Hipotesis adalah

Hipotesis adalah

14 Pengertian Hipotesis Menurut Para Ahli, Jenis dan Contoh – Untuk pembahasan kali ini kami akan mengulas mengenai Hipotesis adalah yang dimana dalam hal ini meliputi pengertian menurut para ahli, fungsi dan jenis, nah agar dapat lebih memahami dan dimengerti simak ulasan selengkapnya dibawah ini.

Hipotesis adalah

Pengertian Hipotesis

Hipotesis adalah jawaban sementara terhadap masalah penelitian yang kebenarannya harus diuji secara empiris. Hipotesis menyatakan hubungan apa yang kita cari atau ingin kita pelajari. Hipotesis adalah keterangan sementara dari hubungan fenomena-fenomena yang kompleks. Oleh karena itu, perumusan hipotesis menjadi sangat penting dalam sebuah penelitian.


Peneliti harus selalu bersikap terbuka terhadap fakta dan kesimpulan terdahulu baik yang memperkuat maupun yang bertentangan dengan prediksinya. Jadi, dalam hal ini telaah teoritik dan temuan penelitian yang relevan berfungsi menjelaskan permasalahan dan menegakkan prediksi akan jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan penelitian.

Baca Juga Artikel yang Mungkin Berkaitan : Kompetensi Guru


Pengertian Hipotesis Menurut Para Ahli

Berikut ini terdapat beberapa pengertian hipotesis menurut para ahli, terdiri atas:

Loading...

  1. Menurut Prof. Dr. S. Nasution

Hipotesis adalah dugaan tentang apa yang kita amati dalam upaya untuk memahaminya. (Nasution:2000).


  1. Menurut Menurut Gay, Mills, Airasian (2009:71)Zikmund (1997:112)

Hipotesis adalah proposisi atau dugaan belum terbukti bahwa tentatif menjelaskan fakta atau fenomena, serta kemungkinan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan penelitian.


  1. Menurut Erwan Agus Purwanto dan Dyah Ratih Sulistyastuti (2007:137)

Hipotesis adalah pernyataan atau tuduhan bahwa sementara masalah penelitian yang kebenarannya masih lemah (belum tentu benar) sehingga harus diuji secara empiris.


  1. Menurut Mundilarso

Hipotesis adalah pernyataan yang masih lemah tingkat kebenaran yang masih harus diuji dengan menggunakan teknik tertentu.


  1. Menurut Kerlinger (1973)

Hipotesis adalah pernyataan dugaan hubungan antara dua variabel atau lebih.


  1. Menurut Bruce W. Tuckman (1972:75)

“Bisa didefinisikan sebagai ekspektasi tentang berdasarkan generalisasi dari hubungan yang diasumsikan antara variabel”.


  1. Menurut Best, John W, Kahn, James V (2003:11)

Memberikan resolusi “Penelitian atau hipotesis ilmiah adalah pernyataan afirmatif formal yang memprediksi hasil penelitian tunggal, penjelasan sementara atau hubungan antara dua atau lebih variabel”.


  1. Menurut Nanang Martono (2010:57)

Hipotesis dapat didefinisikan sebagai jawaban sementara yang kebenarannya harus diuji atau rangkuman kesimpulan secara teoritis yang diperoleh melalui tinjauan pustaka.


  1. Menurut James E Greighton dalam Nanang Martono (2010:57)

Hipotesis merupakan sebuah dukungan tentative atau sementara yang memprediksi situasi yang akan diamati.

Baca Juga Artikel yang Mungkin Berkaitan : Aransemen adalah


  1. Menurut Lungberg dalam Nanang Martono (2010:57)

Mendefinisikan hipotesis sebagai sebuah generalisasi yang bersifat tentative, sebuah generalisasi tentative yang valid yang masih arus diuji.


  1. Menurut Goode dan Han dalam Nanang Martono (2010:58)

Hipotesis adalah sebuah proposisi yang harus dimasukan untuk menguji dan menentukan validitas, sebuah hipotesis menyatakan apa yang akan dicari.


  1. Menurut Nachmias dalam A Muri Yusuf (2005: 163)

Menyatakan bahwa hipotesis merupakan jawaban tentative terhadap masalah-masalah penelitian. Jawaban itu dinyatakan dalam hubungan dalam bentuk variabel bebas dan terikat.


  1. Menurut Fraenkel dan Wallen dalam A Muri yusuf (2005: 163)

Menyatakan hipotesis adalah :”a tentative, reasonable, testable assertion regarding the occurrence of certain behaviors, phenomena, or event: a prediction of study outcome”.


  1. Menurut A Muri Yusuf (2005: 163)

Hipotesis adalah kesimpulan sementara yang belum final; suatu jawaban sementara; suatu dugaan sementara; yang merupakan konstruk peneliti terhadap masalah penelitian, yang menyatakan hubungan antara dua variabel atau lebih. Kebenaran dugaan tersebut harus dibuktikan melalui penyelidikan ilmiah.


Ciri Hipotesis yang Baik

Perumusan hipotesis yang baik dan benar harus memenuhi ciri-ciri sebagai berikut:

  • Hipotesis harus dinyatakan dalam bentuk kalimat pernyataan deklaratif, bukan kalimat pertanyaan.
  • Hipotesis berisi penyataan mengenai hubungan antar paling sedikit dua variabel penelitian.
  • Hipotesis harus sesuai dengan fakta dan dapat menerangkan fakta.
  • Hipotesis harus dapat diuji (testable). Hipotesis dapat duji secara spesifik menunjukkan bagaimana variabel-variabel penelitian itu diukur dan bagaimana prediksi hubungan atau pengaruh antar variabel termaksud.
  • Hipotesis harus sederhana (spesifik) dan terbatas, agar tidak terjadi kesalahpahaman pengertian.

Baca Juga Artikel yang Mungkin Berkaitan : Etika adalah


Fungsi Hipotesis

Hipotesis berfungsi untuk memberikan batasan serta memperkecil ruang lingkup penelitian, untuk mempermudah pengumpulan dan pengolahan data, untuk mengetahui macam, jumlah dan hubungan variabel penelitian, untuk mengetahui variabel tak bebas yang harus dikontrol “Umi Narimawati, 2007:59”.


Menurut Ary Donald, hipotesis memiliki fungsi dalam penelitian yaitu “Gulo, 2000:57”

  • Memberi penjelasan tentang gejala-gejala serta memudahkan perluasan pengetahuan dalam suatu bidang.
  • Mengemukakan pernyataan tentang hubungan dua konsep yang secara langsung dapat diuji dalam penelitian.
  • Memberi arah penelitian.
  • Memberi kerangka pada penyusunan kesimpulan penelitian.

Fungsi hipotesis menurut Prof. Dr. S. Nasution “2000” ialah:

  • Untuk menguji kebenaran teori.
  • Memberikan gagasan baru untuk mengembangkan suatub teori.
  • Memperluas pengetahuan penelitian mengenai suatu gejala yang sedang dipelajari.

Manfaat Hipotesis

Penetapan hipotesis dalam sebuah penelitian memberikan manfaat sebagai berikut:

  1. Memberikan batasan dan memperkecil jangkauan penelitian dan kerja penelitian.
  2. Mensiagakan peneliti kepada kondisi fakta dan hubungan antar fakta, yang kadangkala hilang begitu saja dari perhatian peneliti.
  3. Sebagai alat yang sederhana dalam memfokuskan fakta yang bercerai-berai tanpa koordinasi ke dalam suatu kesatuan penting dan menyeluruh.
  4. Sebagai panduan dalam pengujian serta penyesuaian dengan fakta dan antar fakta.

Oleh karena itu kualitas manfaat dari hipotesis tersebut akan sangat tergantung pada:

  1. Pengamatan yang tajam dari si peneliti terhadap fakta-fakta yang ada.
  2. Imajinasi dan pemikiran kreatif dari peneliti.
  3. Kerangka analisa yang digunakan oleh peneliti.
  4. Metode dan desain penelitian yang dipilih oleh peneliti.

Baca Juga Artikel yang Mungkin Berkaitan : Lompat Jauh


Jenis-Jenis Hipotesis

Menurut Thomas dalam penelitian dikenal dua jenis hipotesis yaitu “Swarjana, 2012:39”:

  • Hipotesis Alternatif “Ha”
    Hipotesis alternatif disebut juga hipotesis kerja, Hipotesis ini menyatakan adanya perbedaan satu variable dengan variable yang lainnya atau menyatakan adanya hubungan diantara satu variabel dengan variabel yang lainnya atau bisa juga menyatakan adanya pengaruh satu variabel dengan treatment terhadap variabel yang lainnya.
  • Hipotesis Nol “H0”
    Hipotesis nol ialah hipotesis yang menyatakan tidak adanya hubungan diantara variabel penelitian atau menyatakan tidak adanya perbedaan diantara variabel penelitian atau bisa juga menyatakan pengaruh satu variabel atau treatment terhadap variabel lainnya.

Hipotesis dibagi menjadi 2 (dua) kategori “Juliandi, 2014:45-48” yaitu:


Hipotesis Statistik

Hipotesis statistik ialah sebuah pernyataan matematis tentang keadaan populasi yang ditinjau/diteliti. Suatu pernyataan akan dinyatakan sebagai pernyataan matematis jika dan hanya jika pernyataan tersebut disajikan dengan memakai simbol-simbol matematika. Hipotesis statistik dibagi menjadi dua yaitu Hipotesis Nol “H0” dan hipotesis Alternatif “Ha”, Hipotesis statistik juga dapat dibedakan menjadi hipotesis dua arah dan hipotesis satu arah.


Oleh karena itu, simbolisasi hipotesis tersebut adalah:

Ha             :  m1≠ m2 (Hipotesis dua-arah) (kurang spesifik)

Ha             :  m1 > m2 (Hipotesis satu-arah) (tepat dan spesifik)


Atau

Ha             :  m1- m2 ≠ 0 (Hipotesis dua-arah)

Ha                   : m1 – m2 > 0 (Hipotesis satu-arah)


Hipotesis Penelitian

Hipotesis penelitian disebut juga dengan hipotesis substansi “substantive hypotesis” ialah hipotesis yang mengandung pernyataan mengenai relasi antara dua variabel atau lebih sesuai teori. Hipotesis substansional tidak dapat diuji, agar dapat diuji harus terlebih dahulu diterjemahkan menjadi hipotesis statistik. Hipotesis penelitian tidak ditulis menggunakan simbil H0 atau Ha, akan tetapi hanya merupakan sebuah kalimat atau pernyataan tentang apa yang diduga berlaku untuk populasi yang ditinjau yang harus didukung oleh teori substansi yang relevan.

Baca Juga Artikel yang Mungkin Berkaitan : Ergonomi adalah


Menggali Hipotesis

Terdiri atas:

1. Untuk merumuskan hipotesis seorang peneliti dituntut untuk dapat menggali sumber-sumber hipotesis. Untuk itu peneliti harus:


  • Memiliki banyak informasi tentang masalah yang akan dipecahkan dengan cara banyak membaca literatur yang ada hubungannya dengan penelitian yang sedang dilaksanakan.
  • Memiliki kemampuan untuk memeriksa keterangan tentang tempat, objek, dan hal-hal yang berhubungan satu sama lain dalam fenomena yang sedang diselidiki.
  • Memiliki kemampuan untuk menghubungkan suatu keadaan dengan keadaan yang lain yang sesuai dengan kerangka teori dan bidang ilmu yang bersangkutan.

2. Dari beberapa pendapat para ahli,penggalian sumber-sumber hipotesis dapat berasal dari:

  • Ilmu pengetahuan dan pengertian yang mendalam yang berkaitan dengan fenomena.
  • Wawasan dan pengertian yang mendalam tentang suatu fenomena.
  • Materi bacaan dan literatur yang valid.
  • Pengalaman individu sebagai suatu reaksi terhadap fenomena.
  • Data empiris yang tersedia.
  • Analogi atau kesamaan dan adakalanya menggunakan imajinasi yang berdasar pada fenomena.

3. Hambatan atau kesulitan dalam merumuskan hipotesis lebih banyak disebabkan karena hal-hal:

  • Tidak adanya kerangka teori atau tidak ada pengetahuan tentang kerangka teori yang jelas.
  • Kurangnya kemampuan peneliti untuk menggunakan kerangka teori yang ada.
  • Gagal berkenalan dengan teknik-teknik penelitian yang ada untuk merumuskan kata-kata dalam membuat hipotesis secara benar.

Kesalahan dalam Perumusan Hipotesis dan Pengujian Hipotesis

Dalam perumusan hipotesis dapat saja terjadi kesalahan. Kesalahan dalam perumusan hipotesis ada dua macam yaitu:

  • Menolak hipotesis nihil yang seharusnya diterima, maka disebut kesalahan alpha dan diberi simbol a atau dikenal dengan taraf signifikansi pengukuran.
  • Menerima hipotesis nihil yang seharusnya ditolak, maka disebut kesalahan beta dan diberi simbol b.

Pada umumnya penelitian di bidang pendidikan digunakan taraf signifikansi 0.05 atau 0.01, sedangkan untuk penelitian kedokteran dan farmasi yang resikonya berkaitan dengan nyawa manusia, diambil taraf signifikansi 0.005 atau 0.001 bahkan mungkin 0.0001. Misalnya saja ditentukan taraf signifikansi 5% maka apabila kesimpulan yang diperoleh diterapkan pada populasi 100 orang, maka akan tepat untuk 95 orang dan 5 orang lainnya terjadi penyimpangan.

Baca Juga Artikel yang Mungkin Berkaitan : Storyboard adalah


Cara pengujian hipotesis didekati dengan penggunaan kurva normal. Penentuan harga untuk uji hipotesis dapat berasal dari Z-score ataupun T-score. Apabila harga Z-score atau T-score terletak di daerah penerimaan Ho, maka Ha yang dirumuskan tidak diterima dan sebaliknya.


Contoh Hipotesis

Hipotesis atau hipotesa merupakan jawaban sementara yang masih praduga untuk suatu masalah. Dalam hal ini untuk membuktikan keberaran hipotesa, maka perlu dilakukan sebuah penelitian lebih lanjut. Dalam membuat hipotesa yang baik diperlukan beberapa rumusan kriteria yang diantaranya berupa:

  • Pernyataan yang mengarah pada tujuan penelitian
  • Penyataan yang dirumuskan dengan tujuan unutk diuji secara empiris.
  • Berupa pernyataan yang dikembangkan berdasarkan teori-teori yang kuat dibandingkan dengan hipotesa rivalnya.

Dalam membuat hipotesa, juga diperlukan format yang baik, diantaranya adalah tentang pernyataan “jika-maka”, hipotesis nol dan alternatif, serta hipotesa directional dan non directional.


Contoh Hipotesis 2

Dari ketiga format hipotesa yang baik dan terdiri dari 3 bagian penting diatas, maka akan didapatkan contoh hipotesa penelitian sebagai berikut:


1. Pernyataan “Jika-Maka”

Contoh:

Jika pegawai mengalami tekanan dalam bekerja yang lebih rendah, maka mereka akan memperoleh kepuasan kerja yang lebih tinggi.


2. Hipotesis Non dan Alternatif

Contoh:

  • H0 = Tidak ada pengaruh signifikan kenaikan gaji terhadap kinerja pegawai
  • Ha = Ada pengaruh signifikan kenaikan gaji terhadap kinerja pegawai

3. Hipotesa Directional dan Nondirectional

Contoh:

Ada hubungan langsung variabel gaya kepemimpinan dengan ketidakpastian lingkungan bisnis.


Demikianlah pembahasan mengenai 14 Pengertian Hipotesis Menurut Para Ahli, Jenis dan Contoh semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian semua,, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂

Send this to a friend