Analisis SWOT adalah

Diposting pada

Analisis SWOT – Pengertian, Tujuan, Faktor, Manfaat & Contoh – Untuk pembahasan kali ini kami akan memberikan ulasan mengenai Analisis SWOT yang dimana dalam hal ini meliputi pengertian, tujuan, faktor, manfaat dan contoh, nah agar lebih dapat memahami dan dimengerti simak pemaparan selengkapnya dibawah ini.

Analisis-SWOT

Pengertian Analisis SWOT

Analisis SWOT adalah suatu bentuk analisis di dalam manajemen perusahaan atau didalam organisasi yang secara sistematis dapat membantu dalam usaha penyusunan suatu rencana yang matang untuk mencapai tujuan, baik itu tujuan jangka pendek maupun tujuan jangka panjang.


Atau definisi analisis SWOT yang lainnya yaitu sebuah bentuk analisa situasi dan juga kondisi yang bersifat deskriptif “memberi suatu gambaran”. Analisa ini menempatkan situasi dan juga kondisi sebagai faktor masukan, lalu kemudian dikelompokkan menurut kontribusinya masing-masing.

Baca Juga Artikel yang Mungkin Terkait : “Analisis Isi” Pengertian Menurut Para Ahli & ( Tujuan – Tahapan )


Satu hal yang perlu diingat baik-baik oleh para pengguna analisa ini, bahwa analisa SWOT ini semata-mata sebagai suatu sebuah analisa yang ditujukan untuk menggambarkan situasi yang sedang dihadapi dan bukan sebuah alat analisa ajaib yang mampu memberikan jalan keluar yang bagi permasalahan yang sedang dihadapi.


SWOT merupakan singkatan dari : S = Strength “Kekuatan”, W = Weaknesses “Kelemahan”, O = “Opportunities “Peluang”, T = Threats “Hambatan”.


Tujuan Analisis SWOT

Analisis SWOT merupakan suatu sistem yang sebgai suatu kesatuan yang memiliki berbagai komponen yang saling berhubungan dan saling mempengaruhi dan bergrerak secara serentak kearah yang sama pula.


Maka sekolah atau lembaga pendidikan harus berusaha mencari kesesuaian antara kekuatan-keuatan internal organisasi dan kekuatan-kekuatan eksternal (peluang dan ancaman) suatu pasar kerja. Yang pada dsarnya dapat meliput pengamatan secara hati-hati, persaingan, peraturan, tingkat implasi, siklus bisnis, keinginan dan harapan konsumen, serta faktor-faktor lain yang dapat mengidentifikasi peluang dan ancaman.


Sekolah harus dapat mengembangkan strategi untuk mengatasi ancaman eksternal dan merebut peluang yang ada. Yang tujuan utamanya adalah sekolah ataupun organisasi dapat melihat secara objektif kondisi-kondisi internal dan eksternal untuk merebut pasar kerja, sehingga sekolah atau organisasi dapat mengantisifikasi perubahan lingkungan eksternal.


Dalam hal ini dapat dibedakan secara jelas fungsi manajemen, konsumen, dan pesaing. Jadi sekolah penting untuk memperoleh keunggulan bersaing dan memiliki tamatan yang sesuai dengan keinginan konsumen dengan dukungan yang optimal dari sumber daya yang ada. Jadi suatu perencanaan strategis merupaakan proses penyusunan perencanaan jangka panjang, baik pada tingkat korporat maupun pada tingkat organisasi sangat dibutuhkan, yang tujuannya sesuai dengan misi, sasaran serta kebijakan sekolah.


Maka tujuan manajeman ini adalah menggambarkan bagaimana setiap isu strategis akan dipecahkan. Oleh karena itu strategi mencakup sejumlah langkah yang dirancang untuk mencapai setiap strategis yang dirancang, termasuk pemberian tanggung jawab, jadwal dan sumbernya.


Dengan menuju ketercapaian tujuan sekolah dicerminkan oleh sekolah yang kondusif terhadap tercapainya kegiatan belajar mengajar yang dapat dibanggakan oleh peserta didik. Maka upaya guru dan pegawai yang maksimal dalam pengelolaan sekolah disertai oleh adanya kepuasan bati yang seimbang dan mempunyai pengaruh yang besar dalam pencapaian tingkat keberhasilan tamatan, sehingga dapat memperoleh nilai yang tinggi dan dapat bekerja atau mandiri. Untuk memperoleh tercapainya tujuan yang harus diinginkan adalah adanya beberapa tingkatan keberhasilan yang harus dipasarkan tamatan yaitu:

  1. Persentase daya serap tamatan didunia kerja atau melanjutkan keperguruan tinggi
  2. Kesesuaian bidang pekerjaan dengan bidang keahlian
  3. Lamanya waktu menunggu
  4. Pesanan konsumen melalui pihak sekolah

Baca Juga Artikel yang Mungkin Terkait : Analisis adalah


Faktor-Faktor Analisis SWOT

Faktor-Faktor-Analisis-SWOT

Analisis SWOT terdiri dari empat faktor, yaitu:


  1. Strengths (kekuatan)

Faktor-faktor kekuatan dalam lembaga pendidikan adalah kompetensi khusus atau keunggulan-keunggulan lain yang berakibat pada nilai plus atau keunggulan komparatif lembaga pendidikan tersebut. Hal ini bisa dilihat jika sebuah lembaga pendidikan harus memiliki skill atau keterampilan yang bisa disalurkan bagi perserta didik, lulusan terbaik atau hasil andalan, maupun kelebihan-kelebihan lain yang dapat membuat sekolah tersebut unggul dari pesaing-pesaingnya serta dapat memuaskan steakholders maupun pelanggan (peserta didik, orang tua, masyarakat dan bangsa).


Sebagai contoh dari bidang keunggulan, antara lain kekuatan pada sumber keuangan, citra yang positif, keunggulan kedudukan di masyrakat, loyalitas pengguna dan kepercayaan berbagai pihak yang berkepentingan. Sedangkan keunggulan lembaga pendidikan di era otonomi pendidikan atara lain yaitu sumber daya manusia yang secara kuantitatif besar, hanya saja perlu pembenahan dari kualitas.


Selain itu antusiasme pelaksanaan pendidikan yang sangat tinggi, didukung dengan sarana prasarana pendidikan yang cukup memadai. Hal lain dari faktor keunggulan lembaga pendidikan adalah kebutuhan masyarakat terhadap yang bersifat transendental sangat tinggi, dan itu sangat mungkin diharapkan dari proses pendidikan lembaga pendidikan yang agamis.


Bagi sebuah lembaga pendidikan untuk mengenali kekuatan dasar lembaga tersebut sebagai langkah awal atau tonggak menuju pendidikan yang berbasis kualitas tinggi merupakan hal yang sangat penting. Mengenali kekuatan dan terus melakukan refleksi adalah sebuah langkah besar untuk menuju kemajuan bagi lembaga pendidikan.


  1. Weakness (kelemahan)

Kelemahan adalah hal yang wajar dalam segala sesuatu tetapi yang terpenting adalah bagaimana sebagai penentu kebijakan dalam lembaga pendidikan bisa meminimalisasi kelemahan-kelemahan tersebut atau bahkan kelemahan tersebut menjadi satu sisi kelebihan yang tidak dimiliki oleh lembaga pendidikan lain. Kelemahan ini dapat berupa kelemahan dalam sarana dan prasarana, kualitas atau kemampuan tenaga pendidik, lemahnya kepercayaan masyarakat, tidak sesuainya antara hasil lulusan dengan kebutuhan masyarakat atau dunia usaha dan industri dan lain-lain.


Oleh karena itu, ada beberapa faktor kelemahan yang harus segera dibenahi oleh para pengelola pendidikan, antara lain yaitu:

  • Lemahnya SDM dalam lembaga pendidikan
  • Sarana dan prasarana yang masih sebatas pada sarana wajib saja
  • Lembaga pendidikan swasta yang pada umumya kurang bisa menangkap peluang, sehingga mereka hanya puas dengan keadaan yang dihadapi sekarang ini.
  • Output pada lembaga pendidikan yang belum sepenuhnya bersaing dengan output lembaga pendidikan yang lain dan sebagainya.

  1. Opportunities (peluang)

Peluang adalah suatu kondisi lingkungan eksternal yang menguntungkan bahkan menjadi formulasi dalam lembaga pendidikan. Situasi lingkungan tersebut misalnya:

  • Kecenderungan penting yang terjadi dikalangan peserta didik.
  • Identifikasi suatu layanan pendidikan yang belum mendapat perhatian.
  • Perubahan dalam keadaan persaingan.
  • Hubungan dengan pengguna atau pelanggan dan sebagainya.

Peluang pengembangan dalam lembaga pendidikan dapat dilakukan antara lain  yaitu:

  • Di era yang sedang krisis moral dan krisis kejujuran seperti ini diperlukan peran serta pendidikan agama  yang lebih dominan.
  • Pada kehidupan masyarakat kota dan modern yang cenderung konsumtif dan hedonis, membutuhkan petunjuk jiwa, sehingga kajian-kajian agama berdimensi sufistik kian menjamur. Ini menjadi salah satu peluang bagi pengembangan lembaga pendidikan  ke depan.
  • Secara historis dan realitas, mayoritas penduduk Indonesia adalah muslim, bahkan merupakan komunitas muslim terbesar di seluruh dunia. Ini adalah peluang yang sangat strategi bagi pentingnya manajemen pengembangan lembaga pendidikan.

Baca Juga Artikel yang Mungkin Terkait : “Analisis Sistem” Pengertian Menurut Para Ahli & ( Fungsi – Tahapan )


  1. Threats (ancaman)

Ancaman merupakan kebalikan dari sebuah peluang, ancaman meliputi faktor-faktor lingkungan yang tidak menguntungkan bagi sebuah lembaga pendidikan. Jika sebuah ancaman tidak ditanggulangi maka akan menjadi sebuah penghalang atau penghambat bagi maju dan peranannya sebuah lembaga pendidikan itu sendiri.


Contoh ancaman tersebut adalah minat peserta didik baru yang menurun, motivasi belajar peserta didik yang rendah, kurangnya kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan tersebut dan lain-lain.


Manfaat Analisis SWOT

Metode analisis SWOT bisa dianggap sebagai metode analisis yang paling dasar yang bermanfaat untuk melihat suatu topik ataupun suatu permasalahan dari 4 empat sisi yang berbeda. Hasil dari analisa biasanya berupa arahan ataupun rekomendasi untuk mempertahankan kekuatan dan untuk menambah keuntungan dari segi peluang yang ada, sambil mengurangi kekurangan dan juga menghindari ancaman.


Jika digunakan dengan benar, analisis ini akan membantu untuk melihat sisi-sisi yang terlupakan atau tidak terlihat selama ini. Dari pembahasan diatas tadi analisis SWOT merupakan instrumen yang bermanfaat dalam melakukan analisis strategi. Analisis ini berperan sebagai alat untuk meminimalisasi kelemahan yang terdapat dalam suatu perusahaan atau organisasi serta menekan dampak ancaman yang timbul dan harus dihadapi.


Secara umum, analisis SWOT dipakai untuk:

  • Menganalisis kondisi diri dan lingkungan pribadi
  • Menganalisis kondisi internal lembaga dan lingkungan eksternal lembaga
  • Menganalisis kondisi internal perusahaan dan lingkungan eksternal perusahaan
  • Mengetahui sejauh mana diri kita di dalam lingkungan kita
  • Mengetahui posisi sebuah lembaga diantara lembaga-lembaga lain
  • Mengetahui kemampuan sebuah perusahaan dalam menjalankan bisnisnya dihadapkan dengan para pesaingnya.

Contoh Analisis SWOT

Berikut ini terdapat beberapa contoh analisis swot, terdiri atas:


Tabel Komponen A : Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran

Kekuatan1.       Memiliki visi, misi, dan tujuan yang tegas dan realistis

2.       Terakreditasi oleh BAN-PT.

Kelemahan1.      Masih kurang selarasnya implementasi antara visi, misi, dan tujuan Akbid X

2.      Visi, misi, tujuan, dan sasaran Akbid X belum tersosialisasi dengan baik, terutama bagi mereka yang baru masuk ke system

Peluang1.      Meningkatnya permintaan dari pengguna lulusan
Ancaman1.      Perkembangan ilmu dan kebutuhan pengguna lulusan yang cepat membutuhkan penyesuaian visi, misi, tujuan dan sasaran

 


Tabel Komponen B: Kepengurusan, Kepemimpinan, Sistem Pengelolaan dan Penjaminan Mutu

Kekuatan1.       Adanya struktur organisasi dan pendeskripsian tugas dan tanggung jawab secara jelas

2.       Tersedianya pedoman kerja bagi para pengurus

3.       Adanya implementasi umpan balik dari mahasiswa atas pelaksanaan PBM

4.       Adanya implementasi umpan balik pengguna lulusan terhadap kinerja lulusan

Kelemahan1.       Pengaturan kerja jabatan fungsional dan struktural belum dilaksanakan secara efektif

2.       Pelaksanaan program kegiatan belum efektif dan efisien

3.       Hasil evaluasi program kegiatan belum ditindaklanjuti secara professional

4.       Jadwal yang sering tidak sesuai dengan kalender akademik.

Peluang1.       Kepercayaan  masyarakat terhadap lembaga

2.       Adanya kerjasama dengan berbagai stakeholders dan organisasi masyarakat lainnya

3.       Adanya komitmen dosen dan mahasiswa dalam peningkatan kualitas

4.       Interaksi dosen dan mahasiswa yang saling mendukung

Ancaman1.       Biaya operasional besar

2.       Tuntutan mahasiswa terhadap layanan yang cepat dan efisien

3.       Daya saing dan mutu lulusan yang tinggi dan berbasis hasil penilaian akreditasi (BAN-PT)

4.       Tuntutan semakin besar terhadap kualitas pengelolaan program

Baca Juga Artikel yang Mungkin Terkait : Marketing Plan adalah


Tabel Komponen C : Mahasiswa dan lulusan

Kekuatan1.       Program Studi yang ada di AkbidX banyak diminati lulusan SLTA dan SMK Kebutuhan daerah akan tenaga kesehatan semakin tinggi
Kelemahan1.       Kurangnya minat mahasiswa untuk mengembangkan diri

2.       Kurang aktifnya mahasiswa dalam kegiatan ekstra dan intra kurikuler

3.       Kurangnya kemampuan bahasa ingris

4.       Kurangnya keinginan mahasiswa untuk memanfaatkan fasilitas yang ada

Peluang1.       Banyaknya permintaan lulusan tenaga kesehatan dari berbagai lembaga terkait

2.       Berbagai pelatihan untuk meningkatkan softskill mahasiswa

3.       Dengan kompetisi yang ketat dalam proses seleksi dan kualitas akademik yang baik calon mahasiswa semasa di SLTA sederajat, ada peluang bagi Akbid X untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas

4.       Lulusan dapat dimanfaatkan dalam memberikan informasi lowongan pekerjaan Akreditasi memberi nilai tambah bagi lulusan Akbid X untuk bersaing di bursa tenaga kerja

Ancaman1.       Munculnya lembaga pendidikan yang menjamin lapangan kerja

2.       Dalam waktu beberapa tahun ke depan kompetisi memperoleh pekerjaan di daerah semakin ketat seiring meningkatnya jumlah lulusan


Tabel Komponen D : SDM

Kekuatan1.      Komitmen yang tinggi dari dosen dalam pelaksanaan Tridharma

2.      Sistem rekruitmen dan seleksi dosen dan tenaga pendukung yang jelas dan terstruktur

Kelemahan1.      Rasio dosen dengan mahasiswa belum sesuai

2.      Kualifikasi pendidikan dosen tetap dan tenaga penunjang belum memenuhi tuntutan pasar

3.      Implementasi umpan balik terhadap kurikulum dari masyarakat pengguna lulusan belum dilaksanakan secara optimal

Peluang1.      Akbid X berkomitmen untuk mengembangkan kurikulum pada program studi  melalui penyediaan sarana, prasarana dan pengingkatan kualitas SDM
Ancaman1.    Perkembangan ilmu dan bidang kesehatan yang sangat cepat

2.    Tuntutan masyarakat dan pengguna lulusan terhadap relevansi kurikulum dengan dunia kerja


Tabel untuk Komponen E:Kurikulum, Pembelajaran dan Suasana Akademik

Kekuatan1.       Kurikulum yang secara berkala disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan kerja

2.       Adanya regulasi dalam proses pengerjaan tugas akhir untuk mempercepat kelulusan

3.       Kurikulum dirancang untuk mengembangkan potensi kemampuan mahasiswa

4.       Penggunaan fasilitas multimedia pada proses belajar mengajar

Kelemahan1.       Suasana akademik dan lingkungan yang masih belum kondusif

2.       Peralatan laboratorium yang masih kurang memadai

3.       GBPP dan SAP belum lengkap untuk seluruh mata kuliah

4.       Ketidak sesuaian antara silabus dengan mata kuliah yang disampaikan.

5.       Banyak mata kuliah piliha yang kurang tepat untuk diadakan

6.       Instrumen monitoring aktivitas staf dan mahasiswa masih lemah

7.       Mekanisme umpan balik dari mahasiswa dalam pelaksanaan pengajaran masih lemah

8.       Kurangnya fasilitas laboratorium dapat mengurangi penguasaan dan pemahaman mahasiswa

Peluang1.       Adanya kebijakan DIKTI mengenai otonomi progam studi

2.       Untuk revisi kurikulum dapat menjalin kerjasama dengan institusi yang lebih mapan dan dengan institusi pemerintah maupun swasta sebagai pengguna lulusan sekaligus menjaring umpan balik

3.       Kerjasama dengan institusi swasta dan pemerintah, dapat dimanfaatkan sebagai tempat magang atau praktek untuk menambah pemahaman dan wawasan mahasiswa

Ancaman1.       Perkembangan teknologi yang cepat menyebabkan kompetensi lulusan yang dibutuhkan di lapangan kerja berubah

2.       Kebutuhan pasar yang cepat berubah mengharuskan perubahan kurikulum mengikuti perubahan pasar

3.       Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang cepat menyebabkan proses pedidikan harus terus menyesuaikan diri agar up-to-date

Baca Juga Artikel yang Mungkin Terkait : Makalah Manajemen Strategi


Tabel Komponen F:Pembiayaan, Sarana, Prasarana dan Sistem Informasi

Kekuatan1.       Adanya dana hibah untuk pengembangan kegiatan dan fasilitas laboratorium

2.       Mahasiswa memiliki opsi koleksi bahan ajar di perpustakaan, juga e-journal terakreditasi nasional dan internasional

3.       Tersedianya hibah kompetisi untuk penelitian dan pengabdian masyarakat

Kelemahan1.       Koleksi buku untuk mata kuliah masih minim

2.       Kurangnya peralatan laboratorium yang menunjang penelitian dosen

3.       Belum optimalnya aplikasi hasil penelitian ke masyarakat

4.       Kuantitas kegiatan pengabdian masyarakat oleh dosen masih rendah

5.       Keterlibatan mahasiswa dalam penelitian dosen masih rendah

6.       Keikutsertaan mahasiswa dalam ajang lomba karya ilmiah /PKM masih rendah

7.       Belum semua dosen mempublikasikan hasil penelitiannya pada tingkat internasional

8.       Kurangnya buku/jurnal terbaru bidang kesehatan di perpustakaan

Peluang1.       Kesempatan mendapatkan dana penelitian dan pengabdian baik dari DIKTI maupun lembaga lain cukup tinggi

2.       Kebutuhan masyarakat akan aplikasi teknologi dari ilmu kesehatan sangat tinggi

3.       Banyak komponen masyarakat yang memerlukan sosialisasi/bimbingan terkait bidang keilmuan dan profesi kesehatan yanng ada di Akbid X

4.       Adanya permintaan dari berbagai instansi terhadap ahli bidangkesehatan

5.       Pesatnya perkembangan teknologi di bidang kesehatan sebagai pendorong terciptanya penelitian inovatif

Ancaman1.       Banyaknya program studi di universitas lain

2.       Tingkat kepedulian dan penghargaan masyarakat terhadap hasil-hasil penelitian masih rendah

3.       Persaingan untuk mendapatkan dana penelitian/pengabdian semakin tinggi


Demikianlah pembahasan mengenai Analisis SWOT – Pengertian, Tujuan, Faktor, Manfaat & Contoh semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian semua,, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂