Nirmana adalah

Diposting pada

Pengertian Nirmana

Nirmana adalah ilmu yang mempelajari berbagai hal yang berkaitan dengan hubungan persepsi, bentuk, warna, ruang dan bahan berwujud dua dimensi ataupun tiga dimensi. Kegiatan utama ilmu ini ialah mengembangkan kemahiran untuk mengolah dan mengkomunikasikan bahasa rupa menggunakan bahan dan teknik tertentu.

Gambar-Nirmana

Terdapat cara pandang yang kurang tepat di masyarakat kita bahwa untuk berkarya seni rupa atau desain, seorang siswa akan bisa dengan sendirinya berdasarkan bakat alam yang dimilikinya. Cara pandang seperti ini telah ditinggalkan sejak setengah abad lampau.


Di negara-negara maju, seorang siswa yang memiliki minat dalam dirinya untuk mengembangkan dunia kesenirupaan harus terlebih dahulu menguasai ilmu dasarnya agar hasilnya lebih optimal. Ilmu dasar tersebut diantaranya menguasai tekni rupa dasar dan kemahiran menggambar.


Jenis-Jenis Nirmana

Berikut ini terdapat beberapa jenis-jenis nirmana, terdiri atas:


  1. Nirmana Dwimatra

Nirmana-Dwimatra

Pengertian Dwimatra (2D) adalah panjang dan lebar dalam suatu bidang papar/datar, tidak memiliki kedalaman atau ketebalan. Dalam bidang tersebut akan terdapat kesan ruang, volume, dimensi yang bersifat optis, khayali dan ilusif, kedalaman tidak teraba, namun terasa oleh mata. Cara pandang 2 dimensi adalah satu arah, yaitu dari muka atau depan.


  1. Nirmana Trimatra

Nirmana-Trimatra

Pengertian Trimatra (3D) adalah Apa yang ada disekeliling kita bersifat tiga dimensi, tidak saja memiliki panjang,lebar tapi memiliki pula ruang,massa, volume, raut, warna dan bentuk. Cara pandang 3 dimensi dilakukan dari berbagai arah, yaitu tiga arah utama : tegak atas-bawah, lintang kiri-kanan dan sudut depan belakang.


Elemen-Elemen Dasar Nirmana

  • Titik adalah unsur seni rupa yang paling dasar. Titik dapat melahirkan suatu wujud dari ide-ide atau gagasan yang kemudian akan melahirkan garis, bentuk, atau bidang. Teknik lukisan yang menggunakan kombinasi berbagai variasi ukuran dan warna titik dikenal dengan sebutan Pointilisme.
  • Garis adalah sekumpulan titik yang terhubung dan berbeda (warna) dari latar belakang yang menampilkannya. Terbentuk garis dari kumpulan satuan terkecilnya yakni titik yang lazimnya berbentuk bundar (circular). Sebuah garis merupakan sebuah titik yang memanjang, oleh karenanya sebuah garis lebih dicirikan pada panjangnya daripada lebarnya. Garis merupakan dimensi awal yang tercipta dari titik yang digerakkan sedemikian rupa.
  • Warna adalah kesan yang ditimbulkan oleh cahaya terhadap mata, oleh karena itu warna tidak akan terbentuk jika tidak ada cahaya. Tiap-tiap warna dihasilkan dari reaksi cahaya putih yang mengenai suatu permukaan dan permukaan tersebut memantulkan sebagian dari spektrum. Terjadinya warna-warna tersebut disebabkan oleh vibrikasi cahaya putih. Sistem yang paling sederhana untuk mengetahui hubungan warnawarna adalah pada susunan warna dalam bentuk lingkaran warna.
  • Tekstur adalah nilai raba dari suatu permukaan baik nyata maupun semu, bisa halus, kasar, licin, dan sebagainya. Berdasarkan hubungannya dengan indera penglihatan, tekstur dapat dibedakan menjadi dua, yaitu: tekstur nyata dan tekstur semu.
  • Bidang adalah suatu bentuk pipih tanpa ketebalan, mempunyai dimensi pajang, lebar dan luas serta mempunyai kedudukan, arah dan dibatasi oleh garis. Bentuk bidang dapat geometris, organis, bersudut, tak teratur, dan bulat.
  • Bentuk adalah titik, garis, atau bidang akan menjadi bentuk apabila terlihat. Sebuah titik betapapun kecilnya pasti mempunyai raut, ukuran, warna, dan tekstur.

Prinsip-Prinsip Dasar Nirmana

  1. Kesatuan (Unity) : merupakan salah satu prinsip dasar tata rupa yang sangat penting. Tidak adanya kesatuan dalam sebuah karya rupa akan membuat karya tersebut terlihat cerai-berai, kacau-balau yang mengakibatkan karya tersebut tidak nyaman dipandang. Prinsip ini sesungguhnya adalah prinsip hubungan. Jika salah satu atau beberapa unsur rupa mempunyai hubungan (warna, raut, arah, dan sebagainya), maka kesatuan telah tercapai.
  2. Keseimbangan (Balance) : Karya seni dan desain harus memiliki keseimbangan agar nyaman dipandang dan tidak membuat gelisah. Seperti halnya jika kita melihat pohon atau bangunan yang akan roboh, kita merasa tidak nyaman dan cenderung gelisah. Keseimbangan adalah keadaan yang dialami oleh suatu benda jika semua daya yang bekerja saling meniadakan. Dalam bidang seni keseimbangan ini tidak dapat diukur tapi dapat dirasakan, yaitu suatu keadaan dimana semua bagian dalam sebuah karya tidak ada yang saling membebani.
  3. Proporsi (Proportion) : Proporsi termasuk prinsip dasar tata rupa untuk memperoleh keserasian dalam sebuah karya. Untuk itu diperlukan diperlukan perbandingan–perbandingan yang tepat. Pada dasarnya proporsi adalah perbandingan matematis dalam sebuah bidang. Proporsi Agung (The Golden Mean) adalah proporsi yang paling populer dan dipakai hingga saat ini dalam karya seni rupa hingga karya arsitektur. Proporsi ini menggunakan deret bilangan Fibonacci yang mempunyai perbandingan 1:1,618, sering juga dipakai 8:13. Konon katanya, proporsi ini adalah perbandingan yang ditemukan di benda-benda alam termasuk struktur ukuran tubuh manusia sehingga dianggap proporsi yang diturunkan oleh Tuhan sendiri. Dalam bidang desain proporsi ini dapat dilihat dalam perbandingan ukuran kertas dan layout halaman.
  4. Irama (Rhythm); adalah pengulangan gerak yang teratur dan terus menerus. Dalam bentuk–bentuk alam dapat diambil contoh pengulangan gerak pada ombak laut, barisan semut, gerak dedaunan, dan lain-lain. Prinsip irama sesungguhnya adalah hubungan pengulangan dari bentuk –bentuk unsur rupa.
  5. Dominasi (Domination) : merupakan salah satu prinsip dasar tata rupa yang harus ada dalam karya seni dan desain. Dominasi berasal dari kata Dominance yang berarti keunggulan.Sifat unggul dan istimewa ini akan menjadikan suatu unsur sebagai penarik dan pusat perhatian. Dalam dunia desain, dominasi sering juga disebut Center of Interest, Focal Point dan Eye Catcher. Dominasi mempunyai beberapa tujuan yaitu untuk menarik perhatian, menghilangkan kebosanan dan untuk memecah keberaturan.

Fungsi dan Manfaat Nirmana

Nirmana berfungsi sebagai acuan dasar yang bisa diterapkan dalam merancang desain atau karya yang indah seperti yang diharapkan, dengan kita memahami unsur dan alasan yang membuat suatu komposisi tampak bagus dan indah. Yang menjadi persoalan adalah asas atau prinsip seni dan desainnya sendiri, namun prinsip tersebut tentunya diterapkan pada elemen-elemen seni dan desain: garis, bentuk, bidang, warna, dan lain sebagiannya.


Sebenarnya yang paling penting atau yang paling utama dari proses kreatif adalah insting, resapan, selera, sensitifitas terhadap keterhubungan visual atau kreativitas dari desainer atau seniman-nya sendiri. Namun tidak semua orang mempunyai pengalaman dan lingkungan yang menunjang dalam tahap pengembangan insting kreativitas tersebut. Nirmana ini dikemas dalam praktikum untuk melatih dan mengasah kreativitas seseorang.


Seseorang yang sudah memiliki insting dan daya kreativitas yang cukup tinggi tentunya akan memiliki semakin banyak ruang gerak dalam berkreasi hanya dengan memiliki keinginan memahami berbagai unsur dan asas nirmana. Karena nirmana merupakan esensi dan catatan yang disimpulkan dari berbagai desain dan karya seni yang sudah berhasil sebelumnya.


Cara Mengolah Nirmana

Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk mengolah nirmana “rupa dasar” antara lain dengan cara menata, mengatur, mengkomposisikan, menyusun, menciptakan variasi atau merancang unsur rupa tersebut menjadi sesuatu yang menggugah persepsi pengamat. Beberapa prinsip unutuk mengolah nirmana yang umum digunakan antara lain sebagai berikut.


  • Simetri “Symetry”

Simetri ialah dua atau lebih unsur rupa yang sama dan ditempatkan sejajar atau berdekatan serta diantara unsur rupa tersebut memiliki kesamaan atau kemiripan.


  • Irama “Rhythm”

Irama ialah kesan bergerak sebuah warna garis atau bentuk, secara berulang atau dinamis, sehingga secar keseluruhan terkesan tidak menoton. Bentuk yang berirama biasa diartikan sebagai bentuk yang dinamis, perwujudannya dapat berupa bentuk yang keras, tiba-tiba lembut kemudian keras lagi.


  • Keseimbangan “Balance”

Keseimbangan ialah penempatan unsur-unsur rupa dalam satu bidang baik secara beraturan ataupun acak yang menekankan aspek keseimbangan komposisi unsur rupa di dalamnya “bentuk, warna dan bidang”, keseimbangan dapat dicapai dengan menyusun unsur rupa yang simetris atau dengan penempatan bentuk yang dinamis.


  • Aksentuasi “Accentuation”

Aksentuasi ialah penyajian unsur pembeda pada satu ungkapan rupa agar tidak berkesan membosankan atau menonton. Unsur aksentuasi dapat dibuat dengan bentuk yang berbeda irama yang berbeda atau bentuk yang berbeda dari keseluruhan ungkapan.


  • Varian “Variant”

Varian ialah penyajian bahasa rupa yang berbeda pada besaran atau warnanya, namun tetap seragam, varian dapat dikomposisikan berupa perulangan bentuk atau sistem modul.


  • Dinamika

Dinamika ialah penyajian bahasa rupa dengan berbagai unsur yang bervariasi di dalamnya, baik unsur bidang, bentuk, warna, maupun motifnya, namun unsur-unsur kontras, keseimbangan dan kesatuan tetap dipertimbangkan.


  • Gradasi

Gradasi ialah susunan bentuk atau warna yang berjajar dari nada terkuat sampai terendah atau sebaliknya. Gradasi dapat dicapai melalui bidang, warna ataupun bangun tiga dimensi.


Contoh Gambar Nirmana

Berikut ini terdapat beberapa contoh nirmana, terdiri atas:


1. Nirmana Titik

Nirmana-Titik


2. Nirmana Garis

Nirmana-Garis


Demikianlah pembahasan mengenai Pengertian Nirmana – Gambar, Contoh, Jenis, Elemen, Prinsip, Cara, Fungsi dan Manfaat semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂


Baca Juga: