Gen Yang Saling Tumpang Tindih ( Overlapping )

Diposting pada

Untuk pembahasan kali ini kami akan mengulas mengenai gen yang saling tumpang tindih yang dimana dalam hal ini meliputi pengertian dan contohnya. Agar lebih jelas dan memahaminya simak ulasan dibawah ini.


Pengertian Gen ( Overlapping )

Pengertian Gen

Gen yang saling tumpang tindih (Overlapping) merupakan gen yang ekspresi nukleotidanya tumpang tindih dengan ekspresi nukleotida gen lain. Sebagai contoh Gen A memiliki nukleotida nomor 1 hingga 300 yang berguna bagi sintesis Protein A dan Gen B memiliki nukleotida nomor 289 hingga 570 yang berguna bagi sintesis Protein B, disini nampak bahwa nukleotida nomor 289 hingga 300 merupakan bagian dari dua gen yang berbeda.

Overlapping gen ini terjadi pada genon virus, prokariota, eukariota dan mitokondria namun lebih banyak terjadi pada genon virus dan prokariota.

Baca Juga : Tenaga Endogen

Genon virus dan prokariota berukuran kecil sehingga banyak gen yang overlapping agar genon kecil tersebut cukup untuk menyimpan seluruh informasi genetik yang dibutuhkan bagi sintesis proteinnya.


Macam-Macam Gen Yang Tumpang Tindih


  • Virus

Sebagai contoh bakteripfag ɸ X174 memiliki sebuah untai tunggal DNA yang panjangnya lebih kurang hanya 5000 nukleotida. Seandainya dari urutan basa ini hanya digunakan sebuah rangka baca, maka akan terdapat sekitar 1700 asam amino yang dapat disintesis.

Kemudian jika sebuah molekul protein rata-rata tersusun dari 400 asam amino, maka dari sekitar 1700 asam amino tersebut hanya akan terbentuk 4 hingga 5 buah molekul protein. Padahal kenyataannya, bakteriofag ɸX174 memiliki 11 protein yang secara keseluruhan terdiri atas 2300 asam amino.

Dengan demikian jelaskah bahwa dari urutan nukleotida yang ada tidak hanya digunakan sebuah rangka baca dan urutan basa yang diekspresikan (gen) dapat tumpang tindih satu sama lain.

Baca Juga : Genetika Adalah


  • Prokariota

Sekitar 1/3 dari gen-gen pada genon prokariota merupakan gen yang saling tumpang tindih. Tumpang tindih ini untuk mengemas gen-gen agar dapat cukup ditempatkan dalam genom prokariota yang kecil. Escherichia coli sebagai prokariota yang paling banyak dipelajari, memiliki 4 gen dengan tumpang tindih yang panjang.


  • Eukariota

Dibandingkan pada virus dan prokariota, gen yang tumpang tindih jarang ditemukan pada eikariota. Walaupun demikian, tumpang tindih ini ditemukan dalam mamalia dan manusia walaupun dalam jumlah yang sangat kecil.


Penyusunan Kembali Gen

Diketahui bahwa DNA beberapa eukariotik dapat langsung menyusun ulang gen dengan perintah merubah keadaan ekspresi gen bebas. Organisme eukariotik memiliki beberapa mekanisme untuk mengatur ulang segmen tertentu dari DNA mereka dengan cara yang pengontrolan, serta memiliki mekanisme untuk menambah kuantitas gen tertentu bila diperlukan, contohnya Drosophilla, Trypanosoma, Saccharomyces cerevisae.

Selain itu juga ada limfosit B yang mempunyai potensi dapat mendeferensiasi sel guna menghasilkan immunoglobulin. Hal ini dihubungkan dengan DNA limfosit B yangberfungsi sebagai gen pengkode rantai ringan maupun rantai berat  pada immunoglobulin. Penyusunan kembali gen berhubungan dengan ekspresi gen tingkat fenotip. Dari semua informasi yang terkumpul, muncul asumsi yang menyatakan bahwa banyak fenotip yang dapat mengubah proses dari polipeptida yang saling berhubungan.

Baca Juga : Paragraf Generalisasi


Transkrip Splicing Gen mRNA

Gen pengkode mRNA pada organisme eukariotik diketahui punya urutan yang ikut bercampur, tidak seperti gen organisme prokariotik. Dalam faktanya, tRNA dan gen rRNA juga punya. Urutan yang bercampur itu disebut sebagaisekuen intron atau urutan yang tidak dikode, sedangkan sekuen exon sebagai urutan yang dikode. Gen eukariotik tersusun atas sekuen exon dan sekuen intron.

Pemotongan traskrip terjadi dalam beberapa cara. Tidak semua transkripi akan menjadi bagian dari mRNA eukariotik. Ada beberapa contoh dari pemotongan transkripsi ekson. Sebagai contoh fenomena tersebut terdeteksi pada Drosophila adalah fenomena pemotongan hasil transkrip antenepedia gen exon sama dengan ekson tropomiosin. Contoh lain yaitu pada gen sapi, pengkodean mRNA preprotachykinin terdiri lebih dari satu polipeptida yang dihasilkan dari satu molekul prekusor mRNA Contoh tersebut dapat disimpulkan bahwa transkrip exon dalam organisme eukariotik menghasilkan tipe protein yang berbeda.

Baca Juga :  5 Pengertian Legenda Menurut Para Ahli Terlengkap


Gen yang Overlapping (Tumpang Tindih)

Gen overlapping dapat dideteksi dari phage. Gen yang mengalami tumpang tidih tersebut terjadi pada virus, bakteri, dan yang mempunyai genom kecil lainnya. Gen overlapping akan mengoptimiskan fage DNA yang berukuran kecil, tetapi juga  menunjukkan bahwa gen-gen overlapping mempunyai resiko untuk diri mereka sendiri. Beberapa mutasi gen bisa mengubah lebih dari satu polipeptida.


Tidak Setiap Gen Mentranskripsi Mrna

Tidak setiap gen mentranskripsi mRNA yang akan ditranslasikan untuk membentuk polipeptida, beberapa gen mentranskripsi tRNA, rRNA sebaik snRNA. RNA – RNA tersebut tidak ditranslasikan untuk memproduksi banyak polipeptida meskipun terlibat langsung dalam sintesis polipeptida. Ada banyak gen yang terdeteksi di berbagai organisme, berfungsi untuk menstrankripsi banyak jenis tRNA yang berpasangan dengan kode genetika yang berhubungan dengan proses translasi.


Review Of One Gen One Polypeptida Hypothesis

Berdasarkan keterangan yang berhubungan antara “hipotesis satu gen-satu enzim” maupun “hipotesis satu gen satu polipeptida” yang didiskusikan sebelumnya, sangat jelas bahwa dua paradigma dirumuskan di era dimana gen diinterpretasikan sebagai sekuen/rangkaian DNA berlanjut. Di sisi lain, interpretasi gen sekarang menjadi bahan debatan. Tijauan dari hipotesis satu gen satu polipeptida akan dilaksanakan dengan batasan dua dimensi.

Berhubungan dengan interpretasi gen sebagai sekuen DNA yang berlanjut, fakta penataan ulang gen dibahas, meskipun kenyataan yang dilaporkan terbatas, sebenarnya menunjukkan bahwa satu gen dapat menentukan lebih dari satu polipeptida. Dalam hubungan ini, ada saran bahwa konsep klasik satu gen-satu polipeptida hipotesis tidak memadai, setidaknya dalam bentuk yang paling sederhana untuk menjelaskan hubungan gen-antibodi.

Fakta penataan ulang gen dibahas sebenarnya tidak perlu ditafsirkan lagi bahwa salah satu gen dapat menentukan lebih dari satu polipeptida. Dalam batas-batas konteks itu belum ditafsirkan bahwa lebih dari satu gen menentukan lebih dari satu jenis polipeptida, sehingga paradigma hipotesis satu gen-satu polipeptida belum tergantikan.

Colinearity antara gen dan polipeptida dalam organisme eukariotik adalah batas-batas penafsiran gen sebagai urutan DNA yang berlanjut dan tidak relevan membicarakan mengenai batas-batas penafsiran gen bukan sebagai urutan DNA berlanjut. Dalam organisme eukariotik, colinearity tidak mutlak karena transkrip intron dari mRNA coding gen tidak menjadi bagian dari kode genetik yang akan menerjemahkan serta menghasilkan polipeptida. Oleh karena itu, dalam organisme eukariotik, tidak semua bagian dari gen mRNA coding bertanggung jawab untuk biosintesis polipeptida. Demikian, satu gen-satu polipeptida hipotesis tidak cukup untuk organisme eukariotik.

Baca Juga : 34 Perbedaan Teks Dongeng Dengan Teks Anekdot


Demikianlah artikel dari dosenpendidikan.co.id mengenai Gen Yang Saling Tumpang Tindih ( Overlapping ) : Pengertian, Macam, Penyusunan, transkrip, semoga artikel ini bermanfaat bagi anda semuanya.

Mungkin Dibawah Ini yang Kamu Butuhkan