Makalah Ragam Bahasa

Diposting pada

Bahasa Indonesia sendiri diresmikan dalam penggunaannya setelah keluarnya Proklamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia, lebih tepatnya sehari setelahnya. Penggunaan bahasa indonesia sangat banyak dan beragam. Ragam Bahasa di bedakan berdasarkan cara pandang pembicara, media yang di gunakan dan topik yang sedang di bicarakan.

Ragam-Bahasa

Pengertian Ragam Bahasa

Ketika mendengar kata-kata ragam bahasa maka yang terlintas dipikiran kita adalah sesuatu yang tidak sama, berbeda, sama pengucapan tapi berbeda makna, atau bahkan saling bertolak belakang. Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Daring, ragam bahasa Berasal dari dua suku kata yaitu ragam yang berarti macam atau jenis dan bahasa berarti berintraksi atau percakapan yang baik.


Sehingga kami menyimpulkan ragam bahasa adalah kumpulan bahasa sebagai alat intraksi antar objek yang memiliki spesifikasi tertentu. Tidak asing bagi kita jika dalam suatu bahasa memiliki makna yang sama dengan bahasa serta pelafalan yang berbeda. Contoh dalam bahasa minang kata gila disebut gilo, atau dalam bahasa pesisir kata makan jadi maken.


Penggunaan Ragam Bahasa yang Benar dan Baik

Penggunaan-Ragam-Bahasa

Pada dasarnya semua ragam bahasa memiliki kekurangan dan kelebihan masing- masing. Ada bahasa yang mudah dipelajari atau mudah dimengerti, atau ada juga beberapa bahasa yang sulit dimengerti. Penggunaan Ragam Bahasa yang baik itu adalah menggunakan ragam bahasa sesuai dengan kondisi dan tempat, ketika kita ditempat yang nonformal maka bahasa yang digunakan adalah bahasa non-formal. Tapi tuntunnya dalam jiwa kita terpatri untuk berusaha menggunakan bahasa yang baku dan Ejaan Yang Disempurnakan.

Karena biasanya menggunakan bahasa yang baku akan mempersingkat kalimat, memperjelas kalimat, dan membuat kalimat akurat. Sedangkan penggunaan ragam bahasa yang benar adalah, menggunakan bahasa sesuai dengan kaidah-kaidah yang sudah ada.Dalam berbahasa seorang dituntut agar memahami aturan-aturan yang telah dibakukan, seperti penggunaan kata serapan, kata sammbung, dll.


Jenis-Jenis Ragam Bahasa

Berikut ini terdapat beberapa jenis-jenis ragam bahasa, terdiri atas:


1. Ragam Bahasa Berdasarkan Cara Pandang Pembicara (Penutur)

Dalam ragam bahasa ini terdiri dari Bahasa Daerah (dialek), Bahasa Pendidikan dan Bahasa yang formal dan non formal.

  1. Bahasa Daerah
    Bahasa indonesia yang di gunakan di daerah biasanya terbawa dengan lingkungan daerahnya. Seperti misalnya cara bicara bahasa indonesia yang di gunakan oleh masyarakat di daerah jawa berbeda dengan cara bicara bahasa indonesia yang di gunakan oleh masyarakat di daerah sumatra.
  2. Bahasa Pendidikan
    Bahasa yang di gunakan oleh masyarakat yang berpendidikan pasti berbeda dengan masyarakat yang tidak berpendidikan. Bisa di bandingkan cara pelafalan katanya misalnya seperti masyarakat yang berpendidikan sering menggunakan kata mencuci, mengunci, vidio dan tv. Beda dengan masyarakat yang tidak melalui pendidikan akan melafalkan kata nyuci, ngunci, pidio dan tipi.
  3. Bahasa Formal dan Non Formal
    Bahasa formal sering di gunakan dalam acara-acara resmi, seperti upacara pelantikan, seminar dan rapat. Sedangkan bahasa non formal sering di gunakan pada kegiatan kita sehari-hari di luar acara-acara resmi, seperti ketika berbicara dengan teman dan dengan keluarga.

2. Ragam Bahasa Berdasarkan Media Yang Di Gunakan

Ragam bahasa berdasarkan media yang di gunakan terbagi menjadi 2 yaitu:


  • Ragam Bahasa Secara Lisan

Bahasa ini adalah bahasa yang di keluarkan secara lisan atau dengan media lisan. Dalam ragam bahasa ini sering memakai bahasa yang baku. Cara menyampaikan pembicaraan secara lisan dapat berbeda sesuai dengan lingkungannya, seperti pembicara yang di lakukan dalam keadaan formal jelas berbeda dengan pembicaraan yang di lakukan dalam keadaan santai atau tidak formal. Ragam bahasa lisan yang di tuangkan ke dalam bentuk tulisan tidak dapat di sebut ragam bahasa tulis, tetapi tetap sebagai ragam bahasa lisan yang di tuangkan ke dalam bentuk tulisan.


Ciri-Ciri Ragam Bahasa Lisan

–  Memerlukan beberapa teman berbicara (tidak sendiri).

–  Menyesuaikan dengan keadaan yang ada, situasi dan juga waktu.

–  Perlunya intonasi dalam berbicara dan bahasa tubuh yang di gunakan.

–  Berlangsungnya dengan gesit dan cepat.

–  Seringnya pembicaraannya berlangsung dengan tidak menggunakan alat bantu.

–  Kesalahan dalam berbicara dapat di ketahui dan di perbaiki.

–  Gerakan pada tubuh dan juga mimik wajah serta intonasi yang di gunakan dalam penyampaiannya sangatlah membantu.


Contoh dari ragam bahasa yang sering kita dengar yaitu ceramah, pidato, penyampaian pendapat dalam diskusi dan masih banyak lagi yang lainnya. Ragam bahasa lisan sering sekali kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari, contohnya berbincang-bincang dengan teman ataupun masyarakat.


  • Ragam Bahasa Secara Tulis

Ragam Bahasa Tulis menggunakan media huruf untuk mengutarakannya atau mengungkapkannya. Ragam bahasa ini menggunakan ejaan untuk menata kosa kata dan bahasanya. Contoh ragam bahasa tulis, yakni koran atau surat kabar, laporan pekerjaan, karya ilmiah, dan masih banyak lagi yang lainnya.


Ciri-Ciri ragam bahasa tulis adalah

–  Tidak di perlukannya adanya kehadiran orang lain.

–  Tidak terpengaruh dengan adanya ruang dan waktu.

–  Kosa kata yang di gunakan harus di pilih dengan cermat dan teliti.

–  Dalam membentuk kata dan kalimat haruslah sesempurna mungkin.

–  Struktur kalimat yang terbentuk haruslah lengkap.

–  Paragraf yang ada di kembangkan dengan lengkap.

–  Biasanya berlangsungnya sangatlah lambat.

–  Memerlukan alat bantu sebagai medianya.


3. Ragam Bahasa Berdasarkan Waktu Penggunaan

Terdiri atas:


  1. Ragam bahasa Indonesia lama

Ragam bahasa Indonesia lama dipakai sejak zaman Kerajaan Sriwijaya sampai dengan saat dicetuskannya Sumpah Pemuda. Ciri ragam bahasa Indonesia lama masih dipengaruhi oleh bahasa Melayu . Bahasa Melayu inilah yang akhirnya menjadi bahasa Indonesia. Alasan Bahasa Melayu menjadi bahasa Indonesia :

1) Bahasa Melayu berfungsi sebagai lingua franca,

2) Bahasa Melayu sederhana karena tidak mengenal tingkatan bahasa,

3) Keikhlasan suku daerah lain ,dan

4) Bahasa Melayu berfungsi sebagai kebudayaan


  1. Ragam bahasa Indonesia baru

Penggunaan ragam bahasa Indonesia baru dimulai sejak dicetuskannya Sumpah Pemuda pada 28 oktober 1928 sampai dengan saat ini melalui pertumbuhan dan perkembangan bahasa yang beriringan dengan pertumbuhan dan perkembangan bangsa Indonesia.


4. Ragam Bahasa Berdasarkan Pesan Komunikasi

Terdiri atas:


  • Ragam bahasa baku

Ragam bahasa baku adalah ragam yang dilembagakan dan diakui oleh sebagian besar masyarakat pemakainya.


  • Ragam bahasa sastra

Ragam ini mengutamakan unsur-unsur keindahan seni, gaya pengungkapan simbolik dengan memadukan unsur intrinsik dan ekstrinsik. Contoh : roman, novel, dll


Metode Penggunaan Ragam Bahasa

Karena banyaknya ragam bahasa yang ada di tengah-tengah masyarakat kita, seseorang harus bijak dan cerdas dalam menggunakan ragam bahasa. Maksudnya adalah, kita harus tau kapan, dimana dan kepada siapa kita akan menggunakan ragam bahasa tertentu. Menggunakan ragam bahasa juga harus sesuai dengan bidang yang digeluti maupun dikuasai.


Jangan sampai ada Sastrawan yang berbicara mengenai proses destruksi dan destilasi protein di atass panggung pementasan, tanpa mengetahui dan memahami apa makna sebenarnya dari kedua proses tersebut yang sesungguhnya adalah “lahan” seorang Kimiawan.


Dampak Positif dan Negatif Ragam Bahasa

Dampak positif dari penggunaan ragam bahasa diantaranya adalah: memperkaya kosa kata, menambah wawasan, memperlihatkan tingkat intelektualitas yang lebih tinggi. Sedangkan dampak negatifnya seperti: berubahnya ragam bahasa seseorang (mengikuti ragam bahasa yang baru), menurun atau hilangnya suatu ragam bahasa tertentu karena meningkatnya penutur suatu ragam bahasa lain, munculnya istilah- istilah baru yang kadang kurang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia, dsb.


Contoh Ragam Bahasa

Berikut ini terdapat beberapa contoh ragam bahasa, terdiri atas:


  1. Bahasa Jurnalistik

Bahasa-Jurnalistik

Bahasa jurnalistik adalah bahasa yang sering digunakan di kalangan pers, wartawan, narasumber yang dituangakn dalam media.


(AntaraNews – Rabu,17 Feb2016) Jurnalis yang cermat sedikitnya punya dua perhatian utama ketika menulis sebuah berita, entah berita kilat lempang, maupun berita investigatif berkedalaman. Dua hal yang perlu dicermati itu adalah akurasi dalam menulis fakta dan ketepatan dalam memilih diksi untuk makna yang dikehendaki.


Faktanya, sebagian besar wartawan bukanlah sarjana yang pernah belajar bahasa, dalam hal ini bahasa Indonesia secara khusus. Pengetahuan bahasa jurnalistik biasanya diperoleh secara singkat dalam kursus atau pelatihan jurnalistik. Wartawan yang berlatar pendidikan bukan dari disiplin linguistik, sering abai terhadap beberapa aturan dasar ilmu bahasa sehingga kesalahan dalam menempatkan kelas kata yang pas dalam sebuah kalimat acap terjadi.


Berikut ini contoh yang diambil dari Harian Kompas pada edisi 22 Januari 2016, pada berita berjudul Real Madrid Tetap Terkaya, yang memperlihatkan pengabaian pada akurasi dalam menggunakan kata yang sesuai dengan kelasnya saat merumuskan kalimat: “Penggemar Madrid yang lebih dari 80 juta orang di seluruh dunia mendongkrak pemasukan dari komersial.” Kelas kata “komersial” tentulah ajektiva yang dalam posisi di kalimat itu harus didahului dengan nominal, misalnya “segi” atau “aspek” agar struktur kalimat itu gramatikal.Sebagai media yang terbit dengan tenggat yang relatif longgar, kekeliruan gramatika tentu tak bisa ditenggang. Beda dengan media dalam jaringan yang beritanya sebagian besar ditulis dengan tenggat yang sangat ketat, kesalahan gramatika masih bisa dimaklumi.


  1. Bahasa Ilmiah

Bahasa-Ilmiah

Bahasa Ilmiah adalah bahasa yang biasa digunakan dalam dunia pendidikan yang mencakup berbagai macam disiplin ilmu. Misalnya saja Kimia, bidang ini memiliki segudang istilah yang belum tentu diketahui oleh fisikawan atau sastrawan yang notabene juga merupakan akademisi. Contoh istilah Kimia adalah destruksi (penghancuran), destilasi (penyulingan), volatil (mudah menguap) dan sebagainya.


  1. Bahasa Usaha (Bisnis)

Bahasa-Usaha-(Bisnis)

Bahasa bisnis adalah bahasa yang digunakan di kalangan pelaku usaha atau pegiat bisnis. Contoh istilah dari bahasa bisnis yang mungkin jarang diketahui oleh orang awam adalah kata inflasi yang berarti peningkatan harga-harga secara umum dan terus-menerus.


Demikianlah pembahasan mengenai Ragam Bahasa – Pengertian, Penggunaan, Jenis, Ciri, Metode, Dampak dan Contoh semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian semua,, terima kasih banyak atas kunjungannya.


Baca Juga :

  1. Ciri-Ciri Bahasa
  2. Keragaman adalah
  3. Angka Dalam Bahasa Arab
  4. Tata Bahasa adalah
  5. Sejarah Bahasa Indonesia Dan Peristiwa Pentingnya