Percepatan Belajar

Diposting pada

Latar Belakang

Percepatan Belajar – Pengertian, Keuntungan, Program & Prinsip – Pendidikan merupakan aspek penting yang perlu dimiliki oleh setiap manusia, karena pendidikan dapat menciptakan suatu perubahan baik pengetahuan, sikap, maupun kompetensi dalam membentuk kepribadian seseorang. Pendidikan menurut buku Dictionary of Education memiliki dua pengertian. Pertama, proses dimana seseorang mengembangkan kemampuan, sikap dan bentuk-bentuk tingkah laku lainnya di masyarakat dimana mereka hidup. Kedua, proses sosial di mana orang dihadapkan pada pengaruh lingkungan yang terpilih dan terkontrol. Sehingga mereka memperoleh dan atau mengalami perkembangan kemampuan sosial dan kemampuan individual yang optimal.


Sesuai dengan UU No. 20 tahun 2002 tentang sistem pendidikan nasional, yang pada intinya memuat dua kegiatan utama yang harus dikembangkan dalam proses pendidikan yaitu proses modernisasi dan proses sosialisasi. Proses modernisasi mencakup kegiatan bidang pengajaran yang lebih mengacu pada pengembangan kemampuan penalaran dan penguasaan sains dan teknologi.


Sedangkan proses sosialisasi mencakup kegiatan bidang pendidikan yang lebih memfokuskan pada pengembangan perilaku dan sikap hidup siswa mengatur diri dengan kehidupan dan budaya masyarakat lingkungannya, baik lokal, regional, nasional maupun global. Untuk itulah perlu dikembangkan iklim belajar mengajar yang dapat menumbuhkan rasa percaya diri dan perilaku yang kreatif, inovatif, dan keinginan untuk maju.

percepatan-belajar
percepatan-belajar

Jaminan pelayanan pendidikan bagi anak berbakat akademik atau intelektual atau lazim disebut siswa yang memiliki kemampuan dan kecerdasan luar biasa mulai tampak sejak diterbitkan Undang-undang Nomor 2 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang dinyatakan pada pasal 24 yaitu, “setiap siswa pada satuan pendidikan mempunyai hak-hak sebagai berikut: ayat (1) mendapatkan perlakuan sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuannya; ayat (2) mengikuti program pendidikan yang bersangkutan atas dasar pendidikan berkelanjutan, baik untuk mengembangkan kemampuan diri, maupun untuk memperoleh pengakuan tingkat pendidikan tertentu yang telah diberlakukan; dan ayat (6) menyelesaikan program pendidikan lebih awal dari waktu yang telah ditentukan.


Esensi dari pendidikan kelas akselerasi pada dasarnya merupakan kelas homogen yang siswanya berada pada rata-rata di atas siswa kelas paralelnya pada jenis dan jenjang sekolah yang sama. Secara komprehensif ada empat kategori yang dijadikan parameter dalam menyeleksi bagi siswa kelas akselerasi tersebut: (1) IQ (Intellegence Quotient), yaitu kemampuan akademik dilihat dari nilai-nilai mata pelajaran terutama bidang matematika,


Sains dan Bahasa Inggris, yang mana standar rata-ratanya ditetapkan lebih dari atau sama dengan 7,5. (2) EQ (Emotional Quotient), atau kemampuan sosial dilihat dari kemampuan siswa untuk berempati dengan orang lain, menunda rasa gembira, mengendalikan dorongan hati, sadar diri, bertahan dan bergaul secara efektif dengan orang lain. (3) AQ (Adversity Quotient) atau kemampuan beradaptasi terhadap situasi apapun dilihat dari ketegaran, keuletan, serta sikap pantang menyerah serta confidence. (4) SQ (Spriritual Quotient) atau kemampuan dalam mengembangkan ranah bathin dilihat dari pengabdian diri terhadap sang Khalik, khususnya dalam beribadah.


Untuk pembahasan kali ini kami akan mengulas mengenai Program Percepatan Belajar “Akselerasi” yang dimana dalam hal ini meliputi Tujuan, Manfaat dan Prinsip, nah agar lebih dapat memahami dan mengerti simak ulasan selengkapnya dibawah ini.


Pengertian Program Percepatan Belajar ( Akselerasi )

Program Percepatan Belajar ( Akselerasi ) adalah program layanan pendidikan khusus bagi peserta didik yang memiliki kemampuan dan kecerdasan luar biasa dengan penyelesaian waktu belajar lebih cepat/lebih awal dari waktu yang telah ditentukan pada setiap jenjang pendidikan.


Jadi program akselerasi adalah program layanan pendidikan yang diberikan kepada siswa yang memiliki kemampuan dan kecerdasan luar biasa, dengan penyelesaian waktu belajar lebih cepat dari waktu yang ditentukan dari setiap satuan pendidikan. Sehingga dapat memenuhi kebutuhan layanan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.


Baca Juga: Grafis Bitmap dan Vektor


Tujuan Dan Manfaat Program Percepatan Belajar ( Akselerasi )

Program pendidikan akselerasi sebagaimana dituangkan dalam Pedoman Penyelenggaraan. Program Percepatan belajar SD, SLTP dan SMU “Depdiknas, 2001” memiliki tujuan umum dan khusus antara lain:

  • Tujuan Program Percepatan Belajar ( Akselerasi )

Secara umum penyelenggaraan program percepatan belajar akselerasi bertujuan:

  • Memenuhi kebutuhan peserta didik yang memiliki karakteristik spesifik dari segi perkembangan kognitif dan efektifnya.
  • Memenuhi asasi peserta didik sesuai dengan kebutuhan pendidikan bagi dirinya sendiri.
  • Memenuhi minat intelektual dan perspektif masa depan peserta didik.
  • Menimbang peran peserta didik sebagai asset masyarakat dan kebutuhan masyarakat untuk pengisian menyiapkan peserta didik sebagai pemimpin masa depan.

Secara khusus penyelenggaraan program percepatan belajar akselerasi bertujuan:

  • Memberi penghargaan untuk dapat menyelesaikan program pendidikan secara lebih cepat sesuai dengan potensinya.
  • Meningkatkan efisiensi dan efektifitas proses pembelajaran peserta didik.
  • Mencegah rasa bosan terhadap iklim kelas yang kurang mendukung berkembangnya potensi keunggulan peserta didika secara optimal.
  • Memacu mutu siswa untuk peningkatan kecerdasan spiritual, intelektual dan emosionalnya secara berimbang.

Baca Juga: Contoh Pamflet


Manfaat Program Percepatan Belajar ( Akselerasi )

Selain banyaj sekali tujuan diselenggarakan program akselerasi ada banyak juga manfaat dari terselenggaranya program akselerasi. Menurut Southem dan Jones “1991” menyebutkan beberapa keuntungan dari pelaksanaan program akselerasi bagi anak berbakat adalah:

  • Meningkatkan Efisiensi
    Siswa yang telah siap dengan bahan-bahan pelajaran dan menguasai kurikulum pada tingkat sebelumnya akan lebih baik dan lebih efisien.
  • Meningkatkan Efektifitas
    Siswa yang belajar pada tingkat kelas yang dipersiapkan dan menguasai ketrampilan-ketrampilan sebelumnya merupakan siswa yang paling efektif.
  • Membuka Siswa Pada Kelompok Barunya
    Dengan program akselerasi siswa dimungkinkan untuk bergabung dengan siswa lain yang memiliki kemampuan intelektual dan akademis yang sama. Sehingga mereka tidak merasa bahwa meraka paling super.
  • Ekonomis
    Keuntungan bagi sekolah ialah tidak perlu mengeluarkan banyak biaya untuk mendidik guru khusus anak berbakat.

Prinsip-Prinsip Program Percepatan Belajar ( Akselerasi )

Menurut lif dan Hendro “2011-59” menyebutkan beberapa prinsip-prinsip dari pelaksaan program akselerasi bagi anak berbakat ialah:

  • Belajar Melibatkan Seluruh Pikiran Dan Tubuh
    Belajar tidak hanya menggunakan otak “sadar, rasional, memakai otak kiri dan verbal”, tetapi juga melibatkan seluruh tubuh/pikiran dengan segala emosi, indra dan sarafnya.
  • Belajar Adalah Bekreasi Bukan Mengkonsumsi
    Pengetahuan bukanlah sesuatu yang diserap oleh pembelajar, melainkan sesuatu yang diciptakan pembelajar.
  • Pembelajaran Berlangsung Pada Banyak Tingkatan Secara Simultan
    Belajar bukan hanya menyerap satu hal kecil pada satu waktu secara linear, melainkan menyerap banyak hal sekaligus.
  • Belajar Berasal Dari Mengerjakan Pekerjaan Itu Sendiri “Dengan Umpan Balik”
    Belajar paling baik ialah belajar dalam konteks, kita belajar berenang dengan berenang cara bernyanyi dengan bernyanyi.
  • Emosi Positif Sangat Membantu Pembelajaran
    Perasaan menentukan kualitas dan juga kuantitatif belajar seseorang parasa positif mempercepat pembelajaran.

Baca Juga : √ Tut Wuri Handayani : Pengertian & Arti Makna Menurut Ahlinya


Orientasi Lama Konsep Akselerasi Pembelajaran

Proses pembelajaran akselerasi merupakan suatu proses internalisasi pengetahuan dalam diri individu. Aktivitas belajar akan berlangsung efektif apabila siswa berada dalam keadaan positif dan bebas dari tekanan. Selama ini proses belajar yang berlangsung di sekolah maupun pelatihan yang diselenggarakan cenderung berlangsung dalam suasana yang monoton dan membosankan. Dalam kondisi ini guru hanya menuangkan ilmu pengetahuan ke dalam kepala siswa yang berlaku pasif yang dikenal dengan istilah “pour and snoor”. Materi yang diajarkan hanya diceramahkan tanpa ada upaya untuk melibatkan potensi siswa untuk berpikir dan memberikan respons terhadap pengetahuan yang ditransfer.


Selain itu proses belajar belajar yang berlangsung disekolah tidak memberikan pengetahuan tentang manfaat pengetahuan yang dipelajari. Bahan yang harus dipelajari hanya bersifat hafalan-hafalan yang maknanya seringkali tidak dimengerti oleh siswa. Siswa tidak diajak memanfaatkan potensi yang dimiliki untuk membangun pengetahuan yang mempunyai makna sesuai kebutuhan dan kemampuan. Hal ini disebabkan karena materi pelajaran yang dipelajari seringkali tidak dikaitkan dengan dunia dan lingkungan tempat anak tumbuh dan berkembang.


Metode pembelajaran yang digunakan oleh guru pun seringkali tidak variatif dan hanya merupakan ceramah yang panjang dan membosankan. Penggunaan metode ceramah tidak selamanya buruk, tetapi ceramah bukan satu-satunya cara yang dapat membuat proses pembelajaran berlangsung optimum. Guru perlu memiliki kemampuan dalam menggunakan metode pembelajaran variatif yang lebih banyak melibatkan siswa.


Guru seringkali menjadi satu-satunya sumber ilmu pengetahuan yang menyuapi siswa yang hanya bersifat pasif. Dalam era perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang pesat seperti ini, guru seharusnya berperan sebagai fasilitator yang membantu siswa memanfaatkan aneka sumber belajar yang tersedia. Sedangkan yang terjadi adalah aktivitas pembelajaran yang terjadi di sekolah cenderung memberikan beban belajar yang berlebihan sehingga membuat siswa tidak memiliki waktu lagi untuk bermain.


Hal itu juga disebabkan oleh guru yang tidak mampu membuat proses belajar menjadi suatu proses yang menyenangkan sehingga dapat meningkatkan kegairahan siswa untuk menggali dan membangun ilmu pengetahuan dalam dirinya. Hal ini jelas terlihat bahwa pendekatan behavioristik lah yang telah mempengaruhi pendidikan saat ini karena hanya bersifat mekanistik dan menekankan keterampilan sebagai salah satu tujuan pembelajaran.


Baca Juga: “Model Pembelajaran Kooperatif” Pengertian & ( Struktur – Konsep – Ciri – Manfaat )


Orientasi Baru Konsep Akselerasi Pembelajaran

Dengan adanya pembelajaran yang membosankan dan monoton maka harus ada perubahan yang perlu dilakukan mencakup pengayaan strategi dan metode pembelajaran yang dapat menjadi praktik pembelajaran, dan menjadikan semua proses pembelajaran yang menyenangkan dan dapat membuat semua siswa berkreasi dengan pengetahuan yang di pelajarinya.


Akselerasi pembelajaran sebagai cara untuk menciptakan aktivitas belajar menjadi sebuah proses yang menyenangkan. Akselerasi pembelajaran merupakan pendekatan belajar yang lebih maju dari pada yang digunakan saat ini. Akselerasi pembelajaran berdasarkan riset terakhir tentang perkembangan otak dan belajar. Saat ini akselerasi pembelajaran dilaksanakan dengan memanfaatkan metode dan media yang bervariasi dan bersifat terbuka serta fleksibel.


Akselerasi pembelajaran merupakan sebuah pendekatan alternatif yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah-masalah yang terkait dengan pembelajaran disekolah karena akselerasi didasari oleh beberapa faktor diantaranya adalah: keterlibatan total individu akan meningkatkan hasil belajar, konsep mengenai belajar bukan merupakan proses yang bersifat pasif dalam menyimpan pengetahuan tetapi proses aktif menciptakan pengetahuan, kolaborasi diantara siswa akan meningkatkan hasil belajar, dan juga peristiwa belajar yang menekankan pada belajar aktivitas jauh lebih efektif dari pada belajar yang menekankan pada aktivitas presentasi.


Akselerasi pembelajaran membuat proses pembelajaran menjadi lebih fleksibel, menyenangkan, berpusat pada tujuan yang jelas, berpusat pada aktivitas, menggunakan mental emosional dan berdasar pada hasil. Akselerasi pembelajaran menggunakan strategi kognitif atau menggunakan prinsip konstruktivisme yang menekankan perkembangan konsep dan pengertian serta pengetahuan yang mendalam.


Terdapat beberapa pandangan dari segi psikologi behavioristik terhadap akselerasi pembelajaran. Piaget, membedakan beberapa aspek kognitif yang disebut fase sensor motor, pra-operasional konkrit dan operasional normal. Menurut Piaget, anak dapat berpikir logis bila dihadapkan dengan peristiwa yang konkrit, akan tetapi ia tidak mampu memperlihatkan pikiran logis bila menghadapi masalah yang mengandung unsur-unsur simbolis. Perbedaan dalam perkembangan persiapan anak disebabkan oleh perbedaan dalam keterampilan intelektual yang telah dipelajari sebelumnya. Dengan demikian perlulah dipenuhi prasyarat untuk melaksanakan tugas atau memecahkan masalah tetentu. Pada prinsipnya seorang anak kelas empat sedang dapat diajarkan berpikir abstrak asal ia menguasai prasyarat-prasyarat untuk itu.


Selanjutnya Skinner berpandangan bahwa perilaku adalah gerakan dari suatu organisme yang dikerangkanya diatur oleh kekuatan-kekuatan dari luar. Belajar menurut Skinner merupakan perubahan respons dari orang yang belajar dan perubahan itu disebabkan oleh proses pengkondisian. Kesimpulan itu didapatkan dari analisis hasil-hasil eksperimen tentang perilaku, pada umumnya belajar merupakan hasil proses penguatan. Perilaku dapat dibentuk dari usaha penguatan yang sesuai. Dalam dunia pembelajaran, kegiatan pembentukan pengetahuan ini melibatkan penguatan atas yang direncanakan. Skinner menyebutkan bahwa setelah pembelajaran teori maka harus ada peraktikum sebagai penguatan.


Selain itu ada pula pandangan dari psikologi kognitif mengenai pembelajaran akselerasi. Gagne menyebutkan terdapat sistematika lima jenis belajar yaitu informasi verbal, kemahiran intelektual, belajar dibidang kognitif, pengaturan kegiatan kognitif, keterampilan motorik, dan belajar dibidang sensorik. Sikap belajar dibidang dinamik efektif psikologi kognitif merupakan salah satu cabang dari psikologi umum dan mencakup studi ilmiah tentang gejala-gejala kehidupan mental atau psikis sejauh berkaitan dengan cara manusia berpikir, seperti terwujud dalam memperoleh pengetahuan mengolah kesan-kesan yang masuk melalui penginderaan, menghadapi masalah problem untuk mencari suatu penyelesaian, serta menggali dari ingatan pengetahuan dan prosedur kerja yang dibutuhkan dalam menghadapi tuntutan hidup sehari-hari.


Psikolog kognitif Amerika serikat berpegang pada suatu kerangka teoritis yang dikenal dengan nama “pemrosesan informasi”, yang didalamnya berpikir digambarkan sebagai satu rangkaian kejadian atau peristiwa dalam otak yang meliputi urutan langkah pengolahan informasi dari saat diterima sampai saat dilepaskan lagi. Setiap langkah pengolahan merupakan suatu proses penanganan informasi tersendiri, yang memegang peranan terbatas dalam keseluruhan proses pengolahan informasi.


Baca Juga: “Model Pembelajaran CIRC ( Cooperative Integrated Reading And Composition )” Pengertian – Tujuan – Unsur & ( Kelebihan – Kekurangan )


Implementasi pada Pembelajaran

Belajar akselerasi adalah belajar yang dilakukan dengan waktu yang lebih pendek tanpa mengurangi materi yang seharusnya dipelajari. Jika pembelajaran akselerasi berhasil dalam pelaksanaannya dimana tujuan yang diharapkan juga tercapai maka diperoleh beberapa segi positif, yaitu : Siswa yang potensial dapat menyelesaikan pendidikannya lebih cepat dari waktu biasanya, dan juga efisien dalam waktu dan biaya.


Kelas akselerasi merupakan kelas percepatan pembelajaran yang disajikan kepada siswa yang memiliki kemampuan lebih atau istimewa dengan materi-materi atau kurikulum yang padat sehingga dalam waktu lebih pendek mereka dapat menyelesaikan pendidikannya. Pembelajaran akselerasi adalah salah satu cara belajar alamiah yang menggugah sepenuhnya kemampuan belajar para pembelajar, membuat belajar lebih menyenangkan dan memuaskan serta memberikan sumbangan sepenuhnya pada kebahagiaan, kecerdasan, kompetensi dan keberhasilan. Belajar secara akseleratif memiliki karakteristik: Bersifat fleksibel, Suasana gembira, Menggunakan banyak jalan, Mementingkan tujuan, Melatih kerja sama, Bersifat humanistik, Memfungsikan multi indrawi, Bersifat mengasuh, Lebih mementingkan aktivitas, Berbagai aspek diperhatikan, dan Berdasarkan hasil.


Untuk mencapai keberhasilan belajar akselerasi ada beberapa prinsip yang harus diperhatikan. Prinsip-prinsip belajar akselerasi menurut Dave Meier (Pusdiklat Depdiknas, 2008) menulis beberapa prinsip pokok pembelajaran akselerasi, yaitu:

  1. Adanya keterlibatan total pembelajaran dalam meningkatkan pembelajaran.
  2. Belajar bukanlah mengumpulkan informasi secara pasif, melainkan mnciptakan pengetahuan secara aktif.
  3. Kerjasama di antara pembelajar sangat membantu meningkatkan hasil belajar.
  4. Belajar berpusat aktivitas sering lebih berhasil daripada belajar berpusat presentasi.
  5. Belajar berpusat aktivitas dapat dirancang dalam waktu yang jauh lebih singkat daripada waktu yang diperlukan untuk merancang pembelajaran dengan presentasi.

Akselerasi pembelajaran mengupayakan proses pembelajaran yang menerapkan strategi kognitif. Agar pembelajaran kognitif strategi betul-betul efektif maka ada beberapa ketentuan yang harus diikuti oleh guru. Menurut prinsip konstruktivisme, seorang pengajar atau guru berperan sebagai mediator dan fasilitator yang membantu proses belajar siswa agar berjalan dengan baik. Fungsi mediator dan fasilitator dapat dijabarkan dalam beberapa tugas sebagai berikut:

  1. Menyediakan pengalaman belajar yang memungkinkan siswa bertanggung jawab dalam membuat rancangan, proses, dan penelitian.
  2. Menyediakan atau memberikan kegiatan-kegiatan yang merangsang keingintahuan siswa.
  3. Memonitor, mengevaluasi dan menunjukkan apakah pemikiran si siswa jalan atau tidak.

Baca Juga: “Pembelajaran Probing Prompting” Pengertian – Langkah & ( Kelebihan – Kekurangan )


Berdasarkan paradigma konstruktivisme, guru dituntut untuk dapat menjalankan peran dengan sebaik-baiknya agar proses belajar berhasil secara optimal. Peran guru dan tugas guru menurut paradigma konstruktivistik adalah untuk lebih banyak berinteraksi dengan siswa. Selain itu guru harus lebih banyak memberikan kesempatan untuk memecahkan masalah kepada siswa.


Guru juga dituntut memberikan kesempatan kepada para siswa agar mereka belajar dengan bekerja sama. Belajar bekerja sama dapat menguntungkan pembelajar karena mereka dapat saling memberi dan menerima. Materi yang tidak dimengerti dengan bekerja sama akan dapat dipecahkan. Untuk mendukung itu semua guru diharapkan mengerti pengalaman belajar mana yang lebih sesuai dengan kebutuhan siswa dan juga memiliki pemikiran yang fleksibel.


Manfaat akselerasi pembelajaran, Southern dan Jones (1991) dalam Reni akbar dan Hawadi, menyebutkan beberapa keuntungan dari dijalankan proram akselerasi bagi anak berbakat.

  1. Meningkatkan efesiensi : Siswa yang telah siap dengan bahan-bahan pengajaran dan menguasai kurikulum pada tingkat sebelumnya akan belajar lebih baik dan lebih efisien.
  2. Meningkatkan efektivitas : Siswa yang terikat belajar pada tingkat kelas yang dipersiapkan dan menguasai keterampilan-keterampilan sebelumnya merupakan siswa yang paling efektif.
  3. Penghargaan : Siswa yang telah mampu mencapai tingkat tertentu sepantasnya memperoleh penghargaan atas prestasi yang dicapainya.
  4. Meningkatkan waktu untuk karier : Adanya pengurangan waktu belajar akan meningkatkan produktivitas siswa, penghasilan, dan kehidupan pribadinya pada waktu yang lain.
  5. Membuka siswa pada kelompok barunya : Dengan program akselerasi, siswa dimungkinkan untuk bergabung dengan siswa lain yang memiliki kemampuan intelektual dan akademis yang sama.
  6. Ekonomis : Keuntungan bagi sekolah ialah tidak perlu mengeluarkan banyak biaya untuk mendidik guru khusus anak berbakat.

Kelemahan program akselerasi, Southern dan Jones (1991) dalam Reni akbar dan Hawadi, menyebutkan empat hal yang berpotensi negative dalam proses akselerasi bagi anak berbakat.

  1. Segi akademik
  2. Bahan ajar terlalu tinggi bagi siswa akseleran.
  3. Bisa jadi kemampuan siswa akseleran yang terlihat melibihi teman sebayanya hanya bersifat sementara.
  4. Meskipun memenuhi persyaratan dalam bidang akademis, siswa akseleran kemungkinan imatur secara sosial, fisik dan emosional dalam tingkatan kelas tertentu.
  5. Proses akselerasi menyebabkan siswa akseleran terikat pada keputusan karier lebih dini.
  6. Segi penyesuaian sosial
  7. Siswa akan didorong untuk berprestasi dalam bidang akademiknya sehingga mereka kekurangan waktu beraktivitas dengan teman sebayanya.
  8. Siswa akan kehilangan aktivitas sosial yang penting dalam usia sebenarnya.
  9. Siswa sekelasnya yang lebih tua kemungkinan akan menolaknya, sementara itu siswa akseleran akan kehilangan waktu bermain dengan teman sebayanya. Akibatnya, siswa akan mengalami kekurangan jumlah dan frekuensi pertemuan dengan teman-temanya.
  10. Berkurangnya kesempatan kegiatan ekstrakulikuler

Kebanyakan aktivitas ekstrakulikuler berkaitan erat dengan usia. Hal ini menyebabkan siswa akseleran akan berhadapan dengan teman sekelasnya yang tua dan tidak memberikan kesempatan.hal ini akan menyebabkan siswa akan kehilangan kesempatan yang penting dan berharga di luar kurikulum sekolah yang normal.


Baca Juga: “Pembelajaran Reciprocal Teaching” Pengertian – Strategi – Langkah & ( Kelebihan – Kelemahan )


Penyesuaian emosional

  • Siswa akseleran pada akhirnya akan mengalami burn out di bawah tekanan yang ada dan kemungkinan menjadi
  • Siswa akseleran akan mudah frustasi dengan adanya tekanan dan tuntutan berprestasi.

Adanya tekanan untuk berprestasi membuat siswa akseleran kehilangan kesempatan untuk mengembangkan hobi.


Demikianlah pembahasan mengenai Percepatan Belajar – Pengertian, Keuntungan, Program & Prinsip semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian semua,, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂

Mungkin Dibawah Ini yang Kamu Butuhkan