Fungsi Lembaga Keluarga

Fungsi Lembaga Keluarga

Lembaga Keluarga – Pengertian, Fungsi, Contoh, Peran Dan Cirinya – DosenPendidikan.Com– Sosiologi, sebagai salah satu bidang ilmu yang mempelajari perilaku manusia dan interaksinya, memiliki banyak aspek yang harus digali.


Untuk memperdalam pengetahuan serta pemahaman kita mengenai salah satu cabang sosiologi yakni sosiologi keluarga, perlu adanya analisis teoritis (theoretical analysis) yang membahas masalah lembaga/ institusi keluarga dan secara khusus membahas masalah jumlah dan perbedaan umur anak, latar belakang suku, tingkat ekonomi dan pendidikan, serta komunikasi dan interaksi keluarga dengan masyarakat dan budaya sekitarnya.

Fungsi Lembaga Keluarga


Pengertian Keluarga

Keluarga, dalam perspektif antropologi budaya memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan konsep kekerabatan. Kita mengetahui bahwa Indonesia dengan beraneka ragam suku dan budayanya memiliki tiga mazhab besar sistem kekerabatan : Sistem patrilineal, matrilineal, dan bilateral. Ketiga sistem ini membentuk suatu hubungan yang akhirnya menjadi lembaga keluarga secara utuh.


Jika kita analisis dalam perspektif sosiologi, keluarga sebagai lembaga memiliki peranan dalam interaksi sosial di masyarakat. Bagaimana peran institusi keluarga dalam membentuk suatu interaksi sosial kami analisis secara gamblang dalam makalah ini.


  • Duvall dan Logan (1986)

Keluarga adalah sekumpulan orang dengan ikatan perkawinan, kelahiran dan adopsi yang bertujuan untuk menciptakan, memepertahankan budaya dan meningkatkan perkembangan fisik, mental, emosiaonal, serta sosial dari tiap anggota keluarga.

  • Departeman Kesehatan RI (1988)

Keluarga merupakan unit terkecil dari masyarakat yang terdirir dari kepala keluarga dan beberapa orang yang berkumpul dan yinggal di suatu tempat dibawah satu atap dalam keadaan saling ketergantungan.


  • Barwoko dan Suryanto (2004)

Keluarga adalah lembaga sosial dasar darimana semua lembaga atau pranata sosial lainnya berkembang. Di masyarakat manapun di dunia keluarga merupupakan kebutuhan manusia yang universal dan menjadi pusat terpenting dari kegiatan dalam kehidupan individu.

  • BKKBN (1999)

Keluarga adalah dua orang atau lebih yang dibentuk berdasarkan ikatan perkawinan yang sah, mampu memenuhi kebutuhan hidup spiritual dan materil yang layak, bertakwa kepada Tuhan, memiliki hubungan yang selaras dan seimbang antara anggota keluarga dan masyarakat serta lingkungan.


  • WHO (1969)

Keluarga adalah anggota rumah tangga yang saling berhubungan melalui pertalian darah, adopsi atau perkawinan.

  • Bergess (1962)

Keluarga terdiri atas kelompok orang yang mempunyai ikatan perkawinan, keturunan, atau hubungan sedarah atau hasil adposi, anggota tinggal bersama dalam satu rumah, anggota berinteraksi dan berkomunikasi dalam peran sosial, serta mempunyai kebiasaan/kebudayaan yang berasala dari masyarakat, tetapi mempunyai keunikan tersendiri.


  • Jhonson R-Leng R (2010)

Keluarga adalah lingkungan dimana beberapa orang masih memiliki hubungan darah.

  • Gillis (1983)

Keluarga adalah sebagaimana sebuah kesatuan yang kompleks dan atribut yang dimiliki tetapi terdiri dari beberapa momponen yang masing-masing mempunyai sebagaimana individu.

  • Salvicion dan Celis (1998)

Didalam keluarga terdapat dua atau lebih dari dua pribadi yang tergabung karena hubungan darah, hubungan perkawinan atau pengangkatan, dihidupnya dalam satu rumah tangga, karena berinteraksi satu sama lain dan dalam peranannya masing-masing dan menciptakan serta mempertahankan suatu kebudayaan.


  • Bussard dan Ball (1996)

Keluarga merupakan lingkungan sosial yang sangat dekat hubungannya dengan seseorang. Di keluarga itu seseorang dibesarkan, bertempat tinggal, berinteraksi satu dengan yang lain, dibentuknya nilai-nilai, pola pemikiran dan kebiasaanya dan berfungsi sebagai saksi segenap budaya luar dan mediasi hubungan anak dengan lingkungannya.

  • Helvie (1981)

Keluarga adalah sekelompok manusia yang tinggal dalam satu rumah tangga dalam kedekatan yang konsisten dan hubungan yang erat.


Baca Juga : Interaksi Sosial Asosiatif


  • UU No.10 tahun 1992

Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri dari suami istri dan anaknya atau ayah dan anaknya atau ibu dan anaknya.

  • Hill (1998)

Keluarga adalah rumah tangga yang memiliki hubungan darah atau perkawinan atau menyediakan terselenggaranya fungsi-fungsi instrumental mendasar dan fungsi-fungsi ekspresif keluarga bagi para anggotanya yang berada dalam suatu jaringan.


  • Friedman (1998)

Keluarga merupakan sekumpulan orang yang di hubungkan oleh perkawinan , adopsi dan kelahiran yang bertujuan menciptakan dan mempertahankan budaya . yang umum, meningkatkan perkembangan fisik,mental,emosional dan sosial dari individu-individu yang ada di dalamnya terlihat dari pola interaksi yang saling ketergantungan utuk mencapai tujuan bersama.

  • Burgess dkk (1963)

Keluarga terdiri dari orang-orang yang di satukan oleh ikatan perkawinan , darah dan ikatan adopsi yang hidup bersama dalam satu rumah tangga , anggota keluarga berintuaksi dan berkomunikasi satu sama lain dengan peran sosial keluarga.


  • Murray dan Zentner (1997)

Suatu sistem sosial yang berisi dua atau lebih orang yang hidup bersama. Yang mempunyai hubungan darah , perkawinan atau adopsi , atau tinggal bersama dan saling menguntungkan , mempunyai tujuan bersama , mempunyai generasi penerus , saling pengertian dan saling menyayangi.

  • Hanson (1996)

Keluarga adalah kumpulan atau lebih individu yang saling tergantung satu sama lainnya untuk emosi , fisik dan dukungan ekonomi.


  • Baylon dan Maglaya (1978)

Keluarga adalah kumpulan atau individu yang tergabung karena hubungan perkawinan ,darah atau adopsi dan hidup dalam satu rumah yang saling berinteraksi satu sama lain dalam perannya masing-masing dan menciptakan serta pertahankan suatu kebudayaan..

  • Stuart (1991)

Keluarga meliputi 5 sifat yaitu;


Baca Juga : Stratifikasi Sosial


  1. Keluarga merupakan unit suatu sistem.
  2. Setiap anggota keluarga dapat atau tidak dapat saling berhubungan atau dapat dan tidak slalu tinggal satu atap.
  3. Keluarga dapat mempunyai anak ataupun tidak mempunyai anak.
  4. Terdapat komitment dan saling melengkapi antar anggota keluarga.
  5. Keluarga mempertahankan fungsinya secara konsisten terhadap perlindungan , kebutuhan hidup dan sosialisasi antar anggota keluarga.
  • Raisner (1980)

Keluarga adalah sebuah kelompok yang terdiri dari dua orang atau lebih yang masing-masing mempunyai hubungan kekerabatan yang terdiri dari bapak , ibu , adek dan kakak , nenek.


  • Logan’s (1979)

Keluarga adalah sebuah sistem sosial dan kumpulan dari beberapa komponen yang saling berinteraksi satu dengan yang lainnya.

  • Duvall (1986)

Menguraikan bahwa keluarga adalah sekumpulan orang dengan ikatan perkawinan kelahiran dan adapsi yang bertujuan untuk menciptakan , mempertahankan budaya dan meningkatkan fisik, mental , emosional serta sosial dari setiap anggota keluarga.


  • Johnson’s (1992)

Keluarga adalah kumpulan dua orang atau lebih yang menpunyai hubungan darah yang sama atau tidak , yang terlibat dalam kehidupan yang terus menerus, yang tinggal dalam satu atap, mempunyai ikatan emosional dan mempunyai kewajiban antara satu orang dengan lainnya.

  • Spradley dan Allender ( 1996)

Keluarga adalah suatu sistem sosial yang terdiri dari individu-individu yang bergabung dan berinteraksi secara teratur antara satu dengan yang lain yang di wujudkan dengan adanya saling ketergantungan dan berhubungan untuk mencapai tujuan bersama.


Baca Juga : Struktur Sosial Adalah


Macam-Macam Lembaga Pendidikan

  • Pendidkan Formal (Lembaga Pendidikan Sekolah)

Pendidikan formal ialah pendidikan yang dilakasanakan disekolah yang didapati secara sistematis, teratur, bertingkat, dan dengan mengikuti syarat-syarat yang jelas.sekolah yang lahir dan berkembang secara efektif dan efisien dari dan oleh serta untuk masyarakat, adalah alat yang memiliki tugas untuk memberikan pelayanan pengajaran dalam belajar kepada generasi muda dalam mendidik masyarakat. Jenis pendidikan formal terdiri atas pendidikan umum, kejuruan, vokasi, profesi, keagamaan, dan khusus.


  • Lembaga Nonformal (Lembaga pendidikan di Masyarakat)

Pendidikan Nonformal diselenggarakan untuk kepentingan warga masyarakat yang memerlukan layanan pendidikan, pendidikan nonformal berfungsi sebagai penambah lembaga pendidiakn, atau menjadi pelengkap pendidikan formal dalam rangka mendukung pendidikan sepanajang hayat.


Satuan pendidikannya terdiri atas lembaga kurusus, kelompok belajar, lembaga pelatihan, pusat kegiatan belajar, majelis taklim, serta satuan pendidikan yang sejenis. Hasil dari pendidikan nonformal ini dapat dihargai stara dengan hasil program pendidikan formal., tapi setelah melalui proses penilaian penyetaraan oleh lembaga yang ditunjuk oleh pemerintah atau pemda dengan mengacu pada standar nasional pendidikan.


  • Pendidikan Informal (Lembaga Pendidikan Keluarga)

Lembaga pendidikan informal ialah kegiatan pendidikan keluarga.Lingkungan keluarga merupakan lingkungan pendidikan pertama yang ditemui karena dalam keluarga inilah seorang anak pertama kali mendapatkan didikan dan bimbingan didalam keluarga.Pendidikan keluarga juga dikatakan sebagai lingkungan yang utama karena sebagai besar kehidupan anak berada dalam lingkungan keluarga.


Baca Juga : Hukum Waris


Fungsi Lembaga Keluarga

Lembaga Keluarga

  • Fungsi Reproduksi

Dalam keluarga, anak-anak merupakan wujud dari cinta kasih dan tanggung jawab suami istri meneruskan keturunan nya. Keluarga memiliki fungsi reproduksi artinya dari pernikahan diharapkan akan memberikan keturunan.

  • Fungsi Proteksi

Dengan Terbentuknya keluarga, terdapat fungsi proteksi yaitu mendapatkan rasa ketentraman dan keterlindungan baik secara psikologis maupun fisik.Apabila didalam keluarga terdapat rasa aman, proses-proses sosial didalam keluarga dapat berjalan harmonis.


  • Fungsi Ekonomi

Pada umumnya dalam sebuah keluarga, ayah merupakan kepala keluarga serta menjadi tulang punggung keluarga.Namun tidak tertutup kemungkinan ibu juga mencari nafkah untuk membantu perekonomian keluarga.kerja sama yang baik antara ayah dan ibu didalam mengelola pendapatan menjadikan keluarga dapat mengfungsikan ekonomi secara efektif dan efisien.


  • Fungsi Sosialisasi

Didalam lingkungan keluarga, anak mulai dilatih dan diperkenalkan cara-cara hidup bersama orang lain. Anak diajak memahami lingkungan yang lebih luas sehingga pada saat nya nanti seorang anak benar-benar siap untuk hidup dalam masyarakat. Anak diperkenalkan oleh orang tua nya mengenai norma yang berlaku dimasyarakat seperti norma agama, norma kesopanan, norma hukum, dan norma kesusilaan, serta nilai-nilai sosial seperti nilai kemanusiaan, nilai keindahan, dan nilai keagamaan.


  • Fungsi Afeksi

Keluarga diharapkan akan memeberikan kehangatan perasaan pada anggota keluarga nya seperti ayah yang tetap memberikan perhatian dan kasih sayang kepada anaknya yang sedang mendapatkan masalah disekolahnya.

  • Fungsi Pengawasan Sosial

Pada dasarnya dalam keluarga terdapat saling kontrol (mengawasi) antar anggota keluarga biasanya sering dilakukan oleh anggota keluarga yang lebih tua.hal ini sebagai ras tanggung jawab mereka dalam menjaga nama baik keluarga.


  • Fungsi Pemberian Status

Melalui lembaga perkawinan ini, seseorang akan mendapatkan status atau kedudukan yang baru dimasyarakat., yaitu sebagi suami atau istri. Fungsi dari status suami adalah sebagai pemimpin dalam rumah tangga nya sedangakn seorang istri berfungsi sebagi pendamping suami dalam menjaga keutuhan dan keharmonisan dalm keluraganya.

Baca Juga : Pengertian Dan Faktor Pendorong Serta Penghalang Terjadinya Asimilasi


Tahap-Tahap Perkembangan Keluarga

Tahap-Tahap Perkembangan Keluarga

  • Tahap Persiapan (Pre-Nuptual)

Tahap ini ditandai dengan proses pengenalan secara terencana dan intensif antara seorang pria dengan seorang wanita, yang kemudian disusul dengan kesepakatan antara kedua belah pihak untuk membangun sebuah keluarga dalam ikatan perkawinan. Tahap ini juga ditandai dengan proses peminangan dan pertunangan.


  • Tahap Perkawinan (Nuptual Stage)

Tahap perkawinan merupakan awal perjalanan daris sebuah keluarga yang ditandai dengan pristiwa akad nikah yang dilaksanakan berdasarkan atas hukum agama dan hukum negara yang dilanjutkan dengan pesta perkawinan yang biasanya diselenggarakan berdasarkan adat istiadat tertentu. Pada tahap ini, keluarga baru mulai meneguhkan pendirian dan sikap sebuah keluarga yang akan diarungi bersama.

  • Tahap Pemeliharaan Anak (Child Rearing Stage)

Tahap ini terjadi setelah beberapa tahun dari usia perkawinan dan keluarga tersebut dikaruniai anak. Anak merupakan hasil cinta kasih yang dikembangkan dalam kehidupan keluarga.Selanjutnya sebuah keluarga bertanggung jawab untuk memelihara, membesarkan, dan mendidik anak-anak yang dilahirkan hingga mencapai jenjang kedewasaan.

  • Tahap Keluarga Dewasa (Maturity Stage)

Tahap ini ditandai dengan pencapaian kedewasaan oleh anak-anak yang dilahirkan dalam sebuah keluarga, dalam arti anak-anak telah mampu berdiri sendiri, terlepas dari ketergantungan dengan orang tua mereka.


Baca Juga : Kelompok Sosial


Pengertian Lembaga Keluarga

Lembaga keluarga adalah lembaga yang bersifat universal artinya seluruh masyarakat didunia mengenal akan lembaga tersebut. Dalam kajian sosiologi, keluarga merupakan salah satu bentuk masyarakat dalam kesatuan sosial yang terkecil yang berfungsi untuk melangsungkan eksistensi kemasyarakatan melalui fungsi reproduksi dan sosial lembaga. Lembaga tidak terlepas dari masa lasing yang diatur melalui perkawinan pemeliharaan anak, kekerabatan pemenuhan kebutuhan pokok pencapaian tujuan dan pembinaan masalah kewargaan.


Kelansungan hidup dalam keluarga akan tergantung dari partisipasi sluruh anggota keluarga untuk membinanya. Ayah berfungsi sebagai kepala keluarga yang berperan sebagai pemimpin dalam aktivitas keluarga. Ibu berperan sebagai pengayong membina anak-anak dan sebagai tempat untuk bertukar pikiran diantara keluarga-keluarga. Begitu pula dengan anggota yang lain anak dan kerabat menjadi satu unit keluarga, memiliki kewajiban untuk ikut menjaga keluarga dan juga kelansungan keluarga.


Proses terbentuknya lembaga keluarga

Kehidupan sosial/masyarakat menginginkan adanya suatu keteraturan, ketentraman dalam berintraksi, berkomunikasi untuk memenuhi jumlah kebutuhan dasar manusia bahkan sampai pengawasannya tanpak adanya lembaga sosial yang mengatur kehidupan masyarakat tidak akan terkendali sesuai kehendak bebasnya.


Ciri-ciri suatu keluarga adalah:

  1. Merupakan suatu kelompok sosial yang terdiri dari berbagai usia dan jenis kelamin.
  2. Minimal 2 orang dari mereka mempunyai hubungan sebagai suami dan istri yang diakui oleh masyarakat dan mepunyai anggota keluarga melalui suatu pernikahan yang sah.
  3. Mempunyai seperangkat aturan sosial tetentu yang diakui dan dijalankan bersama-sama oleh seluruh anggota keluarga.
  4. Mempunyai fungsi pokok, diantaranya fungsi reproduksi, ekonomi, sosialisasi dan perlindungan.
  5. Menempati tempat tertentu dalam jangka waktu tertentu

Peranan Lembaga Keluarga

Keluarga merupakan lembaga pendidikan tertua, bersifat informal, yang pertama dan utama dialami oleh anak serta lembaga pendidikan yang bersifat kodrati orang tua bertanggung jawab memelihara, merawat, melindungi, dan mendidik anak agar tumbuh dan berkembang dengan baik.

  • Pendidikan keluarga berfungsi:
  1. Sebagai pengalaman pertama masa kanak-kanak
  2. Menjamin kehidupan emosional anak
  3. Menanamkan dasar pendidikan moral
  4. Memberikan dasar pendidikan sosial.
  5. Meletakkan dasar-dasar pendidikan agama bagi anak-anak.

Baca Juga : Integritas adalah


Fungsi Manifest Lembaga Keluarga

Dengan adanya keluarga mereka dapat melanjutkan keturunan (fungsi biologis). Penduduk lama di daerah ini rata-rata merupakan kelurga besar (memiliki banyak anak). Hal ini mungkin dipengaruhi dengan adanya semboyan orang zaman dulu ‘banyak anak banyak rejeki’. Namun, sejalan dengan berkembangnya zaman, penduduk di daerah ini mulai menerapkan KB sehingga semboyann tersebut mulai menghilang. Jadi, keluarga mempunyai fungsi manifest sebagai pengaturan hubungan biologis atau reproduksi. Melalui hubungan biologis inilah keluarga memperoleh keturunan sehingga keberadaan keluarga dapat terus berlanjut.


Keluarga juga mempunyai fungsi manifest sebagai tempat untuk menapatkan kasih saying (afeksi). Di daerah ini, fungsi keluarga sebagai fugsi afeksi berjalan dengan sangat baik. Masing-masing orang tua memiliki cara tersendiri untuk mencurahkan rasa kasih saying terhdap keluarganya.


Fungsi manifest yang paling tampak adalah fungsi edukatif (mendidik keluarga). Keluarga merupakan tempat pertama bagi orang anak untuk menerima pendidikan dan pembinaan. Melalui keluarga, kepribadian anak akan terbentuk melalui proses inteaksi yang terjadi dalam keluaraga. Dalam hal ini, yang paling berperan adalah orang tua.Jadi, Orang tua harus menjadi figure yang baik bagi anak-anaknya.


Funsi Latan Lembaga keluarga

Selain fungsi-fungsi manifest di atas, lembaga keluarga juga mempunyai fungsi laten (tersembunyi) lembaga keluarga memiliki fungsi ekonomi (mengatur masala ekonomi keluarga) yang berbeda-beda. Mayoritas, dalam pemenuhan kebutuhan, keluarga di daerah ini saling melengkapi. Artinya, tidak hanya ayah (kepala keluarga) saja yang mencari nafkah, tetapi istripun juga berperan dalam pemenuhan kebuuhan keluarga.


Keluarga juga berperan penting dalam fungsi religius. Keluarga yang ada di daerah ini mayoritas beragama islam, secara turun temurun, mereka juga mengajarkan ajaran agama islam kepada anak-naknya. Jadi, dalam hal ini, keluarga memunyai fungsi untuk memperenalkan anggota keluarganya untuk hidup beragama.


Baca Juga : Akomodasi adalah


Tujuan didirikan lembaga keluarga

Berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah, kita dapat mengatakan bahwa tujuan terpenting dari pembentukan keluarga adalah hal-hal berikut:

  1. Mendirikan syariat Allah dalam segala permasalahan rumah tangga;
  2. Mewujudkan ketentraman dan ketenangan psikologis;
  3. Mewujudkan Sunnah Rasulullah saw. dengan melahirkan anak-anak shaleh sehingga umat manusia merasa bangga dengan kehadiran kita;
  4. Memenuhi kebutuhan cinta kasih anaka-anak;
  5. Menjaga fitrah anak agar anak tidak melakukan penyimpangan-penyimpangan.

Demikianlah penjelasan artikel diatas tentang Lembaga Keluarga – Pengertian, Fungsi, Contoh, Peran Dan Cirinya semoga bermanfaat bagi pembaca setia DosenPendidikan.Com

Send this to a friend