Penyimpangan Sosial

Diposting pada

Penyimpangan Sosial – Pengertian, Teori, Bentuk, Jenis & Contoh – Secara umum perilaku menyimpang merupakan semuan tindakan yang menyimpang dari norma-norma yang berlaku di suatu sistem sosial dan menim bulkan usaha dari pihak yang berwenang dalam sistem itu untuk memperbaiki perilaku menyimpang tersebut. Penyimpangan dalam suatu masyarakat tidak berarti merupakan penyimpangan dalam masyarakat lain karena adanya perbedaan standar atau ukuran tentang nilai dan norma.

Penyimpangan-Sosial



Pengertian Penyimpangan Sosial

Penyimpangan sosial adalah bentuk perilaku yang dilakukan oleh seseorang yang tidak sesuai dengan norma dan nilai sosial yang berlaku dalam masyarakat. Menurut Bruce J. Cohen, ukuran yang menjadi dasar adanya penyimpangan bukan baik atau buruk, benar atau salah menurut pengertian umum, melainkan berdasarkan ukuran norma dan nilai sosial suatu masyarakat. Perilaku menyimpang dipengaruhi oleh kondisi lingkungan dan kehidupan sosial dalam masyarakat.


Penyimpangan sosial atau perilaku menyimpang, sadar atau tidak sadar pernah kita alami atau kita lakukan. Penyimpangan sosial dapat terjadi dimanapun dan dilakukan oleh siapapun. Sejauh mana penyimpangan itu terjadi, besar atau kecil, dalam skala luas atau sempit tentu akan berakibat terganggunya keseimbangan kehidupan dalam masyarakat.Suatu perilaku dianggap menyimpang apabila tidak sesuai dengan nilai-nilai dan norma-norma sosial yang berlaku dalam masyarakat atau dengan kata lain penyimpangan (deviation) adalah segala macam pola perilaku yang tidak berhasil menyesuaikan diri (conformity) terhadap kehendak masyarakat.


Pengertian Perilaku Menyimpang Menurut Para Ahli

Adapun beberapa definisi penyimpangan sosial yang diajukan oleh para ahli, yang macam-macam pengertian perilaku menyimpangan menurut para ahli ialah sebagai berikut:

  • Menurut Vander Zanden

Mengatakan bahwa pengertian perilaku menyimpang ialah perilakui yang dianggap sebagai hal tercela di luar batas-batas toleransi oleh sejumlah besar orang.

  • Menurut Bruce J. Cohen

Bahwa perilaku menyimpang adalah setiap perilaku yang tidak berhasil menyesuaikan diri dengan kehendak-kehendak masyarakat atau kelompok tertentu dalam masyarakat.

  • Menurut M.Z. Lawang

Perilaku menyimpang ialah semua tindakan yang menyimpang dari norma-norma yang berlaku dalam suatu sistem sosial dan menimbulkan usaha dari mereka yang berwenang dalam sistem itu untuk memperbaiki perilaku tersebut.

  • Menurut Paul B. Horton

Perilaku penyimpangan ialah setiap perilaku yang dinyatakan sebagai pelanggaran terhadap norma-norma kelompok atau masyarakat.


Ciri-Ciri Perilaku Menyimpang

Adapun ciri-ciri perilaku menyimpang menurut Paul B. Horton, penyimpangan sosial memiliki ciri-ciri antara lain yaitu:

  • Penyimpangan Dapat Didefinisikan

Tidak ada perbuatan yang terjadi begitu saja dinilai atau dianggap menyimpang. Perilaku mnenyimpang bukanlah hanya dari ciri tindakan yang dilakukan orang, melainkan akibat dari adanya peraturan dan penerapan sanksi yang dilakukan oleh orang lain terhadap perilaku tersebut.

  • Penyimpangan Ada Yang Diterima Atau Ditolak

Tidak semua perilaku menyimpang negatif ada juga yang diterima bahkan dipatuhi dan dihormati seperti orang genius yang menyampaikan pendapat baru yang bertentangan dengan pendapat umum. Sedangkan perampokan, pembunuhan dan menyebarkan teror bom atau gas beracun termasuk penyimpangan yang ditolak oleh masyarakat.

  • Penyimpangan Relatif Dan Penyimpangan Mutlak

Di dalam satu masyarakat tidak ada seorang pun yang termasuk dalam kategori sepenuhnya penurut “konformis” ataupun spenuhnya. Pada dasarnya semua orang normal pasti pernah melakukan tindakan yang menyimpang dari norma-norma yang berlaku, namun terdapat batas-batas tertentu yang bersifat relatif untuk setiap orang.

Seperti halnya tidak ada seorang pun yang setiap perbuatannya menyimpan di norma-norma yang berlaku. perbedaannya ada di seberapa sering “frekuensi” dan kadar penyimpangan saja. Meskipun ada orang yang sering sekali melakukan penyimpangan sosial “penyimpangan mutlak”, lambat laun dia juga harus berkompromi dengan lingkungannya.

  • Penyimpangan Terhadap Budaya Nyata Atau Budaya Ideal

Budaya ideal disini ialah seluruh peraturan hukum yang berlaku dalam suatu kelompok masyarakat. Namun dari kenytaannya tidak orang yang patuh dari seluruh peraturan resmi. Antara budaya nyata dan budaya ideal selalu terjadi kesenjangan, artinya peraturan yang telah menjadi pengetahuan umum di kehidupan sehari-hari yang cenderung banyak dilanggar.

  • Terdapat Norma-Norma Penghindaran Dalam Penyimpangan Sosial

Jika suatu masyarakat terdapat nilai atau norma yang melarang suatu perbuatan ingin sekali diperbuat oleh banyaj orang, akan muncul norma-norma pengindaran. Norma pengindaran ialah pola perbuatan yang dilakukan orang untuk memenuhi keinginan mereka tanpa harus dengan menentang nilai-nilai dengan tata kelakukan secara terbuka. Jadi norma-norma yang sifatnya setengah melembaga “semi institutionalized”.

  • Penyimpangan Sosial Bersifat Adaptif “Menyesuaikan”

Penyimpangan sosial tidak selalu sebagai ancaman karena biasanya dianggap sebagai alat pemelihara ketenangan atau ketentraman sosial. Di satu pihak, masyarakat memerlukan keteraturan dan kepastian dalam kehidupan.


Baca Juga: Model Pembelajaran Kooperatif


Jenis-Jenis Penyimpangan Sosial

Pengertian-Penyimpangan-Sosial

Adapun jenis-jenis penyimpang sosial yang diantaranya yaitu:

Penyimpangan Sosial Berdasarkan Kekerapannya

  • Penyimpangan Sosial Primer
    Pengertian penyimpangan sosial primer ialah penyimpangan yang bersifat sementara “temporer”, orang yang melakukannya masih tetap dapat diterima oleh kelompok sosialnya karena tidak terus menerus melanggar aturan. Seperti biasanya melanggar rambu lalu lintas atau pernah meminum minuman keras di suatu pesta.
  • Penyimpangan Sosial Sekunder
    Pengertian penyimpangan sosial sekunder ialah penyimpangan sosial yang dilakukan oleh pelakunya secara terus menerus walaupun telah diberikan sanksi-sanksi. Oleh karena itu, setiap pelaku secara umum dikenal sebagai orang yang berilaku menyimpang. Seperti seseorang yang setiap hari minum minuman keras, siswa SMA/MA yang terus menyontek teman kelasnya.

Penyimpangan Sosial Berdasarkan Jumlah Orang Yang Terlibat

  • Penyimpangan Individu
    Pengertian penyimpangan individu ialah penyimpangan yang dilakukan sendiri tanpa dengan orang lain. Hanya satu individu saja yang melakukan berlawanan dengan norma-norma yang berlaku.
  • Penyimpangan Kelompok
    Pengertian penyimpangan kelompok ialah penyimpangan yang terjadi jika individu perilaku menyimpang tersebut dilakukan secara bersama-sama disuatu kelompok tertentu.

Penyimpangan Sosial Berdasarkan Sifatnya

  • Penyimpangan Bersifat Negatif
    Pengertian penyimpangan bersifat negatif ialah penyimpangan sosial yang berwujud dari tindakan ke arah nilai-nilai sosial yang dianggap rendah dan tercela karena tidak sesuai dengan norma-norma yang berlaku.
  • Penyimpangan Bersifat Positif
    Pengertian penyimpangan bersifat positif ialah penyimpangan sosial yang memiliki dampak positif terhadap sistem sosial karena dianggap ideal dalam masyarakat.

Bentuk-Bentuk Penyimpangan Sosial

  • Penyalahgunaan Narkoba
  • Perkelahian pelajar
  • Penyimpangan seksual
  • Tindakan kriminal atau kejahatan

Faktor-Faktor Penyebab Perilaku Menyimpang

Adapun faktor-faktor penyebab perilaku menyimpang yang diantaranya yaitu:

  • Faktor Internal
    Penyebab perilaku menyimpang dalam faktor internal ialah intelegensi atau tingkat kecerdasan, usia, jenis kelamin dan kedudukan seseorang dalam keluarga. Contohnya seseorang yang tidak normal dan pertambahan usia.
  • Faktor Eksternal
    Penyebab perilaku menyimpang dalam faktor eksternal ialah kehidupan rumah tangga atau keluarga, pendidikan disekolah, pergaulan dan media massa. Contohnya, seorang anak yang biasa melihat orang tuanya bertengkar dapat melarikan diri pada obat-obatan atau narkoba. Pergaulan individu yang berhubungan dengan teman-temannya, media massa, media cetak, media elektronik.

Baca Juga: Sumber Hukum


Pencegahan Penyimpangan Sosial

Pencegahan dalam terjadi perilaku penyimpangan sosial dilakukan seseorang agar tidak berada dalam penyimpangan sosial yang lebih merugikan atau bersifat negatif. Fakto-faktor pencegahan dalam perilaku penyimpangan sosial ialah sebagai berikut.

  • Faktor Keluarga
    Pencegahan penyimpangan sosial dalam faktor keluarga ialah merupakan awal dari proses sosialisasi dalam pembentukan kepribadian seseorang. Kepribadian seseorang mulai terbentuk dengan baik jika lahir dan tumbuh berkembang dengan lingkungan keluarga yang baik, begitu juga dengan sebaliknya.
  • Faktor Sekolah
    Pencegahan penyimpangan sosial dalam faktor sekolah ialah tempat menimba ilmu yang memberikan pendidikan moral selain dari pendidikan umum.
  • Faktor Lingkungan Dan Teman
    Pencegahan penyimpangan sosial dalam faktor lingkungan dan teman ialah tempat yang sangat mempengaruhi watak seseorang karna dalam pergaulan seseorang dituntut agar dapat beradaptasi/menyesuaikan diri dengan lingkungan tempat tinggal dan temannya.
  • Faktor Media Massa
    Pencegahan penyimpangan sosial dalam faktor media massa ialah suatu wadah sosialisasi yang mempengaruhi kehidupan seseorang. Maka setiap orang harus dapat memilih media massa yang berisi informasi yang baik dan bersifat positif untuk terhindari dari penyimpangan sosial.

Baca Juga: Pengertian, Syarat Dan Faktor Terbentuknya Interaksi Sosial Masyarakat


Definisi-definisi penyimpangan sosial:

  • James W. Van Der Zanden:

Penyimpangan perilaku merupakan perilaku yang oleh sejumlah besar orang dianggap sebagai hal yang tercela dan diluar batas toleransi.

  • Robert M. Z. Lawang:

Perilaku menyimpang adalah semua tindakan yang menyimpang dari norma yang berlaku dalam sistem sosial dan menimbulkan usaha dari mereka yang berwenang dalam sistem itu untuk memperbaiki perilaku menyimpang.


Bentuk-bentuk penyimpangan sosial

  • Bentuk penyimpangan menurut pelakunya:
  1. Penyimpangan Individu yaitu penyimpangan yang dilakukan oleh Individu yang berlawanan dengan Norma. Penyimpangan ini biasanya dilakukan di lingkungan keluarga. Misalnya sesorang mencuri dilakukan sendiri.
  2. Penyimpangan kelompok yaitu penyimpangan yang dilakukan oleh kelompok orang yang tunduk pada norma kelompoknya yang bertentangan dengan norma yang berlaku dalam masyarakat. Contoh kelompok yang melakukan penyimpangan adalah kelompok pengedar narkotika, sindikat penjahat atau mafia, pemberontak.

  • Bentuk penyimpangan menurut Sifatnya:
  1. Penyimpangan bersifat positif: Penyimpangan ini terarah pada nilai sosial yang berlaku dan dianggap ideal dalam masyarakat dan mempunyai dampak yang bersifat positif. Cara yang dilakukan seolah-olah menyimpang dari norma padahal tidak. Contohnya adalah: Bermunculan Wanita karier yang sejalan dengan emansipasi wanita, biro jodoh.
  2. Penyimpangan bersifat negatif: Penyimpangan ini berwujud dalam tindakan yang mengarah pada nilai-nolai sosial yang dipandang rendah dan dianggap tercela dalam masayarakat. Contohnya: pemerkosaan, pencurian, pembunuhan, perjudian dan pemakaian narkotika.

Baca Juga: Pengertian, Bentuk Dan Macam – Macam Pengendalian Sosial Menurut Para Ahli


  • Bentuk penyimpangan menurut Lemert (1951)
  1. Penyimpangan Primer: merupakan penyimpangan sosial yang bersifat sementara dan biasanya tidak diulangi lagi. Seseorang yang melakukan penyimpangan ini masih diterima di masyarakat. Contoh: orang yang melanggar lalu lintas dengan tidak membawa SIM dan perbuatannya itu tidak diulangi lagi, Orang yang belum membayar pajak.
  2. Penyimpangan Sekunder : merupakan penyimpangan sosial yang nyata dan dilakukan secara berulang-ulang bahkan menjadi kebiasaan dan menunjukkan ciri khas suatu kelompok. Seseorang yang melakukan penyimpangan ini biasanya tidak akan diterima lagi di masyarakat. Contoh: Pemabuk yang seringa mabuk-mabukan dipasar, di diskotik dll.

Latar Belakang Terjadinya Penyimpangan Sosial :

Proses sosialisasi yang tidak sempurna atau tidak berhasil karena seseorang mengalami kesulitan dalam hal komunikasi ketika bersosialisasi. Artinya individu tersebut tidak mampu mendalami norma- norma masyarakat yang berlaku. Penyimpangan juga dapat terjadi apabila seseorang sejak masih kecil mengamati bahkan meniru perilaku menyimpang yang dilakukan oleh orang-orang dewasa.


Terbentuknya perilaku menyimpang juga merupakan hasil sosialisasi nilai sub kebudayaan menyimpang yang di pengaruhi oleh beberapa faktor seperti faktor ekonomi dan faktor agama. Contoh karena kekurangan biaya seorang pelajar mencuri dan seseorang yang tidak memiliki dasar agama hidupnya tanpa arah dan tujuan.


Faktor-faktor Penyebab Penyimpangan Sosial

  1. Faktor dari dalam adalah intelegensi atau tingkat kecerdasan, usia, jenis kelamin dan kedudukan seseorang dalam keluarga. Misalnya: seseorang yang tidak normal dan pertambahan usia.
  2. Faktor dari luar adalah kehidupan rumah tangga atau keluarga, pendidikan di sekolah, pergaulan dan media massa. Misalnya: seorang anak yang sering melihat orang tuanya bertengkar dapat melarikan diri pada obat-obatan atau narkoba. Pergaulan individu yang berhubungan teman-temannya, media massa, media cetak, media elektronik.

Baca Juga: Pengertian, Jenis Dan Faktor Penyebab Penyimpangan Sosial Menurut Para Ahli


Jenis-jenis penyimpangan sosial terdiri dari 5 jenis

  1. Tawuran atau perkelahian antar pelajar. Perkelahian termasuk jenis kenakalan remaja akibat kompleksnya kehidupan kota yang disebabkan karena masalah sepele. Penyebab yang lain adalah karena krisis moral yang dimiliki pelajar sehingga tindakannya berlawanan dengan norma agama dan sosial, hal itu disebabkan karena peralihan dari kanak-kanak menuju remaja, pada dasarnya usia remaja mempunyai emosi yang tinggi dan ingin diketahui keberadaannya.
  2. Penyalahgunaan narotika,obat-obat terlarang dan minuman keras. Penyalahgunaan narkotika adalah penggunaan narkotika tanpa izin dengan tujuan hanya untuk memperoleh kenikmatan. Penyimpangan sosial yang timbul adalah pembunuhan, pemerkosaan pencurian, perampokan.

Adapun beberapa jenis narkotika dan obat bius antara lain:

  1. Ganja atau mariyuana diperoleh dari tumbuh-tumbuhan yang bernama Canabis Sativa yang diambil bagian daun yang diiris – iris dan dikeringkan seperti tembakau
  2. Morfin merupakan zat yang diperoleh dari candu yang ditemukan oleh Setumur yaitu ahli farmasi dari Jerman tahun 1805. Umumnya berwarna putih, berwujud bubuk dan rasanya pahit. Morfin digunakan untuk obat pembius yang menenangkan sistem syaraf.
  3. Kokain diperoleh dari tumbuh-tumbuhan Erythroxylon coca, yaitu golongan semak yang mempunyai ketinggian 2 m. Daunnya mengandung zat pembius. Warna kokain putih, rasanya pahit dan biasanya digunakan dalam pembedahan dan ilmu kedokteran.
  4. Tembakau mengandung racun nikotin yang keras. Nikotin merangsang susunan syaraf sehingga dapat menimbulkan ketagihan. Tar merupakan zat yang terkandung dalam tembakau yang dapat menimbulkan penyakit kanker paru-paru.
  5. Hubungan seks diluar nikah, pelacuran dan HIV/AIDS merupakan penyimpangan sosial karena menyimpang norma sosial maupun agama.
  6. Tindak kriminal adalah tindak kejahatan atau tindakan yang merugikan orang lain dan melanggar norma hukum, norma sosial dan norma agama. Misalnya: mencuri,menodong, menjambret membunuh, dan lain-lain. Disebabkan karena masalah kesulitan ekonomi dan merupakan profesi atau pekerjaanya karena sulit mencari pekerjaan yang halal
  7. Penyimpangan seksual. Dianggap menyimpang karena melanggar norma- norma yang berlaku.

Pencegahan penyimpangan sosial

  1. Merupakan awal proses sosialisasi dan pembentukan kepribadian seorang anak. Kepribadian seorang anak akan terbentuk dengan baik apabila ia lahir dan tumbuh berkembang dalam lingkungan keluarga yang baik begitu sebaliknya
  2. Lingkungan tempat tinggal dan teman sepermain. Lingkungan tempat tinggal juga dapat mempengaruhi kepribadian seseorang untuk melakukan penyimpangan sosial. Seseorang yang tinggal dalam lingkungan tempat tinggal yang baik,warganya taat dalm melakukan ibadah agama dan melakukan perbuatan2 yang baik maka keadaan ini akan mempengaruhi kepribadian seseorang menjadi baik sehingga terhindar dari penyimpangan sosial begitu sebaliknya.
  3. Media Massa baik cetak maupun elektronik merupakan suatu wadah sosialisasi yang dapat mempengaruhi seseorang dalam kehidupan sehari-hari. Langkah pencegahan agar tidak terpengaruh akibat media massa adalah apabila kamu ingin menonton acara di televisi pilih acara yang bernilai positif dan menghindari tayangan yang dapat membawa pengaruh tidak baik.

Baca Juga: Norma Hukum Adalah


Teori mengenai penyampangan sosial

  1. Teori Differential Association. Menurut pandangan teori ini, penyimpangan sosial bersumber pada pergaulan yang berbeda yang terjadi melalui proses alih budaya.
  2. Teori Labeling. Menurut teori ini seseorang menjadi menyimpang karena proses Labeling, penberian julukan, cap, etiket dan merek yang diberikan masyarakat secara menyimpang sehingga menyebabkan seseorang melakukan penyimpangan sosial.
  3. Teori Merton. Teori penyimpangan ini bersumber dari struktur sosial. Menurut Merton terjadinya perilaku menyimpang itu sebagai bentuk adabtasi terhadap situasi tertentu.
  4. Teori Fungsi Durkheim. Bahwa kesadaran moral semua anggota masyarakat tidak mungkin terjadi karena setiap orang berbeda satu sama lainnya tergantung faktor keturunan, lingkungan fisik dan lingkungan sosial. Menurut Durkheim kejahatan itu perlu, agar moralitas dan hukum itu berkembang secara formal.
  5. Teori konflik. Karl Mark, mengemukakan bahwa kejahatan erat terkait dengan perkembangan kapitalisme. Menurtu teori ini apa yang merupakan perilaku menyimpang hanya dalam pandangan kelas yang berkuasa untuk melindungi kepentingan mereka. Dengan demikian, peradilan pidana pun lebih memihak pada kepentingan mereka. Oleh sebab itu, orang yang dianggap melakukan kejahatan dan terkena hukuman pidana umumnya berasal dari kalangan rakyat miskin.

Sikap Simpati Terhadap Pelaku Penyimpangan Sosial

Cara mengatasi atau mencegah seseorang atau kelompok orang melakukan penyimpangan sosial dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:

  1. Dengan cara preventif, tujuannya mencegah terjadinya pelanggaran yang dilakukan. Misalnya penyuluah oleh guru, kepolisian, tokoh masayarakat, alim ulama
  2. Dengan cara persuasif, yaitu dengan cara meyakinkan orang bahwa perilaku tertentu adalah bertentangan dengan norma sosial, misalnya guru memberi nasihat kepada muridnya agar tidak bolos sekolah
  3. Dengan cara represif yaitu dengan cara memberikan hukuman kepada seseorang yang melakukan penyimpangan sosial. Misalnya orang yang memperkosa dihukum penjara
  4. Dengan cara kuratif, yaitu upaya penyembuhan / pemulihan pelaku penyimpangan, contoh pembinaan pelaku tawuran, rehabilitasi pecandu obat terlarang.

Baca Juga: Dampak Negatif Penyimpangan Sosial Terhadap Diri Dan Masyarakat Serta Cara Penaggulangannya


Demikianlah pembahasan mengenai Penyimpangan Sosial – Pengertian, Teori, Bentuk, Jenis & Contoh semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂