Pengertian Strategi Menurut Para Ahli

Diposting pada

Strategi adalah – 27 Pengertian Menurut Para Ahli, Tingkatan – Untuk pembahasan kali ini kami akan mengulas mengenai Strategi yang dimana dalam hal ini meliputi pengertian menurut para ahli, tingkatan, tipe, nah agar lebih dapat memahami dan dimengerti simak ulasan selengkapnya dibawah ini.

Strategi adalah

Pengertian Strategi

Strategi adalah hal penting bagi kelangsungan hidup dari suatu perusahan untuk mencapai sasaran atau tujuan perusahaan yang efektif dan efisien, perusahaan harus bisa menghadapi setiap masalah-masalah atau hambatan yang datang dari dalam perusahaan maupun dari luar perusahaan.

Strategi adalah alat untuk mencapai tujuan, dalam pengembangannya konsep mengenai strategi harus terus memiliki perkembangan dan setiap orang mempunyai pendapat atau definisi yang berbeda mengenai strategi.  Strategi dalam suatu dunia bisnis atau usaha sangatlah di butuhkan untuk pencapaian visi dan misi yang sudah di terapkan oleh perusahaan, maupun untuk pencapaian sasaran atau tujuan, baik tujuan jangka pendek maupun tujuan jangka panjang.

Baca Juga Artikel yang Mungkin Berkaitan : Pelaku Ekonomi


Pengertian Strategi Menurut Para Ahli

Berikut ini terdapat beberapa pengertian strategi menurut para ahli, terdiri atas:


  1. Menurut Wikipedia

Strategi adalah pendekatan secara keseluruhan yang berkaitan dengan pelaksanaan gagasan, perencanaan, dan eksekusi sebuah aktivitas dalam kurun waktu tertentu.


  1. Menurut KBBI

Strategi adalah Ilmu dan seni menggunakan semua sumber daya bangsa (-bangsa) untuk melaksanakan  kebijaksanaan tertentu dalam perang dan damai.


  1. Menurut Carl Von Clausewitz

Stategi adalah pengetahuan tentang penggunaan pertempuran untuk memenangkan sebuah peperangan. Dan perang itu sendiri merupakan kelanjutan dari politik.


  1. Menurut A.Halim

Strategi merupakan suatu cara dimana sebuah lembaga atau organisasi akan mencapai tujuannya sesuai peluang dan ancaman lingkungan eksternal  yang dihadapi serta kemampuan internal dan sumber daya.


  1. Menurut Morrisey

Mengatakan bahwa strategi ialah proses untuk menentukan arah yang harus dituju oleh perusahaan supaya dapat tercapai segala misinya.

Baca Juga Artikel yang Mungkin Berkaitan : Pengertian Pelanggan


  1. Menurut Pearce dan Robinson

Strategi menurut mereka adalah rencana main dari suatu perusahaan, yang mencerminkan kesadaran suatu perusahaan mengenai kapan, dimana dan bagaimana ia harus bersaing dalam menghadapi lawan dengan maksud dan tujuan tertentu.


  1. Menurut Rangkuti

Mengatakan bahwa strategi adalah alat untuk mencapai tujuan.


  1. Menurut Craig dan Grant

Menurut mereka strategi yaitu penetapan tujuan dan sasaran dalam jangka panjang (Targeting and long-term goals).


  1. Menurut Johnson dan Scholes

Strategi ialah arah dan ruang lingkup dari sebuah organisasi atau lembaga dalam jangka panjang., yang mencapai keuntungan melalui konfigurasi dari sumber daya dalam lingkungan yang menantang, demi memenuhi kebuthan pasar dan suatu kepentingan.


  1. Menurut Siagaan

Strategi merupakan serangkaian keputusan dan tindakan yang mendasar yang dibuat  oleh menejemen puncak dan diterapkan seluruh jajaran dalam suatu organisasi demi pencapaian tujuan organisasi tersebut.


  1. Menurut Kaplan dan Norton

Strategi merupakan seperangkat hipotesis dalam model hubungan cause dan effect yakni suatu hubungan yang bisa diekspresikan dengan hubungan antara if dan then.

Baca Juga Artikel yang Mungkin Berkaitan : Pengertian Promosi


  1. Menurut Syafrizal

Strategi adalah cara untuk mencapai sebuah tujuan berdasarkan analisa terhadap faktor eksternal dan internal.


  1. Menurut Hamel dan Prahalad

Strategi adalah tindakan yang bersifat incremental (senantiasa meningkat) dan terus-menerus, serta dilakukan berdasarkan sudut pandang tentang apa yang diharapkan oleh para pelanggan di masa depan.


  1. Menurut Skninner [1978]

Strategi adalah filosofi yang memiliki keterkaitan dengan alat dalam mencapai tujuan.


  1. Menurut Hayes dan Wheel Wright [1978]

Mendefinisikan strategi operasional sebagai seluruh aktivitas yang berada dalam ruang lingkup perusahaan termasuk pengalokasian seluruh sumber daya perusahaan yang dimiliki.


  1. Menurut Hill [1989]

Strategi adalah sebuah cara yang memfokuskan pada suatu hal yang berkaitan dengan aktivitas manufakture dan pemasaran. Kesemuanya dilakukan untuk mengembangkan perspektif perusahaan melalui agregasi.


  1. Menurut Anderson et al [1984]

Strategi adalah visi jangka panjang yang terdiri dari misi, tujuan atau sasaran, kebijakan serta distintive competence dari suatu perusahaan.


  1. Menurut David (2011:18-19)

Strategi adalah sarana bersama dengan tujuan jangka panjang yang hendak dicapai.


  1. Menurut Tjiptono (2006:3)

istilah strategi berasal dari bahasa Yunani yaitu strategia yang artinya seni atau ilmu untuk menjadi seorang jendral. Strategi juga bisa diartikan suatu rencana untuk pembagian dan penggunaan kekuatan militer pada daerah-daerah tertentu untuk mencapai tujuan tertentu.


  1. Menurut Pearce II dan Robinson (2008:2)

strategi adalah rencana berskala besar, dengan orientasi masa depan, guna berinteraksi dengan kondisi persaingan untuk mencapai tujuan.

Baca Juga Artikel yang Mungkin Berkaitan : Struktur Modal


  1. Menurut Stoner, Freeman, dan Gilbert. Jr (2005)

Konsep strategi dapat di definisikan berdasarkan dua perspektif yang berbeda yaitu : (1) dari perspektif apa suatu organisasi ingin dilakukan (intens to do), dan (2) dari perspektif apa yang organisasi akhirnya lakukan (eventually does).


  1. Menurut Chandler

Strategi adalah alat untuk mencapai tujuan perusahaan dalam kaitannya dengan tujuan jangka panjang, program tindak lanjut, serta prioritas alokasi sumber daya.


  1. Menurut Learned, Christensen, Andrews, dan Guth

Strategi adalah alat untuk menciptakan keunggulan bersaing. Dengan demikian salah satu fokus strategi adalah memutuskan apakah bisnis tersebut harus ada atau tidak.


  1. Menurut Argyris, Mintzberg, Steiner dan Miner

Strategi adalah respons secara terus-menerus maupun adaptif terhadap peluang dan ancaman eksternal serta kekuatan dan kelemahan internal yang dapat memengaruhi organisasi.


  1. Menurut Porter

Strategi adalah alat yang sangat penting untuk mencapai keunggulan bersaing.


  1. Menurut Andrews, Chaffe

Strategi adalah kekuatan motivasi untuk stakeholders, seperti stakeholders, debtholders, manajer, karyawan,  konsumen, komunitas, pemerintah, dan sebagainya, yang baik secara langsung maupun tidak langsung menerima keuntungan atau biaya yang ditimbulkan oleh semua tindakan yang dilakukan oleh perusahaan.

Baca Juga Artikel yang Mungkin Berkaitan : Wiraswasta Itu Apa?


  1. Menurut James Brian Quin

Strategi adalah Pola atau rencana yang mengintegrasikan tujuan utama, kebijakan, dan urutan tindakan organisasi ke dalam keseluruhan yang kohesif.


Perumusan Strategi

Perumusan strategi merupakan proses penyusunan langkah-langkah ke depan yang dimaksudkan untuk membangun visi dan misi organisasi, menetapkan tujuan strategis dan keuangan perusahaan, serta merancang strategi untuk mencapai tujuan tersebut dalam rangka menyediakan customer value terbaik.
Beberapa langkah yang perlu dilakukan perusahaan dalam merumuskan strategi, yaitu:

  • Mengidentifikasi lingkungan yang akan dimasuki oleh perusahaan di masa depan dan menentukan misi perusahaan untuk mencapai visi yang dicita-citakan dalam lingkungan tersebut.
  • Melakukan analisis lingkungan internal dan eksternal untuk mengukur kekuatan dan kelemahan serta peluang dan ancaman yang akan dihadapi oleh perusahaan dalam menjalankan misinya.
  • Merumuskan faktor-faktor ukuran keberhasilan (key success factors) dari strategi-strategi yang dirancang berdasarkan analisis sebelumnya.
  • Menentukan tujuan dan target terukur, mengevaluasi berbagai alternatif strategi dengan mempertimbangkan sumberdaya yang dimiliki dan kondisi eksternal yang dihadapi.
  • Memilih strategi yang paling sesuai untuk mencapai tujuan jangka pendek dan jangka panjang. (Hariadi, 2005).

Penerapan Strategi

Pada tahap penerapan strategi mengharuskan perusahaan untuk menetapkan tujuan tahunan, membuat kebijakan, memotivasi karyawan, dan mengalokasikan sumber daya, sehingga strategi strategi yang telah di rumuskan dapat di jalankan. Tahap penerapan strategi terdiri dari :

  1. Pengembangan budaya yang suportif pada strategi
  2. Penciptaan struktur organisasional yang efektif
  3. Pengerahan ulang upaya-upaya pemasaran
  4. Penyiapan anggaran
  5. Pengembangan serta pemanfaatan sistem informasi
  6. Pengaitan kompensasi karyawan dengan kinerja organisasi

Sering kali dianggap sebagai tahap paling sulit dalam manajemen strategis, penerapan atau implementasi strategi membutuhkan disiplin, komitmen, dan pengorbanan personal. Penerapan strategi yang berhasil bergantung pada kemampuan manajer untuk memotivasi karyawan, yang lebih merupakan seni daripada pengetahuan. Strategi tersebut dirumuskan, namun bila tidak di terapkan tidak ada gunanya.

Baca Juga Artikel yang Mungkin Berkaitan : Jurnal Penutup


Penilaian Strategi

Penilaian strategi adalah tahap terakhir dalam manajemen strategis. Manajer mesti tahu kapan ketika strategi tertentu tidak berjalan dengan baik, penilaian atau evaluasi strategi merupakan cara utama untuk memperoleh informasi semacam ini. Tahap aktivitas penilaian strategi tediri dari :

  • Peninjauan ulang faktor-faktor eksternal dan internal yang menjadi landasan bagi strategi saat ini
  • Pengukuran kinerja
  • Pengambilan langkah korektif

Penilaian strategi di perlukan karena apa yang berhasil saat ini tidak perlu berhasil nanti. Keberhasilan senantiasa menciptakan persoalan baru dan berbeda, organisasi yang mudah berpuas diri akan mengalami kegagalan.


Tingkatan Strategi

Menurut Wheelen dan David (2008:15) Ada beberapa tingkatan dalam strategi untuk perusahaan besar, ada tiga tingkatan strategi manajemen yang berkembang sesuai dengan perkembangan usaha perusahaan yaitu :


  1. Strategi Korporasi (Corporate Strategy)

Merupakan strategi yang mencerminkan seluruh arah perusahaan, dengan tujuan menciptakan pertumbuhan bagi perusahaan secara keseluruhan dan manajemen berbagai macam bisnis lini produk.Ada 3 macam strategi yang dapat dipakai pada strategi tingkat korporasi ini, yaitu strategi pertumbuhan (growth strategy) adalah strategi berdasarkan terhadap tahap pertumbuhan yang sedang dilalui perusahaan. Strategi stabilitas (Stability Strategy) adalah strategi dalam menghadapi kemerosotan penghasilan yang sedang dihadapi oleh suatu perusahaan. Dan retrenchment strategy adalah strategi yang diterapkan untuk memperkecil atau mengurangi usaha yang dilakukan perusahaan.


  1. Strategi Bisnis (Business Strategy)

Merupakan strategi yang terjadi pada tingkat produk atau unit bisnis dan merupakan strategi yang menekankan pada perbankan posisi bersaing produk atau jasa pada spesifik industri atau segmen pasar tertentu.


Ada tiga macam strategi yang dapat digunakan pada strategi tingkat bisnis ini, yaitu “Strategi Keunggulan Biaya, Strategi Diferensiasi dan Strategi Fokus”. Strategi fokus itu sendiri terdiri dari fokus biaya dan fokus diferensiasi. Pada tingkat bisnis, strategi bersifat departemental. Strategi pada tingkat ini dirumuskan dan ditetapkan oleh para manajer yang diserahi tugas tanggung jawab oleh manajemen puncak untuk mengelola bisnis yang bersangkutan. Strategi yang diterapkan pada unit bisnis sering disebut dengan generic strategy.

Baca Juga Artikel yang Mungkin Berkaitan : Analisis Adalah


Strategi bisnis merupakan dasar dari usaha yang dikoordinasikan dan ditopang, yang diarahkan terhadap pencapaian tujuan usaha jangka panjang. Strategi bisnis menunjukkan bagaimana tujuan jangka panjang dicapai. Dengan demikian, suatu strategi bisnis dapat didefinisikan sebagai suatu pendekatan umum yang menyeluruh yang mengarahkan tindakan-tindakan utama suatu perusahaan.


Sedangkan yang dimaksud dengan strategi bisnis perusahaan adalah pola keputusan dalam perusahaan yang menentukan dan mengungkapkan sasaran, maksud dan tujuan- tujuan yang menghasilkan kebijakan, perencanaan untuk mencapai tujuan. Strategi perusahaan berlaku bagi seluruh perusahaan baik itu perusahaan besar atau perusahaan kecil, sedangkan strategi bisnis hanya berfokus pada penentuan bagaimana perusahaan akan bersaing dan penempatan diri diantara pesaingnya.


  1. Strategi Fungsional (Functional Strategy)

Merupakan strategi yang terjadi di level fungsional seperti, operasional, pemasaran, keuangan, sumber daya manusia. Riset dan pengembangan dimana strategi ini akan meningkatkan area fungsional perusahaan sehingga mendapat keunggulan bersaing.


Strategi ini harus mengacu pada strategi bisnis dan strategi korporasi. Memfokuskan pada memaksimumkan produktivitas sumber daya yang digunakan dalam memberikan value terbaik untuk pemenuhan kebutuhan pelanggan (customer). Strategi fungsional sering juga disebut Value-based-strategy.


Tipe-Tipe Strategi

Tipe – tipe strategi menurut David (2009:252-272) :


a) Strategi Integrasi

Terdiri atas:


  1. Integrasi ke Depan (forward integration)

Integrasi ke depan (forward integration) adalah upaya memiliki atau meningkatkan kendali atas distributor atau pengecer. Saat ini semakin banyak perusahaan manufaktur (pemasok) yang menjalankan strategi integrasi kedepan dengan cara mendirikan situs web untuk menjual produk-produk mereka secara langsung kepada konsumen. Strategi tersebut menyebabkan gejolak di sejumlah industri.


  1. Integrasi ke Belakang (Backward integration)

Integrasi  ke  belakang  (backward integration)   adalah  strategi  untuk  mencoba memiliki atau meningkatkan kontrol terhadap perusahaan pemasok. Strategi ini sangat tepat di gunakan ketika perusahaan pemasok saat ini tidak dapat diandalkan, terlalu mahal, atau tidak dapat memenuhi kebutuhan mereka. Persaingan global juga memacu perusahaan untuk mengurangi jumlah pemasoknya dan menuntut pelayanan dan mutu yang lebih baik dari yang ada sekarang ini.

Baca Juga Artikel yang Mungkin Berkaitan : Manajemen Organisasi


  1. Integrasi Horizontal (Horizontal Integration)

Strategi pertumbuhan integrasi horizontal dilakukan melalui akuisisi perusahaan pesaing yang memiliki line of business yang sama. Yang dapat dilakukan dalam strategi ini adalah dengan meningkatkan ukuran perusahaan, meningkatkan penjualan, keuntungan dan pasar potensial dari perusahaan .


b) Strategi Intensif

Terdiri atas:


  • Penetrasi Pasar (Market Penetration)

Strategi penetrasi pasar berusaha meningkatkan pangsa pasar untuk produk dan jasa yang sudah ada di pasar melalui usaha pemasaran yang gencar.  Strategi ini sering di gunakan sendirian atau di kombinasikan dengan strategi lainnya.  Penetrasi pasar dapat terdiri dari upaya menambah jumlah pramuniaga, menambah belanja iklan, melakukan promosi penjualan ekstensif, atau meningkatkan upaya publisitas.


  • Pengembangan Pasar (Market Development)

Pengembangan pasar terdiri dari upaya memperkenalkan produk atau jasa yang ada ke wilayah geografis baru. Berikut ini adalah panduan mengenai kapan pengembangan pasar dapat menjadi strategi yang efektif :


  • Ketika ada saluran-saluran distribusi baru yang dapat diandalkan, murah, dan bermutu baik.
  1. Ketika organisasi sangat berhasil dalam hal yang di kerjakannya.
  2. Ketika ada pasar baru yang belum di manfaatkan dan belum jenuh.
  3. Ketika organisasi  mempunyai  modal  maupun  sumber  daya  manusia  yang di perlukan untuk mengelola operasi yang semakin besar.
  4. Ketika organisasi mempunyai kapasitas produksi yang berlebihan.
  5. Ketika lingkup industri dasar organisasi menjadi global dengan cepat.

  • Pengembangan Produk (Product Development)

Pengembangan produk adalah strategi yang berupaya meningkatkan penjualan dengan memperbaiki atau memodifikasi produk/jasa yang sudah ada. Pengembangan produk biasanya memerlukan biaya yang besar untuk penelitian dan pengembangan.


Lima hal yang bisa dijadikan pedoman kapan sebaiknya menerapkan strategi pengembangan produk secara efektif, yaitu :

  • Ketika  organisasi   mempunyai   produk   sukses   yang   mencapai   tahap kematangan dalam daur hidupnya; idenya adalah menarik para pelanggan yang puas untuk mencoba produk-produk baru (yang lebih baik) karena mereka memiliki pengalaman positif dengan produk atau jasa organisasi saat ini.
  • Ketika organisasi bersaing dalam industri dimana perkembangan teknologi terjadi sangat
  • Ketika para pesaing utama menawarkan produk dengan mutu lebih baik dan harga yang
  • Ketika organisasi bersaing dalam industri yang tumbuh cepat.
  • Ketika organisasi mempunyai  kemampuan  penelitian  dan pengembangan yang sangat kuat

c)  Strategi Diversifikasi

Terdiri atas:


  1. Diversifikasi Konsentris

Enam  hal  yang  bisa  menjadi  pedoman  kapan  diversifikasi  konsentris  tepat dilakukan,yaitu :

  • Ketika  organisasi   bersaing   dalam   industri   yang   tidak   tumbuh   atau pertumbuhannya lambat.
  • Ketika menambah  produk  baru,  namun  masih  terkait,  akan meningkatkan penjualan produk yang ada saat ini secara signifikan.
  • Ketika produk baru, namun masih terkait, dapat di tawarkan dengan harga yang sangat bersaing.
  • Ketika produk  baru,  namun  masih  terkait  mempunyai  fluktuasi  penjualan musiman yang menyeimbangkan fluktuasi penjualan perusahaan tersebut saat ini.
  • Ketika produk-produk organisasi saat ini dalam tahap daur hidup produk yang menurun.
  • Ketika organisasi mempunyai tim manajemen yang kuat.

  1. Diversifikasi Horisontal (Horizontal Diversification)

Menambah produk atau jasa baru yang tidak terkait untuk pelanggan yang sudah ada disebut diversifikasi horizontal (Horizontal diversification). Risiko strategi ini tidak sebesar diversifikasi konglomerat karena perusahaan pasti sudah mengenal pelanggan yang sudah ada.


  1. Diversifikasi konglomerat (Conglomerate Diversification)

Menurut Purwanto (2008:120) “Strategi ini dilakukan dengan cara mengakuisisi perusahaan lain yang memiliki line of business yang sama sekali berbeda”.


Strategi ini dilakukan untuk beberapa alasan, di antaranya :

– Perusahaan di dalam industri yang pertumbuhannya lambat mengakuisisi perusahaan yang berada dalam industri yang berkembang cepat dengan tujuan untuk meningkatkan pertumbuhan total.

–    Perusahaan yang memiliki kelebihan uang cash sering mendapatkan bahwa investasi dalam industri yang berbeda merupakan strategi yang sangat menguntungkan.

– Perusahaan yang mengakuisisi memiliki kemampuan manajemen, finansial dan teknik serta pemasaran yang bisa diaplikasikan kepada perusahaan yang lebih lemah sehingga dapat meningkatkan kemampuan laba perusahaan yang lemah tersebut.

–  Perusahaan  melakukan  diversifikasi  dengan  maksud  membagi-bagi  risiko  ke  dalam beberapa industri.


d) Strategi Defensif

Terdiri atas:


  • Rasionalisasi biaya (Retrenchment)

Rasionalisasi  biaya  (retrenchment) terjadi  ketika  suatu  organisasi  melakukan restrukturisasi melalui penghematan biaya dan aset untuk meningkatkan kembali penjualan dan  laba  yang  sedang  menurun.  Rasionalisasi  biaya  dirancang  untuk  memperkuat kompetensi pembeda dasar organisasi.


  • Divestasi (Divestiture)

Menjual suatu divisi atau bagian dari organisasi disebut divestasi (Divestiture). Divestasi sering digunakan untuk meningkatkan modal yang selanjutnya akan digunakan untuk akuisisi atau investasi strategis lebih lanjut. Divestasi dapat menjadi bagian dari strategi rasionalisasi biaya menyeluruh untuk melepaskan organisasi dari bisnis yang tidak menguntungkan, yang memerlukan modal terlalu besar atau tidak cocok dengan aktivitas lainnya dalam perusahaan.


  • Likuidasi (Liquidation)

Likuidasi (liquidation) adalah menjual semua aset sebuah perusahaan secara bertahap sesuai nilai nyata aset tersebut. Likuidasi merupakan pengakuan kekalahan dan akibatnya bisa merupakan strategi yang secara emosional sulit dilakukan.


Demikianlah pembahasan mengenai Strategi adalah – 27 Pengertian Menurut Para Ahli, Tingkatan semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian semua,, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂

Mungkin Dibawah Ini yang Kamu Butuhkan