Materi Leukosit

Diposting pada

Leukosit atau yang lebih dikenal sel darah putih adalah sel darah yang mengendung inti. Sintesis leukosit (leukopoiesis) dalam tubuh manusia merupakan salah satu dari proses sintesis sel darah atau hemtopoiesis. Proses hematopoiesis terjadi sejak di dalam kandungan, beberapa minggu setelah gestasi, kantung kuning telur (yolk sac) merupakan tempat utama terjadinya hematopoiesis.

Leukosit

Setelah memasuki enam minggu sampai 6-7 bulan dalam kandungan dan sekitar dua minggu setelah lahir, hematopoiesis terjadi di hati dan limpa. Sumsum tulang adalah tempat yang paling penting sejak usia 6-7 bulan kehidupan janin dan merupakan satu-satunya sumber sel darah baru selama masa anak dan dewasa yang normal.


Pengertian Leukosit

Leukosit adalah sel lain yang terdapat di dalam darah. Fungsi umum leukosit sangat berbeda dengan eritrosit. Leukosit berfungsi membawa makanan dari tempat penyerapan ke seluruh tubuh, membawa bahan buangan dalam arah sebaliknya dan mempertahankan tubuh dari benda asing yang berbahaya. Jumlah leukosit di dalam darah tidak sebanyak eritrosit. Leukosit berda dalam jumlah antara 0,1-0,2% dari jumlah eritrosit. Leukosit tidak diperlukan setiap saat oleh tubuh.

Baca Juga : Pengertian Leukosit

Sel ini hanya diperlukan di tempat-tempat terjadinya masalah dengan benda asing. Untuk melindungi tubuh dari serangan benda asing di tempat tertentu, leukosit akan berada di tempat sel yang diserang benda asing. Apabila benda asing tersebut cukup banyak atau penangannannya memerlukan jangka waktu tertentu, sebagian dari leukosit dapat memperbanyak diri dengan mitosis di luar jaringan sumsum tulang. (Hoffbrand, 2010)

Kadar normal leukosit dalam darah jumlahnya lebih sedikit daripada eritrosit dengan rasio 1 : 700 (Dalam keadaan normalnya terkandung 4×109 hingga 11×109 sel darah putih di dalam seliter darah manusia dewasa yang sehat – sekitar 7000-25000 sel per tetes.

Dalam setiap milimeter kubil darah terdapat 6000 sampai 10000(rata-rata 8000) sel darah putih .Dalam kasus leukemia, jumlahnya dapat meningkat hingga 50000 sel per tetes. Jika jumlahnya lebih dari 11000 sel/mm3 maka keadaan ini disebut leukositosis dan bila jumlah kurang dari 4000 sel/mm3 maka disebut leucopenia. (Hoffbrand, 2010)


Fungsi leukosit

Sel darah putih mempunyai beberapa fungsi dalam tubuh, yaitu :

  1. Fungsi defensif : mempertahankan tubuh terhadap benda – benda asing termasuk kuman penyebab infeksi .
  2. Fungsi reparatif : memperbaiki atau mencegah kerusakan terutama kerusakan vaskuler. Leukosit yang memegang peranan adalah basofil yang menghasilkan heparin. Sehingga pembentukan trombus pembuluh – pembuluh darah dapat dicegah.

Baca Juga : Jaringan Ikat Longgar

Granulosit dan Monosit mempunyai peranan penting dalam perlindungan badan terhadap mikroorganisme. dengan kemampuannya sebagai fagosit (fago- memakan), mereka memakan bakteria hidup yang masuk ke sistem peredaran darah. melalui mikroskop adakalanya dapat dijumpai sebanyak 10-20 mikroorganisme tertelan oleh sebutir granulosit.

Pada waktu menjalankan fungsi ini mereka disebut fagosit. dengan kekuatan gerakan amuboidnya ia dapat bergerak bebas didalam dan dapat keluar pembuluh darah dan berjalan mengitari seluruh bagian tubuh. dengan cara ini ia dapat: (Sadikin, 2011)

Mengepung daerah yang terkena infeksi atau cidera, menangkap organisme hidup dan menghancurkannya,menyingkirkan bahan lain seperti kotoran-kotoran, serpihan-serpihan dan lainnya, dengan cara yang sama, dan sebagai granulosit memiliki enzim yang dapat memecah protein, yang memungkinkan merusak jaringan hidup, menghancurkan dan membuangnya. dengan cara ini jaringan yang sakit atau terluka dapat dibuang dan penyembuhannya dimungkinkan. (Sadikin, 2011)

Sebagai hasil kerja fagositik dari sel darah putih, peradangan dapat dihentikan sama sekali. Bila kegiatannya tidak berhasil dengan sempurna, maka dapat terbentuk nanah. Nanah berisi “jenazah” dari kawan dan lawan – fagosit yang terbunuh dalam kinerjanya disebut sel nanah.

Demikian juga terdapat banyak kuman yang mati dalam nanah itu dan ditambah lagi dengan sejumlah besar jaringan yang sudah mencair. dan sel nanah tersebut akan disingkirkan oleh granulosit yang sehat yang bekerja sebagai fagosit. (Sadikin, 2011)


Pembentukan Leukosit

Pembentukan-Leukosit

Pembentukan sel darah putih dimulai dari diferensiasi dini dari sel stem hemopoietik pluripoten menjadi berbagai tipe sel stem committed. Selain sel-sel committed tersebut, untuk membentuk eritrosit dan membentuk leukosit. Dalam pembentukan leukosit terdapat dua tipe yaitu mielositik dan limfositik. Pembentukan leukosit tipe mielositik dimulai dengan sel muda yang berupa mieloblas sedangkan pembentukan leukosit tipe limfositik dimulai dengan sel muda yang berupa limfoblas.

Leukosit yang dibentuk di dalam sumsum tulang, terutama granulosit, disimpan dalam sumsum sampai sel-sel tersebut diperlukan dalam sirkulasi. Kemudian, bila kebutuhannya meningkat, beberapa faktor seperti sitokin-sitokin akan dilepaskan. Dalam keadaan normal, granulosit yang bersirkulasi dalam seluruh darah kira-kira tiga kali jumlah yang disimpan dalam sumsum. Jumlah ini sesuai dengan persediaan granulosit selama enam hari. Sedangkan limfosit sebagian besar akan disimpan dalam berbagai area limfoid kecuali pada sedikit limfosit yang secara temporer diangkut dalam darah.

Baca Juga : Fungsi Lisosom

Masa hidup granulosit setelah dilepaskan dari sumsum tulang normalnya 4-8 jam dalam sirkulasi darah, dan 4-5 jam berikutnya dalam jaringan. Pada keadaan infeksi jaringan yang berat, masa hidup keseluruhan sering kali berkurang. Hal ini dikarenakan granulosit dengan cepat menuju  jaringan yang terinfeksi, melakukan fungsinya, dan masuk dalam proses dimana sel-sel itu sendiri harus dimusnahkan. Monosit memiliki masa edar yang singkat, yaitu 10-20 jam, berada di dalam darah sebelum berada dalam jaringan.

Begitu masuk ke dalam jaringan, sel-sel ini membengkak sampai ukurannya yang sangat besar untuk menjadi makrofag jaringan. Dalam bentuk ini, sel-sel tersebut dapat hidup hingga berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun. Makrofag jaringan ini akan menjadi dasar bagi sistem makrofag jaringan yang merupakan system pertahanan lanjutan dalam jaringan untuk melawan infeksi.

Limfosit terus menerus memasuki sistem sirkulasi bersama dengan pengaliran limfe dari nodus limfe dan jaringan limfe lain. Kemudian, setelah beberapa jam, limfosit berjalan kembali ke jaringan dengan cara diapedesis dan selanjutnya kembali memasuki limfe dan kembali ke jaringan limfoid atau ke darah lagi demikian seterusnya. Limfosit memiliki masa hidup berminggu-minggu, berbulan-bulan, atau bahkan bertahun-tahun, tetapi hal ini tergantung pada kebutuhan tubuh akan sel-sel tersebut.


Bagian-Bagian Leukosit

Leukosit atau sel darah putih diproduksi oleh sum-sum tulang belakang. Leukosit atau sel darah putih yang telah diproduksi mempunyai umur yang tidak panjang sekitar 1 hingga 3 hari saja. Leukosit atau sel darah putih terbagi yaitu :


  • Monosit

    Merupakan komponen leukosit atau sel darah putih yang bertugas untuk memecah serta melawan bibit-bibit penyakit yang ada didalam tubuh.


  • Limfosit

    Merupakan komponen leukosit atau sel darah putih yang bertugas untuk membentuk antibodi tubuh.


  • Neutrofil

    Merupakan komponen leukosit atau sel darah putih yang bertugas untuk membentuk perlawanan pada tingkatan pertama pada berbagai jenis infeksi.


  • Basofil

    Merupakan komponen leukosit atau sel darah putih yang bertugas untuk memberikan sinyal saat ada infeksi yang menyerang.


  • Eosinofil

    Merupakan komponen laukosit atau sel darah putih yang bertugas untuk melawan semua bakteri yang bersarang didalam tubuh.

Baca Juga : Sistem Peredaran Darah Besar Dan Kecil


Penyebab Leukosit Tinggi

Jumlah leukosit atau sel darah putih normalnya sekitar 4.500 hingga 10.000 sel per mikroliter. Ketika tubuh seseorang memiliki jumlah leukosit atau sel darah putih yang terlalu tinggi hal tersebut bisa berarti leukosit atau sel darah putih atau andasedang sakit dikarenakan leukosit atau sel darah putih itu sendiri. Banyak hal yang dapat menjadi penyebab leukosit tinggi diantaranya :

  1. Produksi leukosit atau sel darah putih menjadi tinggi dibandingkan biasanya karena leukosit atau sel darah putih bekerja melawan infeksi dalam tubuh.
  2. Leukosit atau sel darah putih menjadi lebih banyak jumlahnya karena bereaksi terhadap jenis obat-obatan tertentu.
  3. Leukosit atau sel darah putih menjadi lebih tinggi jumlahnya dikarenakan ada masalah dengan sum-sum tulang belakang sehingga membuat produksi leukosit atau sel darah putih meningkat.
  4. Leukosit atau sel darh putih tinggi dikarenakan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
  5. Penyebab kelebihan leukosit atau sel darah putih karena tubuh sedang stress.
  6. Leukosit atau sel darah putih tinggi karena seseorang sedang mengkonsumsi obat-obatan yang mengandung peradangan.
  7. Leukosit atau sel darah putih tinggi disebabkan mengkonsumsirokok yang berlebihan yang sudah dilakukan beberapa tahun.

Selain dari penyebab-penyebab diatas, leukosit atau sel darah putih bisa mneingkat jumlahnya dikarenakan seseorang sedang menderita suatu penyakit yang disebabkan oleh leukosit atau sel darah putih itu sendiri. contohnya :


  • Leukimia

    Merupakan salah satu macam kanker yang menyerang sumsum tulang belakang, sehingga dapat mempengaruhi proses produksi lomfosit dan meiloid.


  • Mielofibrosis

    Merupakan kelainan yang diderita oleh sum-sum tulang belakang yang dapat menyebabkan tubuh memproduksi leukosit atau sel darah putih dalam jumlah yang lebih banyak dari pada biasanya.


Kelainan yang terjadi pada leukosit

  1. PERGESERAN KE KIRI (Shift To The Left), Peningkatan jumlah leukosit muda dalam darah tepi. Misalnya peningkatan jumlah netrofil batang > 10 % dalam darah tepi.

  2. NEUTROFILIA, Peningkatan jumlah neutrofil dalam darah tepi lebih dari normal, ini bisa disebabkan  :
  • Infeksi akut contoh : radang paru, pneumonia, meningitis
  • Infeksi lokal yang disertai dengan produksi dan penimbunan nanah
  • Intoksikasi, missal pada zat-zat kimia, uremia.
  • Selain itu ada juga Netrofilia Fisiologik yang disebabkan oleh olah raga yang berlebihan, stress, ini disebut juga Pseudonetrofilia.

  1. EOSINOFILIA, Peningkatan jumlah eosinofil dalam darah tepi, ditemukan pada :
  • Penyakit alergi (Urticaria, Asthma bronchiale).
  • Infeksi parasit misal pada : Schistosomiasis, Trichinosis, Cacing tambang)
  • Sesudah penyinaran
  • Hodgkin’s disease, Poli arthritis nodosa,dll
  • Keganasan, penyakit kulit misal Eksim

  1. BASOFILIA, Peningkatan jumlah basofil dalam darah, ditemukan pada :
  • Infeksi oleh virus (Smallpox, Chickenpox)
  • Kadang-kadang sesudah Spleenektomi, Anemia hemolitik kronis

Baca Juga : Plasma Darah


  1. MONOSITOSIS, Peningkatan jumlah monosit dalam darah, ditemukan pada :
  • Infeksi Basil (TBC, Endocarditis sub akut)
  • Infeksi Protozoa (Malaria, dysentri amoeba kronik)
  • Hodgkin’s disease, Artritis Rheumatoid

  1. LIMPOSITOSIS, Peningkatan jumlah limposit dalam darah, ditemukan pada  :
  • Infeksi akut (Pertusis, hepatitis, Mononucleusis infeksiosa) dan Infeksi menahun
  • Pada infant (bayi dan anak-anak)
  • Radang kronis misal Kolitis Ulseratif
  • Kelainan metabolic (Hipertiroidisme)

  1. NEUTROPENIA, Penurunan jumlah netrofil dalam darah tepi, penyebabnya :
  • Penyakit infeksi
  • Demam thypoid, Hepatitis, Influenza, campak, malaria, juga tiap jenis infeksi akut.
  • Bahan kimia dan fisika misal pada radiasi dan obat, Hiperspleenisme, penyakit hati.

  1. LIMFOPENIA, Penurunan jumlah limposit dalam darah tepi, penyebab  :
  • Kematian kortikosteroid misalnya akibat terapi dengan obat Steroid.
  • Penyakit berat misal : Gagal jantung, gagal ginjal, TBC berat.

  1. AGRANULOSITOSIS, Menghilangnya granulosit dalam darah tepi secara mendadak pada seseorang yang sebelumnya normal. Pada agranulositosis yang umum jumlah leukosit rendah dan limposit matang merupakan satu-satunya jenis leukosit yang ada dalam darah tepi. Penyebabnya  : Penyakit autoimmune, juga obat contoh obat : Antalgin dan sulfonamide.

  2. REAKSI LEUKEMOID, Leukositosis reaktif  yang bukan proses keganasan (Benigna) dengan sel-sel leukosit belum matang dan matang yang memasuki sirkulasi dalam jumlah berlebihan.

Demikianlah pembahasan mengenai Leukosit adalah: Fungsi, Pembentukan, Bagian, Penyebab, Kelainan semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂

Mungkin Dibawah Ini yang Kamu Butuhkan