Virus adalah

Diposting pada

Virus adalah parasit berukuran mikroskopik yang menginfeksi sel organisme biologis. Virus hanya dapat bereproduksi di dalam material hidup dengan menginvasi dan memanfaatkan sel makhluk hidup karena virus tidak memiliki perlengkapan selular untuk bereproduksi sendiri. Dalam sel inang, virus merupakan parasit obligat dan di luar inangnya menjadi tak berdaya.

Virus-adalah

Biasanya virus mengandung sejumlah kecil asam nukleat (DNA atau RNA, tetapi tidak kombinasi keduanya) yang diselubungi semacam bahan pelindung yang terdiri atas protein, lipid, glikoprotein, atau kombinasi ketiganya. Genom virus menyandi baik protein yang digunakan untuk memuat bahan genetik maupun protein yang dibutuhkan dalam daur hidupnya.


Istilah virus biasanya merujuk pada partikel-partikel yang menginfeksi sel-sel eukariota (organisme multisel dan banyak jenis organisme sel tunggal), sementara istilah bakteriofag atau fag digunakan untuk jenis yang menyerang jenis-jenis sel prokariota (bakteri dan organisme lain yang tidak berinti sel).


Virus sering diperdebatkan statusnya sebagai makhluk hidup karena ia tidak dapat menjalankan fungsi biologisnya secara bebas. Karena karakteristik khasnya ini virus selalu terasosiasi dengan penyakit tertentu, baik pada manusia (misalnya virus influenza dan HIV), hewan (misalnya virus flu burung), atau tanaman (misalnya virus mosaik tembakau/TMV).


Pengertian Virus

Virus adalah parasit intraseluler obligat dan ukurannya 20-200 nm, bentuk dan komposisi kimianya bervariasi, tetapi hanya mengandung RNA or DNA. Partikelnya secara utuh disebut “VIRION” yang terdiri dari “Capsid” yang dapat terbungkus oleh sebuah Glycoprotein/membrane lipid. Virus resisten terhadap antibiotics Virus adalah Partikel yang bersifat parasit obligat pada sel/makhluk hidup Aseluler (bukan merupakan sel) Berukuran sangat renik Di dalam sel inang virus menunjukkan ciri makhluk hidup, sedangkan di luar sel menunjukkan ciri bukan makhluk hidup.Bentuk virus berbeda beda ada yang bula, batang, polihidris dan seperti huruf T.


Sejarah Virus

Penelitian mengenai virus dimulai dengan penelitian mengenai penyakit mosaik yang menghambat pertumbuhan tanaman tembakau dan membuat daun tanaman tersebut memiliki bercak-bercak. Pada tahun 1883, Adolf Mayer, seorang ilmuwan Jerman, menemukan bahwa penyakit tersebut dapat menular ketika tanaman yang ia teliti menjadi sakit setelah disemprot dengan getah tanaman yang sakit. Karena tidak berhasil menemukan mikroba di getah tanaman tersebut, Mayer menyimpulkan bahwa penyakit tersebut disebabkan oleh bakteri yang lebih kecil dari biasanya dan tidak dapat dilihat dengan mikroskop.


Pada tahun 1892, Dimitri Ivanowsky dari Rusia menemukan bahwa getah daun tembakau yang sudah disaring dengan penyaring bakteri masih dapat menimbulkan penyakit mosaik. Ivanowsky lalu menyimpulkan dua kemungkinan, yaitu bahwa bakteri penyebab penyakit tersebut berbentuk sangat kecil sehingga masih dapat melewati saringan, atau bakteri tersebut mengeluarkan toksin yang dapat menembus saringan. Kemungkinan kedua ini dibuang pada tahun 1897 setelah Martinus Beijerinck dari Belanda menemukan bahwa agen infeksi di dalam getah yang sudah disaring tersebut dapat bereproduksi karena kemampuannya menimbulkan penyakit tidak berkurang setelah beberapa kali ditransfer antar tanaman.

Patogen mosaik tembakau disimpulkan sebagai bukan bakteri, melainkan merupakan contagium vivum fluidum, yaitu sejenis cairan hidup pembawa penyakit. Setelah itu, pada tahun 1898, Loeffler dan Frosch melaporkan bahwa penyebab penyakit mulut dan kaki sapi dapat melewati filter yang tidak dapat dilewati bakteri. Namun demikian, mereka menyimpulkan bahwa patogennya adalah bakteri yang sangat kecil.


Pendapat Beijerinck baru terbukti pada tahun 1935, setelah Wendell Meredith Stanley dari Amerika Serikat berhasil mengkristalkan partikel penyebab penyakit mosaik yang kini dikenal sebagai virus mosaik tembakau.Virus ini juga merupakan virus yang pertama kali divisualisasikan dengan mikroskop elektron pada tahun 1939 oleh ilmuwan Jerman G.A. Kausche, E. Pfankuch, dan H. Ruska.


Ciri-Ciri Virus

Berikut ini terdapat ciri-ciri virus, terdiri atas:

  1. Virus sendiri tidak memiliki sel satu pun dan sering di sebut sifat aseluler.
  2. Berkembangbiaknya menggunakan sel yang terdapat pada makhluk hidup lainnya.
  3. Virus ukurannya sendiri sekitar 20-300 milikron.
  4. Di dalam tubuhnya hanya ada satu macam asam nukleat saja kalau tidak DNA ya RNA.
  5. Virus dapat di bekukan dengan cara di kristalkan.
  6. Bentuknya sangat bervariasi dan juga beragam ada yang berbentuk heliks, kompleks, polihidris dan ada pula yang berbentuk sampul virus.
  7. Tubuh virus terdiri dari asam nukleat yang terlindungi dengan baik oleh kapsid.

Habitat Virus

Virus menunjukkan kehidupannya ketika ada di dalam sel makhluk hidup lain atau sel inangnya. Sel inangnya berupa makhluk hidup seperti bakteri, sel yang terdapat pada tumbuhan, hewan dan manusia dan juga pada mikroorganisme eukariot.


Struktur Virus

Virus merupakan organisme subselular yang karena ukurannya sangat kecil, hanya dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop elektron. Ukurannya lebih kecil daripada bakteri sehingga virus tidak dapat disaring dengan penyaring bakteri. Virus terkecil berdiameter hanya 20 nm (lebih kecil daripada ribosom), sedangkan virus terbesar sekalipun sukar dilihat dengan mikroskop cahaya.


Asam nukleat genom virus dapat berupa DNA ataupun RNA. Genom virus dapat terdiri dari DNA untai ganda, DNA untai tunggal, RNA untai ganda, atau RNA untai tunggal. Selain itu, asam nukleat genom virus dapat berbentuk linear tunggal atau sirkuler. Jumlah gen virus bervariasi dari empat untuk yang terkecil sampai dengan beberapa ratus untuk yang terbesar. Bahan genetik kebanyakan virus hewan dan manusia berupa DNA, dan pada virus tumbuhan kebanyakan adalah RNA yang beruntai tunggal.


Bahan genetik virus diselubungi oleh suatu lapisan pelindung. Protein yang menjadi lapisan pelindung tersebut disebut kapsid. Bergantung pada tipe virusnya, kapsid bisa berbentuk bulat (sferik), heliks, polihedral, atau bentuk yang lebih kompleks dan terdiri atas protein yang disandikan oleh genom virus. Kapsid terbentuk dari banyak subunit protein yang disebut kapsomer.


Untuk virus berbentuk heliks, protein kapsid (biasanya disebut protein nukleokapsid) terikat langsung dengan genom virus. Misalnya, pada virus campak, setiap protein nukleokapsid terhubung dengan enam basa RNA membentuk heliks sepanjang sekitar 1,3 mikrometer. Komposisi kompleks protein dan asam nukleat ini disebut nukleokapsid. Pada virus campak, nukleokapsid ini diselubungi oleh lapisan lipid yang didapatkan dari sel inang, dan glikoprotein yang disandikan oleh virus melekat pada selubung lipid tersebut.


Bagian-bagian ini berfungsi dalam pengikatan pada dan pemasukan ke sel inang pada awal infeksi.Kapsid virus sferik menyelubungi genom virus secara keseluruhan dan tidak terlalu berikatan dengan asam nukleat seperti virus heliks.


Struktur ini bisa bervariasi dari ukuran 20 nanometer hingga 400 nanometer dan terdiri atas protein virus yang tersusun dalam bentuk simetri ikosahedral. Jumlah protein yang dibutuhkan untuk membentuk kapsid virus sferik ditentukan dengan koefisien T, yaitu sekitar 60t protein. Sebagai contoh, virus hepatitis B memiliki angka T=4, butuh 240 protein untuk membentuk kapsid. Seperti virus bentuk heliks, kapsid sebagian jenis virus sferik dapat diselubungi lapisan lipid, namun biasanya protein kapsid sendiri langsung terlibat dalam penginfeksian sel.


Seperti yang telah dijelaskan pada virus campak, beberapa jenis virus memiliki unsur tambahan yang membantunya menginfeksi inang. Virus pada hewan memiliki selubung virus, yaitu membran menyelubungi kapsid. Selubung ini mengandung fosfolipid dan protein dari sel inang, tetapi juga mengandung protein dan glikoprotein yang berasal dari virus. Selain protein selubung dan protein kapsid, virus juga membawa beberapa molekul enzim di dalam kapsidnya.


Ada pula beberapa jenis bakteriofag yang memiliki ekor protein yang melekat pada “kepala” kapsid. Serabut-serabut ekor tersebut digunakan oleh fag untuk menempel pada suatu bakteri.Partikel lengkap virus disebut virion. Virion berfungsi sebagai alat transportasi gen, sedangkan komponen selubung dan kapsid bertanggung jawab dalam mekanisme penginfeksian sel inang.


Reproduksi Virus

Reproduksi virus secara umum terbagi menjadi 2 yaitu:


1. SIKLUS LITIK

  1. Siklus litik dari bakteriofage
  2. Adsorbsi & penetrasi
  3. Pengabungan DNA virus dengan DNA sel
  4. Replikasi DNA virus
  5. Pembentukan kapsid
  6. Pembentukan tubuh dan ekor bakteriofage
  7. Lisis

Siklus litik dalam virologi merupakan salah satu siklus reproduksi virus selain siklus lisogenik. Siklus litik dianggap sebagai cara reproduksi virus yang utama karena menyangkut penghancuran sel inangnya.Siklus litik, secara umum mempunyai 3 tahap yaitu adsorbsi & penetrasi, replikasi (biosintesis) dan lisis. Setiap siklus litik dalam prosesnya membutuhkan waktu dari 10-60 menit.


Tahap adsorbsi yaitu penempelan virus pada inang. Virus mempunyai reseptor protein untuk menempel pada inang spesifik. Setelah menempel, virus kemudian akan melubangi membran dari sel inang dengan enzim lisozim. Setelah berlubang, virus akan menyuntikkan DNA virusnya kedalam sitoplasma sel inang.


a) Replikasi (Biosintesis) 

Setelah disuntikkan kedalam sel inang, DNA dari virus akan menonaktifkan DNA sel inangnya dan kemudian mengambil alih kerja sel inang, lalu menggunakan sel tersebut untuk memperoleh energi dalam bentuk ATP untuk melanjutkan proses reproduksinya.DNA dari virus, akan menjadikan sel inang sebuah tempat pembentukan virus baru, kemudian DNA akan mengarahkan virus untuk menghasilkan protein dan mereplikasi DNA virus untuk dimasukkan ke dalam virus baru yang sedang dibuat.Molekul-molekul protein (DNA) yang telah terbentuk kemudian diselubungi oleh kapsid, kapsid dibuat dari protein sel inang dan berfungsi untuk memberi bentuk tubuh virus.


b) Lisis 

Tahap lisis terjadi ketika virus-virus yang dibuat dalam sel telah matang. Ratusan virus-virus kemudian akan berkumpul pada membran sel dan menyuntikkan enzim lisosom yang menghancurkan membran sel dan menyediakan jalan keluar untuk virus-virus baru. Sel yang membrannya hancur itu akhirnya akan mati dan virus-virus yang bebas akan menginvasi sel-sel lain dan siklus akan berulang kembali.


2. SIKLUS LISOGENIK

Siklus lisogenik dalam virologi merupakan siklus reproduksi virus selain siklus litik. Tahapan dari siklus ini hampir sama dengan siklus litik, perbedaannya yaitu sel inangnya tidak hancur tetapi disisipi oleh asam nukleat dari virus. Tahap penyisipan tersebut kemudian membentuk provirus. Siklus lisogenik secara umum mempunyai tiga tahap, yaitu adsorpsi dan penetrasi, penyisipan gen virus dan pembelahan sel inang.


Virus menempel pada permukaan sel inang dengan reseptor protein yang spesifik lalu menghancurkan membran sel dengan enzim lisozim, virus melakukan penetrasi pada sel inang dengan menyuntikkan materi genetik yang terdapat pada asam nukleatnya kedalam sel.


Asam nukleat dari virus yang telah menembus sitoplasma sel inang kemudian akan menyisip kedalam asam nukleat sel inang, tahap penyisipan tersebut kemudian akan membentuk provirus (pada bakteriofage disebut profage). Sebelum terjadi pembelahan sel, kromosom dan provirus akan bereplikasi.


Sel inang yang telah disisipi kemudian melakukan pembelahan, provirus yang telah bereplikasi akan diberikan kepada sel anakan dan siklus inipun akan kembali berulang sehingga sel yang memiliki profage menjadi sangat banyak.


Provirus yang baru dapat memasuki keadaan Litik dalam kondisi lingkungan yang tepat tetapi kemungkinannya sangat kecil. Kemungkinan akan bertambah besar apabila diberi agen penginduksi.


Peranan Virus dalam Kehidupan Sehari-Hari

Beberapa virus ada yang dapat dimanfaatkan dalam rekombinasi genetika. Melalui terapi gen, gen jahat (penyebab infeksi) yang terdapat dalam virus diubah menjadi gen baik (penyembuh) disebut vaksin. Contohnya pembuatan vaksin polio, rabies, hepatitis B, influenza, cacar, dan vaksin MMR (Measles, Mumps, Rubella) untuk cacar gondong, dan campak.


Pada umumnya virus bersifat rnerugikan. Virus sangat dikenal sebagai penyebab penyakit infeksi pada manusia, hewan, dan tumbuhan. Sejauh ini tidak ada makhluk hidup yang tahan terhadap virus. Tiap virus secara khusus menyerang sel-sel tertentu dari inangnya. Virus dapat menginfeksi tumbuhan, hewan, dan manusia sehingga menimbulkan penyakit.


Penyakit yang Disebabkan Oleh Virus

Virus dapat menyebabkan berbagai penyakit bagi manusia. Penyakit-penyakit ini, seperti :


  • Mata Belek

Mata-Belek

Penderita mengalami sakit mata yang sangat, mata berwarn amerah sekali dan mengeluarkan air mata, serta kotoran mata yang banyak. Biasanya mata penderita agak mambengkak. Penyakit demikian sering disebut sebagai mata belek atau belekan.


  • Influenza

Influenza

Penyakit ini menyerang semua manusia. Ada lebih dari 200 macam virus penyebab penyakit influenza yang telah diketahui. Virus influenza sebenarnya menyerang saluran napas bagian atas, hingga timbul ingus, batuk, suhu tubuh meningkat, nyeri otot, demam, dan selera makan hilang. Penyakit ini sebenarnya tidak menimblkan kekebalan pada tubuh. Orang yang baru saja sembuh dari influenza dapat terserang lagi. Sebenarnya orang tersebut sudah kebal terhadap virus influenza yang baru menyerangnya. Jadi, influlenza yang dideritanya kemudian disebabkan oleh virus influlenza yang lain. Untuk menangkalnya, usahakan tubuh tetap sehat dengan makan dan istirahat yang cukup.


Virus influlenza berbentuk bola. Asam nukleatnya terdiri dari 8 bagian RNA yang beebeda di dalam kapsid. Kapsid terdiri dari membran protein dan molekul glikoprotein. Virus flu burung termasuk virus influlenza.


  • Polio

Polio

Polio umumnya menyerang anak-anak. Gejalanya adalah demam, sakit kepala, tidak enak badan, mengantuk, sakit tenggorokan, mual, muntah, dan kadang disertai juga kaku leher dan tulang belakang. Penyakit ini dapat disembuhkan. Polio dapat menyebabkan kelumpuhan bila virus menyerang selaput otak (meninges) dan merusak sel saraf di otak depan. Bila sel saraf itu berhubungan dengan serabut motor saraf tepi, dapat membuat penderita lumpuh.

Masa inkubasi virus ini 3-35 hari, tapi umumnya antara 7-14 hari. Sumber utama virus ini ialah dari usus orang yang terinfeksi. Feses orang tersebut mengandung virus polio yang dapat menular lewat mulut melalui makanan yang terkontaminasi olehnya. Di awal infeksi, penyakit ini dapat disebarkan melalui infeksi saluran pernapasan. Vaksin polio adalah vaksin salk dan sabin. Vaksin salk berfungsi mamproduksi antibody di serum. Vaksin menetralkan virus yang virulen (mampu menginfeksi) saat memasuki aliran darah dan mencegah serangan ke sistem saraf pusat. Sementara vaksin sabin mengandung virus polio yang sudah dilemahkan.


  • Cacar

Cacar

Cacar menyerang tubuh dan menyebabkan luka disekujur tubuh. Jika sembuh, meninggalkan bopeng pada tubuh dan wajah. Virus cacar berbentuk seperti bata yang dilapisi oleh dua membran. Inti virus terdiri dari pita ganda DNA. Virus ini dapat bertahan hidup di luar sel inang. Cacar adalah penyakit yang akut, fatal, dan sering epidemik. Cacar menginfeksi tubuh melalui saluran pernapasan. Gejala awalnya adalah menggigil, demam, sakit kepala, sakit punggung, dan lesu. Luka pertama muncul di wajah kemudian menyebar ke lengan atas, tangan, dan anggota badan. Masa inkubasi virus ini biasanya 12-16 hari.


Sumber infeksi adalah orang terinfeksi. Penyebaran penyakit terjadi melalui konta langsung, sekresi mulut, hidung, dan benda terkontaminasi virus tersebut seperti tempat tidur dan selimut. Cacar dapat diatasi dengan memberi vaksin cacar.


  • Hepatitis

Hepatitis

Virus menyerang hati penderita hingga mmbengkak, mengakibatkan empedu beredar ke seluruh tubuh sehingga kulit dan bola mata penderita berwarna kuning. Itulah sebabnya penyakit ini disebut penyakit kuning. Ada 3 macam virus yang menyerang yaitu virus A, B, dan non A- B. virus non A-B penyebab hepatitis C. yang paling berbahaya adalah virus B. Hepatitis menyebabkan kerusakan hati yang mengakibatkan cairan darah masuk ke dalam rongga perut. Perut penderita menjadi besar karena terisi cairan tubuh dan darah.


Penularannya melalui makanan dan minuman yang tercemar virus atau melalui perlengkapan makan dan minum yang tidak bersih. Saat ini sudah ditemukan vaksin untuk menangkalnya. Agar tidak terserang, usahakan agar setiap anak mengikuti program imunisasi hepatitis, juga perlu mengikuti imunisasi penyakit lainnya yang diadakan secara bertahap. Selain itu hindari makanan dan minuman di warung atau tempat-tempat yang tidak higienis.


  • Campak (Morbili)

Campak

Campak biasanya menyerang anak-anak. Gejala campak adalah demam tinggi,m mengigau, batuk, mata pedih bila terkena cahaya, dan rasa ngilu di seluruh tubuh. Di awal fase inkubasi, virus berkembang biak di saluran pernapasan atas. Di akhir fase inkubasi, virus menuju ke darah dan beredar ke seluruh bagian tubuh, terutama kulit. Infeksi virus campak sering diikuti dengan infeksi sekunder oleh bakteri penyebab pneumonia dan infeksi telinga.


  • Rabies (Anjing Gila)

Rabies

Virus rabies menyerang sistem saraf pusat penderita. Virus rabies berbentuk seperti peluru dan dapat menginfeksi semua hewan berdarah panas, misalnya anjing, kelelawar, serigala, dan kucing. Gejala rabies pada manusia adalah seperti sakit kepala, gugup, demam, lesu, dan lumpuh. Kemudian diikuti mengigau, tertawa tanpa sebab, dan koma. Penderita mengalami hidrofobi (takut air).


Infeksi dapat terjadi karena gigitan hewan yang terinfeksi, atau karena kontak luka terbuka dengan ludah hewan yang terinfeksi. Masa inkubasi antara 10-14 hari sampai beberapa bulan. Pengobatannya adalah denagn pemberian vaksin rabies.


  • Herpes Simplex

Virus ini menyerang membran lendir di mulut, alat kelamin, mata, dan kulit. Kulit yang terserang terasa sakit dan panas, memerah, melepuh.


Ada dua tipe virus penyebab herpes, yaitu HSV tipe 1 dan HSV tipe 2. Tipe


1 biasanya menyerang bibir, mulut, hidung, dagu, dan pipi. Umumnya menginfeksi bayi dan anak-anak. Virus ini dapat berpindah melalui ciuman, berbagi alat makanan, dan handuk. Tipe 2 menyerang alat kelamin dan ditularkan melalui hubungan seksual.


  • Gondong

Gondong

Gondong (parotitis) berbeda dengan gondok akibat kekurangan yodium. Gondong disebabkan karena serangan virus RNA, yang dapat menyerang otak, pankreas, kelenjar parotid (di leher), dan jantung. Infeksi pada kelenjar parotid menimbulkan bengkak di belakang telinga dalam waktu 18-21 hari setelah infeksi. Penyakit ini mudah menular ke orang lain melalui hidung dan mulut. Akan tetapi jika seseorang telah sembuh dari penyakit gondong, dia akan memiliki kekebalan terhadap penyakit ini.


  • Kanker

Ada kanker yang disebabkan oleh virus, ada yang disebabkan oleh faktor lain. Virus yang menyerang dapat mengakibatkan sel pemderita membelah terus-menerus menjadi kanker.


  • AIDS (Acquired Immuno Deficiency Syndrome)

Acquired Immuno Deficiency Syndrome artinya hilangnya sistem kekebalan. Penyebabnya adalah virus HIV (Human Immunodeficiency Virus). Virus masuk ke dalam darah, menyerang sel-sel putih T4, yaitu sel darah putih yang dapat menawarkan racun penyakit yang masuk ke dalam tubuh. Jika tubuh terinfeksi HIV maka sel T4 akan hancur dan tubuh tidak mampu lagi melawan bibit penyakit.


Karena merupakan virus lisogenik, virus HIV memerlukan waktu sektar 8 tahun untuk menghancurkan sistem kekebalan tubuh penderita. Jika kekebalan tubuh penderita telah runtuh, maka bakteri yang tidak berbahaya bagi orang lain sudah dapat mengakibatkan penderita terserang penyakit. Seprti halnya penyakit yang disebabkan oleh virus, penyakit AIDS belum ada obatnya. Karena belum ditemukan obatnay, maka penderita tinggal menunggu waktu ajal yang akan tiba.


HIV ditularkan melalui hubungan seksual, tranfusi darah, jarum suntik. Ibu yang mengidap HIV dapat menularkan HIV kepada bayi dalam kandungannya. Sringkali penderita tidak merasa sakit nmeskipun telah terlacak adanya virus di dalam tubuhnya. Namun secara perlahan, gejala AIDS muncul. HIV tidak menular melalui jabat tanagn, ciuman, dan peralatan rumah tangga. Cara menghindari HIV, yaitu :

  1. Tidak melakukan seks bebas,
  2. Menghindari narkoba, dan
  3. Mendapat donor darah dari orang yang sehat.

  • Penyakit Ebola

Penyakit-Ebola

Virus ebola pada awalnya menyerang sejenis kera di hutan belantara Afrika. Disebut virus ebola karena ditemukann di sungai Ebola di Zaire, Afrika. Pada tahun 1976 diketahui bahwa virus ini dapat menyerang manusia dan menimbulkan kematian. Penderita mengalami pendarahan di sekujur tubuhnya. Pada manusia, mula-mula virus tersebut menyerang sel darah putih makrofag dan jaringan fibroblast. Virus menetap dan berkembang biak di jaringan tersebut. Selanjutnya virus menyebar menembus organ-organ tubuh dan menyerang lapisan endothelium serta jaringan ikat di bawahnya.


Setelah seminggu penderita mengalami pendarahan di dalam tubuhnya, pendeita akan mengalami kerusakan ginjal dan hati. Pada saat seperti ini penderita mengalami demam, sakit kepala yang hebat, dan merasa sangat capai. Berikutnya penderita mengalami pengumpulan darah dan pendarahan, baik di dalam tubuh maupun di bagian luar tubuhnya, hingga akhirnya tak tertolong lagi.


  • Demam Berdarah

Demam-Berdarah

Demam berdarah disebabkan oleh virus dengue, yang termasuk genus Flavivirus. Ada beberapa subtype virus ini, misalnya DEN-1, DEN-2, DEN-3, dan DEN-4. virus ditularkan melalui nyamuk Aedes aegypti. Gejala penyakit ini adalahn demam atau panas tinggi, sakit kepala, timbul bercak kemerahan pada kulit, mimisan, dan pada tingkat yang lebih parah terjadi pendarahan pada organ-organ tubuh sehingga dapat menyebabkan kematian. Pendarahan terjadi karena virus menyebabkan trombosit (zat pembeku darah) mengalami penurunan jumlah.


  • Cacar Air & Herpes Zoster

Cacar air dan herpes zoster disebabkan oleh virus yang sama, yaitu Herpes virus varicellae. Cacar air pada anak-anak adalah penyakit rinagn, tetapi pada orang dewasa dapat menyebabkan kematian. Masa inkubasi cacar air antara 14-16 hari. Virus terdapat di lender saluran pernapasan dan kemudian masuk ke darah dan beredar ke tubuh, terutama kulit. Gejala cacar air adalah demam, terbentuk gelembung kulit kering. Jika tidak terjadi infeksi bakteri luka akn sembuh tanpa berbekas.


Herpes zoster adalah infeksi saraf sensorik oleh H. varicellae. Herpes zoster terjadi pada orang dewasa yang pernah terkena cacar air pada saat kecil. Infeksi zoster sangat pedih dan hanya terdapat di sepanjang saraf sensori yang terinfeksi. Penderita dapat lumpuh bila infeksi terjadi di sum-sum tulang belakang, tetapi umumnya dapat sembuh dalam 2-4 minggu. Kedua penyakit tersebut saling berkaitan. Setelah cacr air sembuh, virus tinggaldi jaringan saraf. Virus tersebut dapat menjadi aktif dan bila kondisi tubuh penderita lemah dapat menimbulkan herpes zoster.


  • Pilek (Selesma)

Pilek

Pilek di sebarkan oleh ludah penderita yang terinfeksi dan dari kontak langsung. Gejala penyakit ini tampak dalam waktu 12-28 jam setelah terinfeksi. Gejalanya adalah tenggorokan kering, mata berair, hidung mengeluarkan cairan, dan membran hidung membesar sehingga susah bernapas. Pilek adalah penyakit ringan dan tidak berbahaya. Yang perlu diwaspadai adalah infeksi sekunder oleh bakteri. Pilek tidak dapat diobati dengan antibiotik. Antibiotik hanya berguna untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh bakteri.


Selain menyerang manusia, virus juga ada yang menyerang hewan dan tanaman. Virus yang menyerang hewan, misalnya rabies pada anjing, kucing, dan monyet, juga penyakit kuku dan mulut pada ternak sapi, serta penyakit sampar pada ayam (tetelo). Penyakit-penyakit ini dapt menyebabkan kematian pada hewan yang terinfeksi oleh penyakit-penyakit tersebut.


Sedangkan pada tumbuhan, misalnya penyakit mosaik (bercak-bercak warna kuning) pada tembakau, tomat, dan kentang, juga penyakit degenerasi pembuluh tapis pada jeruk, serta penyakit kerdil atau penyakit tungro pada padi, yang menyebabkan pertumbuhan padi terhambat.


Cara Penularan dan Pencegahan Penyakit Virus

Sebagian besar virus masuk ke tubuh manusia melalui mulut dan hidung, sebagian melalui kulit yang luka. Sebenarnya di dalam tubuh kita terdapat sistem pertahanan yang dapat menyerang virus yang masuk ke tubuh.


Obat-obatan antibiotic yang digunakan dalam memerangi penyakit infeksi oleh bakteri tidak dapat digunakan untuk mematikan virus. Sebenarnya obat antibiotik hanya berguna untuk mematikan bakteri penyebab infeksi sekunder yang sering menyertai penyakit oleh virus. Virus itu sendiri hanya dapat dilawan oleh daya tahan tubuh kita (antibody).


Terbentuknya antibody di dalam tubuh dapat dirangsang secara buatan. Untuk merengsang seltubuh membentuk antibody, tubuh di beri vaksin atau bibit penyakit yang sudah dilemahkan. Setelah tubuh membentukl antibody, tubuh akan kebal terhadap serangan penyakit. Virus juga dapat dibuat vaksin, misalnya vaksin polio, hepatitis, rubella, dan cacar. Vaksin merangsang sel-sel limfosit untuk menghasilkan antibody. Jadi, vaksin dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh.


Daftar Pustaka:

  • Syamsuri, Istamar dkk. 2004. Biologi untuk SMA kelas X. Malang. Penerbit Erlangga.

Demikianlah pembahasan mengenai Virus adalah – Sejarah, Ciri, Habitat, Struktur, Reproduksi, Peranan, Penyakit dan Cara semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya.


Baca Juga :

Mungkin Dibawah Ini yang Kamu Butuhkan