Kepercayaan Adalah

Diposting pada

Definisi Kepercayaan (Trust)

Kepercayaan adalah – Pengertian, Indikator, Membangun, Manfaat – Ketika dilihat sebagai karakteristik atau properti individu, kepercayaan adalah variabel kepribadian,dengan demikian menempatkan penekanan pada karakteristik   individu   seperti   perasaan,    emosi,    dan    nilai    (Wolfe,   1976). Kepercayaan melibatkan pengambilan risiko dua belah pihak yang mengetahui bahwa tindakan suatu pihak secara material dapat mempengaruhi pihak lain.


Literatur sosiologis konseptual kepercayaan baik sebagai keterampilan individu, hubungan sosial, atau sistem sosial yang tidak proporsional dengan perhatian pada perilaku yang didasarkan pada tindakan pada tingkat individu (Misztal, 1996).


Ketiga tingkat kepercayaan saling berhubungan. Pada level individu, Anda percaya seorang individu untuk melakukan sesuatu berdasarkan apa yang harapkan disposisi, kemampuannya, reputasinya dan sebagainya bukan hanya karena dia mengatakan dia akan melakukannya. Di tingkat kolektif, jika Anda tidak percaya suatu badan atau organisasi dengan yang individu berafiliasi, Anda tidak  akan  percaya  padanya   untuk   memenuhi   kesepakatan   (Dasgupta,1988).

kepercayaan-adalah


Selain itu, individu mempertimbangkan latar belakang, budaya, dan sistem sosial ketika menentukan apakah akan percaya padanya. Ini adalah keterkaitan yang yang menunjukkan bagaimana membangun kepercayaan pada tingkat mikro berkontribusi pada determinan dari lebih abstrak bentuk kepercayaan pada tingkat makro (Luhmann 1988).


Berdasarkan paparan para ahli diatas penulis menyimpulkan bahwa kepercayaan (Trust) merupakan keterampilan yang dimiliki baik oleh individu maupun kelompok yang mengguakan sisi emosional, karena apa yang salah satu pihak lakukan dapat memberikan pengaruh terhadap pihak lain berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak.


Baca Juga: Aliansi Adalah


Pengertian Kepercayaan

Kepercayaan adalah variable kunci bagi kesuksesan relationship marketing “Morgan dan Hunt, 1994”. Variabel ini memiliki dampak yang kuat pada keefektifan dan keefisienan relationship marketing. Kepercayaan adalah suatu keadaan yang terjadi ketika seorang mitra percaya atas keandalan serta kejujuran mitranya.


Hal Penting Dari Kepercayaan

Pengertian kepercayaan tersebut memiliki beberapa hal penting yang diantaranya yaitu:

  • Konsumen yang memiliki kepercayaan akan bersedia untuk bergantung pada penyedia jasa dan juga bersedia untuk melakukan tindakan untuk penyedia jasa.
  • Kepercayaan memiliki tiga aspek dari karakteristik penyedia jasa yaitu ability, integrity, motivation. Pertama-tama konsumen akan menilai apakah provider cukup kompeten untuk menjalankan kewajibannya dan melayani konsumen. Kedua konsumen akan menilai apakah perusahaan memiliki integritas, dimana konsumen dapat percaya pada pekerjaan perusahaan. Terakhir konsumen mempercayai bahwa penyedia jasa memiliki motivasi untuk tidak melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan harapan konsumen.
  • Pihak yang dipercaya akan menjaga pihak yang lain, memperlihatkan kebutuhan dan harapan pihak lain tersebut bukan hanya memperlihatkan kebutuhan dan harapannya sendiri.

Elemen Dasar Dari Kepercayaan

Kepercayaan merupakan elemen dasar pembangunan model relationship quality. Kepercayaan ialah keyakinan bahwa pasangan dalam sebuah hubungan akan melakukan yang terbaik untuk apa yang diinginkan pasangannya.

Kepercayaan merupakan kunci dari relationship quality karena mendorong pemasar untuk:


Baca Juga: “Market Share ( Pangsa Pasar” Pengertian & ( Cara Mengetahui Ukuran – Cara Meningkatkan )


  • Bekerja dengan lebih menekankan investasi pada menjaga hubungan kerja sama yang baik dengan mitra mereka.
  • Menolak alternatif jangka pendek yang menarik dengan menekankan pada manfaat jangka panjang dengan adanya hubungan yang baik dengan konsumen.
  • Melihat kegiatan yang beresiko tinggi dengan lebih bijaksana karena percaya bahwa mitranya tidak akan bertindak secara oportunis.

Manfaat Kepercayaan

Kepercayaan merupakan hal penting bagi kesuksesan relationship. Manfaat “Benefit relationship” yang didasarkan pada kepercayaan ialah signifikan dan menggambarkan hal-hal berikut:


  • Cooperation

Kepercayaan dapat meredakan perasaan ketidakpastian dan risiko, jadi bertindak untuk menghasilkan peningkatan kerjasama antara anggota relationship. Dengan meningkatnya tingkat kepercayaan anggota belajar bahwa kerjasama memberikan hasil yang melebihi hasil yang lebih banyak dibandingkan apabila dikerjakan sendiri.


  • Komitmen

Komitmen merupakan komponen yang dapat membangun relationship dan merupakan hal yang mudah hilang yang akan dibentuk hanya dengan pihak-pihak yang saling percaya.


  • Relationship Duration

Kepercayaan mendorong anggota relationship bekerja untuk menghasilkan relationship dan untuk menahan godaan untuk tidak mengutamakan hasil jangka pendek dan atau bertindak secara oportunis. Kepercayaan dari penjual secara positif di hubungkan dengan kemungkinan bahwa pembeli akan terlibat dalam bisnis pada masa yang akan datang, oleh karena itu memberikan kontribusi untuk meningkatkan durasi relationship.


Baca Juga: Tujuan Dan Bidang Kerjasama Ekonomi Internasional Untuk Mencapai Tujuan Bersama


  • Kualitas

Pihak yang percaya lebih mungkin untuk menerima dan menggunakan informasi dari pihak yang dipercaya, dan pada gilirannya menghasilkan benefit yang lebih besar dari informasi tersebut. Akhirnya adanya kepercayaan memungkinkan perselisihan atau konflik dapat dipercahkan secara efisien dan damai. Dalam kondisi tidak ada kepercayaan, perselisihan dirasakan merupakan tanda akan adanya kesulitas pada masa yang akan datang dan biasanya menyebabkan berakhirnya relationship.


Cara Menumbuhkan Kepercayaan

 Modal sosial merupakan payung besar dalam hal penomena sosial, seperti hubungan intrapersonal, kelompok, jaringan sosial. Sehingga ketika proses pembangungan hubungan yang baik diperlukan kepercayaan terhadap kelompok. Dan pada akhirnya terjadi sebuah simbiosis yang baik antara semua pihak.

Untuk menumbuhkan kepercayaan setiap kelompok (komunitas) paling tidak membutuhkan 4 hal yang mendasar, yaitu :


  • Penerimaan

Setiap orang membutuhkan jaminan bahwa mereka diterima sepenuhnya, termasuk rasa aman dan demokratis untuk memberikan pendapatnya dan berkontribusi dalam kegiatan kelompoknya. Dalam hal ini suasana saling menghargai dalam sebuah komunitas atau kelompok. Dengan demikian akan timbul sikap saling menghargai diantara kedua pihak.

Ketika terjadi kecurangan atau pelanggaran nilai dan norma dasar yang universal yang berlaku diseluruh dunia maka secara otomatis kepercayaan pada pelaku akan hilang begitusaja akibat dari perbuatannya.


  • Berbagi Informasi dan Kepedulian

Setiap orang yang berhubungan dalam satu komunitas, agar bisa memecahkan masalah bersama, membutuhkan informasi mengenai :

  1. Kehidupan, pengalaman, gagasan, nilai masing–masing.
  2. Masalah–masalah yang dianggap penting dalam kehidupan

Pada setiap anggota diharuskan mempunyai tanggung jawab untuk saling berbagi informasi dan saling peduli arena hal ini penting bagi kelangsungan komunitas yang telah ada sehingga selalu berembang dan semakin kuat. Dan diharapkan kepentingan individu akan mengalah kepada kepentingan–kepentingan komunitas kelompok.


Baca Juga:“Branding” Pengertian Menurut Para Ahli & ( Fungsi – Tujuan – Unsur – Jenis )


  • Menentukan Tujuan

Kebutuhan yang ketiga adalah untuk menentukan tujuan bersama. Tujuan adalah landasan mengapa mereka bisa bersama dengan kata lain jika komunitas kelompok berkumpul tanpa mempunyai tujuan hal ini akan menjadikan hilangnya arah dan acuan dari kelompo itu aibatnya mereka akan berjalan masing-masing tanpa arah yang jelas.


  • Pengorganisasian dan Tindakan

Pada tahap awal dalam menentukan tujuan yang akan dicapai bersama hendaknya ada yang bertanggung jawab untuk mengurus dan mengarahan emana kelompo akan pergi. Dalam hal ini dibutuhkan sosok pemimpin dari kelompok itu sendiri. Dalam organisasi, kelompok, atau komunitas sosok pemimpin sangat penting untuk menimbulkan kepercayaan antar individu. Perilaku pemimpin yang jujur, adil, peduli dan melindungi anggotanya (warga), akan menumbuhkan kepercayaan dari semua unsur komunitasnya.


Setelah merumuskan tujuan, hal selanjutnya yang perlu dilakukan adalah merencanakan apa yang akan dilakukan. Karena hal ini penting untuk mengetahui apa yang dibutuhkan anggota. Untuk itulah perlunya keterlibatan warga masyarakat dalam proses memecahkan masalah mereka yang akan menjadi dasar perencanaan. Selanjutnya perlu dilakukan pengawasan dan evaluasi terbuka untuk mengontrol jalannya kegiatan apakah berlangsung secara efektif atau tidak.


Sedangkan sumber dari kepercayaan jika dilihat dari dua persepsi yang berbeda adalah keyakinan, norma, lembaga sosial, kepercayaan individu, baik niat, kompetensi, kemampuan, keterbukaan.Yang secara kolektif tertanam dengan struktur sistem sosial yang saling melaksanakan kewajiban.


Hubungan antara Kepercayaan (Trust) dan Modal Sosial

Beberapa ahli berargumen hubungan antara kepercayaan dan modal sosial berbeda-beda. Salah satu aliran berpendapat bahwa kepercayaan muncul sebagai produk dari modal sosial. Untuk banyak peneliti, modal sosial tergantung pada kepercayaan. Hubungan, masyarakat, kerjasama dan komitmen bersama yang menjadi ciri modal sosial tidak bisa ada tanpa adanya kepercayaan.


Baca Juga: “Experiential Marketing” Pengertian & ( Karakteristik – Strategi – Fungsi )


Tanpa beberapa dasar kepercayaan, modal sosial tidak dapat berkembang. Coleman (1988) dan Putnam (1993) mendefinisikan kepercayaan sebagai salah satu kunci komponen modal sosial. Kepercayaan juga memainkan peran penting dalam konsep Fukuyama modal sosial. Dia mendefinisikan kepercayaan sebagai fitur dasar modal sosial, sebagai sebuah kemampuan yang timbul dari prevalensi kepercayaan di masyarakat atau di bagian-bagian tertentu dari itu (Fukuyama 1995: 26).


Namun, ada juga para ahli yang meragukan apakah kepercayaan berada terpisahkan sebagai komponen modal sosial. Mereka berpendapat bahwa kepercayaan itu sendiri adalah kompleks dan beragam fenomena. Untuk analis, integrasi kepercayaan, jaringan, dan norma membuat konsep modal sosial salah satu yang sangat rumit.


Cohen & Fields (1999) berpendapat bahwa bentuk kepercayaan dapat membentuk dan diperpanjang untuk orang-orang dari tempat lain dan budaya lain, dan bahkan untuk orang dengan ide yang berbeda. “Konsep Putnam tentang modal sosial mengaburkan spesifik sifat dari modal sosial yang Silicon Valley dibangun dan melalui yang terus membangun dirinya sendiri (Cohen & Fields, 1999: 109).


Dalam model Putnam hubungan antara pelaku ekonomi berkembang dari budaya bersama dan menjadi tertanam dalam ekonomi lokal, yang kemudian membentuk kemungkinan dan menghasilkan fakta jaringan keterlibatan masyarakat. Sebagai contoh, dalam kasus Silicon Valley, blok bangunan dari merek tertentu mereka dari modal sosial adalah kepercayaan kinerja umum berdasarkan kontak komersial sering bukan berdasarkan keterlibatan masyarakat yang membuat untuk keberhasilan ekonomi di beberapa daerah.


Tidak seperti Coleman, Putnam dan Fukuyama, Woolcock (1998) berpendapat bahwa definisi modal sosial harus berfokus terutama pada sumber daya daripada konsekuensi. “Kepercayaan dan norma timbal balik, keadilan kerjasama, dan ‘manfaat’ yang dipelihara di dalam dan oleh kombinasi tertentu dari hubungan sosial, mereka tak dapat disangkal penting untuk memfasilitasi dan memperkuat kelembagaan yang efisien kinerja, tetapi mereka tidak ada secara independen dari hubungan sosial.


Woolcock (2001) mengusulkan kepercayaan yang lebih baik dapat dilihat sebagai “konsekuensi sosialmodal bukan sebagai komponen integral dari modal sosial. Axelrod (1984) memperkuat pandangan ini dengan mengandalkan teori permainan yang menunjukkan bahwa bahkan di mana kepercayaan sangatterbatas dan peluang kerjasama komunikasi yang sangat ramping, mungkin masihberkembang jika kondisi lain diperoleh.


Axelrod berpendapat bahwa kepercayaan harus ada dalam masyarakat dan kelompok yang sukses karena kemampuan mereka untuk bekerja sama, dan harus terdiri dalam tidak lebih dari kepercayaan dalam keberhasilan kerja sama sebelumnya (hal. 225). Demikian pula, Field (2003) berpendapat bahwa kepercayaan tidak dapat diperlakukan sebagai komponen.


Dapat disimpulkan bahwa ada dua pandangan para ahli mengenai hubungan antara modal sosial dengan kepercayaan. Pertama, adalah kepercayaan sebagai bagian dari modal sosial yang tidak dapat dipisahkan sebagai komponen penting. Kedua, kepercayaan merupakan produk dari modal sosial.


Baca Juga: “Ekuitas Merek ( Brand Equity )” Pengertian & ( Fungsi – Manfaat – Membangun )


Rahasia Membangun Tim Dalam Organisasi Yang Unggul

  • “Tumbuhkan Komitment”

Saya akan coba membahas tentang salah satu contoh kasus di perusahaan SOHO GROUP yang sukses mengembangkan bisnisnya hingga saat ini yang mana treatment SDM soho group memberikan kesempatan kepada karyawan untuk mengembangkan diri bahkan tidak menutup kemungkinan bisa mencapai level strategis jika memang qualified.


Kini jumlah karyawan soho group mencapai 2000 orang yang mana hampir 95% karyawannya berstatus karyawan tetap. Hal ini di mungkinkan karena pengembangan sumber daya manusia untuk perusahaan ini di perlakukan secara profesional khususnya di level-level managerial, yang mana tugas utama seorang manajer ataupun pemimpin dilevel manapun, yaitu membangun atau mengembangkan tim kerja unggulan. Karena begitu penting dan luasnya pembahasan akan tema ini, maka saya memfokuskan kepada hal yang bersifat membangun kinerja team yang baik dalam hal berkomunukasi maupun berinteraksi dengan sesama karyawan dalam suatu organisasi.


Saya akan membuka dengan sebuah kata sakti dalam membangun sebuah tim unggulan yakni “komitmen” . Ya, komitmen adalah bahan baku dalam membangun sebuah tim di bidang apa saja agar tetep kokoh. Tanpa-nya pekerjaan tim apa pun tidak akan menghasilkan output yang optimal. Mengapa komitment begitu penting ?.. karena setiap orang dewasa menjadi sangat sibuk, mereka telah memiliki banyak tugas dan prioritas dalam agendanya, sehingga komitmen serta komunikasi merupakan unsur utama dalam membina hubungan yang baik dengan antara sesama anggota dalam organisasi.


Ada dua bentuk komitment. Pertama seseorang harus memiliki komitment kepada tim dan tujuannya dan yang kedua mereka harus memilliki komitmen untuk individu-individu yang ada dalam tim tersebut. Mereka harus memiliki kepercayaan kepada para anggota yang ada di dalam tim tersebut terlebih dahulu, barulah kontribusinya akan muncul terhadap tim itu.


Ada perbedaaan antara menyukai invidu dan menyukai tim. Dan ada perbedaan besar antara komitment untuk orang-orang di dalam tim dan berkomitment untuk pekerjaan dan tujuannya dari tim itu sendiri. Keduanya di perlukan. Mengabaikan fakta ini, resiko yang mungkin timbul akibat kelalaiannya sangatlah besar bagi seorang pemimpin.


Tentu saja komitment dapat dibangun ketika anda menempatkan individu-indivuidu pada sebuah tim. Sejak tim di bentuk, di kembangkan dan di pertahankan adalah sebuah pekerjaan yang rumit bagi seorang pemimpin, banyak factor yang akan mempengaruhinya. Tapi, mengakui penting nya komitment dari para anggotanya adalah langkah pertama yang harus di sadari setiap manajer.


Factor-factor lain yang tiadak kalah penting nya dalam efektifitas bekerja adalah Leadership communication, passion yang tinggi atas pekerjaan, dan soft skill yang tinggi terhadap hubungan antar personal. Apa saja factor yang membangun komitment individu yang berada di dalam sebuah tim ?… coba kita amati tingkat komitment yang tinggi berkorelasi dengan beberapa factor dibawah ini antara lain :


Baca Juga: Loyalitas” Pengertian & ( Karakteristik – Pembentukan – Faktor Yang Mempengaruhi )


Kepercayaan

Kepercayaan yang harus di bangun dalam sebuah tim adalah kepercayaan yang bersumber dari beberapa arah. Pertama kepercayaan antara atasan dengan bawahannya kedua kepercayaan  antara bawahan dengan atasannya dan yang ketiga adalah kepercayaan yang bersumber dari sesama anggota tim satu sama lainnya.


Ketika kepercayaan tumbuh, hubungan antara individu akan semakin erat sehingga motivasi meningkat dan komitment mulai terbentuk. Orang yang saling percaya akan sulit digoyahkan. Sesame anggota tim merasa nyaman dan aman. Motivasi individu jelas dan umumnya saling memahami.


Untuk memulainya pemimpin berperan penting dalam membangun kepercayaan ini. Tentu akan sulit jika pertama-tama pemimpin menuntut seluruah anggota tim utuk memberikan kepercayaan kepadanya.  Yang pertama-tama harus dilakukan justru pemimpin memberikan kepercayaan kepada anggota tim. Ini adalah langkah awal untuk membangun kepercayaan tim secara keseluruhan.


Kesepakatan

Kesepakatan pada dasarnya dibuat untuk mengatur perilaku seseorang maupun sekelompok orang agar tercipta harmoni dalam rangka mencapai tujuan bersama. Kesepakatan yang baik adalah kesepakatan yang di terima oleh tim, dengan demikian satu sama lain bisa saling menjaga dan mengingatkan jika ada yang melanggar apalagi hendak keluar dari kesepakatan tersebut.


Dengan membangun seperangkat kesepakatan yang terkait dengan kinerja perilaku dan hal yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan, maka produktivitas semua anggora tim akan meningkat. Mengapa ?… karena usaha dan energy mereka tidak di habiskan untuk gangguan-gangguan kecil yang biasanya muncul dari ketidak jelasan aturan yang berlaku. Dengan begitu semua upaya yang di lakukan seluruh anggota tim dapat diarahkan untuk hal-hal yang benar-benar penting.


Guna membangun komitment yang tinggi sebagai pemimpin, kita harus melibatkan seluruh anggota tim untuk berkontribusi dalam memberikan ide maupun sumbangsih dalam memberikan ide maupun sumbangsih lainnya. Ketika kesepakatan tersebut sudah di tetapkan, tugas seorang pemimpin adalah mengatur ritme agar setiap anggota tim terus berpegang teguh pada menjalankan kesepakatan tersebut. Cara paling ampuh pada tahap ini adalah menjadikan diri kita sendiri sebagai contoh panutan dengan ikut juga menegakan aturan tersebut. Jangan sebaliknya, sebab cara tercepat untuk merusak sebuah komitment adalah dengan melanggar kesepakatan yang telah di sepakati bersama.


  • Kerja sama dan saling mendukung

Kerja sama dan dukungan juga merupakan factor kritis dalam membangun komitment di dalam sebuah tim kerja, karena kita semua percaya bahwa tidak ada satupun manusia yang sempurna. Selalu ada kelebihan di satu sisi juga ada kekurangan di sisi lainnya. Sikap saling mendukung ini akan menciptakan sinergi di dalam kelompok, yang kuat akan membantu yang lemah, yang lebih memberikan kepada yang kurang.


Sehingga sebagai anggota tim, kita memang memiliki kelebihan dalam bebeberapa hal tetapi di saat yang bersamaan kita juga memiliki kelemahan dalam hal lainnya. Dengan mau memberikan bantuan dan dukungan atas hal-hal yang menjadi kelebihan kita, di saat yang diperlukan pun kita akan memperoleh bantuan dan dukungan atas hal-hal yang menjadi kekurangan kita. Indah bukan ?…


Sikap mau bekerja sama dan saling mendukung ini juga menciptakan semangat kebersamaan di dalam tim yang begitu kental, karena tidak adanya sekat-sekat pemisah antara mereka yang superior dan mereka yang inferior. semua orang tidak terkecuali membutuhkan bantuan dari orang lain. Setiap anggota tim menjadi saling ketergantungan (inter-dependent) yang positif karena imbasnya adalah produktifitas kinerja meningkat.


Sama seperti sebuah kendaraan yang tidak ada komponen paling penting di dalamnya karena semua kompoenen memang penting. Coba saja kita cabut salah satu buah busi dari tempatnya, kendaraan yang walaupun semua komponen lainnya dalam kondisi prima menjadi tidak bisa menyala. Atau coba kita singkirkan benda sederhana seperti tali kipas yang terletak di dalam kap mesin, maka dalam waktu yang sangat singkat mesin akan segera berhenti bekerja.


Sama halnya di dalam tim kerja, setiap individu tidak akan bisa berdiri sendiri karena semuanya saling ketergantuan dengan tugas dan tanggung jawabnya masing-masing adalah peran pemimpin untuk merangkai semangat kerjasama dan saling mendukung ini. Begitu setiap individu tersadarkan bahwa mereka bukanlah apa-apa tanpa anggota tim lainnya. Komitment pun akan tumbuh terhadap tim dan juga terhadap anggota-anggota yang ada di dalamnya. Selamat mencoba karena hasil akhirnya yang berkualitas di mulai dengan implementasi yang berkulaitas pula.


Demikianlah pembahasan mengenai Kepercayaan adalah – Pengertian, Indikator, Membangun, Manfaat semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian semua,, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂

Mungkin Dibawah Ini yang Kamu Butuhkan