Tata Bahasa adalah

Diposting pada

Tata Bahasa – Pengertian, Ciri, Sifat, Jenis, Bidang & Aspek – Untuk kali ini kami akan bagi materi Bahasa Indonesia mengenai Tata Bahasa yang dalam hal meliputi seperti pengertian, ciri, sifat, jenis, bidang dan aspek, kalau begitu simaka saja uraian dibawah ini.

Tata-Bahasa

Pengertian Tata Bahasa

Tata bahasa adalah cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari kaidah-kaidah yang mengatur penggunaan bahasa. Tata bahasa merupakan ilmu linguistik “ilmu yang mempelajari bahasa”. Tata bahasa dalam bahasa Indonesia sudah diatur dalam buku Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia.

Baca Juga Artikel yang Mungkin Terkait : Pengertian Catatan Kaki Menurut Ahli Penulis Buku


Ciri-Ciri Tata Bahasa

Berikut ini terdapat beberapa tata bahasa, terdiri atas:


  1. Pembentukan kata dilihat dari afikasi (pengimbuhan) dan reduplikasi (pengulangan)
  2. Sarana-sarana dari tingkat leksikal mau pun di tingkat gramatikal dapat digunakan untuk menyatakan arti
  3. Satuan sintaksis bersifat senyawa
  4. Jalinan tingkat gramatikal dan leksikal yang perlu diperhatikan

Sifat Tata Bahasa

Secara umum tata bahasa bersifat normatif “umum” yaitu tata bahasa tersebut disusun berdasarkan gejala-gejala bahasa yang umum dipakai dalam suatu masyarakat. Suatu tata bahasa Normatif memberikan uraian atas struktur umum dari suatu bahasa. Tetapi mengingat bahwa bahasa selalu berkembang setiap saat, maka selalu ada perubahan yang terjadi atas struktur Bahasa, oleh karena itu tata bahasa normatif harus tetap bersifat deskriptif.


Pada bahasa yang sudah tidak dipakai lagi “sudah mati” dalam komunikasi sehari-hari, tata bahasa Normatif dari bahasa-bahasa tersebut selalu bersifat preskiptif yaitu menentukan atau mengatur kaidah-kaidah itu harus diikuti secermat-cermatnya dan tidak boleh dirubah lagi. Misalnya tata bahasa dari bahasa-bahasa Latin, Yunani, Sansekerta yang bersifat preskiptif.


Jenis-Jenis Tata Bahasa

Berdasarkan cara penyusunnya, tata bahasa dapat dibedakan menjadi dua yaitu:


  • Tata Bahasa Deskriptif

Ialah tata bahasa yang disusun berdasarkan pencatatan “deskripsi” yang nyata atas struktur suatu bahasa. Tata bahasa ini biasanya meliputi suatu lingkungan masa yang tertentu “sinkronis”.


  • Tata Bahasa Historis-Komparatif

Ialah tata bahasa yang membicarakan perkembangan struktur bahasa dari satu jaman ke jaman lain “historis atau diakronis”, serta mengadakan perbandingan antara struktur-struktur bahasa dari bermacam-macam jaman itu atau memperbandingkannya dengan bahasa-bahasa lainnya “komparatif”.

Baca Juga Artikel yang Mungkin Terkait : Pengertian Bahasa Menurut Para Ahli


  • Tata Bahsa Tradisional

Linguistik modern awal mulai pada saat munculnya paham baru Ferdinand de Saussure. Dibalik itu, terbentang ke belakang kira-kira 2000 tahun masa tata bahasa tradisional. Tata bahasa tradisional adalah suatu istilah yang kerap kali digunakan untuk meringkaskan jajaran sikap-sikap dan metode-metode yang dijumpai pada masa studi gramatikal sebelum kedatangan/ munculnya ilmu linguistik.


“Tradisi” yang dipermasalahkan itu telah berkisar sekitar 2000 tahun,Masa tersebut begitu panjang, dan menyangkut berbagai bahasa kuno, seperti Yunani, latin didunia barat, bahasa sangsekerta di India, bahasa Ibrani di timur tengah, Romawi kuno dan begitu pula karya- karya para pakar beserta para penulis Renaissance dan para pakar tata bahasa preskriptif abad ke-18.


Pengajaran bahasa dikaitkan dengan pembicaraan dalam buku ini adalah bahasa Indonesia dan bahasa asing di Indonesia yang berasal dari barat, yakni bahasa Inggris, pengajaran bahasa Indonesia mendapat pengaruh dari bahasa Belanda yang juga berasal dari dunia barat.


Analisis tata bahasa tradisional mendasarkan pada kaidah bahasa lain terutama Yunani, Romawi, dan Latin. Semua mafhum bahwa karakteristiik bahasa Indonesia, misalnya, tidak sama dengan bahasa-bahasa tersebut. Bahasa Yunani, Romawi, dan Latin tergolong bahasa deklinatif, yaitu yang perubahan katanya menunjukkan kategori, kasus, jumlah, atau jenisnya (Kridalaksana, 1984: 36), sedangkan bahasa Indonesia tergolong sebagai bahasa inflektif, yaitu perubahan bentuk katanya menunjukkan hubungan gramatikal (Kridalaksana, 1984: 75). Oleh karena itu, analisis yang demikian akan menjumpai berbagai kesulitan.


  • Tata Bahasa Generatif

Arti tata bahasa generatif adalah bahwa bahasa adalah struktur pikiran manusia. Tujuan tata bahasa generatif adalah membentuk model lengkap bahasa terdalam ini (dikenal sebagai i-language). Model ini dapat digunakan untuk menjelaskan semua bahasa manusia dan memperkirakan ketatabahasaan dari ungkapan apapun (yang berarti memperkirakan apakah ungkapan ini terdengar benar oleh para penutur asli suatu bahasa).


Pendekatan terhadap bahasa dirintis olehNoam Chomsky. Kebanyakan teori generatif (meskipun tidak semuanya) menganggap bahwa sintaksis didasarkan pada struktur kalimat yang konstituen. Tata bahasa generatig berada diantara teori yang berfokus terutama pada bentuk kalimat, daripada fungsi komunikatifnya.


  • Tata Bahasa Transformasi

Ahli linguistik yang cukup produktif dalam membuat buku adalah Noam Chomsky. Sarjana inilah yang mencetuskan teori transformasi melalui bukunya Syntactic Structures(1957), yang kemudian disebut classical theory. Dalam perkembangan selanjutnya, teori transformasi dengan pokok pikiran kemampuan dan kinerja yang dicetuskannya melalui Aspects of the Theory of Syntax (1965) disebut standard theory.


Karena pendekatan teori ini secara sintaktis tanpa menyinggung makna (semantik), teori ini disebut juga sintaksis generatif (generative syntax). Pada tahun 1968 sarjana ini mencetuskan teori extended standard theory. Selanjutnya pada tahun 1970, Chomsky menulis buku generative semantics; tahun 1980 government and binding theory; dan tahun 1993 Minimalist program.


  • Tata Bahasa Struktural

Tatabahasa struktural mendasarkan analisisnya pada karakteristik bahasa yang bersangkutan sebagaimana adanya bukan didasarkan pada kaidah bahasa lain. Dengan demikian, kajiannya bersifat deskriptif. Sesuai namanya, pengkajian tidak didasarkan pada nosi atau arti, tetapi pada struktur atau perilakunya dalam sruktur: fona dalam fonem, fonem dalam silabel, silabel dalam leksem, leksem dalam tagmem (frasa, klausa, kalimat). Untuk menggambarkan struktur tertentu, struktur tersebut ditempatkan pada kontinum struktur lain yang melingkupinya.

Baca Juga Artikel yang Mungkin Terkait : Bahasa Sansekerta : Pengertian, Sejarah, Ciri Dan Contohnya


Simposium tata bahasa tentang kata majemuk pada 20 Oktober 1979 merumuskan simpulan, di antaranya sebagai berikut.

  1. Prinsip yang harus dipegang di dalam mengidentifikasikan apakah suatu konstruksi merupakan konstruksi majemuk atau tidak ialah bahwa konstruksi itu memperlihatkan derajat keeratan yang tinggi sehingga merupakan kesatuan yang tidak terpisahkan.
  2. Sebagai konstruksi yang tak terpisahkan, konstruksi majemuk berperilaku sebagai kata, artinya masing-masing konstituen konstruksi hilang otonominya. Hilannya otonomi itu berarti bahwa masing-masing konstituen tidak dapat dimodifikasikan secara terpisah, maupun di antaranya tidakdapat disisipkan morfem lain tanpa perubahan atas makna aslinya. (Parera, 1988: 117-118)

Rumusan simpulan tersebut dengan jelas menunjukkan penggunaan teori struktural dalam pengindentifikasian konstruksi majemuk seperti tersurat pada istilah (1) konstruksi, (2) kesatuan, (3) konstituen konstruksi, (4) derajat keeratan, dan (5) disisipi.


Bagaimanakah Ramlan dalam buku Sintaksis mengidentifikasi kalimat tanya? Kalimat tanya, menurut Ramlan (1981: 33), berpola intonasi [2] 3// [2] 3 2 Ú. Pola tersebut berbeda dengan pola kalimat berita [2] 3 // [2] 3 1 Ø, atau pola intonasi kalimat suruh 2 3 Ø atau 2 3 2 Ø (Ramlan, 1981: 32-45). Pengidentifikasian seperti itu menunjukkan bahwa nosi tidak lagi menjadi kerangka konsep struktural, melainkan struktur otonom satuan bahasa yang didesripsikanlah yang dijadikan pijakannya.


  • Tata Bahasa Tagmemik

Pelopor teori Tagmemik adalah Prof. Kenneth Lee Pike seorang pendeta Kristen Protestan dan seorang ahli bahasa ulung yang ikut mendirikan dan mengembangkan Summer Institute of Linguistics, suatu organisasi yang bergerak di bidang penerjemahan Injil. Sebagai seorang pendeta Kristen, Pike membaktikan hidupnya untuk kegiatan pengajaran dan penyebaran Injil serta penerjemahan Injil ke dalam bahasa-bahasa yang belum pernah mengenal kitab ini.


Sebagai seorang ilmuwan, Pike membaktikan dirinya di bidang penelitian dan pengembangan ilmu bahasa (Lembaga Bahasa Universitas Atma Jaya, 1987:71). Teori Tagmemik berkembang dari sebuah teori yang lebih komprehensif tentang bahasa dalam ruang lingkup perilaku manusia yang dikembangkan Pike antara tahun 1954-1960.


  • Tata Bahasa Pedagogik

Tata bahasa pedagogis atau pedagogical grammar adalah suatu deskripsi gramatikal mengenai suatu bahasa yang diperuntukan bagi maksud-maksud pedagogis, seperti pengajaran bahasa, rancang- bangun, silabus, atau persiapan materi/ bahan pengajaran.


Bidang-Bidang Tata Bahasa

Dalam bahasa Indonesia terdapat 4 bidang tata bahasa modern dalam bahasa Indonesia yaitu:


  • Fonologi

Dalam istilah Fonologi berasal dari kata Yunani yaitu phone yang berarti bunyi dan logos berarti ilmu, fonologi disebut juga sebagai tata bunyi. Fonologi merupakan bagian dari tata bahasa atau bidang ilmu bahasa yang menganalisa bunyi bahasa secara umum. Fonologi merupakan ilmu tentang perbendaharaan fonem sebuah bahasa serta distribusinya. Fonologi meliputi dua bagian yaitu:


  1. Fonetik
    Fonetik yaitu bagian ilmu linguistik yang mempelajari bunyi yang diproduksi oleh manusia.
  2. Fonemik
    Fonemik yaitu bagian fonologi yang mempelajari bunyi ujaran menurut fungsinya sebagai pembeda arti.

  • Morfologi

Morfologi berarti pengetahuan tentang bentuk. Morfologi ialah bidang linguistik atau tata bahasa yang mengkaji tentang pembentukan kata atau morfem-morfem dalam suatu bahasa. Morfologi disebut juga sebagai tata bentuk. Morfem merupakan satuan ujaran yang memiliki makna gramatikal atau leksikal yang turut serta pada pembentukan kata atau yang menjadi bagian dari kata. Berdasarkan potensinya morfem dibedakan menjadi dua bagian yaitu:

  1. Morfem terikat yaitu morfem yang tidak mampu berdiri sendiri, sehingga harus selalu berikatan dengan morfem bebas melalui proses morfologis atau proses pembentukan kata.
  2. Morfem bebas yaitu morfem yang dapat berdiri sendiri sebagai kata serta secara gramatikal menduduki satu fungsi pada kalimat.

  • Sintaksis

Sintaksis berasal dari bahasa Yunani kuno yaitu syn berarti bersama dan taxis berarti pengaturan. Sintaks yaitu ilmu mengenai prinsip serta peraturan untuk membuat sebuah kalimat. Selain itu sintaks juga berguna untuk merujuk langsung pada sebuah peraturan atau prinsip yang mencakup struktur kalimat pada bahasa apapun.


Pakar sintaksis pun berusaha mendapatkan aturan umum yang diterapkan pada setiap bahasa. Kata sintaksis juga sering digunakan untuk merujuk pada aturan yang mengatur sistem matematika seperti logika, bahasa pemrograman komputer dan bahasa formal buatan.

Baca Juga Artikel yang Mungkin Terkait : 9 Tata Cara Dalam Penggunaan Dan Penulisan Ejaan


  • Semantik

Semantik berasal dari bahasa Yunani yaitu semantikos yang berarti memberikan tanda. Semantik yaitu cabang linguistik yang mempelajari makna yang terkandung pada suatu bahasa, kode atau jenis representasi lain. Semantik biasanya dikontraskan dengan dua aspek lain dari ekspresi makna: sintaksis, pembentukan simbol kompleks dari simbol yang lebih sederhana, serta pragamatika, penggunaan praktis simbol oleh agen atau komunitas pada suatu kondisi atau konteks tertentu.


Aspek-Aspek Tata Bahasa

Berikut ini terdapat beberapa aspek-aspek tata bahasa, terdiri atas:


1. Dilihat dari Tujuannya

Tujuan penulisan tata bahasa pendidikan adalah menciptakan alat bantu belajar berbahasa agar proses penguasaan bahasa sasaran berjalan dengan mudah. Tata bahasa ini berkenaan dengan bagaimana cara membantu siswa agar ia dapat memahami dan memproduksi ujaran dalam bahasa yang dipelajari.


2. Dilihat dari Pengorganisasian Isinya

Tata bahasa deskriptif diorganisasikan dengan melandaskan pada teori bahasa atau linguistik. Sedangkan tata bahasa pendidikan diorganisasikan menurut prinsip-prinsip tata bahasa.


3. Dilihat dari Dasar Pemeriannya

Dasar pemerian tata bahasa deskriptif adalah data empiris atau intuisi yang diperoleh dari seorang penutur bahasa.


4. Dilihat dari Gaya Penyajiannya

Umumnya gaya penyajian tata bahasa deskriptif merupakan uraian sistematis dalam menjawab pertanyaan. Sedangkan dalam penyajian materi tata bahasa pendidikan berkenaan dengan pertanyaan.


5. Dilihat dari Ruang Lingkup Pemakaiannya

Tata bahasa deskriptif dalam ruang lingkup pemakaiannya bersifat universal dalam arti bahwa isi dan formatnya tidak ditentukan oleh varabel yang ada pada para pemakai, melainkan ditentukan oleh kaidah keilmuan liguistik.


Daftar Pustaka:

  1. Alisjahbana, S. Takdir. 1978. Tata bahasa Baru Bahasa Indonesia. Jakarta: Dian Rakyat.
  2. Anggraeni, Bea dan Handayani, Dwi. 2002. Kesantunan Imperatif Dalam Bahasa Jawa Dialek Surabaya: Analisis Pragmatik. Surabaya: Lembaga Penelitian Universitas Airlangga.
  3. Brown, P. dan Levinson, S. 1978. “Universals in Language Usage: Politeness Phenomena”. In Goody, Esther N., ed. Questions and Politeness: Strategies in Social Interaction (Cambridge Papers in Social Anthropology). Cambridge: Cambridge University Press, 56-310.
  4. Chaer, Abdul dan Agustina, Leoni. Sosiolinguistik: Perkenalan Awal. Jakarta: Rineka Cipta.

Demikianlah pembahasan mengenai Tata Bahasa – Pengertian, Ciri, Sifat, Jenis, Bidang & Aspek semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian semua,, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂

Mungkin Dibawah Ini yang Kamu Butuhkan