Fungsi Lambung

Diposting pada

Lambung Manusia

Fungsi Lambung – Pengertian. Sistem Kerja, Bagian Dan Struktur – Setiap manusia pasti membutuhkan makan sebagai sumber energi dalam berlangsungnya kehidupan. setiap makanan yang dimakan melalui beberapa proses dari bolus ( makanan ) hingga menjadi feses ( tinja ) di dalam tubuh manusia. Agar makanan yang kita makan dapat diserap di usus halus, maka makanan itu harus diubah menjadi bentuk yang lebih sederhana melalui proses pencernaan.


Rangkaian proses tersebut melibatkan saluran dan organ pencernaan yang ada di dalam tubuh yaitu dari mulut ( cavum oris ) dan faring, kerongkongan ( esophagus ), lambung ( venticulus ), usus halus ( intestinum ), usus besar ( colon ), rectum dan yg terakhir keluar melalui anus. Dan juga ada beberapa enzim pencernaan yang berperan dalam proses pencernaan itu sendiri yang berfungsing membantu jalannya pencernaan dalam organ pencernaan. Dan proses pencernaan meliputi motilitas ( gerekan mencampur dan mendorong ), sekresi ( menghasilkan ), digestive ( mencerna ), arbsorsi ( penyerapan ) yang akan dibahas di makalah ini.


Organ lambung merupakan salah satu organ pencernaan pada manusia, yang secara umum memiliki fungsi untuk membantu proses penyerapan pada zat gizi ke dalam darah, membuang bagian-bagian dari makanan yang tidak dapat dicerna oleh tubuh, memecah dan menguraikan makanan menjadi beragam jenis zat gizi, serta sebagai tempat penampungan sementara makanan.

fungsi-lambung

Dalam hal ini mungkin kita bertanya-tanya bagaimana sistem kerja lambung yang sehingga dapat menjalankan fungsinya dengan baik sebagai salah satu alat pencernaan makanan. Nah berikut ini penjelasan mengenai sistem kerja lambung pada manusia sebagai berikut.


Pengertian Lambung

Lambung atau ventrikulus berupa suatu kantong yang terletak di bawah sekat rongga badan. Fungsi lambung secara umum adalah tempat di mana makanan dicerna dan sejumlah kecil sari-sari makanan diserap.


Struktur Lambung

Pada manusia dewasa, volume lambung dalam keadaan santai, hampir kosong, adalah sekitar 75 mililiter. Merupakan organ tubuh yang dapat mengembang (distensible), dapat menampung sampai sekitar satu liter makanan. Lambung bayi manusia yang baru lahir hanya dapat menampung sekitar 30 mililiter.


Lambung terdapat di dalam rongga perut di sebelah bawah difragma, berupa kantong penyimpanan makanan. Lambung terdiri dari tiga bagian : kardiak (bagian atas), fundus (bagian tengah) dan pilorus (bagian akhir).7 Lambung melakukan gerakan peristaltik untuk meremas dan mengaduk makanan yang masuk. Di dalam lambung terdapat kelenjar yang menghasilkan enzim pencernaan seperti asam khlorida (HCl), enzim pepsin dan enzim renin.


Enzim ptialin dalam air ludah tidak dapat bekerja di dalam lambung karena terlalu asam (pH sekitar 1,5 sampai 3). Makanan berada di lambung kira-kira 3 sampai 4 jam atau sampai 7 jam untuk bahan makanan yang mengandung banyak lemak. Makanan yang sudah hancur sedikit demi sedikit masuk ke usus halus.  Di gaster terdapat 2 sfingter yaitu gastereshopagus yang menghubungkan gaster dengan eshopagus, dan sfingter pilorus yang menghubungkan gaster dengan deudonum.


Di lambung terdapat rugae yang terdiri dari mukosa dan submukosa lambung. Gaster merupakan pembesaran tractus digestivus yang berbentuk sebagai kantong. Dalam keadaan kosong ruang di dalamnya tidak jauh lebih besar daripada ruang usus. Makanan dan minuman dari eosophagus akan bermuara dalam cardia. Disebelah kiri cardia, dinding ventriculus sedikit lebih membesar, dimana terdapat fundus ventriculi. Sisi yang melengkung di sebelah kanan dan kiri masing-masing disebut sebagai curvatura minor dan curvatura mayor.


Kedua sisi ini membatasi permukaan facies anterior dan fascies pesterior. Bagian terbesar yaitu corpus ventriculi yang melanjutkan diri dengan menyempit disebut pylorus ventriculi. Selanjutnya pylorus akan bermuara dalam duodenum. Terdiri dari tunika mukosa, tunika submukosa, tunika muskularis, dan tunika adventitia.

Membrane mukosa : vascular, merah, membentuk lipatan dan terdapat jutaan lubang duktus beberapa jenis kelenjar

  • Lapisan submukosa : jaringan longgar areolar
  • Lapisan muscular   : serat otot sirkular, oblik, dan longitudinal
  • Lapisan peritoneal

Lapisan peritoneal


Sistem Kerja Lambung Pada Manusia

Pada lambung bekerja dengan mecerna makanan yang telah di kunyah di mulut lalu melawati bagian kerongkongan. Yang di dalam lambung, makanan akan dicerna secara kimiawi dengan melibatkan berbagai jenis cairan seperi HCI dan beberapa jenis enzim. Adapun fungsi HCI antara lain yaitu:


  • Dapat membunuh berbagai macam kuman yang masuk bersama makanan.
  • Mengaktifkan pepsinogen menjadi enzim pepsinyang berguna untuk mencerna protein.
  • Meningkatkan kecepatan reaksi antara air, protein dan pepsin.
  • Serta membuat pilorus mengendur sehingga pintu pilorus menjadi terbuka dan makanan bisa dikeluarkan menuju usus 12 jari. Hal ini dikarenakan sifat HCI yang asam.

Lapisan dinding lambung yang memiliki 3 lapisan otot akan berkontraksi, yang sehingga terjadi gerakan peristaltik di dalam lambung. Gerakan peristaltik ini akan membantu proses pemecahan makanan menjadi partikel-partikel yang lebih kecil. Pada makanan yang telah diaduk dan dipecah menjadi partikel-partikel kecil akan bercampur bersama getah lambung yang dikeluarkan oleh dinding lambung. Akibatnya, makanan akan bersifat asam.


Getah lambung tersusun atas air, enzim pepsin, enzim renin dan juga enzim lipase. Sifat getah lambung yang sangat asam memiliki kemampuan untuk mengubah makanan menjadi berbentuk seperti bubur (kim). Jika proses pencernaan di dalam lambung sudah selesai, makanan yang berbentuk bubur tadi akan dikeluarkan oleh pilorus yang menuju usus halus, tepatnya pada bagian usus 12 jari (duodenum). Makanan yang dikeluarkan oleh pilorus menuju usus 12 jari tidak dalam jumlah besar dan secara sekaligus. Makanan yang dikeluarkan oleh pilorus menuju usus 12 jari dikeluarkan sedikit demi sedikit sehingga proses pencernaan menjadi lebih efektif.


Fungsi Utama Lambung Pada Sistem Pencernaan

Ada beberapa fungsi lambung pada sistem pencernaan yaitu:

  • Fungsi Motoris

Untuk fungsi motoris dari lambung meliputi yaitu:


  1. Fungsi reservior ialah untuk menyimpan makanan sedikit demi sedikit untuk dicerna.
  2. Fungsi mencampur dan memecahkan makanan menjadi bentuk partikel-partikel yang lebih kecil dan mencampurkannya dengan berbagai jenis cairan atau getah lambung yang berada di dalam lambung.
  3. Fungsi pengosongan dilakukan oleh bagian pilorus yang dipengaruhi oleh viskositas, volume, keasaman dan kerja.

  • Fungsi Sekresi Dan Pencernaan

Untuk fungsi dan pencernaan pada lambung merupakan fungsi dimana terjadi proses pencernaan protein yang dilakukan oleh enzim pepsin dan getah lambung. Di dalam lambung juga terjadi sintesis dan pengeluaran gastrin yang dipengaruhi oleh asupan protein, peregangan autrum, dan alkalinisasi autrum. Proses sekresi yang terjadi di dalam lambung memungkinkan proses absorpsi vitamin B12 dari usus halus bagian distal.


Selain itu, di dalam lambung juga terjadi proses sekresi mukus yang membentuk selubung pelindung untuk lambung. Proses tersebut juga memberikan pelumasan kepada makanan sehingga makanan menjadi lebih mudah untuk dicerna.


Baca Juga: Karbohidrat Adalah


Intestinum tenue ( usus halus )

Intestinum tenue merupakan bagian tractus digestivus di antara ventriculus dan intestinum crassum, seluruhnya ada sekitar 8 meter panjangnya. Intestinum tenue atau usus halus ini dibedakan dalam 3 segmen berturut-turut yaitu : (1)Duodenum: Panjang sekitar 30cm, letak retroperitoneal yang tertutup oleh peritoneum parietale di sebelah ventralnya. merupakan usus halus yang berbatasan dengan ventriculus. Terjadi proses pemecahan lemak dan karbohidrat. Panjangnya  sekitar 25 cm/0,25 m. (2)Jejunum: merupakan usus halus yang  berbatasan langsung dengan duodenum dan ileum. Disini tidak terjadi proses penyerapan dan pencernaaan makanan.


Panjangnya sekitar 7 m. (3)Ileum: merupakan usus halus yang  berbatasan dengan jejunum dan intestinum crassum. Disinilah terjadi penyerapan sari-sari makanan.  Panjangnya   sekitar   1 m. Lapisannya tunika Mukosa, tunika submukosa, tunika muskularis.  Di dalam ileum terjadi penyerapan sari makanan hasil pencernaan. Dinding dalam dari ileum berlipat-lipat yang disebut dengan jonjot (villi). Villi berfungsi untuk memperluas bidang penyerapan sari makanan. Sari makanan yang larut dalam air (seperti glukosa, asam amino, vitamin B dan C) diserap oleh darah dalam pembuluh kapiler kemudian diedarkan ke seluruh sel yang membutuhkan. Molekul glukosa diserap secara difusi dengan kecepatan maksimum 120 gram tiap jam.


Sedangkan sari makanan yang larut dalam lemak (seperti asam lemak, gliserol, vitamin A, D dan E ) diserap dan diangkut oleh cairan getah bening (limfe) di dalam pembuluh kill. Sisa makanan yang tidak dapat dicerna seperti zat serat (sellulosa) dan bahan yang telah diserap sarinya menuju ke usus besar. Makanan berada di dalam usus kira-kira 12 sampai 24 jam. Dalam duodenum memiliki dua saluran yaitu saluran empedu dan saluran pancreas yang banyak mengandung enzim.


Intestinum crassum ( usus besar )

Merupakan saluran panjang dengan permukaan dinding yang mengalami penyempitan dan penonjolan serta merupakan terusan dari usus halus. Dibagi menjadi 3 bagian besar: (1)Caecum: merupakan pertemuan antara usus halus dan usus besar. Pada bagian ujung caecum terdapat tonjolan kecil yang disebut umbai cacing/appendiks. (2)colon: merupakan bagian yang lebih tebal dan menyempit dengan banyak tonjolan pada bagian pemukaannya. Terbagi menjadi 3 bagian/daerah yaitu : (1)Intestinum pars ascendens/bagian yang naik. (2)Bagian mendatar. (3)Intestinum pars descendens/bagian yang menurun. (3)Rectum: merupakan bagian terakhir dari usus besar.


Proses yang terjadi di Colon adalah adanya pencernaan secara biologis dengan bantuan bakteri Escherichia coli yang bertugas untuk membusukkan makanan,  membentuk vitamin K dan menghambat pertumbuhan bakteri yang bersifat pathogen. Sisa makanan yang telah dibusukkan akan dibentuk menajdi feces dan akan masuk dalam rectum. Proses yang terjadi di rectum adalah pergerakan feces secara peristaltic yang dikendalikan oleh otot polos dan akhirnya akan  menuju anus (lubang  pelepasan akhir). Proses perjalanan makanan untuk sampai di usus besar membutuhkan waktu sekitar 4-5 jam.  Usus besar dapat menyimpan makanan dalam kurun waktu 24 jam.1


Anus

Merupakan lubang pada ujung saluran pencernaan. Terjadi proses perjalanan terakhir dari feses yang telah dibentuk di colon. Proses pengeluaran  feses melalui anus disebut Defekasi. Otot-otot yang terdapat di anus: (1)Otot sphincter internus (otot polos) merupakan otot bagian dalam yang kerjanya tidak dipengaruhi oleh kehendak/diluar kesadaran. (2)Otot sphincter eksternus (otot lurik ) merupakan otot bagian luar yang kerjanya dipengaruhi oleh kehendak/secara sadar. Kontraksi otot ini dapat menahan feses untuk keluar tetapi dalam waktu yang pendek/tidak lama. Dan ada otot tambahan yang membentuk kerutan di anus untuk memotong feses yang keluar yaitu muskulus corrugator ani.


Organ-organ pencernaan tambahan ( hati, pancreas, vesika-vellea )

  • Pankreas

Pankreas adalah kelenjar terelongasi berukuran besar di balik kurvatura besar lambung. Sel – sel endokrin (pulau – pulau Langerhans) pankreas mensekresi hormon insulin dan glukagon. Sel – sel eksokrin (asinar) mensekresi enzim – enzim pencernaan dan larutan berair yang mengandung ion bikarbonat dalam konsentrasi tinggi. Produk gabungan sel – sel asinar mengalir melalui duktus pankreas, yang menyatudengan duktus empedu komunis dan masuk ke duodenum di titik ampula hepatopankreas, walaupun duktus pankreas dan duktus empedu komunis membuka secara terpisah pada duodenum. Sfingter Oddi secara normal mempertahankan keadaan mulut duktus agar tetap tertutup.


Baca Juga: Lidah Adalah


Pankreas dalam kenyataanya merupakan perpaduan antara dua organ yang mempunyai fungsi yang berbeda sama sekali. Mereka ini adalah jaringan pankreas yang sebenarnya dan pulau – pulau Langerhans. Pulau Langerhans ini menghasilkan sistem hormon endokrin dalam tubuh. Pankreas mempunyai saluran interkalar yang panjang, yang langsung membawa ke dalam saluran ekskresi tanpa campur –campur dari bagian sekresinya. Alveolusnya lebih pendek dan lebih bulat dari pada alveolus dari parotis dan tersusun dari sel – sel piramidal yang terletak di atas membran dasar. Bagian basal dari sel tampaknya basofil, bagian puncaknya ditandai oleh penampilan granula zimogen, yang jumlah nya tergantung pada keadaan fungsi selnya. Suatu sifat aneh dari alveolus pankreas adalah kehadiran satu atau lebih sel epitel kecil terletak di dalam kontak dengan puncak sel – sel sekresi. Ini adalah sel – sel sentroasinus.


Hati

Hati adalah organ viseral terbesar dan terletak di bawah kerangka iga. Beratnya 1500 g (3 lbs) dan pada kondisi hidup berwarna merah tua karena kaya akan persediaan darah. Hati menerima darah teroksigenasi dari arteri hepatika dan darah yang tidak teroksigenasi tetapi kaya akan nutrien dari vena portal hepatika. Hati terbagi menjadi lobus kanan dan kiri. Lobus kanan lebih besar dari lobus kirinya dan memiliki bagian utama : lobus kanan  atas, lobus quadratus, dan lobus kaudatus. Ligamen falsiform memisahkan lobus kanan dan lobus kiri. Di antara kedua lobus terdapat porta hepatis, jalur masuk dan keluar pembuluh darah, saraf dan duktus.


Hati mempunyai beberapa lobus yang tampak dibatasi oleh fissura yang dalam dan septa jaringan ikat yang mencolok. Tiap lobus hati mengandung banyak lobulus, yang merupakan dasar unit fungsional hati. Karena parenkim hati pada manusia tampak kontinyu, dengan batas antara lobus tidak jelas. Lobulus klasik secara kasar adalah heksagonal. Lobulus ini di tengah ada vena sentralis dan mempunyai kanalis porta pada tiap sudutnya. Tiap kanalis portal mengandung arteri hepatika, vena porta dan duktus biliaris hati bergabung ke dalam suatu unit melalui jaringan ikat. Lobulus Portal berbentuk segitiga. Tiap segitiga mempunyai kanalis portal di tengah dan vena sentralis pada tiap apeks. Asinus hati berbentuk rhomboid dan mempunyai vena sentralis pada tiap ujung dan kanalis portal kira – kira di tengah tiap sisi.


Empedu

Empedu yang diproduksi oleh sel – sel hati memasuki kanalikuli empedu yang kemudian menjadi duktus hepatika kanan dan kiri. Duktus hepatika menyatu untuk membentuk duktus hepatika komunis yang kemudian menyatu dengan duktus sistikus dari kandung empedu dan keluar dari hati sebagai duktus empedu komunis. Duktus empedu komunis, bersama dengan duktus pankreas, bermuara di duodenum atau dialihkan untuk penyimpanan di kantung empedu.


Kantung empedu

Kantung empedu adalah kantung muskular hijau menyerupai pir dengan panjang 10 cm. Organ ini terletak di lekukan di bawah lobus kanan hati. kapasitas total kantung empedu kurang lebih 30 ml sampai 60 ml.


Tunica Mucosa. Bagian dinding ini mudah mengalami kerusakan post mortem, maka pembuatan sediaan vesica fellea sangat sulit. Tunica mucosa melipat-lipat membentuk rugae pada permukaan. Pada liatan yang besar akan terdapat lipatan-lipatan yang lebih kecil. Lipatan-lipatan tersebut akan mendatar apabila vesica fellea berisi penuh. Tunica Muscularis. Terdiri atas anyaman serabut-serabut otot polos yang berjalan sirkuler, longitudinal dan menyerong dengan disertai serabut-serabut elastis. Tunica Perimuscularis. Merupakan jaringan pengikat agak padat yang membungkus seluruh vesica fellea dan melanjutkan diri kedalam jaringn interlobular hepar. Di dalamnya banyak mengandung serabut-serabut elastis dengan beberapa fibroblast, sel lemak, sel limfoid, pembuluh darah, pembuluh limfe dan serabut-serabut saraf. Tunica Serosa.


Bagian vesica fellea yang tidak menempel pada permukaan hepar dibungkus oleh peritoneum yang melanjutkan diri membungkus hepar. Peritoneum yang menutupi vesica fellea merupakan tunica serosa.

Vesicsa fellea pada collumnya melanjutkan diri sebagai ductus cysticus. Pada permukaan dalamnya terlihat lipatan-lipatan yang disebut valvula spiralis heister yang disebabkan karena penebalan sebagian dari tunica mucularis luarnya.


Baca Juga: Bakteri Yang Menguntungkan


Mekanisme Kerja Lambung

  • Motilitas

Motilitas lambung bersifat kompleks dan dikontrol oleh beberapa faktor, terdapat 4 aspek motilitas lambung:

  • Pengisian lambung

Volume lambung jika kosong sekitar 50 ml, tetapi organ ini dapat mengembang hingga kapasitasnya mencapai sekitar 1 liter ketika makan. Akomodasi perubahan volume ini akan menyebabkan ketegangan pada dinding lambung dan meningkatkan tekanan intralambung, tapi hal ini tidak akan terjadi karena adanya faktor plastisitas otot polos lambung dan relaksasi resesif lambung pada saat terisi.


Plastisitas adalah kemampuan otot polos mempertahankan ketegangan konstan dalam rentang panjang yang lebar, dengan demikian pada saat serat-serat otot polos lambung teregang pada pengisian lambung, serat-serat tersebut melemas. Peregangan dalam tingkat tertentu menyebabkan depolarisasi sel-sel pemacu, sehingga mendekati potensial istirahat yang membuat potensial gelombang lambat mampu mencapai ambang dan mencetuskan aktivitas kontraktil.


  • Penyimpanan lambung

Selama makanan masuk ke lambung, makanan membentuk lingkaran konsentris makanan di bagian oral lambung, makanan yang paling baru terletak paling dekat dengan pembukaan esofagus dan makanan yang yang paling akhir terletak paling dekat dengan dinding luar lambung. Normalnya bila makanan meregangkan lambung refleks vasovagal dari lambung ke batang otak dan kemudian kembali ke lambung akan mengurangi tonus di dalam dinding otot korpus lambung sehingga dinding menonjol keluar secara progresif, menampung jumlah makanan yang makin lama makin banyak sampai suatu batas saat lambung berelaksasi sempurna, yaitu 0,8 sampai 1,5 liter.

  • Pencampuran lambung

Kontraksi peristaltik lambung yang kuat merupakan penyebab makanan bercampur dengan sekresi lambung dan menghasilkan kimus. Setiap gelombang peristaltik antrum mendorong kimus ke depan ke arah sfingter pilorus. Apabila kimus terdorong oleh kontraksi peristaltik yang kuat akan melewati sfingter pilorus dan terdorong ke duodenum tetapi hanya sebagian kecil saja.


Baca Juga: Penjelasan Kelenjar Ludah Pada Rongga Mulut Lengkap


Sebelum lebih banyak kimus dapat diperas keluar, gelombang peristaltik sudah mencapai sfingter pilorus menyebabkan sfingter berkontraksi lebih kuat, menutup dan menghambat aliran kimus ke dalam duodenum. Sebagian besar kimus antrum yang terdorong ke depan tapi tidak masuk ke duodenum berhenti secara tiba-tiba pada sfingter yang tertutup dan bertolak kembali ke dalam antrum, hanya untuk didorong ke depan dan bertolak kembali pada saat gelombang peristaltik yang baru datang. Gerakan maju mundur tersebut disebut retropulsi, menyebabkan kimus bercampur secara merata di antrum.


  • Pengosongan lambung

Kontraksi peristaltik antrum, selain menyebabkan pencampuran lambung juga menghasilkan gaya pendorong untuk mengosongkan lambung. Jumlah kimus yang masuk ke duodenum pada setiap gelombang peristaltik sebelum sfingter pilorus tertutup tergantung pada kekuatan peristaltik. Intensitas peristaltik antrum sangat bervariasi tergantung dari pengaruh berbagai sinyal dari lambung dan duodenum.


  • Sekresi

Mukosa lambung mempunyai dua tipe kelenjar tubular yang penting, yaitu kelenjar Oksintik (disebut juga kelenjar gastrik) dan kelenjar pilorik. Kelenjar oksintik menyekresi asam hidroklorida, pepsinogen, faktor intrinsik, dan mukus. Kelenjar pilorik terutama menyekresi mukus untuk melindungi mukosa pilorus dari asam lambung. Kelenjar pilorik juga menyekresi hormon gastrin.


Sel-sel parietal secara aktif mengeluarhan HCl ke dalam lumen kantung lambung, hal ini menyebabkan pH lumen turun sampai 2. HCl membantu fungsi pencernaan, antara lain: (1)Mengaktifkan prekursor enzim pepsinogen menjadi enzim aktif pepsin. (2)Membantu penguraian serat otot dan jaringan ikat, sehingga partikel makanan berukuran besar dapat dipecah menjadi partikel kecil. (3)Bersama dengan lisososm mematikan sebagian besar mikroorganisme yang masuk bersama makanan.


Pepsinogen merupakan enzim inaktif yang disintesa oleh aparatus golgi dan retikulum endoplasma kemudian disimpan di sitoplasma dalam vesikel sekretorik yang dikenal dengan granula zimogen. Pepsinogen mengalami penguraian oleh HCl menjadi enzim bentuk aktif yaitu pepsin. Sekresi mukus berfungsi sebagai sawar protektif dari cedera terhadap mukosa lambung karena sifat lubrikalis dan alkalisnya dengan menetralisasi HCl yang terdapat didekat mukosa lambung. Hormon gastrin disekresikan oleh sel-sel gastrin ( G sel ) yang terletak di daerah kelenjar pilorus lambung, gastrin merangsang peningkatan sekresi getah lambung yang bersifat asam, dan mendorong pertumbuhan mukosa lambung dan usus halus, sehingga keduanya dapat mempertahankan kemampuan sekresi mereka.


Proses pencernaan makanan ( zat makanan )

  • Karbohidrat

Tersusun dari Carbon (C), Hidrohen (H) dan Oksigen (O). Fungsi : (1)Penghasil energy. Setiap 1 gram karbohidrat mengandung  sebesar 4,1 kalori. (2)Menjaga keseimbangan asam dan basa di dalam tubuh. (3)Bahan pembentuk senyawa organik lain, seperti Protein dan Lipid/Lemak. (4)Berperan penting dalam metabolisme tubuh. Karbohidrat diserap dengan mudah oleh tubuh dalam bentuk yang paling sederhana yaitu glukosa (C6H10O6). Kelebihan glukosa akan disimpan dalam hepar/hati dalam bentuk glikogen.


Baca Juga: Penjelasan Enzim Pencerna Makanan Di Dalam Organ Pencernaan


  • Protein

Protein tersusun dari unsur-unsur C, H, O dan Nitogen (N). Beberapa protein juga mengandung Phosphor (P), dan Sulfur/belerang (S). Penyusun paling sederhana adalah asam amino yang akan mudah diserap oleh tubuh. Fungsi protein: (1)Penghasil energy. (2)Perbaikan dan pemelihraan sel yang rusak dan pembangun sel. (3)Pengatur, penjaga keseimbangan asam-basa dan cairan dalam jaringan dan pembuluh darah. (4)Pengatur dan melaksanakan metabolisme tubuh. (5)Membantu tubuh dalam menghancurkan atau menetralkan zat asing yang masuk dalam tubuh. (6)Penghasil substansi penting seperti hemoglobin, enzim,antibody dan hormone.


  • Lemak

Lemak Tersusun dari unsur C, H, O. Perbedaan dengan karbohidrat adalah kandungan Oksigennya lebih sedikit dan jumlah Hidrogennya lebih banyak. Lipid disimpan di bawah kulit dan setiap 1 gram mengandung 9,3 kalori. Merupakan  sumber energi yang terbesar bagi tubuh. Diserap oleh tubuh dalam bentuk asam lemak dan gliserol. Dapat disimpan oleh tubuh bila kelebihan lemak, dibagian bawah kulit. Fungsi lemak:

  1. Sumber energi terbesar.
  2. Pelarut vitamin A, D, E dan K.
  3. Pelindung organ dalam tubuh.
  4. Pelindung tubuh dari suhu rendah.
  5. Cadangan makanan yang disimpan di bagian bawah kulit.
  6. Komponen bagian sel tertentu seperti membrane sel.

  • Air

Air Merupakan komponen terbesar penyusun tubuh manusia, sekitar 60-70% dari berat badan. Setiap hari tubuh membutuhkan sekitar 4 liter air atau 16 gelas ukuran sedang (250 ml). Sumber air didapatkan dari minuman,  makanan, sayuran dan buah. Fungsi dari air dalam sistem pencernaan: (1)Pelarut zat makanan dalam tubuh. (2)Pelarut zat-zat sisa metabolisme. (3)Pengangkut hasil metabolisme ke seluruh tubuh. (4)Mempertahankan suhu tubuh.


  • Vitamin

Merupakan senyawa organik yang berasal dari makanan dan sangat dibutuhkan oleh pertumbuhan, walaupun dalam jumlah sedikit. Fungsi vitamin: (1)Mengaktifkan biokatalisator (enzim). (2)Pelindung dan pengatur kerja alat-alat tubuh. (3)Mempertahankan fungsi jaringan supaya normal. (4)Pertumbuhan dan pembentukan sel. (5)Membantu metabolisme tubuh. Berdasarkan kelarutannya dibagi menjadi dua yaitu: Larut dalam lemak yaitu vitamin A, D, E, dan K, dan Larut dalam air yaitu vitamin B dan C.


Baca Juga: 30 Fungsi Atau Bagian Sistem Dalam Tubuh Manusia


  • Mineral

Mineral  merupakan zat kimia yang terdapat di dalam bahan makanan dan diperlukan oleh tubuh. Fungsi mineral yaitu pengatur dan pembangun metabolisme tubuh. Berdasarkan jumlah dibagi atas dua yaitu: Mikrolemen yaitu mineral yang dibutuhkan dalam jumlah yang sedikit, tetapi kehadirannya sangat dibutuhkan oleh tubuh, dan Makroelemen yaitu mineral yang dibutuhkan dalam jumlah yang banyak.


Enzim di Lambung

  • Enzim pepsin ( lambung )

Enzim pepsin dihasilkan oleh kelenjar di lambung berupa pepsinogen. Selanjutnya pepsinogen bereaksi dengan asam lambung menjadi pepsin. Cara kerja enzim pepsin yaitu mengubah protein menjadi pepton dengan bantuan enzim pepsin. Enzim pepsin memecah molekul protein yang kompleks menjadi molekul yang lebih sederhana yaitu pepton. Molekul pepton perlu dipecah lagi agar dapat diangkut oleh darah.


  • Enzim renin ( lambung )

Enzim renin dihasilkan oleh kelenjar di dinding lambung. Fungsi enzim renin untuk mengendapkan kasein dari air susu. Kasein merupakan protein susu, sering disebut keju. Setelah kasein diendapkan dari air susu maka zat dalam air susu dapat dicerna.


  • Asam Khlorida ( HCL – lambung )

Asam khlorida (HCl) sering dikenal dengan sebutan asam lambung, dihasilkan oleh kelenjar didalam dinding lambung. Asam khlorida berfungsi untuk membunuh mikroorganisme tertentu yang masuk bersama-sama makanan. Produksi asam khlorida yang tidak stabil dan cenderung berlebih, dapat menyebabkan sakit pada lambung.


Baca Juga:  8 Organ Sistem Pencernaan Serta Fungsinya Terlengkap


Daftar Pustaka
Mikrajuddi . IPA Terpadu 2A . Esis: Jakarta ; 2004 Hal.81
Sloane E. Anatomi dan fisiologi untuk pemula. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC; 2003.
Guyton AC, Hall JE. Buku ajar fisiologi kedokteran. Edisi ke-11. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC; 2008.

Demikianlah pembahasan mengenai Fungsi Lambung – Pengertian. Sistem Kerja, Bagian Dan Struktur semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂

Mungkin Dibawah Ini yang Kamu Butuhkan