Klasifikasi Protozoa

Diposting pada

Pada awalnya makhluk hidup yang ada di bumi dikelompokkan oleh Aristoteles menjadi 2 kingdom, yaitu kingdom Plantae (tumbuhan) dan kingdom Animalia (hewan).Ditemukannya mikroskop dan dunia mikroorganisme mendorong para ahli untuk memperbaiki sistem pengelompokan tersebut.Sebagai contoh, apakah Euglena termasuk kelompok hewan atau tumbuhan? Euglena mampu melakukan fotosintesis seperti tumbuhan dan mampu bergerak seperti hewan.

Klasifikasi-Protozoa


Oleh karena itu, perlu adanya kingdom ketiga. Pada tahun 1886, seorang ahli Jerman bernama Ernst Haeckel memperkenalkan kingdom ketiga yang disebut Protista untuk menempatkan organisme yang bukan hewan ataupun tumbuhan.


Protista merupakan organisme eukariotik uniseluler atau multiseluler.Protista belum memiliki diferensiasi jaringan.Berdasarkan kemiripan ciri-cirinya dengan hewan, tumbuhan, dan jamur dalam memperoleh nutrisinya. Protista dibedakan ke dalam 3 subkingdom, yaitu subkingdom Protozoa (Protista mirip hewan); subkingdom Algae (Protista mirip tumbuhan); subkingdom Myxomycophyta (jamur lendir).


Protista yang menyerupai hewan dikenal dengan nama protozoa (protos = pertama, zoon = hewan). Sebagian protozoa adalah hewan eukariotik bersel tunggal dan mikroskopis. Protozoa dapat hidup pada air tawar, air laut, tanah, bahkan ada juga yang hidup di dalam tubuh organisme lain. Seluruh kegiatan hidupnya dilakukan oleh sel itu sendiri dengan menggunakan organel-organel antara lain membran plasma, sitoplasma dan mitokondria.


Sebagian besar hidup bebas, sedangkan lainnya merupakan parasit.Dalam ekosistem perairan, protzoa hidup bebas sebagai zooplankton, maupun sebagai zoobentos.Protozoa parasit sering menyebabkan penyakit serius pada manusia, misalnya malaria, disentri, dan giardiasis.


Protozoa berkembangbiak dengan cara aseksual, yaitu dengan cara pembelahan biner dan membentuk spora serta secara seksual yaitu melalui konjugasi. Hewan ini memilki alat gerak berupa cilia, flagel, dan kaki semu (pseudopia), tetapi ada juga yang tidak memiliki alat gerak.


Berdasarkan alat geraknya, protozoa memiliki 4 filum yaitu Rhizopoda (Sarcodina), Flagellata (Mastigophora), Ciliata, dan Sporozoa.


Pengertian Protozoa

Protozoa adalah protista yang menyerupai hewan. Protozoa berasal dari bahasa Yunani, yaitu protos artinya pertama dan zoon artinya hewan. Protozoa merupakan organisme bersel tunggal yang sudah memiliki membran inti (eukariota). Protozoa berukuran mikroskopis, yaitu sekitar 3 – 1000 mikron (πm). Bentuk sel Protozoa sangat bervariasi ada yang tetap dan ada yang berubah-ubah.


Protozoa umumnya dapat bergerak aktif karena memiliki alat gerak berupa kaki semu (pseudopodia), bulu cambuk (flagellum), bulu getar (cilia), namun ada juga yang tidak  memiliki alat gerak. Sebagian besar Protozoa hidup bebas di air tawar dan laut sebagai komponen biotik. Beberapa jenis Protozoa hidup sebagai parasit pada hewan dan manusia. Protozoa hidup secara heterotrof dengan memangsa bakteri, protista lain, dan sampah organisme.


Diperairan, protozoa adalah penyusun zooplankton. Makanan protozoa meliputi bakteri, jenis protista lain, atau detritus (materi organik dari organisme mati). Protozoa hidup soliter atau berkoloni. Jika keadaan lingkungan kurang menguntungkan, protozoa membungkus diri membentuk kista untuk mempertahankan diri. Bila mendapat lingkungan yang sesuai hewan ini akan aktif lagi. Cara hidupnya ada yang parasit, saprofit, dan ada yang hidup bebas (soliter).


Ciri-Ciri Protozoa

  1. Organisme bersel tunggal (uniseluler)
  2. Bentuk sel umumnya tetap kecuali Rhizopoda
  3. Umumnya tidak dapat membuat makanan sendiri (heterotrof)
  4. Protozoa memiliki alat gerak yaitu ada yang berupa kaki semu (pseudopodia), bulu getar (cillia) atau bulu cambuk (flagel).
  5. Hidup bebas di laut, air tawar atau tanah, bersimbiosis atau parasit
  6. Eukariotik atau memiliki membran nukleus/ berinti sejati
  7. Hidup soliter (sendiri) atau berkoloni (kelompok)
  8. Protozoa mampu bertahan hidup dalam lingkungan kering maupun basah.
  9. Protozoa tidak mempunyai dinding sel
  10. Protozoa merupakan organisme mikroskopis yang prokariot

  • Ukuran dan Bentuk Tubuh

Protozoa berukuran mikroskopis, yaitu sekitar 3 – 1000 mikron (πm).Bentuk selnya sangat bervariasi, ada yang tetap dan ada yang berubah-ubah.Protozoa umumnya dapat bergerak aktif karena memiliki alat gerak berupa kaki semu (pseudopodia), bulu cambuk (flagellum), bulu getar (cilia), namun ada juga yang tidak  memiliki alat gerak.Beberapa protozoa ada yang memiliki cangkang dan ada yang tidak memiliki cangkang.


  • Struktur dan Fungsi Tubuh

Sel protozoa umumnya terdiri dari membran sel, sitoplasma, vakuola makanan, vakuola kontraktil dan inti sel.

  1. Membran sel berfungsi sebagai pelindung serta pengatur pertukaran makanan dan gas
  2. Sitoplasma
  3. Vakuola makanan untuk mencerna makanan
  4. Vakuola kontraktil berfungsi mengeluarkan sisa makanan berbentuk cair ke luar sel melalui membran selserta mengatur kadar air dalam sel.Vakuola kontraktil merupakan vakuola yang selalu mengembang dan mengempis
  5. Inti sel berfungsi untuk mengatur aktivitas sel

  • Cara Hidup

Protozoa hidup secara heterotrof dengan memangsa bakteri, protista lain, dan sampah organisme.Sebagai pemangsa bakteri, protozoa berperan penting dalam mengontrol jumlah bakteri di alam.


  • Habitat Protozoa

Protozoa hidup di air atau setidaknya di tempat yang basah.Umumnya hidup bebas dan terdapat di lautan, lingkungan air tawar, atau daratan.Beberapa spesies bersifat parasitik, hidup pada organisme inang.Inang protozoa yang bersifat parasit dapat berupa organisme sederhana seperti algae, sampai vertebrata yang kompleks, termasuk manusia.Beberapa spesies dapat tumbuh di dalam tanah atau pada permukaan tumbuh-tumbuhan.


Semua protozoa memerlukan kelembaban yang tinggi pada habitat apapun.Beberapa jenis protozoa laut merupakan bagian dari zooplankton. Protozoa laut yang lain hidup di dasar laut. Spesies yang hidup di air tawar dapat berada di danau, sungai, kolam, atau genangan air.Ada pula protozoa yang tidak bersifat parasit yang hidup di dalam usus termit atau di dalam rumen hewan ruminansia.


Beberapa protozoa berbahaya bagi manusia karena mereka dapat menyebabkan penyakit serius. Protozoa yang lain membantu karena mereka memakan bakteri berbahaya dan menjadi makanan untuk ikan dan hewan lainnya.


  • Perkembangbiakan Protozoa

Protozoa sebagian besar melakukan reproduksi secara aseksual (vegetatif) dengan cara pembelahan biner. Pembelahan diawali dengan pembelahan inti yang diikuti dengan pembelahan sitoplasma, kemudian menghasilkan 2 sel baru.Pembelahan biner terjadi pada Amoeba, Paramaecium, Euglena.


Protozoa bersilia membelah dengan arah transversal setelah terlebih dahulu melakukan konjugasi.Protozoa berflagel membelah dengan arah longitudinal. Beberapa Protozoa lain akan membelah berulang kali (multiple fission) yang menghasilkan banyak anak sel.


Sebagian Protozoa melakukan reproduksi secara seksual (generatif) dengan penyatuan sel generatif (gamet) atau dengan penyatuan inti sel vegetatif.Reproduksi seksual dengan peleburan inti sel pada organisme yang belum jelas alat kelaminnya disebut konjugasi.


Klasifikasi Protozoa

Pembagian-Protozoa

Berikut ini terdapat beberapa pembagian klasifikasi protozoa, terdiri atas:


1. Rhizopoda (Sarcodina)

Rhizopoda (Sarcodina) berasal dari Bahasa Yunani, yaitu Rhizo artinya akar, poda artinya kaki, pseudo artinya palsu.Rhizopodaialah hewan bersel satu dapat membentuk kaki semu (pseudopodia).Timbulnya kaki semu yang  menjulur  disebabkan  oleh  adanya  aliran sitoplasma  yang  menekan  bagian  tertentu  dari  sel,  hal  ini  menyebabkan Rhizopoda tidak memiliki bentuk tetap.

Rhizopoda-(Sarcodina)


Ciri-ciri rhizopoda, yaitu:

  1. Pada alat geraknya berupa Pseudopodia “kaki semu” yang merupakan penjuluran protoplasma sel.
  2. Dapat hidup di air tawar, air laut, tempat-tempat basah dan sebagian ada yang hidup dalam tubuh hewan atau manusia.
  3. Untuk jenis rhizopoda yang paling mudah diamati ialah Amoeba.
  4. Ektoamoeba ialah jenis Amoeba yang hidup di luar tubuh organisme lain “hidup bebas” contoh: Ameoba proteus, Foraminifera, Arcella, Radiolaria.
  5. Entamoeba ialah jenis Amoeba yang hidup di dalam tubuh organisme, contohnya Entamoeba histolityca, Entamoeba coli.
  6. Amoeba proteus memiliki 2 jenis vakuola yakni vakuola makanan dan vakuola kontraktil.
  7. Entamoeba histolityca dapat menyebabkan disentri amoeba.
  8. Entamoeba gingivalis menyebabkan pembusukan makanan di dalam mulut radang gusi “Gingivitis”.
  9. Foraminifera sp, Fosilnya dapat dipergunakan sebagai petunjuk adanya minyak bumi, tanah yang mengandung fosil fotaminifera disebut tanah globigerina.

2. Flagellata (Mastigophora)

Hewan  dari  kelompok  ini  mempunyai  flagel  (cambuk)  sebagai  alat geraknya,  sehingga  disebut  kelas Flagellata  atau Mastigophora.  Selain sebagai alat gerak, flagel juga digunakan untuk mendapatkan makanan, karena getaran flagel menyebabkan terjadinya aliran air sekitar hewan tersebut yang membawa makanan dalam bentuk pertikel padat Sebagian besar flagellata mempunyai dua flagellum.  Letak flagellum ada yang di bagian belakang sel (posterior) sehingga saat bergerak seperti mendorong sel, dan ada yang di bagian depan sel (anterior) sehingga saat bergerak seperti menarik sel.

Flagellata

Kelompok ini mempunyai bentuk tubuh tetap karena memiliki selaput elastis yang disebut pelikel. Flagellata dijumpai di laut dan di air tawar.Ada pula yang hidup bersimbiosis, serta ada yang hidup parasit.


Flagellata ada yang mempunyai plastida (Fitoflagellata) dan ada yang tidak mempunyai plastida (Zooflagellata). Fitoflagellata dapat berfotosintesis (autotrof) sehingga bersifat holofitik, sedangkan Zooflagellata bersifat holozoik.Salah satu contoh Fitoflagellata adalah Euglena.Bentuk tubuhnya menyerupai daun yang mempunyai bintik mata dan berkloroplas.


Flagellata berkembang biak secara vegetatif (aseksual) dengan pembelahan biner membujur (longitudinal), misalnya pada Leismania donovani, Trypanosoma sp, Euglena sp, Volvox globator. Sedangkan untuk reproduksi generatif (seksual) terjadi pada fitoflagellata dengan cara konjugasi, misalnya pada Volvox.


Flagellata yang hidup bebas di lingkungan berair, baik air tawar maupun air laut, dan ada yang hidup bersimbiosis dalam tubuh hewan.  Flagellata yang hidup bersimbiosis, misalnya Trichonympha campanula hidup pada usus rayap dan kecoa kayu.  Flagellata ini membantu rayap atau kecoa mencerna kayu yang dimakan serangga tersebut.


Beberapa contoh Flagellata yaitu, Euglena viridis, Noctiluca milliaris, Volvox globator, Trypanosoma gambiens, Leishmania, Trichonympha campanula, Trypanosoma brucei, Trichomonas vaginalis, dan Leishmania.


3. Ciliata (Cilliophora)

Yang  menjadi  ciri  khas  dari  kelas  ciliata,  ialah  adanya  tonjolan protoplasma  yang  membentuk  rambut-rambut  getar  atau  silia  dan berfungsi  sebagai  alat  gerak. Silia terdapat pada seluruh permukaan sel atau hanya pada bagian tertentu.  Selain berfungsi untuk bergerak, silia juga merupakan alat bantu untuk makan. Silia membantu pergerakan makanan ke sitoplasma. Makanan yang terkumpul di sitoplasma akan dilanjutkan ke dalam sitofaring (kerongkongan sel).  Apabila telah penuh, makanan akan masuk ke sitoplasma dengan membentuk vakuola makanan.Cilliata  mempunyai  bentuk  tetap  karena adanya lapisan pelikel yang meyelubungi tubuhnya sebagai penguat yang lentur.

Cilliata

Ciliata hidup bebas di lingkungan berair, baik air tawar maupun laut.  Ciliata juga hidup di dalam tubuh hewan lain secara simbiosis maupun parasit.   Namun hanya sedikit jenis Ciliata yang hidup sebagai parasit.Contoh Ciliata yang hidup bersimbiosis ada dalam perut hewan pemakan rumput dan berfungsi membantu hewan tersebut mencerna sellulosa yang terdapat dalam rumput.


Makanannya adalah vartikel organik dan makhluk hidup lain yang kecil  misalnya  bakteri, alga atau protozoa  lainnya. Makanan  tersebut didorong  oleh  silia  ke  dalam sitosoma (mulut) lalu  melewati sitofaring (kerongkongan) masuk ke dalam vakuola  makanan untuk dicerna dengan enzim pencernaan, selanjutnya vakuola makanan akan beredar ke seluruh bagian  protoplasma dan protoplasma  akan  menyerap  zat-zat  makanan dari vakuola tersebut.


Ciliata memiliki dua inti yaitu, makronukleusdan mikronukleus.Makronukleus berukuran lebih besar dibandingkan mikronukleus.Makronukleus memiliki fungsi vegetatif, yaitu untuk pertumbuhan dan perkembangbiakan.Mikronukleus memiliki fungsi reproduktif, yaitu pada konjugasi.Contohnya pada Paramaecium sp.


Ciliata melakukan reproduksi secara vegetatif (aseksual) dan generatif (seksual). Reproduksi vegetatif, yaitu dengan pembelahan biner membujur (transversal) sepanjang selnya. Pembelahan diawali dengan pembelahan mikronukleus dan diikuti dengan pembelahan makronucleus.


Reproduksi generatif dilakukan dengan konjugasi yaitu dengan cara penggabungan atau penyatuan fisik sementara antara dua individu kemudian terjadi pertukaran nukleus. Dengan demikian, akan terjadi perpaduan sifat yang dibawa oleh kedua individu tersebut dan menghasilkan satu individu baru.

Reproduksi secara konjugasi pada Paramecium caudatum

Contoh cilliata  yang mudah ditemukan  adalah Paramaecium  caudatum.  Sementara untuk contoh yang lainnya adalah: Didinium, Stentor, dan Balantidium.


4. Sporozoa

Sporozoa berasal dari bahasa Yunani, spore artinya biji, dan zoa artinya hewan. Sporozoa adalah kelompok protista uniseluler atau bersel satu yang pada salah satu tahapan dalam siklus hidupnya dapat membentuk sejenis spora.Sporozoa hidup sebagai parasit pada tubuh hewan dan manusia.Dalam siklus hidupnya, sporozoa membentuk spora dalam tubuh inang.Pada umumnya bersifat parasit dan dapat menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan.

Rhizopoda

  1. Ciri umum sporozoa
    1. Tidak memiliki alat gerak
    2. Tubuhnya berbentuk bulat panjang,
    3. Ukuran tubuhnya hanya beberapa mikron, tetapi didalam usus manusia atau hewan yang dapat mencapai 10 mm.
  2. Struktur Anatomi
  • Sistem Pencernaan

Sporozoa mendapatkan makanan dengan cara menyerap zat makanan dari tubuh inagnya.


  • Sistem Respirasi dan Sistem Ekskresi

Respirasi dan ekskresi sporozoa dilakukan dengan cara difusi.


  • Sistem Reproduksi

Sporozoa melakukan reproduksi secara vegetatif (aseksual) dan generatif (seksual). Sporozoa memiliki pergiliran antara fase seksual dan aseksualnya. Reproduksi vegetatif dilakukan dengan pembentukan spora. Reproduksigeneratif dilakukan dengan pembentukan gamet dan dilanjutkan dengan penyatuan gamet jantan dan betina. Misalnya pada Plasmodium. Pada Plasmodium peleburan gamet jantan dan gamet betina terjadi di dalam tubuh nyamuk Anopheles betina.


  1. Fase vegetatif / aseksual/ skizogoni

Berlangsung di dalam tubuh manusia.


  • Siklus Eksoeritrositer (EE)

Nyamuk Anopheles betina mengisap darah manusia, sporozoit (bibit penyakit) dalam air liur nyamuk masuk ke dalam tubuh manusia. Sporozoit menyerang butir-butir sel darah merah kemudian masuk ke hati menjadi skizont kriptozoik. Skizont kriptozoik berkembang biak secara vegetatif dengan membelah diri membentuk merozoit cryptozoik.


  • Siklus Eritrositer (E)

Merozoit cryptozoik masuk ke dalam sel darah merah dan berkembang menjadi bentuk tropozoit. Selanjutnya inti tropozoit tersebut mengalami pembelahan secara berganda membentuk merozoit . Kemudian sel darah merah pecah. Sebagian merozoit ada yang berkembang membentuk gametofit, sedang sebagian yang lain ada yang menyerang sel darah merah yang lain. Proses merozoit menyerang sel darah merah disebut sporulasi.


  1. Fase generatif / seksual / sporogoni

Berlangsung di dalam tubuh nyamuk Anopheles betina.

Saat nyamuk menghisap darah manusia, gametosit ikut terbawa masuk ke dalam tubuh nyamuk. Gametofit tersebut akan berkembang menjadi mikrogamet (gamet jantan) dan makrogamet (gamet betina). Jika terjadi pembuahan (gamet jantan membuahi gamet betina) maka akan terbentuk zigot yang menempel di dinding lambung nyamuk.


Zigot akan berkembang menjadi Ookinet. Ookinet menembus dinding lambung dan menempel di sebelah luar. Ookinet selanjutnya tumbuh menjadi Ookista. Ookista membelah menjadi banyak. Tiap Ookista akan membungkus diri dengan sedikit sitoplasma membentuk Oosit . Oosit akan berkembang membentuk sporozoit baru yang tersebar ke dalam jaringan tubuh nyamukAnopheles termasuk ke dalam kelenjar liur.

Reproduksi vegetatif dan generatif pada Plasmodium

Contoh Sporozoa adalah Toxoplasma gondii yang menyebabkan toksoplasmosis dan Plasmodium yang menyebabkan penyakit malaria pada manusia.


Peranan Protozoa Dalam Kehidupan Manusia

Protozoa dapat menguntungkan dan merugikan manusia. Beberapa manfaat protozoa antara lain :

  • Mengendalikan populasi bakteri, sebagian protozoa memangsa bakteri sebagai makanannya, sehingga dapat mengontrol jumlah populasi bakteri di alam.
  • Indikator minyak bumi, fosil Foraminifera menjadi petunjuk sumber minyak bumi, gas, dan mineral.
  • Radiolaria, kerangkanya jika mengendap di dasar laut menjadi tanah radiolarian yang dapat digunakan sebagai bahan penggosok.

Protozoa yang merugikan bagi manusia, yaitu menyebabkan penyakit antara lain sebagai berikut :


  1. Entamoeba histolytica merupakan parasit dalam usus manusia dan menyebabkan penyakit disentri

Parasit masuk ke dalam tubuh manusia melalui makanan yang mengandung kista Entamoeba karena tercemar kotoran.Disentri merupakan penyakit pada gangguan pencernaan yang ditandai dengan peradangan usus besar.

Entamoeba-histolytica


  1. Entamoeba gingivalis hidup di rongga mulut (celah-celah gigi atau gusi) manusia, yang menyebabkan penyakit pada gusi

Entamoeba-gingivalis


  1. Balantidium coli merupakan parasit dalam usus besar manusia dan dapat menyebabkan diare (balantidiosis)

Balantidium coli


  1. Trypanosoma brucei menyebabkan penyakit tidur pada manusia di Afrika

Trypanosoma-brucei

Penyakit ini ditimbulkan oleh gigitan lalat, yang dinamakan lalat tse-tse.Gejala pertama yaitu adanya suatu benjolan kecil yang berwarna merah. Apabila penyakit itu akan berkembang, tanda-tanda dan gejala-gejala akan nampak lebih lanjut dalam waktu dua atau tiga minggu. Kebanyakan dirasakan sakit kepala, nyeri urat syaraf, tidak dapat tidur (insomnia), kehilangan kesanggupan untuk mempersatukan pikiran dan denyut nadi yang cepat.


  1. Trypanosoma evansi penyebab penyakit surra pada ternak
  2. Trichomonas vaginalis penyebab penyakit pada alat kelamin wanita dan saluran kelamin pria

Trichomonas-vaginalis


  1. Leishmania penyebab penyakit kala-azar yang merusak sel darah manusia

Leishmania


  1. Toxoplasma gondii yang menyebabkan toksoplasmosis

Toxoplasma-gondii


  1. Plasmodium sp yang menyebabkan penyakit malaria pada manusia

Ada empat jenis Plasmodium yang dapat menyebabkan penyakit malaria, yaitu  Plasmodium vivax, Plasmodium ovale, Plasmodium malariae, dan Plasmodium falciparum. Plasmodium vivax dan Plasmodium ovale menyebabkan malaria tertiana, Plasmodium malariae meyebabkan malaria kuartana, dan Plasmodium falciparum menyebabkan penyakit malaria yang paling berbahaya, yaitu malaria tropiokana.

Plasmodium-sp

Plasmodium vivax dan Plasmodium ovale dapat tetap hidup, meskipun tidak aktif di dalam sel hati penderita malaria selama  berbulan-bulan  bahkan bertahun-tahun. Akibatnya, di kemudian hari penyakit malaria dapat kambuh lagi.  Pemberantasan penyakit malaria dapat dilakukan dengan memotong siklus hidup Plasmodium, yaitu dengan cara mencegah adanya genangan air atau menutup tempat penampungan air. Cara ini menyebabkan nyamuk tidak dapat tumbuh menjadi dewasa.Cara lainnya adalah dengan memberi obat (misalnya obat kina) kepada si penderita.


Demikianlah pembahasan mengenai Klasifikasi Protozoa – Pengertian, Ciri, Gambar, Contoh dan Peranan semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂


Baca Juga Artikel Lainnya:

  1. Sistem Ekskresi Pada Hewan – Invertebrata, Vertebrata, Mamalia Dan Protozoanya
  2. Ciri Fisiologi Serta Cara Adaptasi Protozoa Dalam Biologi
  3. Bagian Bagian Sel Hewan Dan Tumbuhan
  4. Protista