalah Yang Timbul Pada Ekosistem Sawah

Pada umumnya  permasalahan yang terjadi dapat diatasi dengan cara-cara berikut:

  1. Menerapkan penggunaan teknologi yang ramah lingkungan pada pengelolaan sumber daya alam baik yang dapat maupun yang tidak dapat diperbaharui dengan memperhatikan daya dukung dan daya tamping;
  2. Untuk menghindari terjadi-Nya pencemaran lingkungan dan kerusakan sumber daya alam maka diperlukan penegakan hokum secara adil dan konsisten;
  3. Memberikan kewenangan dan tanggung jawab secara bertahap terhadap pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup;
  4. Pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup secara bertahap dapat dilakukan dengan cara membudayakan masyarakat dan kekuatan ekonomi;
  5. Untuk mengetahui keberhasilan dan pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup dengan penggunaan indicator harus ditetapkan secara efektif;
  6. Penetapan konservasi yang baru dengan memelihara keragaman konservasi yang sudah ada sebelumnya; dan
  7. Mengikut sertakan masyarakat dalam rangka menanggulangi permasalahan lingkungan global.

Demikianlah pembahasan mengenai Ekosistem Perairan – Pengertian, Macam, Ciri, Komponen dan Permasalahan semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂


Baca Juga :

  1. Komponen Dan Manfaat Ekosistem Pantai Dalam Biologi
  2. Ekosistem Adalah
  3. Klasifikasi Protozoa
  4. Komponen Biotik
  5. Biotik Dan Abiotik
Mungkin Dibawah Ini yang Kamu Butuhkan