Etanol – Pengertian, Msds, Rumus, Struktur, Bahaya, pH & Pembuatannya

Diposting pada

Etanol – Pengertian, Msds, Rumus, Struktur, Bahaya, pH & Pembuatannya – DosenPendidikan.Com – Untuk pembahasan kali ini kami akan mengulas mengenai Etanol yang dimana dalam hal ini meliputi Pengertian Etanol, Rumus Etanol, Reaksi Etanol dan Penggunaan Etanol, nah agar lebih dapat memahami dan mengerti simak ulasan selengkapnya dibawah ini.


Pengertian Etanol

Etanol, disebut juga etil alkohol, alkohol murni, alkohol absolut, atau alkohol saja, adalah sejenis cairan yang mudah menguap, mudah terbakar, tak berwarna, dan merupakan alkohol yang paling sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Senyawa ini merupakan obat psikoaktif dan dapat ditemukan pada minuman beralkohol dan termometer modern.Etanol adalah salah satu obat rekreasi yang paling tua.


Etanol termasuk ke dalam alkohol rantai tunggal, dengan rumus kimia C2H5OH dan rumus empirisC2H6O.Ia merupakan isomer konstitusional dari dimetil eter. Etanol sering disingkat menjadi EtOH, dengan “Et” merupakan singkatan dari gugus etil (C2H5).


Etanol adalah cairan tak berwarna yang mudah menguap dengan aroma yang khas. Ia terbakar tanpa asap dengan lidah api berwarna biru yang kadang-kadang tidak dapat terlihat pada cahaya biasa.


Etanol adalah pelarut yang serbaguna, larut dalam air dan pelarut organik lainnya, meliputi asam asetat, aseton, benzena, karbon tetraklorida, kloroform, dietil eter, etilena glikol, gliserol, nitrometana, piridina, dan toluena. Ia juga larut dalam hidrokarbon alifatik yang ringan, seperti pentana dan heksana, dan juga larut dalam senyawa klorida alifatik seperti trikloroetana dan tetrakloroetilena.


Msds Etanol

Produk Bahan Kimia dan Identifikasi Perusahaan

  1. Nama Produk : Ethamol
  2. Perusahaan : BP. West Coast Products W 300 Oceangate
  3. Long Beach, CA 90802 – 4341 USA

Informasi Komposisi Bahan

Nama

CAS #

% berat

Ethanol

64-17-5

798


Identifikasi Bahaya

  • Bentuk Fisik : Cairan
  • Warna : Takberwarna
  • Tinjauan keadaan darurat :
  1. Mudah terbakar
  2. Menyebabkan iritasi mata
  3. Menyebabkan iritasi saluran pernapasan
  4. Jika tertelan menyebabkan pusing, kantuk, dan perasaan muak
  5. Hindarkan dari kulit dan pakaian, jangan menghirup uapnya, wadah harus tertutup, gunakan ventilasi yang cukup, cuci tangan setelah menangani bahan.
  • Dampakkesehatan :
  1. Mata :Menyebabkan iritasi
  2. Kulit :Menyebabkan iritasi, berbahaya jika terserap dalam jumlah banyak
  3. Pernapasan :Menyebabkan iritasi saluran pernapasan
  4. Pencemaran :Jika tertelan menyebabkan defresi, kantuk, menunjukkan gejala-gejala keracunan.

Pertolongan pertama pada Kecelakaan

  • Mata : bilas segera dengan air banyak minimal 15 menit cari pertolongan medis jika terjadi iritasi
  • Kulit : bilas segera dengan air yang banyak, pisahkan pakaian dan sepatu yang terkontaminasi, cuci pakaian sebelum digunakan kembali, bersihkan sepatu sebelum digunakan kembali, jika iritasi berlanjut segera cari pertolongan medis
  • Pernapasan : pindahkan ketempat yang berudara segara cari pertolongan medis
  • Pencernaan : jangan memasukkan sesuatu kedalam mulut korban yang pingsan, jika bahan ini tertelan dalam jumlah banyak segera cari pertolongan medis.

Pemadaman Kebakaran

  • Mudah terbakar pada fase cair dan uap
  • Titik nyala : 11-140C (51,8-57,20F)
  • Batas mudah terbakar : lebih rendah> 1,3%
  • Produk pembakaran korban oksida (CO2 dan CO)
  • Bahaya ledakan / kebakaran yang tidak biasa : uap dapat menyebabkan percikan api, membuang bahan kesaluran pembuangan dapat menyebabkan bahaya ledakan.
  • Instruksi pemadam kebakaran :
  1. Api kecil : gunakan bahan kimia kering
  2. Api besar : jangan memadamkan api ketika api terkena bahan, menjauh dari area dan biarkan kebakaran terjadi
  • Pakaian pelinding pemadam kebakaran harus memakai pakaian pelindung serta pelindung alat pernapasan yang sesuai.

Tindakan Penyelamatan Kecelakaan

Jika terjadi kebocoran segera hubungi bagian penyelamatan darurat, mengurangi sumber penyalaan hentikan kebocoran jika tidak ada resiko gunakan APD


Penanganan dan Penyimpanan

  • Penangganan

Jaga agar wadahselalutertutupgunakanventilasi yang memadai, hindarkandaripanasdannyalaapimematikan

  • Penyimpanan

Simpat di tempat terpisah jaga agar wadah tetap dingin dalam area yang berventilasi, wadah harus tertutup dan bersegel sampai bahan siap digunakan, hindarkan dari sumber penyalaan.


Pengawasan Teknik

Menyediakan ventilasi yang memadai untuk menjaga sirkulasi, tempat pencucian berada pada tempat yang strategis

  • Perlindugan diri
  1. Mata :hindarikontakdenganmata, gunakan goggles
  2. Kulit dan tubuh : hindari kontak dengan kulit, gunakan pakaian dan sepatu / pelindung kaki yang sesuai
  3. Pernapasan : terdapat ventilasi yang cukup, jika ventilasi tidak memadai, gunakan alat pelindung pernapasan MOSH yang akan melindungi pernapasan dari uap bahan-bahan organik
  4. Tangan :gunakan sarung tangan untuk melindungi dari kontaminasi bahan kimia/minyak.

 

Aritkel terkait : Asam Oksalat : Pengertian, Rumus, Sifat, Kegunaan, Bahaya Dan Bentuknya


Sifat Fisik Kimia

  • Bentuk fisik : air
  • Bau :khas alkohol
  • Warna :takber warna
  • Titik didih :> 760C (168,80F)
  • Titik baku : -113,840C (-172,90F)
  • Masa jenis : 0,789 – 0,806
  • Tekanan uap :
  • Densitas : 1,59 – 1,62
  • Tingkat penguapan : 1,7
  • LofKw :<>
  • Solubilitas / kelarutan :larut dalam air dingin

Kelarutan dan reaktivitas

  • Kestabilan dan reaktivitas : stabil
  • Kondisi yang harus dihindari : suhu tinggi, hindarkan dari sumber penyalaan
  • Bahan-bahan yang harus dihindari : bahan-bahan yang teroksidasi, asamnitrat, asam sulfat

Informasi Bahaya Keracunan

  • Keracunan akut : LD 50 : 3450 mg/kg
  • Keracunan kromis :bahan ini tidak memiliki komponen lebih dari 0,1% yang di identifikasi, dapat menyebabkan kanker oleh ACGIH, NTP atau OSHA

Informasi Lingkungan

Pencemaran lingkungan : tidak beracun untuk organisasi air


Pertimbangan pembuangan

Sisa sampah harus dibuang sesuai dengan keadaan lingkungan sekitar


Informasi Transportasi

  1. Klasifikasi : 3
  2. Anggotapolutan : tidakadapolutan
  3. Ketentuan khusus transportasi :
  4. Nomor UN : UN1170
  5. Nama : Ethanol
  6. Kelas ADR/ RID : 3
  7. Kelompok Pengemasan : II

Infomasi Pengaturan

  • SARA Title III bagian 302, 311/ 312
  • CERCLA bagian 102a/103 dan 107

Informasi lain

  1. Syaratlabel :Peringatan !
  2. Cairanmudahterbakardanmenguap
  3. Menyebabkaniritasimata

Rumus Kimia Etanol

Etanol ialah senyawa alkohol dengan dua rantai karbon (C2) dan satu gugus hidroksil (OH). Rumus kimia etanol ialah C2H5OH atau yang sering juga ditulis dengan C2H6O atau CH3CH2OH. Gugus -OH adalah gugus fungsi yakni bagian yang menentukan sifat alkohol.

 

 

Reaksi kimia pun cenderung terjadi pada gugus fungsi, hanya saja kecuali beberapa reaksi misalnya reaksi pembakaran. Rantai alkil, R, dalam hal ini C2H5-, memiliki sifat kurang reaktif. Sifat kimia etanol, diantaranya reaksi pembakaran, reaksi dengan logam alkali dan asam karboksilat.


Struktur Metanol dan Etanol

Dua alkohol paling sederhana adalah metanol dan etanol (nama umumnya metil alkohol dan etil alkohol) yang strukturnya sebagai berikut:

Struktur Etanol dan Metanol

Dalam peristilahan umum, “alkohol” biasanya adalah etanol atau grain alcohol. Etanol dapat dibuat dari fermentasi buah atau gandum dengan ragi. Etanol sangat umum digunakan, dan telah dibuat oleh manusia selama ribuan tahun. Etanol adalah salah satu obat rekreasi (obat yang digunakan untuk bersenang-senang) yang paling tua dan paling banyak digunakan di dunia.


Dengan meminum alkohol cukup banyak, orang bisa mabuk. Semua alkohol bersifat toksik (beracun), tetapi etanol tidak terlalu beracun karena tubuh dapat menguraikannya dengan cepat.


Reaksi Etanol

Nah berikut ini ialah beberapa reaksi etanol selengkapnya dibawah ini:


Reaksi pembakaran

CH3CH2OH + O2 >>> CO2 + H2O

Etanol bisa digunakan sebagai bahan bakar, spiritus adalah etanol yang sudah dicampur dengan metanol supaya tidak disalah-gunakan. Warna ungu tersebut merupakan zat warna untuk membedakan etanol sebagai bahan bakar dan etanol untuk keperluan lain. Metanol ialah racun, bisa menyebabkan mata menjadi buta, reaksi pembakaran etanol yang sempurna akan membentuk gas CO2 dan uap air.


Reaksi Etanol Dengan Logam Alkali

CH3-CH2-OH + Na >>> CH3-CH2-ONa + H2

Mula-mula etanol dicampur bersama kristal CaCI2 supaya kandungan air dalam etanol bisa diserap oleh CaI2. Setelah itu etanol tanpa air tersebut direaksikan dengan logam natrium, Na, membentuk natrium etanolat serta gas hidrogen.

Adapun alasan etanol dibebaskan lebih dahulu dari air ialah karena air bereaksi dengan Na dan sangat eksoterm. Energi atau mungkin api yang dibentuk bisa membakar etanol sehingga kemungkinan akan menimbulkan ledakan.


Reaksi Etanol Dengan Asam Etanoat

CH3-CH2-OH + CH3-COOH <> CH3COOCH2CH3 + H2O

Reaksi ini dinamakan dengan reaksi esterifikasi, pada reaksi ini dibutuhkan asam sulfat pekat sebagai dehidrator yakni menerik air yang dihasilkan. Reaksi ini termasuk reaksi reversible “kesetimbangan”, dengan adanya asalm sulfat, maka letak kesetimbangan akan bergeser, dengan begitu ester yang dihasilkan cukup banyak.


Penggunaan Etanol

  1. Pelarut
  2. Campuran minuman (intoxicant)
  3. Sintesa bahan kimia lain
  4. Antiseptik topical
  5. Etanol boleh digunakan sebagai pembasmi kuman (70% hingga 85% etanol). Larutan tersebut boleh membunuh organisma dengan cara mengubah protein dan melarut lipid, dan menghalang kebanyakan bakteria, fungus, dan sesetengah virus. Namun, etanol tidak efektif terhadap spora bakteria. Disebabkan sifat ini, etanol boleh disimpan untuk tempoh masa yang sangat lama (sebagai minuman alkohol).
  6. Penggunaan Alkohol untuk Bahan Bakar

Di bawah ini ialah beberapa penggunaan etanol dalam kehidupan sehari-hari yaitu:


Pembersih Luka Dan Peralatan Medis

Etanol memiliki sifat sebagai antiseptik yang berarti bisa membunuh bakteri, jamur, dan mikroorganisme. Sifat yang satu ini memungkinkan penggunaannya untuk membersihkan luka. Dengan begitu, bakteri berbahaya akan mati dan tak menyebabkan luka yang lebih parah. Peralatan medis, khususnya pada proses operasi membutuhkan bahan sanitasi yang ampuh untuk membersihkannya, etanol ini pun memiliki peran utama dalam hal tersebut.


Bahan Pelarut

Salah satu sifat etanol yang tidak kalah penting ialah bisa melarutkan beragam jenis zat. Sifat yang satu ini serupa dengan pelarut air serta membuat etanol digunakan sebagai pelarut universal untuk berbagai campuran, baik itu di dunia industri maupun di laboraturium.


Minuman Keras

Rumus kimia etanol juga memungkinkan penggunaannya sebagai minuman keras. Etanol adalah produk utama dalam proses fermentasi gula, hal ini berarti semua minuman beralkohol yang diproduksi melalui proses fermentasi adalah campuran etanol dan senyawa lain “biasanya gula dan air”.

Artikel terkait : Reaksi Amonia : Pengertian, Rumus, Sifat Dan Manfaatnya


Sifat-Sifat Kimia

Etanol termasuk dalam alkohol primer, yang berarti bahwa karbon yang berikatan dengan gugus hidroksil paling tidak memiliki dua hidrogen atom yang terikat dengannya juga.Reaksi kimia yang dijalankan oleh etanol kebanyakan berkutat pada gugus hidroksilnya.


Reaksi Asam-Basa

Gugus hidroksil etanol membuat molekul ini sedikit basa. Ia hampir netral dalam air, dengan pH 100% etanol adalah 7,33, berbanding dengan pH air murni yang sebesar 7,00. Etanol dapat diubah menjadi konjugat basanya, ion etoksida (CH3CH2O), dengan mereaksikannya dengan logam alkali seperti natrium:

2CH3CH2OH + 2Na → 2CH3CH2ONa + H2

ataupun dengan basa kuat seperti natrium hidrida:

CH3CH2OH + NaH → CH3CH2ONa + H2.

Reaksi seperti ini tidak dapat dilakukan dalam larutan akuatik, karena air lebih asam daripada etanol, sehingga pembentukan hidroksida lebih difavoritkan daripada pembentuk etoksida.


Halogenasi

Etanol bereaksi dengan hidrogen halida dan menghasilkan etil halida seperti etil klorida dan etil bromida:

CH3CH2OH + HCl → CH3CH2Cl + H2O

Reaksi dengan HCl memerlukan katalis seperti seng klorida. Hidrogen klorida dengan keberadaan seng klorida dikenal sebagai reagen Lucas.

CH3CH2OH + HBr → CH3CH2Br + H2O

Reaksi dengan HBr memerlukan proses refluks dengan katalis asam sulfat. Etil halida juga dapat dihasilkan dengan mereaksikan alkohol dengan agen halogenasi yang khusus, seperti tionil klorida untuk pembuatan etil klorida, ataupun fosforus tribromida untuk pembuatan etil bromida.

CH3CH2OH + SOCl2 → CH3CH2Cl + SO2 + HCl


Pembentukan Ester

Kondisi di bawah katalis asam, etanol bereaksi dengan asam karboksilat dan menghasilkan senyawa etil eter dan air:

RCOOH + HOCH2CH3 → RCOOCH2CH3 + H2O.

Agar reaksi ini menghasilkan rendemen yang cukup tinggi, air perlu dipisahkan dari campuran reaksi seketika ia terbentuk.


Etanol juga dapat membentuk senyawa ester dengan asam anorganik. Dietil sulfat dan trietil fosfat dihasilkan dengan mereaksikan etanol dengan asam sulfat dan asam fosfat.Senyawa yang dihasilkan oleh reaksi ini sangat berguna sebagai agen etilasi dalam sintesis organik.


Dehidrasi

Asam kuat yang sangat higroskopis seperti asam sulfat akan menyebabkan dehidrasi etanol dan menghasilkan etilena maupun dietil eter:

2 CH3CH2OH → CH3CH2OCH2CH3 + H2O (pada 120’C)

CH3CH2OH → H2C=CH2 + H2O (pada 180’C)


Oksidasi

Etanol dapat dioksidasi menjadi asetaldehida, yang kemudian dapat dioksidasi lebih lanjut menjadi asam asetat.Dalam tubuh manusia, reaksi oksidasi ini dikatalisis oleh enzim tubuh.Pada laboratorium, larutan akuatik oksidator seperti asam kromat ataupun kalium permanganat digunakan untuk mengoksidasi etanol menjadi asam asetat.


Proses ini akan sangat sulit menghasilkan asetaldehida oleh karena terjadinya overoksidasi. Etanol dapat dioksidasi menjadi asetaldehida tanpa oksidasi lebih lanjut menjadi asam asetat menggunakan piridinium kloro kromat (Pyridinium chloro chromate, PCC).


C2H5OH + 2[O] → CH3COOH + H2O

Produk oksidasi etanol, asam asetat, digunakan sebagai nutrien oleh tubuh manusia sebagai asetil-koA.


Pembakaran

Pembakaran etanol akan menghasilkan karbon dioksida dan air:

C2H5OH(g) + 3 O2(g) → 2 CO2(g) + 3 H2O(l);(ΔHr = −1409 kJ/mol)

 


pH Etanol

Gugus hidroksil etanol membuat molekul ini sedikit basa. Ia hampir netral dalam air, dengan pH 100% etanol adalah 7,33, berbanding dengan pH air murni yang sebesar 7,00. Etanol dapat diubah menjadi konjugat basanya, ion etoksida (CH3CH2O).


Bahaya Etanol

Senyawa Ethanol yang terdapat pada minuman bahkan makanan bila dikonsumsi dengan jumlah yang wajar dan tidak sering tidak akan berbahaya bagi tubuh. Tetapi senyawa Ethanol sebenarnya memberi efek ‘menagih’ sehingga kebanyak mengkonsumsinya secara berlebihan dan membahayakan tubuh konsumen itu sendiri. Inilah bahaya dari Ethanol:

  1. Menghilangkan kesadaran.
  2. Menimbulkan rasa mual.
  3. Memicu sakit kepala
  4. Merusak jaringan dalam tubuh.
  5. Gangguan ginjal.
  6. Gangguan hati.
  7. Menyebabkan iritasi

 

Baca juga : “Bahan Kimia Alami Dalam Makanan” Pengertian & ( Macam – Macam )


Proses Pembuatan Etanol

Dengan harga minyak yang terus melonjak, membuat orang berlomba – lomba mencari energi alternatif. Etanol merupakan salah satu bahan bakar alternatif yang gencar digalakan belakangan ini.


Etanol 

Etanol atau yang lebih dikenal dengan alkohol merupakan senyawa hidrokarbon berupa gugus hydroxyl (-OH) dengan 2 atom karbon (C), dengan rumus kimia C2H5OH.


Bahan – bahan untuk membuat etanol merupakan hasil rekayasa tanaman melalui proses enzimatik dan fermentasi. Tanaman yang bisa untuk membuat bioetanol adalah. Bahan berpati seperti ubi kayu, ubi jalar, jagung, dll. Bahan bergula seperti molases (tetes tebu), nira tebu, nira kelapa, dll. Bahan berselulosa seperti, limbah kayu, jerami padi, batang pisang, dll.


Langkah – langkah dalam proses pembuatan etanol (sampai menjadi bahan bakar) secara garis besar ada tiga macam yaitu. Proses fermentasi, destilasi, dan dehidrasi.


Fermentasi

Fermentasi adalah proses produksi energi dalam sel dalam keadaan anaerobik (tanpa oksigen). Secara umum, fermentasi adalah salah satu bentuk respirasi anaerobik, akan tetapi, terdapat definisi yang lebih jelas yang mendefinisikan fermentasi sebagai respirasi dalam lingkungan anaerobik dengan tanpa akseptor elektron eksternal. (kandungan etanol 7-9% untuk bahan dari ubi kayu).


Destilasi

Destilasi merupakan proses pembuangan air dari dalam etanol yang kadar airnya masih tinggi. Prinsip dasar dari proses destilasi adalah memisahkan dua buah campuran cairan (dalam hal ini etanol dan air) dengan memanfaatkan perbedaan titik didih dari kedua zat cair tersebut. Etanol yang titik didihnya lebih rendah (80 derajat) dari air (100 derajat) akan diuapkan dengan jalan memanaskanya. Air akan tinggal dan etanol akan menguap, uap etanol ini dijadikan cairan lagi dengan cara mendinginkanany. Dalam proses destilasi ini kadar etanol sampai 96%.


Proses Dehidrasi

Proses dehidrasi merupkan proses untuk membuang air sampai menjadi 99,5%. etanol 99,5% ini yang bisa digunakan untuk menjadi bahan bakar energi alternatif. Proses dehidrasi ini ada tiga macam yaitu proses azeotropic distillation, molecular sieve dan membran pervoration.


Demikianlah pembahasan mengenai Etanol – Pengertian, Msds, Rumus, Struktur, Bahaya, pH & Pembuatannya semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian semua,, terima kasih banyak atas kunjungannya.