Pengertian Akuntansi Menurut Para Ahli

Diposting pada

Pengertian Akuntansi Menurut Para Ahli

Akuntansi adalah suatu proses mencatat, mengklasifikasi, meringkas, mengolah dan menyajikan data, transaksi serta kejadian yang berhubungan dengan keuangan sehingga dapat digunakan oleh orang yang menggunakannya dengan mudah dimengerti untuk pengambilan suatu keputusan serta tujuan lainnya.


Akuntansi berasal dari kata asing accounting yang artinya bila diterjemahkan ke dalam bahasa indonesia adalah menghitung atau mempertanggungjawabkan. Akuntansi digunakan di hampir seluruh kegiatan bisnis di seluruh dunia untuk mengambil keputusan sehingga disebut sebagai bahasa bisnis.


Pengertian-Akuntansi-Menurut-Para-Ahli


1. Charles T. Horngren

Menurut Charles T. Horngren pengertian akuntansi adalah sistem informasi yang mengukur aktivitas bisnis, memproses data menjadi sebuah laporan, dan mengkomunikasikan hasilnya kepada para pengambil keputusan.


2. Littleton

Menurut Littleton, pengertian akuntansi adalah aktivitas yang bertujuan untuk melaksanakan perhitungan periodik antara biaya (usaha) dan hasil (prestasi). Definisi ini adalah inti dari teori akuntansi dan merupakan ukuran yang dijadikan sebagai rujukan dalam mempelajari akuntansi.


3. Warren dkk

Menurut Warren dkk, pengertian akuntansi adalah sistem informasi yang menghasilkan laporan kepada pihak-pihak yang berkepentingan mengenai aktivitas ekonomi dan kondisi perusahaan.


4. Rudianto

Menurut Rudianto, akuntansi adalah sistem informasi yang menghasilkan laporan kepada pihak-pihak yang berkepentingan mengenai aktivitas ekonomi dan kondisi suatu badan usaha.


5. C. West Churman

Menurut C. West Churman, pengertian akuntansi adalah pengalaman tertulis yang bermanfaat untuk pengambilan keputusan dan pengalaman yang tersusun berharga bagi pembuatan pilihan.


6. Suparwoto L

Menurut Suparwoto L, pengertian akuntansi adalah suatu sistem untuk mengukur dan mengelola transaksi keuangan dan memberikan hasil pengelolaan tersebut dalam bentuk informasi kepada pihak-pihak internal dan eksternal perusahaan. Pihak eksternal ini terdiri dari investor, kreditur pemerintah, serikat buruh, dan lainnya.


Baca Juga : Depresiasi Dalam Akuntansi : Pengertian, Faktor, Metode Dan Contoh


7. Arnold

Menurut Arnold, akuntansi adalah suatu sistem untuk memberikan informasi (terutama keuangan) kepada siapa saja yang harus membuat keputusan dan mengendalikan penerapan keputusan tersebut.


8.  Menurut American Acounting Association

Menurut American Acounting Association (AAA), pengertian akuntansi adalah sistem pengidentifikasian dan pengukuran untuk memberikan laporan info ekonomi dan penilaiannya. Tujuan akuntansi seperti yang dijelaskan dari Littleton adalah untuk melakukan perhitungan secara periodic pada usaha atau cost terhadap hasil yang dicapai.


9. Pengertian Akuntansi Menurut ABP

Menurut Accounting Principle Board (APB) Statement no. 4 dalam Smith Skousen, akuntansi adalah suatu aktivitas jasa yang fadalah untuk menyediakan informasi kuantitatif, terutama yang memiliki sifat dalam pengambilan keputusan ekonomis dalam memberikan keputusan pilihan-pilihan yang logis di antara berbagai tindakan alternatif.


10. Pengertian Akuntansi Menurut AICPA

Menurut American Insitute of Certified Public Accounting (AICPA), definisi akuntansi adalah seni pencatatan, penggolongan, dan pengikhtisaran dengan beberapa cara tertentu dalam ukuran moneter, transaksi, dan kejadian-kejadian yang umumnya bersifat keuangan termasuk menafsirkan hasil-hasilnya.


11. Menurut Kieso

Akuntansi adalah pengindentifikasian, pengukuran, dan pengkomunikasian informasi keuangan tentang entitas ekonomi kepada pemakai yang berkepentingan.


12. Frederick D.S. Choi, Gerhard G. Mueller

Akuntansi didefinisikan sebagai suatu proses pengidentifikasian, pengukuran dan pengkomunikasian informasi ekonomi agar memungkinkan pemakai untuk membuat pertimbangan dan keputusan-keputusan.


13. Pengertian akuntansi menurut FASB

Mendefinisikan akuntansi secara umum adalah : “Accounting is the body knowledge and functions concered with systematic originating, recording, classifying, processing, summerizing, analyzing, interpreting and supplying of dependable and significant information covering, transaction, and event wich are, in part at least, of financial character, required for the management and operation of an entity and for report that have to be submitted there on to meet fiduciary and other responsibilities”.


14. Abu Bakar A. dan Wibowo

Abu Bakar dan Wibowo merupakan pakar akuntansi Indonesia. Menurut mereka, akuntansi memiliki pengertian sebagai prosedur mengakui, pencatatan dan korespondensi bursa keuangan dari suatu unsur atau organisasi. Maksudnya, akuntansi adalah sistem informasi yang mengakui dan mencatat transaksi keuangan kemudian disajikan dalam laporan keuangan,selanjutnya laporan tersebut berguna sebagai sarana korespondensi atau laporan bagi pihak-pihak berkepentingan dengan suatu organisasi atau perusahaan dalam hal kegiatan bisnis dan keuangan.


Baca Juga : Pengertian Sistem Akuntansi Menurut Para Ahli


15. Dr. M. Gede

Dr. M. Gede juga salah satu pakar akuntansi dari Indonesia. Menurut beliau, akuntansi adalah ilmu pengetahuan terapan dan seni pencatatan di mana pengolahannya dan analisa catatan tersebut dilakukan secara terus-menerus berdasarkan aturan dan sistem tertentu, sehingga tersusun suatu laporan keuangan sebagai bentuk pertanggungjawaban dari pimpinan perusahaan atas kinerjanya.


16. Kohler’s Dictionary

Kohler’s Dictionary for Accountans adalah kamus khusus untuk para akuntan. Kamus ini disusun oleh Eric Louis Kohler tahun 1892-1976 yang dipublikasi pertama kali pada tahun 1952. Di dalam kamus ini, akuntansi memiliki pengertian sebagai suatu seni dalam pencatatan dari proses transaksi keuangan.


17. Mulyadi

Menurut penulis buku akuntansi terkenal Mulyadi, sistem akuntansi didefinisikan sebagai organisasi formulir, catatan serta laporan yang dikoordinasi sedemikian rupa untuk menyediakan informasi keuangan yang dibutuhkan oleh manajemen guna memudahkan pengelolaan perusahaan.


18. Menurut Soemarso S.R

“Akuntansi merupakan suatu displin yang menyediakan informasi penting sehingga memungkinkan adanya pelaksanaan dan penilaian jalannya perusahaan secara efesien.”


19. S. Munawir (2005 )

Akuntansi merupakan seni daripada pencatatan, penggolongan dan peringkasan dari pada peristiwa-peristiwa dan kejadian-kejadian sebagaian bersifat keuangan dengan cara yang secepat-cepatnya dan petunjuk atau dinyatakan dengan uang, serta penafsiran terhadap hal-hal yang timbul dari padanya.


20. Henry Simamora (2005)

Akuntansi adalah proses pengukuran aktivitas ekonomi suatu entitas dalam satuan uang dan mengkomunikasikan hasilnya kepada pihak yang berkepentingan.


21. Sofyan Harahap (2005)

Akuntansi adalah sebagai proses mengidentifikasikan, mengukur, dan menyampaikan informasi ekonomi sebagai bahan informasi dalam hal mempertimbangkan berbagai alternatif dalam mengambil kesimpulan oleh para pemakainya.


Baca Juga : Jurnal Umum adalah


22. Zaki Baridwan (2000)

Akuntasi adalah suatu kegiatan jasa, fungsinya adalah memberikan data-data kuantitatif, utamanya yang memiliki sifat keuangan, dari usaha ekonomi yang bisa digunakan dalam pengambilan keputusan-keputusan ekonomi dalam memiliki alternatif-alternatif dalam suatu keadaan.


23. Paul Grady

Akuntansi adalah sebagai tubuh dari ilmu pengetahuan serta fungsi organisasi secara sistematis, autentik dan original dalam mencatat, mengklasifikasi, memproses, membuat ikhtisar, menganalisa, mengintepretasi seluruh transaksi dan kejadian serta karakters keuangan yang terjadi dalam operasional entitas akuntansi dengan tujuan menyediakan informasi yang berarti dibutuhkan manajemen sebagai laporan dan pertanggungjawaban atas kepercayaan yang diterimanya.


24. Keputasan Mentri Keuangan RI (NO. 476 KMK. 01 1991)

Akuntansi adalah suatu proses pengumpulan, pencatatan, penganalisaan, peringkasan, pengklasifikasian dan pelaporan transaksi keuangan dari suatu kesatuan ekonomi untuk menyediakan informasi keuangan bagi para pemakai laporan yang berguna untuk pengambilan keputusan.


25. Sophar Lumbantoruan (1989)

Akuntansi adalah suatu alat yang dipakai sebagai bahasa bisnis. Informasi yang disampaikannya hanya dapat dipahami apabila mekanisme akuntansi telah dimengerti. Akuntansi dirancang sedemikian rupa agar transaksi yang tercatat diolah menjadi informasi yang berguna.


Baca Juga : Administrasi Perkantoran – Pengertian, Tujuan, Ruang Lingkup, Unsur, & Fungsinya


26. Accounting Principles Brord Statement No. 4 (Muhammad, 2002:10)

Akuntansi merupakan kegiatan layanan, yang fungsinya untuk memberikan informasi kuantitatif, terutama keuangan yang dimaksudkan untuk berguna dalam pengambilan keputusan ekonomi – membuat pilihan logis di antara tindakan alternatif.


27. KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia)

Akuntansi ialah teori dan praktik, termasuk tanggung jawab, prinsip, standar, kebiasaan (kebiasaan), dan semua aktivitasnya; hal-hal yang berkaitan dengan akuntan; seni mencatat dan meringkas transaksi keuangan dan menafsirkan dampak transaksi pada kesatuan ekonomi.


28. Menurut Kieso, et al. (2016:2)

Akuntansi terdiri dari tiga kegiatan dasar, yaitu identifikasi, pencatatan dan komunikasi peristiwa ekonomi organisasi kepada pihak yang berkepentingan. Perusahaan mengidentifikasi peristiwa ekonomi sesuai dengan kegiatan bisnisnya dan mencatat peristiwa ini untuk memberikan catatan kegiatan keuangan.


29. Hans Kartikahadi, dkk. (2016:3)

“Akuntansi merupakan sistem informasi keuangan, yang bertujuan untuk menghasilkan dan melaporkan informasi yang relevan untuk berbagai pihak yang berkepentingan”.


30. KAM (1990)

Akuntansi adalah suatu seni pencatatan dari transaksi-transaksi keuangan.


Baca Juga : Kas – Pengertian, Setara, Karakteristik, Ciri, Contoh Dan Pengendaliannya


31. Encylopedia Britannica (1962)

Akuntansi adalah istilah luas yang menunjukkan teori-teori tertentu, asumsi tentang bagaimana bertindak (perilaku), aturan pengukuran dan prosedur untuk mengumpulkan dan melaporkan informasi yang berguna tentang kegiatan dan tujuan organisasi.


32. Sugiri dan Riyono (2008:1)

Akuntansi didefinisikan sebagai kegiatan layanan yang fungsinya untuk memberikan informasi kuantitatif, khususnya yang berkaitan dengan keuangan. Informasi tersebut diharapkan dapat menjadi input dalam proses pengambilan keputusan ekonomi dan rasional.


33. Thomas Sumarsan (2013 : 1)

Akuntansi merupakan seni mengumpulkan, mengidentifikasi, mengklasifikasikan, mencatat transaksi dan peristiwa yang berkaitan dengan keuangan, sehingga dapat menghasilkan informasi yaitu laporan keuangan yang dapat digunakan oleh pihak yang berkepentingan.


34. Winwin yadianti (2006 : 6-7)

Akuntansi merupakan sistem informasi yang mengidentifikasi, mencatat, dan mengkomunikasikan peristiwa ekonomi suatu organisasi kepada pihak yang berkepentingan. Dari pengertian ini terkandung kegiatan akuntansi, yaitu:

  1. Mengidentifikasi Kejadian ekonomi berkaitan dengan aktivitas ekonomi yang relevan dari suatu oraganisasi tertentu. Pembayaran utang, pembayaran pemebalian tunai, penjualan kredit adalah contoh dari kejadian ekonomi tersebut.
  2. Mencatat Secara historis aktivitas keuangan organisasi. Pencatatan dilakukan secara sistematis, berurutan sesuai kronologi kejadian dan harus dapat diukur dalam satuan moneter. Dalam proses pencatatan ini, kejadian ekonomi kemudian diklasifikasikan dan diringkas.
  3. Mengkomunikasikan Kejadian ekonomi kepada pihak yang berkepentingan dalam bentuk laporan keuangan yang memuat informasi keuangan organisasi yang dapat dijadikan dasar dalam pengambilan keputusan. Salah satu unsur penting dalam mengkomunikasikan peristiwaperistiwa ekonomi adalah kemampuan akuntan untuk menganalisis dan menginterprestasikan informasi yang dilaporkan.

Baca Juga : Hukum Bisnis – Pengertian, Asas, Sumber, Tujuan dan Ruang Lingkup


35. Widjaya Tunggal

“Akuntansi sering dinyatakan sebagai bahasa bisnis yang berguna untuk menyediakan informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan. Informasi ini adalah data yang disajikan / diperoleh oleh perusahaan yang bersifat finansial dan dinyatakan dalam istilah moneter”.


36. Sofyan Syafri Harahap

Akuntansi merupakan bahasa atau alat komunikasi bisnis yang bisa memberikan informasi terhadap kondisi keuangan (ekonomi) dalam bentuk posisi keuangan, terutama dalam jumlah kekayaan, hutang, dan modal dari suatu bisnis dan hasil usahanya pada waktu tertentu (tertentu) periode).


37. Suwardjono

“Akuntansi merupakan seni mencatat, mengklasifikasikan, meringkas transaksi, dan peristiwa, yang efisien secara finansial dan dalam bentuk unit moneter, dan menafsirkan hasil proses.”


38. Arti Akuntansi Keuangan Menurut Martani (2012:8)

Akuntansi keuangan berorientasi pada pelaporan pihak eksternal. Keragaman pihak eksternal dengan tujuan spesifik untuk masing-masing pihak membuat penyusun laporan keuangan menggunakan prinsip dan asumsi dalam menyusun laporan keuangan.


Baca Juga : Akuntansi – Pengertian, Sejarah, Fungsi, Jenis dan Peran


39. Menurut Sudibyo (1987)

Akuntansi adalah teknologi, jadi harus diperlakukan sebagai teknologi. Teknologi dipakai untuk mengontrol variabel alam dan sosial untuk mencapai kehidupan yang lebih baik.


40. Menurut pandangan Mautz

Akuntansi merupakan ilmu sosial yang lengkap, dan menurut argumennya adalah: “akuntansi terkait dengan perusahaan, yang tentu saja adalah kelompok sosial. Akuntansi berhubungan dengan transaksi dan peristiwa ekonomi lainnya yang memiliki konsekuensi dan berdampak pada hubungan sosial hasil akuntansi .


41. Menurut Wikipedia

Akuntansi adalah pengukuran, terjemahan, atau memberikan kepastian tentang informasi yang akan membantu manajer, investor, otoritas pajak, dan pembuat keputusan lainnya untuk membuat alokasi sumber daya keputusan di perusahaan, organisasi, dan lembaga pemerintah.


42. Walter T. Harrison

Pengertian akuntansi merupakan sistem informasi yang mengukur aktivitas bisnis, memproses data menjadi laporan, dan mengkomunikasikan hasilnya kepada pengambil keputusan.


43. Ilham Wahyudin

Akuntansi merupakan sistem informasi yang mengidentifikasi, mencatat, dan mengkomunikasikan peristiwa ekonomi suatu organisasi kepada pihak yang berkepentingan. Dari pengertian ini terkandung kegiatan akuntansi, yaitu:


Baca Juga  : Akuntansi Internasional – Pengertian, Tujuan, Manfaat dan Kendala


Sejarah Akuntansi

Berbagai percobaan telah dilakukan untuk menyatakan lokasi dan waktu dari lahirnya sistem pencatatan berpasangan yang telah menghasilkan berbagai skenario. Kebanyakan skenario tersebut mengakui adanya kehadiran suatu bentuk pelaksanaan pencatatan di sebagian besar kebudayaan sejak sekitar 3.000 tahun sebelum masehi.


Termasuk didalamnya adalah kebudayaan Chaldean-Babilonia, Asiria dan Sumeria, yang menemukan pemerintahan terorganisasi pertama di dunia, termasuk juga beberapa bahasa tulisan tertua, dan catatan-catatan usaha tertua yang masih dapat diselamatkan; kebudayaan Mesir, di mana para juru tulisnya menjadi “titik pusat dimana keseluruhan mesin perbendahaaraan dan bagian-bagian lainnya berputar, kebudayaan Cina, dimana akuntansi pemerintahannya memainkan peranan yang vital dan rumit pada masa dinasti Chao (1122-256 SM); kebudayaan Yunani.


Di mana Zenon, seorang manajer dari wilayah Appolonius yang luas, memperkenalkan di tahun 256 SM sebuah akuntansi pertanggungjawaban yang terperinci, dan kebudayaan Romawi, dengan hukum yang mengharuskan para pembayar pajak membuat peloporan mengenai posisi keuangan mereka, dan di mana hak-hak sipil bergantung kepada jumlah harta benda yang dilaporkan oleh para penduduknya.


Kehadiran dari bentuk-bentuk pembukuan di dunia kuno tersebut dapat dikaitkan kepada beberapa factor, termasuk penemuan tulisan, diperkenalkannya angka-angka arab dan system decimal, penyebaran pengetahuan mengenai aljabar, adanya sarana penulisan yang tidak mahal, meningkatnya tingkat melek huruf, dan adanya suatu standar alat pertukaran. Bahkan, A.C Littleton membuat daftar tujuh prasyarat bagi munculnya pembukuan yang sistematis:


Seni penulisan (the art of writing), karena pembukuan pada intinya adalah sebuah catatan; (Arithmetic), karena aspek mekanis dari pembukuan mengandung adanya serangkaian perhitungan sederhana; Milik Pribadi (Private Property), karena pembukuan hanya berkepentingan dengan pencatatan fakta-fakta mengenai harta benda dan hak miliknya;


Uang (money) yaitu transaksi yang belium selesai, karena tidak akan ada dorongan untuk membuat catatan apa pun jika seluruh pertukaran dilakukan ditempat saat itu juga; Perdagangan (Commerce), karena sebuah penjualan local saja tidak akan menciptakan cukup; tekanan (volume bisnis) untuk, untuk merangsang manusia mengoordinasi berbagai pemikiran kedalam suatu system; modal (capital), karena tanpa modal perdagangan tidak akan berarti dan pemberian kredit menjadi sesuatu yang tidak mungkin bisa dibayangkan.


Masing-masing kebudayaan kuno disebutkan di atas telah mencakup prasyarat-prasyarat tersebut, sekaligus menjelaskan mengapa telah mendapat semacam pembukuan di dalamnya. Apa yang belum dapat ditemukan adalah sebuah skenario mengenai sejarah akuntansi dari berbagai bagian yang saling terpisah dari informasi mengenai risalah-risalah awal adanya pembukuan. Satu skenario yang cukup masuk akal adalah sebagai berikut.


Jika kita ingin melacak ilmu yang penting ini (akuntansi) kembai keasal usulnya, kita secara alamian akan menganggap penemuan pertamanya akan berasal dari pedagang yang pertama; dan tidak ada seorang pun yang layak mengklaim hal tersebut pada masa itu selain orang-orang Arab. Orang-orang Mesir, yang selama beberapa masa menunjukkan kejayaanya di dunia perdagangan, memperoleh pemikiran melakukan perdagangan tersebut melalui interaksinya dengan bangsa tersebut; dan sebagai konsekuensinya, dari merekalah orang-orang Mesir harus melakukan suatu bentuk pertama dari akuntansi, yang menurut cara perdagangan yang umum, di komunikasikan ke seluruh kota-kota di Timur Tengah.


Ketika kekaisaran di Barat diserbu oleh bangsa Barbar, dan seluruh negeri yang berada di bawahnya, mengambil kesempatan untk mengumumkan kemerdekaan mereka, perdagangan tumbuh dengan cepat setelah kemedekaan terjadi; dan segera pula di Italia, yang sebelumnya menjadi ruang sidang dunia, menjadi pangkal perdagangan, dimana sisa-sisa keruntuhan dari kekaisaran Timur di dekat Turki, yang kejeniusan dan ketahanannya tidak pernah dimasuki oleh seni perdagangan, memberikan kontribusi yang besar. Bisnis perdagangan, yang untuk setiap kota-kota perdagangan di Eropa dihubungkan oleh orang-orang Lombardia, ikut pula memeperkenalkan metode mereka dalam pencatatan rekening, melalui penggunaan pencatatan berpasangan; yang kini dikenal dengan pembukuan Italia.


Pembukuan Italia ini berkembang, seiring dengan perkembangan perdagangan republik Italia dan penggunaan metode pembukuan pencatatan di abad ke-14. Buku pencatatan berpasangan yang pertama kali dikenal adalah pembukuan Massari dari Genoa, yang bertanggal sejak tahun 1340. Pembukuan pencatatan berpasangan ini lebih dahulu berkembang sekitar dua ratus tahun dari Pacioli. Raymond de Rover menggambarkan perkembangan awal dari akuntansi di Italia sebagai berikut:


Pencapaian terbesar dari pedagang Italia, kira-kira berkisar sekitar antara tahun 1250 dan 1400, adalah penggabungan dari berbagai elemen yang heterogen ini ke dalam sebuah sistem pengklasifikasianyang terintegrasi yang disebut sebagai rekening/perkiraan/akun (account) dan dikembangkan dengan berdasarkan pada prinsip dari pencatatan ganda untuk seluruh transaksi.


Namun, kita hendaknya tidak berasumsi bahwa mencatat pembukuan yang berimbang adalah menjadi sasaran utama dari akuntansi abad pertengahan. Bahkan sebaliknya, setidaknya di Italia, para pedagangnya di tahun 1400 telah mulai menggunakan akuntansi sebagai salah satu alat pengendalian manajemen. Pastinya, mereka tidak semaju seperti kita sekarang dan mereka bahkan sama sekali tidak menyadari akan potensi-potensi yang dimiliki oleh pembukuan pencatatan berpasangan.


Namun bagaimanapun, mereka telah membuat suatu awal dengan mengembangkan kerangka-kerangka dasar dari akuntansi biaya dengan memperkenalkan pencadangan dan jenis-jenis penyesuaian lainnya, seperti akrual dan hal-hal yang ditangguhkan, dan dengan memberika perhatian kepada audit atas neraca. Hanya dalam analisis laporan keuangan, para pedagang pada masa itu dapat membuat sedikit kemajuan. Mungkin akan adil jika disebutkan di sini bahwa sebuah kerangka dasar dari akuntansi pencatatan berpasangan juga ditemukan pada kebudayaan Inca kuno pada tahun 1577.


Fungsi Akuntansi

Fungsi utama akuntansi adalah sebagai informasi keuangan suatu organisasi. Dari laporan akuntansi kita bisa melihat posisi keuangan sutu organisasi beserta perubahan yang terjadi di dalamnya. Akuntansi dibuat secara kualitatif dengan satuan ukuran uang. Informasi mengenai keuangan sangat dibutuhkan khususnya oleh pihak manajer / manajemen untuk membantu membuat keputusan suatu organisasi.


Demikian penjelasan artikel diatas tentang Pengertian Akuntansi Menurut Para Ahli – Sejarah, Fungsi, Tujuan semoga bermanfaat bagi pembaca setia kami.