Contoh Cerita Fantasi

Diposting pada

13 Contoh Cerita Fantasi – Ciri, Struktur, Jenis dan Unsur – Untuk pembahasan kali ini kami akan mengulas mengenai Cerita Fantasi yang dimana dalam hal ini meliputi contoh, ciri, struktur, jenis dan unsur, nah agar dapat lebih memahami dan dimengerti simak ulasan selengkapnya dibawah ini.

Contoh-Cerita-Fantasi

Pengertian Cerita Fantasi

Cerita fantasi adalah cerita fiksi bergenre fantasi “dunia imajinatif yang diciptakan penulis”, yang pada cerita fantasi hal yang tidak mungkin dapat dijadikan biasa. Tokoh dan latar diciptakan penulis tidak ada di dunia nyata atau modifikasi dunia nyata, tema fantasi ialah majik, sipernatural atau futuristik.


Ciri-Ciri Cerita Fantasi

Berikut ini terdapat beberapa ciri-ciri cerita fantasi, terdiri dari:

  1. Memiliki ide cerita yang tidak dibatasi oleh realita atau kenyataan dunia (bersifat fiksi).
  2. Didalam cerita terdapat keanehan seperti sihir, makhluk ajaib, maupun sesuatu yang misterius.
  3. Penggunaan latar dapat menembus ruang dan waktu.
  4. Tokoh yang memiliki keunikan tersendiri seperti memiliki kekuatan super untuk menyelamatkan dunia.
  5. Karena cerita fantasi menggunakan khayalan maka cerita ini termasuk dalam kategori contoh cerita fiksi.

Baca Juga Artikel yang Mungkin Berkaitan : Pengertian Cerpen Beserta Ciri Dan Unsur-Unsurnya


Struktur Teks Cerita Fantasi

Pada umumnya struktur teks fantasi hampir sama dengan struktur teks narasi yaitu terdiri dari orientasi, konflik, resolusi dan ending. Adapun penjelasan dari masing masing struktur teks fantasi adalah sebagai berikut:

  • Orientasi : Pengenalan atau orientasi merupakan sebuah bagian dimana pengarang memberikan pengenalan tentang penokohan, tema, dan sedikit alur cerita kepada pembacanya.
  • Konlik : Konflik sendiri merupakan bagian dimana terjadi permasalahan dimulai dari awal permasalahan hingga menuju ke puncak permasalahan.
  • Resolusi : Resolusi merupakan penyelesaian dari permasalahan atau konflik yang tejadi. Resolusi sendiri merupakan bagian penentu yang akan mengarah pada ending.
  • Ending : Ending merupakan penutup cerita fantasi. Ending sendiri dapat dibedakan menjadi dua yakni happy ending dimana tokoh utama menang dan hidup bahagia. Dan yang lain adalah sad ending dimana tokoh utama tewas setelah mencapai tujuan dan sebagainya.

Jenis Cerita Fantasi

Ada beberapa jenis dari cerita fantasi yang diantaranya yaitu:


1. Berdasarkan Kesesuasi

Jenis cerita fantasi berdasarkan kesesuaiannya dalam kehidupan nyata ada dua kategori, antara lain:

  1. Cerita fantasi total berisi fantasi pengarang terhadap objek/ tertentu. Pada cerita kategori ini semua yang terdapat pada cerita semua tidak terjadi dalam dunia nyata. Misalnya, cerita fantasi Nagata itu total fantasi penulis. Jadi nama orang, nama objek, nama kota benar-benar rekaan pengarang.
  2. Cerita fantasi irisan yaitu cerita fantasi yang mengungkapkan fantasi tetapi masih menggunakan nama-nama dalam kehidupan nyata, menggunakan nama tempat yang ada dalam dunia nyata, atau peristiwa pernah terjadi pada dunia nyata.

Baca Juga Artikel yang Mungkin Berkaitan : Penjelasan Syair Beserta Ciri, Jenis Dan Contohnya


2. Berdasarkan Latar Cerita

Berdasarkan latar cerita, cerita fantasi dibedakan menjadi dua kategori yaitu:

  • Latar sezaman berarti latar yang digunakan satu masa (fantasi masa kini, fantasi masa lampau, atau fantasi masa yang akan datang/ futuristik).
  • Latar lintas waktu berarti cerita fantasi menggunakan dua latar waktu yang berbeda (misalnya, masa kini dengan zaman prasejarah, masa kini dan 40 tahun mendatang/ futuristik).

Unsur-Unsur Cerita Fantasi

Berikut dibawah ini terdapat beberapa unsur-unsur cerita fantasi, terdiri atas:


  1. Ide cerita yang terbuka

Ide cerita dalam cerita fantasi umumnya tidak memiliki batasan realita (kenyataan) dan dapat kembangkan sesuka pengarang.


  1. Terdapat keanehan, misterius, dan keajaiban

Jika anda mendapati sebuah teks cerita mengandung unsur keanehan, bersifat misterius seperti mengandung unsur mistis maupun terdapat keajaiban yang tidak dapat dilogika oleh pikiran maka itu dapat menjadi ciri ciri cerita fantasi.


  1. Latar

Latar yang digunakan dalam cerita fantasi dapat menembus ruang dan waktu.


  1. Tokoh yang unik

Tokoh dalam teks cerita fantasi umumnya memiliki kelebihan tersendiri yang unik dan berbeda dari yang lain.


  1. Fiksi atau khayalan

Kerena bersifat fiksi dan merupakan cerita khayalan semata, maka cerita fantasi ini tidak akan bisa dinalar oleh akal pikiran jika dibandingkan dengan kehidupan di dunia nyata.


  1. Gaya bahasa

Gaya bahasa yang digunakan dalam cerita ini umumnya tidak harus selalu terikat menggunakan bahasa yang formal. Melainkan menggunakan bahasa yang bervariasi.

Baca Juga Artikel yang Mungkin Berkaitan : Pengertian Cerita Rakyat Beserta Ciri, Jenis Dan Contohnya


Contoh Cerita Fantasi

Terdiri atas:


Wiz Dan Belimbing Ajaib

Wiz, sang kurcaci penggali sumur dengan memiliki sebatang pohon belimbing ajaib di rumahnya di tengah hutan Morin, buahnya berwarna-warni sesuai warna cabangnya. Pohon belimbing ini merupakan pohon ajaib di kalangan para kurcaci di hutan Morin. Pohonya bercabang lima seperti jari tangan, dengan warna yang berbeda-beda.


Yang setiap warna memiliki khasiatnya sendiri, buah merah cabang ibu jari, yang berkhasiat dapat menyembuhkan penyakit asma. Buah hijau cabang telunjuk, berkhasiat menyembuhkan sakit perut. Buah kuning cabang jari tengah berkhasiat dapat menyembuhkan penyakit mata, buah putih cabang jari manis berkhasiat mempercantik wajah.


Seperti bentuk jari manis yang anggun, belimbing putih sering dipesan kurcaci wanita untuk mempercantik wajah dan tubuh, supata tetap segar dan penuh pesona. Nah buah biru cabang kelingking, kecil dan agak rapuh. Buah biru berkhasiat dapat menyembuhkan penyakit lupa, semua kurcaci yang pelupa dihutan Morin, langsung pulih ingatanya ketika memakan belimbing biru. Pokoknya nyos deh khsiatnya.


Suatu hari, Wiz pergi menggali sumur di didesa sebelah hutan morin, tiba-tiba matanya terkena pecahan batu galian, wah bahaya kalau tidak cepat ditangani. Wiz lalu mengambil belimbing kuning dari dalam tasnya, kemudian dimakannya. Ajaib, seketika itu juga sakit mata wiz kembali pulih. Ketika hari mulai sore, Wiz pulang ke hutan.


Di tengah perjalanan Wiz bertemu seorang Ibu tuas yang sakit asma, Wis jatuh kasihan, kemudian ia mengambil belimbing merah dari tasnya dan diberikan kepada Ibu tua tersebut, setelah Ibu tuas memakannya, seketika itu juga sembuhlah penyakit asmanya, Ibu tua lalu mengucapkan terima kasih kepada Wiz, Wiz melanjutkan perjalanan pulangnya, kembali Wiz bertemu dengan kakak beradik yang tengah duduk di atas batu dipinggir sungai. “Aduh, sakit perutku, kak!!” kata anak laki-laki sambil meringis kesakitan memegang perutnya.


“Sakit sekali ya, dek??” tanya kakak perempuanya yang buruk rupa, iya kak aku sudah tidak tahan ;lagi,” ucap anak lelaki menahan sakit. Wiz yang mendengar percakapan tersebut bertanya,”ada yang dapat saya bantu??”” “Oh, iya pak kurcaci, adikku butuh pertolongan, ia sakit perut, mungkin terlalu banyak makan jambu air,” sang kakak memberitahu Wiz. Wiz mengambil belimbing hijau dari tasnya dan diberikan ke anak lelaki itu.


“Nah, makan ini!!” kata Wiz sambil menyerahkan belimbing tersebut, Wiz menatap kakak perempuan yang buruk rupa kemudian menjadi iba, Wiz lalu mengambil belimbing putih dan diberikan kepada sang kakak. “Saya tidak sakit pak kurcaci,” kata sang kakak.


“Kamu juga boleh memakannya, nanti kamu akan tahu khasiatnya!!” jawa Wiz, akhirnya kedua kakak beradik itu memakan buah belimbing dari pohon ajaib itu. “Haa?? aku bisa jadi cantik?? kulitku pun jadi putih dan halus!!”” sorak sang kakak perempuan buruk rupa takjub dengan perubahan yang baru saja terjadi. “Aku juga sudah sembuh, kak!! perutku sudah nggal mules lagi,”kata si anak lelaki.


“Wah, terima kasih ya pak kurcaci, kami sangat beruntung bertemu kamu hari ini, terima kasih, terima kasih, terima kasih,” keduanya menyampaikan rasa terima kasihnya berulang-ulang. Wiz hanya tersenyum mendengar ucapan terima kasih itu. Mendekati rumahnya di hutan, Wiz bertemu dengan seorang kakek, kelihatannya sang kakek sedang kebingungan. Wiz mendekati si kakek dan bertanya,”ada apa, kek?? ada yang dapat saya bantu??”tanya Wiz lembut.


“Iya, saya butuh bantuan, saya mau pulang ke rumah saya di pinggir hutan tapi saya lupa jalan pulangnya, sekarang saya tersesat,”ujar sang kakek yang pelupa. “Oh jangan khawatir, kek, kakek makan saja belimbing biru ini!!” kata Wiz sambil menyerahkan belimbing terkahir dari dalam tasnya. Beberapa saat kemudian tampaklah reaksinya, kakek mulai sadar dan telah tahu arah ke rumahnya. “Terima kasih, sekarang saya jadi tahu jalan pulang ke rumah!!” kata kakek senang.


“Oke, hat-hato ya, kek!!” jawab Wiz sopan, nah, lengkaplah sudah tugas Wiz hari itu, dengan menyembuhkan lima penyakit dengan buah belimbing ajaib. Setiap hari, wis si kurcaci dan belimbing ajaibnya akan terus menyembuhkan siapa saja yang membutuhkan pertolongan.

Baca Juga Artikel yang Mungkin Berkaitan : Penjelasan Legenda Beserta Ciri, Jenis Dan Contohnya


Dunia Anak

Hari ini, Zahwa dan Zahra pulang cepat.


“HeiAwa, aku ada kejutan untukmu!” seru Zahra “Sesuatu?” tanya Zahra heran, “Yap sesuatu yang bisa membuatmu terkejut 100 persen” jawab Zahra girang.


Zahra membawa Zahwa adik kembarnya ke tempat sejenis pintu.


“Ada apa kamu membawa aku ke sini?” tanya Zahwa bingung. Zahra tidak menjawab dan memencet sejenis tombol dan pintu besar itu terbuka lebar, karpet merah pun tergerai menyambut kedatangan mereka.


“I.. ini a.. aapa” gagap Zahwa tak percaya, “Sudah masuk saja” ajak Zahra.


Sebuah kerajaan ada di depan mata mereka, seorang pelayan pun membawa tas mereka berdua.


“Zahra!” panggil seorang putri cantik dengan mahkotanya yang indah. “Ini yang kemarin aku bilang. Zahwa namanya, adik kembarku” jawab Zahramemberitahu, “Kau juga tak kalah cantik dengan kakakmu” puji putri itu, “Zahwa ini Zeta, sahabat kita dulu” Zahra mengenalkan, “Zeta?!” seru Zahwa tak percaya, “Iya Awa dia Zeta” jawab Zahra.


Mereka bertiga bersenda gurau dan bermain bersama sampai waktu sudah sore, Zahwa dan Zahra pamit pulang.
“Terimakasih pelayanan dan penyambutannya” ucap Zahwa, “Iya sama-sama” jawab Zeta.


Ternyata di bumi, masih siang dan belum sore.


“Bagaimana kamu tahu itu Zah?” tanya Zahwa, “Hahaha. Saat itu aku pulang sendirian dan bersandar di pintu itu lalu tak sengaja aku menekan tombol dan sejak itu aku mengetahu dunia fantasi ini” jawab Zahra menjelaskan.
Sejak Zahwa mengetahui ini. Zahra dan Zahwa setiap hari bermain di sana dan ternyata sepulang dari sana selalu membawa benda tanpa sepengetahuan mereka.


Sahabatku Malaikat

“Sausan!” teriakku pada Sausan. ia menoleh. Kuhampiri dia
“Hari ini cerah, kicauan burung pagi yang merdu membuatku senang..” Kata Sausan.
“Iya kau benar Sausan” Kataku.


Hai, Aku SherinaAliskha. cukup panggil aku Sher.
Aku dan Sausan telah 1 minggu bersahabat. dia murid baru yang cantik, baik hati, pintar, dan imut. Rambutnya bewarnacoklat diikat dua setiap hari. Dia selalu mengatakan hal yang sama seperti tadi. Aku dan Sausan bermain setiap sore di rumahku. Namun, ketika kuajak bermain ke rumahnya, dia menolak katanya rumahnya jauh. Aku mengerti, mungkin dia takut ibunya marah atau semacamnya.


Jam istirahat…
“Sausan, ayo ke kantin!” seruku.
“Terima kasih, aku tidak lapar..” katanya. Aku menghampirinya.
“Sausan, ada apa?” tanyaku. Kupegang tangannya ia begitu dingin, tak seperti biasanya.. Wajahnya begitu pucat.
“Sausan?” tanyaku lagi.
Ia berhenti bernafas, aku kaget.
“Sausan!!, tolong! teman-teman! bantu Sausan!!” aku berteriak kencang. Sausan pun pingsan. Kami membawanya ke klinik sekolah.


2 jam kemudian…
“Tidak!! jangan Sausan!!” Aku berteriak histeris. Sausan telah meninggalkanku. “Tidak!!!”


Aku terbangun dari mimpiku, untung itu hanya mimpi. Aku pergi ke luar lalu ke rumah Sausan diam-diam.


Saat sampai…
Rumahnya begitu sepi.. tak ada seorang pun… “Sausan!, Sausan!” teriakku. Aku pergi ke halaman belakang Sausan. Kulihat batu nisan bertuliskan nama Sausan. Aku tercegang begitu kaget. Aku pun pulang lari bergitu cepat.


Di sekolah…
“Kamu kenal sama Sausanga?” tanyaku pada Mella temanku.
“Dia udah pergi, udah ke alam sana..” jawab Mella. kukira kemarin mimpi tapi… nyata..
Lalu siapa yang bersamaku 1 minggu yang lalu? Apa itu arwah Sausan?


Sesampainya di rumah… kuceritakan semua pada ibu
“Bu.. Sausan..” gumamku sedih.
“Iya.. dia meninggal 7 tahun yang lalu..” jelas ibu.
“Apa? lalu siapa yang bersamaku semasa 1 minggu yang lalu bu?” tanyaku.
“Dialah Sausan.. dia malaikat yang bersamamu..” jawab ibu.


Aku pun pergi ke tempat Sausan berbaring tenang. Aku berdoa agar ia Tenang di alam sana… Dan aku tahu itulah akibatnya Sausan menolak bermain di rumahnya.. TerimakasihSausan…


Nia In Wonderland

Aku baru saja tersadar dan aku terkaget aku ada di mana sekarang?. padahal beberapa saat yang lalu aku sedang tidur di kamarku sambil membaca buku. tapi sekarang aku berada di tengah hutan.


Aku berjalan tanpa arah, mengikuti jalan setapak yang ada di depanku, entah ada di mana aku sekarang, tapi yang jelas aku takut. aku melihat seseorang sedang membelah kayu dengan kapaknya di di depan mataku, seorang anak yang mengayunkan kapaknya ke arah kayu hingga menimbulkan bunyi nyaring, TAK!!!, Dia melakukannya berulang-ulang, aku menyipitkan mataku, untuk melihat jelas wajah anak itu dan sepertinya aku mengenalnya. dia adalah temanku jerry, aku memanggilnya dengan suara lantang dan dia menoleh. aku segera menghampirinya, perasaanku sangat senang karena setidaknya ada orang yang aku kenal.


“Siapa kau?”
Aku kaget mendengar dia mengatakan itu “ini aku nia” kataku “teman satu kelasmu”
“Maaf aku tidak mengenalmu” jawabnya
Aku terkejut saat mendengar jawabanya, entah apa dia mungkin terkena amnesia. aku akan menanyakannya sekali lagi, tetapi saat aku ingin bertanya aku mendengar suara teriakan, di ujung sana aku melihat kobaran api yang menyala-nyala menimbulkan asap pekat yang melambung di udara. aku tersentak


“Ayo ikut aku” tiba-tiba jerry tersentak, dia menarik pergelangan tanganku dan mengajaku berlari.
“Kita mau kemana?” Tanyaku
“Kita akan ke desa tempat tinggalku” sahutnya.


Aku hanya terdiam mendengar jawabanya, dan kakiku terus berlari di atas rumput hijau, dan kami sampai di desa itu.

Baca Juga Artikel yang Mungkin Berkaitan : Contoh Teks Editorial


Aku terkejut saat melihat keadaan desa telah hancur, porakporanada, kepingan bangunan di mana-mana, kobaran api yang menari-nari, mayat-mayat yang bertebaran seperti daun-daun di musim gugur, dan yang melakukan itu semua adalah raksasa besar yang ada di hadapan kami. raksasa hijau itu sangat menakutkan dia menatap jerry dan aku dengan mata merah seramya.


Jerry menyuruhku bersembunyi dan aku menuruti apa maunya. jerry berlari dengan gagah berani dia berlari ke arah makhluk besar hijau itu, dan baju jerry berubah menjadi baju seorang kesatria dan. jerry terbang dia mengarahkan kapaknya yang bercahaya ke arah monster itu, namun dia berhasil menagkisnya, dan dia menembakan laser dari matanya, laser itu mengenai jerry hingga dia terluka dan terjatuh ke tanah, dan monster itu ingin menginjak jery dengan kaki besarnya. aku memejamkan mata karena tidak ingin melihat pemandangan ini.


Tiba-tiba ada suara muncul di kepalaku suara yang menyurhku untuk menyelamatkan jerry. Aku kembali membuka mataku dan melihat tubuhku mengeluarkan cahaya sesaat setelah cahaya itu hilang baju piyama yang tadi aku kenakan berubah menjadi baju dress biru yang indah, tapi yang membuat aku terkejut kini aku memeiliki sayap di punggungku.


Aku masih takut dengan monster itu tapi aku harus menyelamatkan jerry, aku terbang dengan sayapku. dan tiba-tiba muncul sebuah busur panah di tanganku, aku belum pernah memanah sebelumnya tapi apa salahnya aku mencoba, aku membidik tepat di matanya dan melesatkan anak panah yang bercahaya itu. Dan monster itu pun lenyap.


Aku berhasil mengalahkanya, aku kembali ke wujud semulaku, dan saat aku menghampiri jerry tiba-tiba tubuhnya menghilang, semuanya menghilang dan tiba-tiba turun hujan. yang membuatku tersadar bahwa semua hanyalah mimpi, aku terbangun dan merasakan celanaku ynag basah bukan karena hujan tapi karena aku mengompol. mungkin inilah akibatnya jika tidak berdoa sebelum tidur.


Kubah Besi

Dua ribu? Sepuluh ribu? Entah berapa banyak liter yang sudah aku habiskan hanya untuk bernapas, atau hanya untuk membelai rambut jagungku saja.


Waktu itu layaknya seorang penguasa Eurasia, aku menghambur hamburkannya. Dan sekarang sudah bisa kurasakan karmanya. Rasanya tercekik. Bernapas bukan lagi suatu kebutuhan tetapi kegiatan yang dicaci dan harus dimusnahkan. Sayang, masih banyak yang ingin kucapai dan aku tidak mau mati dulu.


Jadi kukumpulkan semua yang tersisa dari seluruh penjuru bumi yang bulat ini. Menyimpannya dalam sebuah kubah besar berbahan dasar besi langka yang kudapat dari seorang petani tua pesakitan. Mencoba berbagai cara mengembangbiakkan udara… gila memang. Tapi apalah aku yang egois ini, yang masih mau bermimpi dan mewujudkannya.


Entah kekuatan dari mana, tapi kubah besiku bekerja dengan sempurna. Tidak mau menerima karma yang buruk, dengan senang hati kubagikan semuanya ke makhluk yang mengiba udara, termasuk mereka yang kehilangan muka karena mencaci kubah besiku.


Waktu terus berjalan dan orang orang memuakkan yang tumbuh semakin subur itu siap melakukan fungsinya bahkan tanpa ada tanda peringatan. Mereka yang berpundi, melalui pengkhinat yang bekerja untukku, menukarnya lebih banyak hanya untuk disimpan dan dipamerkan kepada mereka yang terlunta.


Kututup kubah besi kebanggaanku karena demi Tuhan.. aku hanya ingin membuat keadaan sedikit membaik bukan malah memperumitnya! Ada apa sih dengan orang orang itu? Apa harus aku lagi yang mencari solusinya? Tidak! Tidak sudi.


Kalau sudah tau begini, kenapa dulu mereka tidak memperbanyak apa yang sering mereka sebut ‘sampah’?


Demi Tuhan kurindu dengan semua zamrud itu. Sungguh.


Sahabat Cermin

Aku termenung di balkon sekolah. Termenung sedih dan berkhayal, bahwa akan punya sahabat. Sahabat setia yang tidak akan meninggalkan diriku sendiri. Tapi, tak ada yang ingin berteman denganku. Bahkan semua orang membenciku. Padahal, aku tak pernah berbuat jahat kepada mereka. Aku juga selalu berusaha yang terbaik agar mereka tak menganggapku aneh.


CaseylaDiandra. Itulah namaku. Orangtuakumemangil aku Casey. Tapi teman-temanku memanggilku BadGirl. Panggilan yang sangat menyayat hati. Yah sebenarnya mereka yang kusebut teman tidak menganggapku teman. Mereka lebih mirip dengan musuhku.


Setiap hari, kucoba jalani hari dengan senyuman. Tapi dibalik senyuman itu tersimpan beribu luka yang sangat menyakitkan. Dan hari ini aku akan pergi membeli sebuah cermin untuk hiasan di kamar baruku. Dengan segera aku pergi ke Mirror Shop. Di sana terdapat banyak model cermin terbaru. Tetapi, pandanganku hanya tertuju kepada sebuah cemin besar yang dikelilingi ukiran yang sangat indah. Dan setelah kutanya harganya Rp. 895.000. Karena tertarik, aku segera membelinya tanpa pikir panjang. Kata penjaga di sana, cermin itu akan dikirim tepat jam 4 sore.


“Tiiiiiin!!! tiiiiiin!!!” klakson mobil pengantar cermin itu pun terdengar. Casey segera berlari untuk membukakan pintu rumahnya.


“Silakan masuk Pak. Kamar saya ada di sana.” Ujar Casey sembari menunjukan kamarnya.


Tak lama kemudian cermin itu sudah dipasang. Orang-orang yang mengantar cermin itu, juga sudah pulang. Casey yang sendirian di rumah, asyik meratapi cermin itu. “Ah, indah sekali cermin itu.” Pikir Casey. Tapi, karena merasa janggal dengan cermin itu, Casey mulai mendekati cermin itu. “Aaaaaa…” Casey berteriak keras. Ia sangat ketakutan. Itu karena ada bayangan seseorang di cermin itu. Tapi bayangan itu bukan bayangan dirinya. Bayangan itu adalah bayangan gadis seusia Casey dengan wajah riang. “Aaaaaa…” Casey kembali berteriak. Ia berteriak kali ini karena bayangan itu bersuara kecil.


Lalu Casey pun membalas suara itu. “Siapa kau?”
“Hai Casey, jangan takut. Namaku Mirrory. Kau bisa memanggilku Rory. Aku tidak akan menyakitimu. Aku di sini hanya ingin menjadi temanmu.” Jelas bayangan itu yang ternyata bernama Rory.
“Oh, mmm… kalau begitu maafkan aku ya Ro…ry.” Ucap Casey ragu.
“Tentu,” jawab Rory.


“Oh ya, bagaimana kau bisa ada di cermin itu Rory?” Tanya Casey.
“Aku bisa ada di cermin ini karena kejadian 3 tahun lalu. Saat itu aku masih berumur 8 tahun. Waktu itu aku menemukan cermin ini. Dan memencet tombol kecil di belakang cermin. Seketika aku tersedot masuk ke dalam cermin. Lalu cermin ini ditemukan oleh seseorang. Kemudian cermin in dijual di Mirror Shop.” Jelas Rory panjang lebar. Casey yang mendengarkan hanya diam setia mendengarkan.
“Oh… Gitu,” Caseyber-oh ria.
“Rory, kau mau tidak jadi sahabatku?” Tanya Casey tiba-tiba.
“Aku sangaaat… mau.” Jawab Rory.
“Tapi, aku hanya bisa menjadi sahabat cermin untukmu.” Lanjut Rory tak bersemangat.
“Tidak apa-apa kok. Begini saja aku sudah senang.” Balas Casey. Lalu mereka asyik mengobrol tanpa peduli apapun.


Kini Casey sudah punya sahabat. Walaupun ia tau bahwa sahabatnya itu ada dicermin. Rory pun setia menjadi sahabat cermin seperti apa yang diinginkan Casey. Casey pun tak perlu lagi punya sahabat lain. Baginya, Rory sudah lebih dari cukup. Dan tak ada yang bisa menggantikan kedudukan Rory di hati Casey. Setiap hari, Casey berharap Rory akan menjadi manusia utuh. Dan tidak lagi menjadi sahabat cermin. Tapi, entahlah, kapan itu semua akan terjadi.


Kotaku Yang Malang

Namaku Sasha. Setiap hari aku berangkat sekolah dengan menaiki mobil yang pintu dan jendelanya ditutup rapat. Orang lain pun juga sama sepertiku. Sekarang sudah jarang sekali orang berjalan kaki bila ingin bepergian. Hanya ada beberapa orang saja yang berjalan kaki, yaitu orang yang kurang mampu. Mengapa mereka semua bertingkah seperti ini? Tidak seperti Dulu yang menaiki apa saja dengan ruang, berjalan kaki dengan sedang. Semua ini ulah manusia yang tidak memperhatikan atau mempedulikan lingkungan sekitar. Sampah plastik berserakan, kaleng-kaleng bekas, makanan sisa dan semua sampah kecil maupun besar, semuanya ada di jalan yang biasa mamusia pakai.


“Ckiit..” mobilku sudah berhenti di depan gerbang sekolahku. “Sudah sampai nak” kata ayah, aku mengangguk lalu bilang “terimakasih ayah, jangan lupa ya kalo keluar mobil pake masker, jaket dan kacamata biar ayah nggak sakit” jelasku. Ayah tersenyum, lalu aku melambaikan tangan dan langsung menuju ke dalam sekolah.


Saat aku masuk ke dalam kelas, hanya ada 12 orang anak termasuk aku. Banyak sekali anak-anak yang telah meninggal ada 8 orang anak, yang jatuh sakit ada 19 orang anak dan yang keluar sekolah ada 5 orang anak.
“Hai Lili” kataku kepada teman sebangkuku. Dia terlihat pucat dan sering batuk-batuk. “Kamu sakit?” tanyaku cemas. Dia tidak menjawab.


Besoknya saat aku masuk kelas Lili tidak ada. Lalu aku menanyakan keberadaan Lili kepada Akia. Sungguh sedih mendengar kabar dari Akia bahwa Lili sekarang dirawat di rumah sakit ditempatkan di ICU, dia sekarat. Aku langsung menangis tak henti-henti.


Andaikan seperti 10 tahun kebelakang, kota ini begitu bersih, indah, udaranya sejuk, dan lebih banyak orang yang berjalan kaki. “Kita doakan saja semoga Lili baik-baik saja” jelas Akia sambil menenangkanku.


Pulangnya saat aku sampai rummah. Ibu langsung memelukku dan berkata Lili telah tiara. Aku langsung menangis, ibu menenangkanku. “Kita melayat yuk sayang” jelas ibu sambil membelaiku. Aku mengangguk. Lalu kami pergi menggunakan mobil satu lagi.


Mulamya kami pergi ke rumah sakit yang ditempati Lili. Tapi jelas perawat jeazahnya sudah dibawa ke rumahnya. Lalu kami pun pergi ke rumahnya. Setelah sampai aku langsung keluar dari mobil tanpa menggunakan masker. Aku sudah tak peduli. Saat aku masuk ke rumahnya aku langsung menemui jenazahnya dan memeluknya sembari mengatakan “Semoga kau baik-baik saja di sana” tangisku semakin deras. Mama yang sedang menenangkan ibunya Lili pun saat melihatku ikut menangis. “Jangan lupakan aku sobat”. Setelah aku mengucapkan itu aku melihat sosok perempuan yang anggun dan cantik, wajahnya bersinar layaknya sinar bulan. Lulu gadis itu mengucapkan “aku tidak akan pernah melupakammuSa, terimakasih untuk segalanya”. Tangisku menjadi deras sekali. Aku yakin Lili bahagia di sana.


Pewaris Terakhir

Aku memandangi senjataku yang sudah berlumur darah, Ini semua salah mereka.. Siapa yang suruh menyerang dan memburuku.


Mentari semakin bersembunyi dibalik gusarnya kekacauan kerajaan. Takdirku bagai tertulis di lembar usang, terlupakan dan juga dicari disaat yang bersamaan, kutarik rambut panjangku ke belakang telinga dan mulai melangkah melalui sekumpulan mayat tentara berbaju besi yang tamak akan kenaikan pangkat. Bodoh… Mereka hanya memikirkan hasil tanpa peduli prosesnya, padahal jelas-jelas Akulah Sang Pewaris Terakhir dari kerjaan yang penuh kutukan itu. Pewaris dari Pedang yang akan memakan sisi manusiamu jika kau lengah, Pewaris dari mahkota berkarat yang diperebutkan begitu keras.


Muncul lagi seseorang di hadapanku, kembali kutarik pedang yang adalah musuh sekaligus kawanku, Lelaki itu tersenyum kecil, dia adalah salah satu orang yang ikut serta dalam perebutan Takhta.
Mata hitamnya memandangiku tajam “Tidak apa-apa jika kau tidak ingin, tapi… kenapa kau juga menarik pedang untukku?” ujarnya, Aku menatapnya siaga.


“Aku… Tidak peduli dengan siapapun, aku hanya ingin hidup” sahutku.
“Bohong” ia menyahut tanpa ragu “kau juga ingin ditemukan” lanjutnya, Aku terdiam sesaat tanpa melonggarkan pertahananku.


Ia maju berberapa langkah dan mengusap darah di wajahku “Aku menemukanmu” ujarnya lagi sambil tersenyum.
“Kenapa? Kenapa? semuanya seperti ini? Padahal Papa bilang semuanya akan baik-baik saja Jika aku tidak tidur terlalu malam, dan Mama bilang semuanya akan berakhir bahagia jika Aku menjadi anak baik, tapi kenapa? Mereka meninggalkanku dengan beban begitu besar.. Aku tidak ingin menjadi Raja, aku tidak menginginkan Mahkota ataupun kekuasaan, aku hanya ingin rakyatku bahagia” Aku sudah tidak tahan lagi, Lelaki tadi memelukku, dialah Tunanganku ketika situasi masih baik-baik saja, Dan saat itu juga darah mengucur dari perutnya yang sudah berlubang.


“Tapi Akulah sang Pewarias terakhir” Aku masih berada dalam dekapannya yang penuh darah atas senjataku “Akulah orang yang akan menguasai semuanya, bukan dirimu, bukan Paman ataupun musuh kita… Hanya Aku… Aku seorang” lanjutku.


Ia memelukku semakin erat, kurasakan bahuku basah akan sesuatu yang hangat.
“tidak apa-apa.. Aku sudah menemukanmu, karena itu… Jangan sembunyi lagi, MyLady” ujarnya dan tubuhnya gontai kehilangan nyawa, Kutelentangkan jasadnya dan kututup dengan jaket yang biasa kupakai.


Aku Bukan Patung

Awalnya gelap, tapi tiba-tiba… cahaya mentari menyilaukan. Sangat menyilaukan, tapi kenapa aku tidak bisa menutup mataku? Ya Tuhan, apa yang terjadi padaku? Tubuhku, oh tubuhku tidak bisa bergerak. Kenapa tubuhku membeku seperti ini? Kenapa ini Tuhan? Air, ikan koi, bunga teratai merah muda? Aku dikelilingi mereka. Aku berada di tengah-tengah… kolam? Kenapa aku bisa berada di tengah kolam ini, Tuhan?


Burung pipit kecil hinggap di bahuku, meloncat, lalu pergi. Hei burung pipit kecil, tolong aku, aku tidak bisa bergerak. Hei, jangan pergi.. ya Tuhan, bagaimana ini? Apakah suaraku tidak terdengar? Siapapun, aku mohon tolong aku!


Sepanjang hari, orang-orang yang lewat menyebutku tampan. Ah, benarkah. Aku bahkan tidak menyadarinya. Aku terdiam lagi, mendengarkan gemericik pancuran air kolam, mengamati bunga teratai merah muda yang perlahan mekar, meninggalkan masa kuncupnya. Bunga mawar merah muda, bunga lily, anyelir, bunga kertas di tepi kolam juga ikut mekar. Rumput yang hijau berembun dan pohon-pohon rindang yang meneteskan embun di ujung-ujung daunnya terlihat segar. Indah sekali mereka, aku baru menyadarinya. Embun itu menguap sekarang.


Gemericik pancuran kolam, ikan koi yang tenang, bunga teratai merah muda kuncup dan mekar. Aku menikmati semuanya. Berulang-ulang. Apa yang harus aku lakukan sekarang? Haruskah aku terperangkap di sini selamanya? Begini selamanya di tengah-tengah kolam?


Lalu, entah kenapa kali ini pandanganku tertuju pada sosok gadis cantik berbaju krem lembut. Ia berjalan perlahan. Rambut lurus hitam terurai, bola mata coklat indah, bulu mata lentik, bibir merekah, kulit putih langsat berjalan perlahan, ke arahku. Ah tidak, ia berjalan lalu duduk di kursi tepat di depanku. Ia mengeluarkan buku dari tas tangan kecil putihnya dan membuka perlahan buku itu.


Lalu, bola matanya bergerak ke kanan dan ke kiri dengan lincah. Tapi, tiba-tiba matanya memandang padaku, melihatku agak lama, dan kemudian berjalan ke arahku. Apakah dia bisa mendengarku? “Patung ini bagus sekali, terlihat tampan.” Ia lalu mengambil sesuatu di tas putihnya. Sebuah ponsel. Ia lalu mengambil gambarku dengan ponsel itu dan kemudian tersenyum. Oh, Tuhan.


Sementara ia di dekatku, ingin sekali aku memetik dan memberikan setangkai mawar merah muda yang ada di pinggir kolam ini padanya. Ah, tidak, menyapanya saja, itu sudah cukup bagiku. Tapi apa daya, aku tidak bisa bergerak. Tubuhku beku. Bibirku bisu. Aku hanya sebuah patung tembaga di tengah-tengah kolam ikan koi kecil. Satu-satunya yang bisa kulakukan adalah melihatnya, melihatnya, dan… melihatnya pergi.


Gadis itu pergi, gadis itu pergi. Oh, Tuhan, betapa menyedihkannya aku. Aku tidak bisa apa-apa. Aku hanya patung, tidak bisa bergerak, berjalan, ataupun berlari. Bicara pun aku tak bisa. Menutup mataku karena mentari yang menyilaukan pun aku tak bisa. Kenapa aku hanya sebuah patung? Patung yang indah, tampan, tapi tidak berguna. Kenapa? kenapa aku hanya sebuah patung? Kenapa? Kenapaaaa?


Perlahan, aku membuka mataku. Terasa berat. Kukedipkan mataku, berkali-kali. Kuraba wajahku, masih lengkap dan tidak keras. Hanya tulang hidungku yang keras. Kugerakkan kepalaku, ke kanan dan ke kiri, jari tanganku, lenganku, kakiku, semuanya, dan yang terakhir adalah badanku.


Oh, aku masih berbaring di atas kasur empukku dan selimut hangat. Ternyata hanya mimpi. Aku sedikit lega. Tuhan, aku bukan patung, aku bukan patung, dan jangan jadikan aku patung. Aku adalah manusia. Aku janji akan mearaih tujuanku, cita-citaku, hidupku. Aku tidak akan malas. Aku tidak akan menyia-nyiakannya. Aku tidak akan membiarkannya pergi. Sekarang.


Dunia Manisan

Dahulu kala ada seorang anak yang sangat baik dan pintar, namanya adalah ely, ely adalah anak yang sangat baik dan pintar.


Suatu peristiwa terjadi
Pada malam yang sunyi ada sebuah cahaya yang masuk ke kamar ely, lalu ely mengikutinya, sampailah ely di titik cahaya itu, dia melihat sesosok wanita yang cantik bagaikan peri, dan ternyata itu memanglah peri yang dikirim oleh tuhan untuk ely.


“Siapa kamu”
“Aku adalah peri kiriman tuhan, dia yang telah mengirimku untukmu, dia mengirimku hanya untuk anak baik sepertimu, kau adalah anak yang mulia dan terpuji, maka ikutlah denganku”
“Tapi apakah ini nyata, apakah kakak peri?”
“Iya ely aku memang peri mendekatlah wahai anak baik”.
Tanpa berpikir lama ely mendekat ke peri itu, ely sungguh tidak percaya akan hal itu, tetapi dia juga senang. Peri memegang tangan ely dengan lembut dan erat, ely merasa nyaman. Tetapi dalam sekejap ely dan peri itu hilang dan pergi ke dunia yang berbeda


“Di mana aku peri, aku tidak percaya ini, tetapi bagaimana jika orangtuakumemcariku”.
“Tidak apa nak kamu akan aman bersamaku”


Dan ternyata ely dan peri berpindah ke dunia manisan, ely terkaget kaget saat di sana dipenuhi dengan berbagai macam manisan, yaitu coklat, permen, buah buahan, danau susu dan masih banyak lagi.


“Bolehkah aku memakan semua ini peri”
“Boleh ely semuanya memang untukmu, peri. Ely mencicipi semua makanan dengan gembira.


Ely sudah lelah karena banyak makan permen dan coklat dan dia pun akhirnya terlelap tidur. Dan saat dia bangun dia sudah di rumah, serta ada banyak manisan di dalam kamarnya, ely sangat berterimakasih kepada tuhan karena telah mengirim peri yang sangat baik kepadanya.
Ely memanglah pantas untuk menerima semua ini, dia adalah anak yang sangat baik dan terpuji…!


Mesin Waktu

Pada tahun 2026 dimana dunia sudah mulai dikuasai teknologi canggih, ada 3 sahabat yang bernama jack, nicole dan alex. Mereka baersekolah di sekolah yang sama tepatnya di smp ABC, jika pulang sekolah mereka biasanya selalu bersama.


Saat itu mereka menuju ke stasiun kereta melayang yang jaraknya dekat dari sekolah mereka. Saat mereka sudah mulai naik, beberapa menit kemudian kereta yang mereka naiki terlempar keluar dari rel yang ada di atas kereta, mereka terlempar ke sebuah hutan yang sangat luas dan gelap bersama dengan penumpang lainnya yang sebagian tewas karena benturan yang sangat kencang saat mereka terjatuh.


Alice pun berkata “di mana kita?”
Alex menjawab “aku pun tak tau” sambil kebingungan
Jack berakata “sudah jangan khawatir, yang penting kita selamat”
“iya” alexdahnicole menjawab


Mereka pun berjalan mencari jalan keluar dan mencari pertolongan dengan berjalan ke dalam hutan, saat mereka di dalam hutan.. terdengar suara “BUUMM..” yang kencang dan membuat tanah bergetar, mereka pun menghampiri sumber suara itu dengan rasa berani.


Saat sudah hampir dekat dengan sumber suara, mereka melihat sebuah cahaya yang sangat terang dari sana. Saat mereka lihat ternyata itu adalah sebuah mesin waktu yang jatuh dari langit, dengan rasa penasaran mereka mendekati mesin waktu itu dan membukanya.


“1, 2, 3 waaaaaw…” kata mereka bersamaa, mereka masuk dan tak sengaja alex menekan suatu tombol yang membuat mesin waktu tersebut membawa mereka keluar dari hutan yang gelap itu ke kota yang dekat dengan rumah mereka… Saat sampai mereka hampir tak percaya bahwa mereka mendapat petualangan yang sangat aneh dari mesin waktu itu. Saat mereka keluar dari mesin waktu itu, mesin waktu itu pun tiba-tiba lenyap menghilang dan mereka kembali ke rumah mereka masingmasing.


Pelukan Terakhir Untuk Ibu

Di tepi sungai yang agak luas, terdapat anak pohon apel dan ibu pohon apel, anak pohon bernama Trei, berkelamin lelaki, dan ibu pohon bernama Treina. Trei ingin sekali memeluk ibunya, lalu menciumnya, tapi.. Trei tidak bisa.., karena apa? Teman teman pasti taulah…


Pada suatu hari, ada seorang anak perempuan beserta ayahnya berjalan melewati Trei, dan ibu Trei. Anak itu bertanya pada ayahnya, “yah, bolehkah aku memetik satu buah apel?”
“tentu saja, boleh!” jawab ayahnya. Lalu anak perempuan itu memetik 1 buah apel dari daun daun Trei.
Setelah mengambilnya, anak perempuan itu memakan buah apel yang dia ambil.
“hmm.., enak banget!, aku jadi ingin semuanya!” seru anak perempuan itu. “ayah!, bolehkah aku membawa pohon apel kecil ini ke dalam taman rumah kita?” Tanya anak perempuan itu.
“hmm.., ayah agak ragu sih, untuk menjawabnya.., tapi, ayah bolehkan saja deh! Nanti, ayah panggilkan tukang taman untuk mencabut pohon apel kecil ini! Kamu tenang saja ya, Rara!, besok ayah panggilkan!” ayah anak perempuan itu, menuruti permintaan anaknya.
“makasih, ya, yah!” seru anak perempuan itu, yang ternyata bernama Rara. Ayahnya hanya tersenyum manis. Mereka pun pulang.


Trei kaget mendengarkan obrolan anak perempuan itu terhadap ayahnya.
“ibu.. bagaimana, ini?, besok, aku akan dipindahkan ke tempat lain.., jadinya, aku tidak bisa bertemu ibu lagi dong.. Huhuhu…” tangis Trei.
“tenang saja Trei.. kalau kamu dipindahkan, pasti Allah akan mempertemukan kita lagi di surga…” hibur ibu Trei.
“terima kasih ya, bu..” kata Trei.


Esoknya…
Rara, ayahnya, dan tukang taman siap siap mencabut Trei.
“tukang taman.., ayo, cepat cabut pohon apel kecil ini!, dan masukkan ke dalam mobil pickup, ya…” pinta ayah Rara.
“siap, pak!” seru tukang taman.
Tukang taman pun mencabut Trei. “dadah, ibu..” pamit Trei.
“dadah Trei..” kata ibu Trei.


Di rumah Rara…
“ayo cepat, yah!, tanam pohonnya di taman belakang!” pinta Rara.
“oke, Ra!” seru ayah Rara sambil mengacungkan jempol.
Setelah Trei sudah ditanam di taman belakang rumah Rara, Trei hanya bisa menangis tersedu sedu tanpa dilihat oleh Rara, Rara hanya tersenyum senyum melihat Trei ditanam di rumahnya.


Setelah bertahun tahun lamanya, akhirnya Rara sudah bertumbuh dewasa dan Trei?, yaa sama seperti Rara, Trei sudah dewasa, sayangnya, Ayahnya Rara sudah lebih dulu meninggal.
“Ya Allah.., pertemukanlah aku kepada ibu di surga nanti..” do’aTrei saat dewasa.


Kini, Trei dan Rara sudah beranjak ke masa tua. Rara sudah memiliki cucu. Senang sekali bila menjadi Rara.
“Ya Allah.., pertemukanlah aku kepada ibu di surga nanti..” do’aTrei saat tua.
Sekarang Trei sudah mengganggu rumah Rara dan tibalah saatnya Trei ditebang…
SREK! SREK! SREK! Suara gergaji memotong Trei dan Trei MATI!


“ibu…!!” seru Trei sambil berjalan menemui ibunya dan memeluknya. Memang, Trei dan ibunya berada di…, ya! Betul!, berada di SURGA!, Trei dan ibunya memiliki tangan dan kaki! Wah, menyenangkan..
“Trei.. ibu senang sekali kamu berada di sini..” seru ibu Trei.
Lalu Trei mencium pipi ibunya seraya berkata, “aku juga senang bu.., aku sayang ibu…”.


Ramalan Bintang

Hazel sedang memainkan piano miliknya sambil sesekali meneguk jus blueberry dan memakan fettucinicarbonara yang ia beli tadi pagi. Sekarang sudah menjelang sore, Hazel belum beranjak dari piano. Padahal, mamanya sudah memanggilnya dari tadi tapi Hazel diam tak menghiraukan.
Kali ini, ke 1000 kalinya mama meneriaki Hazel.
“Hazel, ayo ikut mama ke tempat mbokoZevo. Mau melihat bola kristalnya yang baru”
“Ya sudah, Hazel ikut”


Hazel dan mamanya sudah sampai di rumah mbokoZevo.
“Tumbenan kau dan kau ke sini?” secara antusias mbokoZevo menyambut dengan ramah.
“Kami ingin melihat ramalan bintang dari bola kristal berwarna biru laut untuk memastikan besok bukan hari sial bagi putriku karena besok ia akan mengadakan acara sesembahan dan tolong carikan tanggal ulang tahunnya. Tanggal 12 Enorologi”
“Baik kuambilkan sebuah bola kristal itu agar besok kau dan anakmu tidak terkena sial oleh Frozcie”
“Ikuti ucapanku Hazel. BombazoBazaokaPetorinjusBlak!”
Hazel mengikuti petunjuk mbokoZevo.


“Baik sudah. Bayaranya hanya 90 porip”
“Baik mboko, ini uangnya” mama menyerahkan uang itu kepada mbokoZevo.


Esoknya,
Hazel dipakaikan kostum yang telah dibelikan mamanya di pasar.
“Ayolah nak, percaya. MbokoZevo pasti benar”
Hazel mengangguk mengerti. Sebenarnya ia berpikir, manusia biasa mana mungkin bisa mengubah nasib seseorang dan yang bisa hanyalah tuhan.


Hazel telah sampai diacara sesembahan kepada Nattel. Nattel tersenyum senang melihat Hazel datang di tempatnya.
Namun ketika Hazel diajak Zesco pergi menaiki kapal menuju pulau Batho, kapal mereka terkena arus badai. MbokoZevo tersenyum puas melihat kesenangan abadinya karena ia bisa berkuasa dengan Ramalan Bintang.


Demikianlah pembahasan mengenai 13 Contoh Cerita Fantasi – Ciri, Struktur, Jenis dan Unsur semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂