Signifikan : Pengertian, Contoh Dan Dalam Penelitiannya

Signifikan : Pengertian, Contoh Dan Dalam Penelitiannya

Signifikan : Pengertian, Contoh Dan Dalam Penelitiannya– DosenPendidikan.Co.Id – Kata signifikan biasanya dipakai untuk menyatakan pengaruh dari suatu permasalahan tertentu. Misalnya pada kalimat, “Pada Idul Fitri kali ini, tidak terjadi lonjkan signifikan pada harga bahan-bahan makanan pokok”.


Yang pada kalimat tersebut, kata signifikan memiliki makna bahwa kenaikan harga bahan makanan pokok tidak besar, tidak seperti yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya. Nah untuk lebih memahami dan mengerti mengenai Signifikan simak ulasan selengkapnya dibawah ini.


Pengertian Signifikan

Lantas apa yang dimaksud dengan signifikan ..?? Pengertian signifikan Adalah sesuatu/seseorang yang dinggap penting atau berarti karena dapat memberikan pengaruh atau dampak dan tidak bisa lepas dari suatu persoalan.


Arti signifikan juga bisa didefinisikan sebagai sesuatu yang benar-benar berbeda atau nyata. Yang secara etimologi, kata “Signifikan” berasal dari bahasa Inggris “Significant” yang artinya sesuatu yang penting “dalam suatu persoalan”.


Secara umum, ini dapat dijelaskan dengan menggunakan angka signifikansi 0,01; 0,05 dan 0. Apa yang dilakukan kemudian adalah pertimbangan ketika menggunakan angka-angka ini, ini didasarkan pada tingkat kepercayaan yang diinginkan oleh peneliti. Contohnya benar, jika penggunaannya pada tingkat signifikansi 0,01, ini berarti bahwa tingkat kepercayaan atau bahasa lain adalah keinginan untuk mendapatkan persentase kebenaran dalam penelitian sebesar 99%. jika angka signifikansi adalah 0,05, persentase persentase kepercayaan diri adalah 95%. jika angka signifikansi 0,1, maka hasil persentase persentase kepercayaan adalah 90%.

Loading...

Baca Juga : Penelitian – Karakteristik, Tujuan, Unsur, dan Jenisnya


Pertimbangan lain menyangkut jumlah data sampel atau contoh yang akan digunakan dalam penelitian, semakin kecil angka signifikansi, semakin besar ukuran data sampel. Sebaliknya, semakin besar angkanya, semakin kecil hasil sampel, untuk mendapatkan angka signifikansi yang lebih baik, biasanya ini membutuhkan ukuran sampel yang lebih besar. Sebaliknya, jika ukuran sampel kecil, dimungkinkan untuk membuat lebih banyak kesalahan. Itu adalah contoh dari makna yang ada dalam studi studi analogi dalam pelajaran statistik.

Kebanyakan dari kita selalu berharap bahwa riset yang sedang dilakukan akan memberikan hasil yang signifikan. Apakah harus begitu?


“Significant implies that it is not plausible that the research findings are due to chance” adalah definisi dari signifikan menurut Cramer dan Howitt (2006). Menurut mereka adalah tidak masuk akal jika hasil / temuan riset merupakan hal yang bersifat kebetulan. Selanjutnya mereka mengatakan bahwa hipotesis nol (H0) yang menunjukkan misalnya tidak ada hubungan atau tidak ada perbedaan akan ditolak untuk kepentingan hipotesis alternatif (Ha atau H1)


Definisi lain mengatakan bahwa “Significant means probably true do not to chance” (surveysystem.com). Ini berarti bahwa hasil riset yang signifikan berarti benar bukan karena kebetulan. Jika riset memberikan hasil yang signifikan; maka riset tersebut benar namun tidak harus berarti penting.


Pengujian signifikansi sebenarnya hanya merupakan sebagian kecil dari penilaian implikasi-implikasi dalam kajian tertentu. Oleh karena itu saat peneliti gagal memperoleh hasil yang signifikan maka sebaiknya peneliti melakukan kajian ulang metode-metode yang sudah digunakan saat ketentuan ukuran sampel sudah dipenuhi.


Lebih lanjut jika saat hipotesis dalam riset dianggap penting untuk kepentingan alasan-alasan teoritis maupun praktis; maka peneliti harus melakukan kajian ulang terhadap metode-metode yang sudah dipergunakan dalam riset.

Baca Juga : 9 Tata Cara Dalam Penggunaan Dan Penulisan Ejaan


Pada umumnya orang menggunakan tingkat signifikansi dalam bentuk persen, misalnya sebesar 5% atau 0,05 atau lebih kecil dari nilai tersebut untuk melakukan penolakan hipotesis nol (H0). Nilai ini mempunyai maksud bahwa adanya perbedaan atau hubungan antar variabel kelihatannya akan terjadi secara kebetulan 5 kali dari 100. Besaran probabilitas 0,05 ini secara historis merupakan pilihan secara arbitrer dan sudah diterima secara meluas dalam dunia riset.


Taraf Signifikansi

Erat berkaitan dengan masalah eror dalam penolakan hipotesis nihil, pemahaman mengenai taraf signifikansi sangat penting dalam penggunaan metode statistika guna menguji hipotesis penelitian. Kesimpulan penelitian yang disandarkan pada keputusan statistik, sebagaimana telah disebutkan di atas, tidak dapat ditopang oleh taraf kepercayaan mutlak seratus persen. Karena itulah peneliti harusmemberi sedikit peluang untuk salah dalam menolak hipotesis. Besarnya peluanguntuk salah menolak hipotesis nihil (eror Tipe I) inilah yang disebut sebagai tarafsignifikansi.


Sewaktu seorang peneliti menyatakan penolakan terhadap hipotesis nihil, harus difahami bahwa penolakan itu mengandung resiko kesalahan sebesar suatutaraf signifikansi. Penolakan yang didasarkan pada taraf signifikansi yang kecil tentusaja lebih dapat dipercaya daripada penolakan yang didasarkan pada taraf signifikansi yang besar, walaupun tidak berarti bahwa taraf signifikansi yang kecilselalu lebih tepat untuk digunakan daripada taraf signifikansi yang besar.

 


Apriori vs Aposteriori

Penggunaan taraf signifikansi dapat dilakukan secara apriori atau secara konvensional yaitu dengan menetapkan lebih dahulu taraf signifikansi yang hendak digunakan (dengan kata lain menetapkan lebih dahulu berapa besar resiko kesalahan penolakan hipotesis nihil yang hendak ditanggung).


Di masa lampau, sewaktu software statistika belum banyak dikenal dan Tabel Statistika masih banyak digunakan, pendekatan apriori ini hampir selalu dipakai. Dalam penelitian-penelitian sosial kita mengenal penetapan taraf signifikansi sebesar 5% atau 1% sebelum uji statistik dilakukan. McCall (1970) mengatakan bahwa pemilihan taraf signifikansi 5% atau 1% semata-mata kesepakatan yang menjadi kebiasaan di kalangan ilmuwan sosial saja tanpa ada dasar yang jelas.


Sebagai contoh, untuk menolak hipotesis nihil mengenai perbedaan mean dua kelompok yang masing-masing subjeknya berjumlah 15 dan 17 orang digunakan uji-t.Penguji menetapkan lebih dahulu taraf signifikansinya semisal sebesar 5%. Dengan demikian dapat diketahui batas minimal besaran statistik t untuk dapat digunakan menolak H0 dan menyatakan bahwa perbedaan kelompok adalah signifikan. Dalam kasus ini, menurut tabel distribusi t, besarnya adalah t(n1-n2; /2) = t(30;0,025) = 2,042 sehingga apabila statistik t yang diperoleh dari komputasi terhadap data besarnya sama atau melebihi harga 2,042 maka H0 ditolak dan perbedaan dinyatakan signifikan.


Hal yang sama berlaku apabila digunakan taraf signifikansi 1%. Hanya saja untuk kasus yang sama akan diperoleh harga t(n1-n2; /2) = t(30;0,005) = 2,750 yang menuntut harga statistik t yang lebih besar untuk dapat menolak H0 dan menyatakan adanya perbedaan yang signifikan.


Pada dekade belakangan ini, dimana software statistika sudah tersedia dan mudah digunakan, ada kecenderungan untuk bersikap aposteriori. SPSS misalnya, pada sebagian menu analisisnya meminta kita memasukkan taraf signifikansi yang dikehendaki apabila tidak ingin menggunakan signifikansi yang sama seperti defaultnya dan pada banyak analisis yang lain memberikan output hasil komputasi statistik disertai oleh besaran harga p yang menunjukkan besarnya peluang eror Tipe I. Kita dapat melihat, sebagai contoh, besaran p = .130 atau p = .022 atau p =.000 yang harga statistiknya disertai (bila diminta) oleh tanda * atau ** atau tanpa tanda bintang. Tanda * berarti signifikan pada taraf 5%, tanda ** berarti signifikan pada taraf 1%, dan tanpa tanda berarti tidak signifikan.


Secara aposteriori, pertama kita dapat melihat tanda bintang yang dicantumkan dan memutuskan untuk menerima atau menolak H0 pada taraf signifikansi yang sesuai arti tanda bintang tersebut.


Kedua, kita dapat menolak H0 dan menyatakan bahwa harga statistik yang dihasilkan adalah signifikan, dengan pengertian bahwa keputusan penolakan kita mengandung resiko eror Tipe I sebesar yang dinyatakan oleh harga p. Kita dapat menolak H0 dan menyatakan statistiknya signifikan sekalipun harga p = .130, p =.022, atau p = .220 sekalipun. Sebaliknya kita dapat menerima H0 pada harga-harga p yang sama seperti di atas bila kita tidak mau menanggung resiko eror Tipe I sebesar p tersebut. Jadi, signifikan tidaknya statistik yang diuji tergantung kesediaan kita menanggung resiko pada harga p yang diperoleh.


Namun demikian, tentu saja tetap ada batas keputusan yang masuk akal. Artinya kita tentu tidak akan bersedia menolak H0 dengan p = .300 misalnya, karena resikonya terlalu besar sehingga uji statistik jadi tidak berguna lagi. Sebaliknya kitajuga tentu sepakat untuk menolak H0 bila komputasi menghasilkan p sekecil .001.


Interpretasi

Apakah label yang akan dilekatkan pada hasil uji yang peluang eror Tipe I nya sebesar (sebagai contoh) p = 0,01; p = 0,04; atau p = 0,10? Bila kita secara apriori telah menetapkan penggunaan p = 0,05, misalnya, maka semua hasil komputasi yang menghasilkan statistik dengan p ≤ 0,05 akan diberi label “signifikan”, tidak peduli p = 0,001 tetap saja dilabel “signifikan”, bukan “sangat signifikan”. Istilah signifikan menunjukkan makna perbedaan atau hubungan yang diuji terjadi bukan karena eror random atau karena kebetulan saja.

Baca Juga : Contoh Paragraf Argumentasi – Ciri, Struktur, Langkah dan Jenis


Kecilnya p menunjukkan makna resiko keputusan untuk mengakui adanya perbedaan atau hubungan tersebut, bukan intensitasnya. Sebaliknya, tidak peduli berapapun harga statistik yang diperoleh kalau ternyata peluang eror Tipe I nya adalah p > 0,05 maka harus dinyatakan “tidak signifikan” dan harga statistiknya dinyatakan sebagai terjadi karena kebetulan yang karenanya harus diabaikan. Untuk harga p sebesar 0,45 (misalnya), berarti sama tidak signifikannya dengan p sebesar 0,20 dan tidak perlu diberi label “sangat tidak signifikan” karena hal itu berlebih-lebihan.


Bila digunakan pendekatan aposteriori, hasil uji statistik dapat dikatakan tidak signifikan bila kita tidak bersedia menanggung resiko eror sebesar p yang diperoleh. Sebaliknya, kita boleh mengklaim adanya hubungan atau adanya perbedaandengan menyatakan bahwa berapapun harga p adalah signifikan.


Apapun pendekatan yang digunakan, secara substantif hanya ada dua macam label statistik akibat perolehan harga p, yaitu tidak signifikan atau signifikan. “Tidak signifikan” berarti harga statistik harus diabaikan dan dianggap tidak ada, berapa besarnya pun harga tersebut. “Signifikan” berarti harga statistik tidak dapat diabaikan dan harus dianggap ada, berapa kecilnya pun harga statistik tersebut. Label ‘sangat signifikan’ tidak diperlukan dikarenakan eratnya hubungan (dalam kasus korelasi) atau besarnya perbedaan (dalam kasus uji-beda) ditunjukkan antara lain oleh statistik r2 atau ω2.


Perlu diperhatikan pula perbedaan antara signifikansi statistik (statistical significance) dan signifikansi praktis (practical significance). Kedua signifikansi ini tidak selalu memiliki makna yang seiring. Signifikansi statistik memang dapat dihitung dan karenanya dapat ditunjukkan secara objektif, namun dari sisi praktis, adanya signifikansi praktis perlu dilandasi oleh pertimbangan akal (Diekhoff, 1992; Hays, 1973). Hal itu antara lain dikarenakan signifikan-tidaknya suatu statistik yang diuji tergantung antara lain pada ukuran sampel (n) dan variabilitas data. Akhirnya baik juga dicermati apa yang dikatakan oleh Hays (1973) bahwa: “Statistical significance is a statement about the likelihood of the observed result, nothing else. It does not guarantee that something important, or even meaningful, has found”.

Baca Juga: Prolog : Pengertian, Fungsi, Jenis, Cara Membuat Dan Contohnya


Signifikan Dalam Penelitian

Pengertian signifikan dalam penelitian ialah tingkat kepercayaan terhadap sebuah hipotesis yang akan menentukan apakah hipotesis tersebut akan diterima atau tidak.


Kata signifikan sering dihubungkan dengan hasil suatu penelitian dan banyak digunakan pada hasil riset. Misalnya menggunakan kata signifikan dalam penelitian, “penelitian ini mengandung kebenaran yang cukup signifikan, yaitu hingga 98%”.


Pada kalimat tersebut, arti signifikan mempunyai arti bahwa tingkat kebenaran tidak terlepas dari permasalahan tertentu. Dengan begitu, maka suatu hipotesis pada penelitian dapat diterima, berlaku dan digeneralisasikan pada populasi.

Baca Juga : Teks Eksposisi – Ciri, Fungsi, Struktur, Kaidah & Contoh


Contoh Pemakaian Kata Signifikan

Agar lebih mudah untuk memahami apa arti signifikan kita bisa melihat beberapa contoh penggunaan kata signifikan dalam kalimat berikut ini:

Signifikan Adalah

  1. Angka kematian akibat penyakit kanker mengalami peningkatan signifikan dalam lima tahun belakangan.
  2. Pasangan calon presiden dan wakil presiden tersebut mendapatkan suara signifikan di daerah-daerah tertentu.
  3. Sarah mendapat peningkatan nilai yang signifikan sejak ia rajin belajar.
  4. Devi mendapat peningkatan signifikan pada penghasilannya setelah ia diberikan promosi kenaikan jabatan.
  5. Menurut Menteri Perhubungan, rekomendasi Litbang tersebyt sangat signifikan bagi kemajuan transportasi.
  6. Menjaga dan mengelola kualitas udara bersih menjadi sesuatu yang signifikan bagi masyarakat dunia demi menjamin keberlangsungan hidup manusia.
  7. Sejak pemerintahan Joko Widodo, pembangunan infrastruktur di Indonesia mengalami peningkatan signifikan.

  • Biasanya haraga bahan-bahan makanan pokok akan meningkat secara signifikan di bulan Ramadhan.
  • Terjadi perubahan signifikan pada kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan perusahaan tersebut karena adanya perombakan struktur organisasi besar-besaran.
  • Anak perempuan pada umumnya mengalami laju pertumbuhan yang signifikan di usia 8-13 tahun.
  • Sampar ini secara signifikan mengurangi jumlah penduduk di muka bumi.
  • Di akhir September 2003 angka itu meningkat signifikan menjadi 3729 kasus.
  • PKS mendapatkan suara signifikan dalam pemilu 2004 bukanlah semata karena mengusung konsep sejahtera.
  • Kehati-hatian dalam merespons persoalan menjadi sangat signifikan dalam menjaga stabilitas politik di wilayah ini.
  • PKS mendapatkan suara signifikan di perkotaan karena memiliki jaringan intelektual muda dan aktivis dakwah kampus.
  • Pengelolaan kualitas udara menjadi sesuatu yang signifikan bagi warga dunia untuk menjamin keberlanjutan kualitas udara bersih.
  • Sebagaimana dinyatakan pada bagian I, minat baca merupakan salah satu faktor yang berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan membaca.

  1. Korelasi yang signifikan antara minat baca dan kemampuan membaca telah terbukti secara meyakinkan dalam penelitian-penelitian tentang membaca.
  2. Adanya peralihan ini berdampak cukup signifikan terhadap kondisi kawasan Gunung Merapi, sebab jumlah pakan rumput yang diambil dari kawasan menjadi lebih banyak.
  3. Perolehan suara signifikan ditandai dengan margin sehat dengan menggunakan metode gabungan antara kampanye online dan tradisional seperti door-to-door, ke kampus, dan menelepon.
  4. Pemahaman dan usaha mempelajari kebudayaan sukubangsa lain, di luar etnisnya sendiri, niscaya menjadi sangat signifikan jika mengingat kemungkinan terjadinya desintegrasi bangsa tadi.
  5. Titik-titik akses tersebut terdiri dari ruas jalan dan persimpangan yang diperkirakan akan terpengaruh atau terkena dampak yang signifikan akibat adanya pembangunan Perumahan tersebut.
  6. Walaupun peserta pendidikan jarak jauh harus pergi ke warnet, warposnet, ataupun Warintek, karena tersedia sampai pada level kecamatan maka pengurangan fleksibilitas dari sisi tempat akses tidaklah terlalu signifikan pada umumnya.

  1. Dalam konteks ini, Perrine menegaskan bahwa penggunaan ‘figure of speech’ atau majas dimaksudkan agar wacana kesasteraan yang diciptkan memiliki kekuatan yang lebih signifikan dalam pencapaian pesan dari pada disampaikan dengan bahasa yang sederhan dan lugas.
  2. Dengan adanya perubahan yang signifikan oleh Islam terhadap hukum masyarakat Arab pra-Islam, misi Islam mendapatkan sambutan dan respon dari masyarakat, baik dari kelompok masyarakat yang menghendaki perubahan maupun dari kelompok masyarakat yang menjadi penopang hukum Jahiliyyah yang telah ada.

  3. Kini usia Pegadaian telah lebih dari seratus tahun, manfaat semakin dirasakan oleh masyarakat, meskipun perusahaan membawa misi public service obligation, ternyata perusahaan masih mampu memberikan kontribusi yang signifikan dalam bentuk pajak dan bagi keuntungan kepada Pemerintah, disaat mayoritas lembaga keuangan lainnya berada dalam situasi yang tidak menguntungkan.

  4. Selanjutnya, setelah melakukah pembacaan dengan cara pemenggalan sumber data secara akurat yang berupa frase ataupun kalimat yang dipastiakan terkait dengan rumusan masalah dan sumber data yang telah ditetapkan, dan sekaligus sebagai elemen signifikan yang menjadi sentral analisi dan temuan, yang terdapat dalam novel Laskar Pelangi; yang selanjutjya disebut dengan fragmentasi (Soekemi, 2005)

  • Diharapkan dari proses menduniakan seseorang atau masyarakat yang bersangkutan, manakala dihadapkan pada arus globalisasi tatanan kehidupan manusia, suatu masyarakat tertentu (misalnya masyarakat Indonesia) tidaklah sekedar memperlihatkan suatu fenomena kebengongan semata, tetapi diharapkan mampu merespons, melibatkan diri dan memanfaatkannya secara signifikan bagi eksistensi bagi dirinya, sesamanya, dan lingkungan sekitarnya.

  • Memperhatikan kenyataan bahwa kinerja TVRI tidak mengalami perbaikan yang signifikan dan juga berbagai program utama tidak terlaksana, terutama pembangunan menara TVRI, maka Komisi I DPR RI mendesak Dewan Pengawas TVRI untuk segera mengevaluasi kinerja Dewan Direksi dan mengambil langkah cepat dan tegas untuk meningkatkan kinerja TVRI secara keseluruhan, termasuk melaksanakan keputusan sidang Dewas tanggal 14 April 2008 yang menyatakan “memberhentikan Dirut TVRI pada bulan Agustus 2008 dengan menandatangani surat pengunduran diri dan menandatangani kontrak manajemen yang baru” sesuai dengan mekanisme dan ketentuan perundangan yang berlaku.

Demikianlah pembahasan mengenai Signifikan : Pengertian, Contoh Dan Dalam Penelitiannya semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian semua,, terima kasih banyak atas kunjungannya.

Send this to a friend