Sistem Saraf Pada Manusia

Diposting pada

Sistem saraf manusia merupakan jaringan saraf yang saling berhubungan, sangat khusus, dan kompleks. Sistem saraf ini mengkoordinasikan, mengatur, dan mengendalikan interaksi antara seseorang individu dengan lingkungan sekitarnya. Sistem tubuh yang penting ini juga mengatur aktivitas sebagian besar sistem tubuh lainnya. Tubuh mampu berfungsi sebagai satu kesatuan yang harmonis karena pengaturan hubungan saraf diantara berbagai sistem.

Sistem-Saraf-Pada-Manusia

Fenomena mengenai kesadaraan, daya pikir, daya ingat, bahasa, sensasi, dan gerakan semuanya berasal dari sistem ini. Oleh, karena itu, kemampuan untuk memahami, belajar dan berespon terhadap rangsangan merupakan hasil dari integrasi fungsi sistem saraf, yang memuncak dalam kepribadian dan perilaku seseorang.


Pengertian Sistem Saraf

Sistem saraf adalah salah satu organ yang berfungsi untuk menyelenggarakan kerja sama yang rapi dalam organisasi dan koordinasi kegiatan tubuh. Dengan pertolongan saraf kita dapat mengisap suatu rangsangan dari luar pengendalian pekerja otot. Sistem saraf tersusun oleh berjuta-juta sel saraf yang mempunyai bentuk bervariasi. Sistern ini meliputi sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi. Dalam kegiatannya, saraf mempunyai hubungan kerja seperti mata rantai (berurutan) antara reseptor dan efektor.


Reseptor adalah satu atau sekelompok sel saraf dan sel lainnya yang berfungsi mengenali rangsangan tertentu yang berasal dari luar atau dari dalam tubuh. Efektor adalah sel atau organ yang menghasilkan tanggapan terhadap rangsangan. Contohnya otot dan kelenjar. Pada tingkat yang paling dasar, fungsi sistem saraf adalah untuk mengirim sinyal dari satu sel kepada orang lain, atau dari satu bagian tubuh kepada orang lain. Ada dua cara penyampaian informasi pada makhluk hidup, yang pertama dalam bentuk zat kimia atau lebih spesifik lagi dengan perantaraan hormon yang disekresikan oleh kelenjar endokrin.


Penyampaian informasi yang kedua adalah dengan menggunakan sinyal elekrtrik yang dihantarkan dengan perantaraan sistem saraf. Kedua bagian tersebut saling berkaitan, selain karena sistem endokrin berada dibawah pengaruh sistem saraf tetapi juga karena banyak sel saraf yang mengkhususkan diri mensekresikan atau menyimpan neurohormon yang berperan mengaktifkan beberapa sel efektor.


Sistem saraf dapat dibagi menjadi sistem saraf periferal dan sistem saraf sentral. Sistem saraf periferal mengumpulkan informasi dari permukaan tubuh, dari oragan-organ khusus, dan menghantarkan sinyal-sinyal ke sistem saraf sentral. Dengan demikian, sinyal saraf mampu yang jauh lebih tinggi daripada hormon kekhususan pensinyalan. Hal ini juga lebih cepat: sinyal saraf tercepat perjalanan dengan kecepatan yang melebihi 100 meter per detik.


Pada tingkat yang lebih integratif, fungsi utama dari sistem saraf adalah untuk mengontrol tubuh. Hal ini dilakukan dengan penggalian informasi dari lingkungan menggunakan reseptor sensorik, mengirimkan sinyal yang menjandikan informasi ini ke dalam sistem saraf pusat, pengolahan informasi untuk menentukan respon yang tepat, dan mengirim sinyal keluar ke otot atau kelenjar untuk mengaktifkan respon. Evolusi sistem saraf yang kompleks telah memungkinkan untuk berbagai spesies hewan mempunyai kemampuan persepsi maju seperti visi, interaksi sosial yang kompleks, cepat koordinasi sistem organ, dan terpadu pengolahan sinyal bersamaan. Pada manusia, kecanggihan sistem saraf memungkinkan untuk memiliki bahasa, representasi dari konsep-konsep abstrak, transmisi budaya, dan banyak fitur lain dari masyarakat manusia yang tidak akan ada tanpa otak manusia.


Komponen Sistem Saraf

Komponen-Sistem-Saraf

Berikut ini terdapat beberapa komponen sistem saraf, terdiri atas:

  1. Reseptor, adalah alat penerima rangsangan atau impuls. Pada tubuh kita yang bertindak sebagai reseptor adalah organ indera.
  2. Penghantar impuls, dilakukan oleh saraf itu sendiri. Saraf tersusun dari berkas serabut penghubung (akson). Pada serabut penghubung terdapat sel-sel khusus yang memanjang dan meluas. Sel saraf disebut neuron.
  3. Efektor, adalah bagian yang menanggapi rangsangan yang telah diantarkan oleh penghantar impuls. Efektor yang paling penting pada manusia adalah otot dan kelenjar.

Susunan Sistem Saraf

Susunan-Sistem-Saraf

Berikut ini terdapat beberapa susunan sistem saraf pada manusia, terdiri atas:


  • Susunan Saraf Pusat

Sistem saraf pusat meliputi otak (ensefalon) dan sumsum tulang belakang (Medula spinalis). Keduanya merupakan organ yang sangat lunak, dengan fungsi yang sangat penting maka perlu perlindungan.


  1. Oak

Otak terdiri dari dua belahan, belahan kiri mengendalikan tubuh bagian kanan, belahan kanan mengendalikan belahan kiri. Mempunyai permukaan yang berlipat-lipat untuk memperluas permukaan sehingga dapat ditempati oleh banyak saraf. Otak juga sebagai pusat penglihatan, pendengaran, kecerdasan, ingatan, kesadaran, dan kemauan. Bagian dalamnya berwarna putih berisi serabut saraf, bagian luarnya berwarna kelabu berisi banyak badan sel saraf. Otak terdiri dari 3 bagian, yaitu:


a. Otak besar (Cerebrum)

Otak besar mempunyai fungsi dalam pengaturan semua aktivitas mental, yaitu yang berkaitan dengan kepandaian (intelegensi), ingatan (memori), kesadaran, dan pertimbangan. Otak besar merupakan sumber dari semua kegiatan/gerakan sadar atau sesuai dengan kehendak, walaupun ada juga beberapa gerakan refleks otak. Pada bagian korteks otak besar yang berwarna kelabu terdapat bagian penerima rangsang (area sensor) yang terletak di sebelah belakang area motor yang berfungsi mengatur gerakan sadar atau merespon rangsangan.


Selain itu terdapat area asosiasi yang menghubungkan area motor dan sensorik. Area ini berperan dalam proses belajar, menyimpan ingatan, membuat kesimpulan, dan belajar berbagai bahasa. Di sekitar kedua area tersebut dalah bagian yang mengatur kegiatan psikologi yang lebih tinggi. Misalnya bagian depan merupakan pusat proses berfikir (yaitu mengingat, analisis, berbicara, kreativitas) dan emosi. Pusat penglihatan terdapat di bagian belakang.

  • thalamus, terdiri dari sejumlah pusat syaraf dan berfungsi sebagai “tempat penerimaan untuk sementara” sensor data dan sinyal-sinyal motorik, contohnya untuk pengiriman data dari mata dan telinga menuju bagian yang tepat dalam korteks.
  • hypothalamus, berfungsi untuk mengatur nafsu makan dan syahwat dan mengatur kepentingan biologis lainnya.

b. Otak tengah (Mesencephalon)

Otak tengah terletak di depan otak kecil dan jembatan varol. Di depan otak tengah terdapat talamus dan kelenjar hipofisis yang mengatur kerja kelenjar-kelenjar endokrin. Bagian atas (dorsal) otak tengah merupakan lobus optikus yang mengatur refleks mata seperti penyempitan pupil mata, dan juga merupakan pusat pendengaran. Otak tengah tidak berkembang dan tetap menjadi otak tengah.


c. Otak kecil (serebelum)

Serebelum mempunyai fungsi utama dalam koordinasi gerakan otot yang terjadi secara sadar, keseimbangan, dan posisi tubuh. Bila ada rangsangan yang merugikan atau berbahaya maka gerakan sadar yang normal tidak mungkin dilaksanakan.


d. Sumsum sambung (medulla oblongata)

Sumsum sambung berfungsi menghantar impuls yang datang dari medula spinalis menuju ke otak. Sumsum sambung juga memengaruhi jembatan, refleks fisiologi seperti detak jantung, tekanan darah, volume dan kecepatan respirasi, gerak alat pencernaan, dan sekresi kelenjar pencernaan. Selain itu, sumsum sambung juga mengatur gerak refleks yang lain seperti bersin, batuk, dan berkedip.


  1. Sumsum Tulang Belakang (Medula Spinalis)

Pada penampang melintang sumsum tulang belakang tampak bagian luar berwarna putih, sedangkan bagian dalam berbentuk kupu-kupu dan berwarna kelabu. Pada penampang melintang sumsum tulang belakang ada bagian seperti sayap yang terbagi atas sayap atas disebut tanduk dorsal dan sayap bawah disebut tanduk ventral. Impuls sensori dari reseptor dihantar masuk ke sumsum tulang belakang melalui tanduk dorsal dan impuls motor keluar dari sumsum tulang belakang melalui tanduk ventral menuju efektor. Pada tanduk dorsal terdapat badan sel saraf penghubung (asosiasi konektor) yang akan menerima impuls dari sel saraf sensori dan akan menghantarkannya ke saraf motor.


  • Susunan Saraf Tepi

Berikut ini terdapat 2 susunan saraf tepi, terdiri atas:


a. Saraf Sadar

Terdiri atas:


  1. Saraf Kranial

Saraf-Kranial

Saraf-saraf kranial langsung berasal dari otak dan keluar meninggalkan tengkorak melalui lubang-lubang pada tulang yang disebut foramina ( tunggal , foramen). Terdapat 12 pasang saraf kranial yang dinyatakan dengan nama atau dengan angka romawi. Saraf-saraf tersebut adalah Olfaktorius (I), Optikus (II), Okulomotorious (III), Troklearis (IV), Trigeminus (V), Abdusen (VI) , Fasialis (VII), Festibulokoklear (VIII), Glosofaringeus (IX), Fagus (X), Aksesorious (XI), Hipoglosus (XII). Saraf kranial (I ) (II)dan (VIII) merupakan  saraf sensorik murni.


Sistem saraf kepala disusun oleh 12 pasang saraf yang keluar dari otak. Saraf kepala terutama berhubungan dengan reseptor dan efektor untuk daerah kepala. 12 saraf kepala meliputi :

  • Tiga pasang saraf sensori, yaitu saraf nomor I, II, dan VIII.
  • Lima pasang saraf motor, yaitu saraf nomor III, IV, VI, XI, dan XII
  • Empat pasang saraf gabungan sensori dan motor, yaitu saraf nomor V, VII, IXdan X.

Susunan saraf terdapat pada bagian kepala yang ke luar dariotak dan melewati lubang yang terdapat pada tulang tengkorak, berhubungan erat dengan otot pancaindra mata, telinga, hidung, lidah, dan kulit. Di dalamkepala ada dua saraf kranial. Beberapa di antara serabut campuran gabungansaraf motorik dan saraf sensorik tetapi ada yang terdiri dari saraf motorik sajaatau hanya sensorik saja (misalnya alat-alat indra). Saraf kepala terdiri dari:

  • Nervus Olfaktorius

Sifatnya sensorik menyerupai hidung, membawa rangsangan aroma(bau-bauan) dari rongga hidung ke otak. Saraf pembau yang keluar dariotak di bawah dahi, disebut lobus olfaktorius. Kemudian saraf ini melalui lubang yang ada di dalam tulang tapis akan menuju rongga hidungselanjutnya menuju sel-sel pancaindra.


  • Nervus Optikus

Sifatnya sensoris, mensarafi bola mata, membawa rangsanganpenglihatan ke otak. Serabut mata yang serabut-serabut sarafnya keluardari bukit IV dan pusat-pusat di dekat serabut-serabut tersebut, memilikitangkai otak dan membentuk saluran optik dan bertemu di tangkai hipofisis serta membentang sebagai saraf mata, serabut tersebut tidak semuanya bersilang. Sebagian serabut saraf terletak di sebelah sisi serabut yang berasal dari saluran optik. Oleh sebab itu serabur saraf yang datang darisebelah kanan retina tiap-tiap mata terdapat di dalam optik kanan begitu pula sebaliknya retina kiri tiap-tiap mata terdapat di sebelah kiri.


  • Nervus Okulomotoris

Saraf ini bersifat motoris, mensarafi otot-otot orbital (ototpenggerak bola mata). Di dalam saraf ini terkandung serabut-serabut saraf otonom (parasimpatis). Saraf penggerak mata keluar dari sebelah tangkaiotak dan menuju ke lekuk mata yang berfungsi mengangkat kelopak mataatas, selain itu mempersarafi otot miring atas mata dan otot lurus sisi mata.


  • Nervus Troklearis

Sifatnya motoris, mensarafi otot-otot orbital. Saraf pemutar matayang pusatnya terletak di belakang pusat saraf penggerak mata dan saraf penggerak mata masuk ke dalam lekuk mata menuju orbital miring atas.


  • Nervus Trigeminus

Sifatnya majemuk (sensoris motoris), saraf ini mempunyai tigabuah cabang. Fungsinya sebagai saraf kembar, saraf ini merupakan saraf otak besar yang mempunyai dua buah akar saraf besar yang mengandungserabut saraf penggerak. Pada ujung tulang belakang yang terkecilmengandung serabut saraf penggerak. Di ujung tulang karang bagianperasa membentuk sebuah ganglion yang dinamakan simpul saraf serta meninggalkan rongga tengkorak.

  1. Nervus Oftalmikus: Sifatnya sensorik, mensarafi kulit kepala bagiandepan kelopak mata atas, selaput lendir kelopak mata, dan bola mata.
  2. Nervus Maksilaris: Sifatnya sensoris, mensarafi gigi-gigi atas, bibiratas, palatum, batang hidung, rongga hidung, dan sinus maksilaris.
  3. Nervus Mandibularis: Sifatnya majemuk (sensoris motoris). Serabut-serabut motorisnya mensarafi otot-otot pengunyah. Serabut-serabutsensorisnya mensarafi gigi bawah, kulit daerah temporal, dan dagu.Serabut rongga mulut dan lidah dapat membawa rangsangan citrarasake otak.

  • Nervus Abdusen

 Sifatnya motoris, mensarafi otot-otot orbital. Fungsinya sebagaisaraf penggoyang sisi mata karena saraf ini keluar di sebelah bawah jembatan pontis menembus selaput otak sela tursika. Sesudah sampai dilekuk mata lalu menuju ke otot lurus sisi mata.


  • Nervus Fasialis

Sifatnya majemuk (Sensoris dan motoris), serabut-serabutmotorisnya mensarafi otot-otot lidah dan selaput lendir rongga mulut. Didalam saraf ini terdapat serabut-serabut saraf otonom (parasimpatis) untuk wajah dan kulit kepala. Fungsinya sebagai mimik wajah dan   menghantarkan rasa pengecap. Saraf ini keluar di sebelah belakang danberiiringan dan saraf pendengar.


  • Nervus Auditorius (Vestibulokoklear)

Sifatnya sensoris, mensarafi alat pendengar, membawa rangsangandari pendengaran dan dari telinga ke otak. Fungsinya sebagai saraf pendengar. Saraf ini mempunyai dua buah kumpulan serabut saraf yaiturumah keong (koklea), disebut akar tengah adalah saraf utnuk mendengardan pintu halaman (vestibulum), disebut akar tengah adalah saraf utnuk keseimbangan.


  • Nervus Glosofaringeus

Sifatnya majemuk (sensoris motoris), ia mensarafi faring, tonsil,lidah. Saraf ini dapat membawa rangsangan citrarasa ke otak. Di dalamnya mengandung saraf-saraf otonom. Fungsinya sebagai saraf lidah tekak karena saraf ini melewati lorong di antara tulang belakang dan karang.Terdapat dua buah simpul saraf yang di atas sekali dinamakan ganglion jugularis atai gaglion atas dan yang di bawah dinamakan ganglionpetrosum atau ganglion bawah. Saraf ini (saraf lidah tekak) berhubungandengan nervus-nervus fasialis dan saraf simpatis ranting 11 utnuk faringdan tekak.


  • Nervus Vagus

Sifatnya majemuk, mengandung serabut-serabut saraf motorik,sensorik dan parasimpatis faring, laring paru-paru, esofagus, gasterintestinum minor, kelenjar-kelenjar pencernaan dalam abdomen dan lain-lain. Fungsinya sebagai saraf perasa. Saraf ini keluar dari sumsum penyambung dan terdapat di bawah saraf lidah tekak.


  • Nervus Asesorius

Sifatnya motoris dan mensarafi muskulus sternokleidomastoid danmuskulus trapezius. Fungsinya sebagai saraf tambahan. Terbagi atas dua bagian, bagian yang berasal dari otak dan bagain yang berasal dari sumsum tulang belakang.


  • Nervus Hipoglosus

Sifatnya motoris dan mensarafi otot-otot lidah. Fungsinya sebagaisaraf lidah. Saraf ini terdapat di dalam sumsum penyambung, akhirnyabersatu dan melewati lubang yang terdapat di sisi foramen oksipital. Saraf ini juga memberikan ranting-ranting pada otot yang melekat pada tulanglidah dan otot lidah.


  1. Saraf Spinal

Saraf-Spinal

Saraf-saraf spinal pada manusia dewasa berukuran panjang sekitar 45cm dan lebar 14mm. Pada bagian permukaan dorsal dari saraf spinal terdapat alur yang dangkal secara longitudinal pada bagian medial posterior berupa sulkus dan bagian dalam dari anterior berupa fisura.


Medulaspinalis terdiri atas 31 segmen jaringan saraf dan masing-masing memiliki sepasang saraf spinal yang keluar dari kanalis vertebralis melalui voramina interfertebrales (lubang pada tulang vertebra).


Saraf-saraf spinal diberi mana sesuai dengan formen intervetebratis tempat keluarnya saraf-saraf tersebut kecuali saraf servikal pertama yang keluar diantara tulang oksipital dan vertebra servikal pertama. Dengan demikian, terdapat 8 pasang saraf servikal (dan hanya 7 vertebra servikalis), 12 pasang saraf torakalis, 5 pasang saraf lumbalis, 5 pasang saraf sakralis dan 1 pasang saraf koksigeal.


Pada tubuh manusia dijumpai fleksus (gabungan) yaitu beberapa urat saraf bersatu membentuk jaringan urat saraf. Ada 4 macam fleksus yaitu sebagai berikut :


  • Fleksus Servikalis

Dibentuk oleh 4 saraf servikal pertama yang letaknya dalam leher di bawahotot sterno masteroid, dari sini timbul cabang yang berfungsi untuk mempersarafibeberapa otot leher, saraf prenikus yang mempersarafi diafragma.


  • Fleksus Brakialis

Dibentuk oleh 4 saraf servikal pertama yang lebih rendah dari saraf torakalpertama, terletak dalam segitiga posterior leher, di belakang klavikula dan aksalia.Dari tiga saraf ini muncul lima saraf utama yang mempersarafi lengan danbeberapa otot leher dan dada.


  • Fleksus Lumbo Sakralis

Menyalurkan saraf yang utama untuk anggota gerak bawah (bagian pinggul dan kaki).


  • Fleksus Sakralis

Terdiri dari saraf lumbal ke-4 dan ke-5 dan saraf sakralis yang begabung untuk membentuk nervus iskiadikus yang besar masuk ke dalam paha melalui cairansakrum untuk melayani otot paha. Becabang menjadi nervus popliteus medialisdan lateralis mempersarafi otot sebelah belakang paha dan depan bawah lutut.


b. Saraf Tak Sadar Otonom

Saraf-Tak-Sadar-Otonom

Susunan saraf otonom adalah susunan saraf yang mempunyai perananpenting mempengaruhi pekerjaan otot involunter (otot polos) seperti jantung, hatipankreas, jalan pencernaan, kelenjar dan lain-lain. Saraf-saraf otonom bekerjatidak dapat disadari dan bekarja secara otomatis. Oleh karena itu disebut juga saraf taksadar. Susunan saraf motorik yang mempersarafi organ viseral umum, mengatur,menyelaraskan, dan mengkoordinasikan aktivitas visel vital, termasuk pencernaan,suhu badan, tekanan darah dan segi perilaku emosional lainnya.Bagian sistem saraf inilah yang mengatur fungsi viseral tubuh disebut sebagai sistem saraf otonomik.


Sistem ini membantu mengatur tekanan arteri,motilitas, dan sekresi gastrointestinal, pengosongan kandung kemih, berkeringat, suhu tubuh dan banyak aktivitas lainnya, dimana beberapa diantaranya atau sebagian diatur oleh sistem saraf otonom.


Salah satu sifat yang menonjol dari sistem saraf otonomik adalahkecepatan (rapidity) atau intensitasyang ada di dalam sistem saraf ini dapatmengubah fungsi viseral. Dalam waktu beberapa detik secara tidak disadari dapattimbul keringat dan terjadi pengosongan kandung kemih. Jadi, sistem saraf yangbekerja melalui serat-serat saraf otonomik dapat dengan cepat dan secara efektif mengatur sebagian besar atau seluruh fungsi internal tubuh. Sistem saraf otonom, terutama diaktifkan oleh pusat-pusat yang terletak pada medula spinalis, batang otak dan hipotalamus. Juga bagian korteks selebritidan khususnya sistem limbik dapat juga menghantarkan impuls ke pusat-pusatyang lebih rendah sehingga dengan demikian dapat mempengaruhi pengaturan otonomik.


Seringkali sistem saraf otonom ini bekerja sebagai refleks viseral. Jadi,sinyal pusat di dalam ganglion otonomik, medula, batang otak atau hipotalamus,pusat-pusat ini sebaliknya akan menjalarkan respons refleks yang sesuai kembalike organ-organ viseral dan mengatur organ-organ tersebut.Sistem saraf otonom bergantung pada sistem saraf pusat dan antarakeduanya dihubungkan oleh urat-urat saraf eferen dan saraf eferen ini seolah-olahberfungsi sebagai sistem saraf pusat saraf otonom terutama berkenaan denganorgan-organ dalam. Menurut fungsinya susunan saraf otonom terdiri dari duabagian.


  1. Saraf Simpatik

Saraf-Simpatik

Susunan umum dari sistem saraf simpatikyang memperlihatkan dua rantai simpatik pada vertebral yang berada disamping kolumna spinalis dan saraf-saraf dan menyebar ke berbagai organinternal. Saraf simpatik dimulai dari medula spinalis antara segmen T-1 danL-2 dan dari tempat ini mula-mula ke rantai simpatik, untuk selanjutkanmenuju ke jaringan dan organ yang akan dirangsang oleh saraf simpatik.


Setiap jaras simpatik terdiri atas dua serat, yaitu neuronpreganglionik dan neuron postganglionik. Badan sel dari neuron preganglionik terletak di dalam kormu intermediolateral dari medula spinalis dan serat-seratnya berjalan melewati radiks anterior medula menuju ke saraf spinal. Setelah saraf spinal meninggalkan kolumna spinalis, seratpreganglionik simpatiknya akan meninggalkan saraf itu dan berjalanmelewati ramus putih menuju ke salah satu ganglia dari rantai simpatik.Selanjutnya serat-serat itu dapat melalui salah satu dari ketiga jalan berikut :

  1. Serat-serat bersinaps dengan neuron postganglionik yang ada dalamganglion yang dimasukinya.
  2. Serat-serat berjalan ke atas atau ke bawahdalam rantai dan bersinaps pada salah satu ganglia lain dalam rantai tersebut.
  3. Serat itu berjalan melalui rantai ke berbagai arah dan selanjutnyamelalui salah satu saraf memisahkan diri dari rantai, untuk akhirnya berakhir didalam ganglion simpatetik yang terpencil.

Oleh karena itu, neuronpostganglionik dapat berasal dari salah satu rantai simpatik atau dari salahsatu ganglia yang terpencil. Selanjutnya serat-serat postganglionik menuju keberbagai organ yang dituju.Dari rantai simpateik sebagian besar serat-serat postganglionik berjalan kembali ke saraf-saraf spinal melalu ramus abu-abu, yang terdiri dariserat-serat tipe C di dalam saraf skeletal yang akan menyebar ke seluruhbagian tubuh. Serat-serat ini mengatur pembuluh darah, kelenjar keringat, danotot piloerektor dari rambut. Jaras simpatetik yang berasal dari berbagai segmen medula spinalis tidak perlu didistribusikan ke bagian tubuh yang samaseperti halnya saraf-saraf spinal dari segmen yang sama.


Serat simpatetik dari T-1 umunya akan melewati rantai simpatik di daerah kepala; dari T-2menuju ke daerah leher; dari T-3, T-4, T-5 dan T-6 menuju ke daerah toraks;dari T-7, T-8, T-9, T-10 serta T-11 menuju ke arah abdomen; dan dari T-12,L-1 dan L-2 menuju ke daerah kaki. Distribusi saraf simpatik ke setiap organ sebagian ditentukan oleh posisi embrio pada tempat asal sel tersebut. Serat saraf preganglionik simpatetik berjalan tanpa mengadakan sinapsis, yaitu dari seluruh sel-sel kornu intermediolateral dari medula spinalis, melewati rantai simpatetik, melewati nervus splanknikus dan berakhir padamedula adrenal.


Dalam medula adrenal, serat-serat saraf ini akan langsungberakhir pada sel-sel khusus yang akan mensekresikan epinefrin dannorepinefrin langsung ke dalam aliran darah.Saraf ini terletak di depan kolumna vertebra dan berhubungan dengansumsum tulang belakang melalui serabut-serabut saraf. Sistem simpatis terdiridari tiga bagian, yaitu :

  • Kornu anterior segmen torakalis ke-2 sampai ke-12 dan segmen lumbalis 1-3terdapat nukleus vegetatif yang berisi kumpulan-kumpulan sel saraf simpatis.Sel saraf simpatis ini mempunyai serabut-serabut preganglion yang keluar darikornu anterior bersama-sama dengan radix anterior dan nukleus spinalis.Setelah keluar dari foramen intervetrebralis, serabut-serabut preganglion inisegera memusnahkan diri daru nukleus spinalis dan masuk ke trukussimpatikus serabut. Serabut preganglion ini membentuk sinaps terhadap sel-selsimpatis yang ada dalam trunkus simpatikus, tetapi ada juga serabut-serabutpreganglion setelah berada dalam trunkus simpatikus terus keluar lagi denganterlebih dahulu membentuk sinaps menuju ganglion-ganglion/pleksussimpatikus.
  • Trunkus simpatikus beserta cabang-cabangnya. Disebelah kiri dan kananvertebrata terdapat barisan ganglion saraf simpatikus yang membujurdisepanjang vertebrata. Barisan ganglion-ganglion saraf simpatikus ini disebuttrunkus simpatikus. Ganglion-ganglion ini berisi sel saraf simpatis. Antara ganglion satu dengan ganglion lainnya, atas, bawah kiri, dan kanan dihubungkan oleh saraf simpatis yang keluar masuk ke dalam ganglion-ganglion itu. Hal ini menyebabkan sepasang trunkus simpatikus berbentuk rongga. Hal ini menyebabkan sepasang trunkus simpatikus berbentuk rongga.Ganglion-ganglion yang terdapat dalam trunkus simpatikus juga dapatmenerima serabut-serabut saraf yang datang dari kornu anterior. Trunkussimpatikus dibagi menjadi empat bagian yaitu :

1) Trunkus simpatikus servikalis. Terdiri dari tiga pasang ganglion. Dariganglion-ganglion ini keluar cabang-cabang saraf simpatis yangmenuju ke jantung dan arteri karotis. Di sekitar arteri karotismembentuk pleksus. Dari pleksus ini keluar cabang-cabang yang menuju ke atas cabang lain mempersarafi pembuluh darah serta organ-organ yang terletak di kepala. Misalnya faring, kelenjar ludah, kelenjarlakrimalis, otot-otot dilatator, pupil mata dan sebagainya.

2) Trunkus simpatikus torakalis, terdiri dari 10-11 ganglion, dari ganglion ini keluar cabang-cabang simpatis seperti cabang yang mensarafiorgan-organ di dalam toraks dan cabang-cabang yang menembusdiafragma dan masuk ke dalam abdomen. Cabang ini dalam ronggaabdomen mensarafi organ-organ di dalamnya.

3) Trunkus simpatikus lumbalis. Bercabang-cabang menuju ke dalam abdomen, juga ikut membentuk pleksus solare yang bercabang-cabangke dalam pelvis untuk turut membentuk pleksusu pelvini.

4) Trunkus simpatikus pelvis. Bercabang-cabang ke dalam pelvis untuk membentuk pleksus pelvini.

  • Pleksus simpatikus beserta cabang-cabangnya. Di dalam abdomen, plevis,toraks serta di dekat organ-organ yang dipersarafi oleh saraf simpatis(otonom). Umunya terdapat pleksus-pleksus yang dibentuk oleh saraf simpatis/ganglion yaitu pleksus/ganglion simpatikus.Juga terdapat sel-sel saraf simpatikus yang serabut-serabutnya akan keluardari pleksus itu untuk mensarafi organ-organ dalam tubuh. Pleksus serabutsimpatikus mempersarafi otot-otot jantung, otot tak sadar dan semua pembuluhdarah serta alat-alat dalam seperti lambung, pankreas, dan usus, danmempertahankan semua otot, termasuk tonus sadar, melayani serabut motorik pada otot tak sadar dalam kulit (mis. erektor Pilli).

Ganglion lainnya (simpatis) berhubungan dengan rangkaian dua ganglionbesar, ini bersama serabutnya membentuk pleksus-pleksus simpatis :

  1. Pleksus kardio, terletak dekat dasar jantung serta mengarahkan cabangnya kedaaerah tersebut dan paru-paru.
  2. Pleksus seliaka, terletak di sebelah belakang lambung dan mempersarafiorgan-organ dalam rongga abdomen.
  3. Pleksus mesentrikus (pleksus higratrikus), terletak depan sakrum danmencapai organ-organ dalam pelvis.Sistem simpatis ini terdiri dari serangkaian urat kembar yang bermuatanganglion, urat-urat ini bergerak dari dasar tengkorak yang terletak di depan koksisebagai ganglion koksi. Ganglion-ganglion itu berpasangan dan disebarkan dariderah-daerah pengikut : daerah leher tiga pasang ganglion servikal, daerah dada11 pasang ganglion torakal, daerah pinggang empat pasang ganglion lumbal,daerah pelvis empat pasang ganglion sakral, dan di depan koksi satu pasangganglion koksigis.

Fungsi Saraf Simpatis :

  • Mensarafi otot jantung
  • Mensarafi pembuluh darah dan otot tak sadar
  • Mempersarafi semua alat dalam seperti lambung, pancreas dan usus
  • Melayani serabut motorik sekretorik pada kelenjar keringat
  • Serabut motoik pada otot tak sadar dalam kulit
  • Mempertahankan tonus semua otot sadar

  1. Saraf Parasimpatis

Saraf-Parasimpatis Saraf kranial otonom adalah saraf kranial 3, 7, 9 dan 10. Saraf inimerupakan penghubung, melalui serabut-serabut parasimpatis dalamperjalanan keluar otak menuju organ-organ yang sebagian dikendalikan olehserabut-serabut menuju iris,  dengan demikian merangsang gerakan-gerakan saraf ke-3 yaitu saraf okulomotorik.


Sistem saraf parasimpatik memperlihatkan bahwa serat-serat parasimpatik meninggalkan sistem saraf pusat melalui beberapa saraf kranial, saraf sakral spinal kedua dan ketiga, dankadang saraf sakral spinal pertama dan keempat. Saraf simpatik sebanyak 75% dari jumlah seluruhnya terdapat dalam nervus vagus, melewati seluruhdaerah toraks dan abdomen tubuh. Oleh karena itu, menurut para ahli saraf parasimpatik adalah nevus vagus, yang menyediakan saraf-saraf parasimpatik ke jantung, paru-paru, esofagus, lambung, usus halus, sebagianproksimal kolon, hati, kantung empedu, pankreas dan bagian atas ureter.


Sistem saraf parasimpatik, kecuali saraf parasimpatik kranial, juga mempunyai neuron preganglionik dan neuron postganglionik, yang terdapat pada dinding organ. Serat preganglionik pada sistem saraf parasimpatik tidak mengalami hambatan menuju ke organ-organ yang diaturnya. Neuron preganglionik akan bersinaps dengan neuron postganglionik, yang kemudian serat postganglioniknya akan meninggalkan neuron untuk menyebar ke dalamorgan.


Fungsi Saraf Parasimpatis :

  1. Merangsang sekresi kelanjar air mata, kelenjar sublingualis, submandibulairs dan kelenjar kelenjar dalam mukosa rongga hidung
  2. Mempersarafi kelanjar air mata dan mukosa rongga hidung,berpusat dinukleilakrimalis, saraf-sarafnya keluar bersama nervus fasialis
  3. Mempersarafi kelenjar ludah (sublingualis dan submandibularis) berpusat dinukleus, salifatoprius superior, saraf-saraf ini mengikuti nervus VII
  4. Mempersarafi parotis yang berpusar di nukleus salifatorius inferios di dalam medullaoblongata, saraf ini mengikuti nervus IX.
  5. Mepersarafi sebagian besar alat tubuh yaitu jantung, paru-paru, gastrointestinum, ginal, pankreas, limpa, hepar dan kelenjar supralenalis yang bepusat pada nukleus dorsali nervus X
  6. Mepersarafi kolon desenden sigmoid, rektum, fesikaurinaria, dan alat kelamin berpsat disakral II III dan IV
  7. Meksi dan defekasi pada dasarnya adalah suatu reflek yang berpusat rektum tegang miksi dan defekasi secara reflek, Pada orang dewasa reflek ini dapat dikendalikan oleh kehendak. Saraf yang berpengaruh menghambat ini berasal dari korteks didaerah libus para parasentralis yang berjalan dalam traktus piramidalis.

Sel-Sel Sistem Saraf Pada Manusia

Berikut ini terdapat beberapa sel-sel sistem saraf pada manusia, terdiri atas:


  • Sel Saraf (Neuron)

Sel-Saraf-(Neuron)

Sistem saraf terdiri atas sel-sel saraf yang disebut neuron. Neuron bergabung membentuk suatu jaringan untuk mengantarkan impuls (rangsangan). Satu sel saraf tersusun dari badan sel, dendrit, dan akson.

  1. Badan sel

Badan sel saraf merupakan bagian yang paling besar dari sel saraf Badan sel berfungsi untuk menerima rangsangan dari dendrit dan meneruskannya ke akson. Pada badan sel saraf terdapat inti sel, sitoplasma, mitokondria, sentrosom, badan golgi, lisosom, dan badan nisel. Badan nisel merupakan kumpulan retikulum endoplasma tempat transportasi sintesis protein.


  1. Dendrit

Dendrit adalah serabut sel saraf pendek dan bercabang- cabang. Dendrit merupakan perluasan dari badan sel. Dendrit berfungsi untuk menerima dan mengantarkan rangsangan ke badan sel.


  1. Akson

Akson disebut neurit. Neurit adalah serabut sel saraf panjang yang merupakan perjuluran sitoplasma badan sel. Di dalam neurit terdapat benang-benang halus yang disebut neurofibril. Neurofibril dibungkus oleh beberapa lapis selaput mielin yang banyak mengandung zat lemak dan berfungsi untuk mempercepat jalannya rangsangan. Selaput mielin tersebut dibungkus oleh sel-sel sachwann yang akan membentuk suatu jaringan yang dapat menyediakan makanan untuk neurit dan membantu pembentukan neurit. Lapisan mielin sebelah luar disebut neurilemma yang melindungi akson dari kerusakan. Bagian neurit ada yang tidak dibungkus oleh lapisan mielin. Bagian ini disebut dengan nodus ranvier dan berfungsi mempercepat jalannya rangsangan.


  1. Sel Neuroglial

Sel-Neuroglial

Sel Neuroglial biasa disebut glial yg merupakan sel penunjang tambahan pada susunan syaraf  pusat yang berfungsi sebagai jaringan ikat yang  mensupport  sel dari Nervous sistem atau memberi nutrisi pada sel saraf. Sel glial dapat mengalami mitosis selama rentang kehidupannya dan bertanggungjawab atas terjadinya tumor sistem saraf.  Jumlahnya lebih banyak dari sel-sel neuron dengan perbandingan sekitar 10 berbanding satu.


Macam-macam neuroglia diantaranya:

a) Mikroglia adalah tipe dari sel glial yang merupakan sel imun pada sistem saraf pusat. Mikroglia, sel glial terkecil dapat juga beraksi sebagai fagosit, membersihkan debris sistem saraf pusat. Mikroglia adalah sepupu dekat sel fagosit lainnya, termasuk makrofaga dan sel dendritik. Mikroglia memainkan beberapa peran penting dalam melindungi sistem saraf.

b) Astrosit atau Astroglia berfungsi sebagai “sel pemberi makan“ bagi neuron yang ada di dekatnya serta berperan menyediakan nutrisi neuron dan mempertahankan potensial biolelektrik. Astrosit dibedakan atas:

  • Astrosit dengan beberapa juluran panjang disebut astrosit fibrosa dan berlokasi di substansia putih.
  • Astrosit protoplasmatis, dengan banyak cabang-cabang pendek ditemukan dalam substansi kelabu.

Badan sel Astrosit berbentuk bintang dengan banyak tonjolan dan kebanyakan berakhir pada pembuluh darah sebagai kaki ‘perivaskular’ atau ‘foot processes’.

c) Oligodendrosit merupakan sel glia yang berperan membentuk selaput mielin dalam SSP. Sel ini mempunyai lapisan dengan substansi lemak yang mengelilingi serabut-serabut akson sehingga terbentuk selubung mielin. Dibanding astrosit, oligodendrosit mempunyai badan sel yang relatif lebih kecil.

d) Sel Schwann sebagai neuron unipolar, sebagaimana oligodendrosit, membentuk mielin dan neurolemma pada SST. Neurolema adalah membran sitoplasma halus yang dibentuk oleh sel–sel Schwann yang membungkus serabut akson neuron dalam SST, baik yang bermielin maupun tidak bermielin. Neurolema merupakan struktur penyokong dan pelindung bagi serabut akson. Walaupun neuroglia secara struktur menyerupai neuron, tetapi neuroglia tidak dapat menghantarkan impuls saraf, suatu fungsi yang merupakan bagian yang paling berkembang pada neuron.


Perbedaan lain yang penting adalah neuroglia tidak pernah kehilangan kemampuan untuk melakukan pembelahan. Kemampuan ini tidak dipunyai oleh neuron, khususnya neuron dalam SSP. Karena alasan inilah kebanyakan tumor-tumor otak adalah Gliomas atau tumor yang berasal dari sel-sel glia. Setiap impuls saraf akan berhubungan dengan sistem saraf, yang terdiri dari sistem saraf sadar dan sistem saraf tak sadar atau sistem saraf otonom.


Demikianlah pembahasan mengenai Sistem Saraf Pada Manusia – Pengertian, Komponen, Susunan, Fungsi, Sel dan Gambar semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian semua,, terima kasih banyak atas kunjungannya.


Baca Juga :

  1. Sistem Saraf Otonom
  2. Sistem Saraf Pusat
  3. Saraf Simpatik Dan Parasimpatik
  4. Anatomi Tubuh Manusia – Pengertian, Organ Tubuh, Pembagian Dan Sistemnya
  5. Sel Saraf
  6. Jaringan Saraf – Pengertian, Jenis, Fungsi, Contoh Dan Gambarnya