Usus Halus

Diposting pada

Usus Halus – Pengertian, Fungsi, Struktur, Enzim, Proses & Gambar – DosenPendidikan.Com – Usus halus merupakan tabung bengkok panjang yang membentang dari perut manusia ke tempat di mana ia melekat pada usus besar. Usus halus dipisahkan menjadi tiga bagian yang berbeda yakni Duodenum, Jejunum dan Ileum.

 


Pengertian Usus Halus Serta Fungsi Dan Strukturnya

 

Pencernaan adalah proses dimana nutrisi diperoleh dari makanan yang kita makan. Berbagai nutrisi seperti protein, lemak dan karbohidrat tidak dapat berasimilasi ke dalam aliran darah dalam bentuk molekul kompleks mereka. Mereka perlu dipecah menjadi bentuk yang lebih sederhana sehingga mereka dapat diserap oleh darah dan kemudian diangkut ke berbagai bagian tubuh. Misalnya, protein perlu dipecah menjadi asam amino, karbohidrat menjadi polisakarida dan monosakarida, lemak menjadi asam lemak dan gliserol.


Nutrisi yang yang diperoleh kemudian diserap ke dalam aliran darah dan mencapai sel-sel di seluruh tubuh. Hal ini dilakukan oleh sistemyang ada dalam tubuh manusia. Sistem ini terdiri dari beberapa organ yang saling berhubungan membentuk sistem yang dinamakan sistem pencernaan. Sistem pencernaan atau sistem gastroinstestinal (mulai dari mulut sampai anus) adalah sistem organ dalam manusia yang berfungsi untuk menerima makanan, mencernanya menjadi zat-zat gizi dan energi, menyerap zat-zat gizi ke dalam aliran darah serta membuang bagian makanan yang tidak dapat dicerna atau merupakan sisa proses tersebut dari tubuh menjadi vese yang keluar melalui anus.


Pada makalah ini akan dibahas anatomi dan fisiologi tentang salah satu organ dalam sistem pencernaan yaitu usus halus. Organ ini penting untuk dipelajari karena usus halus memiliki peranan yang sangat penting dalam sistem pencernaan. Usus halus berfungsi memecah bahan-bahan makanan yang kompleks menjadi bentuk yang sederhana dengan proses digesti yang umumnya dengan proses hidrolisis agar mudah di absorbsi.


Duodenum merupakan bagian pertama yang sebagai tempat dimana kebanyakan pencernaan terjadi. Itu juga merupakan situs di mana jus empedu dan pankreas di sekresikan ke dalam usus untuk membantu pencernaan. Jejunum dan ileum masing-masing ialah bagian kedua dan ketiga.


Banyak makanan yang seseorang makan dicerna dalam usus halus, yang ketika makanan dicerna, bergerak ke bawah kerongkongan dan memasuki lambung di mana ia bergejolak dan bercampur dengan cairan lambung. Makanan sebagian dipecah di sini dan chyme yang dihasilkan bergerak ke usus. Banyak nutrisi yang diambil di usus halus dan dikirim ke hati melalui darah untuk diproses. Zat larut lemak, seperti pestisida dan residu fertilizar, tubuh mengedarkan yang melalui cairan limfatik sebelum pergi ke hati untuk diproses.


Dipermukaan usus halus juga tercakup dalam lipatan melingkar, vili dan mikrovili. Struktur ini bekerja untuk meningkatkan luas permukaan dari usus halus untuk penyerapan nutrisi. Vili ialah proyeksi (penonjolan) seperti jari yang berkerja untuk menyerap nutrisi dalam makanan dan mikrovili ialah proyeksi seperti rambut pada vili yang bekerja untuk menyelesaikan memecah karbohidrat dan protein.


Baca Juga : 8 Organ Sistem Pencernaan Serta Fungsinya Terlengkap


Villi dan mikrovilli lebih banyak lebih dekat ke lambung dan bukan lebih dekat dengan usus besar. Lipatan melingkar lipatan pada dinding usus halus yang menyebabkan chyme spiral dan melambat sehingga nutrisi dapat diserap lebih efisien. Dari banyak perhitungan, usus halus ialah salah satu organ terpanjang dalam tubuh manusia. Ini bagian dari usus 1 hingga 1,6 inci (2,5-4 cm) dan sekitar 20 kaki panjang (6 hingga 7 m).


Untuk panjang bagian usus ini memungkinkan untuk area permukaan besar sehingga nutrisi dapat diserap. Luas juga meningkat dengan menggunakan lipatan melingkar, villi dan mikrovilli-sebanyak 600 kali dengan itu akan menjadi lebih luas. Beberapa pengukuran membandingkan luas permukaan bagian ini dari usus dengan ruang lantai sebuah rumah kira-kira dua kali lipas, sekitar 2.152 kaki persegi (200 meter persegi).


Pengertian Usus Halus

Usus halus atau usus kecil adalah bagian dari saluran pencernaan yang terletak di antara lambung dan usus besar (Wikipedia). Usus halus atau usus kecil merupakan tempat penyerapan sari makanan dan tempat terjadinya proses pencernaan yang paling panjang (Abdullah, dkk., 2007: 86). Dinding usus kaya akan pembuluh darah yang mengangkut zat-zat yang diserap ke hati melalui vena porta. Dinding usus melepaskan lendir (yang melumasi isi usus) dan air (yang membantu melarutkan pecahan-pecahan makanan yang dicerna). Dinding usus juga melepaskan sejumlah kecil enzim yang mencerna protein, gula dan lemak.


Fungsi Usus Halus

Fungsi utama usus halus adalah untuk pencernaan dan penyerapan makanan yang masuk. Makanan yang berasal dari lambung memasuki usus halus, nutrisi yang diserap dan materi tercerna dikirim ke usus besar. Menurut Pearce (2008: 230) fungsi usus halus adalah mencerna dan mengabsorbsi kime dari lambung. Usus halus juga bertugas menyerap zat hara yang telah diuraikan oleh getah lambung dan pankreas (Karmana, 2007: 174). Gibson (1981: 198) menambahkan fungsi dari usus halus, antara lain:


Baca Juga : Pengertian Usus Besar Serta Fungsi Dan Strukturnya


  • Sekresi cairan usus
  • Menerima empedu dan getah pankreas.
  • Pencernaan makanan getah usus dan pankreas mengandung enzim yang mengubah:
  1. Protein menjadi asam amino.
  2. Karbohidrat menjadi glukosa, maltosa, dan galaktosa.
  3. Lemak menjadi asam leak dan gliserol (dengan bantuan garam empedu di dalam empedu yang dikeluarkan ke dalam empedu oleh kontraksi kantong empedu).
    Pencernaan menjadi lengkap, makanan dipecah menjadi bentuk yang lebih sederhana yang diserap melalui dinding usus halus ke dalam darah atau limfe.
  • Absorbsi air, garam, dan vitamin.
  • Gerakan isi usus sepanjang usus oleh kontraksi segmental pendek dan “gelombang rush” yang menggerakkan isi sepanjang usus lebih cepat.

Struktur Usus Halus

Menurut Karmana(2007: 174), usus halus terdiri atas tiga bagian, yakni duodenum (usus 12 jari), jejenum, dan ileum. Usus halus memiliki panjang 5,5 m – 8 m. Panjang duodenum+ 25 cm, jejenum+ 7 m, dan ileum+ 1 m. Starr dan Taggart dalam Karmana (2007: 174) mengungkapkan bahwa dinding usus halus tersusun atas lapisan serosa, muskulari mukosa, submukosa, dan mukosa. Selain itu,pada usus halus terdapat otot longitudinal, otot sirkuler, pembuluh darah, dan pleksus saraf.

Struktur Usus Halus


Baca juga : Penjelasan Pada Hati Manusia Beserta Fungsi Dan Macam Gangguannya


Usus Dua Belas Jari (Duodenum)

Usus dua belas jari terletak paling dekat dengan lambung dan bermuara di dua saluran, yaitu pankreas dan kantung empedu (Tim Guru Indonesia, 2015: 398). Usus dua belas jari atau duodenum adalah bagian dari usus halus yang terletak setelah lambung dan menghubungkannya ke usus kosong (jejenum). Bagian usus dua belas jari merupakan bagian terpendek dari usus halus, dimulai dari bulbo duodenale dan berakhir di ligamentum Treitz.


Usus dua belas jari merupakan organ retroperitoneal, yang tidak terbungkus seluruhnya oleh selaput peritoneum. Keasaman (pH) usus dua belas jari yang normal berkisar pada derajat sembilan. Pada usus dua belas jari terdapat dua muara saluran yaitu dari pankreas dan kantung empedu. Nama duodenum berasal dari bahasa Latin duodenum digitorum, yang berarti dua belas jari.


Usus Kosong (jejenum)

Usus kosong atau jejunum (terkadang sering ditulis yeyunum) adalah bagian kedua dari usus halus, di antara usus dua belas jari (duodenum) dan usus penyerapan (ileum). Di dalam usus kososng terjadi proses pencernaan makanan secara kimiawi dengan enzim yang dihasilkan oleh dinding usus (Tim Guru Indonesia, 2015: 398). Pada manusia dewasa, panjang seluruh usus halus antara 2-8 meter, 1-2 meter adalah bagian usus kosong. Usus kosong dan usus penyerapan digantungkan dalam tubuh dengan mesenterium.


Permukaan dalam usus kosong berupa membran mukus dan terdapat jonjot usus (vili), yang memperluas permukaan dari usus. Dinding jonjot usus halus tertutup oleh sel tiang. Kira-kira terdapat 500 sel tiang pada tiap jonjot. Setiap sel memuat sekitar 1000 mikrovili. Enzim pada mikrovili akan menghancurkan makanan menjadi partikel yang cukup kecil untuk diserap.

Enzim pada mikrovili


Di dalam setiap jonjot terdapat pembuluh darah halus dan saluran limfa (pembuluh kil) yang menyerap makanan dari permukaan jonjot. Vena mengambil glukosa, asam amino dan mineral, sementara asam lemak dan glukosa masuk ke pembuluh limfa (Karmana, 2007: 175).

pembuluh limfa


Baca Juga : Fungsi Dan Bagian Organ Ginjal Manusia Dan Penjelasannya Lengkap


Usus Penyerapan (Ileum)

Usus penyerapan atau ileum adalah bagian terakhir dari usus halus. Pada sistem pencernaan manusia, usus penyerapan ini memiliki panjang sekitar 2-4 m dan terletak setelah duodenum dan jejunum, dan dilanjutkan oleh usus buntu. Usus penyerapan memiliki pH antara 7 dan 8 (netral atau sedikit basa) dan berfungsi menyerap vitamin B12 dan garam-garam empedu.


Menurut Karmana (2007: 175), usus penyerapan (ileum) dilapisi oleh tonjolan-tonjolan mikroskopis (vili) untukmenyerap sari-sari makanan dan diedarkan bersama darah ke seluruh tubuh. Pada ileum terdapat dua pembuluh, yaitu pembuluh kapliler dan pembuluh kil (cairan getah bening).


Enzim-Enzim pada Usus Halus

Pada usus dua belas jari bermuara saluran getah pankreas dan saluran empedu.

Enzim-Enzim pada Usus Halus

Menurut Abdullah, dkk., (2007: 86), Pankreas menghasilkan getah pankreas yang mengandung enzim-enzim sebagai berikut:

  • Amilopsin (amilase pankreas), yaitu enzim yang mengubah zat tepung (amailum) menjadi gula yang lebih sederhana (maltosa).
  • Steapsin (lipase pankreas), yaitu enzim yang mengubah lemak menjadi asam lemak dan gliserol.
  • Tripsinogen yang belum aktif diaktifkan menjadi tripsin, yaitu enzim yang mengubah protein dan pepton menjadi dipeptida dan asam amino yang siap diserap oleh unsur halus.

Baca Juga : Metamorfosis Tidak Sempurna


Menurut Starr dan Taggart dalam Karmana (2007: 176), enzim yang dihasilkan usus halus adalah sebagai berikut:

  1. Enterokinase, berfungsi mengaktifkan tripsinogen yang dihasilkan pankreas menjadi tripsin.
  2. Erepsin atau dipeptidase, berfungsi mengubah dipeptida atau peptin menjadi asam amino.
  3. Maltase, berfungsi mengubah maltosa menjadi glukosa.
  4. Laktase, berfungsi mengubah laktosa menjadi glukosa dan galaktosa.
  5. Sukrose, berfungsi mengubah sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa.
  6. Tripsin, berfungsi mengubah pepton menjadi asa amino.
  7. Disakarase, berfungsi mengubah disakarida menjadi monosakarida.
  8. Nukleosidase, berfungsi memecah nukleosida menjadi basa nitrogen (golongan adenin dan timin) serta gula deoksiribosa.
  9. Peptidase, berfungsi mengubah polipeptida menjadi asam amino.

Proses Penyerapan Zat Makanan di Dalam Usus Halus

Karmana (2007: 175-176) menjelaskan proses penyerapan makanan di dalam usus halus. Ruang antara mikrovili pada usus halus begitu kecil sehingga zat makanan yang sampai di sana masih terlalu besar untuk diserap. Untuk mengatasi hal ini, permukaan mikrovili mempunyai zat kimia yang disebut enzim pencernaan akhir. Enzim ini menguraikan zat makanan hingga mencapai ukuran yang dapat dicerna.


Enzim pencernaan akhir hanya cocok dengan satu jenis zat makanan. Jika sebuah enzim bersentuhan dengan jenis zat makanan yang tidak cocok, enzim itu dengan cepat akan menghancurkannya untuk memudahkan penyerapan. Setelah dipecah ole enzim akhir, zat makanan dengan cepat diserap oleh protein pembawa yang berada di dekatnya. Zat makanan dapat menembus hanya dalam satu arah.


Baca Juga : Persebaran Fauna Indonesia


Proses Penyerapan Zat Makanan di Dalam Usus Halus

Di dalam usus halus, terjadi penyerapan zat makanan. Pencernaan pada usus halus dilakukan oleh enzim-enzim yang fungsinya dirangsang oleh hormon sekretin. Hormon-hormon yang merangsang fungsi pankreas, hati, kantung empedu, dan dinding usus halus dihasilkan oleh tunika mukosa duodendum atau usus dua belas jari.


  • Usus halus atau usus kecil merupakan tempat penyerapan sari makanan dan tempat terjadinya proses pencernaan yang paling panjang.
  • Fungsi utama usus halus adalah untuk pencernaan dan penyerapan makanan yang masuk.
  • Usus halus terdiri atas tiga bagian, yakni duodenum (usus 12 jari), jejenum, dan ileum. Usus halus memiliki panjang 5,5 m – 8 m. Panjang duodenum+ 25 cm, jejenum+ 7 m, dan ileum+ 1 m.
  • Enzim yang dihasilkan usus halus adalah sebagai berikut: enterokinase, erepsin atau dipeptidase, maltase, laktase, sukrose, tripsin, disakarase, nukleotidase, dan peptidase.
  • Di dalam usus halus, terjadi penyerapan zat makanan. Pencernaan pada usus halus dilakukan oleh enzim-enzim yang fungsinya dirangsang oleh hormon sekretin.

Demikianlah pembahasan mengenai Usus Halus – Pengertian, Fungsi, Struktur, Enzim, Proses & Gambar semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂