Konservasi Adalah

Diposting pada

Latar Belakang

Konservasi Adalah – Pengertian, Tujuan, Manfaat Dan Permasalahan – Setiap makhluk hidup di bumi ini hidup dalam ketergatungan satu sama lain. Tidak satupun makhluk hidup yang dapat hidup sendirian. Hewan menghasilkan karbondioksida yang dibutuhkan oleh tumbuhan, sedangkan tumbuhan menghasilkan oksigen yang dibutuhkan oleh hewan, dan masih banyak lagi hubungan saling ketergantungan lainnya.


Kehilangan satu komponen dalam ekosistem akan berdampak besar bagi kelangsungan hidup makhluk hidup lainnya. Hal ini yang kadang tidak disadari oleh manusia. Manusia merupakan salah satu penyebab utama dari hilangnya atau terputusnya sebuah rantai makanan dalam ekosistem alami. Tanpa disadari mereka akan merugikan diri sendiri. Oleh karena itu perlu kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian sumber daya alam hayati terutama di Indonesia. Kenapa? karena indonesia merupakan negara yang sangat kaya dengan sumber daya alam hayatinya yang sebenarnya sangat berpotensi untuk dikembangkan.


Indonesia memiliki potensi keanekaragaman spesies satwa yang sangat tinggi, keanekargaman meliputi yang ada di darat maupun di laut. Mengingat hal tersebut, sebenarnya indonesia memiliki potensi yang sangat besar yang dapat di dikembangkan untuk kesejahteraan masyarakatnya. Namun pemanfaat tersebut kurang efektif dilakukan bahkan mengesampingkan dampak negatifnya. Pemanfaatan seperti ini malah merusak ekosistem dan kelangsungan dan kelestarian  agen hayati yang dimiliki indonesia.

konservasi-adalah


Oleh karena itu, kita sebagai bangsa indonesia, kita harus berusaha untuk menjaga kelestarian keaneka ragaman hayati kita. Salah satu usaha yang dapat dilakukan untuk melestarikan keanekaragaman hayati tersebut adalah dengan konservasi. Oleh karena itu melalui makalah ini akan dibahas tentang apa yang dimaksud dengan konservasi, tujuan dari konservasi, jenis konservasi dan berikut contoh konservasi yang ada diindonesia. Hal ini dimaksudkan sebagai informasi dan pengajaran bagi pembaca agar sadar akan pentingnya kegiatan konservasi lingkungan.


Pengertian Konservasi

Konservasi adalah pelestarian atau pemberian perlindungan. Secara harfiah, konservasi bermula dari bahasa Inggris, (Inggris) Conservation yang artinya pelestarian ataupun perlindungan.

Sedangkan menurut ilmu lingkungan, Konservasi adalah :

  • Cara efisiensi dari penggunaan energi, transmisi, produksi,  atau distribusi yang berakibat pada pengurangan konsumsi energi di yang lain pihak menyediakan jasa yang sama tingkatannya.
  • Upaya perlindungan dan pengelolaan yang hati-hati terhadap lingkungan dan sumber daya alam
    (fisik) Pengelolaan terhadap kuantitas tertentu yang stabil sepanjang reaksi kiamia atau transformasi fisik.
  • Cara suaka dan perlindungan jangka panjang terhadap lingkungan
  • Salah satu keyakinan bahwa habitat alami dari suatu wilayah meraih dikelola, sementara keaneka-ragaman genetik dari spesies dapat berjalan dengan mempertahankan lingkungan alaminya.

Di Indonesia, berdasarkan gaya perundang-undangan, Konservasi adalah pengelolaan sumber daya alam hayati yang pemanfaatannya dilakukan secara bijaksana utk menjamin kesinambungan persediaannya dengan tetap memelihara dan menambahkan kualitas keanekaragaman dan nilainya. Cagar alam dan suaka margasatwa merupakan Kawasan Suaka Alam (KSA), sementara taman nasional, taman hutan hito, dan taman wisata alam merupakan Kawasan Pelestarian Alam (KPA).


Cagar alam sebab keadaan alamnya mempunyai kekhasan tunbuhan, satwa, atau ekosistem tertentu yang perlu dilindungi dan perkembangannya berlangsung selakuala, menurut, alami. Suaka margasatwa punya ciri khas berupa keanekaragaman dan atau keunikan varian satwanya.


Taman nasional punya ekosistem asli yang dipergunakan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, pariwisata, dan rekreasi. Taman hutan raya untuk manfaat koleksi tumbuhan dan satwa yang dimanfaatkan bagi kepentingan penelitian, ilmu pengetahuan, kemampuan, menunjang budidaya, budaya, pariwisata dan rekreasi. Taman wisata alam dimanfaatkan untuk pariwisata dan rekreasi alam.


Pengertian Konservasi Keaneka Ragaman Hayati

Konservasi berasal dari bahasa Inggris, Conservation yang artinya pelestarian atau perlindungan. Menurut kamus besar bahasa indonesia konservasi adalah pemeliharaan dan perlindungan sesuatu secara teratur untuk mencegah kerusakan dan kemusnahan dengan jalan mengawetkan; pengawetan; pelestarian. Konservasi adalah sebuah kegiatan yang melibatkan banyak sektor bidang,


bukan satu sektor saja (seperti pertanian, perikanan, kehutanan dan margasatwa) yang secara langsung bertanggung jawab atas pengelolaan sumber daya hayati, konservasi merupakan aspek pengelolaan yang memastikan bahwa pemanfaatan berkelanjutan serta  melindungi proses ekologi dan keragaman genetik yang penting untuk pemeliharaan sumber daya yang bersangkutan dengan sektor lain (seperti kesehatan, energi, industri). konservasi adalah aspek pengelolaan yang memastikan bahwa keuntungan berkelanjutan sepenuhnya berasal dari sumber daya hayati dan bahwa kegiatan terpusat dan dilakukan agar sumber daya tetap terjaga (Munro, 1980).


Sumber daya alam hayati adalah Unsur-unsur hayati di alam yang terdiri dari sumberdaya alam nabati (tumbuhan) dan sumberdaya alam hewani (satwa) yang bersama dengan unsur non hayati disekitarnya secara keseluruhan membentuk ekosistem. Sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya merupakan bagian terpenting dari sumberdaya alam yang terdiri dari alam hewani, alam nabati, ataupun berupa batu-batuan dan keindahan alam dan lain sebagainya, yang masing-masing mempunyai fungsi dan manfaat sebagai unsur pembentuk lingkungan hidup.


Baca Juga : Pegertian, Macam – Macam Dam Struktur Jaringan Organel Sel Pada Mahkluk Hidup


Karena sifatnya yang tidak dapat diganti-ganti dan peranannya begitu besar bagi kehidupan manusia, maka upaya konservasi sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya sudah menjadi kewajiban mutlak dari setiap generasi di manapun berada dan pada zaman kapanpun. Keaekaragaman hayati menurut World Wildlife Fund dalam Mochamad Indrawan (2007)  dapatdigolongkan menjadi tiga tingkat, yaitu :


  1. Keanekaragaman spesies. Hal ini mencakup semua spesies di bumi, termasuk bakteri danprotista serta spesies dari kingdom bersel banyak (tumbuhan, jamur, hewan, yang bersel banyak atau multiseluler)
  2. Keanekaragaman genetik. Variasi genetik dalam satu spesies baik diantara populasipopulasiyang terpisah secara geografis, maupun diantara individu-individu dalam satupopulasi.
  3. Keanekaragaman komunitas. Komunitas biologi yang berbeda serta asosiasinya dengan lingkungan fisik (ekosistem) masing-masing.

Dalam arti keseluruhan, makna dari konservasi sumber daya hayati adalah pemakaian dan perlindungan sumber daya-sumber daya alam secara berkelanjutan meliputi tanaman (hutan), binatang, deposit-deposit mineral, tanah, air bersih, dan bahan bakar fosil seperti batu bara, petroleum, dan gas-gas alam (natural gas) (Abdullah, 2010). Konservasi dari segi ekonomi dan ekologi di mana konservasi dari segi ekonomi berarti mencoba mengalokasikan sumberdaya alam untuk sekarang, sedangkan dari segi ekologi, konservasi merupakan alokasi sumberdaya alam untuk sekarang dan masa yang akan datang (Utami, 2008).


Dapat dikatakan pula konservasi Alam adalah suatu manajemen terhadap alam dan lingkungan secara bijaksana untuk melindungi tanaman dan binatang. Menurut Mudhofir Abdullah (2010), konservasi sumber daya alam merupakan langkah nyata advokasi untuk menanggulangi krisis lingkungan. Jadi konservasi adalah pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya alam secara alami secara berkelanjutan dan teratur baik sumber daya hayati dan non hayati dengan melindungi proses-proses ekologis dalam sistem penyangga kehidupan dan juga pengawetan keanekaragaman hayati.


Secara harfiah makna konservasi (conservation) yang terkait dengan sumber daya alam diartikan sebagai: “the preservation, management, ancare of natural and cultural resources” (pelestarian pengelolaan, dan perawatan sumber-sumber daya alam dan kultural). Ian Campbell (1972), disisi lainnya mendefinisikan konservasi dengan tiga makna, yakni: pertama, preservasi (preservation) atau pelestarian sumber daya alam, kedua, pemanfaatan sumber daya alam dengan penggunaan secara nalar (intellect utilization), dan ketiga, penggunaan sumberdaya alam secara bijak (wise use).


Secara singkatnya dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa Konservasi sumberdaya alam hayati adalah Pengelolaan sumberdaya alam hayati yang pemanfaatannya dilakukan secara bijaksana untuk menjamin kesinambungan persediaannya dengan tetap memelihara dan meningkatkan kualitas keanekaragaman dan nilainya (Suhartini, 2009).


Kawasan konservasi dapat memberikan banyak kontribusi bagi pengembangan wilayah, dengan menarik wisatawan ke wilayah pedesaan. Pengembangan pariwisata di dalam dan di sekitar kawasan konservasi juga merupakan salah satu cara terbaik untuk mendatangkan keuntungan ekonomi bagi kawasan terpencil, dengan cara menyediakan kesempatan kerja setempat, merangsang pasar setempat, memperbaiki prasarana angkutan dan komunikasi.


Baca Juga : Penjelasan Klasifikasi Makhluk Hidup Beserta Tujuan Dan Manfaatnya


Macam-Macam Konservasi

Secara umum bentuk konservasi dapat dibedakan atas 2 (dua) golongan, yaitu:

  1. Konservasi in situ adalah kegiatan konservasi flora/fauna yang dilakukan di dalam habitat aslinya. Konservasi in situ mencakup kawasan suaka alam (Cagar alam dan Suaka Margasatwa) dan kawasan pelestarian alam (Taman Nasional, Taman Hutan Raya, dan Taman Wisata Alam).

Gambar 1. Bekantan yang sedang duduk di atas pohon di dalam hutan

  1. Konservasi ek situ yaitu kegiatan konservasi flora/fauna yang dilakukan di luar habitat aslinya. Konservasi ek situ dilakukan oleh lembaga konservasi, seperti kebun raya, arbetrum, kebun binatang, taman safari, dan tempat penyimpanan benih dan sperma satwa

Selain itu ada beberapa jenis konservasi sumberdaya alam hayati, khususnya yang ada di Indonesia yang termasuk dalam pembagian konservasi di atas. Macam Macam Bentuk Konservasi Alam tersebut antara lain:


  • Taman Nasional

Taman nasional berfungsi sebagai perlindungan terhadap sistem penyangga kehidupan dan perlindungan terhadap hewan dan tumbuhan serta dalam pelestarian sumber daya alam. Selain itu, taman nasional juga penting untuk ilmu pengetahuan, pendidikan, budaya, dan rekreasi. Kriteria suatu wilayah dapat ditunjuk dan ditetapkan sebagai kawasan taman nasional meliputi:


  1. memiliki sumber daya alam hayati dan ekosistem yang khas dan unik yang masih utuh dan alami serta gejala alam yang unik;
  2. memiliki satu atau beberapa ekosistem yang masih utuh;
  3. mempunyai luas yang cukup untuk menjamin kelangsungan proses ekologis secara alami; dan
  4. merupakan wilayah yang dapat dibagi kedalam zona inti, zona pemanfaatan, zona rimba, dan/atau zona lainnya sesuai dengan keperluan.

Contoh Taman Nasional di Indonesia diantaranya: Taman Nasional Gunung Leuser di Aceh, Taman Nasional Batang Gadis di Wilayah Kabupaten Madina, Taman Nasional Komodo di pulau Komodo, dan Taman Nasional Kepulauan Seribu.

Taman-nasional-gunung-leuser

Taman nasional gunung leuser


  • Cagar Alam

Cagar alam adalah suatu kawasan perlindungan alam yang memiliki ciri khas yaitu tumbuhan dan hewan yang perkembangannya diserahkan pada alam.Di Indonesia, cagar alam adalah bagian dari dari kawasan konservasi (Kawasan Suaka Alam), maka kegiatan wisata atau kegiatan lain yang bersifat komersial, tidak boleh dilakukan di dalam area cagar alam.


Baca Juga : Sejarah Penemuan, Struktur Dan Bentuk Badan Golgi Beserta Fungsinya Lengkap


Sebagaimana kawasan konservasi lainnya, untuk memasuki cagar alam diperlukan SIMAKSI (Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi). SIMAKSI bisa diperoleh di kantor Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) setempat.Contoh cagar alam di Indonesia  diantaranya: Cagar Alam Batu Gajah di Kabupaten Simalungun, Cagar Alam Martelu Purba di Kabupaten Langkat.

  • Taman Laut

Taman laut adalah suatu wilayah lautan yang memiliki ciri khas yang berupa keindahan alam yang diperuntukkan guna untuk melindungi keanekaragaman hayati di lautan. Contoh taman laut di Indonesia diantaranya: Taman Laut Bunaken di perairan sulawesi tepatnya di Manado, Sulawesi Utara.


  • Suaka margasatwa 

Suaka margasatwa adalah kawasan hutan suaka alam yang mempunyai ciri khas berupa keanekaragaman dan/ atau memiliki keunikan jenis satwa yang membutuhkan perlindungan/ pembinaan bagi kelangsungan hidupnya terhadap habitatnya.


Daerah suaka margasatwa biasanya ditetapkan sebagai suatu tempat hidup margasatwa yang mempunyai nilai khas bagi ilmu pengetahuan dan kebudayaan serta merupakan kekayaan dan kebanggaan nasional.Pelestarian dapat dilakukan secara sengaja atau alami untuk menjaga kelangsungan hidup tumbuhan tersebut.

Gambar 6. Suaka margasatwa lamandau


  • Kebun Raya

Kebun Raya adalah kumpulan tumbuhan pada suatu tempat yang berasal dari berbagai daerah untuk tujuan konservasi, ilmu pengetahuan, dan rekreasi.Contoh kebun raya diantaranya : Kebun Raya Bogor, kebun raya kuningan, kebun raya cibodas, dan kebun raya baturaden

Kebun-raya

Kebun raya


  • Hutan Bakau

Hutan mangrove atau hutan bakau yaitu suatu hutan yang tumbuh diatas rawa-rawa perairan payau, hutan ini letaknya pada garis pantai dan dipengaruhi oleh keadaan pasang surut air laut, salah satu peran dan manfaat dari hutan mangrove yaitu terdapatnya sistem pada perakaran tanaman mangrove yang kompleks, rapat dan lebat yang dapat memerangkap sisa-sisa dari bahan-bahan organik serta endapan yang terbawa oleh air laut dari daratan. Proses ini dapat menyebabkan air laut terjaga akan kejernihan dan kebersihannya, dengan demikian dapat memelihara terumbu karang karena proses ini mangrove sering sekali disebut dengan pembentuk daratan sebab endapan dan tanah yang ditahannya akan menumbuhkan kembali garis pantai.


Baca Juga : Hutan Lumut adalah


Contoh : Di Indonesia, hutan-hutan mangrove yang luas terdapat di seputar Dangkalan Sunda yang relatif tenang dan merupakan tempat bermuara sungai-sungai besar. Yakni di pantai timur Sumatra, dan pantai barat serta selatan Kalimantan. Di pantai utara Jawa, hutan-hutan ini telah lama terkikis oleh kebutuhan penduduknya terhadap lahan.
Di bagian timur Indonesia, di tepi Dangkalan Sahul, hutan-hutan mangrove yang masih baik terdapat di pantai barat daya Papua, terutama di sekitar Teluk Bintuni. Mangrove di Papua mencapai luas 1,3 juta ha, sekitar sepertiga dari luas hutan bakau Indonesia.

Conservasi-Hutan-bakau Hutan bakau


Persoalan Konservasi

Di ekosistem hutan, biasanya konflik konservasi nampak antara satwa endemik lalu pengusaha HPH (Hak Pengusahaan Hutan). Karena habitatnya menciut dan kesulitan mencari sumber makanan, akhirnya satwa ini keluar dari habitatnya kemudian menyerang manusia.


Konflik konservasi muncul karena :

  • Penciutan lahan dan kekurangan SDA (Sumber Daya Alam)
  • Pertumbuhan kuantitas penduduk meningkat dan permintaan pada SDA meningkat (sebagai contoh, penduduk Amerika wajib 11 Ha lahan every orang, jika secara alami)
  • SDA diekstrak berlebihan (faster than exploitation) menggeser keseimbangan alami.
  • Masuknya/introduksi jenis luar yang invasif, baik flora juga fauna, sehingga mengganggu ataupun merusak keseimbangan alami yang ada.

Baca Juga : Penjelasan Penyebab Leukosit Tinggi Beserta Contohnya


Kemudian, konflik makin parah jika :

  • SDA berhadapan dengan batas politik (mis: daerah resapan dikonversi utk HTI, HPH (kepentingan politik ekonomi)
  • Pemerintah dengan kebijakan tata ruang (program jangka panjang) yang tidak berpihak pada prinsip pelestarian SDA dan lingkungan.
  • Perambahan dengan latar kepentingan politik bagi mendapatkan dukungan suara untuk kelompok tertentu dan pun sebagai sumber keuangan ilegal.

Kawasan konservasi mempunyai karakteristik selayak berikut :

  • Karakteristik, keaslian ataupun keunikan ekosistem (hutan hujan tropis/’tropical rain forest’ yang meliputi pegunungan, dataran rendah, rawa gambut, pantai)
  • Habitat penting/ruang hidup bagi 1 atau beberapa spesies (flora dan fauna) khusus: endemik (hanya terdapat di salahsatu tempat di seluruh muka bumi), langka, atau terancam punah (seperti harimau, orangutan, badak, gajah, beberapa varian burung seperti elang garuda/elang jawa, serta beberapa varian tumbuhan seperti ramin). Jenis-jenis ini biasanya dilindungi dengan peraturan perundang-undangan.
  • Tempat yang keanekaragaman plasma nutfah alami.
  • Lansekap (bentang alam) / ciri geofisik yang bernilai estetik/scientik.
  • Fungsi perlindungan hidro-orologi: tanah, air, dan iklim global.
  • Pengusahaan wisata alam yang alami (danau, pantai, keberadaan satwa liar yang menarik).

Baca Juga : Ciliata adalah


Beberapa Tujuan Konservasi

  • Untuk memelihara maupun melindungi tempat-tempat yang dianggap bernilai supaya tidak hancur, beralih, berganti, bersalinbertukar atau punah.
  • Untuk menekankan kembali pada pemakaian bangunan lama supaya tidak terlantar, disini maksudnya apakah dengan cara menghidupkan kembali guna yang sebelumnya dari bangunan tersebut atau mengganti guna lama dengan fungsi anyar yang memang diperlukan.
  • Untuk melindungi benda-benda sejarah ataupun benda jaman purbakala dri kehancuran atau kerusakan yang diakibatkan oleh faktor alam, mikro organisme dan kimiawi.
  • Untuk melindungi benda-benda remover alam yang dilakukan sebagaiselaku, ala, menurut, langsung yaitu dengan teknik membersihkan, memelihara dan membaguskan baik itu secara fisik maupun secara langsung dri pengarauh berbagai macam aspek, misalnya seperti faktor kawasan yang bisa merusak benda-benda tersebut.

Beberapa Manfaat Konservasi

  • Untuk melindungi kekayaan ekosistem alam dan memelihara rédigée – proses ekologi juga keseimbangan ekosistem secara berkelanjutan.
  • Untuk melindungi spesies botánica dan fauna yang langka atau hampir punah.
  • Untuk melindungi ekosistem yang indah, menarik dan juga speciell.
  • Untuk melindungi ekosistem dri kerusakan yang disebabkan akibat faktor alam, mikro organisme dan lain-lain.
  • Untuk mengurus kualitas lingkungan supaya tentu terjaga, dan lain lainnya.
  • Unutk mencegah kerugian yang diakibatkan oleh sistem penyangga kehidupan misalnya kerusakan di dalam hutan lindung, daerah haluan sungai dan lain-lain. Kerusakan pada lingkungan akan mendatangkan bencana dan otomatis mengenai mengakibatkan kerugian.
  • Untuk mencegah kerugian yang diakibatkan hilangnya sumber genetika yang terkandung pada flora yang menciptakan bahan pangan dan petunjuk untuk obat-obatan.

Baca Juga : Penjelasan Macam-Macam Alat Pernapasan Pada Hewan Serta Mekanismenya


Demikian penjelasan artikel diatas tentang Konservasi Adalah – Pengertian, Tujuan, Manfaat Dan Permasalahan semoga dapat bermanfaat bagi semua pembaca setia DosenPendidikan.Co.Id