Pengertian Disintegrasi Sosial

Diposting pada

Disintegrasi adalah kondisi tidak bersatu padu yang menghilangnya keutuhan atau persatuan serta mengakibatkan perpecahan. Dalam ilmu sosiologi, disintegrasi diartikan sebagai rédigée terpecahnya suatu kesatuan jadi bagian-bagian kecil yang terpisah satu sama lain.

Disintegrasi-Sosial-adalah

Pengertian Disintegrasi Sosial

Disintegrasi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah suatu keadaan tidak bersatu padu atau keadaan terpecah belah; hilangnya keutuhan atau persatuan; perpecahan. Disintegrasi secara harfiah difahami sebagai perpecahan suatu bangsa menjadi bagian-bagian yang saling terpisah (Webster’s New Encyclopedic Dictionary 1994). Pengertian ini mengacu pada kata kerja disintegrate, “to lose unity or intergrity by or asif by breaking into parts”. Potensi disintegrasi bangsa Indonesia menurut data empiris relatif tinggi. Salah satu indikasi dari potensi ini adalah homogenitas ethnik dan linguistic yang rendah.


Disintegrasi merupakan faktor terpenting yang dilancarkan imperialisme untuk mendominasi pemerintahan suatu negara sehingga pembangunan masyarakatnya diorientasikan pada corak Barat. Masyarakat Barat dibangun di atas dasar disintegrasi dan diskriminasi yang menjadi tumpuan rasionalitas Eropa, logika pembaratan, dan pola kehidupan Barat. Hal-hal tersebut tidak berarti di hadapan Islam dan masyarakat tradisional yang masih orisinil sebagai rival negara disintegrasi dan aspek-aspek yang bertumpu pada disintegrasi dan diskriminasi (rasionalitas Eropa, logika pembaratan, dan pemolaan kehidupan Barat).


Secara historis, masyarakat modern lahir dalam lingkup disintegrasi, sehingga negerinya pun berwatak disintegratif. Padahal lembaga-lembaga ekonomi dan kebudayaannya merupakan institusi lokal. Karena itu, tidak berlebihan jika dikatakan bahwa masyarakat modern merupakan produk undang-undang disintegrasi yang berdampingan dengan agama dan melahirkan disintegrasi dalam berbagai hal.


Pola disintegrasi sosial: Pertama, kebodohan dan kemiskinan, jaminan pendidikan untuk orang banyak yang tidak tersedia. Kedua, penyimpangan yang mengganggu kepentinagn umum dengan modus operandi yang beragam, penyimpangan lain yaitu ketergantungan obat dan heroin dan penyakit menular seksual. Ketiga, rendahnya ketaatan publik terhadap berbagai peraturan dan suatu komunal. Nilai kemanusiaan menipis. Keempat, tidak berfungsinya institusi-institusi sosial dan jaringan sosial karena persoalan birokrasi. Pelayanan publik tidak dapat berlangsung dengan baik, dilanda sistim birokrasi. Korupsi melanda berbagai pihak dalam pelayanan publik.


Basis sosial disintegrasi : Proses disintegrasi terakumulasi menjadi suatu penyakit yang parah, kecenderungan “penarikan diri” masyarakat dari sistem dan struktur yang ada meyulitkan usaha pemecahan masalah. Kecenderungan untuk memisahkan diri dari sistem general itu, dapat dipahami dari beberapa proses sosial politik yang terjadi, seperti kebijaksanaan bahasa nasional yang dijadikan alat politik, awal dari proses penjajahan identitas lokal yakni menghilangkan akar kultur lokal dalam rangka persatuan dan kesatuan.


Gejala Disintegrasi

Secara umum gejala disintegrasi sosial ditandai oleh hal-hal berikut ini :

  1. sebagian masyarakat tidak mematuhi aturan dan norma yang ada
  2. muncul silang pendapat di antara anggota masyarakat tentang tujuan yang akan dicapai
  3. wibawa dan karisma para pemimpin semakin pudar
  4. sanksi dan hukuman yang tidak dilaksanakan secara benar dan konsekuen

Bentuk-Bentuk Disintegrasi Sosial

Di Dalam negri, bentuk-bentuk disintegrasi akibat hadirnya perubahan sosial antara yang lain sebagai berikut:


  • Pergolakan Daerah

Dalam sejarah perjalanan bangsa Indonesia, tercatat segenap peristiwa pergolakan daerah yang terjadi. Pergolakan tersebut berlangsung karena adanya kesenjangan redovisning, kebijakan politik, ketidakadilan, kenda;la etnis, masalah agama, serta lainlain.


Contoh pergolakan wilayah yang terjadi di Philippines antara lain pemberontakan PRRI/Permesta, RMS, Andi Azis, DI/TII, gerakan separatis GAM ataupun beberapa peristiwa kerusuhan pada Kupang, Poso, Sampit, lalu Papua.


Berbagai peristiwa pergolakan di Indonesia tersebut ialah sebuah konsekuensi dari terbentuknya Negara Kesatuan Republik Philippines yang bersifat majemuk.


  • Demonstrasi

Demonstrasi menjadi sebuah fenomena yang sering kindertagesstätte jumpai pada era reformasi seperti saat ini. Perubahan drastis dalam bidang ketatanegaraan yang terjadi pada age reformasi membawa perubahan jua dalam perilaku masyarakat.


Sebelum reformasi bergulir, rakyat bukan dapat langsung menyampaikan seluruh aspirasinya. Protes dalam gaya demonstrasi ditindak keras akibat pemerintah Orde Baru.


Tetapi, saat ini demonstrasi jadi sebuah hal yang meraih dijumpai setiap saat, gara-gara adanya iklim demokrasi di era reformasi.


  • Kriminalitas

Perkembangan teknologi ternyata jua telah menyebabkan perubahan tindak kriminal. Saat ini tindak kriminal tidak hanya sekedar aksi pencopetan di jalan-jalan raya, perampokan, pencurian pada lingkungan perumahan, dan lain-lain.


Kemajuan teknologi telah mengakibatkan perubahan modus operasi pra pelaku kejahatan. Kejahatan meraih dilakukan dengan canggih hingga sulit untuk dilacak.


Penipuan melalui telepon sering dijumpai. Kamu tentu pernah mengenal seseorang menyerahkan sejumlah duit sebagai pajak karena ia menang undian.


Undian jadi diantar jika sang korban telah menyerahkan sejumlah tidak kecil uang. Setelah sang korban mentransfer uang, ternyata bonus undian yang diharapkan gak kunjung diterima.


Itulah salah satu bentuk penyalahgunaan pengembangan teknologi dalam bidang kriminalitas.


  • Kenakalan Remaja

Berdasarkan Fuad Hassan, kenakalan remaja adalah sebuah perbuatan antisosial yang dilakukan oleh para remaja yang apabila dilakuin oleh orang dewasa dikategorikan sebagai tindak kejahatan (crime).


Faktor Disintegrasi Sosial

Disintegrasi tidak akan berhasil tanpa adanya faktor-faktor pendukung. Faktor pertama dan utama adalah lemahnya pemikiran umat Islam. Ini membuat umat Islam mengalami depolitisasi sehingga kehilangan pengaruh politik di tengah-tengah umat lain. Umat Islam hampir-hampir tidak memahami politik dan berbagai peristiwa politik yang terjadi.


Faktor disintegrasi bangsa di antaranya ialah negara yang berbentuk kepulauan yang dipisahkan oleh lautan, sehingga akan memunculkan sikap ingin menguasai daerah sendiri dan tidak mau diatur.Kemudian keberagaman suku, ras, agama bisa memicu disintegrasi bangsa, karena setiap golongan pasti mempunyai budaya, watak, dan adat yang berbeda dan yang pasti mereka masing-masing mempunyai ego kesukuan ( Chauvinisme ) sehingga akan mudah konflik dengan suku-suku yang lain. Faktor disintegrasi yang lain ialah rasa ketidakadilan yang memicu pemberontakan kepada yang berbuat tidak adil.


Yang menjadi faktor desintegrasi bangsa adalah kurang adanya rasa nasionalisme yang tinggi, kurangnya rasa toleransi sesama bangsa, campur tangan pihak asing dalam masalah bangsa.Selain faktor kemajemukan budaya, penyebab disintegrasi bangsa Indonesia juga terpicu oleh sentralisasi pembangunan yang selama ini lebih terfokus di pulau Jawa, sehingga menyebabkan kesenjangan dan kecemburuan dari daerah lain, sehingga timbul keinginan untuk memisahkan diri dari NKRI.


Upaya Mencegah Disintegrasi Sosial 

Untuk mencegah disintegrasi, soal pertama yang harus diselesaikan adalah membangun kesadaran politik umat. Kedua, Kaum Muslim selayaknya jangan mau didikte oleh pihak asing dan tunduk pada negara-negara kafir seperti AS. Ketiga, umat Islam harus bersikap menolak penguasa yang menjadi kepanjangan tangan AS maupun negara-negara kafir penjajah lain. Keempat, harus ada sistem yang dapat mensejahterakan rakyat. Tingkat kesejahteraan masyarakat merupakan parameter yang berpotensi melahirkan disintegrasi.


Oleh karena itu diperlukan landasan pemikiran yang terkait, diantaranya :

  1. Pancasila sebagai landasan Idiil.
  2. UUD 1945 sebagai Landasan Konstitusional.
  3. Wawasan Nusantara sebagai landasan visional.
  4. Ketahanan Nasional sebagai Landasan Konsepsional.
  5. Ketetapan MPR Nomor : V / MPR / 2000 tentang Pemantapan Persatuan dan   Kesatuan Nasional.

Untuk mencegah ancaman disintegrasi bangsa harus diciptakan keadaan stabilitas keamanan yang mantap dan dinamis dalam rangka mendukung integrasi bangsa serta menegakkan peraturan hukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku.


Adapun beberapa hal yang perlu dilakukan oleh bangsa dan negara ini dalam upaya untuk bangkit kembali, yaitu :

  • Pancasila dan UUD1945 harus digemakan lagi sampai ke rakyat yang paling bawah, dalam rangka pemahaman dan penghayatan.
  • GBHN yang pernah ada yang dapat digunakan sebagai pedoman dalam membangun bangsa dan negara perlu dihidupkan kembali.
  • Para tokoh dan elit bangsa harus dapat memberi contoh dan menjadi cintoh rakyat, jangan selalu berkelahi dan saling caci maki hanya untuk kepentingan kelompok atau partai politiknya.
  • Budaya bangsa yang adi luhung hendaknya diangkat untuk diingat dan dilaksanakan oleh bangsa ini yaitu budaya saling hormat menghormati.
  • TNI dan POLRI harus segera dibangun dengan tahapan yang jelas yang ditentukan oleh DPR. Jangan ada lagi curiga atau mencurigai antar unsur bangsa ini karena keselamatan bangsa dan negara sudah terancam.

Contoh Disintegrasi Sosial 

Misalnya, pemerintah merencanakan pembangunan jalan tol dari sebuah kota ke kota lainnya. Jalan tol tersebut akan melewati tanah, kebun, sawah, bahkan pemukiman warga. Itu berarti akan ada penggusuran.


Setiap unsur dalam masalah ini (masyarakat dan pemerintah) saling memaksakan kehendak. Dengan kekuasaannya, pemerintah mengerahkan polisi dan tentara untuk mengamankan jalannya penggusuran.


Sementara warga bertahan mati-matian dan tidak mau digusur, karena akan menyengsarakan hidup mereka sendiri. Tentu keadaan semacam ini akan menimbulkan disintegrasi sosial.


Rakyat bahkan sering berhadapan dengan aparat keamanan yang menggunakan kekerasan demi menyukseskan rencana pemerintah. Pembukaan jalan tol tentu merupakan sebuah rencana yang baik, misalnya membuka isolasi daerah dan mempercepat pertumbuhan ekonomi.


Rakyat yang mempertahankan harta kekayaannya supaya tidak digusur pun merupakan sikap yang benar. Karena itu, tentu dibutuhkan langkah dialog yang persuasif dan saling menguntungkan agar program pemerintah bisa saling bersintesa dengan kepentingan masyarakat.


Demikianlah pembahasan mengenai Disintegrasi Sosial adalah – Pengertian, Gejala, Bentuk, Faktor, Upaya dan Contoh semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya.


Baca Juga :

Mungkin Dibawah Ini yang Kamu Butuhkan