Logam dan Non Logam adalah

Logam dan Non Logam adalah

Logam dan Non Logam adalah – Jenis, Sifat, Perbedaan & Contoh – Untuk pembahasan kali ini kami akan mengulas mengenai Apresiasi yang dimana dalam hal ini meliputi pengertian, sifat, jenis, dan contoh, nah agar dapat lebih memahami dan dimengerti simak ulasan selengkapnya dibawah ini.

Logam dan Non Logam adalah

Pengertian Logam

Dalam kimia,  sebuah   logam   (bahasa   Yunani: Metallon) adalah sebuah unsur kimia yang siap membentuk ion (kation). Logam adalah salah satu dari tiga kelompok unsur yang dibedakan oleh sifat ionisasi dan ikatan, bersama dengan metaloid dan nonlogam. Pengelompokan dikemukakan oleh Lavoisier, namun masih sangat sederhana, sebab antara unsur-unsur logam sendiri masih terdapat banyak perbedaan.


Dalam tabel periodik, garis diagonal yang membedakan unsur logam dari nonlogam. Unsur dalam garis ini adalah metaloid, kadangkala disebut semi- logam. Unsur-unsur yang termasuk metaloid adalah Boron (B), Silikon (Si), Germanium (Ge), Arsen (As), Antimon (Sb), Telurium (Te), Polonium (Po).

Baca Juga Artikel yang Mungkin Berkaitan : Asam Asetat – Pengertian, Rumus, Reaksi, Bahaya, Sifat Dan Penggunaannya


Logam sendiri terbagi menjadi beberapa kelompok, yaitu:

  1. Logam Alkali : Lithium (Li), Natrium (Na), Potassium (K), Rubidium (Rb), Cesium (Cs), Francium (Fr).
  2. Logam Alkali Tanah : Beryllium (Be), Magnesium (Mg), Calcium (Ca), Strontium (Sr), Barium (Ba), Radium (Ra).
  3. Logam Transisi : Lantanida dan
  4. Logam Lainnya : Aluminium (Al), Gallium (Ga), Indium (In), Thallium (Tl), Ununtrium (Uut), Tin (Sn), Lead (Pb), Ununquadium (Uuq), Bismuth (Bi), Ununpentium (Uup), Ununhexium (Uuh).

Jenis-Jenis Logam

Berikut ini terdapat beberapa jenis-jenis logam, diantaranya adalah:

A. Logam Alkali

Berikut ini terdapat beberapa bagian dari logam alkali, terdiri atas:


  1. Sumber Logam Alkali Di Alam

Natrium ditemukan sebagai natrium klorida (NaCl) yang terdapat dalam air laut, dalam entuk sendawa Chili NaNO3, trona (Na2CO3.2H2O), boraks (Na2B4O7.10H2O) dan mirabilit (Na2SO4).


Kalium didapat sebagai mineral silvit (KCl), mineral karnalit (KCl.MgCl2.6H2O) sendawa (KNO3), dan feldspar (K2O.Al2O3.3SiO2). Selain dari kalium juga terdapat dalam air laut.


Unsur rubidiumm dan sesium dihasilkan sebagai hasil samping proses pengolahan litium dari mineralnya.


  1. Ekstraksi Logam Alkali

Logam-logam alkali sangat stabil terhadap pemanasan, sehingga logam- logam alkali tidak dapat diperoleh dari oksidanya melalui proses pemanasan. Logam alkali tidak dapat dihasilkan dengan mereduksi oksidanya, hal ini disebabkan logam-logam alkali merupakan pereduksi yang kuat.


Semua logam alkali hanya dapat diisolasi dari leburan garam halidanya melalui proses elektrolisis. Garam-garam halida mempunyai titik lebur yang sangat tinggi, oleh karena itu umumnya ditambahkan garam halida yang lain untuk menurunkan titik lebur garam halidanya.


Salah satunya elektrolisis Litium dari Sumber logam litium yaitu spodumene (LiAl(SO)3). Spodumene dipanaskan pada suhu 100 oC kemudian ditambah H2SO4 pekat panas sehingga diperoleh Li2SO4. Campuran yang terbentuk dilarutkan ke dalam air. Larutan Li2SO4 ini kemudian direaksikan dengan Na2CO3. Dari reaksi ini terbentuk endapan Li2CO3.


Li2SO4(aq) + Na2CO3(aq) ―→ Li2CO3(s) + Na2SO4(aq)


Setelah dilakukan pemisahan Li2CO3 yang diperoleh direaksikan dengan HCl sehingga diperoleh garam LiCl.


Li2CO3(s) + 2HCl(aq) ―→ 2LiCl + H2O + CO2


Garam LiCl ini yang akan digunakan sebagain bahan dasar elektrolisis litium. Namun karena titik lebur LiCl yang sangat tinggi sekitar 600 °C maka ditambahkan KCl dengan perbandingan volume 55% LiCl dan 45% KCl. Penambahan KCl ini bertujuan untuk menurunkan titik lebur LiCl menjadi 430 ºC. Reaksi yang terjadi pada proses elektrolisis Li adalah sebagai berikut:

Baca Juga Artikel yang Mungkin Berkaitan : Karbit – Pengertian, Manfaat, Rumus, Proses Produksi, Reaksi Dan Gambarnya


Katoda : Li+ + e ―→ Li


Anoda : 2Cl‾ ―→ Cl2 + 2e


Selama elektrolisis berlangsung ion Li+ dari leburan garam klorida akan bergerak menuju katoda. Ketika tiba dikatoda ion-ion litium akan mengalami reaksi reduksi menjadi padatan Li yang menempel pada permukaan katoda. Padatan yang terbentuk dapat diambil secara periodik, dicuci kemudian digunakan untuk proses selanjutnya sesuai keperluan. Sedangkan ion Cl‾ akan bergerak menuju anoda yang kemudian direduksi menjadi gas Cl2.


Natrium juga diperoleh dari proses elektrolisis yaitu dari elektrolisis leburan NaCl dengan menambahkan CaCl2 menggunakan proses downs cell. Penambahan CaCl2 bertujuan menurunkan titih leleh NaCl dari 801ºC menjadi 580 ºC. Proses ini dilakukan dalam sel silinder meggunakan anoda dari grafit dan katoda dari besi atau tembaga.


Selama proses elektrolisis berlangsung, ion-ion  Na+ bergerak menuju katoda kemudian mengendap dan menempel pada katoda, sedangkan ion Cl‾ memebntuk gas Cl2 pada anoda. Reaksi yang terjadi pada proses elektrolisis natrium dari lelehan NaCl:


Peleburan NaCl ―→ Na+ + Cl‾ Katoda : Na+ + e ―→ Na


Anoda : 2Cl‾ ―→ Cl2 + 2e


Reaksi elektrolisis: Na+ + Cl‾―→ Na + Cl2


Kalium, rubidium, dan sesium tidak dapat diperoleh dengan proses elektrolis karena logam-logam yang terbentuk pada anoda akan segera larut kembali dalam larutan garam yang digunakan. Oleh sebab itu untuk memperoleh Kalium, rubidium, dan sesium dilakukan melalui metode reduksi.


Proses yang dilakukan untuk memperoleh ketiga logam ini serupa yaitu dengan mereaksikan lelehan garamnya dengan natrium.


Na  +  LCl ―→ L +  NaCl            (L= kalium, rubidium dan sesium)


Dari reaksi di atas L dalam bentuk gas yang dialirkan keluar. Gas yang keluar kemudian dipadatkan dengan menurunkan tekanan atau suhu sehingga terbentuk padatan logam L. Karena jumlah produk berkurang maka reaksi akan bergeser ke arah produk. Demikian seterusnya hingga semua logam L habis bereaksi.


  1. Sifat Fisika Logam Alkali

Sifat Fisika Logam Alkali


  1. Kegunaan Logam Alkali dan Beberapa Senyawa Alkali

Natium merupakan salah satu logam alkali yang dimanfaatkan untuk pembuatan lampu. Lampu ini dikenal dengan nama lampu natrium. Lampu natrium umumnya digunakan sebagai lampu penerangan dijalan-jalan raya. Lampu natrium ditandai dengan warna kuning cemerlang yang mampu menembusi kabut. Dibanding logam murninya, senyawa-senyawa yang dibentuk dari logam alkali lebih banyak dimanfaatkan.


Beberapa Senyawaan Natrium dan Kalium Serta Kegunaannya


Senyawaan Natrium

  • Natrium klorida (NaCl), merupakan bahan baku pembuatan garam dapur, NaOH, Na2CO3.
  • Natrium hidrosida atau soda kaustik (NaOH). Digunakan dalam industri pembuatan sabun, kertas dan tekstil, dalam kilng minyak digunakan untuk menghilangkan belerang, dan ekstraksi aluminium dari bijihnya. Dalam laboratorium digunakan untuk menyerap gas karbondioksida atau gas-gas lain yang bersifat asam, dalam beberapa reaksi organik NaOH merupakan pereaksi yang penting misalnya pada reaksi hidrolisis.
  • Soda cuci (Na2CO3), pelunak kesadahan air, zat pembersih (cleanser) peralatan rumah tangga, industri gelas.
  • Natrium hidroksi karbonat (NaHCO3) atau soda kue, campuran pada minuman dalam botol (beverage) agar menghasilkan.
  • Natrium nitrat (NaNO3), pupuk, sebagai pereaksi dalam pembuatan senyawa nitrat yang lain.
  • Natrium nitrit (NaNO2), pembuatan zat warna (proses diazotasi), pencegahan korosi.
  • Natrium sulfat (Na2SO4) atau garam Glauber, obat pencahar (cuci perut), zat pengering untuk senyawa organik.
  • Natrium tiosulfat (Na2S2O3), larutan pencuci (hipo) dalam fotografi. Na3AlF6, pelarut dalam sintesis logam alumunium.
  • Natrium sulfat dekahidrat (Na2SO4.10H2O) atau garam glauber: digunakan oleh industri pembuat kaca.
  • Na3Pb8 : sebagai pengisi lampu Natrium. Natrium peroksida (Na2O2): pemutih makanan.
  • Na-benzoat, zat pengawet makanan dalam kaleng, obat rematik. Na-sitrat, zat anti beku darah.
  • Na-glutamat, penyedap masakan (vetsin). Na-salsilat, obat antipiretik (penurun panas).

Senyawaan Kalium

  • Kalium oksida (KO2), digunakan sebagai konverter CO2 pada alat bantuan pernafasan. Gas CO2 yang dihembuskan masuk kedalam alat dan bereaksi dengan KO2 menghasilkan O2
  • Kalium klorida (KCl), pupuk, bahan pembuat logam kalium dan KOH Kalium hidroksida (KOH), bahan pembuat sabun mandi, elektrolit batu baterai batu alkali
  • Kalium bromida (KBr), obat penenang saraf (sedative), pembuat plat potografi
  • KClO3, bahan korek api, mercon, zat peledak, ditambahkan pada garam dapur sebagai sumber iodium sehingga dikenal sebagai garam beriodium.
  • K2CrO4, indicator dalam titrasi argentomeri K2Cr2O7, zat pengoksidasi (oksidator) KMnO4, zat pengoksidasi, zat desinfektan
  • Kalium nitrat (KNO3), bahan mesiu, bahan pembuat HNO3 K-sitrat, obat diuretik dan saluran kemih
  • K-hidrogentartrat, bahan pembuat kue (serbuk tartar).

B. Logam Alkali Tanah

Berikut ini terdapat beberapa bagiandari logam alkali tanah, terdiri atas:


1) Unsur-unsur Alkali Tanah dalam Bentuk Senyawanya

  • Berilium terdapat dalam bijih beril (Be3Al2(SiO3)6)
  • Magnesium sebagai dolomit (MgCO3.CaCO3), karnalit (KCl.MgCl2.6H2O).
  • Kalsium sebagai CaCO3 pada batu kapur dan pualam, batu tahu/gipsum
  • Stronsium sebagai stronsianit (SrCO3) dan galestin (SrSO4)
  • Barium sebagai bijih barit (BaSO4).

Baca Juga Artikel yang Mungkin Berkaitan : Koloid adalah


2) Kegunaan Logam Alkali Tanah

  1. Berilium

antara lain Sebagai berikut:

  1. Campuran logam Berilium dengan logam  lain  digunakan  mencegah korosi logam.
  2. Logam ini digunakan untuk membuat alloy tembaga dan nikel dengan kekuatan yang tinggi.
  3. Digunakan  sebagai   campuran   bahan-bahan   dari   bagian-bagian pesawat supersonic, hal ini karena berilium mempunyai sifat mengkilat, kuat dan stabil.
  4. Karena berilium murni  mudah  menghantarkan  sinyal-sinyal elektronik dan dilalui sinar x, maka digunakan sebagai jendela pada tabung sinar x.
  5. Berilium dan oksidanya digunakan  sebagai  moderator  pada  reactor nuklir, karena berilium mempunyai kecenderungan menangkap neutron.
  6. Digunakan dalam pembuatan komputer, laser, televisi, dan alat-alat oseanografi
  7. Berilium, digunakan sebagai bahan logam campur untuk pegas, klip, sambungan listrik, dan pembuatan tabung sinar X untuk reaktor atom.
  8. Berilium digunakan sebagai agen aloy di dalam pembuatan tembaga berilium (Be dapat menyerap panas yang banyak). Aloy tembaga-berilium digunakan dalamberbagai kegunaan karena konduktivitas listrik dan konduktivitas panas, kekuatantinggi dan kekerasan, sifat yang nonmagnetik, dan juga tahan karat serta tahan fatig(logam). Kegunaan-kegunaan ini termasuk pembuatan: elektroda pengelasan bintik, pegas, peralatan elektronik tanpa bunga api dan penyambung listrik.
  9. Karena ketegaran, ringan, dan kestabilan dimensi pada jangkauan suhu yang lebar, alloy tembaga-berilium digunakan dalam industri angkasa- antariksa dan pertahanan sebagai bahan penstrukturan ringan dalam pesawat berkecepatan tinggi, peluru berpandu, kapal terbang, dan satelit komunikasi.
  10. Kepingan tipis berilium digunakan bersama pemindaian sinar-X untuk menepis cahaya tampak dan memperbolehkan hanya sinaran X yang terdeteksi.
  11. Dalam bidang litografi sinar-X, berilium digunakan untuk pembuatan litar bersepadu mikroskopik.
  12. Karena penyerapan panas neutron yang rendah, industri tenaga nuklir menggunakan logam ini dalam reaktor nuklir sebagai pemantul neutron dan moderator.
  13. Berilium digunakan dalam pembuatan giroskop, berbagai alat komputer, pegas jam tangan dan peralatan yang memerlukan keringanan, ketegaran dan kestabilan dimensi.
  14. Berilium oksida sangat berguna dalam berbagai aplikasi yang memerlukan konduktor panas yang baik, dan kekuatan serta kekerasan yang tinggi, dan juga titik lebur yang tinggi, seterusnya bertindak sebagai perintang listrik.
  15. Campuran berilium pernah pada satu ketika dahulu digunakan dalam lampu floresen, tetapi penggunaan tersebut tak dilanjutkan lagi karena pekerja yang terpapar terancam bahaya beriliosis.

  1. Magnesium

Antara lain sebagai berikut:

  1. Magnesium karbonat (MgCl2.6H2O) digunakan sebagai refaktor  dan bahan isolasi.
  2. Magnesium Sitrat, digunakan sebagai bahan obat-obatan dan minuman bersoda.
  3. Magnesium Hidroksida, digunakan sebagai obat (laxative), dan digunakan pada proses penyulingan gula.
  4. Magnesium Sulfat, yang dikenal sebagai dengan garam inggris (Epsom Salt) dan magnesium oksida (MgO), digunakan pada pembuatan kosmetik, kertas dan obat cuci perut.
  5. Campuran magnesium, aluminium dan baja digunakan pada bahan pembuatan bagian-bagian pesawat, kaki atau tangan buatan, Vacuum cleaner, alat-alat optic dan furniture.
  6. Digunakan secara luas untuk konstruksi karena ringan.
  7. Digunakan untuk membuat reagen Grignard.
  8. Magnesium, digunakan sebagai bahan logam campuran dalam cluralumin ( Mg 0,5%, Cu 4 %, Mn 0,5 %, Al 95 % ) dan magnalinum (campuran Mg dan Al yangringan dan tahan korosi).
  9. Membuat kembang api dan lampu blitz. Melapisi tanur dan pembakaran semen. Bahan obat maag.
  10. Untuk menghapus belerang dari besi dan baja.
  11. Untuk memperbaiki titanium dalam proses Kroll. Untuk photoengrave piring di industri percetakan.
  12. Untuk menggabungkan di alloys, dimana logam ini sangat penting untuk pesawat dan peluru konstruksi.
  13. Dalam bentuk turnings atau kendali, untuk mempersiapkan Grignard reagents,yang berguna dalam sintesis organik.
  14. Alloying sebagai agen, meningkatkan mekanis, pemalsuan dan welding karakteristik aluminium.
  15. Sebagai tambahan agen di propellants konvensional dan produksi dalam grafitnodular besi cor.

  1. Kalsium

Antara lain sebagai berikut:

  1. Digunakan sebagai deoxidizer untuki tembaga, nikel dan stainless steel.
  2. Campuran logam kalsium-timbal (lead-calsium) digunakan pada akumulator.
  3. Digunakan dalam pembuatan kapur, semen dan mortar.
  4. Digunakan untuk membuat gigi, dan tulang atau rangka tiruan.
  5. Kalsium hidroksida digunakan untuk uji keasaman gas karbon dioksida Kalsium, digunakan sebagai elektrode, sebagai reduktor pada pengolahan logam, danmembentuk proses pembekuan darah.

  1. Stronsium

Antara lain sebagai berikut:

  • Digunakan pada pembuatan kembang api, petasan dan lampu jalan kereta api.
  • Stronsium oksida digunakan pada proses pembuatan gula pasir.
  • Isotop stronsium-85 digunakan untuk mendeteksi kanker tulang. Isotop stronsium-90 digunakan sebagai senjata nuklir.
  • Stronsium, digunakan sebagai bahan pembuatan kembang api.

  1. Barium

Antara lain sebagai berikut:

  • Logam barium  digunakan sebagai pelapis konduktor listrik. Barium sulfat digunakan dalam industry karet, cat dan linolium. Barium nitrat digunakan untuk membuat petasan dan kembang api.
  • Digunakan untuk pengujian system gastroinstinal sinar X.
  • Barium, digunakan sebagai logam campuran ( Ba + Ni ) untuk membuat tabung volume.

  1. Radium

Antara lain sebagai berikut:

  • Digunakan untuk membuat cat berbahaya (luminous  paint)  yang digunakan piringan jam, tombol pintu atau  benda-benda  lain  agar  tampak berbahaya (berpijar) dalam kegelapan.
  • Penggunaan isotop radioaktif dalam kedokteran oleh Henri Danlos yang menggunakan radium untuk pengobatan penyakit tubercolusis pada kulit serta beberapa penyakit kanker.

C. Logam Transisi

Berikut ini terdapat beberapa bagian logam transisi, terdiri dari:


1. Unsur-Unsur Logam Golongan Transisi

Unsur transisi dapat didefinisikan sebagai unsur-unsur yang memiliki subkulit d atau subkulit f yang terisi sebagian. Unsur transisi tersebut terdiri dari Sc (Scandium), Ti (Titanium), V (Vanadium), Cr (Krom), Mn (Mangan), Fe (Besi), Co (Kobalt), Ni (Nikel), Cu (Tembaga) dan Zn (Seng). Semua unsur transisi mempunyai sifat logam, hal ini terjadi karena unsur transisi memiliki lebih banyak electrontiak berpasangan.


2. Sifat umum dari unsur transisi

Antara lain sebagai berikut:

  • Kebanyakan senyawaannya bersifat paramagnetik Kebanyakan senyawaannya berwarna
  • Unsur transisi dapat membentuk senyawa kompleks
  • Pada umumnya, ionnya berwarna, kecuali Sc2+, Zn2+, dan Ti4+,
  • Dapat membentuk ion kompleks sebagai atom pusat. Memiliki ikatan logam yang sangat kuat
  • Bersifat katalis ( mempercepat reaksi ).
  • Titik didih dan titik leleh unsur transisi meningkat dari 1.541°C (Skandium) sampai 1.890 °C (Vanadium), kemudian turun sampai 1.083 °C (Tembaga) dan 420 °C (Seng).
  • Senyawa-senyawa unsur transisi mempunyai bilangan oksidasi lebih dari satu. Adanya bilangan oksidasi lebih dari satu ini disebabkan mudahnya melepaskan elektron valensi. Dengan demikian, energi ionisasi pertama, kedua dan seterusnya memiliki harga yang relatif lebih kecil dibanding unsur golongan utama.

3. Sumber dan Kegunaan

Antara lain sebagai berikut:


  1. Skandium (Sc)

Sumber-sumber Skandium ternyata lebih banyak ditemukan di matahari dan beberapa bintang lainnya (terbanyak ke-23) dibandingkan di bumi (terbanyak ke-50. Warna biru pada beryl (satu jenis makhluk hidup laut) disebutkan karena mengandung skandium. Unsur ini juga ditemukan dalam hasil sampingan setelah ekstrasi tungsten dari Zinwald wolframite dan di dalam wiikite dan bazzite.

Baca Juga Artikel yang Mungkin Berkaitan : Asam Sulfat – Pengertian, Sifat, Rumus, Bahaya dan Proses


Produksi pertama 99% skandium metal murni diumumkan pada tahun 1960. Skandium (Sc2O3) sekarang ini digunakan setiap tahun di Amerika untuk memproduksi lampu intensitas tinggi, dan isotop radioaktif 46Sc digunakan  sebagi agen pelacak dalam kilang minyak mentah. Skandium ioda yang ditambahkan ke lampu uap merkuri memberikan pancaran sinar mirip matahari yang efisien, yang penting untuk penerangan ruangan atau TV bewarna malam hari.


  1. Titanium (Ti)

Sifat-sifat Titanium murni merupakan logam putih yang sangat bercahaya. Ia memiliki berat jenis rendah, kekuatan yang bagus, mudah dibentuk dan memiliki resistansi korosi yang baik. Jika logam ini tidak mengandung oksigen, ia ductile. Titanium merupakan satu-satunya logam yang terbakar dalam nitrogen dan udara.


  1. Vanadium (V)

Sumber Vanadium ditemukan dalam 65 mineral yang berbeda, di antaranya karnotit, roskolit, vanadinit, dan patronit, yang merupakan sumber logam yang sangat penting. Vanadium juga ditemukan dalam batuan fosfat dan beberapa bijih besi, juga terdapat dalam minyak mentah sebagai senayawa kompleks organik. Vanadium juga ditemukan dalam sedikit dalam batu meteor.


Kegunaan vanadium diantaranya yaitu:

  • Vanadium digunakan dalam memproduksi logam tahan karat dan peralatan yang digunakan dalam kecepatan tinggi.
  • Vanadium juga digunakan untuk menghasilkan magnet superkonduktif dengan medan magnet sebesar 175000 Gauss.
  • Sekitar 80% Vanadium yang sekarang dihasilkan, digunakan sebagai ferro vanadium atau sebagai bahan tambahan baja.
  • Foil vanadium digunakan sebagai zat pengikat dalam melapisi titanium pada baja. Vanadium petoksida digunakan dalam pembuatan keramik dan sebagai katalis.
  • Vanadium karbida sangat penting dalam pembuatan baja.

  1. Kromium (Cr)

Khrom adalah logam berwarna abu-abu, berkilau, keras sehingga memerlukan proses pemolesan yang cukup tinggi. Sumber Bijih utama khrom adalah khromit, yang ditemukan di Zimbabwe, Rusia, Selandia Baru, Turki, Iran, Albania, Finlandia, Republik Demokrasi Madagaskar, dan Filipina. Logam ini biasanya dihasilkan dengan mereduksi khrom oksida dengan aluminum.


Kegunaan logam ini yaitu:

  • Khrom digunakan untuk mengeraskan baja.
  • Pembuatan baja tahan karat dan membentuk banyak alloy (logam campuran) yang berguna.
  • Kebanyakan digunakan dalam proses pelapisan logam untuk menghasilkan permukaan logam yang keras dan indah dan juga dapat mencegah korosi.
  • Khrom memberikan warna hijau emerald pada kaca.
  • Khrom juga luas digunakan sebagai katalis.

  1. Mangan (Mn)

Sumber Mineral mangan tersebar secara luas dalam banyak bentuk; oksida, silikat, karbonat adalah senyawa yang paling umum. Penemuan sejumlah besar senyawa mangan di dasar lautan merupakan sumber mangan dengan kandungan 24%.


akan senyawa mangan saat ini ditemukan di Rusia, Brazil, Australia, Afrika sSelatan, Gabon, dan India. Sifat-sifat Mangan berwarna putih keabu-abuan, dengan sifat yang keras tapi rapuh. Mangan sangat reaktif secara kimiawi, dan terurai dengan air dingin perlahan-lahan.


Mangan digunakan untuk membentuk banyak alloy yang penting.


Dengan aluminum dan bismut, khususnya dengan sejumlah kecil tembaga, membentuk alloy yang bersifat ferromagnetik.


Kegunaan Mangan diantaranya yaitu:

  • Kegunaan Mangan dioksida (sebagai pirolusit) digunakan sebagai depolariser dan sel kering baterai.
  • Menghilangkan warna hijau pada gelas yang disebabkan oleh pengotor besi.
  • Dioksidanya berguna untuk pembuatan oksigen dan khlorin, dan dalam pengeringan cat hitam.
  • Mangan sendiri memberi warna lembayung pada kaca.

  1. Besi (Fe)

Besi merupakan unsur keempat yang berlimpah ditemukan di kerak bumi. Bijih besi yang umum adalah hematit, yang sering terlihat sebagai pasir hitam sepanjang pantai dan muara aliran. Kegunaan Besi adalah penyusun utama kelangsungan makhluk hidup dan bekerja sebagai pembawa oksigen dalam hemoglobin.


Sifat-sifat Logam murni besi sangat reaktif secara kimiawi dan mudah terkorosi, khususnya di udara yang lembab atau ketika terdapat peningkatan suhu. Besi bersifat keras, rapuh, dan umumnya mudah dicampur, dan digunakan untuk menghasilkan alloy lainnya, termasuk baja. relatif murah, mudah didapat, sangat berguna dan merupakan logam yang sangat penting.


  1. Kobalt (Co)

Sumber Kobal terdapat dalam mineral kobaltit, smaltit dan eritrit. Sering terdapat bersamaan dengan nikel, perak, timbal, tembaga dan bijih besi, yang mana umum didapatkan sebagai hasil samping produksi. Kobal juga terdapat dalam meteorit. Bijih mineral kobal yang penting ditemukan di Zaire, Moroko, dan Kanada.

Baca Juga Artikel yang Mungkin Berkaitan : Elektronegativitas : Pengertian, Ukuran, Tautan Dan Peranannya


Sifat-sifat Kobal bersifat rapuh, logam keras, menyerupai penampakan besi dan nikel. Kobal memiliki permeabilitas logam sekitar dua pertiga daripada besi. Kobal cenderung terdapat sebagai campuran dua allotrop pada kisaran suhu yang sangat lebar. Kegunaannya adalah:

  • Kobal dicampur dengan besi, nikel, dan logam lainnya untuk membuat Alnico, alloy dengan kekuatan magnet luar biasa untuk berbagai keperluan.
  • Alloy stellit, mengandung kobal, khrom, dan wolfram, yang bermanfaat untuk peralatan berat, peralatan yang digunakan pada suhu tinggi, maupun peralatan yang digunakan dengan kecepatan tinggi.
  • Garam kobal telah digunakan selama berabad-abad untuk menghasilkan warna biru brilian yang permanen pada porselen, kaca, pot, keramik dan lapis e-mail gigi.
  • Kobal juga digunakan untuk baja magnet dan tahan karat lainnya.

  1. Nikel (Ni)

Deposit nikel ditemukan di Kaledonia Baru, Australia, Cuba, Indonesia. Sifat-sifat Nikel berwarna putih keperak-perakan dengan pemolesan tingkat tinggi. Bersifat keras, mudah ditempa, sedikit ferromagnetis, dan merupakan konduktor yang agak baik terhadap panas dan listrik. Nikel tergolong dalam grup logam besi-kobal, yang dapat menghasilkan alloy yang sangat berharga. Kegunaan Nikel:

  • Digunakan secara besar-besaran untuk pembuatan baja tahan karat. baja nikel untuk melapisi senjata dan ruangan besi (deposit di bank).
  • nikel yang sangat halus digunakan sebagai katalis untuk menghidrogenasi minyak sayur (menjadikannya padat).
  • Nikel juga digunakan dalam keramik, pembuatan magnet Alnico dan baterai penyimpanan Edison.
  • Nikel digunakan untuk membuat uang koin.

  1. Tembaga (Cu)

Sifat-sifat Tembaga memiliki warna kemerah-merahan. Unsur ini sangat mudah dibentuk, lunak, dan merupakan konduktor yang bagus untuk aliran elektron (kedua setelah perak dalam hal ini). Sumber-sumber Tembaga kadang- kadang ditemukan secara alami, seperti yang ditemukan dalam mineral-mineral seperti cuprite, malachite, azurite, chalcopyrite, dan bornite.


Deposit bijih  tembaga yang banyak ditemukan di AS, Chile, Zambia, Zaire, Peru, dan Kanada. Bijih-bijih tembaga yang penting adalah sulfida, oxida-oxidanya, dan karbonat. Kegunaan Industri elektrik merupakan konsumen terbesar unsur ini. Campuran logam besi yang memakai tembaga seperti brass dan perunggu sangat penting. Tembaga memiliki kegunaan yang luas sebagai racun pertanian dan sebagai algisida dalam pemurnian air.


  1. Seng (Zn)

Sumber Bijih-bijih seng yang utama adalah sphalerita (sulfida), smithsonite (karbonat), calamine (silikat) dan franklinite (zine, manganese, besi oksida). Satu metoda dalam mengambil unsur ini dari bijihnya adalah dengan cara memanggang bijih seng untuk membentuk oksida dan mereduksi oksidanya dengan arang atau karbon yang dilanjutkan dengan proses distilasi. Sifat-sifat Seng memiliki warna putih kebiruan. Logam ini rapuh pada suhu biasa tetapi mudah dibentuk pada 100-150 derajat Celcius.


Unsur ini juga menunjukkan sifat yang sangat mudah dibentuk (superplasticity). Senyawa ini memiliki sifat-sifat kelistrikan, panas, optik dan solid-state yang unik tetapi belum sepenuhnya dimengerti. Kegunaan Logam ini digunakan untuk membentuk berbagai campuran logam dengan metal lain. Kuningan, perak nikel, perunggu, perak Jerman, solder lunak dan solder aluminium.


Sifat Logam

Berikut ini terdapat beberapa sifat logam, terdiri atas:

  1. Warnanya mengkilap
  2. Dapat menghantarkan listrik dengan baik
  3. Dapat menghantarkan panas dengan baik
  4. Berwujud padat kecuali merkuri (raksa)
  5. Dapat ditempa menjadi lembaran atau lempengan

Contoh logam adalah: seng, besi, dan emas.


Pengertian Non Logam

Logam Non-Ferro (Non-Ferrous Metal) adalah jenis logam yang secara kimiawi tidak memiliki unsur besi atau Ferro (Fe), oleh karena itu logam jenis ini disebut sebagai logam bukan Besi (non Ferro). Beberapa dari jenis logam ini telah disebutkan dimana termasuk logam yang banyak dan umum digunakan baik secara murni maupun sebagai unsur paduan.


Dengan semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi terutama dalam pengolahan bahan logam, menjadikan semua jenis logam digunakan secara luas dengan berbagai alasan, mutu produk yang semakin ditingkatkan, kebutuhan berbagai peralatan pendukung teknologi serta keterbatasan dari ketersediaan bahan-bahan yang secara umum digunakan dan lain-lain.


Logam non Ferro ini terdapat dalam berbagai jenis dan masing-masing memiliki sifat dan karakteristik yang berbeda secara spesifik antara logam yang satu dengan logam yang lainnya. Keberagaman sifat dan karakteristik dari logam Non Ferro ini memungkinkan pemakaian secara luas baik digunakan secara murni atau pun dipadukan antara logam non ferro bahkan dengan logam Ferro untuk mendapatkan suatu sifat yang baru yang berbeda dari sifat asalnya.


Pengertian dari bahan bukan logam atau non logam adalah unsure kimia yang mempunyai sifat-sifat, yaitu :

  • Elastis (karet), cair (bahan pelumas, dan tidak dapat menghantarkan arus listrik (bahan isolasi)).
  • Peka terhadap api (bahan baker, tidak dapat terbakar (Asbes) dan mudah pecah (keramik)).

Jenis-Jenis Non Logam

Unsur logam yang paling penting dan paling banyak digunakan dalam industry adalah besi karena hampir 90 % dari logam-logam yang digunakan dalam industry adalah besi. Selain besi,logam yang penting anatara lain: alumunium (Al), timbal (Pb), nikel (Ni), perak(Ag), seng(Zn), dan lain sebagainya.


Yang digunakan dalam keadaan murni ataupun dalam bentuk paduannya. Logam-logam tersebut harus mempunyai sifat-sifat fisika atau mekanik yang sesuai dengan persyaratan-persyaratan yang dikehedaki.


Logam non ferro adalah suatu bahan yang tidak mengandung besi, yang dapat digolongkan menjadi :

  • logam berat : nikel, seng, tembaga, timah putih dan timah hitam
  • logam mulia/murni : emas, perak, platina
  • logam ringan : alumunium, barium, kalsium
  • logam refraktori/tahan api : Molibdenum , titanium, wolfram, zirkonium
  • logam radio aktif : radium dan uranium.

  1. Tembaga, Copper, Cuprum (Cu)

Diperoleh dari biji besi yang mengandung besi, timah hitam, seng dan sedikit mengandung perak dan emas. Sifat-sifat tembaga antara lain :sifat mekanik baik, tahan korosi, daya hantar listrik dan panas lebih baik, mampu dikerjakan mesin, mudah disambung dengan solder maupun dilas, BD 8,9 dan titik cair 1,083° C, serta dapat digosok dan temperature tempa lebih rendah dibanding bahan-bahan dari logam ferro.


Pada pengerjaan panas suhu yang diperlukan antara 800°C-900°C, seperti untuk rolling extension dan forging/tempa. Baik dalam keadaan panas maupun dalam keadaan dingin, tembaga sangat luwes dan dapat direnggangkan, digiling dan dimartil. Pemberian bentuk dalam keadaan panas sekitar 650°C, sedangkan dalam keadaan dingin 300°C-700°C. Kegunaan tembaga, yaitu alat-alat listrik, telepon dan telegram, kawat listrik, refrigerator dan pipa-pipaketel serta tembaga tidak bias digunakan untuk perabot masak.


  1. Mangan, Manganese (Mn)

Sifat-sifat mangan adalahbaja konstruksi dan baja mesin memperbaiki sifat kekuatan tprik dan tahan aus serta baja perkakas memperbaiki sifat tanah ukuran. Kegunaannya adalah sebagai unsur paduan, bila dipadu dengan baja konstruksi dan baja mesin digunakan untuk pekerjaan yang menginginkan kekuatan tarik dan tahan aus. Bila dipadu dengan baja perkakas digunakan untuk pekerjaan yang menginginkan ketahanan ukuran.

Baca Juga Artikel yang Mungkin Berkaitan : Pengertian Unsur, Senyawa Dan Campuran Beserta Contohnya Lengkap


  1. Nikel, Nickolium (Ni)

Sifat-sifat nikel yaitu cukup keras, BD 8,7 dan titik lebur 1, 455° C dengan kelihatan tinggi dan mudah dibentuk dalam keadaan dingin atau panas dan tahan korosi. Bijih Nickel mengandung 2,5 % Nickel yang bercampur bersama-sama unsur lain yang sebagian besar terdiri atas besi dan silica serta hampir 4 % Tembaga dan sedikit Cobalt, Selenium, Tellurium, Silver, Platinum dan Aurum. Sedangkan Tembaga, besi dan Nicel berada pada bijih itu sebagai Sulfida. Kegunaannya adalah untuk industri kimia, alat-alat listrik dan alat-alat kedokteran.


  1. Uranium (U)

Sifat-sifat uranium adalah BD 18,7, uranium murni malleable /liat dan ductile mudah di bentuk dan menstabilkan carbide keras. Kegunaannya untuk bahan amunisi dan persenjataan.


  1. Alumunium (Al)

Sifat-sifat Alumunium adalah penghantar arus listrik tinggi. Jenis logam ringan (BD 2,7) dengan titik lebur 600°C, mudah dikerjakan/ dituang, penghantar panas, tahan karat dan non magnetis. Kegunaan Alumunium adalah untuk bahan bangunan, alat-alat rumah tangga, mesin penggerak, mesin tenaga / penghasil kalor yang besar untuk pemanas, kabel dan pipa serta pembuatan mesin motor dan kapal terbang.


Alumunium terdapat dua macam yaitu: alumunium tuangan mempunyai kekuatan tarik sebesar 10kg/ mm2 dan regangannya 18 -25 % dan alumunium tempa mempunyai kekuatan tarik sebesar 18-28kg/mm2 dan regangannya 3-5%.


  1. Magnesium (Mg)

Magnesium ialah logam yang berwarna putih perak dan sangat mengkilap dengan titik cair 651ºC yang dapat digunakan sebagai bahan paduan ringan, sifat dan karakteristiknya sama dengan Aluminium. Oxid film yang melapisi permukaan Magnesium hanya cukup melindunginya dari pengaruh udara kering,


sedangkan udara lembab dengan Magnesium memiliki kekuatan tarik hingga 110 N/mm2 dan dapat ditingkatkan melalui proses pembentukan hingga 200 N/mm2. Sifat-sifatnya adalah BD rendah 1,7, lunak dan titik cair rendah 800°C serta tahan korosi. Kegunaannya adalah untuk bangunan dan kapal udara serta foto grafi dan sebagai unsure paduan non fero.


  1. Kobalt (Co)

Cobalt (Co) ialah logam yang berwarna putih silver ini memilki titik cair 1490ºC dan bersifat magnetic tinggi. Cobalt diperoleh bersama unsur Nickel serta element-element mineral tertentu dan dipisahkan selama proses pemurnian pada unsur Nickel.


Sifat-sifatnya adalah bila dipadu dengan baja maka akan menjadi keras, tahan panas dan tahan aus. Kegunaannya kobalt bila dipadu dengan baja banyak dipergunakan untuk konstruksi tahan tahan pesawat terbang dan konstruksi tahan panas.


  1. Timah Putih, Tin, Stannum (Sn)

Timah putih (Sn) ialah logam yang berwarna putih mengkilap, sangat lembek dengan titik cair yang rendah yakni 232ºC. Sifat-sifatnya yaitu titik cair rendah 232°C, BD rendah 7,3, tahan terhadap udara lembab, kekerasan dan kekuatan sangat rendah dan tergolong logam lunak serta daya tahan korosi cukup tinggi. Kekuatan timah putih untuk pembungkus pipa-pipa/tabung yang dapat dilipat, tabung-tabung pasta gigi dan plat-plat lembaran yang dapat dibuat kaleng makanan.


  1. Timah Hitam, Lead, Timbal, Plumbum (Pb)

Timah Hitam memiliki berat jenis (ρ) yang sangat tinggi yaitu =11,3 kg/dm³ dengan titik cair 327ºC, digunakan sebagai isolator anti radiasi Nuclear. Timah hitam diperoleh dari senyawa Plumbum-Sulphur (PbS) yang disebut “Gelena” dengan kadar yang sangat kecil.


Sifat-sifat timah hitam adalah berwarna kebiru-biruan, agak lunak, mudah dituang, disolder, dan dilas (dengan api zat asam) sanagt mudah diberi bentuk dalam keadaan dingin dan panas, kekuatan tariknya sangat rendah BD 11,4 dengan titik cair 274°C sangat tahan reaksi kimia dan tahan korosi. Kegunaanya adalah sebagai penutup atap , pipa saluran, pembungkus barang kesenian dari gelas, pembuatan penyehat, alat-alat dan saluran dalam industri kimia.


  1. Wolfrom, Tungsten (W)

Tungten, Wolfram (W) memiliki titik cair 3410ºC berwarna kelabu, sangat keras dan rapuh pada temperature ruangan, tetapi ulet dan liat pada Temperatur tinggi. Sifat-sifat wolfrom adalah keras BD 20 titk cair tinggi 3400°C dan titk didih 5900°C, dapat digilas menjadi lembaran dan bila dipadu dalam baja perkakas, akan memperbaiki ketahanan ausnya dan sifat tahan hangatnya. Kegunaannya dalam bidang elektronika seperti katoda tabung electron dan bidang kelistrikan, seperti kawat pijar dalam lampu, elektroda, pegas, unsure pemanas dan tabung sinar X.


  1. Seng, Zincum (Zn)

Seng (Zn) ialah logam yang berwarna putih kebiruan memiliki titik cair 419ºC, sangat lunak dan lembek tetapi akan menjadi rapuh ketika dilakukan pembentukan dengan temperature pengerjaan antara 100ºC sampai 150ºC tetapi sampai temperature ini masih baik dan mudah untuk dikerjakan.Seng terdapat dialam terikat secara kimia secara di dalam bijih (asam belerang atau asam arang). Bijih seng yang terpenting adalah seng belerang dan seng karbonat (Galmei).


Sifat-sifat seng mempunyai warna kelabu muda BD 7,1 dengan titk cair 149°C. dan pada suhu 130°C-150°C seng dapat dipecah-pecah dan kenyal hingga dapat digiling serta tahan korosi. Kegunaan seng adalah untuk melindungi besi/ baja dengan jalan mencelupkan kedalam cairan yang disebut sepuh seng. Untuk melapisi besi/baja secara galvanis, melindungi permukaan benda dengan jalan disemprotkan membuat elemen-elemen listrik dan bahan baku pembuat cat.


Bila dipadu dengan alumunium, magnesium dan tembaga yang disebut dengan samak, dipergunakan untuk membuat alat-alat bagian mobil seperti pintu dan karburator.


  1. Khrom, Chromium (Cr)

Khrom terdapat di alam dalam bentuk bijih khrom yang disebut khromit (FeO.Cr2O3). Bijih khromit berwarna hitam mengandung33%-35% Cr2O3. Khrom adalah logam yang berwarna putih kebiruan lebih keras daripada kaca tapi rapuh.


Sifat-sifat fisika dari khrom adalah titik lebur 1550°C dengan titik didih 2477°C dan kerapatan 7,138 gr/cm3, mudah larut dalam asam-asam seperti asam klorida, asam sulfat dan asam nitrat, untuk unsure paduan dalam baja konstruksi dan baja mesin, memperbaiki kekuatan tarik dan ketahanan korosi dan unsure paduan dalam baja perkakas, memperbaiki ketahanan ukuran.


Kegunaan khrom sebagai unsure pemadu untuk bahan penghantar panas, bahan tahanan. Untuk paduan dengan besi (ferro-khrom), untuk logam paduan nikhrom yang disebut khromel yang mempunyai tahanan listrik yang sangat tinggi, unsure paduan baja konstruksi dan baja mesin, untuk baja perkakas.


  1. Boron (B)

Boron (B) memiliki titik cair 2300ºC dan Boron-Carbide sangat keras dan tahan terhadap pengaruh kimia. Proses pemurnian Boron termasuk sangat sulit akan tetapi kerap kali Boron ditemukan dalam keadaan murni sehingga disebut sebagai logam Murni atau logam langka (rare-metal). Boron tidak digunakan sebagai element akan tetapi Boron digunakan sebagai bahan pembuatan Dies, Nozle untuk Injection moulding, pivot serta permukaan bearing. Boron dibuat dalam bentuk bubukan sehingga pembentukannya dilakukan dengan proses Sintering.


  1. Cadmium (Cd)

Cadmium (Cd) ialah logam yang berwarna putih kebiruan sifatnya sangat lunak dan lembek dengan titik cair hanya 321ºC. Sebagai bahan dasar dari Cadmium ini ialah endapan Seng. Endapan pekat dari Cadmium terdapat dibagian tertentu dari instalasi pengolahan Seng (Zn), Cadmium digunakan dalam paduan yang memiliki titik cair rendah serta bahan tambah pada Tembaga. Yang penting dalam pemakaian Cadmium ini ialah sebagai lapisan pelindung pada Baja atau Kuningan (Brasses).


  1. Iridium (Ir)

Iridium (Ir) ini disebut sebagai baja putih ini adalah logam dari kelompok Platinum yang memiliki titik cair 2454ºC.Penggunaannya sebagai bahan paduan dengan unsur Platinum-Alloy yang kuat dan keras serta meningkatkan titik cairnya.


  1. Platinum (Pt)

Platinum (Pt) adalah salah satu jenis logam berat yang berwarna putih kelabu dan sangat mengkilap dengan titik cair 1773ºC dan memiliki sifat yang mudah dibentuk, ulet dan tidak mengandung Oxide atau tar dalam udara bebas. Platinum sangat cocok digunakan dalam paduan dengan Iridium yang dapat meningkatkan kekerasannya.


Platinum terdapat dalam paduan logam mulia serta endapan Tembaga-Nickel. Platinum dapat pula diperoleh melalui proses extraksi pada mas (gold) dan Nickel.


Platinum (Pt) digunakan sebagai bahan pembuatan Contact point pada system kelistrikan motor bakar, kabel tahanan polymeter serta kawat Thermocouple.


Sifat Non Logam

Berikut ini terdapat beberapa sifat non logam, terdiri atas:

  1. Pada suhu kamar berwujud zat gas, cair, dan padat
  2. warnanya tidak mengkilap
  3. Penghantar panas yang buruk
  4. Penghantar listrik yang buruk
  5. Tidak dapat ditempa

Contoh non logam adalah: oksigen (O), carbon, sulfur, iodium, platinum dan lainnya.


Perbedaan Logam (Metal) dan Non Logam (Non Metal)

  Berikut ini terdapat beberpa perbedaan logam dan non logam, terdiri atas:


  1. Tampilan

Logam tampak mengkilat, misalnya warna besi, emas, perak serta campuran seperti stainless dan tembaga yang mengkilat memantulkan cahaya. Sedangkan non logam tidak memiliki tampilan yang mengkilat seperti ini.


  1. Konduktifitas

Logam adalah penghantar listrik, sehingga logam digunakan untuk aplikasi seperti kabel listrik dan sirkuit listrik. Sementara itu nonlogam umumnya tidak menghantar listrik, sehingga digunakan untuk insulasi atau pelapis agar arus listrik tidak menyengat, misalnya plasting pelapis kabel.


  1. Kepadatan

Logam memiliki kepadatan tinggi, dengan massa jenis besar. Misalnya emas dan timbal yang sangat berat. Sementara itu non logam lebih ringan massa jenisnya.


  1. Senyawa Oksida

Logam menghasilkan senyawa oksida basa, misalnya Sodium Hidroksida (NaOH). Kebasaan ini terutama paling kuat pada senyawa yang tersusun dari logam alkali. Sedangkan oksida dari nonlogam menghasilkan senyawa oksida asam, misalnya asam sulfat (H2SO4).


  1. Kelenturan atau maleabilitas

Logam bersifat lentur dan dapat ditempa ketika dipanaskan. Sedangkan nonlogam tidak bisa ditempa dan akan patah atau retak bila dicoba ditempa.


  1. Titik didih dan titik beku

Logam memiliki titik beku dan titik didih tinggi, sehingga umumnya bersifat padat pada suhu ruangan. Hanya ada satu logam yang tidak padat pada suhu ruang, yaitu merkuri atau raksa (Hg). Sedangkan non logam bervariasi, ada yang padat dan ada yang cair ataupun gas.


Daftar Pustaka:

Mulyadi shaleh,Irfan, Amd. Pengetahuan Dasar Teknik Mesin.Martapura.2008, Hari Amanto dan Daryanto, Ilmu Bahan, Cetakan Kedua, PT. Bumi Aksara, Jakarta, 2003

Demikianlah pembahasan mengenai Logam dan Non Logam adalah – Jenis, Sifat, Perbedaan & Contoh semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂

Send this to a friend