Pengertian Evaluasi

Diposting pada

Pengertian Evaluasi

Evaluasi-adalah

Evaluasi adalah proses penilaian. Dalam perusahaan, dapat didefinisikan sebagai proses evaluasi akan mengukur Efektivitas strategi yang digunakan untuk mencapai tujuan perusahaan. Data yang diperoleh dari hasil pengukuran akan digunakan sebagai analisis situasi program berikutnya.


Pengertian Evaluasi Menurut Para Ahli

Berikut ini terdapat beberapa pengertian evaluasi menurut para ahli, terdiri atas:


  1. Abdul Jabar, 2007: 1

Evaluasi berarti pengumpulan kenyataan secara sistematis untuk menetapkan apakah dalam kenyataannya terjadi perubahan dalam diri siswa dan menetapkan sejauh mana tingkat perubahan dalam diri pribadi siswa. Pada awalnya pengertian evaluasi pendidikan selalu dikaitkan dengan prestasi belajar siswa. Seperti definisi yang pertama dikembangkan oleh: Ralph Tyler beliau mengatakan, bahwa evaluasi merupakan proses pengumpulan data untuk menentukan sejauh mana, dalam hal apa, dan bagian mana tujuan pendidikan sudah tercapai. Jika belum, bagaimana yang belum ada dan apa sebabnya.


Untuk definisi yang lebih luas dikemukakan oleh dua orang ahli lain yaitu Cronbach dan Stufflebeam, definisi tersebut adalah bahwa proses evaluasi bukan sekedar mengukur sejauh mana tujuan tercapai, tetapi digunakan untuk membuat keputusan. Evaluasi berasal dari kata evaluation (bahasa inggris) kata tersebut diserap ke dalam perbendaharaan istilah bahasa Indonesia dengan tujuan mempertahankan kata aslinya dengan sedikit penyesuaian lafal Indonesia menjadi evaluasi. Istilah penilaian merupakan kata benda dari nilai.


  1. Komsiyah, 2012: 105

Wiersma dan Jurs membedakan antara evaluasi, pengukuran, dan testing. Keduanya berpendapat bahwa evaluasi adalah suatu proses yang mencakup pengukuran dan mungkin juga testing, yang juga berisi pengambilan keputusan tentang nilai. Pendapat ini sejalan dengan pendapat Arikunto yang menyatakan bahwa evaluasi merupakan kegiatan mengukur dan menilai. Kedua pendapat di atas secara implisit menyatakan bahwa evaluasi memiliki cakupan yang lebih luas daripada pengukuran dan testing.


  1. Arikunto, 2010: 3

Mengukur adalah membandingkan sesuatu dengan satu ukuran. Pengukuran bersifat kuantitatif. Menilai adalah mengambil suatu keputusan terhadap sesuatu dengan ukuran baik buruk. Penilaian bersifat kualitatif. Mengadakan evaluasi meliputi kedua langkah di atas, yakni mengukur dan menilai. Di dalam istilah asingnya, pengukuran adalah measurement sedang penilaian adalah evaluation. Dari kata evaluation inilah diperoleh kata Indonesia evaluasi yang berarti menilai.(tetapi dilakukan dengan mengukur terlebih dahulu).


  1. Majid, 2007: 224

Evaluasi Pendidikan adalah kegiatan menilai yang terjadi dalam kegiatan pendidikan. Evaluasi ini dilakukan oleh guru, Seorang guru harus melakukan evaluasi terhadap hasil tes dan menetapkan standar keberhasilan. Contoh: jika siswa sudah mencapai suatu kompetensi dasar, maka pelajaran dilanjutkan ke materi berikutnya, jika belum maka diadakan remedial.


Prinsip Umum Evaluasi

Ada satu prinsip umum dan penting dalam kegiatan evaluasi, yaitu adanya triangulasi atau hubungan erat tiga komponen, yaitu antara:

  1. Tujuan pembelajaran,
  2. Kegiatan pembelajaran atau KBM,
  3. Evaluasi, (Arikunto, 2010: 24)

Prinsip-prinsip umum evaluasi tersebut hendaknya bersifat:

  1. Kontinuitas
  2. Komprehensif
  3. Adil dan objektif
  4. Kooperatif
  5. Praktis ( Arifin, 2011: 30)

Berikut ini beberapa prinsip dalam suatu penilaian:

  • Penilaian hendaknya didasarkan atas hasil pengukuran yang komprehensif
  • Harus dibedakan antara penskoran (scoring) dan penilaian (grading)
  • Dalam proses pemberian nilai hendakya diperhatikan adanya 2 macam orientasi, yaitu penilaian yang norm referenced (dalam kelompok) dan yang criterion referenced (individu)
  • Kegiatan pemberian nilai hendaknya merupakan bagian integral dari proses belajar mengajar artinya menjadi feedback atau umpan balik
  • Penilaian harus bersifat komparabel (adil)
  • Sistem penilaian yang dipergunakan hendaknya jelas bagi siswa dan bagi pengajar sendiri (Purwanto, 2006: 72)

Tujuan Evaluasi

Secara umum evaluasi bertujuan untuk melihat sejauh mana suatu program atau suatu kegiatan tertentu dapat mencapai tujuan yang telah ditentukan. Secara spesifik evaluasi memiliki banyak tujuan dan manfaat. Karena itu menurut (Reece dan Walker, 1997:420) terdapat beberapa alasan mengapa evaluasi harus dilakukan yaitu:

  1. Memperkuat kegiatan belajar
  2. Menguji pemahaman dan kemampuan siswa
  3. Memastikan pengetahuan prasyarat yang sesuai
  4. Mendukung terlaksananya kegiatan pembelajaran
  5. Memotivasi siswa
  6. Memberi umpan balik bagi siswa
  7. Memberi umpan balik bagi guru
  8. Memelihara standar mutu
  9. Mencapai kemajuan proses dan hasil belajar
  10. Memprediksi kinerja pembelajaran selanjutnya
  11. Menilai kualitas belajar (Komsiyah, 2012: 111)

Berikut ini adalah tujuan atau fungsi penilaian, yaitu:

  • Penilaian berfungsi selektif
  • Penilaian berfungsi diagnostik
  • Penilaian berfungsi sebagai penempatan
  • Penilaian berfungsi sebagai pengukur keberhasilan( Arikunto, 2010: 10)

Selain itu perlu diketahui pula adanya tujuan evaluasi media pembelajaran, antara lain:

  1. Memilih media pendidikan yang akan dipergunakan oleh kelas
  2. Untuk  melihat prosedur / mekanisasi penggunaan sesuatu alat
  3. Untuk memeriksa apakah tujuan penggunaan alat tersebut telah tercapai
  4. Menilai kemampuan guru menggunakan media pendidikan
  5. Memberikan informasi untuk kepentingan administrasi
  6. Untuk memperbaiki alat media itu sendiri (Susilana, 2007: 204)

Tahapan Evaluasi

Ada pesanan yang mendasari atau proses sebelum melakukan evaluasi, yaitu :

  • Mengembangkan konsep dan melakukan penelitian awal. Konsep harus direncanakan dengan baik sebelum eksekusi terorganisir dan pesan harus tes untuk memeriksa kompatibilitas antara draft yang disiapkan oleh pesan eksekusi.
  • Dengan uji coba yang dilakukan, evaluator mencoba untuk mencari respon dari penonton. Respon penonton penting untuk mengukur efektivitas pesan.

Proses Evaluasi

Dalam melakukan proses evaluasi, ada beberapa hal yang akan dibahas adalah apa bahan evaluasi, proses evolusi, ketika evaluasi diadakan, mengapa harus ada evaluasi, di mana proses evaluasi diadakan, dan pihak evaluasi.

Hal yang harus dilakukan evaluasi ini sumber yang ada, efektivitas menyebarkan pesan, pemilihan media dan keputusan yang tepat keputusan dalam anggaran mengadakan sejumlah promosi dan iklan.

Evaluasi tersebut perlu dilakukan untuk menghindari kesalahan perhitungan pembiayaan, memilih strategi terbaik dari berbagai alternatif strategi yang tersedia, meningkatkan efisiensi iklan pada umumnya, dan melihat apakah tujuan telah tercapai.

Di sisi lain, perusahaan kadang-kadang enggan untuk melakukan evaluasi karena biayanya mahal, ada masalah dengan penelitian, ketidaksetujuan dari apa yang akan dievaluasi, merasa telah mencapai tujuan, dan banyak membuang-buang waktu.

Secara garis besar, proses evaluasi dibagi menjadi awal (pretest) dan akhir (posttest). Pretest adalah evaluasi yang dilakukan untuk menguji konsep dan eksekusi yang direncanakan. Sementara itu, evaluasi dilakukan posttest untuk melihat pencapaian tujuan dan berfungsi sebagai masukan untuk analisis situasi berikutnya.

Evaluasi bisa dilakukan dalam atau di luar. Evaluasi diadakan di dalam ruangan pada umumnya menggunakan metode penelitian laboratorium dan sampel akan digunakan sebagai kelompok eksperimen. Kelemahan, kurangnya realisme dari metode ini dapat diterapkan.

Sementara, evaluasi yang akan diadakan di luar ruangan dengan menggunakan metode penelitian lapangan di mana kelompok eksperimen masih diperbolehkan untuk menikmati kebebasan dari lingkungan sekitarnya. Realisme dari metode ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Untuk mencapai evaluasi ini dengan baik, diperlukan sejumlah langkah yang harus dilalui yang jelas mendefinisikan masalah, mengembangkan pendekatan untuk masalah, merumuskan desain penelitian, melakukan penelitian lapangan untuk mengumpulkan data, menganalisis data yang diperoleh, dan kemampuan untuk menyampaikan hasil penelitian.


Tujuan Evaluasi Pendidikan

Lembaga pendidikan disebuah sangat diperlukan untuk mengevaluasi hal-hal seperti itu karena mereka dapat memajukan lembaga dan proses pendidikan di sekolah.

tujuan pendidikan dari evaluasi adalah :


1. Untuk siswa

  • Dengan diadakannya evaluasi atau penilaian siswa dapat menentukan apakah hasil kerjanya memuaskan atau tidak.

2. Untuk Guru

  • Guru akan menentukan siswa yang memenuhi syarat untuk melanjutkan dan di mana keterlambatan tang atau tinggal.
  • Guru akan menentukan apakah materi yang diajarkan suadah benar atau tidak.
  • Guru akan menentukan apakah metode yang digunakan untuk mengajar yang benar atau tidak.

3. Untuk Sekolah

  • Sekolah dapat mengetahui kondisi pembelajaran di sekolah yang benar atau tidak.
  • Informasi dari guru tentang kesesuaian kesesuaian kurikulum.
  • Informasi yang diperoleh penilaian dari tahun ke tahun, sehingga dapat digunakan sebagai pedoman.
  • Tujuan utama dalam proses belajar mengajara semakin informasi yang akurat pada tingkat tujuan instruksional oleh siswa, sehingga mereka dapat mencoba untuk melakukan tindak lanjut.

Syarat-Syarat Evaluasi

Dalam menyelenggarakan kegiatan evaluasi, kita perlu memperhatikan syarat-syarat yang harus dipenuhi kegiatan evaluasi tersebut. Syarat-syarat umum yang harus dipenuhi adalah sbb:


1. Kesahihan

Kesahihan menggantikan kata validitas (validity) yang dapat diartikan sebagai ketepatan evaluasi mengevaluasi apa yang seharusnya dievaluasi. Kesahihan dapat diterjemahkan pula sebagai kelayakan interpretasi terhadap hasil dari suatu instrument evaluasi atau tes dan tidak terhadap instrument itu sendiri. Faktor-faktor yang mempengaruhi kesahihan hasil evaluasi meliputi:

a) Faktor instrumen evaluasi itu sendiri.

b) Faktor-faktor administrasi evaluasi dan penskoran,

c) Faktor-faktor dalam respon-respon siswa


2. Keterandalan

Syarat umum yang juga sama pentingnya dengan kesahihan adalah keterandalan evaluasi. Keterandalan evaluasi berhubungan dengan masalah kepercayaan yakni tingkat kepercayaan bahwa suatu instrumen evaluasi mampu memberikan hasil yang tepat.

Faktor-faktor yang mempengaruhi adalah sebagai berikut:

a. Panjang tes

b. Sebaran skor

c. Tingkat kesulitan tes

d. Objektivitas


3. Kepraktisan

Dalam memilih tes dan instrumen evaluasi yang lain kepraktisan merupakan syarat yang tidak dapat diabaikan. Kepraktisan evaluasi terutama dipertimbangkan saat memilih tes atau instrumen evaluasi lain yang dipubliksikan oleh suatu lembaga. Kepraktisan evaluasi dapat diartikan sebagai kemudahan-kemudahan yang ada pada instrumen evaluasi baik dalam mempersiapkan, menggunakan, menginterpretasi, memperoleh hasil, maupun kemudahan dalam menyimpannya. Faktor-faktor yang mempengaruhi kepraktisan instrumen evaluasi adalah sebagai berikut:

a. Kemudahan mengadministrasi

b. Waktu yang disediakan untuk melancarkan evaluasi

c. Kemudahan menskor

d. Kemudahan interpretasi dan aplikasi

e. Tersedianya bentuk instrumen evaluasi yang ekuivalen


Daftar Pustaka:

  • Abdul Jabar; Cepi Safruddin; Arikunto, Suharsimi. 2007. Evaluasi Program Pendidikan Pedoman Teoritis Praktis Bagi Praktisi Pendidikan. Jakarta: PT Bumi Aksara.
  • Arifin, Zainal. 2011. Evaluasi Pembelajaran Prinsip, Teknik, Prosedur. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
  • Arikunto, Suharsimi. 2010. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan Ed.Revisi. Jakarta: PT Bumi Aksara
  • Komsiyah, Indah. 2012. Belajar dan Pembelajaran. Yogyakarta: Teras.

Demikianlah pembahasan mengenai Evaluasi adalah – Pengertian Menurut Para Ahli, Prinsip, Tujuan, Tahapan dan Syarat semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian semua, terima kasih banyak atas kunjungannya.


Baca Juga :

Mungkin Dibawah Ini yang Kamu Butuhkan