Lembaga Sosial

Lembaga Sosial

Lembaga Sosial – Pengertian, Ciri, Fungsi, Tipe dan JenisUntuk pembahasan kali ini kami akan mengulas mengenai Lembaga Sosial yang dimana dalam hal ini meliputi pengertian, ciri, fungsi, tipe dan jenis, untuk lebih memahami dan mengerti simak ulasan dibawah ini.

Lembaga Sosial

Pengertian Lembaga Sosial

Lembaga sosial adalah satu jenis lembaga yang mengatur proses dan prosedur dalam hubungan antar sesama manusia, ketika semua sedang menjalani kehidupan sosial dengan tujuan mendapatkan keteraturan hidup antar sesama.


Istilah lembaga sosial dalam bahasa Inggris adalah social institution, lembaga sosial juga di definisikan sebagai lembaga masyarakat.


Hal ini karena lembaga sosial mengacu pada tatacara mengatur perilaku anggota masyarakatnya. Sebuah pendapat lain bahwa tatanan sosial adalah sistem perilaku dan hubungan yang berpusat pada aktivitas untuk memenuhi berbagai kebutuhan khusus dalam masyarakat.

Baca Juga Artikel yang Berkaitan : Pengertian Lembaga Ketahanan Nasional Indonesia


Sementara itu, menurut lembaga sosial Koentjaraningrat adalah unit norma khusus yang mengatur serangkaian tindakan khusus bermotif untuk keperluan manusia dalam kehidupan sosial.


Pengertian Lembaga Sosial Menurut Para Ahli

Berikut ini terdapat beberapa pengertian lembaga sosial menurut para ahli, diantaranya adalah:


1. Menurut Paul Horton dan Chester L.Hunt

Lembaga sosial adalah sistem norma-norma sosial dan hubungan hubungan yang menyatukan nilai-nilai dan prosedur-prosedur tertentu dalam rangka memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.


2. Menurut Peter L. Berger

Lembaga sosial adalah suatu prosedur yang menyebabkan perbuatan manusia ditekan oleh pola tertentu dan dipaksa bergerak melalui jalan yang dianggap sesuai dengan keinginan masyarakat.


3. Menurut Mayor Polak

Lembaga sosial adalah suatu kompleks atau sistem peraturan dan adat istiadat yang mempertahankan nilai-nilai penting.


4. Menurut Hamilton

Lembaga sosial adalah tata cara kehidupan kelompok, yang apabila dilanggar akan dijatuhi berbagai derajat sanksi.


5. Menurut Robert Maclver dan C.H. Page

Lembaga sosial adalah prosedur atau tata cara yang telah diciptakan untuk mengatur hubungan antarmanusia yang tergabung dalam suatu kelompok masyarakat.


6. Menurut Leopold Von Wiese dan Becker

Lembaga sosial adalah jaringan proses hubungan antar manusia dan antar kelompok yang berfungsi memelihara hubungan itu serta pola-polanya sesuai dengan minat dan kepentingan individu dan kelompoknya.


7. Menurut Koenjaraningrat

Lembaga sosial atau suatu sistem tata kelakuan dan hubungan yang berpusat kepada aktivitas untuk memenuhi kompleksitas khusus dalam kehidupan manusia.


8. Menurut Soerjono Soekanto

Lembaga sosial atau himpunan norma dari segala tingkatan yang berkisar pada suatu kebutuhan pokok dalam kehidupan masyarakat.

Baca Juga Artikel yang Berkaitan : Perubahan Sosial – Pengertian, Faktor, Teori, Bentuk, Ciri Dan Contohnya


Setelah memahami beberapa pengertian lembaga sosial yang dikemukakan oleh para ahli di atas, dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa lembaga sosial berkaitan dengan hal-hal berikut ini:

  • Seperangkat norma yang saling berkaitan, bergantung, dan memengaruhi. Maksudnya sistem norma tersebut saling berhubungan satu dengan yang lain dan membentuk sebuah institusi dalam sebuah proses yang cukup panjang.

  • Seperangkat norma yang dapat dibentuk, diubah, dan dipertahankan sesuai dengan kebutuhan hidup. Seperangkat norma bersifat fleksibel, seperti telah dibahas pada saat kamu duduk di kelas X dulu, bahwa norma sosial adalah sesuatu yang dapat menyesuaikan dengan kebutuhan hidup dan juga pola pemikiran seseorang atau sekelompok masyarakat. Dengan adanya suatu perubahan sosial yang sifatnya menyeluruh, maka kemungkinan besar norma sosial juga akan ikut berubah.

  • Seperangkat norma yang mengatur hubungan antarwarga masyarakat agar dapat berjalan dengan tertib dan teratur. Sebagaimana fungsi dari norma itu sendiri, yaitu sebagai pengatur pola perilaku manusia sebagai anggota masyarakat, yang keberadaannya sangat dibutuhkan untuk mencapai keteraturan sosial.

Ciri-Ciri Lembaga Sosial

Meskipun lembaga sosial adalah suatu konsep yang abstrak, ia memiliki sejumlah ciri dan karakter yang dapat dikenali.


Menurut J.P Gillin di dalam karyanya yang berjudul “Ciri-ciri Umum Lembaga Sosial” (General Features of Social Institution) menguraikan sebagai berikut :

  1. Lembaga-lembaga sosial yang pola organisasi pemikiran dan perilaku yang terwujud melalui aktivitas masyarakat dan hasil. Ini terdiri dari kebiasaan, perilaku sistem, dan unsur-unsur budaya lainnya yang tergabung dalam unit fungsional.

  2. Lembaga sosial juga dicirikan oleh tingkat tertentu permanen. Oleh karena amal adalah seperangkat norma yang berkisar pada kebutuhan dasar, maka sudah sewajarnya bila dipertahankan dan standar.

  3. Lembaga sosial memiliki satu atau beberapa tujuan tertentu. Lembaga pendidikan sudah pasti memiliki beberapa tujuan, serta lembaga perkawinan, perbankan, agama, dan lain-lain.

  4. Ada peralatan ilmiah yang digunakan untuk mencapai tujuan lembaga-lembaga sosial. Misalnya, rumah untuk lembaga keluarga serta masjid, gereja, kuil dan biara untuk lembaga-lembaga keagamaan.

  5. Lembaga sosial biasanya juga ditandai dengan simbol atau simbol tertentu. Simbol seperti simbolis menarik tujuan dan fungsi lembaga yang bersangkutan. Misalnya, cincin kawin untuk lembaga perkawinan, bendera dan lagu untuk negara, serta seragam sekolah dan badge (lencana) untuk sekolah.

  6. Lembaga sosial telah menulis dan tradisi tidak tertulis yang menetapkan tujuan, aturan, dan lain-lain. Misalnya, izin untuk menikah dan hukum perkawinan bagi institusi perkawinan.

Sementara ahli sosial yang bernama John Conen juga mengedepankan karakteristik lembaga sosial. Menurutnya ada sembilan karakteristik (ciri khas) dari lembaga-lembaga sosial sebagai berikut.

  1. Setiap lembaga sosial bertujuan untuk memenuhi kebutuhan spesifik dari masyarakat.
  2. Setiap lembaga sosial memiliki nilai mendasar yang berasal dari anggota.
  3. Dalam lembaga sosial ada pola perilaku permanen menjadi bagian dari tradisi budaya yang ada dan diakui anggota.
  4. Ada lembaga-lembaga sosial saling ketergantungan dalam masyarakat, lembaga-lembaga sosial mengubah hasilnya perubahan lain dalam lembaga-lembaga sosial.
  5. Meskipun lembaga-lembaga sosial yang saling bergantung, masing-masing terdiri dari lembaga-lembaga sosial dan organisasi menjadi sempurna sekitar pola sirkuit, norma, nilai-nilai, dan perilaku yang diharapkan.
  6. Ide-ide lembaga sosial yang berlaku umum oleh mayoritas anggota masyarakat, terlepas dari apakah atau tidak mereka juga berpartisipasi.
  7. Sebuah lembaga sosial memiliki bentuk sopan santun perilaku.
  8. Setiap lembaga sosial memiliki simbol budaya tertentu.
  9. Sebuah lembaga sosial memiliki sebagai ideologi atau orientasi kelompok dasar.

Baca Juga Artikel yang Berkaitan : Cara Proses Pengendalian Sosial Beserta Contohnya Lengkap


Dapat diambil kesimpulan bahwa ciri-ciri lembaga sosial adalah:

  • Mempunyai suatu tingkat kekekalan tertentu
  • Mempunyai tujuan tertentu
  • Mempunyai perlengkapan untuk mencapai tujuan itu
  • Memiliki lambang-lambang
  • Memiliki tradisi tertulis & tidak tertulis
  • Memenuhi kebutuhan pokok
  • Merupakan usaha penghormatan dan penghargaan nilai
  • Pola tingkah laku tetap
  • Saling mempengaruhi
  • Berisi norma, nilai, dan tingkah laku ideal
  • Memenuhi cita-cita/tujuan bersama

Fungsi Lembaga Sosial

Berikut ini terdapat beberapa fungsi lembaga sosial, menurut para ahli, diantaranya adalah:


1. Menurut Soerjono Soekanto, lembaga sosial memiliki fungsi sebagai berikut:

  • Memberikan pedoman pada anggota-anggota masyarakat, bagaimana mereka harus bersikap atau bertingkah laku dalam menghadapi masalah-masalah yang muncul atau berkembang di lingkungan masyarakat, termasuk yang menyangkut hubungan pemenuhan kebutuhan.
  • Menjaga keutuhan masyarakat yang bersangkutan
  • Memberikan pengarahan kepada masyarakat untuk mengadakan sistem pengendalian sosial, yaitu sistem pengawasan masyarakat terhadap anggota-anggotanya

2. Menurut Horton dan Hunt, fungsi lembaga sosial adalah:

  1. Fungsi Manifes atau fungsi nyata yaitu fungsi lembaga yang disadari dan diakui oleh seluruh masyarakat
  2. Fungsi Laten atau fungsi terselubung yaitu fungsi lembaga sosial yang tidak disadari atau bahkan tidak dikehendaki atau jika di ikuti dianggap sebagai hasil sampingan dan biasanya tidak dapat diramalkan.

Proses Pertumbuhan Lembaga Social

Proses terjadinya lembaga sosial dapat melalui dua cara,yaitu sebgai berikut:


  1. Secara Tidak Terencana

Maksudnya adalah institusi itu lahir secara bertahap dalam kehidupan masyarakat, biasanya hal ini terjadi ketika masyarakat dihadapkan pada masalah atau hal-hal yang berhubungan dengan pemenuhan kebutuhan hidup yang sangat penting.


Contohnya adalah dalam kehidupan ekonomi, dimasa lalu , untuk memperoleh suatu barang orang menggunakan system barter, namun karena dianggap sudah tidak efisien dan menyulitkan, maka dibuatlah uang sebagai alat pembayaran yang diakui masyarakat, hingga muncul lembaga ekonomi seperti bank dan sebagainya


  1. Secara Terencana

Maksudnya adalah institusi muncul melalui suatu proses perncanaan yang matang yang diatur oleh seseorang atau kelompok orang yang memiliki kekuasaan dan wewenang.


Contohnya lembaga transmigrasi yang dibuat oleh pemerintah sebagai cara untuk mengatasi permasalahan kepadatan penduduk. Singkat kata bahwa proses terbentuknya lembaga social berawal dari individu yang saling membutuhkan.


Saling membutuhkan ini berjalan dengan baik kemudian timbul aturan yang disebut norma kemasyarakatan. Norma kemasyarakatan dapat berjalan baik apabila terbentuk lembaga social.


Tipe-Tipe Lembaga Sosial

Menurut John Lewis Gillin dan John Philip Gillin, tipe-tipe lembaga sosial dapat diklasifikasikan sebagai berikut:


1. Berdasarkan Sudut Perkembangan

  • Cresive institution yaitu institusi yang tidak sengaja tumbuh dari adat istiadat masyarakat. Contoh: lembaga perkawinan, hak milik dan agama
  • Enacted institution yaitu institusi yang sengaja dibentuk untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Contoh: lembaga utang piutang dan lembaga pendidikan

2. Berdasarkan Sudut Nilai yang Diterima Oleh Masyarakat

  • Basic institution yaitu institusi sosial yang dianggap penting untuk memelihara dan mempertahankan tata tertib dalam masyarakat. Contoh: keluarga, sekolah, dan negara.
  • Subsidiary institution yaitu institusi sosial yang berkaitan dengan hal-hal yang dianggap oleh masyarakat kurang penting dan berbeda di masing-masing masyarakat seperti rekreasi.

3. Berdasarkan Sudut Penerimaan Masyarakat

  • Approved dan sanctioned institution yaitu institusi sosial yang diterima oleh masyarakat, misalnya sekolah atau perusahaan dagang.
  • Unsanctioned institution yaitu institusi yang ditolak masyarakat meskipun masyarakat tidak mampu memberantasnya. Contoh: sindikat kejahatan, pelacuran, dan perjudian.

4. Berdasarkan Sudut Penyebarannya

  • General institution yaitu institusi yang dikenal oleh sebagian besar masyarakat dunia. Contoh: institusi agama
  • Restricted institution yaitu institusi sosial yang hanya dikenal dan dianut oleh sebagian kecil masyarakat tertentu. Contoh: lembaga agama Islam, Kristen Protestan, Hindu, dan Budha.

5. Berdasarkan Sudut Fungsinya

  • Operative institution yaitu institusi yang berfungsi menghimpun pola-pola atau cara-cara yang diperlukan dari masyarakat yang bersangkutan. Contoh: institusi ekonomi.
  • Regulative institution yaitu institusi yang bertujuan mengawasi adat istiadat atau tata kelakuan dalam masyarakat. Contoh: institusi hukum dan politik seperti pengadilan dan kejaksaan.

Syarat Lembaga Sosial

Menurut Koentjaraningrat aktivitas manusia atau aktivitas kemasyarakatan untuk menjadi lembaga sosial harus memenuhi syarat-syarat tertentu. Persyaratan tersebut antara lain :

  1. Kode standar etik, yang bisa menjadi norma dan adat istiadat yang hidup dalam memori atau tertulis.
  2. Kelompok manusia yang menjalankan kegiatan bersama-sama dan saling berhubungan sesuai dengan norma-norma sistem.
  3. Pusat kegiatan yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan spesifik kompleks, yang diakui dan dipahami oleh kelompok-kelompok yang bersangkutan.
  4. Memiliki peralatan dan perlengkapan.
  5. Sistem ini dibiasakan kegiatan atau terbangun dengan kelompok yang bersangkutan dalam suatu masyarakat untuk jangka waktu yang panjang.

Jenis-Jenis Lembaga Sosial

Berikut ini terdapat beberapa jenis-jenis lembaga sosial, diantaranya adalah:


1. Lembaga Keluarga

Keluarga adalah unit sosial terkecil di masyarakat dan juga lembaga pertama yang memasukkan manusia ketika mereka lahir.


a) Proses Terbentuknya Keluarga

Pada umumnya keluarga terbentuk melalui perkawinan yang sah menurut agama, adat atau pemerintah dengan proses seperti dibawah ini :

  • Tahap formatif atau pre neptual, masa persiapan sebelum perkewinan. Meliputi peminangan atau pertunangan,
  • Tahap perkawinan atau nuptual stage, yaitu ketika dilangsungkannya perkawinan dan sesudahnya tetapi sebelum melahirkan anak- anak,
  • Tahap pemeliharaan anak-anak atau child rearing stage yaitu keluarga dengan anak-anak hasil perkawinan,
  • Tahap keluarga dewasa atau maturity stage yaitu suatu kelaurga dengan anak-anak yang telah mampu berdiri sendiri dan membentuk keluarga baru.

b) Karakteristik Keluarga

Menurut Mac Iver dan Charlen Horton, diantaranya:

  • Merupakan hubungan perkawinan
  • Bentuk suatu kelembagaan yang berkaitan dengan hubungan perkawinan yang dibentuk atau dipelihara
  • Mempunyai suatu sistem tata nama (nomeclatur) termasuk perhitungan garis keturunan
  • Mempunyai fungsi ekonomi yang dibentuk oleh anggotanya
  • Merupakan tempat tinggal bersama, rumah atau rumah tangga

c) Fungsi Lembaga Keluarga

Adapun fungsi keluarga adalah:


  1. Fungsi Reproduksi

Artinya dalam keluarga anak-anak merupakan wujud dari cinta kasih dan tanggung jawab suami istri meneruskan keturunannya.


  1. Fungsi Sosialisasi

Artinya bahwa keluarga berperan dalam membentuk kepribadian anak agar sesuai dengan harapan orang tua dan masyarakatnya. Keluarga sebagai wahana sosialisasi primer harus mampu menerapakan nilai dan norma masyarakat melalui keteladanan orang tua.


  1. Fungsi Afeksi

Artinya didalam keluarga diperlukan kehangatan rasa kasih saying dan perhatian antar anggota keluarga yang merupakan salah satu kebutuhan manusia sebagai makluk berpikir dan bermoral (kebutuhan integratif) apabila anak kurang atau tidak mendapatkannya , kemungkinan ia sulit untuk dikendalikan nakal, bahkan dapat terjerumus dalam kejahatan.


  1. Fungsi Ekonomi

Artinya bahwa keluarga terutama orang tua mempunyai kewajiban ekonomi seluaruh keluarganya . Ibu sebagai sekretaris suami didalam keluarga harus mampu mengolah keuangan sehingga kebutuahan dalam rumah tangganya dapat dicukupi.


  1. Fungsi Pengawasan Sosial

Artinya bahwa setiap anggota keluarga pada dasarnya saling melakukan control atau pengawasan karena mereka memiliki rasa tanggung jawab dalam menjaga nama baik keluarga.


  1. Fungsi Proteksi (Perlindungan)

artinya fungsi perlindungan sangat diperlukan keluarga terutma anak , sehigngga anak akan merasa aman hidup ditengah-tengah keluarganya. Ia akan merasa terlindungi dari berbagai ancaman fisik mapun mental yang dating dari dalam keluarga maupun dari luar keluarganya.


  1. Fungsi Pemberian Status

Artinya bahwa melalui perkawinan seseorang akan mendapatkan status atau kedudukan yang baru di masyarakat yaitu suami atau istri. Secara otomatis mereka akan diperlakukan sebagai orang yang telah dewasa dan mampu bertanggung jawab kepada diri, keluarga, anak-anak dan masyarakatnya.


d) Peran Lembaga Keluarga

Adapun peran keluarga adalah dasar pembantu utama struktur sosial yang lebih luas. Jadi keluarga sebagai wadah pembentukan tingkah laku masyarakat termasuk dalam saluran penerus tradisi/budaya dalam masyarakat.


Berkembangnya gaya hidup baru yang merusak fungsi keluarga menurut Giddens yaitu: hidup bersama diluar nikah (cohabitation), keluarga orang tua homoseksual (gay parent families) dan hidup membujang.


2. Lembaga Pendidikan

Terdapat beberapa pendapat tentang pengertian lembaga pendidikan, antara lain:

Baca Juga Artikel yang Berkaitan : Lembaga Pendidikan – Pengertian, Tujuan, Contoh, Ciri, Konsep Dan Gambarnya


  • Menurut Drs. H. Abu Ahmadi dan Dra. Nur Uhbiyati

Lembaga Pendidikan adalah badan usaha yang bergerak dan bertanggung jawab atas terselenggaranya pendidikan terhadap anak didik.


  1. Menurut Enung K. Rukiyati, Fenti Himawati

Lembaga Pendidikan adalah wadah atau tempat berlangsungnyaproses pendidikan yang bersama an dengan proses pembudayaan.


  1. Menurut Hasbullah

Lembaga Pendidikan adalah tempat berlangsungnya prosespendidikan yang meliputi pendidikan keluarga, sekolah dan masyarakat. Didalam lembaga pendidikan terdapat dua fungsi yaitu:


Fungsi Manifest Lembaga Pendidikan

  1. Membantu orang untuk mencari nafkah
  2. Menolong mengembangkan potensinya demi pemenuhan kebutuhan hidupnya.
  3. Melestarikan kebudayaan dengan caramengajarkannya dari generasi kegenerasi berikutnya.
  4. Merangsang partisipasi demokrasi melalui pengajaran ketrampilan berbicara dan mengembangkan cara berpikir rasional
  5. Memperkaya kehidupan dengan cara menciptakan kemungkainan untuk berkembangnya cakrawala intelektual dan cinta rasa keindahan.
  6. Meningkatkan kemampuan menyesuaikan diri melalui bimbingan pribadi dan berbagai kursus
  7. Meningkatkan taraf kesehatan para pemuda bangsa melalui latihan dan olahraga.
  8. Menciptakan warga Negara yang patreotik melalui pelajaran yang menggambarkan kejayaan bangsa.
  9. Membentuk kepribadian yaitu susunan unsur dan jiwa yang menentukan perbedaan tingkah laku atau tindakan dari tiap-tiap individu.

Fungsi Laten Lembaga Pendidikan

  1. Mengurangi pengendalian orang tua melalui pendidikan sekolah orang tua melimoahkan tugas dan wewenangnya dalam mendidik anak kepada sekolah
  2. Menyediakan saranan untuk pembangkangan , Sekolah mempunyai potensi untuk menanamkan nilai pembangkangan di masyarakat. Hal ini tercermin dengan adanya perbedaan pandangan antara sekolah dan masyarakat tentang sesuatu hal, misalnya pendidikan seks dan sikap terbuka.
  3. Mempertahankan system kelas social , Pendidikan sekolah diharapkan dapat mensosialisasikan kepada para anak didiknya untuk menerima perbedaan prestise , privilese, dan status yang ada dalam masyarakat.
  4. Memperpanjang masa remaja . Pendidikan sekolah dapat pula memperlambat masa dewasa seseorang karena siswa masih tergantung secara ekonomi pada orang tuanya.

3. Lembaga Ekonomi

Lembaga ekonomi merupakan lembaga yang menangani masalah kesejahteraan masyarakat melalui kegiatan produksi, distribusi dan konsumsi barang dan jasa yang diperlukan bagi kelangsungan hidup bermasyarakat.


Ada beberapa tipe sistem ekonomi di dunia yaitu:

  1. Tipe ekonomi campuran yaitu gabungan antara sistem kapitalis dan sosialis
  2. Tipe ekonomi Komunis yaitu dipimpin oleh partai tunggal
  3. Sistem ekonomi masyarakat fasis yaitu masyarakat yang dipimpin oleh suatu partai
  4. diktaktor yang diorganisir oleh seorang pimpinan yang kharismatik
  5. Sistem ekonomi Indonesia bertumpu pada pasal 33 UUD 1945

a) Tujuan Lembaga Ekonomi

Pada hakekatnya tujuan yang hendak dicapai oleh lembaga ekonomi adalah terpenuhinya kebutuhan pokok untuk kelangsungan hidup masyarakat.


b) Fungsinya dari lembaga ekonomi

  • Memberi pedoman untuk mendapatkan bahan pangan
  • Memberikan pedoman untuk melakukan pertukaran barang/barter
  • Memberi pedomantentang harga jual beli barang
  • Memberi pedoman untuk menggunakan tenaga kerja
  • Memberikan pedoman tentang cara pengupahan
  • Memberikan pedomantentang cara pemutusan hubungan kerja
  • Memberi identitas bagi masyarakat
  • Mengatur kehidupan sosial dan ekonomi
  • Tempat pertukaran bebas

c) Struktur Lembaga Ekonomi

Secara sederhana, lembaga ekonomi dapat diklasifikasikan sebagai berikut :

  1. sektor agraris yang meliputi sector pertanian, seperti sawah, perladangan, perikanan, dan pertenakan.(Gathering/pengumpulan) yaitu proses pengumpulan barang atau sumberdaya alam dari lingkungannya.
  2. sector industri ditandai dengan kegiatan produksi barang.(production)
  3. sector perdagangan merupakan aktifitas penyaluran barang dari produsen ke konsumen (Distributing) yaitu proses pembagian barang dan komonditas pada subsistem-subsistem lainnya.

d) Macam-Macam Kegiatan Ekonomi

  1. Kegiatan Produksi
  2. Kegiatan Distribusi
  3. Pertukaran pasar

4. Lembaga Politik

Lembaga politik adalah lembaga sosial yang mnegatur hubungan kekuasaan warga masyarakat sehingga keteraturan sosial dapat terpelihara.


Lembaga politik mempunyai kekuasaan dan kewenangan untuk mengatur sekaligus memberi sangsi kepada anggotanya yang menyimpang.

Baca Juga Artikel yang Berkaitan : Lembaga Politik – Pengertian, Fungsi, Ciri, Konsep Dan Contohnya


Peran lembaga politik

  1. Lembaga eksekutif
  2. Lembaga yudikatif
  3. Lembaga legislatif

Terbentukanya suatu lembaga politik dalam arti terbentuknya suatu nation (bangsa) dalam suatu negara adalah sebagai berikut:

  • mengadakan kegiatan dan proyek yang dapat menjawab keinginan warga masyarakat
  • menekan adanya persamaan nilai, norma atau sejarah melalui pengajaran di sekolah , media massa
  • pembentukan tentara nasional dari suatu negara merdeka dengan partisipasi semua golongan yang ada dalam masyarakat
  • mengadakan upacara pada kesempatan tertentu

Lembaga politik mempunyai fungsi umum sebagai berikut:

  • Menghubungkan antara kekuasaan dengan warga masyarakat sehingga keteraturan tertib sosial terpelihara,
  • Menangani masalah administrasi dan tata tertib umum demi terciptanya keamanan dan ketentraman masyarakat.

Adapun yang ditertibkan adalah kepentingan-kepentingan dari warga masyarakat itu sendiri sehingga tidak terjadi benturan antara kepentingan antar individu maupun kelompok.


Untuk melaksanakan suatu kebijakan suatu lembaga memerlukan kekuasaan dan kewenangan dengan demikian kehidupan politik tidak lepas dari sistem penagturan pembagian kekuasaan dan kewenangan.


Pembagian kekuasaan dan kewenangan di negara Indonesia dibagi menjadi kekuasaan legislatif, kekuasaan yudikatif dan kekuasaan eksekutif.


Sebagai wujud nyata atau pelaksana dari kekuasaan, lembaga politik mempunyai fungsi sebagai berikut:

  • melembagakan norma melalui undang-undang yang disampaikan oleh badan legislatif
  • melaksanakan undang-undang yang telah disetujui
  • meyelesaikan konflik yang terjadi di antara para warga masyarakat sehubungan dengan kepentingan tertentu dari warga masyarakat yang bersangkutan
  • menyelenggarakan pelayanan seperti perawatan kesehatan, pendidikan, kesejahteraan dan seterusnya
  • melindungi para warga mayarakat atau warga negara dari serangan bangsa lain
  • memelihara kesiapsiagaan atau kewspadaan dalam menghadapi bahaya

5. Lembaga Agama

Lembaga keagamaan adalah organisasi yang dibentuk oleh umat beragama dengan maksud untuk memajukan kepentingan keagamaan umat yang bersangkutan di dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.


Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas hidup keagamaan masing-masing umat beragama.


Fungsi Lembaga Keagamaan

Lembaga keagamaan yang ada di Indonesia pada umumnya berfungsi sebagai berikut:

  1. Tempat untuk membahas dan menyelesaikan segala masalah yang menyangkut keagamaan.
  2. Memelihara dan meningkatkan kualitas kehidupan beragama umat yang bersangkutan.
  3. Memelihara dan meningkatkan kerukunan hidup antar umat yang bersangkutan.
  4. Mewakili umat dalam berdialog dan mengembangkan sikap saling menghormati serta kerjasama dengan umat beragama lain.
  5. Menyalurkan aspirasi umat kepada pemerintah dan menyebarluaskan kebijakan pemerintah kepada umat.
  6. Wahana silaturrahmi yang dapat menumbuhkan rasa persaudaraan dan kekeluargaan.

6. Lembaga Hukum

Fungsi hukum dalam perkembangan masyarakat dapat terdiri dari :


  • Sebagai sarana mengatur disiplin PR

Dalam arti, hukum pekerjaan manusia menunjukkan apa yang baik, dan buruk, sehingga semuanya dapat berjalan tertib dan teratur.


  • Sebagai sarana untuk mencapai keadilan sosial dan tak terlihat

Karena hukum memiliki sifata dan karakteristik yang telah disebutkan, maka hukum dapat memberi keadilan, dalam arti bahwa seseorang dapat menentukan siapa, dan siapa yang benar, dapat bersikeras bahwa aturan dapat ditaati ancaman sanksi bagi pelanggar.


  • Sebagai sarana mengemudi pembangunan

Kekuatan mengikat dan kekuatan hukum dapat digunakan atau dimanfaatkan untuk menggerakkan pembangunan. Berikut hukum sebagai alat untuk membawa orang ke yang lebih maju.


Untuk penentuan alokasi wewenang secara rinci yang dapat melakukan eksekusi (penegakan) hukum, yang mematuhi, yang memilih sanksi yang tepat dan adil, seperti konsep hukum konstitusi negara.


  • Sebagai sarana penyelesaian sengketa

Sebagai contoh warisan persengekataan dapat diselesaikan dengan ketentuan hukum waris yang telah ditetapkan dalam hukum perdata.


Menjaga kemampuan masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan perubahan kondisi hidup, yaitu dengan merumuskan hubungan penting antara anggota masyarakat.


7. Lembaga Budaya

Lembaga budaya adalah lembaga publik dalam suatu negara yang berperen dalam pengembangan budaya, ilmu pengetahuan, lingkungan, seni dan pendidikan pada masyarakat yang ada pada suatu daerah atau negara.


Fungsi lembaga budaya adalah

  • Melestarikan budaya yang ada di Indonesia

Demikian Pembahasan Tentang Lembaga Sosial – Pengertian, Ciri, Fungsi, Tipe dan Jenis Semoga Dapat Bermanfaat Bagi Para Pembaca DosenPendidikan.Com Aminnn … 😀

Send this to a friend