Integritas adalah

Integritas adalah

Integritas adalah – Karakteristik, Fungsi, Tujuan & Pengembangan – Istilah “Integritas” mungkin masih terasa asing bagi kalian yang belum begitu mengetahuinya. Maka didalam postingan kali ini kami akan memberikan ulasan mengenai Integritas yang dimana meliputi  fungsi, tujuan dan penting dalam kehidupan, nah agar lebih memahami dan dimengerti simak pemaparan selengkapnya dibawah ini.

Integritas adalah

Pengertian Integritas

Integritas adalah konsistensi atau keteguhan yang tidak dapat tergoyahkan dalam menjungjung nilai-nilai keyakinan dan prinsip.


Atau Integritas merupakan konsep yang menunjukan konsistensi atau keteguhan tindakan dengan nilai-nilai dan prinsip. Jika pda etika integritas dapat diartikan sebagai kebenaran dan kejujuran tindakan yang dilakukan seseorang.


Pengertian Integritas Menurut Para Ahli

Berikut ini terdapat beberapa integritas menurut para ahli, diantaranya adalah:


1. Menurut Dalam kamus Collins Cobuild Dictionary

Integritas didefinisikan sebagai “the quality of being honest and firm in your moral principles.

2. Crimbal and Brooks (2010)

Mendefinisikan integritas sebagai berikut: “Integrity is an internal system of principles which guide our behaviour”.
Baca Juga Artikel yang Mungkin Terkait : “Akomodasi” Pengertian & ( Tujuan – Macam – Contoh )

3. Menurut Alfred John (1995)

Integritas adalah bagian penting darikepribadian seseorang. Seseorang yang sifatnya baik (memiliki etikadan moral yang baik), tanpa memiliki integritas kemungkinan hanyabermanfaat bagi dirinya saja, belum dapat mendatangkan manfaatbagi orang lain.

4. Menurut Azyumardi Azra (2012)

Inegritas didefinisikan sebagai: “Kepengikutan dan ketundukan kepada prinsip-prinsip moral dan etis (adherence to moral and ethical principle); keutuhan karakter moral (soundness of moral character); kejujuran (honesty); tidak rusak secara moral (morally unimpared) atau keadaanmoral sempurna tanpa cacat (morally perfect condition).

Karakteristik Integritas

Berikut ini terdapat beberapa karakteristik integritas, diantaranya adalah:


1. Ketulusan

Seorang pemimpin yang berintegritas biasanya mempunya sikap yang tulus. Ketulusan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kesungguhan dan kebersihan (hati). Ketulusan adalah perilaku tanpa kepura-puraan ataupun kesan yang palsu.


2. Konsistensi

Seorang pemimpin jika ingin berhasil dalam memimpin sebuah organisasi harus mempunyai sikap konsisten. Integritas dibangun seumur hidup, sekali ada kecacatan dalam perbuatan yang mencoreng integritasnya, integritas dari seorang pemimpin itu akan menjadi cacat permanen.


Konsistensi seorang pemimpin seringkali diuji dengan konsistensinya dalam menegakkan sanksi hukuman kepada anak buahnya.


Walaupun dia terkenal mempunyai integritas yang tinggi, di saat ada pelanggaran yang sama pada anak buahnya yang baru dan senior, hukumannya justru dibedakan. Ketidakadilan yang dilakukannya sudah jelas menodai integritasnya yang dibangunnya bertahun-tahun.


3. Keteguhan Hati

Keteguhan hati merupakan karakteristik yang melekat pada pemimpin berintegritas. Dalam masa-masa normal, biasanya pemimpin yang dikenal berintegritas jika dipandang oleh orang awam terlihat mempunyai keteguhan hati.

Baca Juga Artikel yang Mungkin Terkait : “Disiplin” 9 Pengertian Menurut Para Ahli & ( Macam – Manfaat – Tujuan )


Namun pada masa-masa sulit, keteguhan hati dari pemimpin yang dipandang berintegritas tinggi akan diuji, apakah pemimpin tersebut benar-benar berintegritas atau tidak.


Pada masa-masa sulit, pemimpin yang mempunyai integritas lemah tidak bisa membangun organisasinya ataupun bertahan dalam situasi yang penuh tantangan.


4. Menjadi seorang yang mampu bertahan sampai akhir Integritas seseorang juga dapat dilihat dari kesetiaannya terhadap pekerjaan ataupun perjuangan. Contohnya adalah seorang atlet bulutangkis kemungkinan besar akan kalah karena sudah tertinggal jauh dalam perolehan skor dari lawannya, tetapi tetap bermain dengan semangat dan penuh optimis sampai akhir pertandingan.


Fungsi Integritas

Adapun fungsi Integritas yang diantaranya yaitu:

  • Cognitive functions of integrity yang meliputi kecerdasan moral dan self insight. Sedangkan self insight itu sendiri meliputi self knowledge dan self reflection. Berarti, integritas berfungsi memalihara moral atau akhlak seseorang yang kemudian mendorong dia untuk memiliki pengetahuan yang luas.

  • Affective functions of integrity yang meliputi conscience dan self regard. Dalam kontek ini integritas berfungsi memelihara nurani seseorang agar tetap hanif sebagai seorang hamba agar jelas perbedaan diantara dirinya dengan hewan. Sebab secara biologis manusia dan hewan, sama-sama memiliki hepar “hati”, tetapi hewan tidak memiliki qalb, sesuatu yang ada di diri setiap manusia.

Tujuan Integritas

Adapun tujuan integritas yaitu:

  • Integritas merupakan salah satu kunci untuk meraih keberhasilan atau kesuksesan.
  • Integritas membuat manusia mampu untuk memimpin dan dipimpin.
  • Integritas melahirkan kepercayaan.
  • Integritas dapat melahirkan prestasi.

Baca Juga Artikel yang Mungkin Terkait : “Penyimpangan Sosial” Pengertian Menurut Para Ahli & ( Ciri – Jenis – Bentuk – Penyebab )


Manfaat Integritas

Adapun manfaat integritas yaitu:

  • Manfaat secara fisik
    Diri kita akan merasa fit, sehat dan bugar. Kita selalu siap melakukan aktivitas atau pekerjaan sehari-hari.
  • Manfaat secara intelektual
    Dengan mental dan pengetahuan kita dapat mengoptimalkan kemampuan otak kita.
  • Manfaat secara emosional
    Diri menjadi penuh motivasi, sadar diri, empati, simpati, solidaritas tinggi dan sarat kehangatan emosional dalam interaksi kerja.
  • Manfaat secara spiritual
    Menjadikan diri jadi lebih bijaksana dalam memaknai segala sesuatu termasuk pengalaman-pengalaman hidup, baik yang menyenangkan maupun yang tidak menyenangkan contohnya keberhasilan, kegagalan dan penderitaan.
  • Manfaat secara sosial
    Kita semakin mampu mengembangkan hubungan baik satu sama lain dalam lingkungan masyarakat mau bekerja sama untuk menyelesaikan tugas atau kegiataan yang menuntut kelompakan dan kerja sama yang baik, memiliki kepekaan hati dan perasaan untuk selalu memberi tempat bagi otang lain di dalam hati kita.

Ciri-Ciri Pribadi Yang Memiliki Integritas

Adapun ciri-ciri integritas yang diantaranya yaitu:

  • Selalu menepati janji,
  • Taat asa, tidak plin-plam,
  • Komitmen dipegang tehuh dan bertanggungh jawab,
  • satu kata, satu perbuatan,
  • Jujur dan terbuka,
  • Menghargai waktu,
  • Menjaga prinsip dan nilai-nilai yang diyakini,
  • Dan sebagainya.

Mengapa Kita Harus Berintegritas?

  • Karena integritas adalah kualitas yang Tuhan cari dalam diri seseorang. 1 Petrus 1 : 16 mengatakan demikian “ Kuduslah kamu ! Sebab Aku kudus “ Sebagai mahkluk yang diciptakan menurut citra diri Allah, Allah menghendaki kita untuk berusaha menjadi sama dengan Dia.

  • Integritas menentukan masa depan kita

Orang yang memiliki integritas pasti memiliki masa depan yang lebih baik karena dia adalah pribadi yang benar dihadapan Tuhan dan manusia.

Baca Juga Artikel yang Mungkin Terkait : Pengertian Mobilitas Sosial Menurut Para Ahli Beserta Bentuknya


  • Integritas kita berpengaruh pada lingkungan

Bila kita hidup sebagai orang yang berintegritas maka apa yang kita lakukan sedikit banyak akan diikuti oleh orang yang disekitar kita apalagi bila kita adalah seorang pemimpin. Cara berpikir kita akan diikuti oleh orang yang kita pimpin.


  • Integritas adalah kotbah yang hidup

Bila kita hidup sebagai orang yang memiliki integritas maka orang akan mengenal bahwa orang Kristen adalah orang yang berintegritas, apa yang kita katakana dengan mudah akan di terima oleh orang lain sehingga kita lebih mudah menginjili mereka karena hidup kita sudah memberikan kesaksian yang banyak pada mereka.


Kunci mengembangkan integritas

Berikut ini terdapat beberapa Kunci mengembangkan integritas, diantaranya adalah:


  1. Perhatikan hal-hal yang kecil

Segala sesuatu selalu dimulai dari hal-hal kecil. Saya pernah menyusun sebuah puzzle yang besar dan saya memulainya dengan meletakkan sebuah potongan kecil. Kita juga sering tersandung karena hal-hal yang kecil. Karena itu selalu perhatikan hal-hal kecil, perkara yang sepele.


  1. Katakan “ TIDAK “ pada pencobaan

Ketika pencobaan datang kita punya kuasa untuk berkata tidak. Sekalipun bila kita melakukan tidak ada orang yang tahu. Tapi kita dan Tuhan tahu bila kita telah jatuh dalam pencobaan.


  1. Jangan bedakan kehidupan di depan umum dan ketika tidak di lihat oleh orang.

Jangan ingin di puji orang. Lakukan apa yang seharusnya kita harus lakukan baik dilihat atau tidak oleh orang lain karena kita melakukannya untuk Tuhan.


Implementasi Integritas

Integritas akan memiliki makna jika dapat diimplementasikan dalam dunia nyata, baik di level individu maupun organisasi. Pertanyaannya adalah bagaimana implementasinya?


Pertama-tama adalah penghayatan pribadi secara mendalam atas nilai, baik itu pribadi pejabat, pribadi pegawai, atau siapa saja, tentang pilihan pribadi untuk menjaga integritas moralnya.


Sehingga diharapkansampai kepada integritas moral institusi secara keseluruhan, tetapi pada dasarnya dimulai dari penghayatan moral pribadi. Langkah yang kedua adalah tekad untuk hidup sesuai dengan nilai tersebut dengan segala risikonya, seperti dikucilkan, dianggap aneh, dan sebagainya.


Atau mungkin sampai pada risiko fisik tertentu ketika misalnya berani menegur bawahan, berani menegur sesama teman kerja, berani mengungkapkan kebenaran, dan seterusnya.


Supaya integritas tidak hanya sekedar penghayatan pribadi, maka harus diimplementasikan dalam organisasi, yang biasa disebut sebagai etos organisasi atau corporate culture (budaya organisasi).


Budaya organisasi harus menjadi sebuah kebiasaan dalam sebuah institusi. Bagaimana membangunnya? Tentunya yang paling pokok harus dimulai dari pimpinan.


Kepemimpinan Puncak sangat menentukan keberhasilan implementasikan integritas. Syarat dari membangun budaya organisasi adalah pimpinan. Pimpinan harus menetapkan nilai dan pimpinan harus menyatakan sikapnya.


Pimpinan juga harus mengimplementasikan gaya kepemimpinan sampai pada pendekatan high touch, tidak hanya high tech. Seorang pemimpin harus mampu memberikan motivasi pegawai untuk membangun organisasi atau insitusinya.


Hal yang juga sangat penting membangun budaya organisasi adalah konsistensi pelaksanaan tanpa diskriminasi. karena itu, harus konsisten dengan reward and punishment.


Reward and punishment juga harus dilakukan secara terbuka, sehingga tidak terjadi like and dislike dari pimpinan. Selain itu, harus ada obyektivitas dalam memberikan reward and punishment.


Sistem Integritas Publik

Mengukur Integritas publik dapat dilihat dari hasil yang diperoleh oleh sebuah organisasi publik dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Dengan demikian dapat dipaertanggungjawabkan penggunaan sumber dana publik dan dibuktikan kompetensi seorang pejabat publik.

Hasil hanya dapat dicapai bila mampu menterjemahkan kebijakan menjadi program-program yang diselenggaran dalam rangka memenuhi kebutuhan dan kepentingan publik. Dalam rangka memenuhi kebutuhan peningkatan pelayanan publik, hal yang perlu dilakukan oleh organisasi publik adalah melakukan perubahan sistem.

Perubahan sistem mengandaikan sebuah organisasi publik memiliki visi yang jelas, terutama yang mengarahkan ke kepentignan publik. Visi altruis seperti ini berkembang berkat kompetensi etik, unsur pokok budaya etis dalam pelayanan publik.

Salah satu desain sistem integritas publik ditawarkan oleh OECD (dalam Public Sector Integrity. A framework for Assesment, P, aris. 2005 dalam Haryatmoko, 2011 yang membantu memberikan landasan untuk melakukan perubahan ke arah budaya etika yang menopang integritas organisasi publik.

  1. Aturan perilaku yang jelas bagi pelayan publik yang berupa prinsip-prinsip untuk menghindari korupsi, pemborosan, kepentignan pribadi dan penyalahgunaan kekuasaan yang mungkin dilakukan oleh seorang pejabat publik. Kehadiran kode etik menjadi bagian penting yang harus ada alam organisasi publik.
  2. Transparansi
  3.  Pelatihan Etika
  4. Strategi komunikasi
  5. Program-program konseling
  6. Program yang jelas untuk melindungi whise-blower dan penyediaan saluran-saluran pelaporan bagi pelanggaran etika
  7. Sistem kontrol dan pelaksanaan aturan harus disertai sanksi yang tegas
  8. Perlu ada independensi sistem pencegahan dan pengawasan supaya ada objektifitas

Untuk mewujudkan sistem integritas seperti yang disebutkan di atas, maka menjadi sangat penting bagi para pimpinan pada unit pengelola pelayanan publik memahami sekaligus berusaha mewujudkan sistem tersebut di atas, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kinerja dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.


Daftar Pustaka:

  • Haryatmoko, Etika Publik. PT. Gramedia Pustaka Utama. 2011. Jakarta.
  • Sonny Keraf.Etika Birokrasi. Bahan Seminar. 2010.

Demikianlah pembahasan mengenai Integritas adalah – Karakteristik, Fungsi, Tujuan & Pengembangan semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalia,, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂

Contoh Bacaa:

“Akomodasi” Pengertian & ( Tujuan – Macam – Contoh )

“Disiplin” 9 Pengertian Menurut Para Ahli & ( Macam – Manfaat – Tujuan )

“Penyimpangan Sosial” Pengertian Menurut Para Ahli & ( Ciri – Jenis – Bentuk – Penyebab )

Pengertian Mobilitas Sosial Menurut Para Ahli Beserta Bentuknya

Send this to a friend