Rumus Cermin Cembung

Rumus Cermin Cembung

Rumus Cermin Cembung – Untuk pembahasan kali ini kami akan mengulas mengenai Cermin Cembung yang dimana dalam hal ini meliputi pengertian, karakteristik, sifat, rumus, manfaat, pembentukan, contoh, agar lebih memahami dan dimengerti simak ulasan dibawah ini.

Cermin Cembung

Pengertian Cermin Cembung

Cermin cembung adalah cermin yang permukaannya cembung dan bersifat divergen (menyebarkan sinar).


Cermin cembung hanya dapat membentuk bayangan maya dari sebuah benda.


Cermin cembung banyak dijumpai di spion kendaraan dan cermin pengawas di toko swalayan. Cermin cembung mempunyai sifat memperkecil bayangan benda.


Oleh karena itu bayangan yang tampak pada spion terlihat lebih kecil.

Baca Juga Artikel Lainnya : “Lensa Cembung” Pengertian & ( Rumus – Contoh – Sifat Bayangan )


Karakteristik Cermin Cembung

Berikut ini terdapat beberapa karakteristik cermin cembung, antara lain sebagai berikut:

  • Divergen (menyebarkan cahaya).
  • Fokusnya bernilai
  • Jumlah ruang letak benda dan letak
  • bayangan selalu sama dengan
  • Bayangan benda yang terbentuk selalu maya, tegak, dan diperkecil

Sifat Cermin Cembung

Sama dengan cermin cekung, cermin cembung jg mempunuai tiga sinar istimewa.


Karena jarak fokus dan pusat kelengkungan cermin cembung berada di belakang cermin maka ketiga sinar istimewa pada cermin cembung tersebut adalah :


1. Sinar yang datang menuju pusat kelengkungan akan dipantulkan kembali.

Sinar yang datang menuju pusat kelengkungan

2. Sinar yang datang sejajar sumbu utama akan dipantulkan seolah-olah dari fokus.

Sinar yang datang sejajar sumbu utama

3. Sinar yang datang menuju fokus akan di pantulkan sejajar sumbu utama.

Sinar yang datang menuju fokus

Untuk dapat melukis bayangan pada cermin cembung di perlukan minimal dua sinar istimewa, sama caranya pada cermin cekung. Coba perhatikan contoh lukisan di bawah ini.

bayangan pada cermin cembung


Benda AB di depan cermin cekung, lukisan bayangannya menggunakan dua sinar istimewa (1) sinar datang sejajar sumbu utama di pantulkan seolah-olah dari fokus (2) sinar datang menuju pusat kelengkungan di pantulkan kembali sehingga di peroleh bayangan A’B’.

Baca Juga Artikel Lainnya : Lensa Cekung – Pengertian, Sifat, Rumus, Sinar Istimewa dan Contoh


Rumus Cermin Cembung

Rumus atau persamaan cermin cembung mirip seperti cermin cekung hanya saja nilai fokusnya (F) negatif. Untuk rumus perbesaran cermin cembung sama seperti cermin cekung.

Rumus Cermin Cembung

Keterangan:

f = fokus benda

s = jarak benda

s’= jarak bayangan yang terbentuk


Manfaat Cermin Cembung di Kehidupan Sehari-hari

Berikut ini terdapat dua manfaat cermin cembung di kehidupan sehari-hari, antara lain sebagai berikut:

  1. Cermin Cembung dipakai sebagai kaca spion berbagai alat transportasi.
  2. Sebagai Cermin Pencegah Tabrakan yang sering dipasang di pertigaan atau di perempatan jalan.

Pembentukan Bayangan pada Cermin Cembung

Untuk melukis pembentukan bayangan pada cermin cembung, dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:

  1. Lukis dua buah sinar istimewa (menggunakan sinar datang sejajar dengan sumbu utama yang akan dipantulkan seolah-olah datangnya dari fokus (F) dan sinar yang menuju titik pusat kelengkungan P yang akan dipantulkan kembali seolah-olah bersumber dari P).

    Secara umum setiap sinar datang yang mengenai cermin cembung menggunakan aturan Hukum Snellius dengan menunjukkan setiap titik pantulnya sesuai dengan garis normalnya.


  2. Sinar datang dari depan cermin dan dipantulkan kembali ke depan, perpanjangan sinar-sinar di belakang cermin dilukis sebagai garis putus-putus. Lukisan garis putus-putus menyatakan bahwa sinar seolah-olah berasal dari titik tertentu yang akan menggambarkan bayangan semu.

  3. Perpotongan kedua buah sinar pantul yang dilukis pada langkah 1 merupakan titik bayangan, karena titik perpotongan sinar tersebut yang akan menunjukkan bahwa bayangan akan terbentuk. Jika perpotongan didapat dari sinar pantul terjadi bayangan nyata (sejati), karena titik perpotongan yang terbentuk terletak di daerah bayangan nyata di depan cermin. Akan tetapi jika perpotongan didapat dari perpanjangan sinar pantul, bayangan yang dihasilkan adalah maya (semu), karena titip perpotongan terletak di daerah bayangan semu di belakang cermin.

Baca Juga Artikel Lainnya : Pembiasan Cahaya – Pengertian, Indeks, Penerapan dan Contoh


Hendrajaya, et al. (1983) mendefinisikan pengertian benda atau bayangan nyata dan maya sebagai berikut:

Benda nyata:Jika sinar datang divergen pada permukaan pembias (s > 0).
Benda maya:Jika sinar datang konvergen pada permukaan (s < 0)
Bayangan nyata:Jika sinar datang konvergen dari permukaan pembias (s’ > 0) berpotongan.
Bayangan maya:Jika sinar datang divergen dari permukaan pembias seakan-akan datang dari sebuah titik di pihak lain dari permukaan (s’ < 0).

Pada prinsipnya untuk melukiskan pembentukan bayangan pada cermin cembung sama dengan pembentukan bayangan pada cermin Cekung, cukup digunakan dua buah sinar istimewa saja.


Contoh Cermin Cembung

Berikut ini terdapat beberapa contoh soal dari cermin cembung, antara lain sebagai berikut:

1. Sebuah cermin cembung ditempatkan di tikungan jalan. Ketika terdapat benda yang jaraknya 2 m dari cermin, bayangan yang terbentuk 1/16 kali tinggi benda. Jarak fokus cermin adalah…

A. 2/15 m

B. 2/17 m

C. 5/8 m

D. 15/2 m

E. 17/2 m


Jawab:

s = 2 m
M = 1/16
s’ = − 1/16 × 2 = − 2/16 = − 1/8 m
(Tanda minus diberikan karena bayangan cermin cembung maya.)

Jarak fokusnya

Soal Nomor 1


2. Sebuah benda diletakkan di depan cermin cembung sejauh 20 cm yang jarak fokusnya 30 cm. Letak dan sifat bayangan yang dibentuk cermin tersebut adalah….

Baca Juga Artikel Lainnya : Hukum Kepler 1 2 3 – Konsep, Rumus, Sejarah, Contoh Soal

A. 60 cm di depan cermin, maya, tegak

B. 60 cm di belakang cermin, nyata, tegak

C. 60 cm di depan cermin, nyata, tegak

D. 12 cm di belakang cermin, maya, tegak

E. 12 cm di depan cermin, nyata, tegak


Jawab:

f = − 30 cm
s = 20 cm

Menemukan jarak bayangan dulu beserta tandanya:

Contoh Soal 2

Atau

Contoh Soal 2.1

s’ bertanda negatif, sehingga maya, tegak. Jaraknya 12 cm di belakang cermin. Jawaban D.


3. Sebuah benda diletakkan 4 cm di depan cermin cembung yang berfokus 6 cm. Letak bayangan yang terbentuk adalah …

s= 4 cm
f= 6 cm


Jawab:

Jawab:
1/f = 1/So + 1/S’
-1/6 =1/4+1/s’
-1/s’ = 1/6 + 1/4
-1/s’ =2/12 + 3/12
-1/s’= 5/12
s’ = 12/5 = -2,4 cm

Sifat bayangan Tegak, Maya, dan Diperkecil.


Demikianlah pembahasan mengenai Rumus Cermin Cembung semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya.

Send this to a friend