Asam Oksalat : Pengertian, Msds, Rumus, Sifat, Bahaya & Kegunaannya

Diposting pada

Asam Oksalat : Pengertian, Msds, Rumus, Sifat, Bahaya & Kegunaannya – DosenPendidikan.Com – Dalam hal ini Asam Oksalat sendiri pertama kali disentisisikan oleh Carl W. Scheele pada tahun 1776 yakni dengan cara mengoksidasi senyawa gula dengan asam nitrat, dan pada tahun 1829, Guy Lusaac menemukan bahwa senyawa asam oksalat dapat diproduksi juga dengan cara meleburkan serbuk gergaji dengan larutan alkali. Nah untuk lebih jelasnya simak ulasan selengkapnya dibawah ini.


Pengertian Asam Oksalat

Asam oksalat merupakan senyawa kimia yang memiliki rumus H2C2O4, yang nama sistematisnya adalah asam etanadioat. Asam organic yang terdapat pada senyawa ini relatif lebih kuat. Kekuatan asam senyawa ini 10.000 kali lebih kuat dari asam asetat.


Asam dikarboksilat yang sangat sederhana ini biasa digambarkan dengan rumus HOOC-COOH. Dalam senyawa ini, yang dikenal sebagai oksalat ada pada anionnya. Nama lain dari oksalat adalah agen pereduktor. Asam oksalat akan membentuk endapan yang tak larut bila direaksikan dengan banyak ion logam. Salah satu contoh dari reaksi ini adalah kalsium oksalat (CaOOC-COOCa).


Selain itu, asam oksalat adalah asam dikarboksilat yang hanya terdiri dari dua atom C pada masing-masing molekul, yang menyebabkan dua gugus karboksilat berada berdampingan. Letak gugus karboksilat yang berdampingan ini mengakibatka asam oksalat mempunyai konstanta dissosiasi yang lebih besar daripada asam-asam organik lain.


Besar konstanta disosiasi  yang dimiliki oleh asam oksalat ini adalah (K1) = 6,24.10­­­­-2 dan K2 = 6,1.10-5). Dengan adanya besar konstanta dissosiasi dapat dibuktikan bahwa asam oksalat lebih kuat daripada senyawa homolognya dengan rantai atom karbon lebih panjang.


Asam Oksalat Msds (Material Safety Data Sheet)

Identifikasi Produk

 

Identifikasi Produk


Sifat Fisik Dan Kimia (Dihidrat)

Sifat Fisik Dan Kimia (Dihidrat)


Penanganan Dan Penyimpanan

Simpan dalam wadah tertutup rapat. Melindungi dari kerusakan fisik. Simpan dalam tempat yang sejuk kering, berventilasi jauh dari sumber panas, kelembaban dan tidak kompatibel. Wadah bahan ini mungkin berbahaya ketika kosong karena mereka mempertahankan residu produk (debu, padat); mengamati semua peringatan dan tindakan pencegahan untuk produk yang tercantum.


Tindakan Pertolongan Pertama

  • Penghirupan :

Hapus untuk udara segar. Jika tidak bernapas, berikan pernapasan buatan. Jika sulit bernapas, berikan oksigen. Panggil dokter segera.

  • Penelanan :

JANGAN MENYEBABKAN MUNTAH! Berikan sejumlah besar air kapur atau susu untuk diminum. Jangan memberikan apapun melalui mulut kepada orang yang tidak sadar. Panggil dokter segera.

  • Kontak Kulit :

Dalam kasus kontak, menghapus kelebihan dari kulit maka kulit segera siram dengan banyak air sekurang-kurangnya 15 menit saat menghapus pakaian yang terkontaminasi dan sepatu. Cuci pakaian sebelum digunakan kembali. Panggil dokter segera.

  • Kontak Mata :

Segera basuh mata dengan aliran lembut tetapi besar air selama minimal 15 menit, mengangkat kelopak mata bawah dan atas sesekali. Panggil dokter segera


Tindakan Penanggulangan Kebakaran

  • Api :

Asam oksalat adalah padat mudah terbakar di bawah 101C (215F)

  • Ledakan :

Bereaksi eksplosif dengan bahan pengoksidasi kuat dan beberapa senyawa perak.

  • Media Pemadam Kebakaran :

Semprotan air, bahan kimia kering, busa alkohol, atau karbon dioksida. Busa atau air pada asam oksalat cair dapat menyebabkan buih. Semprotan air dapat digunakan untuk menjaga agar wadah tersebut tetap dingin.

  • Informasi Khusus :

Dalam hal kebakaran, mengenakan pakaian pelindung penuh dan disetujui NIOSH-mandiri alat bernafas dengan penutup wajah penuh dioperasikan dalam permintaan tekanan atau mode tekanan positif lainnya.


Rumus Asam Oksalat

Rumus kimia dari asam oksalat yakni H2C2O4

Asam dikarboksilat paling sederhana ini biasa digambarkan dengan rumus HOOC-COOH. Merupakan asam organik yang relatif kuat, 10.000 kali lebih kuat daripada asam asetat. Di-anionnya, dikenal sebagai oksalat, juga agen pereduktor. Banyak ion logam yang membentuk endapan tak larut dengan asam oksalat, contoh terbaik adalah kalsium oksalat(CaOOC-COOCa), penyusun utama jenis batu ginjal yang sering ditemukan.


Rumus kimia dari asam oksalat

 

Asam oksalat adalah asam dikarboksilat yang hanya terdiri dari dua atom C pada masing-masing molekul, sehingga dua gugus karboksilat berada berdampingan. Karena letak gugus karboksilat yang berdekatan, asam oksalat mempunyai konstanta dissosiasi yang lebih besar daripada asam-asam organik lain. 


Di-anionnya juga dikenal sebagai oksalat atau agen pereduktor, saat ini banyak ion logam terbentuk menjadi endapat tak larut dengan asam oksalat, contoh pada kasus ini yang terbaik ialah kalsium oksalat “CaOOC-COOCa” penyusun utama pada jenis batu ginjal yang sering ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.

Baca juga : Pengertian Unsur, Senyawa Dan Campuran Beserta Contohnya Lengkap


Sifat-Sifat Asam Oksalat

Adapun sifat-sifat asam oksalat yang diantaranya yaitu:

  • Larut di dalam alkohol
  • Jika dalam keadaan yang murni berupa senyawa kristal atau larut dalam air
  • Senyawa ini berwarna putih
  • Melting point : 101.5 derajat celcius
  • Tidak berbau
  • Nilai densitas : 1,6530 gram/cm3
  • “Delta” Hf “180 derajat celcius” : -1442 kj/mol
  • Berat molekul : 126 gr/mol
  • Nilai pH “0,1 M” : 1,3

Bahan Makanan yang Mengandung Asam Oksalat

Asam oksalat dapat ditemukan dalam bentuk bebas ataupun dalam bentuk garam. Bentuk yang lebih banyak ditemukan adalah bentuk garam. Kedua bentuk asam oksalat tersebut terdapat, baik dalam bahan nabati maupun hewani. Jumlah asam oksalat dalam tanaman lebih besar daripada hewan. Diantara tanaman yang digunakan untuk nutrisi manusia dan hewan, atau tanaman yang ditemukan dalam makanan hewan; yang paling banyak mengandung oksalat adalah spesies Spinacia, Beta, Atriplex, Rheum, Rumex, Portulaca, Tetragonia, Amarantus, Musa parasisiaca.


Daun teh, daun kelembak dan kakao juga mengandung oksalat cukup banyak. Demikian juga beberapa spesies mushrooms dan jamur (Asperegillus niger, Baletus sulfurous, Mucor, Sclerotinia dan sebagainya.) menghasilkan asam oksalat dalam jumlah banyak (lebih dari 4-5 gram untuk setiap 100 gram berat kering), baik dalam bentuk penanaman terisolasi dan dalam bahan makanan atau makanan ternak dimana jamur tersebut tumbuh.


Distribusi asam oksalat pada bagian-bagian tanaman tidak merata. Bagian daun umumnya lebih banyak mengandung asam oksalat dibandingkan dengan tangkai, sedangkan dalam Poligonaceae, kandungan asam oksalat pada petiole hampir dua kali lebih besar daripada tangkai. Umumnya daun muda mengandung asam oksalat lebih sedikit dibandingkan dengan daun tua. Misalnya pada daun Chenopodiaceae, proporsi asam oksalat dapat bertambah dua kali lipat selama proses penuaan.


Bahan makanan yang mengandung oksalat dapat diklasifikasikan menjadi tiga kelompok, yaitu;

  1. Produk-produk dimana miliequivalen asam oksalat yang terkandung jumlahnya 2-7 kali lebih besar daripada kalsium, seperti bayam, orach, daun beet dan akar beet, sorrel, sorrel kebun, kelembak dan bubuk kakao. Bahan makanan ini tidak hanya menyebabkan kalsium yang terkandung di dalamnya tak dapat dimanfaatkan tetapi dengan besarnya asam oksalat yang terkandung dapat mengendapkan kalsium yang ditambahkan dari produk-produk lain, atau jika tidak ada kalsium yang ditambahkan, dapat berpengaruh toksis.
  2. Pada produk-produk seperti kentang, amaranth, gooseberries, dan currants, asam oksalat dan kalsium terdapat dalam jumlah yang hampir setara (1±0,2), dengan demikian diantara keduanya saling menetralkan/menghapuskan, olah karena itu tidak memberikan kalsium yang tersedia bagi tubuh. Tetapi mereka tidak mengganggu penggunaan kalsium yang diberikan oleh produk lain dan oleh karena itu tidak menimbulkan pengaruh anti mineralisasi seperti pada produk kelompok pertama.
  3. Bahan makanan yang meskipun mengandung asam oksalat dalam jumlah yang cukup banyak, tapi karena pada bahan tersebut kaya akan kalsium, maka bahan makanan tersebut merupakan sumber kalsium. Yang termasuk dalam kelompok ini adalah selada, dandelion, cress, kobis, bunga kol (terutama brokoli), kacang hijau, dan terutam green peas, koherabbi, block raddish, green turnip, dan dalam jumlah sedikit pada semua sayuran dan buah-buahan.

Kegunaan Asam Oksalat

Asam oksalat memiliki banyak kegunaan didalam skala industri dan diproduksi juga dengan kegunaan sebagai berikut:

  1. Senyawa ini sensitif pada cahaya “detektor, kamera, dll”
  2. Sebagai bahan pelarut produk perawatan kebersihan pada wanita
  3. Salah satu bahan campuran produk barang detergent dan pembersih lainnya
  4. Sebagai pelarut senyawa organik
  5. Digunakan sebagai bahan aditif pada makanan
  6. Sebagai bahan pelapis yang melindungi logam dari kerak.
  7. Menetralkan kelebihan alkali pada pencucian dan sebagai bleching.
  8. Bahan pencampur zat warna dalam industry tekstil dan cat.
  9. Sebagai inisiator dalam pabrik polimer.

 

Artikel terkait : “Bahan Kimia Alami Dalam Makanan” Pengertian & ( Macam – Macam )


Bahaya Asam Oksalat

Pengaruh Asam Oksalat terhadap Tubuh Manusia

Asam oksalat bersama-sama dengan kalsium dalam tubuh manusia membentuk senyawa yang tak larut dan tak dapat diserap tubuh, hal ini tak hanya mencegah penggunaan kalsium yang juga terdapat dalam produk-produk yang mengandung oksalat, tetapi menurunkan CDU dari kalsium yang diberikan oleh bahan pangan lain. Hal tersebut menekan mineralisasi kerangka dan mengurangi pertambahan berat badan.


Asam oksalat dan garamnya yang larut air dapat membahayakan, karena senyawa tersebut bersifat toksis. Pada dosis 4-5 gram asam oksalat atau kalium oksalat dapat menyebabkan kematian pada orang dewasa, tetapi biasanya jumlah yang menyebabkan pengaruh fatal adalah antara 10 dan 15 gram. Gejala pada pencernaan (pyrosis, abdominal kram, dan muntah-muntah) dengan cepat diikuti kegagalan peredaran darah dan pecahnya pembuluh darah inilah yang dapat menyebabkan kematian.


Identifikasi Bahaya

  • Potensi Efek Kesehatan Akut

Sangat berbahaya dalam kasus kontak kulit (iritan), kontak mata (iritan), tertelan, terhirup. Berbahaya dalam kasus kontak kulit (permeator), dari kontak mata (korosif). Sedikit berbahaya dalam kasus kontak kulit (korosif). Jumlah kerusakan jaringan tergantung pada lamanya kontak.


Kontak mata dapat mengakibatkan kerusakan kornea atau kebutaan. Kontak dengan kulit dapat menyebabkan peradangan dan lepuhan. Menghirup debu akan menghasilkan iritasi pada saluran gastro-usus atau pernafasan, ditandai dengan rasa terbakar, bersin dan batuk. Parah over-eksposur dapat merusak paru-paru, sesak nafas, pingsan atau kematian. Peradangan mata ditandai dengan kemerahan, gatal dan penyiraman. Peradangan kulit ditandai dengan gatal, scaling, memerah, atau, kadang-kadang, terik.


Bentuk Asam Oksalat

Asam oksalat dengan rumus molekul H2C204 salah satu zat baku primer dan juga asam oksalat ini murni berupa serbuk putih dan juga memiliki ciri sangat mudah larut. Senyawa asam oksalat ini juga termasuk senyawa asam yang lemah karena dia hanya melepaskan ion H+ dan juga tidak dapat terionisasi.

 

Demikianlah pembahasan mengenai Asam Oksalat : Pengertian, Msds, Rumus, Sifat, Bahaya & Kegunaannya semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian semua,, terima kasih banyak atas kunjungannya.