Dividen adalah

Diposting pada

Dividen adalah – Pengertian Menurut Para Ahli, Jenis, Faktor, Prosedur & Cara Menghitung – Untuk pembahasan kali ini kami akan mengulas mengenai Dividen yang dimana dalam hal ini meliputi pengertian menurut para ahli, jenis, faktor, prosedur dan cara menghitung, nah agar lebih dapat memahami dan mengerti simak ulasan selengkapnya dibawah ini.

Dividen-adalah


Pengertian Dividen

Dividen adalah pembagian kepada pemegang saham PT yang sebanding dengan jumlah lembar yang dimiliki. Biasanya dividen dibagikan dengan interval waktu yang tetap, tetapi kadang-kadang diadakan pembagian dividen tambahan pada waktu yang bukan biasanya. Deviden akan diterima oleh pemegang saham hanya apabila ada usaha akan menghasilkan cukup uang untuk membagi deviden tersebut dan apabila dewan direksi menganggap layak bagi perusahaan untuk mengumumkan deviden.


Pengertian lain dari Deviden adalah hak pemegang saham ( common stock) , untuk mendapatkan bagian dari keuntungan perusahaan. Jika perusahaan memutuskan membagi keuntungan dalam bentuk deviden semua pemegang saham mendapatkan haknya yang sama. Namun pembagian deviden untuk pemegang saham preferen lebih diutamakan dari pembagian dividen pemegang saham biasa.

Baca Juga Artikel yang Mungkin Terkait : Pengertian PT Dan CV Menurut 6 Para Ahli


Pengertian Dividen Menurut Para Ahli

Adapun pengertian dividen menurut para ahli yang diantaranya yaitu:

  • Menurut Stice et al “2010:787”, Dividen ialah distribusi kepada pemegang saham suatu perusahaan secara proporsional dengan jumlah saham yang dimiliki oleh masing-masing pemegang saham.
  • Menurut Reeve dkk “2010:275”, Dividen ialah alirasn kas yang dibayarkan kepada para pemegang saham.
  • Menurut Tangkilisan dan Hessel “2003:227”, Dividen adalah bagian dari laba bersih yang dibagikan kepada para pemegang saham “pemilik modal sendiri, equity”.

Jenis-Jenis Dividen

Terdapat beberapa jenis dividen yang dapat dibayarkan kepada para pemegang saham, tergantung pada posisi dan kemampuan perusahaan tersebut. Menurut Brigham dan Houtston “2004:95”, terdapat 4 jenis dividen sebagai berikut:


  1. Dividen Kas

Cash Dividen ialah dividen yang diberikan oleh perusahaan kepada para pemegang sahamnya dalam bentuk uang tunai (cash). Pada waktu rapat pemegang saham, perusahaan memutuskan bahwa sejumlah tertentu dari laba perusahaan akan dibagi dalam bentuk cash dividen (M. Munandar, 1983: 312).


Perusahaan hanya berkewajiban membayar dividen setelah perusahaan tersebut mengumumkan akan membayar dividen. Dividen dibayarkan kepada pemegang saham yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham. Pembayaran dividen dapat dilakukan oleh perusahaan sendiri atau melalui pihak lain, umpamanya bank. Cara yang kedua biasanya yang dipilih perusahaan karena bank mempunyai banyak cabang, sehingga memudahkan pemegang saham yang mungkin sekali tersebar luas di seluruh Indonesia (Arief Suaidi, 1994: 230). Yang perlu diperhatikan oleh pimpinan perusahaan sebelum membuat pengumuman adanya dividen kas adalah apakah jumlah kas yang ada mencukupi untuk pembagian dividen tersebut.


Ayat jurnal untuk pencatatannya sebagai berikut :

  • Saat Pengumuman Dividen:

Dividen ( laba ditahan) ……………………xxx

Utang dividen …………………………….xxx


  • Pembayaran Dividen:

Utang dividen           ……………………..xxx

Kas                 ……………………………..xxx


  1. Deviden Properti

Dividen yang diberikan kepada para pemegang saham dalam bentuk barang-barang (tidak berupa uang tunai ataupun (modal) saham perusahaan). Contoh dividen barang adalah dividen berupa persediaan atau saham yang meru­pakan investasi perusahaan pada perusahaan lain. Pembagian dividen berupa barang sudah barang tentu lebih sulit dibanding pembagian dividen uang.

Baca Juga Artikel yang Mungkin Terkait : Ekuitas Adalah


Perusahaan melakukannya karena uang tunai perusahaan tertanam dalam investasi saham perusahaan lain atau persediaan dan pen­jualan investasi atau persediaan terutama bila jumlahnya cukup banyak akan me­nyebabkan harga jual investasi ataupun persediaan turun, sehingga merugikan perusahaan dan pemegang saham sendiri (Arief Suaidi, 1994 : 233).


Ayat jurnal untuk pencatatannya sebagai berikut :


  • Pengumuman Dividen:

Dividen ( laba ditahan) ……………………xxx

Utang dividen properti …………………..xxx

Laba pembagian dividen property …….…xxx


  • Pembayaran Dividen:

Utang dividen propeti …………..…………xxx

Investasi pada saham perusahaan ..……….xxx


  1. Dividen Likuidasi

Adalah dividen yang dibagikan sebagian merupakan pembagian laba dan sebagian lagi merupakan pengembalian modal. Perusahaan yang membagikan dividen likuidasi biasanya adalah perusahaan-perusahaan yang akan menghentikan usahanya misalnya dalam bentuk joint venture. Karena usaha perusahaan akan diberhentikan maka tidak perlu memperbesar modal.


Ayat jurnalnya adalah sebagai berikut :


  • Pada saat pengumuman dividen :

Dividen atau Laba ditahan …..……………….. xxx

Agio saham……………………………………..xxx

Utang dividen …………………………………………….xxx


  • Pada saat pembayaran dividen :

Utang dividen ……………………………………………..xxx

Kas ……………………………………………………………xxx


  1. Dividen Saham (Stock Dividend)

Stock dividend adalah pembayaran tambahan saham (dividen dalam bentuk saham) kepada pemegang saham. Stock dividend tidak lebih dari penyusunan kembali modal perusahaan (rekapitalisasi perusahaan), sedangkan proporsi kepemilikan tidak mengalami perubahan. Bagi investor dengan adanya stock dividen ini maka ia tidak memperoleh apa-apa kecuali tambahan saham. =


Demikian juga proporsi kepemilikan tidak berubah. Apabila faktor lain tetap, maka penambahan jumlah lembar saham yang beredar akan mengakibatkan harga pasar saham akan turun, sehingga nilai keseluruhan bagi investor tidak mengalami perubahan. Bagi investor apabila memerlukan dana dapat menjual tambahan saham yang diperolehnya, dan seolah-olah saham yang dimiliki tidak berkurang.


Stock dividend baru akan meningkatkan kemakmuran pemegang saham apabila perusahaan juga membayarkan dividen dalam bentuk kas. Sehingga pemegang saham selain mendapat tambahan dana lembar saham juga tetap mendapatkan cash dividend. Tujuan perusahaan memberikan stock dividen adalah untuk menghemat kas karena ada kesempatan investasi yang lebih menguntungkan.


Jika jumlah dividen saham yang beredar kurang dari 20-25 %, maka disebut dividen saham kecil dan sebaliknya jumlah dividen saham yang beredar lebih dari 20-25 %, maka disebut dividen saham besar. Untuk mengurangi dividen saham kecil Komite Prosedur Akuntansi (CAP) mengeluarkan peraturan-peraturan yang ketat pada dividen saham kecil.


1. Jurnal saham kecil (small stock dividend)

Ayat jurnalnya sebagai berikut :

  • Pada saat pengumuman dividen :

Laba ditahan …..…………………………………….. xxx

Dividen saham yang akan didistribusikan …………….. xxx

Agio saham……………………………………….…. xxx


  • Pada saat penerbitan saham untuk dividen :

Dividen saham yang akan didistribusikan …………….. xxx

Saham biasa ………………………………………………………. xxx


2. Jurnal saham besar (large stock dividend)

Ayat jurnalnya sebagai berikut :

  • Pada saat pengumuman dividen :

Laba ditahan …..………………………………………… xxx

Dividen saham yang akan didistribusikan ……………….xxx


  • Pada saat penerbitan saham untuk dividen :

Dividen saham yang akan didistribusikan …………………….xxx

Saham biasa ……………………………………………………….. xxx

Baca Juga Artikel yang Mungkin Terkait : Pasar Modal


Faktor yang Mempengaruhi Kebijakan Dividen

Faktor-faktor yang mempengaruhi kebijakan dividen suatu perusahaan diantaranya adalah sebagai berikut :


  • Kebutuhan Dana Untuk Membayar Utang

Apabila suatu perusahaan akan memperoleh utang baru atau menjual obligasi untuk membiayai perusahaan, sebelumnya harus sudah direncanakan bagaimana caranya untuk membayar kembali utang tersebut. Utang dapat dilunasi pada hari jatuhnya dengan mengganti utang tersebut dengan utang baru. Atau alternatif lain ialah perusahaan harus menyediakan dana sendiri yang berasal dari keuntungan untuk melunasi utang tersebut.


Apabila perusahaan menetapkan bahwa pelunasan utangnya akan diambilkan dari laba ditahan, berarti perusahaan harus menahan sebagian besar dari pendapatannya untuk keperluan tersebut, ini berarti bahwa hanya sebagian kecil saja dari pendapatan atau earning yang dibayarkan sebagai dividen.


  • Likuiditas

Likuiditas perusahaan merupakan pertimbangan utama dalam banyak kebijakan dividen. Karena dividen bagi perusahaan merupakan kas keluar, maka semakin besar posisi kas dan likuiditas perusahaan secara keseluruhan akan semakin besar kemampuan perusahaan untuk membayar dividen. Perusahaan yang sedang mengalami pertumbuhan dan profitable akan memerlukan dana yang cukup besar untuk membiayai investasinya, oleh karena itu mungkin akan kurang likuid karena dana yang diperoleh lebih banyak diinvestasikan pada aktiva tetap dan aktiva lancar yang permanen.


Likuiditas perusahaan sangat besar pengaruhnya terhadap investasi perusahaan dan kebijakan pemenuhan kebutuhan dana. Keputusan investasi akan menentukan tingkat ekspansi dan kebutuhan dana perusahaan, sementara itu keputusan pembelanjaan akan menentukan pemilihan sumber dana untuk membiayai investasi tersebut.


  • Tingkat Pertumbuhan Perusahaan

Makin cepat tingkat pertumbuhan suatu perusahaan, makin besar kebutuhan akan dana untuk membiayai pertumbuhan perusahaan tersebut. Makin besar kebutuhan dana untuk waktu mendatang untuk membiayai pertumbuhannya, perusahaan tersebut biasanya lebih senang untuk menahan earning nya daripada dibayarkan sebagai dividen kepada para pemegang saham dengan mengingat batasan-batasan biayanya.


  • Keadaan Pemegang Saham

Jika perusahaan itu kepemilikan sahamnya relatif tertutup, manajemen biasanya mengetahui dividen yang diharapkan oleh pemegang saham dan dapat bertindak dengan tepat. Jika hampir semua pemegang saham berada dalam golongan high tax dan lebih suka memperoleh capital gains, maka perusahaan dapat mempertahankan dividend payout ratio yang rendah.


Dengan dividend payout ratio yang rendah tentunya dapat diperkirakan apakah perusahaan akan menahan laba untuk kesempaan investasi yang profitable. Untuk perusahaan yang jumlah pemegang sahamnya besar hanya dapat menilai dividen yang diharapkan pemegang saham dalam konteks pasar.


  • Pembatasan Hukum

Pembatasan hukum tertentu bisa membatasi jumlah dividen yang bisa dibayarkan perusahaan.

Baca Juga Artikel yang Mungkin Terkait : Distribusi Frekuensi Adalah


Prosedur Pembayaran Dividen

Pengumuman emiten atas dividen yang akan dibayarkan kepada pemegang saham yang disebut juga dengan tanggal pengumuman dividen. Rincian tanggal yang diperhatikan dalam pembayaran dividen adalah sebagai berikut ” Sinuraya, 1999″.


  • Tanggal Pengumuman “Declaration Date”

Tanggal pengumuman merupakan tangggal yang mana secara resmi diumumkan oleh emiten tentang bentuk dan besarnya serta jadwal pembayaran dividen yang akan dilakukan. Pengumuman ini biasanya untuk pembagian dividen regular. Isi pengumuman tersebut menyampaikan hal-hal yang dianggap penting yakni: tanggal pencatatan, tanggal pembayaran, besarnya dividen kas per lembar.


  • Tanggal Pencatatan “Date Of Record”

Tanggal ini perusahaan melakukan pencatatan nama-nama pemegang saham. Para pemilik saham yang terdaftar pada daftar pemegang saham tersebut diberikan hak, sedangkan pemegang saham yang tidak terdaftar pada tanggal pencatatan tidak diberikan hak untuk memperoleh dividen.


  • Tanggal Cum-Dividend

Tanggal ini merupakan tanggal hari terakhir perdagangan saham yang masih melekat hak untuk mendapatkan dividen baik dividen tunai maupun dividen saham.


  • Tanggal EX-Dividend

Tanggal perdagangan saham tersebut sudah tidak melekat lagi hak untuk memperoleh dividen. Jadi jika investor membeli saham pada tanggal ini atau sesudahnya, maka investor tersebut tidak dapat mendaftarkan namanya untuk mendapatkan dividen.


  • Tanggal Pembayaran “Payment Date”

Tanggal ini merupakan saat pembayaran dividen oleh perusahaan kepada para pemegang saham yang telah mempunyai hak atas dividen. Jadi pada tanggal tersebut, para investor sudah dapat mengambil dividen sesuai dengan bentuk dividen yang telah diumumkan oleh emiten “dividen tunai, dividen saham”.

Baca Juga Artikel yang Mungkin Terkait : Struktur Modal


Cara Menghitung Dividen

Perusahaan CV. Jasa SEO mempunyai 10.000.000 lembar saham. Perusahaan ini berhasil menghasilkan laba bersih sebesar Rp 1.600.000.000,-. Kebijakan pembagian dividen atau Devidend  Payout Ratio adalah 40% dari laba bersih yang dihasilkan perusahaan. Melalui data tersebut maka cara menghitung dividen pada perusahaan CV. Jasa SEO adalah :


  1. Deviden                        = Laba bersih x Devidend  Payout Ratio

                                                 = Rp 1.600.000.000 x 40%

                                                 = Rp 640.000.000


  1. Deviden/saham beredar = Rp 640.000.000/10.000.000 lembar saham

                                                        = Rp 64 per lembar saham


Demikianlah pembahasan mengenai Dividen adalah – Pengertian Menurut Para Ahli, Jenis, Faktor, Prosedur & Cara Menghitung semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian semua,,, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂