Mindset Adalah

Diposting pada

Mindset Adalah – Pengertian, Materi, Membangun Dan Pengaruhnya – Untuk pembahasan kali ini kami akan mengulas mengenai Mindset yang dimana dalam hal ini meliputi Jenis dan Cara Membentuk, nah agar lebih dapat memahami dan mengerti simak ulasan selengkapnya dibawah ini.


Definidi Mindset

Mindset terdiri dari dua kata yaitu mind dan setmind is seat of thought and memory; the center of consciousness that generates thoughts, feelings, ideas, and perceptions, and stores knowledge and memories (sumber pikiran dan memori, pusat kesadaran yang menghasilkan pikiran, perasaan, ide, persepsi menyimpan pengetahuan dan memori. set is a preference for or increased ability in a particular activity (mendahulukan peningkatan kemampuan dalam suatu kegiatan, biasa juga diartikan keadaan utuh /solid).

mindset-adalah


Pengertian Mindset

Mindset Adalah posisi atau pandangan mental seseorang yang mempengaruhi pendekatan orang tersebut dalam menghadapi suatu fenomena. Mindset terdiri dari seperangkat asumsi, metode atau catatan yang dimiliki oleh seseorang atau kelompok yang tertanam dengan sangat kuat. Menurut Mulyadi “2007:71”, mindset merupakan sikap mental mapan yang dibentuk melalui pendidikan, pengalaman dan prasangka.


Menurut James Artur Ray mindset artinya kepercayaan kepercayaan (sekumpulan kepercayaan) yang mempengaruhi sikap seseorang, atau suatu cara berfikir yang menentukan prilaku pandangan, sikap, dan masa depan seseorang.


Menurut dr. Ibrahim Elfiky di dalam beberapa buku motivasinya, “mindset adalah sekumpulan pikiran yang terjadi berkali-kali di berbagai tempat dan waktu serta diperkuat dengan keyakinan dan proyeksi sehingga menjadi kenyataan yang dapat dipastikan di setiap tempat dan waktu yang sama.”


Dari definisi diatas, bisa ditarik kesimpulan bahwa mindset sebenarnya kepercayaan (belief), sekumpulan kepercayaan atau cara berfikir yang mempengaruhi prilaku (behavior) dan sikap (attitude) seseorang, yang akhirnya akan menentukan level keberhasilan hidupnya.


Baca Juga : Konformitas Adalah


Pikiran Sadar dan Pikiran Bawah Sadar

Pikiran kita itu seperti bawang yang berlapis-lapis. Secara garis besar manusia punya satu pikiran/kesadaran yang terdiri dari dua bagian, yaitu pikiran sadar dan bawah sadar. Pikiran sadar adalah proses mental yang bisa dikendalikan dengan sengaja. Pikiran bawah sadar adalah proses mental yang berfungsi secara otomatis sehingga tidak menyadarinya dan sulit untuk dikendalikan secara sengaja.


Pikiran sadar mempunyai empat fungsi utama, yaitu:

  • Mengenali informasi yang masuk dari panca indra,
  • Membandingkan dengan memori kita,
  • Menganalisa, dan kemudian
  • Memutuskan respon spesifik terhadap informasi tersebut.

Sedangkan pikiran bawah sadar berfungsi Memproses

  • Kebiasaan,
  • Perasaan,
  • Memori permanen (Ingatan Jangka Panjang)
  • Persepsi,
  • Kepribadian,
  • Intuisi,
  • Kreativitas, dan

Pikiran bawah sadar memiliki kekuatan yang luar biasa, yang bisa dimanfaatkan untuk berbagai tujuan.


Baca Juga : Masyarakat Multikultural


”Dalam pikiran bawah sadar Anda terletak kebijaksanaan tak terbatas, kekuatan tak terbatas, dan persediaan tak terbatas dari segala kebutuhan Anda, yang menunggu dikembangkan dan diungkapkan.”


Antara dua lingkup pikiran tadi memiliki kaitan yang erat. Pikiran sadar memberikan perintah, baik sadar maupun tidak, kepada pikiran bawah sadar. Ketika seseorang berpikir, ”Saya bisa mencapai itu,” berarti pikiran itu perintah kepada pikiran bawah sadar. Begitu pula saat seseorang berpikir, ”Ah, saya tak mungkin bisa,” itu artinya instruksi kepada pikiran bawah sadar untuk melaksanakannya. Dan pada saat instruksi itu datang, pikiran bahwa sadar langsung bekerja tanpa perlu membuktikannya, dan tanpa mengenal waktu, bahkan saat kita sedang tidur pulas.


Ketika kita berpikir positif, pikiran bawah sadar langsung bereaksi untuk melaksanakan gagasan positif tadi. Murphy memberi contoh, pada saat seseorang memikirkan tentang kedamaian, kebahagiaan, kesehatan, dan kekayaan, maka pikiran bawah sadar menerima gagasan itu dan bekerja untuk mewujudkannya. Sebaliknya, ketika seseorang berpikir negatif, seperti ketidakberdayaan, ketidakmampuan melakukan sesuatu, maka pikiran bawah sadar pun bekerja mewujudkan ide atau kesan negatif tersebut.


Karena itu, sifat iri terhadap kebahagiaan seseorang justru akan menghalangi kita untuk mendapatkan kebahagiaan. Murphy memberi contoh, saat kita tidak suka orang lain memiliki deposito begitu banyak dalam rekeningnya, sementara kita hanya bisa menabung sedikit demi sedikit, berarti kita telah menempatkan diri kita ke posisi yang sangat negatif; ”karena itu, kekayaan mengalir dari kita, bukan ke kita.” Untuk menetralisir pikiran negatif itu, Murphy menyarankan agar kita menyatakan langsung kepada diri sendiri bahwa kita mendoakan orang itu agar kekayaannya makin berlimpah.


Setiap manusia normal terlahir dengan potensi Pikiran Sadar dan Bawah Sadar yang sama. Namun, dalam proses tumbuh-kembang seorang manusia hanya sebagian kecil saja dari seluruh potensi yang berkembang sepenuhnya dalam Pikiran Sadar. Umumnya manusia modern tidak banyak menggunakan potensi Bawah Sadarnya karena di sekolah dia hanya diajarkan bagaimana menggunakan Pikiran Sadarnya (logika dan analisa). Padahal kalau kita mau menggunakan potensi Bawah Sadar kita, manusia bisa mengembangkan dirinya ke level yang lebih tinggi.


Pikiran sadar adalah pikiran yang mempertimbangkan, dan merupakan pikiran yang memilih, misalnya memilih buku, rumah atau pasangan hidup. Pikiran bawah sadar adalah menerima apa yang dikesankan padanya atau apa yang anda percayai secara sadar. Tidak mempertimbangkan seperti pikiran sadar anda, misalnya seperti tanah, yang menerima segala jenis benih, yang baik maupun yang jelek. Menurut Dr. Joseph Murphy, D.R.S. Ph.D, DD, LLD seorang penulis buku dari Amerika Serikat bahwa “Pikiran bawah sadar mengikuti perintah yang diberikan berdasarkan atas kepercayaan dan anggapan pikiran sadar” pikiran bawah sadar adalah tempat kedudukan emosi dan merupakan pikiran yang kreatif, bila anda berfikir positif maka hal-hal yang positiflah yang terjadi, begitupun sebaliknya.


Baca Juga : Pengertian Status Beserta Peran Dan Kelas Sosial Menurut Para Ahli


Pikiran bawah sadar, seringkali memberikan simpul-simpul dan peringatan-peringatan yang akan membawa kita kepada hal-hal yang cenderung positif. Simpul-simpul inilah yang disebut dengan intuisi yang selalu memberikan peringatan atau klakson kepada kita. Akan tetapi pikiran sadar, memiliki pandangan yang berbeda dan pikiran sadar lebih besar pengaruhnya terhadap pikiran manusia karena pikiran manusia dihadapkan pada fakta-fakta, janji-janji yang menggiurkan dan lingkungan, sehingga mengakibatkan pikiran bawah sadar manusia seringkali dimanipulasi oleh pikiran sadar. Akan tetapi apabila kita mampu menyelaraskan antara pikiran bawah sadar dan pikiran sadar, maka hasil yang diperoleh akan jauh lebih optimal dan lebih baik, inilah suatu kekuatan yang dapat membawa kepada kesuksesan.


Para ahli psikologi dan psikiatri menunjukkan bahwa bila pikiran disampaikan kepada pikiran bawah sadar, akan terbentuk kesan dalam sel-sel otak. Pikiran bawah sadar menggunakan daya tak terbatas, yaitu energy, dan kebijaksanaan dari dalam diri manusia dan pikiran bawah sadar menggunakan semua hukum alam untuk mencapai tujuannya. Kadang-kadang hasil atau jawabannya datang seketika dan caranya tidak bisa dijajaki. Pikiran bawah sadar tidak memperdulikan apakan pikiran anda itu baik atau jelek, benar atau salah. Pikiran bawah sadar akan menerima hal itu sebagai benar dan langsung menimbulkan hasil dalam kenyataan.


William James, bapak psikologi Amerika, mengatakan bahwa daya yang menggerakkan dunia berada dalam pikiran/batin bawah sadar anda. Batin bawah sadar anda mengontrol semua proses vital badan anda dan tahu bagaimana menjawab semua persoalan. Apapun yang dikesankan kepada pikiran bawah sadar akan terjelmakan pada layar ruang sebagai kondisi, pengalaman dan kejadian. Hukum aksi dan reaksi itu universal. Pikiran anda adalah aksi dan reaksinya adalah tanggapan otomatis bawah sadar anda atas pikiran itu.


Phillippus Paracelsus, seorang ahli kimia Swiss yang terkenal (1493-1541), mengatakan bahwa “Apakah objek dari kepercayaan anda itu benar atau palsu, ahirnya anda akan memperoleh efek yang sama”. Maka dapat disimpulkan bahwa, proses-proses pikiran bawah sadar selalu menuju kehidupan konstruktif dan pikiran bawah sadar adalah pembentuk badan dan memelihara semua tenaga vitalnya dan pada dasarnya pikiran bawah sadar selalu berusaha menolong dan melindungi kita dari kerugian. Ia bekerja 24 jam sehari dan tidak pernah tidur. Pikiran bawah sasar berhubungan dengan hidup tak terbatas dan kebijaksanaan tak terhingga, dan gerak hati serta ide-idenya yang selalu menuju hidup. Cita-cita, ilahm dan daya lihat yang besar bagi hidup yang lebih agung dan mulia bersumber dari pikiran bawah sadar. Pikiran bawah sadar bicara kepada kita dalam intuisi, gerak hati, firasat, isyarat, dorongan dan ide-ide, dan selalu mengatakan kepada kita untuk bangkit, terus tumbuh, maju, bertualang dan bergerak maju menuju tempat yang lebih tinggi.


Baca Juga : Angka Harapan Hidup adalah


Dengan demikian apabila kita mampu mengikuti dan mendengarkan simpul-simpul dan intuisi dari pikiran bawah sadar, maka kita akan mampu melakukan apapun yang disampaikan pikiran bawah sadar, dan menghindari pikiran sadar yang tidak sejalan, seperti kata-kata inspirasi yang tidak diketahui penulisnya, mengatakan bahwa “pikiran yang indah dan emosi yang positif adalah bahan untuk mewujudkan keajaiban”.


Jenis-Jenis Mindset

Carol Dweck “2006” menyatakan bahwa terdapat dua macam Mindset yaitu:

  • Fixed Mindset “Mindset Tetap”

Mindset tetap “Fixed mindset” ini didasarkan pada kepercayaan bahwa kualitas-kualitas seseorang sudah ditetapkan. Jika seseorang memiliki sejumlah inteligensi tertentu, kepribadian tertentu dna karakter moral tertentu.

Ciri-ciri dari orang dengan mindset tetap “fixed mindset” ialah sebagai berikut:

  1. Memiliki keyakinan bahwa inteligensi, bakat, sifat ialah sebagai fungsi hereditas/keturunan.
  2. Menghindari adanya tantangan.
  3. Mudah menyerah.
  4. Mengganggap usaha tidak ada gunanya.
  5. Mengabaikan kritik.
  6. Merasa terancam dengan kesuksesan orang lain.

  • Growth Mindset “Mindset Berkembang”

Mindset berkembang “growth mindset” ini didasarkan pada kepercayaan bahwa kualitas-kualitas dasar seseorang ialah hal-hal yang dapat diolah melalui upaya-upaya tertentu. Meskipun manusia mungkin berbeda dalam segala hal, dalam bakat dan kemampuan awal, minat atau temperamen setiap orang dapat berubah dan berkembang melalui perlakukan dan pengalaman.

Ciri-ciri dari orang dengan mindset berkembang “growth mindset” ialah sebagai berikut:

  • Memiliki keyakinan bahwa intelegensi, bakat dan sifat bukan merupakan fungsi, hereditas/keturunan.
  • Menerima tantangan dan bersungguh-sungguh menjalankannya.
  • Tetap berpandangan ke depan dari kegagalan.
  • Berpandangan positif terhadap usaha.
  • Belajar dari kritik.
  • Menemukan pelajaran dan mendapatkan inspirasi dari kesuksesan orang lain.

Baca Juga : Sifat Dan Bentuk Kontak Sosial Dalam Sosiologi


Cara Membentuk  Mindset

Untuk membentuk mindset dapat dilakukan melalui langkah-langkah sebagai berikut:

  • Trendwatching
    Pada tahap ini manajemen puncak melakukan pengamatan berbagai tren pemacu perubahan yang akan terjadi dimasa depan. Terdapat empat pemacu perubahan yang berdampak terhadap lingkungan organisasi.
  • Envisioning
    Envisioning ialah kemampuan kita untuk menggambarkan dampak perubahan dalam lingkungan bisnis yang diakibatkan oleh berbagai pemacu perubahan yang telah diamati dalam trendwatching.
  • Perumusan Paradigma
    Oleh karena lingkungan organisasi di gambarkan karakteristiknya sebagai lingkungan didalamnya customer, maka paradigma yang sesuai dengan lingkungan custome value strategy, suatu pandangan untuk bertumbuh ditentukan oleh kemampuan organisasi tersebut dalam menyediakan value terbaik bagi customer.
  • Perumusan Mindset
    Mindset terdiri dari tiga komponen: paradigma, keyakinan dasar dan nilai dasar. Oleh karena itu dalam merumuskan mindset, setelah paradigma dirumuskan, kemudian dirumuskan keyakinan dasar dan nilai dasar yang sesuai dengan paradigma tersebut. Berdasarkan paradigma customer valuestrategy, kemudian dibangun custimer valur mindset dan berdasarkan paradigma pula continious improvement dibentuk dalam dua mindset: continious improvement mindset dan opportunity mindset.

Macam-Macam Mindset

Menurut Carol S. Dweck, Ph.d seorang peneliti di bidang kecerdasan dan motivasi, di dalam buku terbarunya, mindset: the new psychology of success (2006), di dunia ini terdapat dua macam mindset yaitu :

  • Mindsettetap (fixed mindset)

Orang yang memiliki mindset tetap percaya bahwa kecerdasan bersifat tetap. ciri ciri orang yang bermindset tetap adalah:

  1. Menghindari tantangan dan risiko,
  2. jika ada halangan atau rintangan: membela diri atau mudah menyerah,
  3. memandang usaha sebagai kesalahan dan kesia-siaan,
  4. tidak memperdulikan kritik yang membangun, dan
  5. merasa terancam dengan kesuksesan orang lain
  6. mindsetberkembang (growth mindset )

Baca Juga : Diferensiasi Sosial adalah


Orang yang memiliki mindset berkembang percaya bahwa kecerdasan dapat dikembangkan. ciri-ciri orang yang bermindsetberkembang adalah sebagai berikut:

  1. Menyukai tantangan,
  2. jika ada halangan atau rintangan: bertahan menghadapi kemunduran,
  3. memandang usaha sebagai langkah untuk menguasaan (mastery),
  4. belajar dari kritik, dan
  5. menemukan palajaran dan inspirasi dari kesuksesan orang lain.

Berdasarkan ciri-ciri orang yang dengan fixed mindset dan growth mindset, keduanya dapat dibedakan melalui indikator sebagai berikut:

  1. keyakinan (belief) terhadap intelegensi, bakat dan sifat
  2. pengambilan resiko terhadap tantangan
  3. pensikapan terhadap halangan dan rintangan
  4. usaha yang dilakukan
  5. penerimaan terhadap kritik dan saran
  6. kemauan menemukan pelajaran dan inspirasi dari pengalaman orang lain

Fungsi-Fungsi Tertentu pada Otak

Fungsi-Fungsi Tertentu pada Otak

  • Otak kanan

Otak kanan merupakan otak yang secara antomi terletak di sebelah kanan yang bertanggung jawab dalam hal kecerdasan emosi (emotional quotient (EQ)), kemmapuan intuitif seni kreativitas, kemampuan berkomunikasi dengan sesame/ sosialisasi, mengendalikan semosi, dna juga pusta keerdasan daya imajinatif dan kreativitas, kemampuan berfikir yang tidak begitu terstruktur, berupa long term memory (memory jangka panjang).  Kemampuan visual dan emosi kana terganggun jika otak kanan bermasalah.


Lalu otak bagian mana yang baik? Nah sebenarnya kedua fungsi otak merupakan satu kesatuan fungsi sehingga keduanya baik, apalagi bisa dilakukan dengan seimbang karena fungsi maisng-masing tiap belahan otak sangat penting demi kelangsungan hidup manusia. Menurut penelitian manusia cenderung lebih banyak yang mengandalkan otak kiri dalam menjalani hidupnya. Tidak heran karena dalam sekolah formal dari tingkat dasar dan kuliah lebih banyak mengasah kemampuan otak kiri.


Baca Juga : “Lansia” 8 Pengertian Menurut Para Ahli & ( Ciri Fisik )


  • Otak Kiri

Otak kiri merupakan otak yang secara anatomi terletak pada belahan kiri yang berfungsi dan bertanggung jawab dalam kecerdasan Intelegensi (intelligence quotient (IQ)), berpikir secara sistematis terstruktur, berpikir secara nalar, rasio dna logika, kemampuan bahasa secara verbal, berpikir analitik sesuai dengan prosedur dan juga semua aktivitasnya berupa short term memory (memory jangka pendek)oleh karena itu fungsi matematika, berbicara dan bahasa akan terganggu jika otak kiri bermasalah.


Mindset sebagai Perubahan

Pola pikir kita, atau lebih sering disebut mindset, didefinisikan sebagai jumlah total dari keyakinan, nilai-nilai, kriteria, harapan, sikap, kebiasaan, keputusan, dan pendapat kita dalam memandang diri kita sendiri, orang lain dan kehidupan ini. Pola pikir adalah saringan yang dengannya kita menafsirkan apa yang kita lihat dan alami.


Pola pikir kita memberitahu kita bagaimana permainan hidup ini harus dimainkan, dan mengatur apakah kita memainkannya secara berhasil atau tidak. Kita mungkin memiliki pola pikir, misalnya, yang memberitahu kita, “Kehidupan ini sangat keras dan aku harus berjuang hanya sekadar untuk hidup pas-pasan”. Atau kita mungkin memiliki pola pikir yang lebih positif, seperti “Aku punya kemampuan yang hebat dan orang-orang ingin bekerja sama denganku”.


Pola pikir menggerakkan perilaku kita, sehingga bisa dikatakan bahwa pola pikir adalah “Driven dari motivasi afektif (psikologis) dalam melakukan kegiatan psikomotorik”. William James, bapak psikologi modern, berkata, “Yakinlah bahwa hidup Anda berharga, maka keyakinan Anda akan menciptakan faktanya”.


Agar berhasil, Anda perlu memahami pola pikir Anda. Anda harus membawanya ke tingkat sadar, memerhatikannya dengan baik dan melihat apakah ada sesuatu yang ingin Anda ubah. Jika tidak, keyakinan Anda yang tersembunyi akan mengendalikan Anda. Jika Anda tidak mengetahui pola pikir Anda, Anda tidak dapat melakukan apa pun terhadapnya. Jika Anda ingin mengubah hasil-hasil Anda, Anda harus mengubah pola pikir Anda.


Pergeseran pola pikir berarti berubah dari satu pola pikir kepada pola pikir yang lain. Pergeseran pola pikir berarti berubah dari pola pikir negatif ke pola pikir yang lebih positif, berubah dari pola pikir pecundang menjadi pemenang, berubah dari pola pikir statis menjadi kreatif, dan berubah dari pola pikir pekerja menjadi pola pikir pencipta pekerjaan.


Apakah pola pikir bisa diubah ?Jawabnya : “Bisa”. Karena pola pikir merupakan hasil dari sebuah proses pembelajaran (learning) , maka pola pikir bisa juga diubah (unlearning), dan dibentuk ulang (relearning). Ada yang mudah dan ada yang sulit diubah, memang. Ada yang cepat, ada yang perlu waktu lama. Ada yang bisa kita ubah dengan kesadaran sendiri, dan ada yang baru berubah setelah mengalami peristiwa tertentu. Ada pula pola pikir yang bisa kita ubah dengan bantuan psikolog, ahli mindset transformasi, dan terapis NLP yang memang kompeten dalam soal ini.


Apakah pertanda dari perubahan pola pikir? Jawabnya mungkin : kita memahami hal yang sama dengan pengertian berbeda, kita menyadari apa yang semula kita benci ternyata justru seharusnya kita kasihi, kita tiba-tiba sadar bahwa apa yang tadinya kita yakini benar ternyata sangatlah keliru, kita melihat diri kita dengan cara yang berbeda dengan sebelumnya, kita melihat pekerjaan kita dengan cara yang berbeda dengan sebelumnya, dan kita melihat dunia yang sama dengan kaca mata yang berbeda. Pola pikir yang berubah tidak mengubah situasi dan lingkungan dimana kita hidup, melainkan mengubah pikiran diri kita sendiri dalam memahami situasi dan lingkungan.


Demikianlah pembahasan mengenai Mindset Adalah – Pengertian, Materi, Membangun Dan Pengaruhnya) semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian semua,, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂

 

Mungkin Dibawah Ini yang Kamu Butuhkan