Menghilangnya Keanekaragaman Hayati

Diposting pada

Latar Belakang

Menghilangnya Keanekaragaman Hayati – Faktor, Proses & Dampaknya – Kita ketahui bahwa Indonesia dikenal sebagai salah satu negara yang memiliki keaneka ragaman hayati tertinggi didunia. Di dunia ini tidak ada dua individu yang benar-benar sama. Setiap individu memiliki ciri-ciri khusus yang berbeda sehingga menunjukkan adanya keanekaragaman makhluk hidup di Bumi ini. Kekhasanan dan tingginya tingkat keanekaragaman makhluk hidup sangat bermanfaat untuk kelangsungan hidup umat manusia. Keanekaragaman makhluk hidup yang ada di Bumi ini disebut sebagai keanekaragaman hayati.


Keanekaragaman hayati (biodiversitas) adalah keanekaragaman organisme yang menunjukkan keseluruhan variasi gen, jenis, dan ekosistem pada suatu daerah. Keanekaragaman hayati melingkupi berbagai perbedaan atau variasi bentuk, penampilan, jumlah, dan sifat-sifat yang terlihat pada berbagai tingkatan, baik tingkatan gen, tingkatan spesies, maupun tingkatan ekosistem. Gampangnya, keanekaragaman hayati adalah semua jenis perbedaan antar mahkluk hidup.

menghilangnya-keanekaragaman-hayati


Definisi yang lain menyatakan bahwa biodiversitas sebagai diversitas kehidupan dalam semua bentuknya, dan pada semua level organisasi. Dalam semua bentuknya menyatakan bahwa biodiversitas mencakup tumbuhan, binatang, jamur, bakteri dam mikroorganisme yang lain. Semua level organisasi menunjukkan bahwa biodiversitas mengacu pada diversitas gen, speses dan ekosistem.


Pengertian Keanekaragaman Hayati

Keanekaragam hayati merupakan ungkapan pernyataan terdapatnya berbagai macam variasi, bentuk, penampilan, jumlah dan sifat yang terlihat pada berbagai tingkatan ekosistem, tingkatan jenis dan tingkatan genetik.


Keanekaragaman hayati menurut UU no 50 tahun 1994 adalah keanekaragaman diantara makhluk hidup dari semua sumber yang termasuk diantaranya dataran, ekosistem ekuatik lain, serta komplek-komplek ekologi yang merupakan bagian dari keanekaragamannya, mencakup keanekaragaman dalam spesies , antara spesies dan ekosistem. Keanekaragaman hayati dapat terjadi pada berbagai tingkat kehidupan, mulai dari organisme tingkat rendah sampai tingkat tinggi. Secara garis besar, keanekaragaman hayati terbagi menjadi tiga tingkatan yaitu:


Baca Juga : 101 Pengertian Molekul Organik Serta Contohnya Lengkap


Keanekaragam Gen

Keanekaragaman gen merupakan sifat yang terdapat dalam satu jenis. Dengan demikian tidak ada satu makhluk pun yang sama persis dalam penampakannya. dengan tekhnik budaya semakin banyak jenis tumbuhan hasil rekayasa genetik seperti padi, jagung, ketela, semangka tanpa biji, jenis-jenis anggrek, salak pondoh, dll.


Perlu kita ketahui bahwa perangkat genetik mampu berinteraksi dengan lingkungannya. Misalnya, dua individu memiliki perangkat gen yang sama hidup dilingkungan yang berbeda maka kedua individu tersebut dapat saja memunculkan ciri dan sifat yang berbeda. Keadaaan sebaliknya dapat juga terjadi dua individu yang memiliki perangkat gen yang berbeda, tetapi hidup dilingkungan yang sama dapat memunculkan ciri yang sama.


Hal ini terlihat jelas bahwa dalam spesies yang sama dapat terjadi keanekaragaman susunan gen sehingga memunculkan variasi antara individu. Begitu banyak kemungkinan susunan gen pada setiap individu dalam satu spesies, menyebabkan tidak adanya individu yang benar-benar sama dalam segala hal, sekalipun saudara kembar. Keanekaragam inilah yang disebut sebagai keanekaragaman individu yang terjadi akibat keanekaragaman pada tingkat genetik.


Keanekaragaman Jenis

Keanekaragaman hayati tingkat jenis (antar spesies) mudah diamati karena perbedaannya yang mencolok.contohnya yaitu variasi antara kucing dan harimau, kucing dan harimau termasuk salah satu kelompok kucing. Meskipun demikian antara kucing dan harimau terdapat pebedaan fisik, tingkah laku dan habitat.Keanekaragaman hayati tingkat jenis ini menunjukkan adanya variasi bentuk, penampilan dan frekuensi gen.


Baca Juga : Penjelasan Peran Vitamin Dalam Enzim


Keanekaragaman ekosistem

Semua makhluk hidup berinteraksi dengan lingkungannya yang berupa faktor biotik dan abiotik. Faktor bitik meliputi berbagai jenis makhluk hidup lain, sedangkan yang termasuk faktor abiotik adalah iklim, cahaya, suhu, air, tanah, kelembapan, dll. Baik faktor biotik maupun abiotik sangat bervariasi.Oleh karena itu, ekostem yang merupakan kesatuan dari biotik dan abiotik pun bervariasi pula.


Didalam ekosistem, komponen biotik harus dapat berinteraksi dengan komponen biotik lainnya dan juga dengan komponen abiotik agar tetap bertahan hidup.Jadi, interaksi antar organisme didalam ekosistem ditentukan oleh komponen biotik dan abiotik yang menyusunnya.Komponen biotik sangat beranekaragam dan komponen abiotik berbeda kulitas dan kuantitasnya, perbedaan komponen-komponen penyusun tersebut mengakibatkan perubahan dari interaksi yang ada sehingga menciptakan ekosistem yang berbeda pula. Jadi jelaslah bahwa keanekaragaman hayati pada tempat yang berlainan akan menyusun ekosistem yang berbeda.


Negara yang terkenal dengan banyak keanekaragaman hayati ialah Indonesia dengan negara kepulauan yang terdiri dari 18.110 pulau ( Lapan-2003 ) yang tersebar dari sabang sampai dengan marauke. Terdapat lebih 10.000 yang diantaranya pulau-pulau kecil. Pulau-pulau tersebut memiliki keadaan alam yang beragam dan menampilkan kekhususan kehidupan yang terdapat di dalamnya. Hal ini menyebabkan Indonesia merupakan keanekaragaman flora, fauna dan mikroorganisme yang tinggi.


Baca Juga : Pengertian Protein Hewani Dan Nabati Serta Perbedaannya


Walaupun negara dengan kekayaan flora, fauna dan mikroorganisme yang banyak, menurut Indonesia center for Bioderversity and Biotechnology ( ICBB ) namun luas daratan Indonesia hanya sekitar 1,3 % dari total yang luas daratan di dunia, tetapi terdapat spesies yang hidup di Indonesia yang dalam hal ini menempati rangking pertama dengan memiliki kekayaan spesies yaitu mamalia 646 spesies 36 % endemik.


Ranking pertama untuk kupu-kupu besar dan berwarna-warni ( swallowtail butterfilies ), total spesies 121 yang telah terindentifikasi 44 % endemik. Rangking ketiga reptilias dengan kurang lebih 600 spesies, rangking keempat untuk burung 1603 spesies 28 % endemic, rangking kelima amfibia 270 spesies dan rangking ketujuh untuk tumbuhan berbunga sekitar 25.000 spesies dan hutan Indonesia terdapat 400 spesies pohon yang berniali ekonomis tinggi.


Namun terdapat banyak faktor-faktor yang membuat seluruh perhitungan dari keanekaragaman negara-negara di dunia seperti flora, fauna dan mikroorganisme dapat hilang dan lenyap dari akibat yang bermacam-macam. Faktor-faktor penyebab menghilangkan keanekaragaman hayati ialah sebagai berikut.


Faktor Penyebab Menghilangnya Keanekaragaman Hayati

Faktor-Penyebab-Menghilangnya-Keanekaragaman-Hayati

  • Hilangnya Habitat

Daftar Merah IUCN ( Internasional Union For Conservation of Nature ) menunjukkan bahwa hilangnya habitat yang diakibatkan dari manajemen pertanian dan hutan yang tidak berkelanjutan yang menjadi penyebab terbesar dari hilangnya keanekaragaman hayati. Jumlah penduduk yang semakin bertambah menyebabkan semakin banyak kebutuhan yang harus dipenuhi. Sedangkan lahan yang tersedia bagi hewan dan tumbuhan semakin sempit yang digunakan sebagai tempat tinggal penduduk dibabak untuk lahan pertanian atau dijadikan lahan industri.


Baca Juga : 11 Vitamin Serta Fungsi, Jenis, Sumber Dan Akibat Kekurangannya Lengkap


  • Pencemaran Tanah, Udara Dan Air

Zat pencemar ( polutan ) merupakan produk buangan yang dihasilkan dari aktivitas manusia. Polutan mencemari air, udara dan tanah. Polutan berbahaya bagi organisme, Nitrogen dan sulfur oksida yang dihasilkan dari kendaraan bermotor yang jika bereaksi dengan air maka membentuk hujan asam yang merupakan hujan yang merusak ekosistem.


Berlebihan menggunakan Chlorofluorocarbon ( CFC ) menyebabkan lapisan ozon yang terdapat di atmosfer berlubang. Dampak dari masalah tersebut ialah intensitas sinar ultraviolet yang masuk ke bumi semakin meningkat yang mengakibatkan berbagai masalah-masalah seperti berkurangnya biomassa fitoplankton di lautan yang menyebabkan terganggunya keseimbangan dari rantai makanan organisme.


  • Perubahan Iklim

Sebagian penyebab dari perubahan iklim ialah pencemaran udara oleh gas karbon dioksida ( CO2 ) yang dapat menyebabkan efek rumah kaca. Menurut pendapat Raven ( 1995 ) efek rumah kaca yang meningkatkan suhu udara 1-3 C dengan jangka waktu sekitar 100 tahun. Kenaikan suhu tersebut menyebabkan es dikutub akan mencair dan menyebabkan kenaikan permukaan sekitar 1-2 m yang berakibat terjadinya perubahan struktur dan fungsi ekosistem lautan.


Baca Juga : 8 Organ Sistem Pencernaan Serta Fungsinya Terlengkap


  • Eksploitasi Tanaman Dan Hewan

Eksploitasi tumbuhan dan hewan secara berlebihan biasanya untuk komoditas yang nilai ekonomi tinggi seperti kayu hutan untuk bahan bangunan dan ikan tuna sirip kuning yang berharga mahal dan banyak diminati namun hal ini mengakibatkan efek negative bago kepunahan spesies, apalagi tidak diimbangi dengan usaha pengembangbiakkannya.


  • Adanya Spesies Pendatang

Masuknya spesies dari luar ke suatu daerah seringkali mendesak spesies lokal yang sebenarnya merupakan spesies penting dan langka yang terdapat di daerah tersebut. Sebagian spesies asing tersebut dapat menjadi invasih dengan mengusai ekosistem. Contohnya ikan pelangi ( Melanotaenia ayamaruensis ) merupakan spesies endemik Danau Ayamaru Papua Barat, ikan pelangi terancam punah karena dimangsa oleh ikan mas ( Cyprinus carpio ) yang dibawa dari jepang dan menjadi spesies yang invasive di danau tersebut.


  • Industrilisasi Pertanian Dan Hutan

Umunya para petani menanam tumbuhan atau memelihara hewan yang sifatnya unggul dan menguntungkan sedangkan bagi tumbuhan dan hewan yang kurang unggul dan kurang menguntungkan akan disingkirkan. Selain dari itu jika suatu lahan pertanian atau hutan industri umumnya hanya ditanami oleh satu jenis tanaman ( monokultur ) seperti karet, teh dan kopi. Dampaknya akan menurunkan keanekaragaman hayati tingkat spesies.


Baca Juga : 102 Sistem Pernapasan Pada Hewan Invertebrata Lengkap


  • Fragmentasi (pemecahan)

Fragmentasi habitat terjadi akibat pembukaan lahan untuk berbagai keperluan manusia.Sebagai akibat, populasi hewan atau tumbuhan terpecah menjadi komplek-komplek kecil yang telah rentan terhadap gangguan. Dalam populasi yang kecil, kemungkinan tidak terdapat cukup organisme dalam usia produktif.


Ketahanan suatu populasi terhadap kepunahan bergantung pada:

  1. Besar populasi tersebut
  2. Pebandingan laju kelahiran dan laju kematian

  • Pencemaran lingkungan

  1. Perubahan iklim global akibat pencemaran udara, diperkirakan akan mempengaruhi penyebaran dan ketahanan makhluk hidup.
  2. Akumulasi pencemaran seperti DDT, dioxin, dll.
    Dalam perairan telah mengakibatkan kematian sebagai populasi spesies seperti, anjing laut, paus dan limba-lumba (berbagai pencemar organik laut dalam dan terakumulasi dalam tubuh manusia).


  • Perubahan hewan liar

  1. Perubahan hewan yang berlebihan telah mengakibatkan kepunahan bagi spesies dalam sejarah.
  2. Kini banyak hewan yang populasinya terancam karena diburu untuk dijadikan sumber-smber makanan, diperjual belikan hidip-hidup dan diambil bagian tertentu dari tubuhnya.

  • Pengendalian predator

  1. Populasi hewan atu tumbuhan yang tidak diinginkan telah sengaja diberantas oleh manusia.
  2. Penggunaan pestisida, hebrisida, dan lain-lain sering kali menurunkan populasi spesies yang bukan merupakan sasaran utama.

  • Introduksi spesies eksotis (secara alami atau atau tidak sengaja)

  1. Spesies yang masuk habitat yang bukan habitat asalnya dapat menjadi “pencemaran bilogis”. Suatu organisme yang dikeluarkan dari habitat aslinya kemingkinan menjadi terbebas dari pemangsa, pesaing, parasit atau penyakit yang mengendalikan populasinya dalam kondisi alami. Pada habitatnya yang baru organisme ini kemungkinan dapat tumbuh dan berkembang baik dengan pesat dan mengalahkan populasi asli.
  2. Spesies eksotis juga dapat membawa penyakit yang baru kedalam suatu daerah.

  • Asimilasi genetik

Spesies langka dapat menjadi terancam apabila berkembangbiak silang dengan spesies berkerabat dekat yang berjumlah lebih banyak atau lebih kuat.


Persebaran Keanekaragaman Hayati Di Indonesia

Dipandang dari segi biodivirsitas, posisi geografis Indonesia sangat menguntungkan, Indonesia terletak didaerah khatulistiwa. Dengan posisi seperti ini Indonesia merupakan salah satu negara yang memilki kekayaan keanekaragaman hayati terbesar didunia. Keadaan lingkungan abiotik yang sangat bervariasi membuat Indonesia kaya akan hewan dan tumbuhan. Indonesia dengan luas wilayah 1,3% dari seluruh luas muka bumi memiliki 10% flora berbunga dunia, 12% mamalia dunia, 17% jenis burung dunia, dan 25% jenis ikan dunia.


Penyebaran tumbuhan, Indonesia tercakup dalam kawasan Malesia yang juga meliputi Filipina, Malaysia, dan Papua Nugieni.Flora dan fauna Malesia memiliki tingkat keanekaragaman tinggi yang didominasi oleh pohon-pohon yang aktif melakukan fotosintesis.Dikawasan Malesia termasuk indonesia terdapat beberapa jenis tumbuhan yang khas. Misalnya pohon kayu Ramin (gonystylus bancanus) yang tersebar di Sumatra, Kalimantan, Maluku, Meranti rawa, dan beberapa jenis tumbuhan memanjat (liana) di Kalimantan.


Pola penyebaran hewan di Indonesia diwarnai oleh pola kelompok kawasan Oriental disebelah barat, dan kelompok kawasan Australia disebelah timur.Dua kawasan ini sangat berbeda, namun demikian karena Indonesia terdiri dari deretan pulau yang sangat berdekatan, maka migrasi fauna antara peluang percampuran unsur dari dua kelompok kawasan tersebut.Karena peluang percampuran unsur fauna didaerah ini sangat besar, akibatnya didaerah transisi ini terdapat unsur campuran anatara barat dan timur.


Adapun hewan-hewan yang hidup didaerah oriental antara lain: gajah, banteng, harimau jaya, harimau sumatra, beruang madu, dan orag utan kalimantan. Hewan-hewan yang terdapat dikawasan timur Indonesia antara lain burung cendarawasi, burung kaswari, dan burung kakak tua raja di Papua, buaya papua, biawak raksasa, walabi, kangguru pohon, dan kuskus berbintik di Papua.


Manfaat dan Nilai Keanekaragaman Hayati

  1. Sebagai Sumber Pangan, Perumahan, dan Kesehatan

Kehidupan manusia sangat bergantung pada keanekaragaman hayati. Hewan dan tumbuhan yang kita manfaatkan saat ini (misalnya ayam, kambing, padi, jagung) pada zaman dahulu merupakan hewan dan tumbuhan liar, yang kemudian dibudidayakan karena memiliki sifat-sifat unggul yang diharapkan manusia. Misalnya: ayam dibudidayakan karena menghasilkan telur dan daging. Padi dibudidayakan karena menghasilkan beras. Hal ini seperti yang tertulisa dalam firman Allah dalam Al-Qur’an surat Abasa ayat 24-34 diperoleh pengertian bahwa manusia dapat mengambil manfaat dari tumbuh-tumbuhan tersebut untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia.


Baca Juga : 101 Sistem Pernapasan Pada Hewan Vertebrata Lengkap


  1. Sebagai Sumber Plasma Nutfah

Beberapa jenis hewan, tumbuhan, dan mikroba yang saat ini belum diketahui kegunaannya tidak perlu dimusnahkan, karena mungkin saja di masa yang akan datang akan memiliki peranan yang sangat penting. Misalnya: tanaman mimba (Azadirachta indica). Dahulu tanaman ini hanya merupakan tanaman pagar, tetapi saat ini diketahui mengandung zat azadiktrakhtin yang memiliki peranan sebagai anti hama dan anti bakteri.


Adapula jenis ganggang yang memiliki kendungan protein tinggi, yang dapat digunakan sebagai sumber makanan masa depan misalnya Chlorella. Buah pace (mengkudu) yang semula tidak dimanfaatkan, sekarang diketahui memiliki khasiat untuk meningkatkan kebugaran tubuh, mencegah dan mengobati penyakit tekanan darah. Di hutan atau lingkungan kita, masih terdapat tumbuhan dan hewan yang belum dibudidayakan, yang mungkin memiliki sifat-sifat unggul. Itulah sebabnya dikatakan bahwa hutan merupakan sumber plasma nutfah (sifat-sifat unggul).


  1. Manfaat Ekologi

Selain berfungsi untuk menunjuang kehidupan manusia, keanekaragaman hayati memiliki peranan dalam mempertahankan keberlanjutan ekosistem. Masing-masing jenis organisme memiliki peranan dalam ekosistemnya. Peranan ini tidak dapat digantikan oleh jenis yang lain. Misalnya: burung hantu dan ular di ekosistem sawah merupakan pemakan tikus. Jika kedua pemangsa ini dilenyapkan oleh manusia, maka tidak ada yang mengontrol populasi tikus. Akibatnya perkembangbiakan tikus meningkat cepat dan di mana-mana terjadi hama tikus.


Tumbuhan merupakan penghasil zat organik dan oksigen, yang dibutuhkan oleh organisme lain. Selain itu, tumbuh-tumbuhan dapat membentuk humus, menyimpan air tanah, dan mencegah erosi. Keanekaragaman yang tinggi memperkokoh ekosistem. Ekosistem dengan keanekaragaman yang rendah merupakan ekosistem yang tidak stabil. Bagi manusia, keanekaragaman yang tinggi merupakan gudang sifat-sifat unggul (plasma nutfah) untuk dimanfaatkan di kemudian hari.


  1. Manfaat Keilmuan

Keanekaragaman hayati merupakan lahan penelitian dan pengembangan ilmu yang sangat berguna untuk kehidupan manusia.


  1. Manfaat Keindahan

Keindahan alam tidak terletak pada keseragaman tetapi pada keanekaragaman. Berbagai jenis tumbuhan digunakan untuk tanaman hias. Beberapa jenis hewan juga dimanfaatkan manusia karena keindahan atau kemerduan suaranya, misalnya burung.


  1. Konservasi (Perlindungan) Keanekaragaman Hayati

Konservasi keanekaragaman hayati atau biodiversitas sudah menjadi kesepakatan internasional. Objek keanekaragaman hayati yang dilindungi terutama kekayaan jenis tumbuhan (flora) termasuk di dalmnya lumut dan paku-pakuan dan kekayaan jenis hewan (fauna) serta mikroorganisme misalnya bakteri, jamur.


Tempat perlindungan keanekaragaman hayati di Indonesia telah diresmikan oleh pemerintah. Lokasi perlindungan tersebut misalnya berupa Taman Nasional, Cagar Alam, Hutan Wisata, Taman Hutan Raya, Taman Laut, Wana Wisata, Hutan Lindung, dan Kebun Raya. Tempat-tempat tersebut memiliki makna yang berbeda-beda meskipun fungsinya sama yaitu untuk tujuan konservasi.


Baca Juga : Genetika Adalah


Demikianlah pembahasan mengenai Menghilangnya Keanekaragaman Hayati – Faktor, Proses & Dampaknya semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂