Bunga Adalah

Diposting pada

Latar Belakang

Bunga Adalah – Pengertian, Fungsi, Bagian, Struktur Dan Tangkai – Ilmu tumbuhan pada waktu sekarang telah mengalami kemajuan yang demikian pesat, hingga bidang-bidang pengetahuan yang semula hanya merupakan cabang-cabang ilmu. Tumbuhan saja, sekarang ini telah menjadi ilmu yang berdiri sendiri-sendiri. Dari berbagai cabang ilmu tumbuhan yang sekarang telah berdiri sendiri adalah Morfologi Tumbuhan. Morfologi Tumbuhan yang mempelajari bentuk dan susunan tubuh tumbuhanpun sudah demikian besar perkembangannya hingga dipisahkan menjadi morfologi luar dan morfologi saja (morphology in sensu stricto = dalam arti yang sempit) dan morfologi dalam atau anatomi tumbuhan.


Bunga (flos) adalah salah satu organ tubuh tumbuhan yang berfungsi sebagai alat perkembangbiakan secara generatif yang memiliki bentuk dan susunan yang berbeda-beda menurut jenisnya, tetapi bagi tumbuhan yang berbiji, alat tersebut lazimnya merupakan bagian tumbuhan yang kita kenal sebagai bunga. Jika kita memperhatikan suatu bunga, mudahlah diketahui bahwa bunga adalah penjelmaan suatu tunas (batang dan daun-daun) yang bentuk, warna dan susunannya disesuaikan dengan kepentingan tumbuhan, sehingga pada bunga ini dapat berlangsung penyerbukan dan pembuahan, dan akhirnya dapat dihasilkan alat-alat perkembangbiakan. Mengingat pentingnya bunga pada tumbuhan, pada bunga terdapat sifat-sifat yang merupakan penyesuaian untuk melaksanakan tugasnya sebagai penghasil alat perkembangbiakan yang sebaik-baiknya. Umumnya dari suatu bunga sifat-sifat yang amat menarik ialah bentuk bunga seluruhnya dan bentuk bagian-bagiannya, warnanya, baunya, ada dan tidaknya madu ataupun zat lain.


Bunga merupakan termasuk organ pokok pada tumbuhan seperti halnya akar, batang dan juga daun. Struktur dan Fungsi bunga tentu tidak lepas dari jaringan penyusun bunga itu sendiri. Bunga memiliki peranan sangat penting bagi tumbuhan. Lalu sebenarnya apa fungsi bunga itu sendiri bagi tumbuhan ?? simak ulasannya diberikut ini.

bunga-adalah


Pengertian Bunga

Bunga adalah  batang  dan  daun yang termodifikasi. Modifikasi ini disebabkan oleh dihasilkannya sejumlah enzim yang dirangsang oleh sejumlah fitohormon tertentu. Pembentukan bunga dengan ketat dikendalikan secara genetik dan pada banyak jenis diinduksi oleh perubahan lingkungan tertentu, seperti suhu rendah, lama pencahayaan, dan ketersediaan air (lihat artikel Pembentukan bunga).


Bunga hampir selalu berbentuk simetris, yang sering dapat digunakan sebagai penciri suatu takson. Ada dua bentuk bunga berdasar simetri bentuknya: aktinomorf (“berbentuk bintang”, simetri radial) dan zigomorf (simetri cermin). Bentuk aktinomorf lebih banyak dijumpai.


Bunga disebut bunga sempurna bila memiliki alat jantan (benang sari) dan alat betina (putik) secara bersama-sama dalam satu organ. Bunga yang demikian disebut bunga banci atau hermafrodit. Suatu bunga dikatakan bunga lengkap apabila memiliki semua bagian utama bunga.


Bagian Utama Bunga


Empat bagian utama bunga (dari luar ke dalam) adalah sebagai berikut:

  1. Kelopak bunga atau calyx;
  2. Mahkota bunga atau corolla yang biasanya tipis dan dapat berwarna-warni untuk memikat serangga yang membantu proses penyerbukan;
  3. Alat kelamin jantan atau androecium (dari bahasa Yunani andros oikia: rumah pria) berupa benang sari;
  4. Alat kelamin betina atau gynoecium (dari bahasa Yunani gynaikos oikia: “rumah wanita”) berupa putik.

Organ reproduksi betina adalah daun buah atau carpellum yang pada pangkalnya terdapat bakal buah(ovarium) dengan satu atau sejumlah bakal biji (ovulum, jamak ovula) yang membawa gamet betina) di dalam kantung embrio. Pada ujung putik terdapat kepala putik atau stigma untuk menerima serbuk sari atau pollen. Tangkai putik atau stylus berperan sebagai jalan bagi pollen menuju bakal bakal buah.


Walaupun struktur bunga yang dideskripsikan di atas dikatakan sebagai struktur tumbuhan yang “umum”, spesies tumbuhan menunjukkan modifikasi yang sangat bervariasi. Modifikasi ini digunakan botani untuk membuat hubungan antara tumbuhan yang satu dengan yang lain. Sebagai contoh, dua subkelas dari tanaman berbunga dibedakan dari jumlah organ bunganya: tumbuhan dikotil umumnya mempunyai 4 atau 5 organ (atau kelipatan 4 atau 5) sedangkan tumbuhan monokotil memiliki tiga organ atau kelipatannya.


Bunga Majemuk (Anthotaxis Inflorescentia)

Suatu bunga majemuk harus dapat dibedakan dari cabang yang mendukung sejumlah bunga di ketiaknya.Pada suatu cabang dengan sejumlah bunga di ketiak jelas kelihatan,bahwa diantara bunga-bunganya sendiri yang terdapat pada cabang itu terdapat daun-daun biasa yang berguna untuk berasimilasi.Pada suatu bunga majemuk sumbu yang mendukung bunga-bunga yang telah berkelompok itu tidak lagi berdaun atau jika ada daunnya,daun-daun tadi telah mengalami metamorphosis dan tidak lagi berguna sebagai alat untuk asimilasi.Walaupun demikian menurut kenyataannya sering kali tidak mudah untuk membedakan suatu bunga majemuk dari cabang yang mempuyai bunga-bunga di ketiak daunnya.


Pada suatu bunga majemuk lazimnya dapat kita bedakan bagian-bagian berikut:

  • Bagian-bagian yang bersifat seperti cabang atau batang, yaitu:
  1. Ibu tangkai bunga(pedunculus,pedunculus communis atau rhacis),yaitu bagian yang biasanya merupakan terusan batang atau cabang yang mendukung bunga majemuk tadi.Ibu tangkai ini dapat bercabang ,dan cabang-cabangnya bercabang lagi,dapat pula sama sekali tak bercabang
  2. Tangakai bunga(pedicellus), yaitu cabang ibu tangkai yang mendukung bunganya.
  3. Dasar bunga(receptaculum), yaitu ujung tangkai bunga,yang mendukung bagian-bagian bunga lainnya.

  • Bagian-bagian yang bersifat seperti daun, antara lain:
  1. Daun-daun pelindung(bractea),yaitu bagian-bagian yang serupa daun yangdari ketiaknya muncul cabang-cabang ibu tangkai atau tangkai bunganya,
  2. Daun tangkai (bracteola),yaitu satu atau dua daun kecil yang terdapat pada tangkai bunga.Pada tumbuhan biji belah (Dicotyledoneae) biasanya terdapat dua daun tangkai yang letaknya tegak lurus pada bidang median,sedang kan pada tumbuhan biji tunggal (Monocotyledoneae) hanya terdapat satu daun tangkai dan letaknya di dalam bidang median,di bagian atas tangkai bunga.
  3. Seludang bunga(spatha),yaitu daun pelindung yang besar,yang sering kali menyelubungi seluruh bunga majemuk waktu belum mekar,misalnya terdapat pada bunga kelapa (Cocos nucifera L.)
  4. Daun-daun pembalut  (bractea involucralis,involucrum),yaitu sejumlah daun-daun pelindung yang tersusun dalam suatu lingkaran,terdapat misalnya pada bunga matahari (Helianthus annuus L.)
  5. Kelopak tambahan (epicalyx),yaitu bagian-bagian serupa daun yang berwarna hijau ,tersusun dalam suatu lingkaran dan terdapat di bawah kelopak,misalnya pada bunga kembang sepatu(Hibiscus rosa-sinensis L.),kapas (Gossypium sp.),
  6. Daun-daun kelopak (sepalae)
  7. Daun-daun mahkota atau daun tajuk (petalae)
  8. Daun-daun tenda bunga (tepalae),jika kelopak dan mahkota sama bentuk dan warnanya
  9. Benang-benang sari (stamina)
  10. Daun-daun buah (carpella)

Telah dikemukakan tadi, bahwa ibu tangkai bunga pada bunga majemuk dapat mengadakan percabangan dapat pula tidak. Ibu tangkai bunga yang tidak bercabang dan tidak berdaun seringkali dinamakan sumbu bunga (scapus). Ibu tangkai yang bercabang memperlihatkan cara percabangan yang bermacam-macam. Selain dari itu, jumlah cabang, panjangnya dibandingkan dengan ibu tangkai serta susunan cabang-cabang tadi, berpengaruh terhadap urut-urutan mekarnya masing-masing bunga pada suatu bunga majemuk.


Sifat-sifat bunga majemuk dibedakan dalam tiga golongan:

  1. Bunga majemuk tak terbatas (inflorescentia racemosa, inflorescentia botryoides atau inflorescentia centripetala). yaitu bunga majemuk yang ibu tangkainya dapat tumbuh terus, dengan cabang-cabang yang dapat bercabang lagi atau tidak, dan mempunyai susunan”acropetal” (semakin muda semakin dekat dengan ujung ibu tangkai), dan bunga-bunga pada bunga majemuk ini mekar berturut-turut dari bawah ke atas. Jika ujung ibu tangkai tak mendukung suatu bunga tampaknya seakan-akan  bunga majemuk ini tak terbatas, lagi pula jika dilihat dari atas, nampak bunga mulai mekar dari pinggir dan yang terakhir mekarnya adalah bunga yang menutup ibu tangkainya. Karena yang mekar mulai dari pinggir menuju ke pusat itulah mengapa dinamakan :inflorescentia centripetala. Bunga majemuk tak terbatas terdapat misalnya pada: kembang merak (Caesalpinna pulcherrima Swartz), mangga (Mangifera indica L.)

  2. Bunga majemuk berbatas (inflorescentia cymosa atau inflorescentia centrifuga, inflorescentia definita), yaitu suatu bunga majemuk yang ujung ibu tangkainya selalu ditutup dengan suatu bunga, jadi ibu tangkai mempunyai pertumbuhan yang terbatas. Ibu tangkai ini dapat pula becabang-cabang dan cabang-cabang tadi juga selalu mendukung suatu bunga pada ujungnya. Pada bunga majemuk yang berbatas bunga yang mekar dulu ialah bunga yang terdapat di sumbu pokok atau ibu tangkainya, jadi dari tengah ke pinggir (jika dilihat dari atas). Oleh sebab itu dinamakan :inflorescentia centrifuga.

Melihat jumlah cabang pada ibu tangkai, bunga majemuk berbatas dibedakan lagi dalam macam perbungaan yaitu:

  1. Yang bersifat “monochasial”,jika ibu tangkai hanya mempunyai satu cabang,ada kalanya lebih (dua cabang), tetapi tidak pernah berhadapan,dan yang satu lebih besar daripada yang lainnya. Cabang yang besar seperti ibu tangkai setiap kali hanya mengeluarkan satu cabang saja. Bunga majemuk semacam ini ditemukan pada berbagai jenis tumbuhan yang berbiji tunggal, kapas.
  2. Yang bersifat “dichasial”, jika dari ibu tangkai keluar dua cabang yang berhadapan, terdapat pada tumbuhan dengan bunga berbibir (Labiatae),dll.
  3. Yang bersifat “pleiochasial”,jika dari ibu tangkai keluar dari dua cabang pada suatu tempat yang sama tingginya pada ibu tangkai tadi, misalnya pada bunga oleander (Nerium oleander L.)
  4. Bunga majemuk campuran (inflorescentia mixta), yaitu bunga majemuk yang memperlihatkan baik sifat-sifat bunga majemuk berbatas maupun sifat bunga majemuk tak berbatas.

Bunga majemuk yang dibedakan dalam ketiga golongan tersebut diatas masing-masing dapat lagi dibedakan dalam beberapa ragam. Berikut akan diberitahukan suatu ikhtisar berbagai ragam bunga majemuk yang dapat kita jumpai pada tumbuhan.

  • Bunga majemuk tak berbatas (inflorescentia racemosa, inflorescentia botryoides, inflorescentia centripetala) dalam golongan ini dapat dibedakan lagi yaitu:
  1. Ibu tangkainya tidak bercabang-cabang,sehingga bunga (bertangkai atau tidak) langsung terdapat pada ibu tangkainya.
  2. Tandan (racemus atau botrys), jika bunga bertangkai nyata, duduk pada ibu tangkainya.misalnya pada kembang merak Caesalpinna pulcherrima Swartz).
  3. Bulir (spica), seperti tandan tetapi bunga tak bertangkai, misalnya bunga jarong (Stachytarpheta jamaicensis Vahl. )
  4. untai atau bunga lada (amentum

Kalau ternyata Bunga yang dalam bahasa ilmiah dikenal sebagai flos, berasal dari sebuah tunas dan tunas ini merupakan pertumbuhan batang yang terhenti dan berubah manjadi tangkai kecil (pedicellus) dan dasar bunga (receptaculum). Kemudian daun-daunnya masih ada namun berubah bentuk dan warnanya menjadi daun-daun kelopak (sepalae) dan daun-daun mahkota (petalae) serta daun-daun buah (carpella).


Baca Juga : Penjelasan Habitat Bakteri Beserta Alat Geraknya


Bagian-Bagian Penting pada Bunga

bagian-bagian-bunga

  • Tangkai bunga (pedicellus)

Yaitu bagian bunga yang masih jelas bersifat batang, padanya seringkali terdapat daun-daun peralihan, yaitu bagian-bagian yang menyerupai daun, berwarna hijau, yang seakan-akan merupakan peralihan dari daun biasa ke hiasan bunga.


  • Dasar bunga (receptaculum)

Yaitu ujung tangkai yang seringkali melebar, dengan ruas-ruas yang amat pendek, sehingga daun-daun yang telah mengalami metamorfosis menjadi bagian-bagian bunga yang duduk amat rapat satu sama lain, bahkan biasanya lalu tampak duduk dalam satu lingkaran.


  • Hiasan bunga (perianthium), yang terdiri dari Kelopak (calyx) dan Mahkota atau Tajuk Bunga (corolla), jika kelopak dan mahkotanya tidak dapat dibedakan maka disebut sebagai tenda bunga (perigonium). Yaitu bagian bunga yang merupakan penjelmaan daun yang masih tampak berbentuk lembaran dengan tulang-tulang atau urat-urat yang masih jelas.
  • Alat kelamin betina (gynaecium), berupa putik (pistilum).

Yang pada bunga merupakan bagian yang biasanya di sebut putik (pistillum), juga putik terdiri atas metamorfosis daun yang di sebut daun buah (carpella). Pada bunga dapat di temukan satu atau beberapa putik, dan setiap putik dapat terdiri atas beberapa daun buah, tetapi dapat pula hanya terdiri atas satu daun buah.


  • Alat kelamin jantan (androecium), berupa benang sari (stamen).

Bagian ini sesungguhnya juga merupakan metamorfosis daun yang menghasilkan serbuk sari.(Androecium) terdiri atas sejumlah benang sari (stamen). Dilihat dari bagian-bagian yang menyusun suatu bunga, dapat kita bedakan ada bunga lengkap dan ada bunga sempurna, berikut penjelasannya:


  1. Bunga Lengkap : Bunga ini terdiri dari kelopak (calyx), mahkota(corolla), benang sari (androecium) dan putik (gynaecium).
  2. Bunga tak Lengkap : Bunga ini tidak memiliki salah satu bagian bunga seperti bunga lengkap, misalnya tidak memiliki kelopak.
  3. Bunga Sempurna : Hanya terbatas bahwa bunga ini memiliki benang sari(androecium) dan putik (gynaecium).
  4. Bunga tak Sempurna : Bunga ini tidak memiliki benang sari (androecium) atau tidak memiliki putik (gynaecium).

Kelamin Pada Bunga

  1. Bunga banci (hermaprodithus), dimana pada satu bunga terdapat benang sari dan putik, dapat pula disebut bunga sempurna.
  2. Bunga Berkelamin Tunggal (unisexualis), terbagi menjadi 3 macam yaitu:
  3. Bunga yang terdiri dari benang sari saja, yang disebut bunga jantan (flos masculus)
  4. Bunga yang terdiri dari putik saja yang disebut bunga betina (flos femineus)
  5. Dan bunga yang tidak memiliki kelamin, atau bunga mandul.

Dasar Bunga (receptaculum)

Fungsi utama dasar bunga adalah mendukung bagian-bagian bunga. Bentuk dari dasar bunga bermacam-macam ada yang rata, kerucut, cawan, dan mangkuk.

Menurut fungsi itu, dapat dibedakan beberapa macam dasar bunga, yaitu

  1. Dasar bunga yang mendukung mahkota bunga (anthophorum)
  2. Dasar bunga yang mendukung benang sari (androphorum)
  3. Dasar bunga yang mendukung putik (gynophorum)
  4. Dasar bunga yang mendukung benang sari dan putik (androgynophorum)
  5. Cakram (discus)

  • Kelopak Bunga (calyx)
  1. Fungsinya adalah sebagai pelindung bunga waktu masih kuncup.
  2. Mahkota Bunga / Tajuk Bunga (corolla)
  3. Berfungsi sebagai daya tarik untuk mendatangkan hewan agar membentuk  penyerbukan. Selain itu juga melindungi benang sari dan putik.

Baca Juga : Megabiodiversitas Adalah


  • Putik (pistillum)

Putik terbagi menjadi 3 bagian, yaitu:

  1. Bakal Buah (ovarium)
  2. Tangkai putik (stylus)
  3. Kepala putik (stigma)
  • Benang Sari (stamen)

Benang sari terdiri dari 3 bagian, yaitu:

  1. Tangkai sari (filamentum)
  2. Kepala sari (anthera)
  3. Penghubung ruang sari (connectivum)

  • Bunga Terbagi atas: Bunga Tunggal dan Bunga Majemuk
  1. Bunga tunggal sering disebut dengan planta uniflora.
  2. Bunga majemuk disebut dengan planta multiflora.

Planta multiflora ( bunga Majemuk ) ini terbagi menjadi beberapa macam menurut sifatnya, yaitu :

  • Bunga Majemuk tak Berbatas (inflorescentia racemosa), dengan ciri jika bunga mekar, yang terlihat mekar adalah bagian bawah atau yang dekat dengan ibu tangkainya…jika dilihat dari atas, mekarnya bunga nampak dari samping ke tangah.

Yang ibu tangkainya tidak bercabang lagi, misalnya:

  1. Tandan (racemus) pada bunga kembang merak (Caesalpinia pulcherimma)
  2. Bulir (spica) pada bunga jarong
  3. Untai (amentum) pada bunga sirih (Piper betle) dan lada (Piper nigrum)
  4. Tongkol (spadix) pada bunga jagung betina (Zea mays)
  5. Bunga Payung (umbella) pada bunga wortel (Daucus carota)
  6. Bunga Cawan (corymbus) pada daun kaki kuda (Centela asiatica)
  7. Bunga Bongkol (capitullum) pada bunga puteri malu (Mimosa pudica)
  8. Bunga Periuk (Hypanthodium) pada bunga nangka (Artocarpus integra)

Yang ibu tangkainya bercabang dan cabangnya bercabang lagi:

  • Malai (panicula) pada bunga mangga (Mangifera indica)
  • Malai rata (corymbus ramosus) pada bunga soka
  • Bunga payung majemuk (umbella composita) pada bunga wortel (Daucus carota)
  • Bunga tongkol majemuk pada bunga kelapa (Cocos nuctifera)
  • Bulir majemuk pada bunga jagung jantan (Zea mays)

  • Bunga Majemuk Berbatas (inflorescentia cymosa), dengan ciri jika bunga mekar, yang terlihat mekar adalah bagian atas atau yang paling jauh dengan ibu tangkainya…jika dilihat dari atas, mekarnya bunga tampak dari tengah ke samping. Misalnya:
  1. Anak payung menggarpu (dichasium) pada bunga melati (Jasminum sambac)
  2. Bunga tangga (cincinnus) pada bunga euphorbia (Euphorbia hirta)
  3. Bunga sekerup (bostryx) pada bunga kenari
  4. Bunga kipas (rhipidium) pada bunga suku iridaceae

  • Bunga Majemuk Campuran (inflorescentia mixta), bunga dengan sifat penggabungan antara bunga majemuk berbatas dan majemuk tak berbatas. Misalnya pada bunga soka, ada bagian yang bersifat payung majemuk dan anak payung menggarpu.

Baca Juga : Sel Prokariotik


Bagian Bunga Dan Fungsinya

Bagian-bagian bunga terdiri dari bagian steril dan fertile. Bagian steril terdiri dari ibu tangkai bunga ( pedunculus ), tangkai bunga ( pedicellus ), dasar bunga ( receptacle ), daun pelindung ( barachtea ), daun tangkai ( brachteola ) dan perhiasan bunga. Perhiasan bunga terdiri dari daun kelopak ( sepal ) dan daun mahkota ( petal ).

Bagian-Bagian Bunga
Bagian bunga fertile terdiri dari mikrosporofil sebagai benang sari dan karosporofil sebagai putik ( pistillum ) dengan daun buah sebagai penyusunnya. Untuk lebih jelasnya dari masing-masing bagian-bagian bunga simak ulasan berikut ini.


  • Tangkai Induk Bunga

Tangkai induk bunga atau ibu tangkai bunga ( rachis, penduluncus, penduluncus, communis ) ialah aksis perbungaan dalam lanjutan dari batang atau cabang.


  • Tangkai Bunga

Tangkai bungan ( pedicellus ) ialah bagian bunga yang tepat berada di bagian bawah bunga yang merupakan pendukung terakhir dari cabang bunga. Fungsi tangkai bunga ialah penghubung antara bunga dengan ranting dan tangkai bunga juga berfungsi sebagai penopang bunga.


  • Dasar Bunga

Dasar bunga ( receptacle ) ialah bagian ujung bunga dalam melekatkan dan bertumpunya mahkota bunga. Fungsi dasar bunga ialah tempat bertumpunya atau letak mahkota bunga.

  • Daun Pelindung

Daun pelindung ( brachtea ) ialah daun yang diketiaknya ditumbuhi bunga, daun pelindung merupakan daun terkahir.


Baca Juga : Perkembangan Embrio


  • Daun Tangkai

Daun tangkai ( brachteola ) ialah daun yang letaknya berada di pangkal tangkai bunga yang berperan sebagai pelindung.


  • Kelopak Bunga ( Calix )

Bagian terluar dari bunga ialah kelopak. Fungsi kelopak bunga ialah untuk melindungi bunga pada waktu bunga masih muda yang berbentuk kuncup bunga. Kelopak umumnya berwarna hijau seperti daun, tetapi ada pula kelopak yang berwarna selain hijau sehingga tampak seperti mahkota bunga. Kelopak yang berwarna ini sering kita temukan pada bunga bougenvil. Setiap helaian kelopak bunga disebut sepal. Disamping kelopak pada beberapa bunga tumbuh kelopak tambahan ( epicalyx ).


  • Tajuk Bunga Atau Mahkota Bunga ( Corolla )

Tajuk bunga atau mahkota bunga merupakan hiasan pada bunga yang terdapat di sebelah dalam kelopak. Umumnya mahkota ini ukurannya lebih besar dari pada kelopak dan berwarna indah serta menarik tidak jarang pula mempunyai bau yang harum atau sedap. Warna yang indah dan baunya yang harum inilah yang merupakan daya tarik bagi serangga atau binatang lain seperi burung dan kelelawar untuk mendatangi bunga.


Selain untuk menarik perhatian serangga atau hewan lain untuk membantu penyerbukan, fungsi mahkota yang lain ialah melindungi alat-alat kelamin pada bunga sebelum terjadi proses penyerbukan. Setiap helaian tajuk bunga disebut petala. Bunga sebagai salah satu organ pada tumbuhan jelas membutuhkan zat makanan untuk kelangsungan hidupnya. Oleh karena itu pada bunga juga ditemukan pembuluh-pembuluh angkut yang berfungsi untuk memasok makanan bagi bunga.


  • Benang Sari Atau Stamen ( Alat Kelamin Jantan )

Benag sari bagi tumbuhan merupakan alat kelamin jantan, seperti halnya dengan bagian-bagian bunga, benang sari pun merupakan hasil dari metamorfosis daun yang bentuk dan fungsinya telah disesuaikan sebagai alat kelamin jantan. Jadi fungsi benang sari ialah sebagai alat kelamin jantan pada bunga ( alat perkembangbiakan ).


Bukti bahwa benang sari merupakan hasil metamorfosis daun terlihat sangat nyata pada bunga jenis tumbuhan tertentu, contohnya pada bunga tasbih ( Canna indica ). Pada bunga tasbih tajuk bunganya tidak menarik tetapi yang berwarna indah dan menarik ialah benang sarinya yang bersifat seperti tajuk bunga.


Benang sari dibedakan menjadi tiga bagian yaitu tangkai sari ( filamentum ) kepala sari ( antera ) dan penghubung ruang sari ( conektivum ). Tangkai sari yaitu bagian yang berbentuk benang dengan penampang melintang yang umumnya berbentuk bulat, sedangkan kepala sari yaitu bagian benang sari yang terdapat pada ujung tangkai sari. Bagian ini di dalamnya memiliki dua ruang sari ( theca ) dan masing-masing ruang sari terdiri atas dua ruang kecil ( loculumentum ).


Di dalam ruang sari terdapat serbuk sari ( polen ) yaitu sel-sel kelamin jantan ( gamet jantan ) yang berguna untuk penyerbukan. Adakalanya pada beberapa bunga, serbuk sarinya tidak terbentuk atau tidak mampu mengadakan penyerbukan. Benang sari yang demikian itu dinamakan benang sari yang mandul. Penghubung ruang sari ( conektivum ) ialah bagian dari lanjutan tangkai sari yang menjadi penghubung kedua bagian kepala sari ( ruang sari ), penghubung ruang sari terdapat di kanan kiri penghubung ini.


Baca Juga : Farmakognosi adalah


  • Putik Atau Pistilum ( Alat Kelamin Betina )

Putik merupakan bagian bunga yang paling dalam letaknya. Putik berfungsi sebagai alat kelamin betina pada bunga, putik pun tersusun atas daun-daun yang telah mengalami metamorfosis. Daun-daun penyusun putik disebut daun buah ( karpelum ). Secara keseluruhan daun-daun penyusun putik dinamakan gynaecium. Putik juga merupakan hasil dari metamorfosis daun namun sangat sukar untuk dibuktikan tetapi pada tumbuhan yang berbiji telanjang misalnya pakis haji ( Cycas rumphii ) hal itu masih tampak jelas.


Putik merupakan alat kelamin betina yang salah satu bagiannya mengandung sel telur. Setelah dibuahi oleh inti sperma yang berasal dari serbuk sari, akhirnya akan berkembang menjadi kandung lembaga yang nantinya akan menjadi tumbuhan baru. Bagian putik yang mengandung sel telur dinamakan bakal biji ( ovulum ) yang akhirnya akan menjadi biji ( semen ). Sementara bagian putik yang didalamnya terdapat bakal biji tadi yaitu bakal buahnya ( ovarium ) akan berubah menjadi buah ( fructus ).


Putik terdiri dari tiga bagian yaitu bakal buah ( ovarium ), tangkai kepala putik ( stilus ) dan kepala putik ( stigma ).

  • Bakal Buah ( Ovarium )
    Merupakan bagian putik yang pada umumnya kelihatan membesar dab terletak pada dasar bunga.
  • Tangkai Kepala Putik ( Stilus )
    Merupakan bagian putik yang sempit dan terdapat di atas bakal buah biasanya berbentuk benang, fungsinya untuk tempat melekatnya kepala putik.
  • Kepala Putik ( Stigma )
    Merupakan bagian dari putik yang paling atas terletak pada ujung tangkai kepala putik tadi.

Berikut ini adalah deskripsi simplisia flos yang digunakan dalam pengobatan.


  1. CARTHAMI FLOZ

Nama lain                                : kembang pulu, kesemba

Tanaman asal                          : carthamus tinctorius L.

Keluarga                                  : Asteraceae

Zat berkhasiat utama/isi       : Zat warna merah kartamin, zat warna  kuning safflower, lender dan minyak lemak

Penggunaan                             : Laksativa

Pemerian                                  : Bau agak aromatis, rasa pahit

Bagian yang digunakan          : Bunga dari bunga majemuk

Penyimpanan                           : Dalam wadah tertutup baik


KETERANGAN TAMBAHAN

  1. Waktu panen

Untuk tujuan produksi zat warna, panen dilakukan sebelum bunga yang telah sepenuhnya mekar menjadi layu. Bunga biasanya layu pada hari ke dua atau ketiga. Keterlambatan waktu panen atau hujan selama masa berbunga akan menyebabkan berkurangnya zat warna yang dapat diperoleh.


  1. Jenis

Ada 2 varientas Carthamus tinctorius, yaitu

  • Daun yang berduri disebut varietas typicus. Varietas ini digunakan untuk produksi minyak
  • Daun yang memiliki sedikit duri (jarang) disebut varietas inermis. Varietas ini terutama digunakan untuk produksi zat warna.

  1. CARYOPHYLLI FLOS

Nama lain                          :  Cengkeh

Tanaman asal                     :  Eugenia caryophillus spreng

Keluarga                            :  Myrtaceae


Zat berkhasiat utama/isi : Minyak atsiri yang mengandung eugenol, zat serupa dammar  yang tidak berasa, zat hablur berupa jarum   yang disebut kariofillin, zat penyamak dan gom

Persyaratan kadar             :  Kadar minyak atsiri tidak kurang dari 15,0  % b/v

Penggunaan                       : Stimulansia, obat mulas,  menghilangkan rasa mual dan muntah

Pemerian                            :  Bau aromatic kuat dan rasa pedas

Bagian yang digunakan    :  Bunga yang masih kucup

Penyimpanan                     :  Dalam wadah tertutup baik


Baca Juga : Dinding Sel


KETERANGAN TAMBAHAN

  • Waktu panen

Tanaman yang berumur 6 tahun dapat mulai dipetik kuncup bunganya. Kuncup-kuncup ini mula-mula berwarna putih, kemudian hijau dan akhirnya merah. Kuncup bunga harus dipetik ketika warnanya berubah dari hijau menjadi merah. Selanjutnya, kuncup bunga diasapi, dijemur dan dilepaskan dari tangkainya.

  • Sediaan

Oleum caryophylli (F)


  1. GUNNERAE FRUCTUS ET FLOS

Nama lain                                : Sukmadiluwih

Tanaman asal                           : Gunnera macrophylla BI.

Keluarga                                  : Haloragaceae

Zat berkhasiat utama/isi          : –

Penggunaan                             : Penyegar badan

Pemerian                                 : Bau agak anyir, mirip bau minyak ikan, rasa mula-

mula asin, lama-kelamaan menimbulkan kelat dan rasa tebal di lidah

Bagian yang digunakan          : Seluruh rangkaian buah dan bunga kadang-kadang beserta pucung batang dan daun

Penyimpanan                           : Dalam wadah tertutup baik


  1. JASMINI FLOS

Nama lain                                : Bunga melati

Tanaman asal                           : Jasminum sambac (L.) W.Ait.

Keluarga                                  : Oleaceae

Zat berkhasiat utama/isi          : Minyak atsiri, asam formiat, asam benzoate, asam asetat, ester metal   antranil, seskuiterpen, dan  seskuiterpen- alkohol

Penggunaan                             : Korigen odoris, penurunan panas     (antipiretika), penggenti ASI (laktifuga)

Pemerian                                 : Bau harum lemah, tidak berasa

Bagian yang digunakan         : Bunga

Penyimpanan                           : Dalam wadah tertutup baik


  1. MESSUAE FLOS

Nama lain                                : Bunga nagasari

Tanaman asal                           : Messua  ferrea L.

Keluarga                                  : Clusiaceae


Zat berkhasiat utama/isi          : Lemak, protein, dan asam-asam organik (seperti asam palmitat, asam linoleat, dan asam stearat)

Penggunaan                             : Antidiare, aromatika, dan ekspektoransia

Pemerian                                 : Tidak berbau, rasa sepat, warna cokelat sampai coklat kehitaman

Bagian yang digunakan         : Bunga yang masih kuncup, bunga  yang sudah mekar, dan benang sari

Penyimpanan                           : Dalam wadah tertutup baik

KETERANGAN TAMBAHAN

Dalam perdagangan, bunga yang masih kuncup dikenal dengan nama sari kurung atau cangkok kurung; dan benang sari dikenal dengan nama sari murni, sari naga, atau podi sari.


Baca Juga : Taksonomi Tumbuhan


  1. Pyrethri Flos

Nama lain                                : Bunga piretri, bunga krisan

Tanaman asal                           : Chrysanthemum cinerariaefolium Visiani

Keluarga                                  : Asteraceae

Zat berkhasiat utama/isi      :

  1. Piretrin I (piretrolon + asam monokrisan-tomat)
  2. Piretrin II (piretrolon + asam dikrisan- tomat)
  3. Piretrolon dan sinerin II

Minyak atsiri yang mengandung  paraffin, piretrosin, dan krisantemin

Persyaratan kadar               : Kadar piretrin jumlah dihitung dengan menjumlahkan kadar piretrin I dan kadar piretrin II tidak kurang dari 0,5%

Penggunaan                                  : Racun serangga (insektisida)

Pemerian                                 : Bau khas, dapat menyebabkan bersin dan mula-mula menimbulkan rasa getir dan pahit, lalu rasa tebal

Bagian yang digunakan          : Bunga cawan

Penyimpanan                           : Dalam wadah tertutup baik

KETERANGAN TAMBAHAN

Waktu panen                           : Bunga dipetik sebelum mekar atau saat  bunga masih kuncup. Hal ini dilakukan karena bunga yang belum mekar mengandung kadar piretrin 2 kali lebih tinggi dari bunga yang setengah mekar dan yang telah mekar


  1. WOODFORDIAE FLOS ET FRUCTUS

Nama lain                                : Bunga dan buah sidawayah

Tanaman asal                          : Woodfordia fruticosa L. atau Woodfordia floribunda Salisbury

Keluarga                                  : Lythraceae

Zat berkhasiat utama             : Zat penyamak (tannin)

Penggunaan                             : Adstringensia

Pemerian                                  : Bau lemah, rasa kelat, dan pahit

Bagian yang digunakan          : Bunga

Penyimpanan                           : Dalam wadah tertutup baik


Baca Juga : Ganggang (Alga) Adalah


Demikianlah pembahasan mengenai Bunga Adalah – Pengertian, Fungsi, Bagian, Struktur Dan Tangkai semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂

Mungkin Dibawah Ini yang Kamu Butuhkan