Logika adalah

Diposting pada

Logika adalah – Pengertian, Ciri, Fungsi, Pembagian, Jenis, Metode, Kegunaan & Contoh – Untuk pembahasan kali ini kami akan memberikan ulasan mengenai Logika yang dimana dalam hal ini meliputi pengertian, ciri, fungsi, pembagian, jenis, metode, kegunaan dan contoh, nah agar lebih dapat memahami dan mengerti simak ulasan selengkapnya dibawah ini.

Logika-adalah

Pengertian Logika

Logika adalah suatu pertimbangan pikiran manusia yang diungkapkan melalui perkataan dan dinyatakan dalam bahasa. Atau arti logika yaitu cara orang berbahasa dalam mencerminkan jalan fikirannya. Jika secara etimologi logika diartikan sebagai ilmu yang mempelajari jalan pikiran seseorang yang dinyatakannya dalam berbahasa.


Setiap orang tentu selalu berfikir untuk menyimpulkan sesuatu secara ilmiah ataupun menyakinkan orang lain. Jadi setiap pernyataan harus dibuktikan, sehingga dalam logika terdapat pemikiran yang mampu membuktikan suatu pernyataan atau ucapan yang dikeluarkan. Logika juga termasuk cabang dari filsafat yang membahas mengenai kesimpulan dan proses pemikiran untuk mendapatkan suatu kebenaran.

Baca Artikel Terkait Tentang Materi“Kecerdasan Logika Matematika ( Logic Smart )” Pengertian & ( Ciri – Komponen – Cara Melatih )


Logika berguna untuk melakukan penyelidikan/menganalisa, merumuskan dan menerapkan peraturan yang harus di tepati, sehingga logika bukan meruoakan teori tapi merupakan suatu keterampilan untuk menerapkan peraturan tentang pemikiran dalam praktek atau tindakan. Ilmu logika diartikan juga sebagai ilmu yang mempelajari cara berfikir lurus, tepat dan juga teratur.


Ciri-Ciri Logika

Berikut ini terdapat beberapa ciri-ciri logika, terdiri atas:

  1. Adanya suatu pola berpikir yang secara luas dapat disebut logika( penalaran merupakan suatu proses berpikir logis ).
  2. Sifat analitik dari proses berpikir. Analisis pada hakikatnya merupakan suatu kegiatan berpikir berdasarkan langkah-langkah tertentu. Perasaan intuisi merupakan cara berpikir secara analitik.

Fungsi Logika

Berikut ini terdapat beberapa fungsi logika, terdiri atas:

  • Untuk meningkatkan kemampuan dalam berfikir secara cermat dan lebih obyektif.
  • Untuk mempertajam cara berfikir dan supaya lebih mandiri dalam menyelesaikan permsalahan.
  • Untuk membantu menghindari kesalahan atau kekeliruan terhadap suatu pernyataan.
  • Untuk mendorong seseorang supaya terbiasa berfikir sendiri peraturan yang sistematis.
  • Untuk melakukan analisis terhadap suatu kejadian.
  • Untuk membantu berfikir secara lebih kritis dan tepat.

Jenis-Jenis Logika

Adapun secara umum logika terbagi menjadi dua macam yaitu:


  1. Logika Alamiah

Logika alamiah ialah logika kinerja dari akal budi manusia yang selalu berfikir secara cermat, tepat dan lurus sebelum pemikiran tersebut mendapat pengaruh dari luar seperti keinginan-keinginan yang bersifat subyektif. Logika alamiah sudah ada saat manusia itu dilahirkan, sehingga logika bersifat murni.


  1. Logika Ilmiah

Jika seseorang diberikan bimbingan secara sistematis untuk dapat menguasai cara berfikir yang tepat dan teratur sesuai dengan peraturan dan kebenaran mengenai cara berfikir, maka logika ilmiah ini akan membuat akal budi seseorang bekerja secara lebih tepat, lebih cermat, lebih teliti dan lebih lurus. Logika ilmiah inilah yang berguna untuk menghindari kesalahan dalam pemikiran terhadap sesuatu, sehingga kesalahan dapat dikurangi, logika ilmiah dibagi menjadi dua bagian diantaranya yaitu:

Baca Artikel Terkait Tentang Materi“Algoritma” Pengertian & ( Tujuan – Fungsi – Manfaat – Sifat – Ciri )


  • Karena Logika Formal
    Merupakan logika yang berdasarkan pernyataan, oleh karena itu pernyataan yang dijadikan sebagai dasar untuk membuat kesimpulan haruslah relevan, bentuk dan strukturnya harus tepat juga. Jika dasarnya salah, maka kesimpulan juga akan salah jadi kesimpulan yang tepat didapatkan dari berfikir secara benar, berdasarkan hasil penyelidikan.


  • Logika Material
    Merupakan logika yang dapat membuat kesimpulan atau pernyataan berdasarkan materi atau objektif. Pada logika ini materi mempunyai peranan yang penting. Logika material disebut juga sebagai logika matrelisme, yang berarti materi menjadi faktor yang paling utama menyimpulkan sesuatu secara tepat. Jadi logika material yaitu logika yang dapat mengambil kesimpulan berdasarkan kondisi objek atau materi, sehingga materi tersebut menjadi dasar untuk menciptakan pernyataan.

Pembagian Materi Logika

Untuk sampai kepada suatu pemikiran yang tepat, logika menganalisa unsur-unsur pemikiran manusia. Materi logika antara lain :


  1. Mengerti permasalahan

Yaitu memahami apa yang menjadi permasalahan yang sedang di hadapi.Kegiatan mengerti ini dapat di bangun melalui penginderaan misalnya dengan mengamati.


  1. Adanya kausualitas

Yaitu adanya keterkaitan. Pekerjaan otak selanjutnya setelah mengerti permasalahan  adalah membangun hubungan yang ada antara berbagai fakta.


  1. Adanya kesimpulan

Pekerjaan akal yang ketiga adalah membangun kesimpulan. Kesimpulan ini didapat atas serangkaian kegiatan mulai dari mengerti hubungan permasalahan dan fakta yang dari keduanya dapat ditarik kesimpulan.


Metode-Metode dalam Logika

Logika sesuai dengan fungsinya yaitu memecahkan masalah, mempunyai dua metode :


  • Deduksi

Deduksi adalah cara berpikir dimana dari pernyataan yang bersifat umum ditarik kesimpulan yang bersifat khusus, selain itu metode deduksi ialah cara penanganan terhadap sesuatu objek tertentu dengan jalan menarik kesimpulan mengenai hal-hal yang bersifat umum.


Logika deduktif adalah suatu ragam logika yang mempelajari asas-asas penalaran yang bersifat deduktif, yakni suatu penalaran yang menurunkan suatu kesimpulan sebagai kemestian dari pangkal pikirnya sehingga bersifat betul menurut bentuk saja.

Baca Artikel Terkait Tentang MateriMikrofilamen Adalah


Penarikan kesimpulan secara deduktif biasanya mempergunakan pola pikir yang dinamakan silogismus. Pernyataan yang mendukung silogismus ini disebut premis yang kemudian dapat dibedakan sebagai permis mayor dan permis minor. Kesimpulan merupakan pengetahuan yang didapat dari penalaran deduktif berdasarkan kedua permis tersebut.


Logika deduktif membicarakan cara-cara untuk mencapai kesimpulan-kesimpulan bila lebih dahulu telah diajukan pertanyaan-pertanyaan mengenai semua atau sejumlah ini di antara suatu kelompok barang sesuatu. Kesimpulan yang sah pada suatu penalaran deduktif selalu merupakan akibat yang bersifat keharusan dari pertnyaan-pertanyaan yang lebih dahulu diajukan. Pembahasan mengenai logika deduktif itu sangat luas dan meliputi salah satu di antara persoalan-persoalan yang menarik.


Contoh membuat silogismus sebagai berikut:

  • Semua makhluk hidup memerlukan udara (Premis mayor)
  • Dewi adalah makhluk hidup (Premis minor)
  • Jadi Dewi memerlukan udara (Kesimpulan)

Kesimpulan yang diambil bahwa si Dewi memerlukan udara adalah sah menurut penalaran deduktif, sebab kesimpulan ini ditasrik secara logis dari dua permis yang mendukungnnya. Pertanyaan apakah kesimpulan itu benar maka dapat dipastikan bahwa kesimpulan yang ditariknya juga adalah benar. Mungkin saja kesimpulan itu salah, meskipun kedua premisnya benar, sekiranya cara penarikan kesimpulannya adalah tidak sah.


Dengan demikian maka ketepatan penarikan kesimpulan tergantung dari tiga hal yakni kebenaran premis mayor, kebenaran premis minor dan keabsahan pengambilan kesimpulan.


  • Induksi

Induksi merupakan cara berpikir di mana ditarik kesimpulan umum dari berbagai kasus yang bersifat individual, selain itu metode induksi ialah cara penanganan terhadap suatu objek tertentu dengn jalan menarik kesimpulan yang bersifat umum atau bersifat lebih umum berdasarkan atas pemahaman atau pengamatan terhadap sejumlah hal yang bersifat khusus.


Logika induktif merupakan suatu ragam logika yang mempelajari asas-asas penalaran yang betul dari sejumlah hal khusus sampai pada suatu kesimpulan umum yang bersifat boleh jadi. Kesimpulan yang bersifat  umum ini penting artinya sebab mempunyai dua keuntungan. Keuntungan yang pertama ialah bahwa pernyataan yang bersifat umum ini bersifat ekonomis. Kehidupan yang beranekaragam dengan berbagai corak dan segi dapat direduksikan menjadi beberapa pernyataan.


Pengetahuan yang dikumpulkan manusia bukanlah merupakan koleksi dari berbagai fakta melainkan esensi dan fakta-fakta tersebut. Demikian juga dalam pernyataan mengenai fakta yang dipaparkan, Pengetahuan tidak bermaksud membuat reproduksi dari obyek tertentu, melainkan menekankan kepada struktur dasar yang menyangga wujud fakta tersebut.


Keuntungan yang kedua dari pernyataan yang bersifat umum adalah dimungkinkan proses penalaran selanjutnya baik secara induktif maupun deduktif. Secara induktif maka dari berbagai pernyataan yang bersifat umum dapat disimpulkan pernyataan yang bersifat lebih umum lagi. Melihat dari contoh bahwa semua binatang mempunyai mata dan semua manusia mempunya mata, dapat ditarik kesimpulan bahwa semua makhluk mempunyai mata. Penalaran ini memungkinkan disusunnya pengetahuan secara sistematis yang mengarah kepada pernyataan-pernyataan yang makin lama makin bersifat fudamental.


Dalam deduksi kesimpulannya hanya bersifat probabilitas berdasarkan atas pernyataan-pertanyaan yang telah diajukan. Penalaran secara induktif dimulai dengan mengemukakan pernyataan-pernyataan yang mempunyai ruang lingkup yang khas dan terbatas dalam menyusun argumentasi yang diakhiri dengan pernyataan yang bersifat umum. Umpamanya kita mempunyai fakta bahwa kambing mempunyai mata, gajah mempunyai mata, demikian juga dengan singa, kucing, dan berbagai binatang lainnya. Dari kenyataan-kenyataan ini kita dapat menarik kesimpulan yang bersifat umum yakni semua binatang mempunyai mata.

Baca Artikel Terkait Tentang MateriTeori Akuntansi adalah


Kegunaan Logika

Logika membantu manusia berpikir lurus, efisien, tepat, dan teratur untuk mendapatkan kebenaran dan menghindari kekeliruan. Dalam segala aktivitas berpikir dan bertindak, manusia mendasarkan diri atas prinsip ini. Logika menyampaikan kepada berpikir benar, lepas dari berbagai prasangka emosi dan keyakinan seseoranng, karena itu ia mendidik manusia bersikap obyektif, tegas, dan berani, suatu sikap yang dibutuhkan dalam segala suasana dan tempat. Selain hubungannya erat dengan filsafat dan matematik, logika dewasa ini juga telah mengembangkan berbagai metode logis (logical methods) yang banyak sekali pemakaiannya dalam ilmu-ilmu, sebagai misal metode yang umumnya pertama dipakai oleh suatu ilmu.


 Selain itu logika modern (terutama logika perlambang) dengan berbagai pengertian yang cermat, lambang yang abstrak dan aturan-aturan yang diformalkan untuk keperluan penalaran yang betul tidak saja dapat menangani perbincangan-perbincangan yang rumit dalam suatu bidang ilmu, melainkan ternyata juga mempunyai penerapan. Misalnya dalam penyusunan program komputer dan pengaturan arus listrik, yang tidak bersangkutan dengan argumen.


Pengertian ilmu logika secara umum adalah ilmu yang mempelajari aturan-aturan berpikir benar. Jadi dalam logika kita mempelajari bagaimana sistematika atau aturan-aturan berpikir benar. Subjek inti ilmu logika adalah definisi dan argumentasi. Yang selanjutnya dikembangkan dalam bentuk silogisme.


Dari uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa kegunaan logika adalah sebagai berikut:

  1. Membantu setiap orang mempelajari logika untuk berpikir secara rasional, kritis, lurus, tetap, tertib, metodis, dan koheren atau untuk menjaga kita supaya selalu berpikir benar.
  2. Meningkatkan kemampuan berpikir secara abstrak, cermat, dan objektif.
  3. Menambah kecerdasan dan meningkatkan kemampuan berpikir secara tajam dan mandiri.
  4. Memaksa dan mendorong orang untuk berpikir sendiri dengan menggunakan asas-asas sistematis.
  5. Meningkatkan cinta akan kebenaran dan menghindari kesalahan-kesalahan berpikir kekeliruan serta kesesatan.
  6. Mampu melakukan analisis terhadap suatu kejadian.
  7. Sebagai ilmu alat dalam mempelajari ilmu apapun, termasuk filsafat.

Karena yang dipelajari dalam ilmu logika hanyalah berupa aturan-aturan berpikir benar maka tidak otomatis seseorang yang belajar logika akan menjadi orang yang selalu benar dalam berpikir. Itu semua tergantung seperti apa dia menerapkan aturan-aturan berpikir itu, disiplin atau tidak dalam menggunakan aturan-aturan itu, sering berlatih, dan tentu saja punya tekad dalam kebenaran.


Kegunaan dari kita belajar logika adalah daya analisis kita semakin bertambah dan dimana apabila ada suatu masalah, kita dapat mengambil keputusan dengan benar. Disamping itu belajar logika juga sangat bermanfaat dalam manajemen waktu, dan juga logika merupakan dasar ilmu psikologi yang paling mendasar. Intinya dengan belajar logika kemampuan berpikir dan daya analisis kita semakin berkembang.

Baca Artikel Terkait Tentang Materi“Kecerdasan Naturalis ( Naturalist Intelligence ) Pengertian & ( Ciri – Indikator – Strategi – Cara Mengembangkan )


Contoh Logika

Inilah beberapa contoh logika yang sederhana, misalnya ada kalimat atau pernyataan yang tidak masuk akal, jadi pernyataan tersebut tidak dijelaskan dan penalarannya tidak benar. Misalnya seperti “manusia bisa menahan nafas sampai 5 jam” jelas pernyataan tersebut tidak benar nyatanya menurut penelitian rata-rata manusia normal bisa menahan nafas selama 30-60 detik dan otak manusia normal akan mengalami kerusakan secara permanen setelah 4 menit jika tidak mendapat oksigen.


Atau pernyataan seperti “manusia bisa bertahan tanpa minum selama satu bulan” dari pernyataan tersebut jelas tidak masuk akal, nyatanya manusia normal bisa bertahan selama 3-4 hari tanpa minum, itupun dipengaruhi oleh faktor usia, kesehatan tubuh, cuaca, dll.


Demikianlah pembahasan mengenai Logika adalah – Pengertian, Ciri, Fungsi, Pembagian, Jenis, Metode, Kegunaan & Contoh semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian semua,, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂