Angka Romawi

Diposting pada

Sejarah Bilangan Romawi

Angka Romawi – Pengertian, Bilangan, Rumus, mmxviii Dan Contoh – DosenPendidikan.Com – Selain bilangan asli, bilangan cacah, bilangan bulat, maupun bilangan pecahan yang telah kita pelajari, satu lagi himpunan bilangan yang akan kita pelajari adalah bilangan Romawi.

Angka Romawi


Sebelum mengadopsi sistem bilangan Hindu Arab orang menggunakan penyimbolan dengan tangan yang ditemukan oleh bangsa Romawi. Tepatnya digunakan pada periode warisan bangsa Etruscan. Penomoran bangsa Romawi didasarkan pada sistem biquinary.


Asal Usul Bilangan Romawi I=1, V=5, dan X=10.

Asal Usul Bilangan Romawi

Sistem numerasi Romawi sudah dikenal sejak tahun 260 SM. Sistem numerasi yang kita kenal saat ini adalah pengembangan dari sistem yang lama. Menurut sejarah, angka romawi udah ada sejak jaman romawi kuno. Pada zaman dahulu kala orang romawi kuno menggunakan penomoran tersendiri yang sangat berbeda dengan sistem penomeran pada jaman seperti sekarang. Angka romawi hanya terdiri dari 7 nomor dengan simbol huruf tertentu di mana setiap huruf melambangkan / memiliki arti angka tertentu.


Awalnya system perhitungannya diadaptasi dari system perhitungan milik bangsa Etruscan. Begitu dengan angka- angkanya, mirip banget dengan angka- angka milik bangsa Etruscan (disimbolkan berdasarkan huruf dan gambar). Berhubung angka- angka Etruscan susah buat ditulis maupun di baca, akhirnya pada abad pertengahan angka romawi di sederhanakan. Contoh dalam bahasa Etruscan tertulis angka- angka : I ^ X П 8 П . nah, dalam deretan angka romawi yang baru angka –angka itu berubah menjadi : I V X L C M.


Baca Juga : Pesawat Sederhana


Secara umum, bilangan Romawi terdiri dari 7 angka (dilambangkan dengan huruf) sebagai berikut.

  • I melambangkan bilangan 1
  • V melambangkan bilangan 5
  • X melambangkan bilangan 10
  • L melambangkan bilangan 50
  • C melambangkan bilangan 100
  • D melambangkan bilangan 500
  • M melambangkan bilangan 1.000

Untuk bilangan-bilangan yang lain, dilambangkan oleh perpaduan (campuran) dari ketujuh lambang bilangan tersebut.


Aturan Penjumlahan Bilangan Romawi

Untuk membaca bilangan Romawi, dapat kita uraikan dalam bentuk penjumlahan seperti pada contoh berikut ini.

Contoh:

  • II   = I + I

= 1 + 1
= 2

Jadi, II dibaca 2


  • VIII = V + I + I + I

= 5 + 1 + 1 + 1
= 8

Jadi, VIII dibaca 8

LXXVI = L + X + X + V + I

= 50 + 10 + 10 + 5 + 1
= 76

Jadi, LXXVI dibaca 76


  • CXXXVII = C + X + X + X + V + I + I

= 100 + 10 + 10 + 10 + 5 + 1 + 1
= 137

Jadi, CXXXVII dibaca 137

Dari contoh-contoh di atas maka dapat di ketahui bahwa : makin ke kanan, nilainya semakin kecil. Tidak ada lambang bilangan dasar yang berjajar lebih dari tiga. Dari contoh-contoh tersebut dapat kita tuliskan aturan pertama dalam membaca lambang bilangan Romawi sebagai berikut.

  • Jika lambang yang menyatakan angka lebih kecil terletak di kanan, maka lambang-lambang Romawi tersebut dijumlahkan.
  • Penambahnya paling banyak tiga angka.

Baca Juga : Pertidaksamaan Linear Satu Variabel


Aturan Pengurangan Bilangan Romawi

Bagaimana jika lambang yang menyatakan angka lebih kecil terletak di sebelah kiri? Untuk membaca bilangan Romawi, dapat kita uraikan dalam bentuk pengurangan seperti pada contoh berikut ini.

Contoh:

  • IV = V – I

= 5 – 1
= 4

Jadi, IV dibaca 4

  • IX = X – I

= 10 – 1
= 9

Jadi, IX dibaca 9

  • XL = L – X

= 50 – 10
= 40

Jadi, XL dibaca 40


Dari contoh-contoh tersebut dapat kita tuliskan aturan kedua dalam membaca lambang bilangan Romawi sebagai berikut.

  • Jika lambang yang menyatakan angka lebih kecil terletak di kiri, maka lambang-lambang Romawi tersebut dikurangkan.
  • Pengurangan paling banyak satu angka.
  • Angka I hanya boleh mengurangi angka V dan X.
  • Angka X hanya boleh mengurangi angka L dan C.
  • Angka C hanya boleh mengurangi angka D dan M.

Baca Juga : Persamaan Linear Satu Variabel


Aturan Gabungan

Dari kedua aturan di atas (penjumlahan dan pengurangan) dapat digabung sehingga bisa lebih jelas dalam membaca lambang bilangan Romawi. Mari kita perhatikan contoh berikut ini.

Contoh:

  • XIV = X + (V – I)

= 10 + (5 – 1)
= 10 + 4
= 14

Jadi, XIV dibaca 14


  • MCMXCIX = M + (M – C) + (C – X) + (X – I)

= 1.000 + (1.000 – 100) + (100 –10) + (10 – 1)
= 1.000 + 900 + 90 + 9
= 1.999

Jadi, MCMXCIX dibaca 1.999


Menuliskan Bilangan Romawi

Setelah bisa membaca bilangan Romawi, tentu kamu juga bisa menuliskan lambang bilangan Romawi dari bilangan asli yang ditentukan. Aturan-aturan dalam menuliskan lambang bilangan Romawi sama dengan yang telah kalian pelajari di depan. Mari kita perhatikan contoh berikut ini.


Baca Juga : 1 inci Berapa cm


Contoh:

  • 24 = 20 + 4

= (10 + 10) + (5 – 1)
= XX + IV
= XXIV

Jadi, lambang bilangan Romawi 24 adalah XXIV


  • 48 = 40 + 8

= (50 – 10) + (5 + 3)
= XL + VIII
= XLVIII

Jadi, lambang bilangan Romawi 48 adalah XLVIII


  • 139 = 100 + 30 + 9

= 100 + (10 + 10 + 10) + (10 – 1)
= C + XXX + IX
= CXXXIX

Jadi, lambang bilangan Romawi 139 adalah CXXXIX


  • 496 = 1.000 + 400 + 90 + 6

= 1.000 + (500 – 100) + (100 – 10) + (5 + 1)
= M + CD + XC + VI
= MCDXCVI

Jadi, lambang bilangan Romawi 1.496 adalah MCDXCVI


Baca Juga : Persamaan Linear Dua Variabel


Kekurangan Angka Romawi

Angka Romawi sangat umum digunakan sekarang ini, antara lain digunakan di jam, bab buku, penomoran sekuel film, penomoran seri event olahraga seperti Olimpiade. Namun begitu, angka romawi memiliki kekurangan dalam penomoran  yaitu:

  1. Tidak ada angka nol / 0
  2. Terlalu panjang untuk menyebut bilangan tertentu
  3. Terbatas untuk bilangan-bilangan kecil saja

Untuk menutupi kekurangan angka romawi pada keterbatasan angka kecil, maka dibuat pengali seribu dengan simbol garis strip di atas simbol hurup (kecuali I).

  1. V / v dengan garis di atas untuk angka lima ribu / 5000
  2. X / x dengan garis di atas untuk angka sepuluh ribu / 10000
  3. L / l dengan garis di atas untuk angka lima puluh ribu / 50000
  4. C / c dengan garis di atas untuk angka seratus ribu / 100000
  5. D / d dengan garis di atas untuk angka lima ratus ribu / 500000
  6. M / m dengan garis di atas untuk angka satu juta / 1000000

Rumus Angka Romawi

Angka Romawi disusun dari kiri ke kanan dalam urutan penurunan nilai dan tambah. Misalnya, MMII = 2 * 1000 + 2 * 1 = 2002. Jika angka yang lebih rendah muncul s ebelum yang lebih tinggi, maka dia dikurangi dari nilai yang lebih tinggi, tidak ditambahkan ke total.


Baca Juga : 1 Hektar Berapa Meter


Misalnya, IX = -1 + 10 = 9. Demikian pula, XC = -10 + 100 = 90, dan XL = -10 + 50 = 40. Hal ini untuk menghindari writting angka Romawi d engan lebih dari tiga kejadian berturut-turut huruf yang sama, misalnya, IV <- I III, XL <- XXXX. Contoh: MCMXLIX = = = = MCMXLIX 1000 + (-100 + 1000) + (-10 + 50) + (-1 + 10) 1000 + 900 + 40 + 9 1.949 Namun, MMMM = 4000 karena tidak ada karakter untuk nilai yang lebih besar dari 1 000.


Demikianlah penjelasan artikel diatas tentang Angka Romawi – Pengertian, Bilangan, Rumus, mmxviii Dan Contoh semoga dapat bermanfaat bagi pembaca setia DosenPendidikan.Com