Inkubasi – Pengertian Dalam Bisnis, Alat, Teknik, Ruang Dan Perusahaannya

Inkubasi – Pengertian Dalam Bisnis, Alat, Teknik, Ruang Dan Perusahaannya

Inkubasi – Pengertian Dalam Bisnis, Alat, Teknik, Ruang Dan Perusahaannya – DosenPendidikan.Com – Untuk pembahasan kali ini kami akan memberikan ulasan mengenai Inkubasi yang dimana dalam hal ini meliputi Pengertian Inkubasi Dalam Bisnis, Pengertian Inkubasi Dalam Kesehatan Dan Pengertian Inkubasi Dalam Mikrobiologi, nah agar lebih dapat memahami dan mengerti simak ulasan selengkapnya dibawah ini.


Lantas apa yang dimaksud dengan inkubasi ?? Pengertian Inkubasi ialah proses menjaga dan merawat sesuatu hal dalam kondisi tertentu dengan tujuan agar sesuatu hal tersebut dapat berkembang dan menghasilkan dengan baik sesuai harapan.


Kata “Inkubasi” berasal dari bahasa Latin yakni Incubare yang artinya mengembangkan atau menghasilkan. Penggunaan istilah Inkubasi sering kita temukan di beberapa bidang, misalnya di bidang kesehatan, bisnis dan biologi. Dalam hal ini Inkubasi membutuhkan beberapa tahapan waktu “masa inkubasi” dengan kata lain sesuatu yang berada pada masa inkubasi berarti sedang melakukan proses pertumbuhan hingga berkembang menjadi sempurna.


Pengertian Inkubasi

Inkubasi adalah tahap menumbuhkan miselia setelah eksplan atau spora ditanam didalam media PD.

  • Inkubasi dilakukan dalam kotak inkubasi (inkubator) selama 2-3 hari

Inkubasi dianggap berhasil jika tumbuh miselium yang berwarna putih merata disekitar eksplan atau spora. Sebaliknya dikatakan gagal jika tidak tumbuh miselium berwarna putih.

Loading...

  • Pembiakan Tahap Kedua (F1) media yang digunakan

Botol Kaca PEMBIBITAN F1 Pembiakan tahap kedua bertujuan memperbanyak miselium jamur yang berasal dari biakan murni. Dari PDA dimasukkan kemedia biji-bijian, bahannya berupa gandum, sorgum dan jagung.


  • Pembiakan Tahap Ketiga

Media yang digunakan : BAGLOG Pembiakan tahap ;ketiga bertujuan memperbanyak miselium jamur yang berasal dari pembiakan tahap kedua. Media pembiakan berbeda dengan media pembiakan sebelumnya, karena media pembiakan tahap ketiga ini berhubungan dengan media tanam di kumbung. Bahannya berupa serbuk kayu gergaji, dedek bekatul, kapur, gypsum, tepung jagung, dan air. Media dengan bahan campuran serbuk kayu dan biji-bijian dianggap lebih baik karena kandungan unsur-unsur yang dibutuhkan jamur lebih lengkap.

Baca Juga : Pengertian, Sejarah Dan 10 Poin Jenis Mikrobiologi


Pengertian Inkubasi Bisnis

Inkubasi bisnis adalah suatu proses pengembangan bisnis dalam rentang waktu tertentu dimana bisnis tersebut ialah jenis usaha yang masih baru dan dalam skala kecil atau startup. Tujuan dari inkubasi bisnis ialah untuk memantau pertumbuhan dan prospek suatu bisnis yang sedang dikembangkan. Jika bisnis tersebut dianggap punya potensi dan menjanjikan di masa depan, maka bisnis startup tersebut akan dikembangkan dengan besar-besaran.


Dalam proses inkubasi bisnis dibutuhkan suatu inkubator bisnis. Pengertian inkubator bisnis ialah suatu perusahaan/lembaga yang mendesain suatu program untuk pembinaan bisnis baru yang sedang dikembangkan.


Pengertian Inkubasi Dalam Kesehatan

Pengertian masa inkubasi dalam kesehatan ialah masa awal dimana penyebab penyakit masuk ke dalam tubuh manusia “penularan” hingga masa timbulnya penyakit. Pada masa inkubasi tersebut akan terlihat gejala atau tanda-tanda penyakit itu muncul. Contohnya inkubasi dalam kesehatan yaitu penyakit cacar yang masa inkubasinya ialah 14-16 hari.


Pengertian Inkubasi Mikrobiologi

Definisi inkubasi dalam mikrobiologi ialah proses memelihara kultur mikroba dalam suhu tertentu selama jangka waktu tertentu yang bertujuan untuk memantau pertumbuhan bakteri.

Inkubasi Mikrobiologi

Inkubasi ialah teknik perlakuan terhadap mikroorganisme yang telah dinokulasikan pada suatu media “padat atau cair” lalu disimpan dalam temperatur tertentu untuk memantau pertumbuhannya.

Pengertian inkubasi bakteri ialah proses pemeliharaan kultur bakteri selama jangka waktu tertentu dengan temperatur tertentu untuk melihat perkembangan suatu bakteri.

Baca Juga : Penjelasan Macam-Macam Bakteri Yang Menguntungkan Bagi Manusia lengkap


Alat dan Bahan

Alat – Alat

  1. Cawan petri kecil (steril)

Jumlah alat yang dibutuhkan 1 buah. Kegunaannya sebagai wadah media PCA serta sebagai wadah untuk pengujian sanitasi ruang lantai meja kerja di laboratorium mikrobiologi.

  1. Cawan petri besar (steril)

Jumlah alat yang dibutuhkan 1 buah. Kegunaannya sebagai wadah penyimpan serta penutup cawan petri kecil yang telah berisi media PCA tadi untuk dilakukan proses selanjutnya yaitu diinkubasi.

  1. Cawan petri sedang (steril)

Jumlah alat yang dibutuhkan 4 buah. Kegunaannya sebagai wadah media NA dan PDA serta sebagai wadah untuk pengujian sanitasi udara di laboratorium mikrobiologi.

  1. Oven

Jumlah alat yang dibutuhkan 1 buah. Kegunaannya sebagai alat sterilisasi kering cawan petri kecil, sedang, dan besar.

  1. Autoclave

Jumlah alat yang dibutuhkan 1 buah. Kegunaannya sebagai alat sterilisasi basah media yang akan digunakan seperti NA, PDA, PCA.

  1. Inkubator

Jumlah alat yang dibutuhkan 1 buah. Kegunaannya sebagai alat inkubasi atau tempat menumbuhkan mikroba berdasarkan suhu dan waktu yang telah ditentukan.

  1. Bunsen

Jumlah alat yang dibutuhkan 1 buah. Kegunaannya sebagai pemanas untuk dapat melakukan kerja aseptik selama praktikum berlangsung.

  1. Kapas

Jumlah alat yang dibutuhkan secukupnya.

  1. Tissu

Jumlah alat yang dibutuhkan secukupnya. Kegunaannya sebagai alat untuk membersihkan lantai meja kerja laboratorium mikrobiologi.


Bahan

  1. Media NA

Digunakan sebagai media untuk menumbuhkan bakteri.

  1. Media PDA

Digunakan sebagai media untuk menumbuhkan kapang dan khamir.

  1. Media PCA

Digunakan sebagai untuk menumbuhkan semua jenis mikroorganisme baik itu bakteri, kapang atau khamir.

  1. Alkohol

Digunakan sebagai desinfektan atau pembersih lantai meja kerja laboratorium mikrobiologi.


(Teknik ) Cara Kerja

Uji Sanitasi Udara

  • Siapkan beberapa agar cawan petri steril yang berisi Nutrien Agar (NA) dan Potato Dextrosa Agar (PDA). Jumlah agar cawan masing-masing medium ditetapkan berdasarkan besar ruangan. Untuk ruangan yang relatif kecil, cukup disediakan dua agar cawan untuk masing-masing medium. Sedangkan jika ruangan cukup besar, disediakan empat atau lebih agar cawan untuk masing-masing medium.
  • Masing-masing agar cawan diletakkan secara terpisah pada beberapa tempat didalam ruangan tersebut dalam keadaan cawan terbuka dan biarkan selama 30 menit.
  • Kemudian cawan ditutup dan diinkubasi pada suhu 300 C selama 2-3 hari dengan posisi terbalik.
  • Hitung rata-rata koloni yang tumbuh pada masing-masing agar cawan pada masing-masing medium :
  1. Dari data tersebut dapat dihitung densitas bakteri (pada NA) dan densitas kapang dan khamir (pada PDA). Densitas mikroba di udara adalah jumlah mikroba yang jatuh pada permukaan seluas satu kubik feet selama satu jam.

Densitasi bakteri di Udara


Uji Sanitasi Ruangan

  • Siapkan cawan petri dengan diameter 5-6 cm yang diisi penuh dengan Plate Count Agar (PCA) sampai permukaannya dan kemudian ditempatkan didalam cawan petri steril dengan ukuran yang lebih besar (10cm). Tujuan pengisian penuh cawan dengan agar supaya jika cawan dibalikkan dan ditempelkan pada suatu bidang, agar akan menempel pada bidang tersebut dan mengambil mikroorganisme yang terdapat pada bidang tersebut.
  • Tutup luar cawan dibuka (cawan kecil yang berisi agar tidak diberi tutup) dan dengan posisi terbalik cawan berisi agar ditekankan selama 4 detik pada lantai atau meja yang akan di uji sanitasinya.
  • Lalu cawan berisi agar tersebut diletakkan kembali dengan posisi agar menghadap ke atas didalam cawan yang lebih besar dan ditutup.
  • Inkubasi pada suhu 300 C selama 2-3 hari.
  • Hitung koloni yang tumbuh pada cawan petri dan nyatakan dalam unit koloni per luas cawan petri atau per 100 cm2.

Unit Koloni per 100 cm2

Baca Juga : Pengertian Dan Macam – Macam Bioteknologi Menurut Para Ahli


Uji Sanitasi Ruangan

Praktikum yang dilakukan selanjutnya adalah pengujian sanitasi ruangan. Sanitasi ruangan perlu diperhatikan karena dalam pengolahan pangan diperlukan ruangan yang bersih dan terbebas dari bakteri pathogen sehingga produk makanan yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik. Prosedur dalam pengujian sanitasi ruangan adalah dengan cara meletakkan cawan petri kecil di dalam cawan petri besar.


Kemudian cawan petri kecil diisi oleh media PCA hingga penuh. Media PCA digunakan untuk menumbuhkan semua jenis mikroorganisme baik itu bakteri, kapang atau khamir. Cawan petri besar digunakan agar saat media dituangkan ke dalam cawan petri kecil, media agar tidak tumpah dan menyebabkan kesterilan cawan petri berkurang. Setelah dituangkan media PCA tersebut kemudian dibiarkan hingga beku.


Media PCA yang telah membeku, kemudian tutup cawan petri dibuka dan cawan petri tersebut dibalikkan dan ditekan selama 4 detik ke tempat-tempat yang telah ditentukan. Waktu yang digunakan adalah 4 detik karena selama 4 detik tersebut mikroorganisme yang berada dalam ruangan dapat berpindah ke dalam cawan petri. Tutup kembali cawan petri tersebut dan diinkubasi selama 2 hari dengan suhu 30ºC.


Setelah 2 hari diinkubasi, hitung jumlah koloni yang tumbuh pada media tersebut dan nyatakan dalam unit koloni per cawan petri atau per 100 cm2. Metode RODAC (the Replicate Organism Direct Agar Contact Methode) merupakan metode menghitung jumlah mikroorganisme, terutama dari suatu permukaan yang rata  (peralatan, lantai, meja dll) dalam rangka pemantauan  mikrobiologis (microbiological monitoring)  di lingkungan. Pemantauan tersebut bertujuan untuk menilai kualitas sanitasi  lingkungan (Lukman dan Soejoedo 2009).

Baca Juga : “Mikroprotein” Pengertian & ( Sejarah – Produksi )


Jaringan Perusahaan di Inkubator

Kebanyakan usaha yang masih muda tidak memiliki sumber daya yang cukup untuk kelangsungan bisnisnya dan mereka menghadapi kewajiban baru dalam bisnisnya, sehingga mereka akan mengalami resiko kegagalan yang tinggi dalam pasar. Oleh karena itu disediakan jaringan yang dibedakan untuk akses perusahaan agar perusahaan tersebut bisa sukses.


BI berkonsentrasi mendukung pelengkap, peningkatan dan eksploitasi sumber daya pada perusahaan baru. Karena perusahaan-perusahaan baru tidak memiliki hubungan bisnis yang stabil maka diperlukan inkubator untuk mengambil posisi organisasi perantara, membantu perusahaan untuk menjalin kontak formal dan informal serta untuk mendapatkan akses ke berbagai sumber daya yang mereka butuhkan. Jaringan inkubator ini terdiri dari, pelanggan potensial dan pemasok, jaringan yang luas dari penyedia layanan khusus, lembaga keuangan yang berbeda, fasilitas penelitian publik dan swasta.


Sehubungan dengan jaringan internal,ada yang mempertanyakan efektivitas inkubator dalam mempromosikan hubungan antarperusahaan diinkubasi dan lembaga akademis, ada juga bukti empiris bahwa inkubator tampaknya gagal sebagai langkah-langkah kebijakan yang efektif untuk mempromosikan transfer teknologi. Oleh karena itu, atas dasar data dari penelitian sebelumnya, berikut dua subbagian yang membahas secara singkat bagaimana inkubator diharapkan dapat memberikan kontribusi.


Jaringan perusahaan di Inkubator

Keberadaan hubungan jaringan dan posisi dalam struktur sosial mempengaruhi lingkup untuk aksi dari individu. Jaringan sosial antara pengusaha dipandang sebagai sumber daya strategis yang penting , kedekatan antara perusahaan BI bertujuan untuk memfasilitasi transfer informasi dan pengetahuan yang berharga dan pertukaran pengalaman serta memberikan kesempatan untuk bekerja sama dan memperoleh proyek-proyek tertentu. Inkubator mencoba untuk memenuhi fungsi yang penting untuk menyatukan perusahaan penyewa mereka, misalnya melalui organisasi diskusi berkala, perkenalan penyewa baru ataupun pembentukan tempat sebagai titik pertemuan.


Namun, dalam model inkubasi tradisionalperusahaan mungkin tidak memiliki daya serap untuk memahami dan memperoleh pengetahuan yang disediakan oleh perusahaan lain. Ada beberapa bukti yang menyatakan BI mengambil keuntungan dan ada bukti yang menunjukkan bahwa kedekat dianggap oleh perusahaan untuk menjadi faktor penting untuk pembentukan pengaturan jaringan yang ada.


Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan yang berlokasi di inkubator bisnis khusus memiliki peluang lebih tinggi untuk melakukan kerjasama dengan pebisnis bila dibandingkan dengan perusahaan-perusahaan yang berlokasi di inkubator bisnis yang beragam.


Hubungan Dengan Institusi Akademik

Hubungan dengan lembaga-lembaga akademik, termasuk perguruan tinggi, politeknik, fasilitas penelitian ekstra dan laboratorium / departemen, hal ini menjadikan relevan untuk perusahaan berorientasi teknologi dan dapat dilihat sebagai sumber utama untuk inovasi, pertumbuhan perusahaan dan keunggulan kompetitif. Melalui hubungan ini pengetahuan ilmiah terbaru dan keahlian di bidang teknologi tertentu dapat diperoleh atau ditukar, proyek bersama dapat dilakukan dan perusahaan mungkin mendapatkan akses ke alat khusus dan mesin yang ada di suatu departemen itu.


Secara umum, studi menyelidiki tingkat interaksi perusahaan diinkubasi dengan lembaga akademis, terutama universitas lokal, menunjukkan bahwa hubungan ini sebagian besar agak longgar. Hal ini terjadi karena hubungan informal lebih sering menjadi sumber informasi dan pengetahuan daripada koneksi yang lebih formal.


Demikianlah pembahasan mengenai Inkubasi – Pengertian Dalam Bisnis, Alat, Teknik, Ruang Dan Perusahaannya semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian semua,, terima kasih banyak atas kunjungannya.

Send this to a friend