Anemia adalah

Diposting pada

Anemia adalah – Pengertian Menurut Para Ahli, Kadar, Tanda, Proses, Penyebab & Pencegahan – Untuk pembahasan kali ini kami akan mengulas mengenai Anemia yang dimana dalam  hal ini meliputi pengertian menurut para ahli, kadar, tanda, proses, penyebab dan pencegahan, nah agar lebih dapat memahami dan dimengerti simak ulasan selengkapnya dibawah ini.

Anemia-adalah

Pengertian Anemia

Anemia atau bahasa Yunani berarti tanpa darah, yang adalah penyakit tanpa darah yang ditandai dengan kadar Hemoglobin “Hb” dan sel darah merah “eritrosit” lebih rendah dibandingkan normal. Anemia secara fungsional didefinisikan sebagai penurunan jumlah massa eritrosit “red cell mass” sehingga tidak dapat memenuhi fungsinya untuk membawa oksigen dalam jumlah yang cukup ke jaringan perifer “penurunan oxygen caring capacity”, yang secara praktis anemia ditunjukkan oleh penurunan kadar hemoglobin, kemudian hematokrit.

Baca Juga Artikel yang Mungkin Terkait : “Autisme” Pengertian & ( Jenis – Tingkatan )


Pengertian Anemia Menurut Para Ahli

Adapun pengertian anemia dari beberapa para ahli yang diantaranya yaitu:


  1. Menurut Tarwoto “2007”

Anemia ialah kondisi berkurangnya sel darah merah “eritosit dalam sirkulasi darah atau massa hemoglobin, sehingga tidak mampu memenuhi fungsinya sebagai pembawa oksigen ke seluruh jaringan.


  1. Menurut Bakta “2006”

Anemia didefinisikan sebagai penurunan jumlah massa eritrosit sehingga tidak dapat memenuhi fungsinya untuk membawa oksigen dalam jumlah yang cukup ke jaringan perifer oleh penurunan kadar hemoglobin.


  1. Menurut Arisman “2007”

Anemia merupakan keadaan menurunnya kadar hemoglobin, hematokrit dan jumlah sel darah merah di bawah nilai normal. Anemia terjadi sebagai akibat dari defisiensi salah satu atau beberapa unsur makanan yang esensial yang dapat mempengaruhi timbulnya defisiensi tersebut.


  1. Menurut Budiyanto “2002”

Anemia merupakan kondisi kurangnya sel darah merah “eritrosit” seseorang, Anemia dapat terjadi karena kurangnya hemoglobin yang berarti juga minimnya oksigen ke seluruh tubuh.


Kadar Hemoglobin dan Kriteria Anemia

Kadar hemoglobin berdasarkan jenis kelamin dan rentang usia menurut WHO “1968” ialah sebagai berikut:

  • Laki-laki: hemoglobin < 13 g/dL
  • Wanita dewasa tidak hamil: hemoglobin < 12 g/dL
  • Wanita hamil: hemoglobin < 11 g/dL
  • Anak umur 6-14 tahun: hemoglobin < 12 g/dL
  • Anak umur 6 bulan-6 tahun: hemoglobin < 11 g/dL

Baca Juga Artikel yang Mungkin Terkait : Hipertensi Adalah


Kriteria anemia berdasarkan kadar hemoglobin menurut WHO ialah sebagai berikut:

  1. Ringan sekali: Hb 10 g/dL sd Batas Normal
  2. Ringan: Hb 8 g/dL sd 9.9 g/dL
  3. Sedang: Hb 6 g/dL sd 7.9 g/dL
  4. Berat: Hb < 6 g/dL

Departemen Kesehatan menetapkan kriteria anemia sebagai berikut:

  • Ringan sekali: Hb 11 g/dL sd Batas Normal
  • Ringan: Hb 8 g/dL sd < 11 g/dL
  • Sedang: Hb 5 g/dL sd < 8 g/dL
  • Berat: Hb < 5 g/dL

Tanda-Tanda Anemia

Gejala anemia disebut juga sebagai sindrom anemia atau anemic syndrome. Gejala umum anemia atau sindrom anemia adalah gejala yang timbul pada semua jenis Anemia pada kadar hemoglobin yang sudah menurun sedemikian rupa dibawah titik tertentu. Gejala ini timbul karena anoksia organ target dan mekanisme kompensasi tubuh terhadap penurunan hemoglobin.


Terdapat tiga tanda-tanda Anemia secara umum yaitu “Kurniawan dkk, 1998”:

  1. Lesu, Lemah, Letih, Lelah, Lalai “5L”
  2. Sering mengeluh pusing dan mata berkunang-kunang
  3. Gejala lebih lanjut adalah kelopak mata, bibir, lidah, kulit dan telapak tangan menjadi pucat

Sementara gejala khas yang menjadi ciri dari masing-masing jenis anemia adalah sebagai berikut “Handayani dan Haribowo, 2008”:

  • Anemia defisiensi besi: disfagia, atrofi papil lidah, stomatitis angularis
  • Anemia defisisensi asam folat: lidah merah “buffy tongue”
  • Anemia hemolitik: ikterus dan hepatosplenomegali
  • Anemia aplastik: perdarahan kulit atau mukosa dan tanda-tanda infeksi

Proses Terjadinya Anemia

Mekanisme dasar terjadinya anemia dalam tubuh disebabkan 3 proses uatam yaitu kurangnya produksi sel darah merah yang sehat oleh “Pabrik” nya, kehilangan sel darah merah dalam jumlah besar dan dihancurkannya sel darah merah dalam jumlah yang besar dalam tubuh itu sendiri. Timbulnya anemia mencerminkan adanya kegagalan sum-sum tulang atau kehilangan sel darah merah berlebihan atau keduanya.


Kegagalan sum-sum tulang dapat terjadi akibat kekurangan nutrisi, pajanan toksik, tumor atau kebanyakan akibat penyebab yang tidak diketahui. Sel darah merah dapat hilang melalui perdarahan atau hemolisis (destruksi) pada kasus yang disebut terakhir, masalah dapat akibat efek sel darah merah yang tidak sesuai dengan ketahanan sel darah merah normal atau akibat beberapa factor diluar sel darah merah yang menyebabkan destruksi sel darah merah.


Lisis sel darah merah (disolusi) terjadi terutama dalam sistem fagositik atau dalam sistem retikuloendotelial terutama dalam hati dan limpa. Sebagai hasil samping proses ini bilirubin yang sedang terbentuk dalam fagosit akan masuk dalam aliran darah. Setiap kenaikan destruksi sel darah merah (hemolisis) segera direpleksikan dengan meningkatkan bilirubin plasma (konsentrasi normalnya 1 mg/dl atau kurang ; kadar 1,5 mg/dl mengakibatkan ikterik pada sclera.

Baca Juga Artikel yang Mungkin Terkait : “Gastritis” Pengertian & ( Tanda – Gejala – Faktor Penyebab )


Penyebab Anemia

Faktor-faktor penyebab terjadinya anemia defisiensi zat besi adalah:Kurangnya zat besi dalam makanan yang dikonsumsi. Malabsorbsi zat besi ( penyerapan zat besi yang tidak optimal) akibat diare kronis, pembedahan tertentu pada saluran pencernaan seperti lambung.


Zat besi diabsorpsi dari saluran pencernaan. Sebagian besar, zat besi diabsorpsi dari usus halus bagian atas terutama duodenum. Bila terjadi gangguan saluran pencernaan, maka absorpsi zat besi dari saluran pencernaan menjadi tidak optimal. Hal itu menyebabkan kurangnya kadar zat besi dalam tubuh sehingga pembentukan sel darah merah terhambat.


Mahasiswa yang menderita anemia atau kekurangan darah tidak akan memiliki semangat beiajar yang tinggi karena sulit untuk berkonsentrasi. Kadar hemoglobin yang rendah pada mahasiswa akan menurunkan kemampuan belajar dan daya tahan tubuh. Akibatnya, seperti yang telah disebutkan bahwa anemia secara tidak langsung berpengaruh terhadap proses belajar mahasiswa.


Akibat yang Ditimbulkan Anemia

Gejala anemia defisiensi besi : mudah lelah, jantung sering berdebar-debar (terutama saat berolahraga), napas pendek dan kepala sakit (terutama saat berolahraga), sulit berkonsentrasi dan kepala pusing, kulit menjadi pucat, kram kaki, insomnia, merasa lapar dan ingin makan sesuatu yang aneh, semisal kertas, es, atau bahkan kotoran (kelainan ini dikenal dengan “pica”), kuku berbentuk kurva ke atas, rasa sakit dan terdapat luka pada bagian mulut.


Dampak dari anemia dapat meningkatkan risiko menderita infeksi karena daya tahan tubuh menurun. Anemia juga dapat berpengaruh dalam penentuan prestasi akademik mahasiswa. Mahasiswa yang mengalami anemia dapat mengalami penurunan kemampuan dan konsentrasi belajar, menghambat pertumbuhan fisik dan perkembangan kecerdasan otak.


Dampak yang timbul semakin luas, misalnya mudah letih, rentan terhadap serangan penyakit serta tidak bergairah melakukan aktifitas yang padat. Padahal dalam kenyataannya mahasiswa juga dituntut untuk dapat melakukan aktifitas yang banyak. Selain itu juga pada mahasiswa putri gejala anemi lebih besar daripada mahasiswa putra karena perempuan mempunyai tingkat Hb yang lebih rendah dibandingkan laki-laki.

Baca Juga Artikel yang Mungkin Terkait : Infertilitas Adalah


Pencegahan Anemia

Langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah anemia, antara lain sebagai berikut “Tarwoto dkk, 2010”:

  • Makan-makanan yang mengandung zat besi dari bahan hewani “daging, ikan, ayam, hati dan telur” dan dari bahan nabati “sayuran yang berwarna hijau tua, kacang-kacangan dan tempe”.
  • Banyak makan-makanan sumber vitamin C yang bermanfaat untuk meningkatkan penyerapan zat besi misalnya: jambu, jeruk, tomat dan nanas.
  • Minum 1 tablet penambah darah setiap hari, khususnya saat mengalami haid.
  • Bila merasakan adanya tanda dan gejala anemia, segera konsultasikan ke dokter untuk dicari penyebabnya dan diberikan pengobatan.

Demikianlah pembahasan mengenai Anemia adalah – Pengertian Menurut Para Ahli, Kadar, Tanda, Proses, Penyebab & Pencegahan semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian semua,, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂

Mungkin Dibawah Ini yang Kamu Butuhkan