Sistem Ekonomi Campuran adalah

Diposting pada

Sistem Ekonomi Campuran – Pengertian, Ciri, Tujuan, Kelebihan, Kekurangan & Contoh – Untuk pembahasan kali ini kami akan memberikan informasi mengenai Sistem Ekonomi Campuran yang dalam hal meliputi pengertian, ciri, tujuan, kelebihan, kekurangan dan contoh. Nah agar lebih jelas untuk dapat memahami dan dimengerti simak saja ulasan dibawah ini.

Sistem Ekonomi Campuran


Pengertian Sistem Ekonomi Campuran

Sistem ekonomi campuran adalah campuran atau perpaduan antara sistem ekonomi liberal dengan sistem ekonomi sosialis. Masalah-masalah pokok ekonomi mengenai barang apa yang akan diproduksi, bagaimana barang itu dihasilkan dan untuk siapa barang itu dihasilkan akan diatasi bersama-sama oleh pemerintah dan swasta. Pada sistem ekonomi campuran pemerintah melakukan pengawasan dan pengendalian dalam perekonomian, namun pihak swasta (masyarakat) masih diberi kebebasan untuk menentukan kegiatan-kegiatan ekonomi yang ingin mereka jalankan.


Sistem ekonomi campuran pada umumnya ditetapkan pada Negara-negara berkembang. Dalam sistem ini, sektor swasta dan pemerintah sama-sama diakui. Hal ini berarti disamping sektor swasta, terdapat pula badan perencana Negara yang merencanakan arah dan perkembangan ekonomi.


Sistem ekonomi campuran ini dasarnya merupakan perpaduan antara sistem ekonomi terpusat dengan sistem ekonomi pasar.


Sistem ekonomi campuran ini merupakan kombinasi ‘logis’ dari ketidaksempurnaan kedua sistem ekonomi liberalisme dan etatisme. Selain resesi dunia tahun 1930-an telah menjadi bukti ketidaksanggupan sistem liberalisme, bubarnya kelompok Negara-negara komunis , menjadi bukti pula kerapuhan sistem etatisme.


Sistem campuran mencoba mengkombinasikan kebaikan dari sistem liberalisme dan etatisme, diantaranya menyarankan perlunya campur tangan pemerintah secara aktif dalam kebebasan pihak swasta dalam melaksanakan kegiatan ekonominya. Dengan keinginan seperti ini banyak Negara kemudian memilih sistem ekonomi campuran.

Baca Juga Artikel yang Mungkin Berkaitan : Sistem Ekonomi Islam : Pengertian Menurut Para Ahli Dan ( Tujuan – Ciri – Prinsip )


Sejarah Sistem Ekonomi Di Indonesia

Berikut ini terdapat beberapa sejarah sistem ekonomi di Indonesia dari masa ke masa, terdiri atas:


  1. Pemerintahan Orde Lama

Pada tanggal 17 agustus 1945, indonesia memproklamasikan kemerdekaannya. Namun demikian, tidak berarti Indonesia sudah bebas dari Belanda. Tetapi setelah akhirnya pemerintah Belanda mengakui secara resmi kemerdekaan Indonesia. Sampai tahun 1965, Indonesia gejolak politik di daalam negeri dan beberapa pemberontakan di sejumlah daerah. Akibatnya, selama pemerintahan orde lama, keadaan perekonomian Indonesia sangat buruk.


Seperti pertumbuhan ekonomi yang menurun sejak tahun 1958 dan defisit anggaran pendapatan dan belanja pemerintahan terus membesar dari tahun ke tahun. Dapat disimpulkan bahwa buruknya perekonomian Indonesia selama pemerintahan Orde Lama terutama disebabkan oleh hancurnya infrastruktur ekonomi, fisik, maupun nonfisik selama pendudukan jepang. Dilihat dari aspek politiknya selama periode orde lama, dapat dikatakan Indonesia pernah mengalami sistem politik yang sangat demokratis yang menyebabkan kehancuran politik dan perekonomian nasional.


  1. Pemerintahan Orde Baru

Maret 1966, Indonesia dalam era Orde Baru perhatian pemerintahan lebih ditujukan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat lewat  pembangunan ekonomi dan sosial tanah air. Usaha pemerintah tersebut ditambah lagi dengan penyusunan rencana pembaangunan 5 tahun secara bertahap dengan target-target yang jelas sangat dihargai oleh negara-negara barat.


Tujuan jangka panjang dari pembangunan ekonomi di Indonesia pada masa Orde Baru adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui suatu proses industrialisasi dalam skala besar. Perubahan ekonomi struktural juga sangat nyata selama masa Orde Baru dimana sektor industri manufaktur meningkat setiap tahun.


Dan kondisi utama yang harus dipenuhi terlebih dahulu agar suatu usaha membangun ekonomi dapat berjalan dengan baik, yaitu sebagai berikut: kemampuan politik yang kuat, stabilitas ekonomi dan politik, SDM yang lebih baik, sistem politik ekonomi terbuka yang berorientasi ke Barat, dan dan kondisi ekonomi dan politik dunia yang lebih baik.

Baca Juga Artikel yang Mungkin Berkaitan : Sistem Ekonomi Di Masa Demokrasi Terpimpin Lengkap


  1. Pemerintahan Transisi

Mei 1997, nilai tukar bath Thailand terhadap dolar AS mengalami suatu goncangan yang hebat, hingga akhirnya merembet ke Indonesia dan beberapa negara asia lainnya. Rupiah Indonesia mulai terasa goyang pada bulan juli 1997.


Sekitar bulan September 1997, nilai tukar rupiah terus melemah, hingga pemerintah Orde Baru mengambil beberapa langkah konkret, antaranya menunda proyek-proyek dan membatasi anggaran belanja negara. Pada akhir Oktober 1997, lembaga keuangan internasional memberikan paket bantuan keuangaannya pada Indonesia.


  1. Pemerintahan Reformasi

Awal pemerintahan reformasi yang dipimpin oleh Presiden Wahid, masyarakat umum menaruh pengharapan besar terhadap kemampuan Gusdur. Dalam hal ekonomi, perekonomian Indonesia mulai menunjukkan adanya perbaikan. Namun selama pemerintahan Gusdur, praktis tidak ada satupun masalah di dalam negeri yang dapat terselesaikan dengan baik.


Selain itu hubungan pemerintah Indonesia di bawah pimpinan Gusdur dengan IMF juga tidak baik. Ketidakstabilan politik dan sosial yang tidak semakin surut selama pemerintahan Abdurrahman Wahid menaikkan tingkat country risk Indonesia. Makin rumitnya persoalan ekonomi ditunjukkan oleh beberapa indikator ekonomi. Seperti pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan yang menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang negatif dan rendahnya kepercayaan pelaku bisnis terhadap pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.


  1. Pemerintahan Gotong Royong

Pemerintahan Megawati mewarisi kondisi perekonomian Indonesia yang jauh lebih buruk daripada masa pemerintahan Gusdur. Inflasi yang dihadapi Kabinet Gotong Royong pimpinan Megawati juga sangat berat. Rendahnya pertumbuhan ekonomi Indonesia pada masa pemerintahan Megawati disebabkan antara lain masih kurang berkembangnya investor swasta, baik dalam negeri mauoun swasta.


Melihat indikator lainnya, yakni nilai tukar rupiah, memang kondisi perekonomian Indonesia pada pemerintahan Megawati lebih baik. Namun tahun 1999 IHSG cenderung menurun, ini disebabkan kurang menariknya perekonomian Indonesia bagi investor, kedua disebabkanoleh tingginya suku bunga deposito.

Baca Juga Artikel yang Mungkin Berkaitan : 6 Pengertian Dan Macam-Macam Sistem Ekonomi Menurut Para Ahli


Ciri-Ciri Sistem Ekonomi Campuran

Ciri-ciri sistem ekonomi campuran merupakan karakteristik dari sistem ekonomi campuran, ciri-ciri sistem ekonomi campuran antara lain sebagai berikut:

  1. Pemerintah aktif dalam kegiatan ekonomi.
  2. Rencana perekonomian ditetapkan oleh pemerintah yang berlaku kepada pihak swasta.
  3. Sumber-sumber daya vital dikuasai oleh pemerintah.
  4. Jenis dan jumlah barang diproduksi ditentukan oleh mekanisme pasar.
  5. Swasta diberikan kebebasan dalam batas yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
  6. Hak swasta diakui agar tidak mengganggu kepentingan umum.
  7. Timbulnya persaingan dengan kontrol langsung dari pemerintah.
  8. Campur tangan pemerintah dalam kegiatan ekonomi yang terjadi di pasar.
  9. Pemerintah menyusun perencanaan, peraturan dan penetapan kebijakan dibidang ekonomi.
  10. Peran pemerintah dan peran swasta sama.

Tujuan Sistem Ekonomi Campuran

Tujuan pemerintah ikut serta dalam sistem ekonomi campuran adalah untuk menyelesaikan kegiatan ekonomi yang memperleh fluktuasi maupun gelombang ekonomi yang tajam, selain itu juga untuk menjaga dan melindungi masyarakat yang berpindah, tertindas dan lemah.

Berarti tujuan dari sistem ekonomi campuran adalah untuk menghindari penguasaan secara penuh terhadap sumber daya ekonomi dari golongan masyarakat.

Campur tangan pemerintah berbentuk dengan peraturan-peraturan yang bertujuan untuk mengawasi dan mengatur aktivitas ekonomi yang dilakukan oleh pihak swasta agar berjalan dengan norma yang wajar.

Selain itu pemerintah juga mempunyai kebijakan dan peraturan pada bidang fiskal dan moneter yang bertujuan agar perekonomian berjalan dengan lancar dan pesat tanpa terjadi masalah ekonomi seperti pengangguran dan inflasi.

Baca Juga Artikel yang Mungkin Berkaitan : Pengertian Dan Macam Jenis Sistem Perekonomian Negara


Kelebihan Sistem Ekonomi Campuran

Beberapa kelebihan/keuntungan/kebaikan dari sistem ekonomi campuran antara lain sebagai berikut:

  • Hak individu diakui,
  • Penetapan harga dalam perekonomian lebih terkendali,
  • Sektor ekonomi yang dikuasai pemerintah diarahkan untuk kepentingan masyarakat,
  • Adanya kebebasan berusaha,
  • Kestabilan ekonomi terjamin,
  • Pemerintah memperhatikan usaha sektor menengah dan kecil.

Kekurangan Sistem Ekonomi Campuran

Beberapa kelemahan/kekurangan/keburukan dari sistem ekonomi campuran antara lain sebagai berikut:

  • Beban pemerintah lebih besar daripada beban swasta.
  • Pihak swasta kurgan memaksimalkan keuntungan.
  • Sistem terpusat, mematikan potensi, kreasi warga.
  • Sistem free fight liberalism (persaingan bebas tanpa batas).
  • Sulit menentukan batas ekonomi yang dilakukan oleh pemerintah dan swasta

Contoh Sistem Ekonomi Campuran

Contoh Negara yang menerapkan sistem ekonomi campuran diantaranya:

  1. Indonesia
  2. India
  3. Filipina
  4. Malaysia
  5. Maroko
  6. Perancis
  7. Mesir
  8. Australia

Baca Juga Artikel yang Mungkin Berkaitan : Sistem Pemerintahan Parlementer


Sistem Ekonomi Campuran Diterapkan Di Indonesia

Karena sistem ekonomi campuran kebanyakan digunakan oleh negara-negara berkembang, maka jika Indonesia menerapkan sistem ekonomi campuran itu lebih tepat daripada menerapkan sistem ekonomi yang lainnya, karena dengan menerapkan sistem ekonomi campuran, individu, pemerintah, swasta menjadi pelaku ekonomi. Sehingga semua pihak turut berusaha memperbaiki ekonomi Indonesia.


Karena Sulit menentukan pembatasan antara sumber-sumber produksi yang dapat dikuasai pemerintah, serta sulit menentukan batas kegiatan ekonomi yang seharusnya dilakukan oleh pemerintah atau swasta


Demikianlah pembahasan mengenai Sistem Ekonomi Campuran – Pengertian, Ciri, Tujuan, Kelebihan, Kekurangan & Contoh semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya.