Arthropoda – Peranan, Makalah, Klasifikasi, Struktur Dan Gambarnya

Arthropoda – Peranan, Makalah, Klasifikasi, Struktur Dan Gambarnya

Arthropoda Adalah – Peranan, Makalah, Klasifikasi, Struktur Dan Gambarnya – DosenPendidikan.Com – Arthropoda adalah filum yang paling besar dalam dunia hewan yang mencakup seperti serangga, laba-laba, udang, lipan maupun hewan sejenis yang lainnya.


Arthropoda ini biasanya dapat ditemukan di laut, air tawar, darat dan lingkungan udara dan termasuk berbagai bentuk simbiosis dan parasit. Kata Arthropoda ini berasal dari bahasa Yunani yang “Arthron” berarti “ruas, buku” atau “segmen” dan “podos” berarti “kaki” yang disatukan akan berarti “kaki yang berbuku-buku”. Dalam hal ini Arthropoda dikenal dengan sebutan hewan berbuku-buku atau hewan yang beruas.


Arthropoda Beserta Ciri Dan Peranan


Arthropoda

Arthropoda (arthros = ruas, podos = kaki) adalah hewan yang memiliki kaki berbuku-buku. Filum Arthropoda memiliki jumlah species paling besar yaitu sekitar 75% dari seluruh hewan yang ada didunia atau 3 dari 4 hewan adalah arthropoda. Arthrophoda memiliki rangka luar (eksoskeleton) yang berupa kutikula yang terdiri dari protokutikula yang tebal dan terdapat bagian dalam, serta epikutikula yang tipis dan terdapat di bagian luar.


Arthropoda memiliki beberapa karakteristik yang membedakan dengan filum yang lain yaitu : Tubuh bersegmen; segmen biasanya bersatu menjadi dua atau tiga daerah yang jelas.

Loading...

Tubuh bersegmen

A. Laba-laba, B. Lipan, C. Udang D. Kepiting, E. Belalang Sembah, F. Kumbang


Jika hewan-hewan tersebut dipegang tubuhnya agak keras, karena permukaannya ditutupi oleh rangka luar (eksoskeleton) yang terdiri dari zat kitin. Tubuh da­pat dibedakan atas kepala, dada, dan perut. Pada udang dan kepiting, kepala dan dada menjadi satu sehinga dise­but kepala-dada (cephalothorax). Pada lipan dada tidak dijumpai, tubuh hanya terdiri atas kepala dan perut. Tubuh Arthropoda adalah simetris bilateral, maksudnya jika tubuh­nya dibagi dua bagian, maka diperoleh dua bagian yang sama, balk bentuk maupun bagian-bagian yang dimiliki.


Seluruh anggota Arthropoda mempunyai kaki de­ngan jumlah yang berbeda. Jumlah kaki pada belalang dan kumbang terdiri atas tiga pasang,labah-labah empat pasang, sedangkan lipan dan udang mempunyai kaki hampir pada semua ruas tubuhnya.


Sebagian dari Arthropoda mempunyai sayap sehingga hewan ini dapat terbang, mi­salnya: belalang dan kumbang. Biasanya jumlah sayap dua pasang. Pada kepala dijum­pai dua macam mata, yaitu mata yang kecil disebut mata tunggal (ocelus) dan mata yang besar disebut mata majemuk (mata facet). Alat peraba dan pengecap berbentuk antena.


Ukuran dan bentuk tubuh:

  • Ukuran tubuh bervariasi dari yang berukuran kecil (dalam mm) sampai yang berukuran besar (dalam meter)
  • Bentuk tubuh beruas-ruas dan tubuh dibedakan atas daerah kepala (caput), dada (thoraks) dan perut (abdomen).

Belalang

  1. Kepala : Terdapat mata, sepasang antena, serta sepasang rahang
  2. Thorax : Bagian dimana terdapat 3 pasang kaki dan sayap
  3. Abdomen : Biasanya terdapat sepasang spirakel pada tiap ruasnya, serta biasanya diujungnya terdapat alat kelamin serangga

Baca Juga : Ciri-Ciri Dan Peranan Pisces ( Ikan ) Beserta Penjelasannya


Struktur dan Fungsi Tubuh Arthropoda

  • Alat indra pada hewan arthropoda berkembang dengan baik seperti indra penglihatan, penciuman, antena untuk peraba dan penciuman, sebagian besar terletak dibagian anterior tubuh.
  • Sistem peredaran darah terbuka, darah berupa hemolimphe dan mempunyai jantung pembuluh.
  • Sistem respirasi arthropoda yang hidup di air dengan menggunakan insang, dan permukaan tubuh, sedangkan yang hidup di darat menggunakan sistem trakea dan paru-paru buku.
  • Sistem ekskresi dengan menggunakan pembuluh Malpighi atau kelenjar hijau. Tabung kosong yang masuk kanal alimentari dan material hasil ekskresi melintas keluar lewat anus.
  • Sistem syarafnya tangga tali. Terdiri atas sebuah ganglion anterior atau otak yang berlokasi di atas kanal alimentari.

Arthropoda sudah memiliki sistem pencernaan makanan yang sempurna, seperti mu­lut, kerongkongan, lambung, usus, dan anus. Makanan mengalami pencernaan secara mekanis dan secara kimia. Pencernaan berlangsung di luar sel (ekstra seluler). Beberapa jenis hewan mengsekresikan enzim hidrolisis ke dalam tubuh mangsa untuk menimbulkan pencernaan partial sebelum makanan itu dimasukkan ke dalam tubuh, misalnya labah­labah dengan menusukkan alat sengat dan memancarkan cairan pencernaan dari kelen­jar bisa.


Sistem peredaran darah Arthropoda meliputi jantung dan arteri, sedangkan vena (pembuluh balik) tidak ada. Peredaran darah Arthropoda adaiah peredaran darah terbuka. Darah kembali ke jantung melalui rongga-rongga tubuh (hemocoel).


Sistem saraf memanjang sepanjang tubuh. Setiap ruas dilengkapi dengan ganglion. Ganglion-ganglion tersebut terletak di bawah saluran pencernaan makanan, kecuali gang­lion otak (supraesopangeal). Setiap ganglion mengadakan percabangan-percabangan. Urutan ganglion-ganglion itu adalah mulai dari ganglion otak (supraesopangeal), ganglion bawah kerongkongan (subesopangeal) sampai ganglion ruas-ruas tubuh. Ganglion-gang­lion tersebut dihubungkan oieh benang saraf sehingga membentuk seperti tangga, karenanya sistem saraf ini disebut sistem saraf tangga tali.


Pernapasan dengan insang bagi yang tinggal di air. sedangkan tracheae dan paru­paru buku bagi yang tinggal di darat. Pertukaran udara juga dapat dilakukan melalui per­mukaan tubuh. Susunan ototnya kompleks, hal ini penting untuk mengadakan gerakan. Alat pengeluaran atau ekskresi adalah buluh Malphigi dan kelenjar hijau atau nepridium.


Jika hewan-hewan itu sempat diamati perkembangan hidupnya, akan ditemukan ciri lain, yaitu kebanyakan hewan ini mengalami pengelupasan kulit (ekdisis). Dengan melepaskan rangka yang lama dan menggantinya dengan rangka baru yang lebih besar memungkinkan hewan tersebut menjadi lebih besar.

Baca Juga : Pengertian Keanekaragaman Hayati Beserta Macam-Macamnya


Klasifikasi Arthropoda

Sub Filum Chelicerata

Chelicerata adalah subfilum dari anggota hewan tak bertulang belakang yang termasuk dalam filum Arthropoda.  Chelicerata berasal dari bahasa Yunani chele berarti capit dan keros yang artinya tanduk.

Chelicerata

Chelicerata merupakan semacam kelompok besar yang memayungi jenis-jenis laba-laba, kalajengking, kalajengking semu, kalacuka dan bahkan mimi dan mintuno. Kelompok Chelicerata ini dikenal karena anggotanya mempunya alat mulut berupa chelicera yang terdiri dari dua segmen.


Berbeda dengan kelompok serangga, kaki seribu, dan lipan yang menggunakan alat mulut berupa mandibula dan maxilla yang terdiri dari lebih dari dua ruas. Kebanyakan anggotanya berukuran kecil dan terdapat di daerah yang kering dan hangat, namun beberapa hidup di perairan. Chelicerata termasuk dalam filum Arthropoda.


Saat ini, jumlah jenis yang dikenal hidup dan sudah ditemukan lebih dari 100.000 jenis telah diberi nama. Termasuk didalamnya jenis yang sangat mega-diverse yaitu Acari dan laba-laba (Araneae) yang dari tahun ke tahun jumlah temuan jenis baru terus meningkat secara drastis. Saat ini, dikenal ada sekitar 2000 jenisfosil Chelicerata dan hampir lebih dari 3/4 jumlahnya adalah kelompok Arachnida.


Chelicerata diduga mempunyai nenek moyang yang hidup di dalam air. Namun, jenis-jenis chelicerata dari laut maupun air tawar saat ini sangat jarang ditemukan dan hanya terbatas pada laba-laba laut dan mimi dan mintuno (horseshoe crabs) serta beberapa akuatik Acari dari kelompok Hydracari. Konon, kelompok yang pertama kali diyakini hidup di daratan adalah kalajengking.


Banyak jenis Chelicerata yang mempunyai kelenjar racun yang terdapat dirahang atau taring racun sebagai sarana untuk membunuh mangsa, kemudian menghisap cairan tubuh atau jaringan lunaknya. Gigitan atau sengatan berbagai jenis laba-laba atau kalajengking menimbulkan kesakitan bahkan kematian. Beberapa jenis tungau merupakan hama tumbuhan dan jenis lainnya, juga sebagai parasit pada manusia dan ternak atau menjadi inang perantara berbagai protozoa dan virus yang menyebabkan penyakit tertentu.

Baca Juga : Penjelasan Macam-Macam Pekembangbiakan Makhluk Hidup


Klasifikasi Chelicerata

Berdasarkan klasifikasinya chelicerata terdiri atas kelas

  1. Arachnida
  2. Pycnogonida
  3. Xiphosura

Adapun beberapa kelas yang sudah punah yaitu, Eurypterida dan Chasmataspidida.


Arachnida

Arachnida merupakan kelas dari filum arthropoda dan subfilum Chelicerata. Semua arachnida memiliki delapan kaki, meskipun di beberapa spesies pasangan depan dapat mengkonversi untuk fungsi sensorik. Istilah ini berasal dari bahasa Yunani yaitu dari kata Arachne,yang berarti laba-laba (Dunlop, 2008).


Hampir semua masih ada arachnida adalah terestrial. Namun, beberapa mendiami lingkungan air tawar dan, dengan pengecualian dari zona pelagik , lingkungan laut juga. Mereka terdiri lebih dari 100.000 nama spesies, termasuk laba-laba, kalajengking, harvestmen, kutu, tungau dan solifugae.


Ciri-cirinya

  1. Abdomen tidak memiliki apendik sebagai alat gerak
  2. Matanya sederhana
  3. Tubuh tertutup kutikula
  4. Dilengkapi bulu-bulu indera atau sisik
  5. Pedipalpi biasanya sebagai alat indera
  6. Tidak mempunyai insang
  7. Umumnya ovipar
  8. Tidak ada metamorfosa kecuali pada Acarina
  9. Hidup di darat

Bagian tubuh Aracnida di bagi menjadi dua segmen yaitu prosoma (cephalothorax) dan ophisthosoma (perut) yang dilindungi oleh karapas. Hewan ini memiliki empat pasang kaki, Arachnida memlki pedipalpus yang tampak seperti kaki, pedipalpus berfungsi sebagai alat untuk mencari makanan bagi arachnida.


Pycnogonida

Pycnogonida merupakan hewan avertebrata akuatik dari filum Arthropoda dan subfilum Chelicerata. Pycnogonida dikenal sebagai laba-laba laut (Sea Spider). Pycnogonida dapat di temukan di wilayah perairan Australia, Selandia Baru, Laut Mediterania dan Laut Karibia (Anonim, 2011).


Ciri-cirinya

  1. Warna tubuh gelap dan kusam
  2. Tubuh panjang dan langsing
  3. Berukuran 1-90 cm
  4. Tubuhnya bersegmen
  5. Hidup di perairan dengan kedalaman 7000 m
  6. Memiiki empat pasang kaki

Pycnogonida mempunyai tubuh yang bersegmen, langsing dengan kaki yang panjang. Tubuh terdiri dari kepala, thorax (dada) dan abdomen (perut). Pada bagian kepala terdapat mata yang sewaktu-waktu dapat menhilang. Hewan ini memiliki empat pasang kaki tetapi ada beberapa spesies yang memiliki lima sampai enam pasangg kaki.


Xiphosura

Xiphosura sering dikenal dengan sebutan Mimi (jantan) dan Mituno (betina) di jawa. Bentuk dari hewan ini mirip dengan tapal kuda sehingga Xiphosura dikenal Horse Shoe Crab atau kepiting tapal kuda, meskipun hewan ini disebut keiting tetapi hewan ini bukanlah kepiting yang sesungguhnya (Olovia, 2010)


Ciri-cirinya

  1. Hidup di perairan laut dangkal
  2. Dapat mencapai panjang 60cm
  3. Berwarna coklat tua atau hijau kecoklatan
  4. Bentuk tubuh cembung
  5. Karapas berbentuk sepatu kuda yang menutup prosoma
  6. Pada bagian dorsal terdapat sepasang mata majemuk dan sepasang mata sederhana

Xiphosura mempunyai bentuk tubuh yang cembung karapas berbentuk sepatu kuda yang tetutup cephalotorax sehingga orang Amerika menyebutnya “Horseshoe Crab” (kepiting tapal kuda) dan orang inggris menyebutnya “King Crab” (kepiting raja). Pada bagian karapas terdapat sepasang mata majemuk dan sepasang mata sederhana.


Pada sisi bawah cephalotorax terdapat enam pasang apendiks dimana apendiks pertama disebut chelicerae dan apendiks kedua pedipalpi. Tubuh dibagi menjadi cepholothorax anterior dan posterior. Berbentuk berbentuk spike atau telson, berfungsi sebagai alat untuk menggali di pasir dan tuas jika menemukan dirinya terbalik.

Baca Juga : Penjelasan Klasifikasi Hewan Invertebrata Beserta Ciri-Cirinya


Fisiologi

Sistem Respirasi

Dilakukan melalui enam pasang pelengkap melekat pada bagian bawah perut yang disebut buku insang. Pasangan pertama, disebut operculum, malindungi lima lainnya pasangan yang organ pernapasan dan rumah pembukaan kelamin pori-pori dimana telur dan sperma dilepaskan dari tubuh.


Sistem Reproduksi

Arachnida memiliki satu atau dua buah gonad. Gonad terletak dibagian perut (abdomen). Alat kelamin arachnida terletak di bawah segmen perut (abdomen) kedua. Pada saat reproduksi arachnida jantang mentrasfer sperma kepada betina melalui spermatophore.


Pada Xiphosura gonad jantan terletak didekat permukaan dorsal prosoma sedang, telur di jumpai dalam ovarium. Apabila telur betina sudah matang maka akan terlihat pada saluran genital. Sebelum terjadi pemijahan sebagian besar hasilmetabolisme di gunakan untuk perkembangan gonad. Berat gonad bertambah sejalan degan meningkatnya diameter telur, dan berat maksimum dicapai saat akan pemijahan berlangsung sampai selesai. Pertumbuhan gonad terjadi jika terdapatkelebihan energi untuk pemeliharan tubuh, sedangkan kekurangan energi dapat menyebabkan telur mengalami pori-pori ditutupi tubuh.


Seluruh spesies mimi mempunyai sepasang lubang pengeluaran telur, pada permukaan posterior operculum. Sepasang saluran pengeluaran telur utama dijumpai menuju kearah operculum dan ke dalam prosoma. Saluran pengeluaran telur utama tersebut terbagi menjadi dua cabang utama.


Reproduksi pada pycnogonida adalah seksual yang dilakukan dengan cara fertilisasi eksternal yaitu dengan pembuahan di luar tubuh. Pycnogonida jantan akan mengeluarkan sperma ke perairan kemudian betina akan membuka oviger dan mengeluarkan telur.


Larva Pycnogonida terbagi menjadi empat jenis larva. Larva biasa akan menempelpada kaki pycnogonida jantan sampai larva ini memilik dua sampai tiga pasang kaki. Larva kista adalah larva yang menenpel pada polyph coelenterata, larva ini merupakan parasit. Dari larva-larva pada pycnogonida yang paling umum adalah larva protonymphon, karena larva ini akan hidup bebas dan akan tumbuh menjad dewasa tanpa bantuan induknya (J. A. Dunlop & C. P. Arango, 2005).


Peredaran Darah

Rongga tubuh utama adalah system peredaran darah terbuka, dimana darah dipompa ke haemocoel dengan hati yang terletak didekat punggung hati Pycnogonida memiliki sistem peredaran darah terbuka yaitu peredaran darah tanpa melalui pembuluh darah. Hewan ini memiliki jantung yang terletak di bagian abdomen.


Pencernaan Makanan

Limulus polyphemus adalah pemulung omnivora, memakan kerang-kerang kecil, mollusca, cacing, ikan mati dan ganggang. Mereka makan melalui mulut yang terletak didasar kaki, yang ditutupi  bulu tebal yang mengarahkan ke dalam digunakan untuk menggiling makanan. Makanan ini kemudian didorong kemudian oleh chelicerae yang kemudian jatuh kekerongkongan dan melewati ke dalam perut dan usus, dilanjutkan melalui anus terletak disisi ventral didepan telson (Olivia, 2010).


Pycnogonida bersifat karnivora dan scavenger, pencernaannya bersifat intraselular yaitu makanan akan dimasukan kedalam mulut dengan menggunakan chelicerae kemudian akan diserap oleh dinding sel dan diproses secara kimiawi oleh enzim-enzim (Anonim, 2011). Arachnida bersifat karnivora dan memakan hewan-hewan kecil, makanan akan di tangkap  oleh pedipalpus atau chelicerae kemudian dimasukkan ke mulut, setelah di dalam mulut makanan kemudian masuk ke pharynx lalu esophagus lalu perut dan akan akan di keluarkan melalui anus.


Ekskresi

Semua Chelierata akan mngeluarkan Limbah makanan melalui anus, untuk Xiphosura terletak disisi ventral didepan telson (ekor), pada Pycnogonida anus terletak di bagian punggung dan Arachnida anus terletak di bagian belakang perut.


Sistem Pertahanan Diri

Banyak jenis Chelicerata yang mempunyai kelenjar racun yang terdapat dirahang atau taring racun sebagai sarana untuk membunuh mangsa, kemudian menghisap cairan tubuh atau jaringan lunaknya. Tidak ada pertahanan diri dari mimi tersebut, karena tidak ada predator yang memangsanya, kecuali manusia yang menangkapnya sebagai pakan ikan. Pycnogonida dan Arachnida memiliki alat pertahanan diri berupa chelicerae.


Manfaat dan Kerugian Chelicerata

Manfaat Chelicerata Dalam Perikanan dan Ekologi

Chelicerata dapat dijadikan pakan ikan terutama pada daging dan telur Xiphosura. Hewan ini juga berperan penting dalam keseimbangan ekosistem perairan dan juga sebagai dekomposer.


Manfaat Chelicerata Dalam Dunia Medis

Mimi merupakan bahan baku dalam industri farmasi, karena ekstrak plasma darahnya (haemocyte lysate) banyak digunakan dalam studi biomedis, farmasi, dan ilmu lingkungan. Hal ini dikarenakan pada plasma yang dapat mengendap darah yang mengandung endotoksin. Plasma darah mimi telah diproduksi secara masal di Amerika dari genus Limulus di Jepang dan Cina dari genus Tachyplus.


Ekstrak plasma darah Limulus Amoebocyte Lysate dapat digunakan untuk mendiagnosa penyakit meningitis. Mengingat mimi merupakan slah satu langka yang perlu dilindungi dan atas dasar pertimbangan prospek pemanfaatnya sebagai bahan baku industri farmasi, diperkirakan dimasa mendatang populasinya akan terus berkurang, sehingga perlu dirintis usaha pembenihan maupun restocking guna menjaga kelestarian.


Kerugian Chelicerata

Ada beberapa kerugian dari chelicerata antara lain, dapat menularkan virus west nile (WNV), virus ini ditularkan oleh arachnida, kemudian sebagai parasit pada coelenterate. Tungau merupakan hama bagi berbagai jenis tumbuhan dan juga hewan ternak.


Sub Filum Crustacea

Karakteristik

  • Crustacea adalah hewan akuatik (air) yang terdapat di air laut dan air tawar.
  • Tubuh 5 ruas kepala (plus acron), torak, dan abdomen
  • Kepala: acron pragesental, somit antenula,antena, mandibula, maksila, maksilula, torakomer
  • Terdapat karapas
  • Alat gerak multiartikulata, biramus, uniramus
  • Mandibula multiartikulata, biasanya berfungsi sebagai gnathobasic
  • Pertukaran udara secara difusi melalui branchida (insang)
  • Ekskresi dengan struktur nefridial (kelenjar antena, kel. maksila)
  • Mata tunggal dan majemuk terdapat pada sebagian besar takson
  • Lambung dengan sekum (ceca)

Morfologi Crustacea

  1. Tubuh terdiri atas kepala (cephalon), toraks dan abdomen
  2. Dua pasang antena, mata majemuk bertangkai, tidak melihat.
  3. Karapaks dikepala
    • Melebar keluar torak: cephalotorak
    • Melebar ke bawah kepala: rostum
    • Alat gerak dikepala: antenula (antena pertama), antena, mandibula, maksilula, maksillae (maksila kedua)

Morfologi Crustacea

Klasifikasi

  • Remipedia

Remipedes, sekelompok Crustacea laut langka pertama kali dijelaskan pada tahun 1981 , terjadi hanya dalam sistem anchialine karst di Amerika Tengah, Karibia, Kepulauan Canary, dan Australia Barat. Gua Anchialine umumnya dolomit atau kapur dalam komposisi dan mengandung lapisan laut yang mengalir di bawah lapisan segar atau sedikit payau.


Remipedia adalah kelas buta krustasea yang ditemukan di pesisir akuifer yang mengandung air tanah garam, dengan populasi yang diidentifikasi dalam hampir setiap cekungan laut sejauh dieksplorasi, termasuk di Australia , di Laut Karibia , di Samudera Atlantik . Yang remipede dijelaskan pertama adalah fosil Tesnusocaris goldichi ( Bawah Pennsylvania ), namun, sejak tahun 1979, setidaknya tujuh belas spesies hidup telah diidentifikasi dengan distribusi global di seluruh zona neo-tropis.


Remipedes adalah 10-40 milimeter (0,4-1,6) panjang dan terdiri dari kepala dan batang memanjang hingga empat puluh dua serupa segmen tubuh . Kolam pelengkap yang lateral pada setiap segmen, dan hewan berenang di punggung mereka . Mereka umumnya bergerak lambat. Mereka memiliki taring terhubung ke kelenjar sekretorik; itu masih belum diketahui apakah kelenjar ini mengeluarkan cairan pencernaan atau racun beracun, atau apakah remipedes terutama makan detritus atau pada organisme hidup.


Mereka memiliki rencana tubuh umumnya primitif dalam hal Crustacea, dan telah dianggap sebagai, basal leluhur krustasea kelompok. Namun, Fanenbruck dkk. Menunjukkan bahwa setidaknya satu spesies, Godzilliognomus frondosus , memiliki otak yang sangat terorganisir dan dibedakan, dengan sangat besar penciuman daerah yang merupakan fitur umum untuk spesies yang hidup di lingkungan yang gelap.


Ukuran dan kompleksitas otak disarankan untuk Fanenbruck et al. yang mungkin Remipedia takson kakak Malacostraca , yang dianggap sebagai yang paling maju dari krustasea. Ini juga salah satu alasan mengapa termasuk dalam Pancrustacea hipotesis, sebuah hypothethical klade yang mungkin paling canggih Mandibulata . Mereka juga telah dikelompokkan bersama dengan Cephalocarida di Xenocarida.


Klasifikasi

  1. Kerajaan : Animalia
  2. Filum : Arthropoda
  3. Subphylum : Crustacea
  4. Kelas :Remipedia
Dorsal pandang remipede dari Bahama
Dorsal pandang remipede dari Bahama
  • Ostracoda

Ostracoda adalah kelas dari anggota hewan tak bertulang belakang yang termasuk dalam filum Arthropoda, subfilum Crustacea. Hewan ini umumnya berukuran sekitar 1 mm, tapi kisarannya mulai dari 0,2 – 30 mm. hewan ini hidup di laut sebagai zooplankton. Alat geraknya berupa antena. Ostracoda hidup sebagai zooplankton, tetapi sebagian besar hidup sebagai bentos yang melekat di dasar perairan. Anggota Ostracoda yang sudah dikenal kurang lebih 200 jenis, misalnya Aboilia sp.


  • Karakteristik
  1. Small Crustacea
  2. Cangkangnya disebut Carapace
  3. Bivalve (khitin/calcareous)
  4. Ukuran: 0,15 mm-2 mm
  5. Habitat: di laut dari abyssal sampai pantai, estuari, lagoon, danau air tawar dan air asin dan tanah-tanah lembab.
  6. Free swimming, benthonic, beberapa parasit atau komensalisme dengan crustacea lain, cacing, echino bahkan hiu.

  • Klasifikasi
  1. Phylum:Arthropoda
  2. Kelas: Crustacea
  3. Subkelas: Ostracoda terdiri dari 5 Ordo:
  • Archeocopida
  • Leperditicopida
  • Myodocopida
  • Beyrichicopida
  • Podocopida

  • Cephalocarida

Cephalocarida adalah kelas dalam subphylum Crustacea yang hanya terdiri dari dua belas udang seperti bentik spesies. Mereka ditemukan pada 1955 oleh Howard L. Sanders dan sering disebut sebagai udang tapal kuda. Mereka telah dikelompokkan bersama dengan Remipedia di Xenocarida.


Meskipun keluarga kedua, Lightiellidae, kadang-kadang digunakan, semua cephalocaridans umumnya dianggap milik hanya dalam satu keluarga: Hutchinsoniellidae. Bahkan meskipun tidak ada fosil catatan cephalocaridans, spesialis yang paling percaya mereka untuk menjadi primitif kalangan krustasea.


Untuk karakteristik yang dapat membedakan Arthropoda dengan filum yaitu:

  • Tubuh bersegmen.
  • Segmen bisanya bersatu menjadi dua atau tiga daerah yang jelas.
  • Pada anggota tubuh bersegmen berpasangan ( asal penamaan Arthropoda )
  • Simetribu bilateral.
  • Eksoskeleton berkitin.
  • Secara berkala mengalir dan diperbaharui sebagai pertumbuhan hewan.
  • Kanal alimentary seperi pipa dengan mulut dan anus.
  • Sistem sirkulasi terbuka.
  • Hanya pembuluh darah yang biasanya berwujud sebuah struktur dorsal seperti pipa menuju kanal alimentar dengan bukaan lateral di daerah abdomen.
  • Rongga tubuh sebuah rongga darah atau hemosol dan selom tereduksi.

Yang pada sistem saraf mereka seperti tangga tali, yang terdiri atas sebuah ganglion anterior atau otak yang berlokasi di atas kanal alimentary, sepasang penghubung yang menyalurkan dari otka ke sekitar kanal alimentari dan tali saraf ganglion yang berlokasi di bawah kanal alimentary, ekskresi biasanya oleh tubulus malphigi. Tabung kosong yang masuk kanal alimentary dan material hasil ekskresi melintas keluar lewat anus, respirasi dengan insang atau trachea dan spirakel tidak ada silia atau nefrida.


Penglihatan mereka bergantung pada berbagai variasi kombinasi mata mejemuk dan ocelli (mata tunggal) yang berbentuk mangkuk pigmen: pada kebanyakan spesies ocelli hanya dapat mendeteksi arah dari sumber cahaya, dan mata majemuk ialah sumber informasi utama, tetapi mata utama pada laba-laba ialah ocelli yang bisa membentuk bayangan dan dalam beberapa kasus, bisa berputar untuk melacak mangsa. Arthropoda mempunyai berbagai sensor kimia dan mekanik, sebagian besar didasarkan pada modifikasi dari banyak setae (bulu) yang keluar yang melalui kutikula mereka.


Metode Reproduksi Arthropoda

Dalam metode reproduksi pada Arthropoda ini beragam yaitu:

  • Semua spesies darat menggunakan pembuahan dalam, tetapi sering dilakukan dengan cara pemindahan sperma tidak langsung.
  • Spesies air menggunakan pembuahan dalam atau pembuahan luar.

Hampir semua Arthropoda bertelur tetapi kalajengking melahirkan setelah telurnya menetas di dalam tubuh induknya. Arthropoda muda bervariasi bentuknya mulai dari menyerupai dewasa dengan ukuran yang lebih kecil sampai berupa larva dan ulat yang tidak memiliki kaki berbuku-buku yang akhirnya akan mengalami metamorfosis total untuk mencapai bentuk dewasa. Penjagaan induk terhadap Arthropoda muda bervariasi dari yang tidak ada sama sekali sampai penjagaaan yang lama, seperti yang dilakukan oleh kalajengking.


Dalam garis evolusi Arthropoda bisa ditelusuri periode Kambrium. Kelompok ini umumnya dianggap sebagai monofiletik dan banyak analisis mendukung penempatan Arthropoda bersama cycloneuralia dan superfilum ecdysozoa. Tetapi hubungan dasar metazoan belum diketahui secara pasti. Dalam hal ini hubungan diantara sesame kelompok Arthropoda masih sering diperdebatkan. Arthropoda memiliki kontribusi terhadap suplai makanan, manusia, baik langsung ( sebagai makanan ) maupun tidak langsung seperti membantu penyerbukan. Beberapa spesies tertentu diketahui merupakan vektor penyakit berbahaya bagi manusia hewan dan tumbuhan.


  • Branchiopoda

Para Branchiopoda terdiri dari empat kelompok yang hidup:. Yang Anostraca (“peri udang” atau “monyet laut”), Notostraca (“udang kecebong”), Cladocera (“kutu air”), dan Conchostraca (“udang kerang ‘) Ada juga dua kelompok fosil yang termasuk dalam Branchiopoda, tetapi belum terselesaikan apakah mereka subkelompok dalam kelompok-kelompok yang hidup dan berevolusi secara terpisah sini kelompok-kelompok fosil. akan dibahas dalam kelompok makhluk hidup yang mereka paling mirip.

Anostraca

  • Maxillopoda

Maxillopods umumnya hewan kecil dengan teritip menjadi pengecualian untuk aturan ini. Mereka umumnya memiliki tubuh pendek, dengan perut berkurang yang biasanya tidak memiliki pelengkap. Telah menyarankan bahwa leluhur umum untuk semua maxillopods dikembangkan kematangan seksual sebelum itu benar-benar bermetamorfosis menjadi bentuk dewasa. Jika hipotesis ini benar, itu akan menjelaskan ukuran rencana, tubuh kecil diperpendek dan berkurangnya jumlah pelengkap biasanya ditemukan di Maxillopoda.


Ostracods, copepoda dan teritip adalah kelompok yang paling berlimpah dan beragam dalam Maxillopoda. Ostracods dan teritip secara substansial catatan fosil. Mystacocarida yang kecil seperti cacing krustasea. Branchiura dan Tantulocarida keduanya kecil ectoparasitic kelompok krustasea.


Maxillopods termasuk teritip, copepoda, mystacocarids, tantulocarids, branchiurans, ostracods, dan kelompok terkait. Kebanyakan spesies kecil. Kebanyakan pakan dengan cara maxillae mereka (bukan makan filter menggunakan pelengkap toraks untuk memindahkan air); teritip, bagaimanapun, adalah pengecualian. Teritip pakan dengan pelengkap dada, tapi dengan cara yang unik di antara krustasea.


Karakteristik lain dari maxillopods termasuk rencana dasar dari 5 kepala dan batang segmen 10 (6 toraks dan biasanya 4 perut), diikuti oleh telson terminal. Segmen perut biasanya kurangnya pelengkap; pelengkap tempat lain pada tubuh biasanya biramous. Maxillopoda adalah beragam kelas dari krustasea termasuk teritip , copepoda dan sejumlah hewan terkait. Ini tidak muncul menjadi kelompok monofiletik , dan tidak ada karakter tunggal menyatukan semua anggota.

  • Klasifikasi
  1. Kerajaan : Animalia
  2. Filum : Arthropoda
  3. Subphylum : Crustacea
  4. Kelas : Maxillopoda

  • Malacostraca

Malacostraca adalah yang terbesar dari enam kelas dari krustasea , yang mengandung lebih dari 25.000 yang masih ada spesies , dibagi di antara 16 perintah . Anggotanya menampilkan keragaman yang lebih besar dari bentuk tubuh daripada kelas lain hewan, dan termasuk kepiting , lobster , udang , krill , kutu kayu , Scud ( Amphipoda ), udang mantis dan banyak binatang lainnya kurang dikenal.


Mereka melimpah di semua lingkungan laut dan air tawar juga dijajah dan habitat darat. Mereka disatukan oleh umum Bauplan , terdiri dari segmen tubuh 20 (jarang 21), dibagi ke dalam dada, kepala dan perut.


Sub Filum Uniramia

Uniramia berasal dari bahasa Latin unus, yang berarti satu dan ramo yang berarti cabang, karena semua apendik pada ruas-ruas tubuhnya uniramus. Terdapat sepasang antena, sepasang mandibel, dan sepasang maksila. Uniramia sebagian besar hidup di darat, beberapa di air tawar, dan sebagian di air laut. Filum Uniramia dibagi menjadi dua subfilum, yaitu subfilum Myriapoda, dan subfilum Hexapoda.


Kelas Diplopoda

Kelas komponen utama perombak kayu dan dedaunan di lantai hutan, terutama di daerah tropika. Diplopoda atau yang dikenal dengan luing (keluing) ataupun lintibang, mempunyai anggota yang sangat banyak, menyangkut kira-kira 10.000 jenis. Mereka mempunyai sejarah kehidupan yang sangat panjang di planet bumi, sehingga layak disebut hewan purba. Kehidupan mereka sudah ada sekitar 400 juta tahun yang lalu.


Ciri Kelas Diplopoda

Diplopoda berasal dari kata di = dua dan podos = kaki, Jadi Diplopoda adalah kelas hewan yang memiliki dua pasang kaki. Ciri-ciri umum dari Diplopoda adalah sebagai berikut:

  • Tubuhnya berbentuk silindris dan beruas-ruas (25-100 segmen) terdiri atas kepala dan badan. Setiap segmen (ruas) mempunyai dua pasang kaki, dan tidak mempunyai taring bisa (maksiliped). Pada ruas ke tujuh, satu atau kedua kaki mengalami modifikasi sebagai organ kopulasi.
  • Pada kepala terdapat sepasang antena yang pendek, dengan dua kelompok mata tunggal.
  • Hidup di tempat yang lembab dan gelap dan banyak mengandung tumbuhan yang telah membusuk.
  • Respirasi dengan trachea yang tidak bercabang.
  • Alat ekresi berupa dua buah saluran malphigi.

Struktur Tubuh

Kaki seribu memiliki tubuh yang terbagi atas dua bagian, kepala di sebelah depan dan bagian tubuh yang panjang dibelakangnya. Tubuhnya terdiri dari segmen.

Kaki seribu


Pada hampir setiap segmen tubuh dari kaki seribu dewasa terdapat dua pasang kaki. Segmen tubuh pertama setelah kepala disebut tengkuk (collum) dan tidak berkaki. Tiga segmen berikutnya (segmen 2 hingga 4) mengandung sepasang kaki pada tiap segmennya. Kaki seribu yang belum dewasa sering kali mempunyai segmen terakhir yang tidak berkaki.


Kaki seribu yang belum dewasa sulit sekali ditentukan jenisnya. Oleh karena itu pilihlah kaki seribu dewasa, spesimen yang segmen terakhirnya lengkap dengan kaki atau specimen yang hanya mempunyai sedikit segmen tanpa kaki untuk ditentukan identitasnya.


Mulut kaki seribu hanya memiliki dua pasang alat mulut, mandibula yang digunakan untuk mengunyah dan suatu keping di sebelah belakang yang disebut gnathochilarium.


  • Organ Tomosvary

Ini adalah organ perasa yang terletak di kepala pada kebanyakan kaki seribu.Organ ini umumnya berbentuk cincin yang agak menonjol, tetapi dapat juga berbentuk ladam atau hanya sekedar berbentuk suatu lubang. Posisinya terletak di bagian belakang dasar sungut. Tidak semua bangsa kaki seribu memiliki organ ini.

  • Ozopor

Organ ini pada kebanyakan bangsa kaki seribu terdapat pada sejumlah segmen tubuh, yaitu lubang kelenjar yang menghasilkan bau tertentu. Bagian ini agak sulit untuk dilihat. Pada kebanyakan hewan, ozopore terletak di sebelah samping tubuh dan dimulai pada segmen ke enam. Pada sebagian kecil kelompok hewan ini, lubang kelenjar terdapat di sepanjang bagian tengah dorsal.

  • Paranota

Bagian dorsal setiap segmen cincin ditutupi dengan perisai yang kerat dan disebut tergit.Pelebaran kearah samping tubuh dinamakan paranota. Kebanyakan kaki seribu memiliki “bintik mata” pada daerah sisi kepala. Mata demikian dapat terdiri dari sejumlah bintik mata yang bersatu membentuk daerah penglihatan.


Habitat

Hewan ini hidup didarat tempat, tempat gelap seperti di dalam gua, dan pada daerah yang lembab seperti pada dedaunan mati dan serasah kayu.


Sistem Peredaran Darah

Darah tidak berwarna merah karena tidak mengandung hemoglobin (Hb), melainkan hemosianin yang larut dalam plasma. Dari jantung darah dipompa ke dalam arteri ke tiap segmen, dan kembali ke jantung lewat hemosoel (rongga tubuh yang mengambil bagian dalam peredaran darah).


Reproduksi

Pada kelas diplopoda sudah dapat dibedakan jantan dan betina. Bukaan genital terletak pada segmen ketiga, dan pada jantan disertai oleh satu atau dua penis, yang paket setoran sperma ke gonopods. Pada wanita, membuka pori-pori genital ke ruang kecil, atau vulva, yang ditutupi oleh tudung kecil seperti penutup, dan digunakan untuk menyimpan sperma setelah sanggama.


Pertahanan diri

Kaki seribu tidak menggunakan sungut berbisa untuk melindungi diri dari musuh. Mekanisme pertahanan utamanya adalah menggulungkan diri. Tetapi ada juga yang memancarkan zat beracun berupa hydrogen sianida melalui pori-pori di sepanjang sisi tubuh. Zat ini mampu membakar eksoskeleton dari serangga kecil pengganggu seperti semut.


Makanan

Hewan kelas diplopoda bersifat herbifor, memakan dedaunan, maupun kayu-kayu yang membusuk. Hanya yang berukuran saja menggigit manusia tetapi hanya sebagai mekanisme pertahanan. Kebanyakan kaki seribu membusuk makan daun dan mati lain tanaman materi, pelembab makanan dengan cairan dan kemudian menggoreskan dalam dengan rahang.


Siklus Hidup

Kaki seribu jantan Kebanyakan dirancang secara khusus kaki seribu kawin dengan segmen tubuh ketujuh mereka, yang mereka gunakan untuk mentransfer sperma ke pembukaan kelamin perempuan. perempuan kemudian bertelur di tanah, di bawah kayu atau di antara serasah daun tergantung pada spesies. Yang baru menetas muda memiliki 3 sampai 4 pasang kaki tergantung pada spesies Segmen tubuh dan kaki ditambahkan dengan berturut moults saat mereka tumbuh sampai ukuran dewasa tercapai.


Klasifikasi

Taksonomi berdasarkan filogenetik Dipopoda dibagi dalam lima belas bangsa, namun yang akan di bahas hanya beberapa bangsa saja, pengellompokan luwing dilakukan berdasarkan urutan filogenetiknya.


Kelas Chilopoda

Chilopoda adalah Ordo dari anggota hewan tak bertulang belakang yang termasuk dalam filum Arthropoda, kelas Myriapoda.  Hewan ini tergolong hewan pemangsa (predator), makanannya adalah cacing dan serangga. Bentuk tubuhnya pipih, jumlah segmen bisa mencapai 177, setiap segmen mempunyai sepasang kaki, kecuali pada satu segmen di belakang kepala dan dua segmen terakhir. Pada bagian kepala terdapat sepasang mata. Masing-masing mata mengalami modifikasi menjadi cakar beracun.

Struktur Tubuh Chilopoda

  • Tubuh agak gepeng,
  • Terdiri atas kepala dan badan yang beruas-ruas (15-173 ruas).
  • Tiap ruas memiliki satu pasang kaki, kecuali ruas (segmen) di belakang kepala dan dua segmen terakhirnya.
  • Pada segmen di belakang kepala terdapat satu pasang “taring bisa” (maksiliped) yang berfungsi untuk membunuh mangsanya.
  • Pada kepala terdapat sepasang antena panjang yang terdiri atas 12 segmen, dua kelompok mata tunggal dan mulut.

Habitat

Hewan ini banyak dijumpai di daerah tropis dengan habitat di darat. Terutama di tempat yang banyak mengandung sampah, misalnya di kebun dan di bawah batu-batuan. Habitatnya juga di bawah batu-batuan/timbunan tumbuhan yang telah membusuk. Kelas ini sering disebut Sentipedes.


Bergerak cepat dan predator. Adakalanya merayap ke dalam ruang di lokasi tersembunyi. Lebih menyukai tempat yang lembab. Mudah kehilangan air jika mereka tidak memiliki kutikula lilin. Biasanya ditemukan di luar ruangan, tapi dapat merayap ke dalam ruangan.


Sistem Pernapasan

Respirasi (pernafasan) dengan trakea yang bercabang-cabang dengan lubang yang terbuka hampir pada setiap ruas, berupa satu pasang trakea berspirakel yang terletak di kanan kiri setiap ruas.


Sistem Pencernaan

Alat pencernaan makanannya sudah sempurna artinya dari mulut sampai anus dan mempunyai kelenjar ludah.. Alat eksresi berupa dua buah saluran malphigi. Chilopoda bersifat karnivor dengan gigi beracun pada segmen I.


Sistem Reproduksi

Secara seksual, yaitu dengan pertemuan ovum dan sperma (fertilasi internal). Siklus reproduksi kelabang melibatkan tahap yang berbeda. Kelabang betina menghasilkan feromon untuk menarik kelabang jantan, yang kemudian bersatu dengan sperma, yang dikenal sebagai sebuah spermatophore.


Makanan

Lipan adalah predator dan akan membunuh dan mengkonsumsi berbagai invertebrata lainnya seperti laba-laba, moluska, serangga, slaters dan kelabang lainnya. Bila bertemu mangsanya, lipan akan menyerang mangsanya dengan cara menggigit menggunakan kaki beracun yang berguna untuk melumpuhkan mangsa. Mangsa biasanya bergerak kemudian racun disuntikkan melalui taring dan kemudian dirobek-potong oleh rahang dan bagian-bagian lunak dimakan.


Jenis-jenis Chilopoda

  • Kerajaan : Animalia
  • Filum : Arthropoda
  • Kelas : Chilopoda

Ciri-Ciri Arthropoda

Arthropoda merupakan kelompok hewan yang kaki dan tubuhnya beruas-ruas. Yang pada tubuhnya terdiri dari bagian kepala, dada dan perut. Memiliki rangka luar (eksoskeleton) dari zat kitin, yang menyebabkan tubuh Arthropoda kuta dan kaku.


Untuk habitatnya didarat, air tawar, maupun di laut. Arthropoda ada yang hidup bebas, ada juga yang parasit pada tumbuhan, hewan atau manusia. Arthropoda merupakan filum terbesar apabila dilihat dari jumlah anggotanya, dominan dalam dunia hewan Avertebrata dan sebagai besar Arthropoda ialah serangga (insekta). Untuk alat pernapasannya bervariasi sesuai dengan habitatnya.


Dan untuk Arthropoda darat bernapas dengan trakea atau paru-paru buku, sedangkan yang hidup di air bernapas dengan insang. Jenis kelamin terpisah (gonochoris). Beberapa jenis Arthropoda mengalami parthenogenesis, alat ekskresinya berupa nefridium yang berpasangan, sistem saraf tangga tali.


  • Merupakan hewan triploblastik acoelomata dengan simetri bilateral.
  • Secara umum memiliki 3 kharakter utama yaitu tubuh bersegmen (ruas), memiliki rangka luar (eksoskeleton) yang keras, dan ekor.
  • Tubuh dibungkus oleh kutikula sebagai rangka luar yang terbuat dari protein dan kitin.
  • Eksoskeleton bersifat kaku dan keras dan dapat mengalami pergantian pada kurun waktu tertentu disebut eksidisis.
  • Kanal alimentari seperti pipa dengan mulut dan anus.
  • Sebuah rongga darah atau hemosol dan selom tereduks

Peranan Arthropoda

Beberapa hewan yang termasuk Arthropoda berikut ini memiliki peranan dalam kehidupan manusia.

Crustacea

  • Sebagai sumber protein hewani dan bernilai ekonomis tinggi. Contoh: udang, kepiting, dan lobster.
  • Sebagai sumber makanan ikan, terutama Microcrustacea yang merupakan komponen penting pembentuk zooplankton.

Myriapoda

Membantu proses penguraian sampah organik, karena kemampuannya memakan partikel-partikel sampah (detritus) menjadi partikel yang lebih kecil. Contoh: luwing/lipan.


Arachnida

Umumnya Arachnida merugikan, karena:

  • Sebagai ektoparasit pada hewan-hewan ternak. Contoh: caplak.
  • Sarangnya menyebabkan rumah menjadi kotor. Contoh: laba-laba.

Insekta

Insekta terdiri dari spesies yang sangat beragam, oleh karena itu peranannya dalam kehidupan manusia juga beragam.


Menguntungkan

  • Menghasilkan sesuatu yang berguna bagi manusia. Contoh: lebah madu menghasilkan madu, kokon ulat sutera menghasilkan serat sutera.
  • Membantu proses penyerbukan/polinasi tanaman. Contoh kepik memakan kutu daun.
  • Membantu proses degradasi sampah organik. Contoh: kumbang kotoran, larvanya membantu degradasi sampah organik berupa kotoran ternak.
  • Sebagai media pengobatan berbagai penyakit. Contoh: lebah hutan (Aphis mellifera) dimanfaatkan sengatnya untuk terapi berbagai macam penyakit dan telah terbukti dapat membantu penyembuhan berbagai penyakit, salah satunya ialah teknik Aphiterapi, yaitu terapi menggunakan media lebah.
  • Sumber protein hewani. Contoh: belalang kayu ada yang memanfaatkannya sebagai makanan.

Merugikan

  • Sebagai vektor (agen penular) berbagai penyakit. Contoh: nyamuk Anopheles sp, nyamuk Aedes aygepti, nyamuk Culex sp, lalat tsetse, lalat tabanus, dan lalat rumah.
  • Merusak tanaman budidaya. Contoh: ulat/larva Lepidoptera memakan berbagai dedaunan, kumbang kelapa memakan bagian pucuk pohon kelapa, walang sangit menghisap cairan biji padi yang masih muda.

Akhyar,M. Salman. 2004. BIOLOGI untuk SMA Kelas 1(KelasX) Semester2. Bandung : Grafindo Media Pratama.
Brotowijoyo Mukayat Djarubito, Zoologi dasar (Jakarta : Erlangga, 1989)
 http://myaluzz.wordpress.com/2010/01/16/annelida/
Jutje Lahay , dkk, Zoologi Invertebrata (Makassar : Universitas Negeri
Kastawi, Yusuf.dkk. 2003. Zoologi Avertebrata. Jica: Malang.
Kimball John, Biologi (Jakarta : Erlangga, 1999)
Neil Campbell, Biologi (Jakarta : Erlangga, 2002)
Oemarjati, Boen S dan Wisnu Wardhana. 1990. Taksonomi Avertebrata
Pengantar Praktikum    Laboratorium. UI Press: Jakarta.
Radiopetra, Zoologi (Jakarta : Erlangga, 1983),
Tim Ganesha Operation. 2004. Instan Biologi SMA.Erlangga: Jakarta.

Demikianlah pembahasan mengenai  semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂

Send this to a friend