Isi Trikora – Tujuan, Latar Belakang, Tokoh dan Dampak

Isi Trikora – Tujuan, Latar Belakang, Tokoh dan Dampak

Isi Trikora – Tujuan, Latar Belakang, Tokoh dan Dampak – Untuk pembahasan kali ini kami akan memberikan ulasan mengenai Trikora yang dimana dalam hal ini meliputi isi, tujuan, latar belakang, tokoh dan dampak, nah agar lebih dapat memahami dan mengerti simak ulasan selengkapnya dibawah ini.

Isi Trikora - Tujuan, Latar Belakang, Tokoh dan Dampak

Latar Belakang Trikora

Ketika Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945, Indonesia mengklaim seluruh wilayah Hindia Belanda, termasuk wilayah barat Pulau Papua.


Namun demikian, pihak Belanda menganggap wilayah itu masih menjadi salah satu provinsi Kerajaan Belanda. Pemerintah Belanda kemudian memulai persiapan untuk menj adikan Papua negara merdeka selambat-lambatnya pada tahun 1970-an.


Namun pemerintah Indonesia menentang hal ini dan Papua menjadi daerah yang diperebutkan antara Indonesia dan Belanda. Hal ini kemudian dibicarakan dalam beberapa pertemuan dan dalam berbagai forum internasional.

Loading...

Dalam Konferensi Meja Bundar tahun 1949, Belanda dan Indonesia tidak berhasil mencapai keputusan mengenai Papua bagian ba rat, namun setuju bahwa hal ini akan dibicarakan kembali dalam jangka waktu 1 tahun.


Pada bulan Desember 1950, PBB memutuskan bahwa Papua bagian barat memiliki hak merdeka sesuai dengan pasal 73e Piagam PBB. Karena Indonesia mengklaim Papua bagian barat sebagai daerahnya, Belanda mengundang Indonesia ke Mahkamah Internasional untuk menyelesaikan masalah ini, namun Indonesia menolak.

Baca Juga Artikel Terkait Tentang Materi: Isi Tritura – Latar Belakang, Aksi, Tujuan, Supersemar dan Tokoh


Setelah Indonesia beberapa kali menyerang Papua bagian barat, Belanda mempercepat program pendidikan di Papua bagian barat untuk persiapan kemerdekaan.


Hasilnya antara lain adalah sebuah akademi angkatan laut yang berdiri pada 1956 dan tentara Papua pada 1957.


Sebagai kelanjutan, pada 17 Agustus 1956 Indonesia membentuk Provinsi Irian Barat dengan ibukota di Soasiu yang berada di Pulau Tidore, dengan gubernur pertamanya, Zainal Abidin Syah yang dilantik pada tanggal 23 September 1956.


Pada tanggal 6 Maret 1959, harian New York Times melaporkan penemuan emas oleh pemerintah Belanda di dekat laut Arafura.


Pada tahun 1960, Freeport Sulphur menandatangani perjanjian dengan Perserikatan Perusahaan Borneo Timur untuk mendirikan tambang tembaga di Timika, namun tidak menyebut kandungan emas ataupun tembaga.


Tujuan Trikora

Untuk merebut kembali irian batar dari belanda. Lebih jelasnya lagi ada di dalam isi trikora yaitu menggagalkan pembentukan negara boneka papua buatan belanda.


Yang ke dua adalah mengibarkan bendera merah putih di wilayah irian barat yang termasuk tanah air Indonesia.


Yang ketiga adalah siap mempertahankan kemerdekaan, kesatuan tanah air Indonesia dan bangsa.


Isi Trikora

Isi Trikora

Presiden Soekarno dalam suatu rapat raksasa di Yogyakarta mengeluarkan komando yang terkenal sebagai Tri Komando Rakyat (Trikora) yang isinya sebagai berikut.

  • Gagalkan pembentukan “Negara Papua” bikinan Belanda
  • Kibarkan Sang Merah Putih di Irian Barat tanah air
  • Bersiaplah untuk mobilisasi umum guna mempertahankan kemerde- kaan dan kesatuan tanah air dan

Dengan dikeluarkannya Trikora maka mulailah konfrontasi total terhadap Belanda dan pada bulan Januari 1962 pemerintah membentuk Komando Mandala Pembebasan Irian Barat yang berkedudukan di Makasar.


Adapun tugas pokok dari Komando Mandala Pembebasan Irian Barat ini adalah pengembangan operasi-operasi militer dengan tujuan pengembangan wilayah Irian Barat ke dalam kekuasaan negara Republik Indonesia. Sebagai Panglima Komando Mandala adalah Mayor Jenderal Soeharto.

Baca Juga Artikel Terkait Tentang Materi: “Pemerintahan Orde Baru” Sejarah & ( Lahir – Kebijakan )


Sebelum Komando Mandala me- lakukan operasi sudah dilakukan penyusupan ke Irian Barat. Pada tanggal 15 Januari 1962 ketika waktu menunjukkan pukul 21.15 di angkasa terlihat dua buah pesawat terbang pada ketinggian 3000 kaki melintasi formasi patroli ALRI.


Diperkirakan pesawat tersebut adalah milik Belanda jenis Neptune dan Firefly. Waktu itu terlihat juga dua buah kapal perusak yang sedang melepaskan tembakan ke arah kapal Motor Torpedo Boat (MTB) yang di situ turut pula para pejabat tinggi dari Markas Besar Angkatan Laut yaitu Komodor Yos Sudarso.


Dalam insiden di Laut Aru tersebut Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana Pertama (Komodor) Yos Sudarso, bersama Komandan KRI Macan Tutul, Kapten (Laut) Wiratno, dan beberapa prajurit TNI-AL gugur sebagai pahlawan. Sebelum gugur Komodor Yos Sudarso sempat mengucapkan pesan terakhir “ Kobarkan Semangat Pertempuran.”


Operasi Trikora

Operasi Trikora (Tri Komando Rakyat), juga disebut Pembebasan Irian Barat, adalah konflik 2 tahun yang dilancarkan Indonesia untuk menggabungkan wilayah Papua bagian barat.


Adapun operasi-operasi yang direncanakan Komando Mandala di Irian Barat dibagi dalam tiga fase, antara lain:


  • Fase Infiltrasi (Sampai Akhir 1962)

Memasukkan 10 kompi ke sekitar sasaran- sasaran tertentu untuk menciptakan daerah bebas de facto. Kesatuan-kesatuan ini harus dapat mengembangkan penguasaan wilayah dengan membawa serta rakyat Irian Barat dalam perjuangan fisik untuk membebaskan wilayah tersebut.

Baca Juga Artikel Terkait Tentang Materi: Pengertian, Tujuan Dan 10 Isi Konferensi Meja Bundar (KMB)


  • Fase Eksploitasi (Mulai Awal 1963)

Mengadakan serangan terbuka terhadap induk militer lawan, mendu- duki semua pos pertahanan musuh yang penting.


  • Fase Konsolidasi (Awal 1964)

Menegakkan kekuasaan Republik Indonesia secara mutlak di seluruh Irian Barat.


Selanjutnya antara bulan Maret sampai Agustus 1962 Komando Mandala melakukan operasi-operasi pendaratan baik melalui laut  maupun udara.


Beberapa operasi tersebut adalah Operasi Banteng di Fak-Fak dan Kaimana. Operasi Srigala di sekitar Sorong dan Teminabuan, Operasi Naga di Merauke, serta Operasi Jatayu di Sorong, Kaimana, dan Merauke. Selain itu juga direncanakan serangan terbuka merebut Irian Barat dengan Operasi Jayawijaya.


Tokoh Trikora

Berikut ini terdapat beberapa tokoh dari trikora, antara lain:

  1. Ir. Soekarno (yang membuat trikora saat rapat besar besaran di yogyakarta
  2. Soeharto (sebagai panglima komando mandala dimana trikora mulai konfrontasi total terhadap belanda lalu pemerintah memebentuk komando mandala pada bulan jan 1962).
  3. Laksamana pertama (komodor) Yos Sudarso dan komandan KRI macan tutul, kapten (laut) Kapten Wiratno (yang saat itu para belanda menyerang AL indonesia).

Dampak Trikora

Berikut ini terdapat beberapa dampak positif dari trikora, antara lain:

  • Papua bagian barat telah menjadi daerah Republik Indonesia sejak 17 Agustus 1945 namun masih dipegang oleh Belanda.
  • Belanda berjanji menyerahkan Papua bagian barat kepada Indonesia dalam Konferensi Meja Bundar.
  • penggabungan Papua bagian barat dengan Indonesia adalah tindakan merebut kembali daerah Indonesia yang dikuasai Belanda.
  • penggabungan Papua bagian barat dengan Indonesia adalah kehendak rakyat Papua.

Perjuangan Pembebasan Irian Barat

Berikut ini terdapat beberapa perjuangan pembebasan irian barat, antara lain:


1. Perjuangan Diplomasi

Antara lain:

  • Upaya Perundingan dgn Belanda

Menurut ketentuan KMB, masalah Barat ditunda penyelesaiannya setahun kemudian. Oleh karna itu, pd waktu berlangsung upacara pengakuan kedaulatan, wilayah Irian Barat tdk termasuk sbg daerah RIS.


Berdasarkan keputusan KMB, Semestinya pd akhir thn 1950 sdh ad upaya Belanda utk mengembalikan Irian Barat ke Indonesia. Akan tetapi Belanda tampak ingin tetap mempertahankan Irian Barat.


Oleh karma itu Indonesia berusaha mengembalikan Irian Barat melalui upaya diplomasi & berunding dgn Belanda secara langsung.


Beberapa cabinet pd masa demokrasi liberal jg memiliki program pengembalian Irian Barat, sehingga setiap cabinet mencoba melakukan perundingan denggan Belanda, misalnya Kabinet Natsir, Sukiman, Ali Sastroamijoyo, Burhanuddin Harahap.


Pada masa kabinet Burhanuddin Harahap diadakan pertemuan antara Menteri Luar Negeri Indonesia Anak Agung dgn Menteri Luar Negeri Belanda Luns di Den Haag.


  • Upaya Diplomasi Melalui PBB

Sejak 1953, usaha melalui forum PBB dilakukan Indonesia. Oleh Indonesia, masalah Irian Barat setiap thn diusulkan utk dibahas dlm Sidang Umum PBB. Namun itu tetap tdk berhasil sampai dgn Desember 1957, karna dalam pemungutan suara, pendukung Indonesia tdk mencapai 2/3 jmlh suara di Sidang Umum PBB.


2. Perjuangan Melalui Jalur Politik

Bertepatan dgn HUT Proklamasi Kemerdekaan RI Ke- 11, tanggal 17 Agustus1956, Kabinet Ali Sastroamijoyo membentuk Pemerintahan Sementara Irian Barat. Tujuannya adlh pernyataan pembentukan Provinsi Irian Barat sbg bagian dr RI.


Provinsi Irian Barat yg baru terbentuk terdiri atas wilayah yg masih diduduki Belanda, ditambah daerah Tidore, Oba, Patani, & Wasile di Maluku Utara dgn pusat pemerintahan berada di Soasiu, Tidore, Maluku. Sbg gurbenurnya Zainal Abidin Syah(Sultan Tidore). Pelantikan dilaksanakan pd 23 September 1956.


Akibat dr pembentukan pemerintahan sementara Provinsi Irian Barat, Belanda makin terdesak secara politis. Selain itu, Belanda menyadari bahwa Irian Barat merupakan bagian Indonesia yg berdaulat.


3. Perjuangan Melalui Jalur Ekonomi

Pada upaya perjuangan pengembalian Irian Baratmelalui Sidang Umum PBB pd Thn 1957, Menteri Luar Negeri Indonesia Subandrio menyatakan akan menempuh jalan lain.


Tanggal 18 November 1957 diadakan gherakan pembebasan Irian Barat dgn melakukan rapat umum di Jakarta. Rapat ini dilanjutkan dgn pemogokan total oleh kaum buruh yg bekerja di perusahaan Belanda pd tanggal 2 Desember 1957.

Baca Juga Artikel Terkait Tentang Materi: “Dewan Ekonomi Dan Sosial ( ECOSOC ) PBB” Pengertian & ( Tujuan – Tugas – Fungsi )


Selanjutnya, terjadin serentetan pengambilalihan modal & berbagai perusahaan milik Belanda. Akan tetapi gerakan itu diatur oleh pemerintah dgn Peraturan Pemerintah No. 23 Thn 1958.


Contoh perusahaan yg diambil alih oleh Indonesia :

  1. Perbankan, sprt Netherlandsche Handel Maatschappij ( kemudian diubah menjadi Bank Dagang Negara);
  2. Perkapalan (KPM);
  3. Perusahaan listrik Philips;
  4. Bbrp perusahaan perkebunan.

Untuk meningkatkan gerakan pembebasan Irian Barat & memperkuat persatuan rakyat Indonesia maka pd tanggal 10 Februari 1958 pemerintah membentuk Front Nasional Pembebasan Irian Barat (FNPIB).


4. Perjuangan dengan Konfrontasi Bersenjata

Antara lain:

  • Perjuangan Melalui Trikora

Berbagai cara & usaha Indonesia dlm membebaskan Irian Barat blm menunjukkan hasil karma Belanda yd semakin keras & tdk mau mengalah. Bahkan, Belanda menyatakan Irian Barat adlh wilayah Belanda sbg bagian dr Nederlands. Belanda kemudian menyebutnay Nederlands-Nieuw Guinea. Selanjutnya Indonesia memutuskan hubungan diplomatik dgn Belanda pd tanggal 17 Agustus 1960.


Untuk menghadapi konfrontasi, pemerintah melakukan perjanjian pembelian senjata dengan Uni Soviet. Indonesia jgjuga mencari dukungan politik untuk membantu Indonesia merebut Irian Barat seperti: India, Pakistan, Australia, Selandia Baru, Thailand, Inggris, Jerman Barat, & Prancis.


Melihat itu, Belanda tidak tinggal diam. Pada April 1961, Belanda membentuk Dewan Papua yg bertugas menyelenggarakan penentuan nasib sendiri bagi rakyat Irian Barat.Belanda kemudian menunjukkan keberaniannya dengan melakukan :

  1. membentuk negara boneka Papua dgn lagu & bendera kebangsaan Papua;
  2. mendatangkan bantuan & mengirim pasukan dgn kapal perang Belanda ke perairan Irian, sprt kapal induk Karel Doorman;
  3. memperkuat angkatan perang Belanda di Irian Barat.

Pada tanggal 19 Desember 1961 melalui rapat umum di Yogyakarta, Presidaen Sukarno mencanangkan Tri Komando Rakyat (Trikora). Isi Trikora adalah :

  1. Gagalkan pembentukan Negara Papua.
  2. Kibarkan Sang Merah Putih di Irian Barat.
  3. Bersiaplah utk mobilisasi umum guna mempertahankan kemerdekaan & kesatuan Tanah Air.
  4. Operasi Militer di Bawah Komando Mandala

Sebagai tindak lanjut dr Trikora, Presiden Sukarno sbg Panglima Tinggi ABRI membentuk Komando Mandala Pembebasan Irian Barat pd tanggal 2 Januari 1962 yg dipimpin Mayor Jendral Suharto. Pusat Komando Mandala berada di Ujung Pandang. Komando Mandala bertugas melaksanakan Trikora utk merebut Irian Barat.


Untuk itu Komando Mandala telah melakukanh langkah-langkah  yaitu:

  1. merencanakan, mempersiapkan, & melaksanakan operasi militer;
  2. mengembangkan situasi militer di wilayah Provinsi Irian Barat.

Pada Maret sampai Agustus 1962 telah dimulai pendaratan pasukan Indonesia yg terdiri atas anggota ABRI dan suka relawan dr laut dan udara. Operasi itu telah mendaratkan pasukan di bbrp tempat, sprt:

  1. Operasi Banteng di Fak-Fak & Kaimana;
  2. Operasi Serigala di Sorong & Teminabuan;
  3. Operasi Naga di Merauke;
  4. Operasi Jatayu di Sorong, Kaimana, & Merauke.

Namun telah terjadi insiden pertempuran di Laut Aru pd tanggal 15 Januari 1962. Waktu itu kapal perang ALRI jenis motor torpedo boat (MTB) Macan Tutul yg sedang patroli diserang kapal & pesawat Belanda sehingga terjadi pertempuran.


Karena terus dikepung & di tembaki oleh musuh maka KRI Macan Tutul terbakar & tenggelam. Dlm insiden ini gugurlah Komodor Yos Sudarso & Kapten Laut Wiratno.


Gerakan infiltrasi terus dilakukan sehingga pasukan Indonesia berhasil menguasai bbrp tempat di Irian Barat. Bendera Merah Putih mulai dipancangkan di bbrp daerah.


Penyelesaian Konflik dengan Belanda

Antara lain:

1. Rencana Bunker

Melihat gerakan pasukan Indonesia, Belanda mulai khawatir & kewalahan. Dunia Internasional mengetahui & mulai beraksi. AS mulai menekan Belanda agar mau berunding. Belanda akhirnya bersedia. Ellsworth Bunker, seorang diplomat AS ditunjuk Sekretaris Jendral PBB sbg penengah. Bunker kemudian mengusulkan pokok-pokok penyelesaian masalah Irian Barat secara damai, antara lain berisi :

  1. Belanda akan menyerahkan Irian Barat kpd Indonesia melalui badan PBB, yakni Pemerintahan Sementara PBB di Irian Barat / UNTEA (United Nations Tempolary Executive Authority).
  2. Pemberian hak bagi rakyat Irian Barat utk menentukan pendapat tentang kedudukan Irian Barat.

Pokok-pokok itulah yg kemudian disebut Rencana Bunker. Berdasarkan  rencana itu maka tanggal 15 Agustus 1962 tercapailah persetujuan antara Indonesia dgn Belanda di New York, persetujuan ini ebih dikenaldgn sebutan Perjanjian New York yg dilakukan antara Menlu Indonesia Subandrio& Menlu Belanda Van Roijen.


Isi perjanjian itu adalah :

  1. Belanda harus sudah menyerahkan Irian Barat kpd UNTEA selambat-lambat tanggal 1 Oktober 1962. Bendera Belanda diganti Bendera PBB.
  2. Pasukan Indonesia yg sudah ad di Irian Barat tetap tinggal di Irian Barat & di bwh kekuasaan Pemerintahan Sementara PBB (UNTEA).
  3. Angkatan perang Belanda berangsur-angsur ditarik & dikembalikan ke negeri Belanda.
  4. Bendera Indonesia mulai berkibar di Irian Barat di samping bendera PBB sejak tanggal 31 Desember 1962.
  5. Pemerintah RI akan menerima pemerintahan Irian Barat dr UNTEA selambat-lambatnya tanggal 1 Mei 1963.
  6. Akhir Konfontasi Irian Barat atau Papua

Setelah perundingan New York, pd tanggal 19 Agustus 1962 datang perintah utk menghentikan tembak menembak.


Sebagai pelaksanaan isi Pejanjian New York, pd tanggal 1 Oktober 1962, secara resmi Belanda menyerahkan Irian Barat kpd UNTEA (PBB). Pd tanggal 1 Mei 1963, PBB menyerahkan Irian Barat kpd Indonesia dgn syarat pemerintah Indonesia mengadakan Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera).


Berakhirlah kekuasaan Belanda di Indonesia. Nama Irian Barat diganti dgn Irian Jaya. Thn 1969 Dilaksanakan Pepera, & hasilnya ternyata rakyat Irian Barat ingin tetap bergabung dgn Negara Republik Indonesia.


Seluruh wilayah Indonesia sudah kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ini berarti bangsa Indonesia telah berhasil mempertahankan kemerdekaan bebas dari penjajahan asing.


Demikianlah pembahasan mengenai Isi Trikora – Tujuan, Latar Belakang, Tokoh dan Dampak semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂

Send this to a friend