Kalimat Aktif

Diposting pada

Pengertian Kalimat Aktif

Kalimat Aktif – Pengertian, Pasif Perbedaan, Ciri Dan Contoh – Dalam hal ini kalimat digolongkan menjadi dua jenis berdasarkan ada tidaknya unsur objek. Kalimat-kalimat tersebut disebut dengan kalimat aktif transitif dan kalimat aktif intransitif.


Kalimat Aktif adalah kalimat di mana subyeknya melakukan suatu perbuatan atau aktifitas. Kalimat aktif biasanya diawali oleh awalan me- atau ber- .

kalimat-aktif


Ciri-ciri Kalimat Aktif

  1. Subjeknya sebagai pelaku.
    Helsa Situmorang membaca buku. (Helsa sebagai pelaku)
  2. Predikatnya berawalan me- atau ber-.
  3. Predikatnya tergolong kata kerja.

Contoh Kalimat Aktif

Adik membaca buku.
Tatang bermain bola.
Yuli mandi di kolam renang.
Wawan telah membeli buku gambar.
Siti memasak bubur.


Baca Juga: Teks Cerita Inspirasi


Pengertian Kalimat Aktif Transitif

Kalimat aktif adalah kalimat yang subjeknya melakukan suatu tindakan langsung, nah pada kalimat transitif subjek melakukan tindakan tersebut terhadap objeknya, dengan kata lain, kalimat aktif transitif ini ialah kalimat aktif yang memerlukan objek.


Hal ini berbeda dengan kalimat aktif intransitif, meskipun baik kalimat aktif transitif dan intransitif keduanya memiliki subjek yang melakukan tindakan, tetapi subjek kalimat aktif intransitif tidak memerlukan sebuah objek. Hal ini dikarenakan biasanya kalimat aktif intransitif melakukan tindakan yang berpengaruh kepada dirinya sendiri. Sedangkan pada kalimat aktif transitif, subjek melakukan suatu tindakan atau interaksi terhadap hal, benda, atau orang lain.


  • Misalnya Kalimat berikut ini:
  1. Andi menangis dengan sangat keras.
  2. Andi menangisi Shinta karena kepergiannya yang tiba-tiba.

Kedua kalimat di atas sama-sama memiliki kata kerja menangis, tetapi pada kalinat pertama tidak ditemukan subjek sehingga disebut dengan kalimat aktif intransitif.


Sedangkan pada kalimat kedua kita bisa menemukan objek didalamnya, sehingga kalimat nomor dua ialah kalimat aktif transitif.

  • Andi >> S
  • Menangis >> P
  • Shinta >> O
  • Dengan sangat keras >> Ket

Dikarenakan memerlukan objek didalam kalimatnya, kalimat aktif transitif bisa dirubah ke dalam bentuk kalimat pasif yaitu suatu kalimat yang subjeknya dikenal tindakan oleh objek, sedangkan kalimat aktif intransitif tidak bisa dirubah ke dalam bentuk pasif.


Baca Juga: “Ekspresi” Pengertian & ( Jenis – Acuan – Manfaat )


  • Misalnya kalimat berikut ini:

Ibu menyiram tanaman yang ada di kebunnya setiap hari “aktif transitif”
S        P                  O              Pel                    K

Tanaman yang ada di kebun disiram oleh ibu setiap hari.

Objek tanaman pada kalimat diatas berubah posisinya menjadi subjek dan subjek ibu, berubah menjadi objek. Selain itu, imbuhan pada kata kerja meny- berubah menjadi di- yang menandakan kalimat tersebut ialah kalimat pasif.


Ciri-Ciri Kalimat Aktif Transitif

Kalimat aktif transitif memiliki beberapa ciri-ciri sebagai berikut ini:

  • Kalimat aktif transitif memerlukan objek.
  • Kata kerja pada kalimat aktif transitif memiliki imbuhan me- atau menge-.
  • Kalimat aktif transitif bisa diubah bentuknya ke dalam bentuk kalimat pasif.

Contoh Kalimat Aktif Transitif

Setelah membaca pengertian dan ciri-ciri kalimat aktif transitif, kali ini ialah contoh kalimat aktif transitif, dengan begini bisa membuat kalian lebih dapat memahami apa itu kalimat aktif transitif.

Desi mengambil buku bahasa Indonesia di dalam tas merahnya.
Ibu mengajak Adik pergi ke pasar untuk membeli sayuran.
Danang memaafkan perbuatan Doni yang tidak sengaja Doni lakukan.


Baca Juga: Kalimat Ambigu adalah


Berdasarkan hubungan antara predikat dengan objeknya, kalimat aktif dapat dibagi kedalam empat kelompok :

  • Kalimat aktif transitif yakni kalimat aktif yang predikatnya memerlukan objek.

Contoh :

  • Pemerintah tengah mengembangkan industri mobil nasional.

       S                     P                                O

  1.           Narapidana itu sudah mencuri ayam milik pak lurah dua kali
  2. Andrian melempar bola basket ke ring.
  3. Petani menanam padi di sawah.
  4. Kalimat aktif semitransitif,yakni kalimat yang predikatnya memerlukan pelengkap.

Contoh:

  • Pengembangan industri nasional bergantung pada mutu SDM-nya

                  S                                         P                           Pel.

  1. Usahanya hanya bermodalkan kejujuran dan keberanian
  2. Karena Cintanya ditolak maka dukun bertindak.
  3. Kalimat aktif dwitansitif,yakni kalimat yang memerlukan objek dan pelengkap secara sekaligus

Contoh:

  • Kakak meminjami kawannya sebuah novel

            S              P                    O              Pel.

  1. Ayah membelanjai ibu pakaian
  2. Kakak membuatkan adik layang-layang.
  3. Ibu menjahitkan nenek baju kebaya.

Baca Juga: “Kalimat Berita Positif & Negatif” Pengertian & ( Contoh – Perbedaan )


Kalimat aktif intransitif ,yakni kalimat yang predikatnya tidak memerlukan objek ataupun pelengkap.

Contoh:

  • Ibu memasak di dapur

         S          P             Ket.

  • Siska bernyanyi
  • Rossa bernyanyi gembira.
  • Ayam jantan berkokok di pekarangan

Jenis-Jenis Kalimat Aktif

  • Kalimat aktif Intransitive

Kalimat aktif intransitive adalah kalimat aktif yang memerlukan sebuah objek yang mendapatkan tindakan dari subjeknya.


Contoh:

Ayahku memberi Andi uang saku sebesar Rp. 10.000,-
Ayahku= Subjek
Memberiku= Predikat
Objek= Andi

Pada kalimat diatas, “Ayah” yang merupakan subjek melakukan tindakan kepada “Andi” yang merupakan objek.


  • Kalimat aktif ekatransitive

Kalimat ini memerlukan objek namun tidak memiliki pelengkap. Dengan kata lain, Kalimat ini hanya memiliki 3 unsur yaitu Subjek, Predikat dan Objek.


Baca Juga: “Kalimat Diksi” Pengertian & ( Fungsi – Jenis – Contoh )


Contoh:

Andi membaca sebuah majalah
Ayah memperbaiki motor
Ibu menanak nasi.


  • Kalimat aktif Intransitive

Kalimat ini objeknya tidak dimunculkan sebagai penerima perbuatan subjek. Namun biasanya kalimat ini diikuti oleh pelengkap dan keterngan. Kalimat ini biasanya memiliki Pola S-P atau S-P-K

Contohnya:

Iwan sedang menulis di dalam kamar.
Nenek sedang menjahit dengan sangat hati-hati.
Ani belajar dengan giat.


  • Kalimat aktif dwitransitif

Kalimat ini memiliki satu predikat dan mengharuskan kehadiran objek dan pelengkap. kalimat aktif dwitransitif mempunyai empat unsur Subjek (S), Predikat (P), Objek (O), dan Pelengkap (Pel). Jika salah satu dari ke empat unsur ini tidak terenuhi, maka kalimat menjadi rancu atau kehilangan makna.


Baca Juga:“Kalimat Penjelas” Pengertian & ( Ciri – Contoh )


Contoh:

Ayah mengirimi uang kepada neneak setiap bulan.
Budi selalau mengunjungi ibunya yang ada di luar negeri.
Kakakku menguras bak air seminggu sekali.


Merubah kalimat aktif menjadi kalimat pasif

  • Subjek pada kalimat aktif berubah menjadi objek pada kalimat pasif.

Andi Menabrak Budi di depan ruang kelas.(Aktif)
Budi ditabrak oleh Andi di depan ruang kelas. (Pasif)

  • Predikat yang berawalan me- berubah menjadi berawalan di-/ter-

Ani mengabaikan kebun bunga yang cantik itu.(Aktif)
Kebun bunga yang cantik itu terabaikan oleh Ani. (Pasif)

  • Kalimat aktif tidak berobjek tidak bisa diubah menjadi kalimat pasif.

Pengertian Kalimat Pasif

Kalimat pasif adalah kalimat yang subyeknya dikenai suatu perbuatan atau aktifitas. Kalimat pasif biasanya diawali oleh awalan ter- atau di-


Ciri-Ciri Kalimat Pasif

  • Subjeknya sebagai penderita.
  • Predikatnya berawalan di-, ter-, atau ,ter-kan.
  • Predikatnya berupa predikat persona (kata ganti orang, disusul oleh kata kerja yang kehilangan awalan).

Baca Juga: “Kalimat Baku & Tidak Baku” Definisi & ( Ciri – Syarat – Contoh )


Contoh :

Pak Lurah dimintai pertanggung jawaban oleh Pak Camat
Ayam dipukul Kucing
Bunga anggrek hitam itu terinjak si ani.
Bola basket dilempar andi kedalam ring.


Cara mengubah kalimat aktif menjadi kalimat pasif :

Subjek akan menjadi Objek

Predikat berimbuhan me – ~ di-

Bila subjeknya berupa kata ganti orang pada kalimat aktif maka predikat pada kalimat aktif tidak menggunakan awalan di-. Kata ganti orang tersebut diletakkan sebelum predikat tanpa imbuhan.


Contoh :

  • Andi membaca novel di kamar. (Kalimat aktif)
    S           P           O           K

      Novel dibaca Andi di kamar. (kalimat pasif)
S          P           O       K

  • Saya menulis cerita di teras rumah. (aktif)
  • Cerita saya tulis di teras rumah. (pasif)
  • Kalimat aktif: Rani sedang menyiram tanaman.
  • Kalimat pasif: Tanaman sedang disiram Rani.
  • Kalimat aktif: Danu membeli buku pelajaran.
  •  Kalimat pasif: Buku pelajaran dibeli Danu.

  • Kalimat Aktif (+)
  1. Paijo membeli rokok.
  2. Ibu memanggil si Roky.
  3. Kuda sedang memakan rumput.
  4. Pak Abdullah membaca koran kompas.

Kalimat di atas adalah contoh kalimat aktif, maka ketika diubah menjadi kalimat pasif (-). menjadi :

  1. Rokok dibeli Paijo.
  2. Si Roky dipanggil ibu.
  3. Rumput sedang dimakan kuda.
  4. Koran kompas dibaca Pak Abdullah.
  • S O P K (kalimat pasif kata kerja imbuhan di hilangkan)

Saya sudah membeli buku itu. (aktif)
Buku itu sudah kubeli. (pasif)


Demikianlah pembahasan mengenai Kalimat Aktif – Pengertian, Pasif Perbedaan, Ciri Dan Contoh semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂

Mungkin Dibawah Ini yang Kamu Butuhkan