Majas Sinekdoke

Diposting pada

Majas

Majas Sinekdoke – Pengertian, Macam, Pars Pro Toto Dan Contoh – Untuk pembahasan kali ini kami akan mengulas mengenai majas sinekdoke yang dimana dalam hal ini meliputi pengertian, macam dan contohnya, nah agar lebih dapat memahami dan dimengerti simak ulasan selengkapnya dibawah ini.


Majas sering dianggap sebagai sinonim dari gaya bahasa, namun sebenarnya majas termasuk dalam gaya bahasa. Dalam tulisan ini pengertian gaya bahasa adalah cara menggunakan bahasa dalam konteks tertentu, oleh orang tertentu, untuk tujuan tertentu.


Sebenarnya, apakah fungsi penggunaan gaya bahasa? Pertama-tama, bila dilihat dari fungsi bahasa, penggunaan gaya bahasa termasuk ke dalam fungsi puitik (Jakobson dalam Vanoye, 1971: halaman 59) yaitu menjadikan pesan lebih berbobot.

majas-sinekdoke


Pemakaian gaya bahasa yang tepat (sesuai dengan waktu dan penerima yang menjadi sasaran) dapat menarik perhatian penerima. Sebaliknya, bila penggunaannya tidak tepat, maka penggunaan gaya bahasa akan sia-sia belaka, bahkan mengganggu pembaca.


Misalnya apabila dalam novel remaja masa kini terdapat banyak gaya bahasa dari masa sebelum kemerdekaan, maka pesan tidak sampai dan novel remaja itu tidak akan disukai pembacanya. Pemakaian gaya bahasa juga dapat menghidupkan apa yang dikemukakan dalam teks, karena gaya bahasa dapat mengemukakan gagasan yang penuh makna dengan singkat.


Pemakaian majas baik dalam pendidikan atau yang lainnya diharapkan dapat membantu dalam tulisan. Apalagi bagi para pendidik, penulis baik novel ataupun penulis puisi. Majas dapat dijadikan sebagai cara mengungkapkan pikiran melalui bahasa secara khas yang memperlihatkan jiwa dan kepribadian penulis dengan pilihan kata, frase, klausa, dan kalimatnya.


Berkenaan dengan hal tersebut bagi peningkatan profesionalisme dan karier pendidik, perlu disusun sebuah makalah yang mampu menjadi wahana para pendidik untuk memperoleh wawasan, pengetahuan, dan konsep keilmuan berkenaan tentang majas.


Baca Juga : “Majas Personifikasi” Pengertian & ( Ciri – Fungsi – Contoh )


Definisi Majas/ Gaya Bahasa

Majas atau gaya bahasa adalah pemanfaatan kekayaan bahasa, pemakaian ragam tertentu untuk memperoleh efek-efek tertentu, keseluruhan ciri bahasa sekelompok penulis sastra dan cara khas dalam menyampaikan pikiran dan perasaan, baik secara lisan maupun tertulis.


Majas adalah cara menampilkan diri dalam bahasa. Menurut Prof. Dr. H. G. Tarigan bahwa majas adalah cara mengungkapkan pikiran melalui bahasa secara khas yang memperlihatkan jiwa dan kepribadian penulis. Unsur kebahasaan antara lain: pilihan kata, frase, klausa, dan kalimat. Menurut Goris Keraf, sebuah majas dikatakan baik bila mengandung tiga dasar, yaitu: kejujuran, sopan santun, dan menarik.


Macam – macam Majas /Gaya Bahasa

Gaya bahasa dapat dikelompokkan menjadi empat kelompok, yaitu:

  1. Gaya bahasa perulangan
  2. Gaya bahasa perbandingan
  3. Gaya bahasa pertentangan
  4. Gaya bahasa pertautan

Pengertian Majas Sinekdoke

Dalam hal ini majas sinekdoke dibedakan menjadi dua yakni pars pro toto dan totem pro parie. Pengelompokkan ini didasarkan pada bentuk pengungkapan kalimat yang dibentuk.


Majas sinekdoke dikelompokkan ke dalam majas perbandingan dilihat dari bentuk kalimatnya. Sedangan dikelompokkan ke dalam majas pertautan jika dilihat dari penyampaian maknanya. Seperti dalam majas metonimi, majas sinekdoke memainkan hubungan antar acuan sebagai komponen makna. Makna yang diungkapkan oleh kata yang digunakan dapat merujuk pada kata lain karena memiliki hubungan acuan. Cara pengungkapkan sinekdoke dapat dibedakan menjadi dua.


Baca Juga : “Majas Paradoks” Pengertian & ( Ciri – Contoh )


Pars Pro Toto

Yang merupakan majas sinekdoke yang mengungkapkan sebagian untuk menyatakan keseluruhan.


Contoh:

  1. Per kepala dikenai biaya sebesar Rp 50.000 untuk tiap kali memasuki wahana bermain itu.
  2. Kemana saja kau sudah satu minggun tak menampakkan batang hidung. Ibu wali kelas mencarimu, menanyaimu kemana-mana namun tak ada satupun yang tahu.
  3. Sungguh paras cantik gadis pemulung itu telah mencuri hatiku. Bagaimana mungkin wanita secantik itu menjadi seorang pemulung.
  4. Penampilan presentasi yang disajikan oleh anak baru itu telah mencuri banyak mata audiens.
  5. Bendera merah putih telah berhasil dikibarkan di puncak gunung everest oleh tim pendaki.
  6. Hingga detik ini ia belum kelihatan batang hidungnya.
  7. Untuk sanggup melihat laga final nanti, per kepala perlu membayar Rp. 200.000,-
  8. Dari mana saja kau sudah tidak pulang selama seminggu. Ibu terus bertanya dimana kau sebenarnya, namun tidak ada satupun orang rumah yang tahu.
  9. Sungguh tampan cowok penjual teh itu telah mencuri hatiku. Bagaimana sanggup cowok tampan tersebut seorang penjual teh?
  10. Presentasi Anis wacana imbas Globalisasi telah menarik perhatian semua audiens.
  11. Tim pendaki telah mengibarkan bendera merah putih di puncak gunung Mandala.
  12. Sang pendaki bersama ranselnya telah siap untuk menaklukkan gunung Kerinci.
  13. Kesombongan akan hartanya telah menutupkan logika pikirannya.
  14. Kunci utama dalam hidup yaitu bersyukur.
  15. Dion tetap kembali kerumahnya untuk menjenguk anaknya yang sakit, meskipun ia sudah diusir dari rumahnya.
  16. Bak mempunyai kaki super, atlet muda itu berhasil menjuarai perlombaan lari marathon mengalahkan atlet atlet senior lainnya.
  17. Hanya dengan pendidikannya para guru menunjukkan pengajaran kepada murid murid pencari sukses.
  18. Alunan shalawat nabi memanjakan pendengaran para tamu dalam ijab kabul sakral putri pertama kepala desa Gondangrejo.
  19. Ibu ibu telah menyediakan seloyang masakan dan minuman untuk program menyebarkan keberkahan puasa ramadhan.
  20. Orang bahagia memberi itu menyumbangkan 1000 hektar tanahnya untuk diberikan sebagai tempat pembangunan masjid umum.
  21. Sudah ditunggu hingga satu jam lamanya tetapi ia tidak tampak batang hidungnya.

Di sini ‘batang hidung’ disebutkan (sebagai anggota tubuh) sebagai kata ganti untuk menyebut seseorang (secara keseluruhan anggota tubuhnya lainnya)


Baca Juga : “Majas Repetisi” Pengertian Serta ( Contoh Kalimat )


Totem Pro Parie

Kebalikan dari pars pro toto, totem pro parie merupakan majas sinekdoke yang mengungkapkan keseluruhan untuk mengaitkan dengan sebagian dari sesuatu bagian.


Contoh:

  1. Indonesia sanggup berhasil menaklukkan seluruh daerahnya dengan memerdekakan bangsa pada tanggal 17 Agustus 1945.
  2. Budaya K-Pop telah berkembang dikalangan perempuan maupun pria.
  3. Lagu Bengawan Soolo merupakan ciri khas musik kawasan Solo.
  4. Warga kampung Suka Asih merayakan tahun gres dengan penuh harapan dan impian.
  5. Universitas Indonesia merupakan universitas terpopuler di Indonesia.
  6. Ridwan berhasil membeli rumahnya sendiri dalam kurun waktu 5 tahun, sungguh sesuatu hal yang sanggup dibanggakan.
  7. Enam tahun sudah orang itu dipenjara alasannya kasus pembunuhan sadis yang telah dilakukannya.
  8. Perhelatan Asian Games akan segera diselenggarakan, persaingan negara Cina masih mendominasi didalam perlombaan sepanjang tahun.
  9. Ajang Indonesian Idol Junior yang diadakan oleh RCTI diikuti oleh anak anak kecil.
  10. Sangat mirirs, musibah telah terjadi di negara negara didunia dan menyengsarakan rakyatnya.
  11. Bali terkenal dengan keindahan pantainya dan keramahan orangnya yang mengundang warga absurd untuk tiba kesana.
  12. Omzet perbulan yang menggiurkan menciptakan setiap orang ingin menggeluti dunia youtuber.
  13. Terharu biru melihat pertemuan ibu dan anak itu sesudah bertahun tahun lamanya tidak sanggup berjumpa.
  14. Internet merupakan media warta untuk aneka macam hal, namun kini internet dijadikan sebagai media penipuan atau tindak kriminal lainnya yang menciptakan tingkat kejahatan semakin meningkat.
  15. Ajang miss Asia diikuti oleh para perempuan didunia yang mengungkapkan arti kecantikan tidak hanya berasal dari fisiknya saja, melainkan dari sikap, otak, keyakinan serta moralnya juga.
  16. Indonesia telah berhasil menaklukkan mount everest dengan berhasil mengibarkan sang merah putih di titik tertinggi gunung.
  17. Batu aki telah menjadi favorite dikalangan para pria bahkan wanita.
  18. Musik dangdut ialah musik yang paling berkesan bagi masyarakat Indonesia.
  19. Warga kampung XXI merayakan Idul Fitri dengan penuh suka cita.
  20. Universitas gajah mada merupakan impian bagi para pelajar.
  21. Indonesia berhasil mengalahkan Malaysia bersama skor 3-0.
  22. Semoga saja Indonesia jadi juara umum didalam Sea Game nanti.
  23. Indonesia menang atas Thailand dalam pertandingan sepak bola di Jakarta kemarin sore.

Di sini disebutkan Indonesia dan Thailand (keseluruhan negara Indonesia dan Thailand, tetapi yang dimaksudkan adalah tim nasional sepak bola Indonesia dan tim nasional sepak bola Thailand)


Baca Juga : “Majas Simile” Pengertian Serta ( Contoh Kalimat )


Demikianlah pembahasan mengenai Majas Sinekdoke – Pengertian, Macam, Pars Pro Toto Dan Contoh semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂

Mungkin Dibawah Ini yang Kamu Butuhkan