Materi Biologi

Diposting pada

Untuk hal ini Ilmu biologi oleh Aristoteles, ilmuwan yang berkebangsaan Yunani. Dalam terminologi Aristoteles, “filosofi alam” ialah cabang filosofi yang meneliti fenomena alam dan mencakupi bidang yang kini disebut sebagai fisika, biologi, dan ilmu pengetahuan alam lainnya.

Biologi-adalah

Aristoteles melakukan penelitian sejarah alam di pulau Lesbos. Hasil penelitiannya, termasuk Sejarah Hewan, Generasi Hewan dan Bagian Hewan, berisi beberapa observasi dan interpretasi dana juga terdapat mitos dan kesalahan. Bagian yang penting ialah mengenai kehidupan laut, ia memisahkan mamalia laut dari ikan dan mengetahui bahwa hiu dari pari ialah bagian dari grup yang ia sebut Selache “selachians”.


Pengertian Biologi

Istilah Biologi dalam pengertian modern kelihatannya diperkenalkan secara terpisah oleh Gottfried Reinhold Treviranus “Biologie oder Philosophie der lebenden Natur, 1802″ dan Jean-Baptiste Lamarck Hydrogeologie, 1802”.

Namun istilah biologi sebenarnya telah dipakai pada 1800 oleh Karl Friedrich Burdach. Bahkan sebelumnya istilah itu juga telah muncul dalam judul biku Michael Christoph Hanov jilid ke-3 yang terbit pada 1766, yakni Philosophiae Naturalis Sive Physicae Dogmaticae: Geologia, Biologia, Phytologia Generais es Dendrologia.

Biologi berasal dari kata bios dan logos yang merupakan bahasa Yunani masing-masing artinya hidup dan ilmu. Jadi artinya ilmu alam yang mempelajari tentang organisme hidup dan interaksinya dengan lingkungan. Sebenarnya aspek yang dipelajari di biologi ialah semua yang berhubungan dengan makhluk hidup itu sendiri. Selain struktur, fungsi, tumbuh-kembang dan adaptasi terhadap lingkungan tempat hidup, ada juga penggolongan makhluk hidup, habitatnya, peran pada lingkungan, asal-usul dan evolusinya. Biologi sangat luas karena semua makhluk hidup dipelajari dari yang sekecil bakteri hingga yang sebesar paus putih.

Karena begitu luasnya cakupan Biologi, maka dibuatlah cabang-cabang ilmu biologi. Biologi merupakan kajian tentang kehidupan dan organisme hidup, termasuk struktur, fungsi, pertumbuhan, evolusi, persebaran dan taksonominya. Ilmu biologi modern sangat luas dan eklektik serta terdiri dari berbagai macam cabang dan subdisiplin.

Namun meskipun lingkupnya luas, terdapat beberapa konsep umum yang mengatur semua penelitian, sehingga menyatukannya dalam satu bidang. Biologi umumnya mengakui sel sebagai satuan dasar kehidupan, gen sebagai satuan dasar pewarisan dan evolusi sebagai mekanisme yang mendorong terciptanya spesies baru. Selain itu organisme diyakini bertahan dengan mengonsumsi dan mengubah energi serta dengan meregulasi keadaan dalamnya agar tetap stabil dan vital.


Subdisiplin Ilmu

Subdisiplin biologi didefinisikan berdasarkan skala organisme yang dipelajari, jenis organisme yang dipelajari dan metode yang digunakan untuk mempelajarinya antara lain:

  • Biokimia mempelajari kimia kehidupan.
  • Biologi molekuler terkait dengan interaksi antar molekul biologis.
  • Botani mempelajari biologi tumbuhan.
  • Biologi seluler meneliti satuan dasar semua kehidupan yaitu sel.
  • Fisiologi mempelajari fungsi fisik dan kimia jaringan organ dan sistem organ suatu organisme.
  • Biologi evolusioner meneliti proses yang menghasilkan keanekaragaman hayati dan ekologi mempelajari interaksi antara organisme dengan lingkungannya.

Cabang-Cabang Ilmu Biologi

  1. Aerobiologi, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari partikel organik yang dapat diangkut oleh udara.
  2. Agroforestri,  adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari bentuk pengelolaan sumber daya yangmemadukan kegiatan pengelolaan hutan atau pohon kayu-kayuan dengan penanaman komoditas atau tanaman jangka pendek.
  3. Agronomi, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang tanaman budidaya.
  4. Algologi, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang alga.
  5. Anatomi atau ilmu urai tubuh, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang bagian-bagian tubuh.
  6. Anatomi, Perbandingan, ilmu mengenai persamaan dan perbedaan anatomi dari makhluk hidup.
  7. Andrologi, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang macam hormon dan kelainan reproduksi pria.
  8. Anestesiologi, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari penggunaan anestesi.
  9. Angiologi, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari penyakit sistem peredaran darah dan sistem limfatik.
  10. Antropologi biologi, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari penelitian biologis dan budaya tentang keanekaragaman manusia, evolusi manusia, dan pembandingan anatomi, perilaku, sejarah, dan ekologi primat di masa lampau dan kini.
  11. Apiologi, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang lebah termasuk ternak lebah.
  12. Arachnologi, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang laba-laba.
  13. Artrologi, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang sendi (penyakit sendi).
  14. Artropodologi, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang hewan artropoda.
  15. Astrobiologi, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari evolusi, distribusi, dan masa depan kehidupan di alam semesta.
  16. Bakteriologi, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang bakteri.
  17. Batrakologi, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang amphibian.
  18. Biofarmaka, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari budidaya tanaman obat.
  19. Bioinformatika, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari penerapan teknik komputasional untuk mengelola dan menganalisis informasi biologis.
  20. Biologi Air Tawar, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari kehidupan dan ekosistem habitat air tawar.
  21. Biologi Evolusioner, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari asal-usul spesies yang memiliki nenek moyang sama, dan penurunan spesies, serta perubahan, pertambahan, dan diversifikasinya sejalan dengan waktu.
  22. Biologi Integratif, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari organisme secara keseluruhan melalui fokus antarmuka antara biologi dan fisika, kimia, teknik, pencitraan, dan informatika.
  23. Biologi Kelautan, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari kehidupan di laut (makhluk hidup beserta interaksinya dengan lingkungan).
  24. Biologi Konservasi, studi tentang pelestarian, perlindungan, dan restorasi lingkungan alam, ekosistem alami, vegetasi, dan satwa liar.
  25. Biologi Kuantum, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari aplikasi dari mekanika kuantum terhadap objek biologi dan permasalahannya.
  26. Biologi Lingkungan, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari lingkungan beserta permasalahan dan solusinya, dengan mengintegrasikan akademik ilmu fisik dan biologi.
  27. Biologi Molekuler, kajian biologi pada tingkat molekul.
  28. Biologi Pembangunan, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari lingkungan hidup dalam ruangan.
  29. Biologi Perkembangan, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang proses pertumbuhan dan perkembangan organism.
  30. Biologi Populasi, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang populasi organisme, terutama pengaturan jumlah populasi, ciri-ciri sejarah kehidupan populasi, dan kepunahannya.
  31. Biologi Psikologi, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari pengaruh timbal balik antara bidang psikologis dan biologis terhadap satu sama lain.
  32. Biologi Reproduksi, cabang biologi yang mendalami tentang perkembangbiakan.
  33. Biologi Sintesis, adalah cabang ilmu biologi yang menggabungkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk mempelajari desain dan konstruksi fungsi biologis baru serta sistem yang tidak ditemukan di alam.
  34. Biokimia, kajian biologi yang mempelajari kimia makhluk hidup.
  35. Biofisika. cabang ilmu biologi yang mengkaji aplikasi aneka perangkat dan hukum fisika untuk menjelaskan aneka fenomena hayati atau biologi.
  36. Biogeografi, cabang dari biologi yang mempelajari tentang keaneka ragaman hayati berdasarkan ruang dan waktu.
  37. Biomatematika, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari penelitian kuantitatif dari proses biologis, dengan penekanan pada pemodelan.
  38. Biomekanika, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari penerapan prinsip mekanik untuk sistem biologis.
  39. Bionik, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari penerapan metode biologis dan sistem yang ditemukan di alam untuk penelitian dan desain sistem rekayasa dan teknologi modern.
  40. Biostatistika, (gabungan dari kata biologi dengan statistika; kadang-kadang dirujuk sebagai biometri atau biometrika) adalah penerapan ilmu statistika ke dalam ilmu biologi.
  41. Bioteknologi, cabang adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari pemanfaatan makhluk hidup (bakteri, fungi, virus, dan lain-lain) maupun produk dari makhluk hidup (enzim, alkohol) dalam proses produksi untuk menghasilkan barang dan jasa.
  42. Botani, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang tumbuhan.
  43. Bryologi, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang bryophyte.
  44. Cetologi, ilmu pengetahuan yang mempelajari cetacean.
  45. Conchologi, ilmu pengetahuan yang mempelajari kulit moluska.
  46. Dendrokronologi, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari analisis cincin lingkaran tahunan pada batang berkambium.
  47. Dendrologi, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang pohon maupun tumbuhan berkayu lainnya, seperti liana dan semak.
  48. Dermatologi, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari kulit dan penyakitnya.
  49. Ekofisiologi, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari adaptasi fisik suatu organisme terhadap kondisi lingkungannya.
  50. Ekologi, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang hubungan timbal balik antara makhluk hidup dan lingkungannya.
  51. Ekologi molekuler, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari ekologi pada tingkat molekul.
  52. Embriologi, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang perkembangan embrio.
  53. Endokrinologi, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang hormone.
  54. Entomologi, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang serangga.
  55. Epidemiologi, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang penularan penyakit.
  56. Epigenetik, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari perubahan dalam ekspresi gen yang disebabkan oleh mekanisme selain perubahan dalam urutan DNA yang mendasarinya.
  57. Epizoologi, ilmu mengenai penyakit menular yang menjangkiti hewan, biasanya hewan ternak.
  58. Etnobiologi, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari hubungan yang dinamis antara manusia, biota, dan lingkungan dari jaman dahulu hingga sekarang.
  59. Etnobotani, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari hubungan manusia dan tumbuhan.
  60. Etnozoologi, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari hubungan manusia dan hewan.
  61. Etologi, cabang ilmu zoologi yang mempelajari perilaku atau tingkah laku hewan, mekanisme serta faktor-faktor penyebabnya.
  62. Eugenetika, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang pewarisan sifat.
  63. Evolusi, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari perubahan makhluk hidup dalam jangka panjang.
  64. Enzimologi, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang enzim.
  65. Farmakologi, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari obat-obatan, interaksi dan efeknya terhadap tubuh manusia.
  66. Fenologi, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari pengaruh iklim atau lingkungan sekitar terhadap penampilan suatu organisme atau populasi.
  67. Fikologi, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang alga.
  68. Filogeni, kajian mengenai hubungan di antara kelompok-kelompok organisme yang dikaitkan dengan proses evolusi yang dianggap mendasarinya.
  69. Fisiologi, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang faal/fungsi kerja tubuh.
  70. Fisioterapi, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang pengobatan terhadappenderita yang mengalami kelumpuhan atau gangguan otot.
  71. Fitopatologi, cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari penyakit tumbuhan akibat serangan patogen ataupun gangguan ketersediaan hara.
  72. Florikultura, ilmu hortikultura yang mempelajari segala hal tentang tanaman hias.
  73. Gastrologi, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang salurang pencernaan, terutama lambung dan usus.
  74. Genetika, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang pewarisan sifat.
  75. Genetika Ekologi, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari genetika dalam ciri-ciri ekologi.
  76. Genetika Evolusioner, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari evolusi dari pewarisan sifat mahkluk hidup.
  77. Genetika Kuantitatif, Cabang genetika yang membahas pewarisan sifat-sifat terukur (kuantitatif atau metrik).
  78. Geobiologi, adalah cabang ilmu biologi yang menggabungkan geologi dan biologi untuk mempelajari interaksi organisme dengan lingkungan mereka.
  79. Geriatri, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari penyakit dari kaum berusia lanjut.
  80. Gerontologi, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari melalui berbagai aspek terhadap proses penuaan yaitu melalui pendekatan biologis, psikologis, sosial, ekonomi, kesehatan dan lingkungan.
  81. Genetika, adalah cabang ilmu biologi yang membahas transmisi bahan genetik pada ranah populasi.
  82. Genetika kuantitatif, cabang genetika yang membahas pewarisan sifat-sifat terukur (kuantitatif atau metrik), yang tidak bisa dijelaskan secara langsung melalui hukum pewarisan Mendel.
  83. Genetika molekuler, cabang genetika yang mengkaji bahan genetik dan ekspresi genetik di tingkat subselular (di dalam sel).
  84. Genetika populasi, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari transmisi bahan genetik pada ranah populasi.
  85. Ginekologi, adalah cabang ilmu biologi yang khusus mempelajari penyakit-penyakit sistem reproduksi wanita (rahim, vagina dan ovarium).
  86. Genomika, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang bahan genetik dari suatu organisme atau virus.
  87. Helminthologi, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang cacing.
  88. Hematologi, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari darah, organ pembentuk darah dan penyakitnya.
  89. Herbakronologi, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari analisis cincin pertumbuhan tahunan (atau cincin sederhana tahunan) dalam xylem akar sekunder tanaman herbaceous.
  90. Herpetologi, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari reptilia dan ampibia (ular dan kadal).
  91. Histologi, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang jaringan.
  92. Histopatologi, cabang biologi yang mempelajari kondisi dan fungsi jaringan dalam hubungannya dengan penyakit.
  93. Higiene, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang kesehatan makhluk hidup.
  94. Hortikultura, ilmu pertanian yang mempelajari budidaya tanaman dari proses menanam sampai pasca panen yang meliputi tanaman sayur, buah-buahan, dan tanaman hias.
  95. Hortikultura Lanskap, ilmu hortikultura yang khusus membahas tentang pemanfaatan tanaman hortikultura, terutama tanaman hias dalam penataan lingkungan.
  96. Ikhtiologi, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang ikan.
  97. Ilmu gulma, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari gulma, perilakunya, dan pengendaliannya.
  98. Ilmu kedaruratan medis, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari pertolongan pertama pada suatu penyakit.
  99. Ilmu kedokteran forensik, adalah cabang ilmu biologi yang memanfaatkan ilmu kedokteran untuk kepentingan penegakan hukum.
  100. Ilmu kedokteran gigi, ilmu mengenai pencegahan dan perawatan penyakit atau kelainan pada gigi dan mulut melalui tindakan tanpa atau dengan pembedahan.
  101. Ilmu kedokteran hewan, adalah cabang ilmu biologi yang menerapkan prinsip-prinsip ilmu kedokteran, diagnosis, dan terapi pada hewan.
  102. Ilmu kedokteran molekuler, ilmu kedokteran yang mengkaji tingkat molekul.
  103. Ilmu kesehatan masyarakat, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari pemeliharaan, perlindungan, dan peningkatan kesehatan masyarakat melalui usaha-usaha pengorganisasian masyarakat.
  104. Ilmu pemuliaan, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari kegiatan manusia dalam memelihara tumbuhan atau hewan untuk menjaga kemurnian galur atau ras sekaligus memperbaiki produksi atau kualitasnya melalui penerapan genetika.
  105. Ilmu produksi ternak, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari perawatan ternak dengan benar dalam rangka meningkatkan kualitas dari produk ternak tersebut.
  106. Ilmu teknologi enzim, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang teknologi yang dapat digunakan untuk menghasilkan enzim.
  107. Imunohematologi, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang golongan darah.
  108. Imunologi, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang sistem kekebalan (imun) tubuh.
  109. Imunoserologi, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari identifikasi terhadap antibodi, investigasi masalah sistem kekebalan tubuh, dan mempelajari kecocokan organ untuk transplantasi.
  110. Informatika kedokteran, adalah cabang ilmu biologi yang berurusan dengan penyimpanan, penarikan dan penggunaan data, informasi, serta pengetahuan biomedik secara optimal untuk tujuan pemecahan masalah dan pengambilan keputusan.
  111. Kardiologi, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang jantung dan pembuluh darah.
  112. Karsinologi, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang crustacean.
  113. ladistika, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari metode klasifikasi spesies organisme ke dalam kelompok yang terdiri dari organisme nenek moyang dan semua keturunannya.
  114. Klimatologi, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari gambaran dan penjelasan sifat iklim, mengapa iklim di berbagai tempat di bumi berbeda , dan bagaimana kaitan antara iklim dan dengan aktivitas manusia.
  115. Kriobiologi, studi tentang bahan dan sistem biologis dengan suhu dibawah normal.
  116. Kriptozoologi, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari pencarian hewan yang keberadaannya belum terbukti.
  117. Kronobiologi, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari fenomena dalam mahkluk hidup secara periodik dan adaptasi mereka terhadap ritme bulan dan matahari.
  118. Likenologi, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari lumut, simbiosis organisme terdiri dari asosiasi simbiosis akrab dari alga mikroskopis dengan jamur filamen.
  119. Limnologi, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang rawa.
  120. Malakologi, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang moluska.
  121. Mamologi, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang mammalia.
  122. Mellisopalinologi, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari serbuk sari yang terkandung dalam madu dan sumber serbuk sari tersebut.
  123. Metabolomika, kajian dalam biologi molekular yang memusatkan perhatian pada keseluruhan produk proses enzimatik yang terjadi di dalam sel.
  124. Mikobiologi, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang jamur.
  125. Mikrobiologi, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang organisme mikro.
  126. Mikrobiologi kedokteran, studi mikroorganisme termasuk bakteri, virus, jamur dan parasit yang penting bagi medis dan mampu menyebabkan penyakit pada manusia.
  127. Miologi, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang otot.
  128. Mirmekologi, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang rayap.
  129. Morfologi, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang bentuk atau ciri luar organisme.
  130. Nasofaringologi, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang nasofaring.
  131. Nematologi, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang nematoda.
  132. Nefrologi, cabang medis internal yang mempelajari fungsi dan penyakit ginjal.
  133. Neufarmakologi, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari narkoba yang mempengaruhi fungsi seluler di dalam system saraf.
  134. Neuroethologi, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari kebiasaan hewan beserta saraf yang berperan aktif dalam mengendalikan kebiasaan tersebut.
  135. Neurologi, adalah cabang ilmu biologi yang menangani penyimpangan pada sistem saraf.
  136. Neurosains, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari sistem saraf atau sistem neuron.
  137. Neurosains Evolusioner, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari evolusi dan sejarah alami struktur dan fungsi sistem saraf.
  138. Nosologi, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari bagian pengelompokan penyakit untuk tujuan tertentu.
  139. Nutrisi, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari penyediaan bahan yang diperlukan (dalam bentuk makanan) untuk mendukung kehidupan sel dan organisme.
  140. Obstetri, ilmu kedokteran yang berhubungan dengan persalinan, hal-hal yang mendahuluinya dan gejala-gejala sisanya.
  141. Oftalmologi, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang mata (penyakit mata).
  142. Olerikultura, ilmu hortikultura yang mempelajari segala hal tentang sayur.
  143. Onkologi, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang kanker dan cara pencegahannya.
  144. Ontogeni, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang perkembangan makhluk hidup dari zigot menjadi dewasa.
  145. Ornitologi, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang burung.
  146. Organologi, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang organ.
  147. Ortodonti, ilmu kedokteran gigi yang berhubungan dengan faktor variasi genetik, pertumbuhkembangan dan bentuk wajah serta cara faktor tersebut mempengaruhi oklusi gigi dan fungsi organ di sekitarnya.
  148. Ortopedi, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari cedera akut, kronis, dan trauma, serta gangguan lain pada system muskuloskeletal.
  149. Oseanografi, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang laut, termasuk kehidupan laut, lingkungan, geografi, cuaca, dan aspek lain yang mempengaruhi laut.
  150. Osteologi, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang tulang.
  151. Otolaringologi, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari meneliti diagnosis dan pengobatan penyakit telinga, hidung, tenggorokan, serta kepala dan leher.
  152. Otologi, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang telinga dan kelainannya serta operasi mikro telinga.
  153. Palaentologi, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang fosil.
  154. Paleobotani, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari tumbuhan masa lampau.
  155. Paleozoologi, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang hewan purba.
  156. Palinologi, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari polinomorf yang ada saat ini dan fosilnya, diantaranya serbuk sari, sepura, dinoflagelata, kista, acritarchs, chitinozoa, dan scolecodont, bersama dengan partikel material organik dan kerogen yang terdapat pada sedimen dan batuan sedimen.
  157. Parasitologi, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang parasit.
  158. Patologi, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang penyakit.
  159. Patologi anatomi, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari kelainan struktur mikroskopik dan makroskopik berbagai organ dan jaringan yang disebabkan penyakit atau proses lainnya.
  160. Patologi Klinik, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari kelainan yang terjadi pada berbagai fungsi organ atau sistem organ.
  161. Pediatri, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari masalah penyakit pada bayi dan anak.
  162. Penelitian Biomedis, adalah ilmu penelitian dasar, terapan, atau translasi yang dilakukan untuk membantu dan mendukung pengetahuan di bidang kedokteran.
  163. Perinatologi, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari kesehatan janin dalam kandungan dan kesehatan bayi yang baru lahir.
  164. Periodonti, adalah cabang ilmu biologi mempelajari aspek klinis dari jaringan yang mendukung gigi.
  165. Planktologi, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang plankton.
  166. Pomologi, ilmu hortikultura yang mempelajari segala hal tentang buah.
  167. Primatologi, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang primate.
  168. Proktologi, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari gangguan pada rektum, anus, dan usus besar.
  169. Proteomika, kajian secara molekular terhadap keseluruhan protein yang dihasilkan dari ekspresi gen di dalam sel.
  170. Protozoologi, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang protozoa.
  171. Psikiatri, adalah cabang ilmu biologi kedokteran jiwa.
  172. Pteridologi, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang tumbuhan paku.
  173. Pulmonologi, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang paru-paru.
  174. Radiologi, adalah cabang ilmu biologi untuk melihat bagian dalam tubuh manusia menggunakan pancaran atau radiasi geombang, baik gelombang elektromagnetik maupun gelombang mekanik.
  175. Reumatologi, adalah cabang ilmu biologi yang ditujukan untuk diagnosis dan terapi kondisi dan penyakit yang mempengaruhi sendi, otot, dan tulang.
  176. Rekayasa Genetika, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang manipulasi sifat genetis.
  177. Rematologi, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari diagnosis dan terapi penyakit rematik.
  178. Rodentiologi, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang rodentia.
  179. Sitologi, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang sel (Biologi Sel).
  180. Sanitasi, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang kesehatan lingkungan.
  181. Simbiologi, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari hubungan simbiosis antar mahkluk hidup.
  182. Sindesmologi, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang sendi.
  183. Sosiobiologi, bidang studi ilmiah yang didasarkan pada asumsi bahwa perilaku sosial telah dihasilkan dari evolusi dan upaya untuk menjelaskan dan memeriksa perilaku sosial dalam konteks tersebut.
  184. Stomatologi, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari mulut beserta penyakit-penyakitnya
  185. Taksonomi, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang sistematika makhluk hidup.
  186. Teknik Biokimia, cabang ilmu dari teknik kimia yang berhubungan dengan perancangan dan konstruksi proses produksi yang melibatkan agen biologi.
  187. Teknik Biomedis, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari prinsip teknis untuk praktik kedokteran.
  188. Teratologi adalah adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang perubahan formasi dari sel, jaringan, dan organ yang dihasilkan dari perubahan fisiologi dan biokimia.
  189. Toksikogenomik, adalah cabang ilmu biologi pengumpulan, interpretasi, dan penyimpanan informasi tentang gen dan aktivitas protein dalam jaringan tertentu dari suatu organisme dalam menanggapi zat beracun.
  190. Toksikologi, pemahaman mengenai pengaruh-pengaruh bahan kimia yang merugikan bagi organisme hidup.
  191. Transkriptomika, bagian dari biologi molekular yang mengkaji tentang produk transkripsi secara keseluruhan (transkriptom).
  192. Traumatologi, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari luka, terapi bedah, maupun perbaikan kerusakannya.
  193. Urologi, cabang ilmu kedokteran yang mencakup ginjal dan saluran kemih pada pria dan wanita baik dewasa dan anak serta organ reproduksi pada pria.
  194. Veneorologi, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari penyakit menular seksual.
  195. Virologi, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang virus.
  196. Viscerologi, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari organ dalam.
  197. Xenobiologi, adalah cabang ilmu biologi pengetahuan spekulatif tentang adanya makhluk hidup selain di bumi.
  198. Zoologi, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang hewan.
  199. Zoologi Perbandingan, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari persamaan dan perbedaan antar hewan.
  200. Zoosemiotik, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang hubungan antar hewan.

Keterkaitan Biologi dengan Ilmu Lain

Seperti dalam penjelasan di atas, biologi bukanlah ilmu yang berdiri sendiri, karena biologi juga merupakan cabang dari Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Layaknya manusia yang saling membantu agar tetap hidup, ilmu biologi dan ilmu lainnya dapat saling menolong agar menghasilkan pengetahuan yang bermanfaat bagi kehidupan.

Bukti nyata dari hal ini adalah mikroskop yang menjadi jiwa dari biologi ditemukan berdasarkan prinsip fisika (cabang ilmu biologi lainnya).


Manfaat Ilmu Biologi

Berbagai macam ilmu biologi sudah sering kita manfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Di antaranya adalah sebagai berikut :


  1. Manfaat ilmu biologi di bidang kesehatan

Manfaat Ilum Biologi dalam bidang Kedokteran dan Kesehatan yang sangat berperan tersebut adalah terdiri dari beberapa cabang ilmu Biologi, diantaranya adalah ilmu anatomi dan fisiologi manusia, mikrobiologi, virologi dan patologi. Biologi terhadap kedua bidang yang mempunyai hubungan erat dengan kehidupan manusia tersebut. Pengertian sehat menurut UU Pokok Kesehatan No. 9 tahun 1960, Bab I Pasal 2 adalah keadaan yang meliputi kesehatan badan (jasmani), rohani (mental), dan sosial, serta bukan hanya keadaan bebas dari penyakit, cacat, dan kelemahan.

Pengertian sehat tersebut sejalan dengan pengertian sehat menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahun 1975 sebagai berikut: Sehat adalah suatu kondisi yang terbebas dari segala jenis penyakit, baik fisik, mental, dan sosial. Biologi perkembangan mikrobiologi dalam industri obat-obatan lainnya adalah pada industri pembuatan antibiotik dan vaksin. Macam-macam antibiotik yang sudah berhasil dibuat antara lain adalah: Penisilin (dibuat dari jamur Penicillium), Sefalosporin (dihasilkan oleh jamur Cephalosporium), dan Tetrasiklin (dihasilkan oleh jamur Streptomycin).

Biologi sangat berperan penting dalam bidang kedokteran dan kesehatan. Berkat peran ilmu Biologi, berbagai masalah penyakit yang pada jaman dahulu sukar untuk dipahami peyebab dan cara pengobatannya, saat ini sudah banyak membantu para dokter dalam memahami penyebab dan gangguan tersebut.

Hasil kemajuan dari bidang biologi sering disebut dengan bioteknologi. Bioteknologi di bidang ilmu kedokteran, misalnya, ditemukannya berbagai penyakit dan cara menyembuhkannya. Manfaat biologi di bidang kesehatan, misalnya, untuk mengatasi permasalahan suami istri yang tidak mendapatkan keturunan dikarenakan gangguan saat fertilisasi internal.

Solusinya adalah dengan bayi tabung. Bayi tabung merupakan hasil bioteknologi, yaitu mempertemukan sperma dan ovum secara invitro (dalam tabung), kemudian ditanam dalam rahim. Biologi selalu bekerja sama dengan ilmu-ilmu lain untuk mengatasi segala permasalahan manusia.


  1. Manfaat ilmu biologi di bidang pertanian

  • Membantu dalam menemukan dan mengembangkan bahan kebutuhan pokok manusia, terutama bahan makanan dari tanaman pertanian
  • Menemukan berbagai penyebab dan pengobatan berbagai macam penyakit pada tanaman pertanian. Pengendalian hama dewasa ini telah dikembangkan melalui pengendalian hama secara biologis, karena penggunaan pestisida dapat menyeabkan hama menjadi resisten, sisa pestisida dapat mencemari lingkungan dan residunya tersimpan dalam tanaman yang akan menimbulkan berbagai masalah bagi kehidupan manusia. Pengendalian hama dpat dilakukan dengan berbagai cara antara lain :

memanfaatkan predator alamiah, contoh : hama lebah penyengatuntuk kupu-kupu artona yang merusak kelapa.

memutuskan siklus hidup hama, misalnya dengan mengadakan rotasi tanaman.

menggunakan bibit unggul tahan lama, misalnya VUTW ( Varietas Unggul Tahan Wereng )

  1. Penemuan bibit – bibit unggul tanaman pertanian yang bisa meningkatkan produksi pertanian sehingga dapat membantu menyelesaikan masalah pangan. Dewasa ini telah banyak ditemukan bibit unggul dengan mengadakan hibridisasi sehingga mendapatkan varietas baru yang diinginkan. Melalui teknik hibridisasi telah didapatkan varietas unggul seperti kacang-kacangan dan serealia. Varietas padi yang bersifat unggul memiliki rasa yang enak, tahan penyakit, daya simpan lama dan berumur pendek.
  2. Menyingkap rahasia proses-proses kehidupan, pewarisan sifat, dan gen sehingga dapat digunakan untuk merubah sifat – sifat pada tanaman pertanian menjadi lebih unggul serta menghasilkan tanaman hibrida yang banyak dengan sifat yang tetap. Penyediaan bahan makanan khususnya perbanyakan bibit tanaman dikembangkan teknik kultur jaringan untuk perbanyakan tanaman perkebunan yang diperbanyak secara vegetatif dan menghasilkan banyak tanaman klon dari sejumlah jaringan awal

Dengan kemajuan bioteknologi di bidang pertanian, permasalahan yang sering muncul seperti gagal panen, akan berkurang. Kegagalan panen sering kali disebabkan oleh bibit yang tidak baik sehingga mudah diserang penyakit atau ketergantungan terhadap air sangat tinggi. Dengan penerapan ilmu cabang biologi yang mempelajari tentang pewarisan sifat (genetika), diupayakan dengan penyilangan (bastar), diharapkan keturunan yang dihasilkan benar-benar unggul.

Selain itu, dengan prinsip-prinsip fisiologi tumbuhan, petani banyak mengetahui jenis pupuk yang baik pada berbagai jenis tanaman. Saat ini budi daya tanaman dapat mengembangkan teknik menyambung pada beberapa tanaman bunga untuk mendapatkan jenis baru. Pengetahuan biologi menyadarkan kita tentang adanya berbagai makhluk hidup yang tak ternilai harganya. Hal ini dapat membuat kita sadar akan kelestarian lingkungan dan diharapkan kita selalu dapat hidup berdampingan secara damai dengan alam.


  1. Manfaat ilmu biologi di bidang peternakan

Seperti halnya pada bidang pertanian, pemanfaatan biologi pada bidang peternakan pun sudah sedemikian besar dirasakan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan menerapkan pengetahuan cabang-cabang biologi seperti zoologi, anatomi hewan, fisiologi hewan, genetika, biologi reproduksi, embriologi, dan biologi molekuler/rekayasa genetika, para peternak dan masyarakat luas telah dapat menikmati hasilnya.melalui penerapan ilmu-ilmu tersebut telah banyak dihasilkan ternak varietas unggul, di antaranya adalah ayam petelur, ayam pedaging, sapi pedaging, sapi penghasil banyak susu, dan domba pedaging.

Dalam usaha perbanyakan ternak unggultersebut, kini pun telah banyak menggunakan teknik kawin silang (hibridisasi) dan teknik kawin suntik (inseminasi buatan). Dengan teknik inseminasi buatan (kawin suntik) yang bisa mempermudah peternah untuk mengembangkan usaha ternaknya tanpa repot lagi mengawinkan hewan ternaknya.


  1. Manfaat ilmu biologi di bidang makanan dan industri

Berikut ini adalah contoh-contoh pemanfaatan biologi pada bidang industri :

  1. Ditemukannya kandungan gula yang cukup tinggi pada batang tanaman tebu, menyebabkan  berkembangnya pabrik pengolahan tebu menjadi gula.
  2. Diketahuinya bahwa serabut biji kapas dan bulu domba dapat diolah menjadi benang, dan kepompong ulat sutera dapat diolah menjadi benag sutera, maka berkembanglah industi tekstil/kain, kain wol dan kain sutera.
  3. Dengan perkembangan mikrobiologi, telah diketahui berbagai sruktur dan sifat-sifat dari berbagai jenis mikroba/jasad renik, baik yang menguntungkan maupun yang bersifat patogen (menyebabkan penyakit), maka berkembanglah industri obat-obatan, makanan/ minuman yang berkhasiat obat. Contoh :
  • Keju merupakan hasil penerapan ilmu biologi di bidang makanan dengan memanfaatkan bakteri bernama Propionibacterium.
  • Minuman yogurt dengan rasa asam manis yang menyehatkan lambung dan fungsi pencernaan tubuh manusia juga merupakan hasil penerapan ilmu biologi dengan menggunakan Lactobacillus .
  • Acetobacter xilinum untuk membuat nata.
  • Aspergillus nagger produksi asam nitrat. Penicillium chrysogenum untuk antibiotik.

  1. Manfaat ilmu biologi di bidang perikanan

Ikan, baik ikan tawar maupun ikan laut, merupakan organisme air yang dapat dimanfaatkan manusia sebagai salah satu bahan pangan, karena diketahui kandungan proteinnya sangat tinggi. Selain itu, ikan-ikan yang bentuk ataupun permukaan tubuhnya tampak menarik dapat dijadikan hiasan dalam akuarium.

Adapun pemanfaatan biologi di bidang perikanan tampak antara lain dalam upaya pembudidayaan ikan yang telah banyak dilakukan yakni dalam :

  • Pembautan tambak, karamba jala apung, maupun rumpon.
  • Pelestarian terumbu karang, mangrove, hutang bakau, dan lamun.

Demikianlah pembahasan mengenai “Deskripsikan Arti Biologi” Definisi Serta ( Subdisiplin Ilmu ) semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂


Baca Juga:

Mungkin Dibawah Ini yang Kamu Butuhkan