Kecerdasan Buatan

Diposting pada

Sejarah Kecerdasan Buatan

Kecerdasan Buatan – Pengertian, Materi, Sejarah, Tujuan, Contoh – Kecerdasan buatan merupakan bidang ilmu komputer yang sangat penting di era kini dan masa yang akan datang untuk mewujudkan sistem komputer yang cerdas.  Bidang ini telah berkembang sangat pesat di 20 tahun terakhir seiring dengan kebutuhan perangkat cerdas pada industry dan rumah tangga.


Kata “intelligence” berasal dari bahasa Latin “intelligo” yang berarti “saya paham”.  Berarti dasar dari intelligence ialah kemampuan untuk memahami dan melakukan aksi.  Sebenarnya, area Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence) atau disingkat dengan AI, bermula dari kemunculan komputer sekitar tahun 1940-an, meskipun sejarah perkembangannya dapat dilacak sejak zaman Mesir kuno. Pada masa ini, perhatian difokuskan pada kemampuan komputer mengerjakan sesuatu yang dapat dilakukan oleh manusia.  Dalam hal ini, komputer tersebut dapat meniru kemampuan kecerdasan dan perilaku manusia.


Pada awal abad 17, René Descartes mengemukakan bahwa tubuh hewan bukanlah apa-apa melainkan hanya mesin-mesin yang rumit. Blaise Pascal menciptakan mesin penghitung digital mekanis pertama pada 1642. Pada 19, Charles Babbage dan Ada Lovelace bekerja pada mesin penghitung mekanis yang dapat diprogram.


Bertrand Russell dan Alfred North Whitehead menerbitkan Principia Mathematica, yang merombak logika formal. Warren McCulloch dan Walter Pitts menerbitkan “Kalkulus Logis Gagasan yang tetap ada dalam Aktivitas” pada 1943 yang meletakkan pondasi untuk jaringan syaraf.

kecerdasan-buatan


Tahun 1950-an adalah periode usaha aktif dalam AI. Program AI pertama yang bekerja ditulis pada 1951 untuk menjalankan mesin Ferranti Mark I di University of Manchester (UK): sebuah program permainan naskah yang ditulis oleh Christopher Strachey dan program permainan catur yang ditulis oleh Dietrich Prinz. John McCarthy membuat istilah “kecerdasan buatan ” pada konferensi pertama yang disediakan untuk pokok persoalan ini, pada 1956. Dia juga menemukan bahasa pemrograman Lisp. Alan Turing memperkenalkan “Turing test” sebagai sebuah cara untuk mengoperasionalkan test perilaku cerdas. Joseph Weizenbaum membangun ELIZA, sebuah chatterbot yang menerapkan psikoterapi Rogerian.


Selama tahun 1960-an dan 1970-an, Joel Moses mendemonstrasikan kekuatan pertimbangan simbolis untuk mengintegrasikan masalah di dalam program Macsyma, program berbasis pengetahuan yang sukses pertama kali dalam bidang matematika. Marvin Minsky dan Seymour Papert menerbitkan Perceptrons, yang mendemostrasikan batas jaringan syaraf sederhana dan Alain Colmerauer mengembangkan bahasa komputer Prolog. Ted Shortliffe mendemonstrasikan kekuatan sistem berbasis aturan untuk representasi pengetahuan dan inferensi dalam diagnosa dan terapi medis yang kadangkala disebut sebagai sistem pakar pertama. Hans Moravec mengembangkan kendaraan terkendali komputer pertama untuk mengatasi jalan berintang yang kusut secara mandiri.


Pada tahun 1980-an, jaringan syaraf digunakan secara meluas dengan algoritma perambatan balik, pertama kali diterangkan oleh Paul John Werbos pada 1974. Tahun 1990-an ditandai perolehan besar dalam berbagai bidang AI dan demonstrasi berbagai macam aplikasi. Lebih khusus Deep Blue, sebuah komputer permainan catur, mengalahkan Garry Kasparov dalam sebuah pertandingan 6 game yang terkenal pada tahun 1997. DARPA menyatakan bahwa biaya yang disimpan melalui penerapan metode AI untuk unit penjadwalan dalam Perang Teluk pertama telah mengganti seluruh investasi dalam penelitian AI sejak tahun 1950 pada pemerintah AS.


Tantangan Hebat DARPA, yang dimulai pada 2004 dan berlanjut hingga hari ini, adalah sebuah pacuan untuk hadiah $2 juta di mana kendaraan dikemudikan sendiri tanpa komunikasi.

Sejarah Penting Pengembangan Bidang Kecerdasan Buatan

Sejarah-Kecerdasan-Buatan

Saat ini, hampir semua perangkat komputer dan perangkat elektronika canggih menerapkan kecerdasan buatan untuk membuat sistem lebih handal. Di masa yang akan datang, diperkirakan semua perangkat elektronika dan komputer menjadi jauh lebih cerdas karena telah ditanamkan berbagai metode kecerdasan buatan.


Kecerdasan

Dari kamus, arti kecerdasan adalah: kemampuan untuk mengerti/memahami (The faculty of understanding). Perilaku cerdas dapat ditandai dengan:

  1. Belajar atau mengerti dari pengalaman
  2. Memecahkan hal yang bersifat mendua atau kontradiktif
  3. Merespon situasi baru dengan cepat (fleksibel)
  4. Menggunakan alasan untuk memecahkan problem secara efektif
  5. Berurusan dengan situasi yang membingungkan
  6. Memahami dengan cara biasa/rasional
  7. Menerapkan pengetahuan untuk memanipulasi lingkungan
  8. Mengenali elemen penting pada suatu situasi

Sebuah ujian yang dapat dilakukan untuk menentukan apakah sebuah komputer/ mesin menunjukkan perilaku cerdas didesain oleh Alan Turing. Tes Turing menyatakan sebuah mesin dikatakan pintar hanya apabila seorang pewawancara (manusia) yang berbicara dengan orang lain dan mesin yang dua-duanya tidak terlihat olehnya, tidak mampu menentukan mana yang manusia dan mana yang mesin, meskipun dia telah berulang-ulang melontarkan pertanyaan yang sama.


Pengertian Kecerdasan Buatan

Kecerdasan Buatan (bahasa Inggris: Artificial Intelligence atau AI) didefinisikan sebagai kecerdasan entitas ilmiah. Sistem seperti ini umumnya dianggap komputer. Kecerdasan diciptakan dan dimasukkan ke dalam suatu mesin (komputer) agar dapat melakukan pekerjaan seperti yang dapat dilakukan manusia. Beberapa macam bidang yang menggunakan kecerdasan buatan antara lain sistem pakar, permainan komputer (games), logika fuzzy, jaringan syaraf tiruan dan robotika.


Banyak hal yang kelihatannya sulit untuk kecerdasan manusia, tetapi untuk Informatika relatif tidak bermasalah. Seperti contoh: mentransformasikan persamaan, menyelesaikan persamaan integral, membuat permainan catur atau Backgammon. Di sisi lain, hal yang bagi manusia kelihatannya menuntut sedikit kecerdasan, sampai sekarang masih sulit untuk direalisasikan dalam Informatika. Seperti contoh: Pengenalan Obyek/Muka, bermain sepak bola.


Walaupun AI memiliki konotasi fiksi ilmiah yang kuat, AI membentuk cabang yang sangat penting pada ilmu komputer, berhubungan dengan perilaku, pembelajaran dan adaptasi yang cerdas dalam sebuah mesin. Penelitian dalam AI menyangkut pembuatan mesin untuk mengotomatisasikan tugas-tugas yang membutuhkan perilaku cerdas.


Termasuk contohnya adalah pengendalian, perencanaan dan penjadwalan, kemampuan untuk menjawab diagnosa dan pertanyaan pelanggan, serta pengenalan tulisan tangan, suara dan wajah. Hal-hal seperti itu telah menjadi disiplin ilmu tersendiri, yang memusatkan perhatian pada penyediaan solusi masalah kehidupan yang nyata. Sistem AI sekarang ini sering digunakan dalam bidang ekonomi, obat-obatan, teknik dan militer, seperti yang telah dibangun dalam beberapa aplikasi perangkat lunak komputer rumah dan video game.


‘Kecerdasan buatan’ ini bukan hanya ingin mengerti apa itu sistem kecerdasan, tapi juga mengkonstruksinya. Tidak ada definisi yang memuaskan untuk ‘kecerdasan’:

  1. Kecerdasan: kemampuan untuk memperoleh pengetahuan dan menggunakannya, atau
  2. Kecerdasan yaitu apa yang diukur oleh sebuah Test Kecerdasan.

Kecerdasan Buatan adalah salah satu cabang Ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan pemanfaatan mesin untuk memecahkan persoalan yang rumit dengan cara yang lebih manusiawi. Hal ini biasanya dilakukan dengan mengikuti/mencontoh karakteristik dan analogi berpikir dari kecerdasan/Inteligensia manusia, dan menerapkannya sebagai algoritma yang dikenal oleh komputer.


Dengan suatu pendekatan yang kurang lebih fleksibel dan efisien dapat diambil tergantung dari keperluan, yang mempengaruhi bagaimana wujud dari perilaku kecerdasan buatan. AI biasanya dihubungkan dengan Ilmu Komputer, akan tetapi juga terkait erat dengan bidang lain seperti Matematika, Psikologi, Pengamatan, Biologi, Filosofi, dan yang lainnya. Kemampuan untuk mengkombinasikan pengetahuan dari semua  bidang ini pada akhirnya akan bermanfaat bagi kemajuan dalam upaya menciptakan suatu kecerdasan buatan.


Pengertian lain dari kecerdasan buatan adalah bagian ilmu komputer yang membuat agar mesin komputer dapat melakukan pekerjaan seperti dan sebaik yang dilakukan manusia. Pada awal diciptakannya, komputer hanya difungsikan sebagai alat hitung saja. Namun seiring dengan perkembangan zaman, maka peran komputer semakin mendominasi kehidupan manusia. Komputer tidak lagi hanya digunakan sebagai alat hitung, lebih dari itu, komputer diharapkan untuk dapat diberdayakan untuk mengerjakan segala sesuatu yang bisa dikerjakan oleh manusia.


Manusia bisa menjadi pandai dalam menyelesaikan segala permasalahan di dunia ini karena manusia mempunyai pengetahuan dan pengalaman Pengetahuan diperoleh dari belajar. Semakin banyak bekal pengetahuan yang dimiliki oleh seseorang tentu saja diharapkan akan lebih mampu dalam menyelesaikan permasalahan. Namu bekal pengetahuan saja tidak cukup, manusia juga diberi akal untuk melakukan penalaran, mengambil kesimpulan berdasarkan pengetahuan dan pengalaman yang mereka miliki.


Baca Juga : Pengertian Pendidikan


Tanpa memiliki kemampuan untuk menalar dengan baik, manusia dengan segudang pengalaman dan pengetahuan tidak akan dapat menyelesaikan masalah dengan baik. Demikian pula dengan kemampuan menalar yang sangat baik, namun tanpa bekal pengetahuan dan pengalaman yang memadai, manusia juga tidak akan bisa menyelesaikan masalah dengan baik.


Agar komputer bisa bertindak seperti dan sebaik manusia, maka komputer juga harus diberi bekal pengetahuan dan mempunyai kemampuan untuk menalar. Untuk itu AI akan mencoba untuk memberikan beberapa metoda untuk membekali komputer dengan kedua komponen tersebut agar komputer bisa menjadi mesin pintar.


Pengertian Kecerdasan Buatan Menurut Para Ahli

Dalam hal ini ada beberapa pendapat mengenai Kecerdasan Buatan “Artificial Intelegence” menurut para ahli yang diantaranya yaitu:

  • Menurut H. A Simon

Kecerdasan buatan “Artificial Intelegence” adalah sebuah study tentang bagaimana membuat komputer melakukan hal-hal yang pada saat ini dapat dilakukan lebih baik oleh manusia.

  • Menurut Rich Dan Knight

Kecerdasan buatan “Artificial Intelegence” adalah bagian dari ilmu komputer yang mempelajari bagaimana membuat mesin “komputer” dapat melakukan pekerjaan seperti dan sebaik yang dilakukan oleh manusia bahkan bisa lebih baik dari pada yang dilakukan oleh manusia.

  • Menurut Russel Dan Norvig

Kecerdasan buatan “Artificial Intelgence” dapat dikatagorikan menjadi dua dimensi utama yang mambahas proses atau penalaran berfikir dan bertindak yang selanjutnya Al dapat lebih dijabarkan lagi berdasarkan kinerja dan rasionalitasnya, berikut ini beberapa penjelasannya.


Baca Juga : Pengertian Pasar Menurut Para Ahli


  • Sistem Yang Bertindak Seperti Manusia “Acting Humanly”
    Maksud dari hal diatas yakni untuk mengamati kemampuan mesin untuk berprilaku cerdas. Turing memprediksi bahwa pada tahun 2000 komputer memiliki kesempatan 30% untuk membodohi manusia awam selama 5 menit. Prediksi Turing tersebut terbukti saat ini komputer sudah dapat melakukan serangkaian tes turing yang dikenal sebagai imitation game. Maka untuk melakukan hal tersebut komputer harus memiliki kemampuan yaitu:
    1.Pemrosesan bahasa alami agar komputer dapat berkomunikasi dengan bahasa alami manusia.
    2.Representasi pengetahuan untuk menyimpan apa yang diketahuinya, maksud tersebut ialah bagaimana menyajikan ilmu pengetahuan ulang yang sudah diteliti oleh para pakar.
    3. Penalaran otomatis yang menggunakan informasi yang tersimpan untuk menjawab pertanyaan maupun menarik kesimpulan baru.
    4. Pembelajaran mesin untuk beradaptasi pada lingkungan baru dan mendeteksi serta mengenali pola.
    5. Komputer vision untuk menangkap dan mempresepsikan obyek.
    6.Robotika untuk memanipulasi obyek yang bergerak.


  • Sistem Yang Berpikir Seperti Manusia “Thinking Humanly”
    Sistem yang bisa berpikir layaknya seperti manusia ini dinyatakan oleh suatu program komputer dapat berpikir seperti manusia haruslah dapat ditentukan bagaimanakah proses manusia berpikir. Program juga atau alat yang seperti itu harus bisa berpikir seperti manusia karena yang ada didalam program tersebut perlu bahasa yang ditanamkan atau dimasukan oleh manusia agar sistem tersebut bisa berpikir seperti manusia dalam mengambil keputusan yang tepat.
  • Sistem Yang Berpikir Secara Rasional “Think Rationally”
    Dalam menciptakan mesin tidak jauh berbeda dari manusia dan juga membutuhkan kecerdasan jika dikerjaan oleh manusia itu sendiri, sehingga tidak semua orang dapat membuat kecerdasan buatan, hanya sebagian beberapa orang saja.


  • Sistem Yang Bertindak Secara Rasional “Act Rationally”
    Selain itu juga Al berpusat dan berfokus terhadap perilaku cerdas pada sebuah alat dan pendekaran agen rasional yang dimana sesuatu yang dapat melakukan tindakan yang membedakan dari program komputer biasa. Tindakan tersebut bisa seperti operasi yang mempresepsikan lingkungannya, adaptif terhadap perubahan dan bisa mencapai suatu tujuan akhir. Sehingga kecerdasan buatan “Artificial Intelegence” ialah sebuah teknologi komputer atau mesin yang memiliki kecerdasan layaknya manusia. Seperti manusia memberikan perintah yang dimasukan kepada program dan kemudian akan melakukan proses atas apa yang inputkan tersebut.

Tujuan Kecerdasan Buatan “Artificial Intelegence”

Ada beberapa tujuan dari kecerdasan buatan “Artificial Intelegence” yang tentunya dapat berguna bagi manusia diantaranya yaitu:

  • Dapat membantu pekerjaan manusia salah satu contoh program atau sistem buatan manusia ialah robot yang sudah ada di super market yang bisa bicara dan memberikan pelayanan layaknya seperti manusia.
  • Membuat mesin menjadi lebih pintar, salah satu contoh komputer dulunya hanya bisa mengetik saja, namun dengan seiring perkembangan zaman maka komputer juga bisa digunakan untuk chatting, bermain game dan yang lainnya.
  • Membantu memecahkan masalah, salah satu contoh komputer memiliki program kalkulator yang dimana didalamnya bisa memecahkan masalah perhitungan mulai dari hitungan biasa sampai hitungan logika, sehingga dalam tahap ini kecerdasan buatan dapat bermanfaat sekali bagi semua orang.

Baca Juga : Kecelakaan Kerja adalah


Kelebihan Kecerdasan Buatan “Artificial Intelegence”

Ada beberapa kelebihan Al yang berguna bagi semua orang yang diantaranya yaitu:

  • Al bersifat netral tanpa pandang bulu, maksudnya adalah dimana mengambil keputusan tersebut lebih nyata dan benar, berbeda seperti manusia yang masih memiliki berbagai pertimbangan.
  • Kecerdasan buatan Al sifatnya permanen maksudnya ialah tidak bisa diubah kembali, namun bisa digunakan berulang-ulang.

Kerugian Kecerdasan Buatan “Artificial Intelegence”

Adapun kerugian Al yang diantaranya yaitu:

  • Menurunkan kinerja manusia dalam berbagai pekerjaan, karena sudah terganti oleh kecerdasan buatan.
  • Kemampuan Al terbatas yang maksudnya ialah sistem tersebut terbatas bisa melakukan hal tertentu, tidak bisa melakukan hal yang lebih seperti manusia.

Perbandingan AI dengan Program Komputer Konvensional

Program komputer konvensional prosesnya berbasis algoritma, yakni formula matematis atau prosedur sekuensial yang mengarah kepada suatu solusi. Algoritma tersebut dikonversi ke program komputer yang memberitahu komputer secara pasti instruksi apa yang harus dikerjakan. Algoritma yang dipakai kemudian menggunakan data seperti angka, huruf, atau kata untuk menyelesaikan masalah.


Perangkat lunak AI berbasis representasi serta manipulasi simbolik. Di sini simbol tersebut berupa huruf, kata, atau angka yang merepresentasikan obyek, proses dan hubungan keduanya. Sebuah obyek bisa jadi seorang manusia, benda, pikiran, konsep, kejadian, atau pernyataan suatu fakta. Menggunakan simbol, kita dapat menciptakan basis pengetahuan yang berisi fakta, konsep, dan hubungan di antara keduanya.


Baca Juga : 6 Pengertian Teknologi Informasi Menurut Para Ahli


Kemudian beberapa proses dapat digunakan untuk memanipulasi simbol tersebut untuk menghasilkan nasehat atau rekomendasi untuk penyelesaian suatu masalah. Perbedaan dasar antara AI dengan program komputer konvensional dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Perbedaan dasar antara AI dengan program komputer konvensional


Penyajian dan Aplikasi Dasar Kecerdasan Buatan

  • Cabang Kecerdasan Buatan

Cabang Kecerdasan Buatan Pencarian. Program AI seringkali harus mengevaluasi kemungkinan yang jumlahnya banyak sekali, misalnya kemungkinan langkah dalam permainan catur atau penyimpulan dari program untuk membuktikan suatu teori.


  • Pengenalan Pola.

Representasi, yakni bagaimana merepresentasikan/menuliskan fakta-fakta yang ada ke dalam simbul-simbul atau bahasa logika matematis.

  • Inferensi.

Pengetahuan  dan penalaran yang masuk akal  (common sense knowledge and reasoning).


  • Belajar dari pengalaman.

Perencanaan. Program perencanaan bermula dari fakta-fakta umum (terutama fakta mengenai efek dari suatu aksi), fakta tentang situasi yang khusus, dan suatu pernyataan tentang tujuan. Dari sini kemudian dibuat sebuah strategi untuk mencapai tujuan tersebut. Secara umum, biasanya strategi tersebut berupa urut-urutan aksi. Epistemologi, yakni studi tentang sumber, sifat, dan keterbatasan pengetahuan yang digunakan untuk pemecahan masalah.


  • Ontologi, ilmu tentang keberadaan dan realitas.

Heuristik, yaitu suatu cara atau teknik untuk mencoba menemukan suatu benda/ide.


Baca Juga : 20 Dampak Positif dan Negatif Teknologi Informasi Di Bidang Ekonomi


  • Bidang Aplikasi Kecerdasan Buatan

Penerapan Kecerdasan Buatan meliputi berbagai bidang seperti ditunjukkan pada bagian akar pohon AI dalam Gambar di bawah, antara lain: Bahasa/linguistik, Psikologi, Filsafat, Teknik Elektro, Ilmu Komputer, dan Ilmu Manajemen. Sedangkan sistem cerdas yang banyak dikembangkan saat ini adalah:


Sistem Pakar (Expert Systemi), yaitu program konsultasi (advisory) yang mencoba menirukan proses penalaran seorang pakar/ahli dalam memecahkan masalah yang rumit. Sistem Pakar merupakan aplikasi AI yang paling banyak. Lebih detil tentang Sistem Pakar akan diberikan dalam bab berikutnya.


Pemrosesan Bahasa Alami (Natural Language Processing), yang memberi kemampuan pengguna komputer untuk berkomunikasi dengan komputer dalam bahasa mereka sendiri (bahasa manusia). Sehingga komunikasi dapat dilakukan dengan cara percakapan alih-alih menggunakan perintah yang biasa digunakan dalam bahasa komputer biasa. Bidang ini dibagi 2 lagi:


  1. Pemahaman bahasa alami, yang mempelajari metode yang memungkinkan komputer mengerti perintah yang diberikan dalam bahasa manusia biasa. Dengan kata lain, komputer dapat memahami manusia.
  2. Pembangkitan bahasa alami, sering disebut juga sintesa suara, yang membuat komputer dapat membangkitkan bahasa manusia biasa sehingga manusia dapat memahami komputer secara mudah.

Pohon-Kecerdasan-Buatan

Pemahaman Ucapan/Suara (Speech/Voice Understanding), adalah teknik agar komputer dapat mengenali dan memahami bahasa ucapan. Proses ini mengijinkan seseorang berkomunikasi dengan komputer dengan cara berbicara kepadanya. Istilah “pengenalan suara” mengandung arti bahwa tujuan utamanya adalah mengenai kata yang diucapkan tanpa harus tahu artinya, di mana bagian itu merupakan tugas “pemahaman suara”. Secara umum prosesnya adalah usaha untuk menerjemahkan apa yang diucapkan seorang manusia menjadi kata-kata atau kalimat yang dapat dimengerti oleh komputer.


Baca Juga : 15 Dampak Negatif Dan Positif Teknologi Informasi Dalam Bidang Pendidikan


Keuntungan Kecerdasan Buatan dan Kecerdasan Alami

  • Keuntungan Kecerdasan Buatan
  1. Kecerdasan buatan lebih bersifat permanen. Kecerdasan alami akan cepat mengalami perubahan. Hal ini dimungkinkan karena sifat manusia yang pelupa. Kecerdasan buatan tidak akan berubah sepanjang sistem komputer dan program tidak mengubahnya.
  2. Kecerdasan buatan lebih mudah diduplikasi dan disebarkan. Mentransfer pengetahuan manusia dari satu orang ke orang lain butuh proses dan waktu lama. Disamping itu suatu keahlian tidak akan pernah bisa diduplikasi secara lengkap. Sedangkan jika pengetahuan terletak pada suatu sistem komputer, pengetahuan tersebuat dapat ditransfer atau disalin dengan mudah dan cepat dari satu komputer ke komputer lain.

  3. Kecerdasan buatan lebih murah dibanding dengan kecerdasan alami. Menyediakan layanan komputer akan lebih mudah dan lebih murah dibanding dengan harus mendatangkan seseorang untuk mengerjakan sejumlah pekerjaan dalam jangka waktu yang sangat lama.
  4. Kecerdasan buatan bersifat konsisten. Hal ini disebabkan karena kecerdasan busatan adalah bagian dari teknologi komputer. Sedangkan kecerdasan alami senantiasa berubah-ubah.
  5. Kecerdasan buatan dapat didokumentasikan. Keputusan yang dibuat komputer dapat didokumentasikan dengan mudah dengan melacak setiap aktivitas dari sistem tersebut. Kecerdasan alami sangat sulit untuk direproduksi.
  6. Kecerdasan buatan dapat mengerjakan pekerjaan lebih cepat dibanding dengan kecerdasan alami
  7. Kecerdasan buatan dapat mengerjakan pekerjaan lebih baik dibanding dengan kecerdasan alami.

  • Keuntungan kecerdasan alami
  1. Kemampuan untuk menambah ataupun memenuhi pengetahuan itu sangat melekat pada jiwa manusia. Pada kecerdasan buatan, untuk menambah pengetahuan harus dilakukan melalui sistem yang dibangun
  2. Kecerdasan alami memungkinkan orang untuk menggunakan pengalaman secara langsung. Sedangkan pada kecerdasan buatan harus bekerja dengan input-input simbolik
  3. Pemikiran manusia dapat digunakan secara luas, sedangkan kecerdasan buatan sangat terbatas.

Contoh Penerapan Kecerdasan Buatan “Artificial Intelegence”

Artificial Intelegence memiliki manfaat yang sangat besar sekali bagi setiap orang, sehingga ada peran penting dari Al dari berbagai bidang diantaranya yaitu:


Bidang Pendidikan: dengan seiring kemajuan bidang teknologi, kebutuhan manusia dalam mengakses dan mencari pengetahuan cukup besar, sehingga dalam dunia pendidikan sekarang terdapat istilah E-learning yang dimana siswa dapat melakukan pembelajaran mandiri dimana saja dengan pantauan guru sehingga dapat menghemat daya kebutuhan transportasi dan yang lainnya, tentunya sudah disediakan secara praktis.


Baca Juga : 30 Dampak Positif Dan Negatif Teknologi Informasi Dalam Bidang Pemerintahan


Demikianlah pembahasan mengenai Kecerdasan Buatan – Pengertian, Materi, Sejarah, Tujuan, Contoh semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian semua,, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂