Kalimat Aktif Dan Pasif

Diposting pada

Pengertian Kalimat Aktif

Kalimat Aktif Dan Pasif – Pengertian, Ciri, Perbedaan, Contoh – Kalimat aktif ialah kalimat dimana subjeknya secara aktif melakukan sesuatu berupa predikat kepada objeknya. Contohnya: Andi membeli permen.


Pengertian Kalimat Pasif

Kalimat pasif ialah kalimat dimana subjeknya dikenai suatu tindakan berupa predikat oleh objeknya. Contohnya: Permen dibeli oleh Andi. Jadi kalimat aktif dan kalimat pasif saling bertolak belakang satu sama lain, tetapi umumnya kalimat aktif dapat dipastikan demikian pula sebaliknya.


Ciri-Ciri Kalimat Aktif Dan Kalimat Pasif

Adapun ciri-ciri kalimat aktif dan kalimat pasif yang diantaranya yaitu:

kalimat-aktif-dan-pasif


Ciri-Ciri Kalimat Aktif

  • Contoh:

Ani menyirami bunga.

Ayah membeilkanku sebuah sepeda.

John merusak bukunya Andi.


Baca Juga: Majas Klimaks


  • Ciri-ciri kalimat aktif:
  1. Pada kalimat aktif subjek melakukan suatu tindakan yang langsung mengenai objeknya.
  2. Predikat kalimat aktif selalu diawali dengan imbuhan Me- atau Ber-
  3. Ada kalimat aktif yang memerlukan objek
  4. Ada kalimat aktif yang tidak memerlukan objek. Setelah mendapat predikat subjek ditambah pelengkap atau keterangan.
  5. Kalimat Aktif memiliki pola S-P-O-K atau S-P-K

Jenis-Jenis Kalimat Aktif

kalimat-aktif-dan-pasif

  1. Kalimat aktif Intransitive

Kalimat aktif intransitive adalah kalimat aktif yang memerlukan sebuah objek yang mendapatkan tindakan dari subjeknya.


  • Contoh:

Ayahku memberi Andi uang saku sebesar Rp. 10.000,-

Ayahku= Subjek

Memberiku= Predikat

Objek= Andi

Pada kalimat diatas, “Ayah” yang merupakan subjek melakukan tindakan kepada “Andi” yang merupakan objek.


  1. Kalimat aktif ekatransitive

Kalimat ini memerlukan objek namun tidak memiliki pelengkap. Dengan kata lain, Kalimat ini hanya memiliki 3 unsur yaitu Subjek, Predikat dan Objek.


  • Contoh:

Andi membaca sebuah majalah

Ayah memperbaiki motor

Ibu menanak nasi.


  1. Kalimat aktif Intransitive

Kalimat ini objeknya tidak dimunculkan sebagai penerima perbuatan subjek. Namun biasanya kalimat ini diikuti oleh pelengkap dan keterngan.  Kalimat ini biasanya memiliki Pola S-P atau S-P-K


  • Contohnya:

Iwan sedang menulis di dalam kamar.

Nenek sedang menjahit dengan sangat hati-hati.

Ani belajar dengan giat.


Baca Juga: Majas Simile


  1. Kalimat aktif dwitransitif

Kalimat ini memiliki satu predikat  dan mengharuskan kehadiran objek dan pelengkap. kalimat aktif dwitransitif mempunyai empat unsur Subjek (S), Predikat (P), Objek (O), dan Pelengkap (Pel). Jika salah satu dari ke empat unsur ini tidak terenuhi, maka kalimat menjadi rancu atau kehilangan makna.


  • Contoh:

Ayah mengirimi uang kepada neneak setiap bulan.

Budi selalau mengunjungi ibunya yang ada di luar negeri.

Kakakku menguras bak air seminggu sekali.


Merubah kalimat aktif menjadi kalimat pasif

  • Subjek pada kalimat aktif berubah menjadi objek pada kalimat pasif.

Andi Menabrak Budi di depan ruang kelas.(Aktif)

Budi ditabrak oleh Andi di depan ruang kelas. (Pasif)


  • Predikat yang berawalan me- berubah menjadi berawalan di-/ter-

Ani mengabaikan kebun bunga yang cantik itu.(Aktif)

Kebun bunga yang cantik itu terabaikan oleh Ani. (Pasif)


  • Kalimat aktif tidak berobjek tidak bisa diubah menjadi kalimat pasif.

Subjek dalam kalimat aktif merupakan pelaku suatu tindakan.

  • Contoh:
  1. Saya menjual buku ( saya=subjek, menjual=tindakan”
  2. Rani meminjam pulpen “rani=subjek, meminjam=tindakan”

Biasanya predikat dalam kalimat aktif berimbuhan Me- atau ber-.

  • Contoh:
  1. Ibu memasak nasi
  2. Andi bermain bola

Pola kalimatnya adalah subjek-predikat-objek-keterangan “SPOK atau SPO” atau ada juga kalimat yang tidak memerlukan objek yang berpola subjek-predikat-keterangan.

  • Contoh:
  1. Adik membaca buku di kamar “adik=subjek, membaca=predikat, buku=objek”
  2. Ibu memasak di dapur “ibu=subjek, memasak=predikat, di dapur=keterangan”

Baca Juga: “Kalimat Denotasi” Pengertian & ( Cara Membedakan – Contoh )


  • Kalimat Aktif

Kalimat aktif adalah suatu kalimat yang subjeknya (S) melakukan tindakan yang diungkapkan dalam predikat (P) terhadap objeknya (O).

  • Ciri – ciri kalimat aktif
  1. Subjek kalimat ini melakukan tindakan langsung terhadap objeknya.
  2. Predikatnya selalu diawali dengan imbuhan me- atau ber-.
  3. Memiliki pola S P O K, S P O atau S P K

Contoh :

Ibu   menyiram bunga di taman.

  S              P                    K


Ayah membaca   koran.

    S              P         O


Polisi   menangkap   buronan narkoba      kemarin malam.

     S              P                         O                        K


Kalimat aktif dikelompokkan menjadi beberapa jenis berdasarkan objeknya.

  1. Kalimat Aktif Intransitif

Kalimat ini adalah kalimat yang predikat atau verbanya selalu membutuhkan objek untuk dikenai tindakan.

Kalimat ini selalu memiliki kata kerja yang selalu memerlukan objek, dan biasanya kata kerjanya memiliki imbuhan me-menye-, atau menge-

Contoh: memukul, memberi, menyeberangkan, mengelompokkan, dan lain – lain.

Contoh :

Joni memukul anjing itu hingga kesakitan.

    S          P             O                      K


Paman  memberi  adik  sebuah mainan.

    S              P            O               pel


Anak kecil itu  menyebrangkan  nenek  yang berdiri di pinggir jalan.

    S                        P                      O                  pel


Guru mengelompokan anak muridnya ke dalam beberapa kelompok.

    S               P                             O                         K


Harimau menerkam rusa sebagai buruannya.

    S                P                O           K


  1. Kalimat Aktif Intransitif

Kalimat aktif ini adalah kalimat yang predikat atau verbanya tidak memerlukan objek. Namun, biasanya kalimat ini selalu diikuti dengan pelengkap (pel), dan keterangan (K).

Predikat pada kalimat ini biasanya kata kerja yang diberi imbuhan ber – dan ter -.

Contoh : bekerja, belajar, berlari, berterimakasih, tertawa, tertidur, dan lain – lain.

Contoh :

Ayahku  bekerja  di perusahaan nasional.

   S               P                          K


Budi  belajar  dengan  sangat giat.

   S          P                  K


Dena  berterimakasih  kepada orang itu.

  S            P                           pel.


Joni  tertawa  melihat orang itu.

   S          P                pel.


Aku  tertidur  di sofa.

   S         P          K


Baca Juga: “Kalimat Imperatif” Pengertian & ( Fungsi – Ciri – Macam – Contoh )


  1. Kalimat Aktif Ekatransitif

Kalimat ini adalah kalimat aktif yang hanya memiliki 3 unsur kalimat yaitu, Subjek (S), Predikat (P), dan Objek (O).

Contoh :

Aku  membeli   sebuah buku.

    S            P               O


Burung jalak   memakan   cacing.

    S                      P               O


Ibu  membangunkan  kakak.

   S          P                   O


  1. Kalimat Aktif Dwitransitif

Kalimat ini adalah kalimat aktif yang harus memiliki 4 unsur kalimat, yaitu Subjek (S), Predikat (P), Objek (O), da Pelengkap (pel.)

Contoh :

Aku  melihat  gadis  yang berambut pirang itu

 S         P            O                      pel.


Kakak  merawat  kucing  yang dia temui di jalanan.

  S               P               O                      pel.


Ani  menanam  bunga mawar asli dari afrika.

  S          P                      O                    pel.


Ciri-Ciri Kalimat Pasif

Adapun ciri-ciri dari kalimat pasif adalah:

  1. Subjeknya sebagai penderita.
  2. Predikatnya berimbuhan di-, ter-, atau ter-kan.
  3. Predikatnya berupa predikat persona (kata ganti orang, disusul oleh kata kerja yang kehilangan awalan).

Kalimat pasif terdiri dari dua:


  • Kalimat pasif transitifadalah kalimat pasif yang memiliki objek.
  1. Jambu dilempar Tono.
  2. Ikan mas dimasak Bu Susi.
  3. Ayam dipukul Udin.
  4. Novel dibaca Andi di kamar.
  5. Baju yang bersih telah disetrika Ibu.
  6. Pameran itu akan dibuka oleh Pak Bupati.
  7. Buku itu sudah kubeli.
  8. Soal-soal itu sedang mereka kerjakan.
  9. Makalah ini harus kami tulis kembali.
  10. Pak Lurah dimintai pertanggung jawaban oleh Pak Camat.
  11. Ali terkejut mendengar kematian sahabatnya.
  12. Bunga anggrek hitam itu terinjak si Anita.

  • Kalimat pasif intransitifadalah kalimat pasif yang tidak memiliki objek.
  1. Buku dibeli.
  2. Mobil sedang dicuci.
  3. Mobil itu kemarin tertabrak.
  4. Topi itu terlempar ke sungai.

Objek pada kalimat pasif merupakan subjek pada kalimat aktif.

  • Contoh:
  1. Nasi dimasak ibu
  2. Bola dimainkan andi

Biasanya unsur predikat pada kalimat pasif berimbuhan di-, ter-, di-kan, atau ter-kan.


  • Contoh:
  1. Bunga disiram oleh adik
  2. Nasi terinjak oleh Hadi

Seringnya ditandai oleh kata oleh, tetapi jikalaupun kata oleh ini dihilangkan, tidak akan terjadi perubahan makna pada kalimat pasif.


Baca Juga: “Kalimat Diksi” Pengertian & ( Fungsi – Jenis – Contoh )


  • Contoh:
  1. Sapu dibawa oleh Ahmad
  2. Arti contoh diatas masih sama jika kata “oleh” dihilangkan menjadi: sapu dibawa Ahmad

  • Kalimat Pasif

Kalimat pasif adalah kalimat yang subjeknya (S) mendapat atau dikenai suatu tindakan yang dinyatakan dengan predikat (P) oleh objek (O).


Ciri – ciri kalimat pasif

  1. Subjeknya dikenai tindakan oleh objek.
  2. Kata kerjanya selalu berimbuhandi-, ke – anatau ter-.
  3. Biasanya diikuti dengan kata oleh, dan dengan.

Contoh:

Tanaman itu  disirami oleh ibu

   S                         P           O


Buronan narkoba   tertangkap    oleh polisi   kemarin malam.

   S                            P                       O                      K


Bukuku  terinjak   budi   yang sedang berdiri  di depanku.

   S              P         O                pel.                           K


Mataku  kemasukan  debu – debu  yang bertebrangan.

  S                 P                 O                        pel.


Kamarku  disapu  oleh ibu  hingga menjadi bersih.

  S                P                O                  K


  • Cara merubah kalimat aktif menjadi pasif
  1. Pastikan dahulu bahwa kalimat aktif tersebut memiliki objek (aktif intransitif)
  2. Ubah posisi subjek menjadi objek dan objek menjadi subjek.
  3. Ubah kata kerja menjadi berimbuhandi-atau ter-.

Contoh :

Ibu  membersihkan ruang  tamu.   (Aktif)

Ruang tamu dibersihkan oleh ibu.  (Pasif)


  • Cara merubah kalimat pasif menjadi aktif
  1. Ubah posisi subjek menjadi objek dan sebaliknya.
  2. Ubah imbuhandi– atauter– menjadi me-, menge-, atau ,menye-.

Contoh :

  • Buku itu dikembalikan oleh Andi di tempatnya.   (Pasif)
  • Andi mengembalikan buku di tempatnya.    (Aktif)

Baca Juga: “Kalimat Konotasi” Pengertian & ( Cara Membedakan – Contoh )


Klasifikasi Kalimat Aktif Dan Pasif

Adapun klasifikasi macam-macam jenis kalimat aktif dan kalimat pasif dan contohnya yang diantaranya yaitu:


Klasifikasi Macam-Macam Kalimat Aktif

  • Kalimat Akatif Transiftif

Kalimat aktif transitif merupakan kalimat aktif yang membutuhkan objek dalam kalimatnya sehingga berpola S-P-O “Subjek-Predikat-Objek” atau S-P-O-K/Pel “Subjek-Predikat-Objek-Keterangan atau pelengkap”.


Contohnya:

  • Ilham mendengarkan radio
  • Adik menonton televisi di kamarnya

Kalimat transitif ini dapat dibagi lagi menjadi dua kelompok yaitu:

  • Kalimat Aktif Ekatransitif

Kalimat aktif ekatransitif merupakan kalimat aktif yang dilengkapi dengan objek tetapi tidak mempunyai pelengkap atau keterangan. Jadi dapat dikatakan kalau kalimat ekatransitif ini merupakan bagian atau kelompok dari kalimat transitif yang tidak berpelengkap atau keterangan. Pola dari kalimat ini adalah S-P-O.


Contohnya:

  1. Icha membuang sampah
  2. Razi menjemur pakaian
  • Kalimat Aktif Dwitransitif

Kalimat aktif ekatransitif merupakan kalimat aktif yang dilengkapi dengan objek dan dilengkapi dengan pelengkap atau keterangan. Jadi dapat dikatakan kalau kalimat Dwitransitif ini merupakan bagian atau kelompok dari kalimat transitif yang mempunyai objek dan pelengkap sekaligus.


Contohnya:

  1. Silla menyusun buku dengan hati-hati
  2. Ardi membeli baju di pasar malam
  • Kalimat Aktif Intransitif

Kalimat aktif intransitif merupakan kalimat aktif yang tidak dilengkapi dengan objek kalimat, melainkan diikuti oleh kata keterangan atau pelengkap. Kalimat ini berpola S-P-K/Pel “Subjek-Predikat-Keterangan atau Pelengkap”.


Contohnya:

  1. Andi berlari sepanjang hari
  2. Adik menangis dikamarnya

  • Berdasarkan Objeknya
  1. Kalimat Pasif Transitif
    Kalimat pasif transitif merupakan kalimat pasif yang dilengkapi dengan objek kalimat, baik objek tersebut dilengkapi dengan keterangan/pelengkap ataupun tidak.

Contohnya:

  1. Nasi dimasak ibu
  2. Mobil diperbaiki ayah kemarin

  1. Kalimat Pasif Intransitif
    Kalimat pasif transitif merupakan kalimat pasif yang tidak dilengkapi dengan objek, melainkan hanya dilengkapi oleh keterangan atau pelengkap.

Contohnya:

  1. Pasar itu terbakar tadi siang
  2. Burung dipelihara di dalam kandang

  • Berdasarkan Predikatnya
  1. Kalimat Pasif Tindakan
    Kalimat pasif tindakan merupakan kalimat pasif yang predikatnya berupa tindakan, biasanya predikat tersebut berimbuhan di atau di-kan.

Contohnya:

  1. Televisi dimatikan oleh ayah
  2. Buku itu dipinjam Andi

  1. Kalimat Pasif Keadaan
    Kalimat pasif keadaan merupakan kalimat pasif yang predikatnya berupa keadaan, biasanya predikat kalimat pasif ini berimbuhan ke-an.

Baca Juga: Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Hikayat


Contohnya:

  1. Rumahnya kemalingan tadi malam
  2. Kucing itu ketakutan saat ditinggal sendiri

Demikianlah pembahasan mengenai Kalimat Aktif Dan Pasif – Pengertian, Ciri, Perbedaan, Contoh semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian semua,, terima kasih banyak atas kunjungannya.

Mungkin Dibawah Ini yang Kamu Butuhkan