Aliansi Adalah

Diposting pada

Pengertian Aliansi

Aliansi Adalah – Pengertian, Politik, Internasional, Indonesia – Aliansi adalah gabungan antara kedua kelompok menjadi satu yang bertujuan untuk melaksanakan kegiatan menjadi lebih baik karena kerjasama di antara mereka. Kerjasama ini dilakukan untuk mendapatkan hasil yang lebih besar dari sebelumnya aliansi.


Sebagai contoh, Kodak dan Fuji bekerjasama dengan tiga peusahaan pembuat kamera untuk membuat catridgefilm baru.Kolaborasi tersebut memungkinkan Kodak dan Fuji berbagi biaya pengembangan, dan mencegah perang iklan jika kedua peusahaan tersebut meluncurkan catridge yang berbeda (Suharto, 2009).Tujuan utama dari strategi ini adalah memungkinkan suatu perusahaan/ group untuk mencapai tujuan tertentu yang tidak dapat dicapai dengan usaha sendiri (Dicken, 1992).

aliansi-adalah


Menurut Kanter terdapat tiga syarat dalam melaksanakan strategi aliansi, yaitu :

  1. Kemampuan (Capability)

Kanter (1994:98) menyatakan bahwa kemampuan masing – masing perusahaan harus benar – benar menjadi pertimbangan dalam melakukan aliansi. Misalnya sebuah perusahaan mempunyai kemampuan di bidang teknologi, untuk meningkatkan keunggulan kompetitif maka perusahaan ini membutuhkan perusahaan lain yang mempunyai kemampuan di bidang marketing sehingga aliansi daapat terwujud.


  1. Keserasian (Compability)

Kanter (1994:101) menyatakan bahwa factor keserasian meliputi philosophy, legacy, strategi dan keinginan antar partner.  Hal ini didorong adanya kenyataan bahwa sebuah aliansi yang berhasil tidak berarti friksi,tetapi yang penting memiliki kemampuan untuk mengatasi dan menyelesaikan friksi tersebut secara bersama –sama.


  1. Kelengkapan (complementary)

Kanter (1994:98) menyatakan kelengkapan dapat menghubungkan perusahaan – perusahaan yang menghasilkan produk yang berbeda dalam bentuk strategi aliansi.Complementary ini sering diwujudkan dalam hubungan kolaborasi yang disebut value chain partnership seperti costumer – supplier relationship.


Dari prasyarat tersebut menunjukkan bahwa untuk keberhasilan suatu aliansi dibutuhkan kesediaan memberi dan menerima dari pihak-pihak yang beraliansi, yang menjadi tantangan bisnis saat ini dan mendatang adalah seberapa besar toleransi yang dapat diberikan kepada pihak luar untuk mengendalikan bisnis bersama. Karenanya proses aliansi sering terhambat karena adanya perbedaan budaya antar perusahaan yang beraliansi.


Baca Juga : Tujuan Dan Bidang Kerjasama Ekonomi Internasional Untuk Mencapai Tujuan Bersama


Berkaitan dengan budaya antar perusahaan ada tiga faktor yang harus dipenuhi agar strategi aliansi berhasil yaitu :

Masing-masing pihak harus mempunyai budaya yang kuat.

Agar bisa membangun corporate image satu sama lain harus saling mengisi.

Berkaitan dengan core competence, dimana perusahaan mengarahkanpenguasaannya kepada hal-hal yang bersifat keunggulan kompetitif, maka budaya harusdipersatukan.


Klasifikasi Aliansi

  • Pengertian aliansi adalah nota kesepahaman baik secara formal maupun informal yang bertujuan untuk melindungi diri dari ancaman yang datang dari pihak eksternal atau internal.
  • Pengertian aliansi strategis merupakan kerjasama antara beberapa pihak untuk mencapai tujuan yang sama dan melindungi anggota aliansi dari berbagai bahaya yang dapat menghambat tujuan aliansi.
  • Pengertian aliansi dalam hubungan internasional adalah kerja sama antara kelompok-kelompok tertentu dalam linkup internasional / antar negara yang baik bisnis dan politik di kisaran periode / waktu tertentu yang telah disepakati.

Pengertian Aliansi Menurut KBBI

Aliansi/ali·an·si/ n Pol ikatan antara dua negara atau lebih dng tujuan politik;


Alasan Perusahaan Dalam Mengembangkan Aliansi Strategis

Partisipasi  aliansi strategis dapat berdasarkan tiga jenis dari situasi pasar dasar (siklus lambat, siklus standar, siklus cepat) (Robert E. Hokisson, 2002).

  1. Pasar siklus lambat

Perusahaan dalam siklus lambat berusaha unuk memasuki pasar yang terbatas dan berusaha untuk mendirikan waralaba dalam pasar – pasar baru.


  1. Pasar siklus standar

Dalam pasar siklus standar yang seringkali berukuran besar dan berorientasi pada skala ekonomi, aliansi lebih mungkin terjadi antara pihak – pihak yang sumber daya, kapabilitas, dan kompetensi intiya saling melengkapi.Dalam pasar dimana skala ekonomi merupakan factor penting untuk keseimbangan dan keunggulan kompetitif, aliansi internasional besar berguna karena dasar nasional mungkin terlalu kecil untuk mendukung bisnis – bisnis yang pada hakikatnya berskala efisien.


Baca Juga : Intellectual Capital


Oleh karena itu, meningkatnya globalisasi pasar menyajikan peluang – peluang untuk mengkombinasikan sumber daya, kapabilitas, dan kompetensi. Perusahaan juga dapat bekerjasama dalam pasar siklus standar untuk mendapatkan kekuatan pasar dan pengelompokkan sumber daya untuk memenuhi kebutuhan akan modal. Perusahaan dalam pasar siklus standar juga dapat membentuk aliansi untuk mengatasi hambatan – hambatan perdagangan dan mempelajari teknik bisnis baru.


  1. Pasar siklus cepat

Pasar siklus yang cepat memiliki seperti pasar barang – barang elektronik , menciptakan insentif untuk kerjasama karena pengembangan, pabrikasi, dan distribusi barang dan jasa yang baru dapat terjadi dengan lebih cepat. Kerjasama yang erat antara perusahaan dengan pelanggan membtuhkan perumusan ulang seara lebih sering daripada pasar siklus lambat dan siklus standar.


Jadi manfaat dari aliansi dalam asar siklus cepat adalah keepatan dalam memasuki pasar baru. Perjanjian kerjasama  antara perusahaan – perusahaan yang bersaing dalam pasar siklus cepat, dimana terdapat tingkat ketidakpastian yang signifkan, juga dapat mengarah pada pengembangan produk – produk standar.


Pengertian Strategi Aliansi Internasional

Strategi Aliansi (Strategic Alliances) yaitu perjanjian bisnis di mana dua atau lebih perusahaan memutuskan untuk melakukan kerjasama guna mendapatkan keuntungan bersama. Partner-partner dalam aliansi strategi setuju untuk menggabungkan aktivitas riset dan pengembangan, keahlian dalam pemasaran dan kemampuan manajerial. Aliansi strategi hanyalah salah satu metode yang dilakukan perusahaan agar dapat masuk atau melakukan ekspansi operasi internasional.


Usaha patungan (join venture) adalah bentuk khusus aliansi strategis yang merupakan gabungan dua atau lebih perusahaan untuk menciptakan entitas bisnis baru yang secara hokum terpisah dan berbeda dari induk perusahaannya. Usaha patungan biasanya berbentuk perusahaan dan dimiliki oleh induk perusahaan dengan proporsi sesuai hasil negoisasi.


Aliansi strategis non usaha patungan dapat dibentuk semata-mata untuk membuat partner-partner mampu mengatasi halangan yang dihadapi setiap partner dalam jangka pendek. Aliansi strategis non usaha patungan  biasanya memiliki tujuan dan lingkup yang lebih sempit. Aliasi strategis non usaha patungan sering dibentuk untuk tujuan tertentu yang akan berakhir secara alami. Karena misinya sempit dan tidak adanya struktur organisasi formal, aliansi strategi non usaha patngan biasanya kurang stabil dibandingkan dengan usaha patungan (joint venture).


Baca Juga : 4 Pengertian Universal Menurut Para Ahli


Keuntungan Strategi Aliansi

Ada empat keuntungan dari strategi aliansi yaitu:

  1. Kemudahan masuk pasar : strategi aliansi akan membuat perusahaan mampu memperoleh manfaat dari cepatnya masuk ke pasar baru dengan biaya rendah.
  2. Berbagi resiko : berbagi resiko menjadi petimbangan yang sangat penting ketika perusahaan masuk ke pasar yang relative baru atau memiliki tingkat ketidakpastian dan instabilitas tinggi.
  3. Berbagi pengetahuan dan keahlian : dengan strategi aliansi, perusahaan berpotensi untuk memperoleh pengetahuan dan keahlian yang dianggap kurang baik mengenai cara produksi, cara memperoleh sumber daya tertentu, cara menghadapi peraturan pemerintah local atau cara mengelola lingkungan yang berbeda.
  4. Sinergi dan keunggulan bersaing : melalui beberapa kombinasi untuk masuk ke pasar, berbagi resiko dan potensi pengetahuan, setiap perusahaan yang berkolaborasi ini akan dapat mencapai lebih banyak keunggulan dan bersaing dengan lebih efisien dibandingkan jika perusahaan ini berusaha masuk ke pasar atau industry baru sendirian.

Kegagalan Strategis Aliansi

Beberapa sumber masalah yang mengancam kelangsungan strategi aliansi antara lain:

  1. Ketidakcocokan antar partner (incompatibility of partner) : ketidakcocokan dapat mengahsilkan konflik yang serius walaupun biasanya hanya menghasilkan penurunan kinerja aliansi
  2. Akses ke informasi : perusahaan harus dapat berbagi informasi, maka jika tidak efektifitas kolaborasi akan terganggu
  3. Konflik tentang distribusi penghasilan : salah satu keterbatasan strategi aliansi adalah distribusi pendapatan.
  4. Hilangnya otonomi : karena perusahaan-perusahaan berbagi resiko dan profit, perusahaan tersebut juga berbagi pengendalian, dengan demikian membatasi kegiatan masing-masing perusahaan.
  5. Perubahan keadaan : kondisi ekonomi yang dulunya memotivasi perjanjian kerjasama sudah tidak ada lagi atau keunggulan teknologi membuat perjanjian tidak menguntungkan.

Baca Juga : 28 Pengertian, Karakteristik Dan Klasifikasi Sistem Menurut Para Ahli


Pemilihan Partner Aliansi

Setidaknya ada empat faktor dalam memilih partner antara lain:

  1. Kecocokan (compability)
    Perusahaan harus memilih partner yang cocok dan dapat dipercaya serta dapat bekerja sama secara efektif.
  1. Sifat produk atau jasa calon parter : perusahaan sebaiknya bekerja sama dengan partner yang produk atau jasanya saling melengkapi (komplementer) tetapi tidak langsung bersaing dengan produknya sendiri.
  2. Keamanan aliansi secara relative : dengan adanya kompleksitas dan potensi kerugian karena gagalnya kerjasama, para manajer perusahaan harus memperoleh sebanyak mungkin informasi dari calon partner sebelum membentuk aliansi strategis.
  3. Potensi pembelajaran aliansi : sebelum membentuk aliansi strategi, para partner harus menilai potensi untuk saling belajar.

Lingkup Strategi Aliansi

Lingkup strategi aliansi antara lain:

  1. Aliansi Komprehensif (comprehensive alliances)

Aliansi komprehensif terbentuk ketika para partisipan setuju untuk melaksanakan secara  bersama-sama berbagai tahapan proses yang membuat produk atau jasa yang dapat dibawa ke pasar meliputi : R&D, desain, produksi, pemasaran dan distribusi.


  1. Aliansi Fungsional

Aliansi fungsional merupakan lingkup strategi aliansi yang lebih sempit dengan   menyertakan hanya satu fungsi bisnis meliputi:

  • Aliansi produksi : merupakan aliansi fungsional dimana dua atau lebih perusahaan membuat produk atau jasanya masing-masing dengan fasilitas yang dipakai bersama . Aliansi produksi dapat memakai fasilitas yang telah dimiliki oleh salah satu partner.
  • Aliansi pemasaran : merupakan aliansi fungsional dimana dua atau lebih perusahaan berbagi jasa atau keahlian pemasaran. Perusahaan yang sudah mapan membantu perusahaan pendatang baru dalam mempromosikan, mengiklankan dan mendistribusikan produk atau jasanya.
  • Aliansi keuangan : merupakan aliansi fungsional dimana perusahaan-perusahaan ingin mengurangi resiko finansial yang terkait dengan proyek tertentu. Partner-partner memberikan sumber finansial ke proyek dalam proporsi yang sama atau salah satu partner memberikan sebagian besar finansial sementara partner-partner lain menyediakan keahlian khusus atau memberikan kontribusi lain untuk mengimbangi kecilnya investasi finansial yang diberikan.
  • Aliansi riset dan pengembangan : merupakan aliansi fungsional dimana partner-partner setuju untuk mengadakan riset (research and development = R&D) bersama untuk mengembangkan produk atau jasa baru.

Baca Juga : Pengertian dan Perbedaan Internet, Intranet Serta Extranet


Mengelola Aliansi

Keputusan untuk membentuk aliansi strategis harus berkembang dari proses perencanaan strategis perusahaan. Setelah membuat keputusan, para manajer perusahaan kemudian harus menangani beberapa isu penting yang menentukan tahapan-tahapan tentang cara pengelolaan aliansi tersebut antara lain :


  1. Pemilihan Partner

Kesuksesan setiap kerjasam tergantung pada pemilihan partner yang tepat. Aliansi strategis kemungkinan akan sukses jika keterampilan dan sumber daya para partner saling melengkapi dimana masing-masing membawa kekuatan organisasi yang tidak dimiliki oleh yang lain.


  1. Bentuk Kepemilikan

Bentuk pasti kepemilikan yang akan dipakai sangat penting dalam strategi aliansi. Bentuk korporat akan membuat para partner mampu mengatur struktur pajak yang menguntungkan, mengimplemntasikan perjanjian kepemilikan baru dan melindungi asset lain dengan baik. Hal ini juga membuat usaha patungan dapat menciptakan identitasnya sendiri yang berbeda dengan partner.


  1. Pertimbangan manajemen bersama

Secara umum, ada tiga alat yang dipakai untuk pertimbangan manajemen bersama dalam mengelola aliansi antara lain:

  • Perjanjian bersama manajemen : setiap partner berpartisipasi penuh dan aktif ke dalam mengelola aliansi. Partner-partner menjalankan aliansi tersebut dan manajer-manajernya secara teratur menyampaikan instruksi dan rinciannya ke manajer aliansi.
  • Perjanjian berbagi tugas : salah satu partner memiliki tanggung jawab utama atas operasi aliansi strategis.
  • Perjanjian pendelegasian : partner-partner mendelegasikan pengendalian manajemen ke eksekutif usaha patungan itu sendiri. Para eksekutif tersebut direkrut khusus untuk menjalankan operasi perusahaan baru atau ditransfer dari perusahaan partisipan dan bertanggung jawab atas keputusan sehari-hari.

Pengertian Aliansi Politik

Pengertian aliansi politik, juga disebut sebagai koalisi politik, blok politik, adalah perjanjian kerjasama antara partai politik yang berbeda dalam agenda politik umum, sering untuk tujuan bertarung dalam pemilu untuk saling menguntungkan oleh kolektif untuk electoral threshold, atau Manfaat dari karakteristik sistem voting atau pembentukan pemerintah setelah pemilu.


Baca Juga : Pengertian Dan Mekanisme Interpelasi Menurut Para Ahli


Sebuah koalisi pemerintahan terbentuk ketika aliansi politik datang ke kekuasaan, atau ketika hanya pluralitas (bukan mayoritas) belum tercapai dan beberapa pihak harus bekerja sama untuk memerintah. Salah satu kekhasan metode tersebut menghasilkan pemerintahan Menteri Negara tanpa portofolio.


Alliance (Swedia)

Alliance (Swedia = aliansi), sebelumnya Aliansi untuk Swedia Allians för Sverige adalah aliansi politik di Swedia. Aliansi terdiri dari kanan-tengah politik empat partai di Riksdag. Meskipun terbentuk selama oposisi, Aliansi mencapai mayoritas dalam pemilihan umum tahun 2006, membentuk pemerintah koalisi saat ini.


Partai keempat politik adalah:

  • Partai Moderat, yang dipimpin oleh Fredrik Reinfeldt, menempati 97 dari 349 kursi (26,1%) di Riksdag setelah pemilihan umum pada tahun 2006.
  • Partai Tengah, dipimpin oleh Maud Olofsson, menempati 29 dari 349 kursi (7,9%) di Riksdag setelah pemilihan umum pada tahun 2006.
  • Partai Liberal Rakyat, yang dipimpin oleh Jan Björklund, menempati 28 dari 349 kursi (7,5%) di Riksdag setelah pemilihan umum pada tahun 2006.
  • Kristen Demokrat, yang dipimpin oleh Göran Hagglund, menempati 24 dari 349 kursi (6,6%) dari Riksdag setelah pemilihan umum pada tahun 2006.

Baca Juga : Pengertian, Jenis Dan Dampak Ekploitasi Sungai


Demikian Pembahasan Tentang Aliansi Adalah – Pengertian, Politik, Internasional, Indonesia Semoga Bermanfaat Buat Para Sahabat Setia Dosenpendidikan.Com … 😀

Mungkin Dibawah Ini yang Kamu Butuhkan