Pola Kalimat

Diposting pada

Pengertian Kalimat

Kalimat yaitu rangkaian kata yang dapat mengungkapkan gagasan, pikiran, atau perasaan. Kalimat merupakan satuan bahasa terkecil yang mengungkapkan pikiran yang utuh, baik dengan cara lisan maupun tulisan. Pada kalimat sekurang kurangnya harus memiliki subjek (S) dan predikat (P).


Bila tidak memiliki subjek dan predikat maka bukan disebut kalimat tetapi disebut frasa. Dalam wujud lisan kalimat diucapkan dengan suara naik turun, dan keras lembut, disela jeda, dan diakhiri dengan intonasi akhir. Dalam wujud tulisan berhuruf latin kalimat dimulaidengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik (.), tanda tanya (?) dan tanda seru (!).

Pola-Kalimat


Unsur-Unsur Kalimat

Dalam menuliskan kalimat dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar maka kita harus ketahui unsur-unsur yang biasanya dipakai dalam sebuah kalimat. Dalam bahasa Indonesia digunakan aturan SPO atau SPOK (Subjek, Predikat, Objek atau Subjek, Predikat, Objek, Keterangan).

Berikut beberapa unsur kalimat.


Subjek (S)

Subjek adalah unsur pokok yang terdapat pada sebuah kalimat di samping unsur predikat. Dengan mengetahui ciri-ciri subjek secara lebih terperinci, kalimat yang dihasilkan dapat terpelihara strukturnya.


Baca Juga : Artikel Tentang Legenda


Ciri-ciri subjek sebagai berikut.

  • Jawaban atas Pertanyaan Apa atau Siapa

Penentuan subjek dapat dilakukan dengan mencari jawaban atas pertanyaan apa atau siapa yang dinyatakan dalam suatu kalimat. Untuk subjek kalimat yang berupa manusia, biasanya digunakan kata tanya siapa.

Contoh :  Siwon adalah seorang aktor dan penyanyi.


  • Disertai Kata Itu

Kebanyakan subjek dalam bahasa Indonesia bersifat takrif (definite). Untuk menyatakan takrif, biasanya digunakan kata itu. Subjek yang sudah takrif misalnya nama orang, nama negara, instansi, atau nama diri lain tidak disertai kata itu.

Contoh : Buku itu dibeli oleh Kimbum.


  • Didahului Kata Bahwa

Di dalam kalimat pasif kata bahwa merupakan penanda bahwa unsur yang menyertainya adalah anak kalimat pengisi fungsi subjek. Di samping itu, kata bahwa juga merupakan penanda subjek yang berupa anak kalimat pada kalimat yang menggunakan kata adalah atau ialah.


Contoh :

  1. Bahwa pengurus SEMA harus segera dibentuk pada rapat hari ini.

  2. Saya mengatakan bahwa Super Junior adalah boyband favoritku.


  • Mempunyai Keterangan Pewatas Yang

Kata yang menjadi subjek suatu kalimat dapat diberi keterangan lebih lanjut dengan menggunakan penghubung yang. Keterangan ini dinamakan keterangan pewatas.

Contoh : Mahasiswa yang ingin lulus harus mengikuti ujian.


  • Tidak Didahului Preposisi

Subjek tidak didahului preposisi, seperti daridalamdikekepadapada. Orang sering memulai kalimat dengan menggunakan kata-kata seperti itu sehingga menyebabkan kalimat-kalimat yang dihasilkan tidak bersubjek.


  • Berupa Nomina atau Frasa Nominal

Subjek kebanyakan berupa nomina atau frasa nominal. Di samping nomina, subjek dapat berupa verba atau adjektiva, biasanya, disertai kata penunjuk itu.

Contoh : Bermain itu menyenangkan.


Predikat (P)

Predikat juga merupakan unsur utama suatu kalimat di samping subjek. Predikat berfungsi menjelaskan subjek.

Ciri-ciri predikat adalah sebagai berikut.


  • Jawaban atas Pertanyaan Mengapa atau Bagaimana

Dilihat dari segi makna, bagian kalimat yang memberikan informasi atas pertanyaan mengapaatau bagaimana adalah predikat kalimat. Pertanyaan sebagai apa atau jadi apa dapat digunakan untuk menentukan predikat yang berupa nomina penggolong (identifikasi). Kata tanya berapa dapat digunakan untuk menentukan predikat yang berupa numeralia (kata bilangan) atau frasa numeralia.

Unsur-unsur-kalimat


Contoh :

  1. Gadis itu cantik.

  2. Harga buku itu sepuluh ribu rupiah.


Baca Juga : Paragraf Deskripsi – Pengertian, Cotoh, Ciri, Jenis, Tujuan Dan Unsurnya


  • Kata Adalahatau Ialah

Predikat kalimat dapat berupa kata adalah atau ialah. Predikat itu terutama digunakan jika subjek kalimat berupa unsur yang panjang sehingga batas antara subjek dan pelengkap tidak jelas.

Contoh : Justin Bieber adalah penyanyi favoritku


  • Dapat Diingkarkan

Predikat dalam bahasa Indonesia mempunyai bentuk pengingkaran yang diwujudkan oleh katatidak. Bentuk pengingkaran tidak ini digunakan untuk predikat yang berupa verba atau adjektiva. Di samping tidak sebagai penanda predikat, kata bukan juga merupakan penanda predikat yang berupa nomina atau predikat kata merupakan.

Contoh : Kamu tidak hadir dalam rapat kemarin.


  • Dapat Disertai Kata-kata Aspek atau Modalitas

Predikat kalimat yang berupa verba atau adjektiva dapat disertai kata-kata aspek seperti telah,sudahsedangbelum, dan akan. Kata-kata itu terletak di depan verba atau adjektiva. Kalimat yang subjeknya berupa nomina bernyawa dapat juga disertai modalitas, kata-kata yang menyatakan sikap pembicara (subjek), seperti inginhendak, dan mau.


Contoh : Obama akan datang ke Indonesia.

  • Unsur Pengisi Predikat

Predikat suatu kalimat dapat berupa:

  1. Kata, misalnya verba, adjektiva, atau nomina.

  2. Frasa, misalnya frasa verbal, frasa adjektival, frasa nominal, frasa numeralia (bilangan).


Objek (O)

Objek yaitu keterangan predikat yang memiliki hubungan erat dengan predikat. Unsur kalimat ini bersifat wajib dalam susunan kalimat aktif transitif yaitu kalimat yang sedikitnya mempunyai tiga unsur utama, subjek, predikat, dan objek. Predikat yang berupa verba intransitif (kebanyakan berawalan ber-atau ter-) tidak memerlukan objek, sedangkan verba transitif yang memerlukan objek kebanyakan berawalan me-.


Ciri-ciri objek sebagai berikut.

  • Langsung di Belakang Predikat

Objek hanya memiliki tempat di belakang predikat, tidak pernah mendahului predikat.

Contoh : Sinta memberikan Jojo komputer baru.


  • Dapat Menjadi Subjek Kalimat Pasif

Objek yang hanya terdapat dalam kalimat aktif dapat menjadi subjek dalam kalimat pasif. Perubahan dari aktif ke pasif ditandai dengan perubahan unsur objek dalam kalimat aktif menjadi subjek dalam kalimat pasif yang disertai dengan perubahan bentuk verba predikatnya.

Contoh : Keju itu dimakan tikus.


Baca Juga : Struktur Proposal : Pengertian, Tujuan, Ciri, Unsur, Fungsi dan Jenis


  • Tidak Didahului Preposisi

Objek yang selalu menempati posisi di belakang predikat tidak didahului preposisi. Dengan kata lain, di antara predikat dan objek tidak dapat disisipkan preposisi.

Contoh : Dia mengirimi saya bunga mawar.


  • Didahului Kata Bahwa

Anak kalimat pengganti nomina ditandai oleh kata bahwa dan anak kalimat ini dapat menjadi unsur objek dalam kalimat transitif.


Pelengkap (Pel.)

Pelengkap merupakan unsur kalimat yang dapat bersifat wajib ada karena melengkapi makna verba predikat kalimat.

Pelengkap dan objek memiliki kesamaan. Kesamaan itu ialah kedua unsur kalimat ini :

  1. Bersifat wajib ada karena melengkapi makna verba predikat kalimat.
  2. Menempati posisi di belakang predikat.
  3. Tidak didahului preposisi.

Perbedaannya terletak pada kalimat pasif. Pelengkap tidak menjadi subjek dalam kalimat pasif. Jika terdapat objek dan pelengkap dalam kalimat aktif, objeklah yang menjadi subjek kalimat pasif, bukan pelengkap.

Berikut ciri-ciri pelengkap.


  • Di Belakang Predikat

Ciri ini sama dengan objek. Perbedaannya, objek langsung di belakang predikat, sedangkan pelengkap masih dapat disisipi unsur lain, yaitu objek. Contohnya terdapat pada kalimat berikut.

  1. Diah mengirimi saya buku baru.
  2. Mereka membelikan ayahnya sepeda baru.

Unsur kalimat buku baru, sepeda baru di atas berfungsi sebagai pelengkap dan  tidak mendahului predikat.

  • Tidak Didahului Preposisi

Seperti objek, pelengkap tidak didahului preposisi.

Contoh : Sherina bermain piano.


Keterangan (K)

Unsur kalimat yang didahului preposisi disebut keterangan.

Keterangan merupakan unsur kalimat yang memberikan informasi lebih lanjut tentang suatu yang dinyatakan dalam kalimat; misalnya, memberi informasi tentang tempat, waktu, cara, sebab, dan tujuan. Keterangan ini dapat berupa kata, frasa, atau anak kalimat.


Baca Juga : “Persuasif” Pengertian & ( Faktor – Tujuan – Strategi )


Keterangan yang berupa frasa ditandai oleh preposisi, seperti dikedaridalampadakepadaterhadaptentangoleh, dan untuk. Keterangan yang berupa anak kalimat ditandai dengan kata penghubung, seperti ketikakarenameskipunsupaya, jika, dan sehingga.

Berikut ini beberapa ciri unsur keterangan.


  • Bukan Unsur Utama

Berbeda dari subjek, predikat, objek, dan pelengkap, keterangan merupakan unsur tambahan yang kehadirannya dalam struktur dasar kebanyakan tidak bersifat wajib.


  • Tidak Terikat Posisi

Di dalam kalimat, keterangan merupakan unsur kalimat yang memiliki kebebasan tempat. Keterangan dapat menempati posisi di awal atau akhir kalimat, atau di antara subjek dan predikat.

Contoh :

  1. Malam ini, Suju akan kembali ke Korea.
  2. Mereka memperhatikan materi dengan seksama.
  • Terdapat Beberapa Jenis Keterangan
  1. Keterangan dibedakan berdasarkan perannya di dalam kalimat.
  2. Keterangan Waktu

Keterangan waktu dapat berupa kata, frasa, atau anak kalimat. Keterangan yang berupa kata adalah kata-kata yang menyatakan waktu, seperti kemarinbesoksekarangkinilusasiang, dan malam. Keterangan waktu yang berupa frasa merupakan untaian kata yang menyatakan waktu, seperti kemarin pagihari Senin7 Mei, dan minggu depan. Keterangan waktu yang berupa anak kalimat ditandai oleh konjungtor yang menyatakan waktu, seperti setelah, sesudah, sebelum, saat, sesaat, sewaktu, dan ketika.


  • Keterangan Tempat

Keterangan tempat berupa frasa yang menyatakan tempat yang ditandai oleh preposisi, seperti di, pada, dan dalam.


  • Keterangan Cara

Keterangan cara dapat berupa frasa, atau anak kalimat yang menyatakan cara. Keterangan cara yang berupa frasa ditandai oleh kata dengan atau secara yang diikuti verba (kata kerja). Terakhir,  keterangan cara yang berupa anak kalimat ditandai oleh kata dengan dan dalam.


  • Keterangan Alat

Keterangan cara berupa frasa yang menyatakan cara ditandai oleh kata dengan yang diikuti nomina (kata benda).


  • Keterangan Sebab

Keterangan sebab berupa frasa atau anak kalimat. Keterangan sebab yang berupa frasa ditandai oleh kata karena atau sebab yang diikuti oleh nomina atau frasa nomina. Keterangan sebab yang berupa anak kalimat ditandai oleh konjungtor karena atau lantaran.


  • Keterangan Tujuan

Keterangan ini berupa frasa atau anak kalimat. Keterangan tujuan yang berupa frasa ditandai oleh kata untuk atau demi, sedangkan keterangan tujuan yang berupa anak kalimat ditandai oleh konjungtor supaya, agar, atau untuk.


  • Keterangan Aposisi

Keterangan aposisi memberi penjelasan nomina, misalnya, subjek atau objek. Jika ditulis, keterangan ini diapit tanda koma, tanda pisah (–), atau tanda kurang.

Contoh : Dosen saya, Bu Erwin, terpilih sebagai dosen teladan.


Baca Juga : Contoh Teks Berita


  • Keterangan Tambahan

Keterangan tambahan memberi penjelasan nomina (subjek ataupun objek), tetapi berbeda dari keterangan aposisi. Keterangan aposisi dapat menggantikan unsur yang diterangkan, sedangkan keterangan tambahan tidak dapat menggantikan unsur yang diterangkan.


Contoh : Marshanda, mahasiswa tingkat lima, mendapat beasiswa.

Keterangan tambahan (tercetak tebal) itu tidak dapat menggantikan unsur yang diterangkan yaitu kata Marshanda.


  • Keterangan Pewatas

Keterangan pewatas memberikan pembatas nomina, misalnya, subjek, predikat, objek, keterangan, atau pelengkap. Jika keterangan tambahan dapat ditiadakan, keterangan pewatas tidak dapat ditiadakan. Contoh: Mahasiswa yang mempunyai IP tiga lebih mendapat beasiswa.


Contoh diatas menjelaskan bahwa bukan semua mahasiswa yang mendapat beasiswa, melainkan hanya mahasiswa yang mempunyai IP  tiga lebih.


Ciri-Ciri Kalimat

Kalimat merupakan satuan bahasa terkecil yang mengungkapkan pikiran yang utuh, baik dengan cara lisan maupun tulisan. Dalam wujud lisan kalimat diucapkan dengan suara naik turun, dan keras lembut, disela jeda, dan diakhiri dengan intonasi akhir. Dalam wujud tulisan kalimat diakhiri dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik (.), tanda tanya (?), atau tanda seru (!).


Selain itu, di dalam kalimat bisa terdapat berbagai tanda baca seperti koma (,), titik koma (;), titik dua (:), tanda pisah (-) dan spasi. Tanda titik, tanda tanya, dan tanda seru sepadan dengan dengan intonasi akhir dalam kalimat lisan. Sedangkan tanda koma, titik koma, titik dua, tanda pisah sepadan dengan jeda. Baca kalimat berikut secara bersuara.


Baca Juga : Contoh Paragraf Eksposisi


  • Kota Merauke terkenal dengan sebutan Kota Rusa.
  • Tugu Sabang-Merauke didirikan di Distrik Sota, sebuah daerah yang terletak di sebelah timur kota
  • Mengapa Merauke disebut sebagai kabupaten dengan berbagai keistimewaan?
  • Tiga keistimeawan kabupaten Merauke adalah: memiliki wilayah terluas diantara seluruh kabupaten di Indonesia; terletak di wilayah paling timur di Indonesia; dan memiliki beragam binatang asli Papua, seperti rusa, kangguru merah, dan burung pelikan.

Kalimat merupakan satuan dasar alinea maupun wacana. Artinya, alinea atau wacana hanya akan terbentuk jika ada dua kalimat atau lebih yang digunakan untuk membahas sebuah topik dan diletakkan secara berurutan berdasarkan kaidah-kaidah pembentukan alinea atau wacana. Perhatikan kalimat-kalimat yang menyusun alinea berikut.


  • Alfred masih dicekam rasa bersalah karena telah mengecewakan ibunya. Mengapa dia selama ini tidak belajar dengan tekun? Seandainya dia tidak sering membolos dan mengabaikan pekerjaan rumahnya, pasti dia dapat mengerjakan soal-soal ujian. Sekarang dia sangat menyesal. Tapi apa gunanya? Cukup! Semua sudah terjadi. Dia memohon maaf pada ibunya dan berjanji tidak akan menyia-nyiakan waktu lagi. Tekadnya sudah bulat. Dia akan giat

Teks (5) di atas terdiri dari sepuluh kalimat, satu diantaranya diakhiri dengan tanda seru, dua diakhiri dengan tanda tanya dan selebihnya diakhiri dengan tanda titik. Kesepuluh kalimat yang membentuk alinea tersebut ditulis kembali sebagai kalimat (6a-6j) berikut.


  • Alfred masih dicekam rasa bersalah karena telah mengecewakan ibunya.
    1. Mengapa dia selama ini tidak belajar dengan tekun?
    2. Seandainya dia tidak sering membolos dan mengabaikan pekerjaanrumahnya, pasti dia dapat mengerjakan soal-soal
    3. Sekarang dia sangat
    4. Tapi apa gunanya?
    5. Semua sudah terjadi.
    6. Cukup!
    7. Dia memohon maaf pada ibunya dan berjanji tidak akan menyia-nyiakan waktu
    8. Tekadnya sudah
    9. Dia akan giat

Seperti tampak pada contoh (6) di atas, panjang kalimat sangat variatif. Kalimat Kalimat (6c), misalnya, terdiri dari sembilan kata. Kalimat (6e), (6f), dan (6i) terdiri dari tiga kata. Sedangkan kalimat (6g) hanya terdiri dari satu kata.


Jadi, sebuah kalimta tidak ditentukan oleh jumlah kata pembentuknya, tetapi oleh criteria apakah kata atau kumpulan kata itu mengungkapkan pikiran yang utuh atau makna yang lengkap. Kalimat (6b) dan (6e) lazim disebut kalimat tanya atau kalimat interogatif. Kalimat (6g) merupakan kalimat seru atau kalimat deklaratif. Sedangkan kalimat lainnya disebut kalimat berita atau kalimat deklaratif.


Selain ketiga jenis kalimat yang terdapat dalam teks (5) di atas, masih terdapat satu jenis kalimat lain, yakni kalimat perintah atau kalimat imperatif. Kalimat perintah digunakan untuk menyuruh, mengajak, atau melarang sesorang melakukan sesuatu. Berikut ini adalah beberapa contoh kalimat imperatif.


  • Harap tenang!
  • Tekunlah belajar!
  • Tolong matikan air condition sebelum kamu keluar dari ruangan
  • Marilah kita bersatu!
  • Jangan lupa menyelesaikan pekerjaan
  • Mohon maaf, Bu!

Baca Juga : Surat Dinas


” Latihan 1

Bubuhkan huruf kapital tanda baca yang tepat ke dalam setiap baris berikut hingga menghasilkan kalimat yang baik.

  1. sejak kecil dia bercita-cita menjadi guru
  2. ayahnya lahir dibesarkan dan meninggal di jayapura
  3. mengapa wajahmu muram
  4. lapangan udara sentani berjarak sekitar 30 km dari jayapura
  5. pak jeffry memasukkan uang ke bank mandiri
  6. jangan duduki meja itu
  7. jangan menyerah
  8. kapan dia pergi ke nabire
  9. dia suka bernyanyi
  10. yang kita perlukan adalah kertas tinta penggaris dan pulpen

” Latihan 2

Diantara baris-baris berikut, mana yang termasuk kalimat?

  1. Banyak penduduk Papua New Guinea yang membeli kebutuhan sehari-hari di Merauke.
  2. Di Pulau Bali yang
  3. Aku bertemu dengannya di Pulau
  4. Penduduk asli kota Merauke
  5. Penduduk kota Merauke berjumlah 359 jiwa.
  6. Kemacetan lalu lintas di Jakarta saat ini
  7. Kemacetan lalu lintas di Jakarta sangat

” Latihan 3

Bubuhkan huruf kapital tanda baca yang tepat ke dalam setiap baris berikut hingga menghasilkan alinea yang baik.


Keluarga bahagia biasanya sibuk dan ramai bukan ramai bertengkar  melainkan ramai karena setiap anggota dapat melaksanakan keinginannya dapat bekerja sama dengan harmonis berdiskusi dan sebagainya tiap-tiap orang dalam keluarga itu merasa dirinya menjadi anggota penuh dan merdeka yang diperhatikan dan berperan aktif untuk menciptakan keserasian keluarga hubungan yang mesra antara anggota keluarga. sikap hidup yang dianut pengertian yang selalu diusahakan merasakan apa yang dirasakan anggota lain rasa tanggung jawab terhadap seisi rumah dan sebagainya amat penting untuk menciptakan keluarga bahagia


” Latihan 4

Tulis lima kalimat yang baik dengan menggunakan setiap kata berikut dalam satu kalimat. Jika diperlukan, perubahan gramatikal dapat dilakukan pada tiap kata.

  1. tulis
  2. didik
  3. internet
  4. doa
  5. pegunungan

Unsur-Unsur Kalimat

Agar dapat membuat kalimat yang baik dan benar, perlu diketahui unsur-unsur yang biasanya membentuk sebuah kalimat. Dalam bahasa Indonesia unsur-unsur tersebut disebut dengan SPO (Subjek, Predikat, Objek); SPOK (Subjek, Predikat, Objek, Keterangan); atau SPOPel (Subjek, Predikat, Objek, Pelengkap). Perhatikan contoh berikut.


  • Mereka [S] sedang belajar [P].

    1. Zefta [S] tinggal [P] di Distrik Sota [K]
    2. Lucy [S] mencuci [P] baju [O]
    3. Danau Toba [S] terletak [P] di Sumatera Utara [K].
    4. Suku Marind [S] merupakan [P] penduduk asli Kabupaten Merauke [Pel.].
  1. Susan [S] mengajari [P] adiknya [O] matematika [Pel.].

  2. Beliau [S] mengajari [P] kami [O] dengan penuh semangat [K].


Subjek (S)

Subjek  adalah  unsur  utama  yang  terdapat  pada  sebuah  kalimat  di  samping unsur  predikat.  Subjek  menentukan  kejelasan  makna  kalimat.  Jika  subjek  tidak ditempatkan  secara  tepat,  makna  kalimat  akan  kabur.  Keberadaan  subjek  dalam kalimat  berfungsi:  (1)  membentuk  kalimat  dasar,  kalimat  luas,  kalimat  tunggal, kalimat   majemuk,   (2)   memperjelas   makna,   (3)   menjadi   pokok   pikiran,   (4) menegaskan makna, (5) memperjelas pikiran ungkapan, dan (6) membentuk kesatuan pikiran.


Pemahaman tentang ciri-ciri subjek secara terperinci, sangat membantu dalam membuat kalimat yang baik dan benar. Ciri-ciri utama subjek adalah: (1) merupakan jawaban atas pertanyaan “apa” atau “siapa”; (2) didahului kata “bahwa”; (3) berupa kata atau frasa benda (nomina); (4) disertai dengan kata ini atau itu; (5) disertai pewatas “yang”; (6) berbentuk kata sifat didahului kata “si” atau “sang”; (7) tidak didahului preposisi (di, dalam, pada, kepada, bagi, untuk, dari, menurut,  berdasarkan); dan (8) tidak dapat diingkarkan dengan kata “tidak”, tapi dapat dengan kata “bukan”. Lihat contoh-contoh berikut.


  • Tono adalah seorang dosen dan dokter.
  1. Karbon monoksida merupakan gas yang tidak berbau, tidak berwarna dan tidak

  2. Bahwa kita akan berlibur di Bali sudah

  3. Kualitas sumber daya manusia yang dimiliki sangat menentukan masa depan setiap

  4. Penelitian ini menggunakan teknik survei dan wawancara untuk mengumpulkan

  5. Bayi yang lahir dengan berat badan kurang dari 2.500 gramberresiko mengalami

  6. Si Cantik sedang

  7. Bukan dia yang mereparasi sepeda


Predikat (P)

Sama dengan subjek, predikat merupakan unsur utama sebuah kalimat kalimat dan kebanyakan muncul secara eksplisit. Dalam kalimat predikat berfungsi untuk: (1) membentuk kalimat dasar, kalimat tunggal, kalimat luas, kalimat majemuk; (2) menjadi unsur penjelas, yaitu memperjelas pikiran atau gagasan yang diungkapkan dan menentukan kejelasan makna kalimat; (3) menegaskan makna; (4) membentuk kesatuan pikiran; dan (5) sebagai sebutan.


Ciri-ciri utama predikat mencakup: (1) sebagai jawaban bagi pertanyaan “mengapa” atau “ bagaimana”; (2) dapat diingkarkan dengan “tidak” atau “bukan”;

  • dapat didahului keterangan aspek atau modalitas (akan, sesudah, sedang, selalu, hampir); (4) dapat didahului keterangan modalitas (sebaiknya, seharusnya, seyogyanya, mesti, selayaknya); (5) tidak didahului kata “yang” (jika didahului yang predikat berubah fungsi menjadi perluasan subjek; (6) didahului kata adalah, ialah, yaitu, yakni ; dan (7) dapat berupa kata benda, kata kerja, kata sifat atau

  • Dia membaca biografi Sukarno.
  1. Mereka tidak hadir dalam pertemuan minggu
  2. Dia akan berkunjung ke Jakarta
  3. Penyebab utama obesitas adalah asupan makanan yang melebihi kebutuhan tanpa diimbangi aktivitas yang cukup.
  4. Obat itu manjur.
  5. Harga buku itu lima puluh ribu rupiah.

Objek (O)

Berbeda dengan subjek dan predikat yang biasanya muncul secara eksplisit dalam kalimat, kehadiran objek dalam kalimat bergantung pada jenis predikat kalimat serta ciri khas objek itu sendiri. Predikat kalimat yang berstatus transitif mempunyai objek.


Biasanya, predikat transitif merupakan kata kerja berkonfiks me-kan, seperti: mengerahkan, menjalankan, atau me-i, seperti: mengikuti, mejauhi, menyinari. Dalam kalimat, objek berfungsi: (1) membentuk kalimat dasar pada kalimat berpredikat transitif, (2) memperjelas makna kalimat, dan (3) membentuk kesatuan atau kelengkapan pikiran.


Ciri-ciri utama objek adalah: (1) berupa kata benda; (2) tidak didahului kata depan; (3) mengikuti predikat transitif secara langsung; (4) merupakan jawaban atas pertanyaan “apa” atau “siapa” yang terletak di belakang predikat transitif; dan (5) dapat menduduki fungsi subjek apabila kalimat itu dipasifkan.


  • Kami telah menyelesaikan praktikum Kimia.
  1. Wahid memanggil Suster Maria.
  2. Sampel penelitian ini diambil secara acak dari bayi yang lahir di Rumah Sakit UKI selama pada tahun
  3. Dia mengemudikan mobilnya dengan hati-hati.

Obyek dibedakan menjadi dua jenis, yaitu objek penderita dan objek penyerta. Objek penderita adalah kata benda atau yang dibendakan baik berupa kata atau kolompok kata yang merupakan sasaran langsung dari perbuatan atau tindakan yang dinyatakan oleh subjek. Objek penderita bisa menyatakan salah satu dari lima makna berikut: (1) penderita, (2) penerima, (3) tempat, (4) alat, atau (5) hasil. Secara berturut-turut, berikut ini adalah contoh penggunaan objek penderita dengan lima makna tersebut.


  • Wawan sedang memangkas rumput.
  1. Tono menyapu lantai.
  2. Mereka berkunjung ke Pulau Lombok.
  3. Johan menendang bola ke arah
  4. Mereka mengerjakan tugas pelajaran Mikrobiologi.

Objek penyerta adalah objek yang menyertai subjek dalam melakukan atau mengalami sesuatu. Objek penyerta bisa menyatakan salah satu dari dua makna berikut: (1) penderita atau (2) hasil. Secara berturut-turut, berikut ini adalah contoh penggunaan objek penderita dengan dua makna tersebut.


  • Wawan meminjamkan Wiwin buku teks kebidanan.
  1. Ayah membelikan Tika sepeda motor baru.

Keterangan

Keterangan merupakan unsur kalimat yang memberikan informasi lebih lanjut tentang suatu yang dinyatakan dalam kalimat, seperti informasi tentang tempat, waktu, cara, sebab, dan tujuan. Tanpa keterangan, informasi menjadi tidak jelas. Dalam kalimat, posisi keterangan dapat diubah-ubah. Keterangan dapat berupa kata, frasa, atau anak kalimat. Keterangan yang berupa frasa ditandai oleh preposisi, seperti di, ke, dari, dalam, pada, kepada, terhadap, tentang, oleh, dan untuk. Keterangan yang berupa anak kalimat ditandai dengan kata penghubung, seperti ketika, karena, meskipun, supaya, jika, dan sehingga.


Keterangan dibedakan ke dalam tujuh jenis: (1) keterangan tempat; (2) keterangan alat; (3) keterangan waktu; (4) keterangan tujuan; (5) keterangan penyerta; (6) keterangan cara; (7) keterangan sebab; (8) keterangan aposisi; (9) keterangan tambahan; dan (10) keterangan pewatas. Secara berturut-turut, berikut ini disajikan contoh penggunaan tujuh macam keterangan tersebut.


  • Akupunktur mulai dipakai untuk terapi sejak abad ke-3 S.M. di Cina.
  1. Sinta mengupas bawang dengan
  2. Tika belajar bahasa Inggris pukul 9 malam.
  3. Kamu harus berolah raga supaya sehat. e Ayah menonton bola bersama adik.
  4. Revisi makalahmu dengan seksama.
  5. Dia menderita asma karena tinggal di ingkungan berdebu dan sering diliputi

  • Paman saya, Pak Bambang, terpilih sebagai ketua
  • Tigor, mahasiswa semester enam, mendapat
  • Mahasiswa yang mempunyai IPK di atas tiga diberikan

Pola Dasar Kalimat Bahasa Indonesia

Kalimat yang kita gunakan sesungguhnya dapat dikembalikan ke dalam sejumlah kalimat dasar yang sangat terbatas. Dengan perkataan lain, semua kalimat yang kita gunakan berasal dari beberapa pola kalimat dasar saja. Sesuai dengan kebutuhan kita masing-masing, kalimat dasar tersebut kita kembangkan, yang pengembangannya itu tentu saja harus didasarkan pada kaidah yang berlaku.


Berdasarkan keterangan sebelumnya, dapat ditarik kesimpulan bahwa kalimat dasar ialah kalimat yang berisi informasi pokok dalam struktrur inti, belum mengalami perubahan. Perubahan itu dapat berupa penambahan unsur seperti penambahan keterangan kalimat ataupun keterangan subjek, predikat, objek, ataupun pelengkap. Kalimat dasar dapat dibedakan ke dalam delapan tipe sebagai berikut.


  • Kalimat Dasar Berpola S P

Kalimat dasar tipe ini memiliki unsur subjek dan predikat. Predikat kalimat untuk tipe ini dapat berupa kata kerja, kata benda, kata sifat, atau kata bilangan. Misalnya:

Mereka / sedang berenang.

     S                    P (kata kerja)

Ayahnya / guru SMA.

     S                 P (kata benda)

Gambar itu / bagus.

      S                P (kata sifat)

Peserta penataran ini / empat puluh orang.

             S                                  P (kata bilangan)


  • Kalimat Dasar Berpola S P O

Kalimat dasar tipe ini memiliki unsur subjek, predikat, dan objek. subjek berupa nomina atau frasa nominal, predikat berupa verba transitif, dan objek berupa nomina atau frasa nominal. Misalnya:

Mereka / sedang menyusun / karangan ilmiah.

      S                   P                             O


  • Kalimat Dasar Berpola S P Pel.

Kalimat dasar tipe ini memiliki unsur subjek, predikat, dan pelengkap. Subjek berupa nomina atau frasa nominal, predikat berupa verba intransitif atau kata sifat, dan pelengkap berupa nomina atau adjektiva. Misalnya:

Anaknya / beternak / ayam.

      S               P          Pel.


  • Kalimat Dasar Berpola S P O Pel.

Kalimat dasar tipe ini memiliki unsur subjek, predikat, objek, dan pelengkap. subjek berupa nomina atau frasa nominal, predikat berupa verba intransitif, objek berupa nomina atau frasa nominal, dan pelengkap berupa nomina atau frasa nominal. Misalnya:

Dia / mengirimi / saya / surat.

  S           P             O       Pel.


  • Kalimat Dasar Berpola S P K

Kalimat dasar tipe ini memiliki unsur subjek, predikat, dan harus memiliki unsur keterangan karena diperlukan oleh predikat. Subjek berupa nomina atau frasa nominal, predikat berupa verba intransitif, dan keterangan berupa frasa berpreposisi. Misalnya:

Mereka / berasal / dari Surabaya.

     S            P                   K


  • Kalimat Dasar Berpola S P O K

Kalimat dasar tipe ini memiliki unsur subjek, predikat, objek, dan keterangan. subjek berupa nomina atau frasa nomina, predikat berupa verba intransitif, objek berupa nomina atau frasa nominal, dan keterangan berupa frasa berpreposisi. Misalnya:

Kami / memasukkan / pakaian / ke dalam lemari.

    S              P                  O                   K


  • Kalimat Dasar Berpola S P Pel. K

Kalimat dasar tipe ini memiliki unsur subjek, predikat, pelengkap, dan keterangan. Subjek berupa nomina atau frasa nominal, predikat berupa verba intransitif atau kata sifat, pelengkap berupa nomina atau adjektiva, dan keterangan berupa frasa berpreposisi. Misalnya :

Ungu / bermain / musik / di atas panggung.

    S           P          Pel.              K


  • Kalimat Dasar Berpola S P O Pel. K

 Kalimat dasar tipe ini memiliki unsur subjek, predikat, objek, pelengkap, dan keterangan. subjek berupa nomina atau frasa nominal, predikat berupa verba intransitif, objek berupa nomina atau frasa nominal, pelengkap berupa nomina atau frasa nominal, dan keterangan berupa frasa berpreposisi. Misalnya:

Dia / mengirimi / ibunya / uang / setiap bulan.

  S           P              O         Pel.           K


Demikian penjelasan artikel diatas Pola Kalimat – Pengertian, Unsur, Ciri, Contoh, Jenis, Struktur semoga bisa bermanfaat untuk semua pembaca setia kami.

Mungkin Dibawah Ini yang Kamu Butuhkan